Anda di halaman 1dari 115

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (IMPLAN/ SUSUK KB)

Implan adalah:

Alat Kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam.

Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api.

Didalam setiaphormon Levomorgestril yang dapat mencegah terjadinya kahamilan.

Satu set Implant terdiri dari 6 kapsul yang dapat bekerja secara efektif selama 5 tahun.

Kalau Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi

Cara pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil
dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih.

Sebelum pemasangan Implan sebaiknya kesehatan Ibu diperiksa terlebihdahulu, maksudnya


supaya tahu apakah Ibu bisa memakai Implan atau tidak.

Beberapa nama untuk Implan

Norplan (Merk dagang)

Alat Kontrasepsi bawah kulit/lengan AKBK

Susuk KB

Implan cocok bagi Ibu yang :


Ingin pakai cara KB yang jangka waktu lama

Masih ingin punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat.

Tidak bisa pakai cara KB lain.

YANG HARUS IBU LAKUKAN SETELAH PEMASANGAN IMPLAN


Daftarkan diri segera ke Pos KB Desa, supaya dapat dibantu mengingatkan pada saat jatuh
tempo pencabutannya.
Sesudah pemasangan mungkin Ibu mengalami sedikit nyeri dibekas tempat pemasangan, Ibu
tidak usah khawatir,
karena rasa nyeri akan hilang dalam satu atau dua hari.
Untuk mencegah terjadinya Infeksi dibekas pemasangan Implant harus dijaga supaya tetap
kering selama 3 hari, kalau mandi angkatlah tangan tempat pemasangan Implant keatas supaya
tidak kena air, sebab alau basah bisa menyebabkan Infeksi.
Jangan segan untuk membicarakan dengan petugas lapangan KB dan petugas kesehatan kalau
ada masalah dengan pemakaian Implant.
Sesudah 5 Tahun Implan harus dicabut dan Apabila Ibu masih mau pakai Implant lagi bisa
dipakai kembali.
Kalau tidak cocok pakai Implant, masih banyak alat/cara kontrasepsi lain

Kemungkinan efek samping dan penanggulangannya


Gangguan pola Haid :
Tidak Haid
Pendarahan yang tidak lama
Kemungkinan Infeksi pada bekas luka pemasangan
Penanggulangan :
Hubungan Petugas berwenang
Hematoma (warna biru dan rasa nyeri) pada deerah pemasangan.
Penanggulangan :
Kompres dengan air dingin selama 2 hari, selanjutnya kompres dengan air panas/hangat sampai
warna biru hilang.

Implan cocok bagi Ibu yang :


Ingin pakai cara KB yang jangka waktu lama
Masih ingin punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat.
Tidak bisa pakai cara KB lain.
Yang harus Ibu lakukan setelah pemasangan Implant

Efek samping dan penanggulangan pada pemakai kontrasepsi Implant

Sasaran yang cocok memakai Implant

Dialog Pemakaian Implant

APA ITU ?

1 atau 6 kapsul (seperti korek api) yang simasukkan ke bawah kulit lengan atas secara perlahan
melepaskan horman progesteron selama 3 atau 5 tahun.
CARA KERJA :

Menghambat terjadinya ovulasi.


Menyebabkan endometrium/selaput lendir tidak siap untuk nidasi/menerima pembuahan.
Mempertebal lendir serviks/rahim.
Menipiskan lapisan endometrium/selaput lendir.
TINGKAT KEBERHASILAN/EFEKTIVITAS : 97-99 %

KEUNTUNGAN :

Tidak menekan produksi ASI.


Praktis,efektif.
Tidak harus mengingat-ngingat.
Masa pakai jangka panjang (3 atau 5 tahun).
Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan.
Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
KERUGIAN :

Susuk KB/Implan harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih.
Dapat menyebabkan pola haid berubah.
Pemakai tidak dapat menghentikan pemakainnya sendiri.
CARA PEMASANGAN :

Saat pemasangan yang tepat adalah pada saat haid atau 1-2 hari setelah menstruasi.
YANG TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN/KONTRA INDIKASI :

Hamil atau diduga hamil.


Pendarahan pada vagina yang tidak diketahui sebabnya
Penyakit jantung, varises, kencing manis, darah tinggi, dan kanker.
EFEK/AKIBAT SAMPING :

Gangguan siklus haid.


Keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi.
Hematoma/pembekakan dan nyeri.
Pusing, mual (jarang terjadi).
Perubahan berat badan.
TEMPAT PELAYANAN :

Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas.


Dokter, Bidan Swasta.
KUNJUNGAN ULANG :

Jika ada keluhan atau masalah, pemakai harus segera kembali ke klinik.
Jika pindah rumah, pemakai harus memberi tahu ke klinik.
EPO

Cari

KONTRASEPSI

KONTRASEPSI

Paramitha Harsary

Pendahuluan

Adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat
sementara, dapat pula bersifat permanen. Konsepsi (pembuahan, fertilisasi) adalah
terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) isteri dengan sel mani (spermatozoa)
suami pada saluran telur.

