Anda di halaman 1dari 5

Alat Pemisah

Pertama, Ion Exchange, alat ini merupakan alat pemisah dalam industri khususnya dalam memisahkan ion yang terdapat di air dan ditukarkan dengan ion yang berada pada resin-resin yang terdapat pada Ion Exchange, hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah mineral pada air, jadi kesimpulannya adalah Ion Exchange merupakan suatu proses yang dimana terjadi pertukaran timbal balik antara ion yang terdapat dalam air dengan ion yang terdapat di resin dengan tujuan untuk mengurangi mineral pada air agar lebih jernih. Terdapat dua jenis resin pada alat ini, yaitu aion exchange dan kation exchange, sesuai dengan namanya anion exchange merupakan resin yang bertugas untuk memisahkan anion-anion yang terdapat di air dengan anion-anion yang terdapat di resin ini, dan sebaliknya dengan kation exchange yaitu yang menukarkan kation-kation. Dalam memilih resin harus mempertimbangkan hal-hal berikut agar proses baik yang diharapkan akan terwujud yaitu kapasitas penukarannya, selektivitas, ukuran partikel dan distribusi ukuran, stabilitas kimia dan fisika, dan regenerasi. Regenerasi merupakan proses dimana apabila resin-resin sudah mengalami kejenuhan akan ion-ion yang diikatnya baik anion dan kation maka ion-ion tersebut akan dihilangkan atau dibuang dari resin-resin tersebut, pada anion dengan cara menghilangkan dengan NaOH, kemudian pada kation dengan cara menambahkan dengan HCL, umunya regenerasi beroperasi selama 30 menit, setelah regenerasi kemudian dilanjutkan dengan tahap pembilasan (awal dan akhir), berikut contoh aplikasi pada Ion Exchange : Desalinasi, Demineralisasi, Dekolorisasi.

Kedua, Koagulator, pada alat ini adalah merupakan alat pemisah yang berfungsi untuk menacmpur secara cepat antara partikel koloid tersuspensi dengan partikel lain yang terlarut sehingga tercipta larutan yang homogen, sedangkan pengertian koagulasi merupakan proses dimana terjadi penggumpalan partikel koloid karena penambahan bahan kimia sehingga partikel-partikel tersebut bersifat netral dan membentuk endapan karena adanya gaya gravitasi. Koagulasi akan membuat partikel koloid yang semula stabil menjadi tidak stabil karena adanya penambahan bahan kimia dan proses pengadukan, ada tiga faktor yang menentukan keberhasilan proses koagulasi yaitu : jenis bahan kimia yang ditambahkan, dosis pembubuhan bahan kimia, dan pengadukan dari bahan kimia. Bahan kimia yang dipakai pada

proses koagulasi ini disebut koagulan, koagulan berfungsi untuk mendestabilisasi parttikel koloid tersuspensi dan mempercepat laju pembentukan flok-flok. Koagulasi dibagi menjadi dua yaitu koagulasi secara fisika dan koagulasi secara kimia. Kemudian fungsi dari proses ini antara lain adalah mengurangi kekeruhan, mengurangi warna, rasa dan bau, dan juga mengurangi bakteri-bakteri patogen dalam partikel koloid.

Ketiga, Deaerator, alat ini merupakan alat pemisah dalam industri yang berfungsi untuk mengurangi atau juga membatasi kandungan gas pada air yang digunakan pada pembangkit listrik dan pembuatan uap khususnya gas oksigen agar tidak terjadi korosi pada pipa-pipa atau tangki penyimpanan, heat exchanger dan boiler. Salah satu jenis Deaerator adalah steam jet yang diletakkan diatas tangki penyimpanan air umpan yang dihubungkan dengan pipa. Adapun jenis-jenis deaerator antara lain : Deaerator Type Spray, Deaerator Type Vacuum, Deaerator Type Tray.a

Size reduction merupakan operasi suatu mesin yang memiliki utilitas untuk

memperkecil ukuran. Prinsip operasi ini utamanya sering ditemukan dalam industri-industri khususnya yang membutuhkan ukuran partikel kecil pada produknya. Mesin pengecil ukuran biasanya digunakan untuk bahan-bahan yang berada pada fasa padat. Bahan baku supaya mudah dilakukan pengolahan proses perlu diperkecil ukurannya. Pengecil ukuran menurut Earle (1983) merupakan mesin yang dapat memotong menghancurkan atau mengecilkan ukuran dengan prinsip mekanis. Pada prinsipnya mesin pengecil ukuran memiliki empat cara kerja yaitu kompresi, tumbukan, gesekan, dan pemotongan. Mesin pengecil ukuran dengan prinsip kompresi memiliki konsep untuk mengecilkan ukuran dimana agregat benda tidak mampu menahan tekanan dari bidang penekan. Sehingga bahan yang dikecilkan ukurannya dengan prinsip ini akan pecah misalnya pada kedondong. Pengecilan ukuran buah kedondong secara konvensional ini menggunakan prinsip kompresi. Bahan yang dikecilkan ukuran dengan prinsip ini biasanya bahan yang