Kontrasepsi atau antikonsepsi adalah mencegah terjadinya konsepsi dengan


memakai cara, alat atau obat-obatan.

Pengaturan kelahiran (birth control) adalah penggunaan alat-alat atau cara-cara


dengan maksud mengatur jumlah dan jarak waktu kelahiran. Keluarga berencana
adalah suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan
dengan memakai kontrasepsi.

Secara umum, kontrasepsi dibagi dua menurut cara pelaksanaannya :

1. Cara temporer (spacing)

Yaitu menjarangkan kelahiran selama beberapa tahun sebelum menjadi hamil lagi.

2. Cara permanen (kontap)

Yaitu mengakhiri kesuburan dengan cara mencegah kehamilan secara permanen;


pada wanita disebut sterilisasi dan pada pria disebut vasektomi.

Sampai saat ini belum ada suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal. Ciri-ciri suatu
kontrasepsi yang ideal meliputi daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat,
tidak memerlukan motivasi terus menerus dan efek samping minimal.

Syarat-syarat kontrasepsi :

1. Aman pemakaiannya dan dipercaya.


2. Efek samping yang merugikan tidak ada
3. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan
4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan
5. Tidak memerlukan bantuan medik atau control yang ketat selama
pemakaiannya
6. Cara penggunaannya sederhana
7. Harganya murah supaya dpt dijangkau masyrakat
8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri

Kontrasepsi yg ideal dan memenuhi syarat diatas belum ada. Yang ada kontrasepsi
yg memenuhi sebagian syarat atau hampir memenuhi syarat. Yang penting
sebenarnya adalah "memakai salah satu cara kontrasepsi jauh lebih baik dari tidak
memakai kontrasepsi sama sekali".

Pembagian Cara-cara Kontrasepsi

1. Pembagian menurut jenis kelamin


1. Cara atau alat yang dipakai oleh suami (pria).
2. Cara atau alat yang dipakai oleh isteri (wanita).
2. Menurut pelayanannya
1. Cara medis dan non medis
2. Cara klinis dan non klinis
3. Pembagian menurut efek kerjanya
1. Tanpa mempengaruhi fertilitas
2. Menyebabkan infertilitas temporer (sementara)
3. Kontrasepsi permanen dimana infertilitas menetap.
4. Pembagian menurut cara kerja/ cara kontrasepsi
1. Menurut keadaan biologis : sanggama terputus, metod kalender, suhu
badan, abstinensia dan lain-lain.
2. Memakai alat barier (kondoml, diafragma, kap porsio, spermisida)
3. Kontrasepsi intrauterin : IUD
4. Hormonal (pil KB, suntikan KB, dan AKBK)
5. Operatif : tubektomi dan vasektomi.

5. Pembagian yang umum dan banyak dipakai adalah sebagai berikut :


1. Metoda merakyat (Folk methods) :

· Coitus interuptus

· Postcoital douche

· Prolonged lactation

2. Metoda tradisional (traditional methods) :

· Pantang berkala

· Kondom

· Diafragma vaginal

· Spermisida

3. Metoda modern

· Pil KB
· Suntik KB

· AKBK atau norplant

· IUD

4. Metoda permanen operatif

· Tubektomi

· Vasektomi

Pada tulisan ini akan diuraikan secara singkat bveberapa cara kontrasepsi sebagai
usaha medik dalam keluarga berencana. Cara kontrasepsi yang dibicarakan ialah :

a. Pantang berkala

b. Obat spermatisid/ pil vagina

c. Kondom

d. AKDR

e. Kontrasepsi hormonal

f. Sterilisasi
PANTANG BERKALA

Mekanisme kerja

Prinsipnya adalah tidak melakukan hubungan suami isteri pada masa subur isteri.
Untuk menetukan masa subur istri dipakai 3 patokan, yaitu :

1. Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang

2. Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi.

3. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi

Jadi jika ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72
jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam esudah ovulasi terjadi.

Cara menentukan masa aman

Awalnya dicatat lama siklus haid selama 3 bulan terakhir. Tentukan lama haid
terpendek dan terpanjang. Siklus terpendek dikurangi 18 hari dan siklus haid
terpanjang dikurangi dengan 11 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan range
masa subur. Dalam masa ini merupakan masa pantang sanggama, diluarnya
merupakan masa aman.

Cara lain untuk menentukan masa aman ialah dengan suhu basal badan. Menjelang
ovulasi suhu basal badan akan turun. Suhu basal dicatat dengan teliti setiap hari.

Efek sampingan
Pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustasi. Hal ini dapat diatasi
dengan pemakaian kondom atau tablet vagina sewaktu sanggama.

Daya guna

Daya guna teoritis ialah 15 kehamilan per 100 tahun-wanita. Daya guna pemakaian
ialah 20-30 kehamilan per 100 tahun-wanita.

OBAT SPERMATISID

Mekanisme kerja

Terbagi atas 2 komponen, yaitu bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya
nonilfenoksi polietanol dan medium yang dipakai berupa tablet busa, krim atau
agar. Tablet vagina atau agar diletakkan dalam vagina, dekat serviks. Gerakan-
gerakan sanggama akan menyebarkan busa meliputi serviks, sehingga secara
mekanis menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke
dalam kanalis servikalis.

Daya guna

Daya guna teoritis ialah 3 kehamilan per 100 tahun-wanita. Daya guna pemakaian
ialah 30 kehamilan per 100 tahun-wanita.

Efek sampingan

Walaupun jarang, berupa reaksi alergik. Disamping itu, preparat spermatisid


mempunyai rasa yang tidak enak.

KONDOM

Mekanisme kerja

Kondom menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina, sehingga pembuahan


dapat dicegah.

Jenis kondom

Ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Yang kulit dibuat dari usus
domba, sedangkan kondom karet lebih elastis, mrah sehingga lebih banyak dipakai.

Daya guna
Secara teoritis, kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut robek oleh
karena kurang hati-hati, pelumas kurang, atau karena tekanan pada waktu
ejakulasi. Ditemukan 3 kehamilan per 100 tahun-wanita. Dalam praktek angka ini
lebih tinggi, 15-36 kehamilan per 100 tahun-wanita.

Keuntungan

* Murah
* Mudah di dapat (tidak perlu resep dokter)
* Tidak memerlukan pengawasan
* Mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin.

Efek sampingan

Pada sejumlah kecil kasus terdapat reaksi alergik terhadap kondom karet.

A K D R (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Mekanisme kerja

Tidak diketahui secara pasti bagaimana cara kerja pasti AKDR dalam mencegah
kehamilan. Ada yang berpendapat AKDR sebagai benda asing yang menimbulkan
reaksi radang setempat, dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blastosis
atau sperma.
AKDR yang diliputi kawat tembaga mungkin memiliki mekaisme kerja yang
berlainan. Kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke dalam
rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada AKDR biasa, juga
menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali. AKDR yang
mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi
pasasi sperma.

Daya guna

Daya guna teoritis hampir sama (1-5 kehamilan per 100 tahun-wanita). Kegagalan
lebih rendah pada AKDR yang mengeluarkan hormon atau tembaga.

Pengawasan

Pengawasan ginekologik terhadap akseptor AKDR dilakukan 1 minggu dan i bulan


sesudah pemasangan, kemudian setiap 3 bulan sekali.

Disini dilihat filamen dan perubahan-perubahan yang terjadi pada serviks. Jika
filamen tidak tampak, singkirkan lebih dahulu kemungkinan kehamilan. Serviks
dibersihkan dengan larutan antiseptik, AKDR diraba dengan sonde uterus. Jika AKDR
tidak teraba, dapat dilakukan pemeriksaan foto rontgen AP dan lateral dengan
sonde logam di dalam uterus. Jika terdapat tranlokasi, pengeluaran AKDR dilakukan
via laparaskopi atau laparatomi.

Penanganan kehamilan dengan AKDR in situ

50 % kasus kehamilan dengan AKDR dalam rahim mengalami abortus, yang lainnya
bisa sampai aterm. Persalinan akan terjadi tanpa penyulit, baik pada ibu maupun
anak. Dapat juga terjadi syok septik pada beberapa kasus. Jika klien berkeinginan
melanjutkan kehamilan, AKDR dapat dikeluarkan perlahan dan kemungkinan
terjadinya abortus menjadi 25%.

Efek sampingan
Bisa terjadi ekspulsi, kehamilan, dan beberapa efek sampingan lainnya mesti
dijelaskan pada pasien. Beberapa efek sampingan yang ringan :

* Nyeri pada saat pemasangan è bisa dilakukan anestesi paraservikal.


* Kejang-rahim
* Nyeri pelvik
* Semaput, sehingga bisa terjadi bradikardia dan refleks vagal.
* Spotting
* Menoragia
* Sekret vagina lebih banyak

Beberapa efek sampingan yang lebih serius :

* Perforasi uterus.
* Infeksi pelvik
* Endometritis

Kontraindikasi

Kontra indikasi mutlak ialah kehamilan dan penyakit radang panggul aktif atau
rekuren. Kontra indikasi relatif antara lain tumor ovarium, kelainan uterus, gonorea,
servisitis, kelainan haid, dismenorea, stenosis kanalis servikalis dan panjang kavum
uteri kurang dari 6,5 cm.