memiliki kekerasan tingkat tinggi. Prinsip selanjutanya adalah tumbukan yang mana dalam prinsip ini pada bahan yang akan dikecilkan ukurannya memperoleh tekanan yang tidak sama antara bidang yang tertumbuk dengan bidang yang tidak tertumbuk. Pada bidang bahan yang terkena tumbukan akan memperoleh tekanan yang besar pada agregatnya sehingga bahan akan hancur pada bagian yang tertumbuk. Sebagai contoh aplikasinya adalah ketika kita menjatuhkan buah apel ke dasar lantai dengan gaya yang besar, maka bagian yang pecah lebih adalah bagian bawah yang bersingungan dengan bidang tumbuk. Alat ini disarankan digunakan untuk bahan yang kasar. Prinsip ketiga yang sering digunakan untuk membuat pengecil ukuran adalah atrisi atau gesekan. Gaya yang diberikan secara berlawanan terhadap dua bidang bahan akan menyebabkan bahan tergerus dan menjadi bentuk yang lain. Bahan yang dapat dikecilkan ukurannya dengan prinsip ini cuikup beragam karena biasanya mesin dengan prinsip ini dirancang dengan mata paku pada bagian penggeseknya. Sehingga bahan akan tergerus menjadi suatu partikel baru dari bahan yang ukurannya lebih besar sebelumnya atau lebih sederhananya menghasilkan produk dengan ukuran halus. Prinsip terakhir pada mesin pengecil ukuran yang umum digunakan adalah slicer atau pemotong. Pada prinsip pemotongan ini merupakan prinsip yang paling sering ditemukan dalam industri khususnya industri pengolahan pangan. Mesin dengan prinsip pemotongan ini menggunakan mata pisau yang tajam yang berfungsi memotong ukuran bahan baku sesuai ukuran yang telah di rencanakan. Pengecilan ukuran pada bahan dalam suatu industri ditujukan untuk beberapa tujuan. Beberapa tujuan tersebut diantaranya untuk mempermudah pencampuran dengan bahan lain, untuk membantu proses ekstraksi, untuk memperluas luas permukaan, dan secara spesifik membuat bahan menjadi ukuran yang diinginkan dalam suatu produksi (Brennan et al, 1974).

RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)[sunting]

Bagian dalam suatu RATB.

RATB dikenal juga sebagai RTIK (Reaktor Tangki Ideal Kontinu). Di RATB, satu atau lebih reaktan masuk ke dalam suatu bejana berpengaduk dan bersamaan dengan itu sejumlah yang sama (produk) dikeluarkan dari reaktor. Pengaduk dirancang sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi berlangsung secara optimal. Waktu tinggal dapat diketahui dengan membagi volum reaktor dengan kecepatan volumetrik cairan yang masuk reaktor. Dengan perhitungan kinetika reaksi, konversi suatu reaktor dapat diketahui. Beberapa hal penting mengenai RATB: Reaktor berlangsung secara ajeg, sehingga jumlah yang masuk setara dengan jumlah yang ke luar reaktor jika tidak tentu reaktor akan berkurang atau bertambah isinya. Perhitungan RATB mengasumsikan pengadukan terjadi secara sempurna sehingga semua titik dalam reaktor memiliki komposisi yang sama. Dengan asumsi ini, komposisi keluar reaktor selalu sama dengan bahan di dalam reaktor. Seringkali, untuk menghemat digunakan banyak reaktor yang disusun secara seri daripada menggunakan reaktor tunggal yang besar. Sehingga reaktor yang di belakang akan memiliki komposisi produk yang lebih besar dibanding di depannya. Dapat dilihat, bahwa dengan jumlah RATB kecil yang tak terbatas model perhitungan akan menyerupai perhitungan untuk RAP.

RAP (Reaktor Alir Pipa)[sunting]


RAP dikenal juga sebagai RAS (Reaktor aliran Sumbat). Dalam RAP, satu atau lebih reaktan dipompa ke dalam suatu pipa. Biasanya reaksi yang menggunakan RAP adalah reaksi fase gas. Reaksi kimia berlangsung sepanjang pipa sehingga semakin panjang pipa konversi akan semakin tinggi. Namun tidak semudah ini menaikkan konversi, dalam RAP konversi terjadi secara gradien, pada awalnya kecepatan reaksi berlangsung secara cepat namun setelah panjang pipa tertentu jumlah reaktan akan berkurang dan kecepatan reaksi berlangsung lebih lambat dan akan makin lambat seiring panjangnya pipa. Artinya, untuk mencapai konversi 100% panjang pipa yang dibutuhkan adalah tak terhingga.

Beberapa hal penting mengenai RAP: Perhitungan dalam model RAP mengasumsikan tidak terjadi pencampuran, dan reaktan bergerak secara aksial bukan radial. Katalisator dapat dimasukkan melalui titik yang berbeda dari titik masukan, diharapkan reaksi lebih optimal dan terjadi penghematan. Biasanya, RAP memiliki konversi yang lebih besar dibanding RATB dalam volum yang sama. Artinya, dengan waktu tinggal yang sama RAP memberikan hasil yang lebih besar dibanding RATB.

Reaktor Semi-Batch[sunting]
Reaktor jenis berlangsung secara batch dan kontinyu secara bersamaan. Contoh paling sederhana misalnya tangki fermentor, ragidimasukkan sekali ke dalam tangki (secara batch) namun CO2 yang dihasilkannya dikeluarkan secara kontinyu. Contoh lainnya adalahklorinasi, suatu reaksi cair-gas, gas digelembungkan secara kontinyu dari dasar tangki agar bereaksi dengan cairan di tangki yang diam (batch).

Reaktor Batch, tidak ada massa masuk dan keluar selama reaksi. Jadi bahan dimasukkan, direaksikan beberapa waktu / hari (residence time) dan dikeluarkan sebagai produk dan selama proses tidak ada umpan-produk mengalir. Contoh : fermentasi pembuatan alkohol.