KONTRASEPSI HORMONAL
Mekanisme kerja Estrogen

Estrogen berkhasiat mempengaruhi ovulasi, perjalanan ovum atau implantasi.

Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamus dan selanjutnya


menghambat FSH dan LH. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi yang
mengandung estrogen 50 mikrogram atau kurang. Kalaupun daya guna preparat ini
tinggi, hal itu adalah pengaruh progesteron di samping estrogen.

Implantasi telur yang sudah dibuahi dihambat oleh estrogen dosis tinggi
(dietilstilbestrol, etinil estradiol) yang diberikan pada pertengahan siklus haid. Jarak
antar konsepsi dan implantasi adalah 6 hari. Biopsi endometrium yang dilakukan
sesudah pemberian estrogen dosis tinggi pasca konsepsi menunjukkan efek
antiprogresteron, yang dapat menghambat implantasi. Perjalanan ovum dpercepat
dengan pemberian estrogen pasca konsepsi.

Mekanisme kerja Progesteron

Fungsi progesteron adalah menyiapkan endometrium untuk implantasi dan


mempertahankan kehamilan. Beberapa khasiat progesteron dalam kontrasepsi
adalah :

* Lendir servik menjadi lebih pekat, sehingga penetrasi sperma jadi lebih sulit
* Kapasitasi sperma dihambat oleh progesteron.
* Menghambat perjalanan ovum dalam tuba sebelum konsepsi.
* Menghambat implantasi sebelum ovulasi
* Menghambat ovulasi pada poros hipofisis-hipotalamus.

Pil Kombinasi
Terdapat estrogen maupun progesteron sintetik dalam satu pil. Pil diminum tiap hari
selama 3 minggu, diikuti selama satu minggu dengan plasebo dimana pada saat
perdarahan surut akan terjadi.

Kontra Indikasi

Terdapatnya riwayat tromboflebitis atau tromboflebitis, kelainan serebrovaskular,


fungsi hati tidak atau kurang baik, keganasan pada payudara dan alat reproduksi,
kehamilan dan varises berat.

Cara makan pil

Pil pertama diminum pada hari kelima siklus haid. Pada pasca persalinan, pil mulai
dimakan sesudah bayi berumur 30-40 hari, sedangkan pasca keguguran 1-2 minggu
pasca kejadian. Usahakan minum pil pada waktu yang sama, seperti sehabis makan
malam pada tiap harinya. Tiap pagi dilakukan kontrol apakah pil tadi malam sudah
diminum. Jika lupa 1 pil, minumlah segera disaat ingat. Jika lupa 2 pil berturut-turut,
minum 2 pil segera ketika ingat dan 2 pil lagi pada waktu biasanya pada hari
berikut. Pada keadaan in mungkin terjadi spotting. Jika lupa 3 pil, kemungkinan
hamil menjadi besar.

Sangat dianjurkan pemeriksaan sitologi vagina dan pemeriksaan payudar setahun


sekali.

Efek sampingan

Efek samping ringan dapat berupa pertambahan berat badan, perdarahan diluar
daur haid, enek, depresi, alopesia, melasma, kandidiasis, amenorea pascapil,
retensi cairan, dan keluhan gastrointestinal. Efek samping ini akan hilang dan
berkurang dengan sendirinya. Efek samping yang berat adalah tromboemboli, yang
mungkin terjadi karena peningkatan aktivitas faktor-faktor pembekuan, atau
mungkin juga pengaruh vaskuler secara langsung.
Pil Sekuensial

Diberikan estrogen selama 14-15 hari pertama, selanjutnya kombinasi estrogen


dan progesteron sampai siklus haid selesai. Khasiatnya untuk menghambat ovulasi.
Cara pemakaian, efek samping dan kontraindikasi sama dengan pil kombinasi.

Pil Mini

Mengandung progestin saja, tanpa estrogen. Harus dimnum tiap hari, juga pada
waktu haid. Pencegahan kehamilan mungkin karena pengaruh terhadap motilitas
tuba, korpus luteum, endometrium dan lendir serviks serta pencegahan ovulasi.
Efek sampingnya adalah perdarahan tidak teratur dan spotting.

Kontrasepsi Suntikan

Yang digunakan adalah long-acting progestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN)


dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA). Suntikan
diberikan pada hari ke 3 – 5 pasca persalinan, segera setelah keguguran

Kontrasepsi Implant
Efektifitas progestin sebagai mkontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara
memasukkan progestin tersebut ke suatu delivery system. Ada beberapa cara
delivery system, antara lain cincin vagina, implant dan mikrokapsul. Implant yang
beredar di pasaran adalah norplant. yang terdiri dari enam kapsul dan masing-
masing mengandung 36 mg levonorgestrel.

Mekanisme kerja

1. Menekan ovulasi ; lebih dari 80% pemakai norplant pada tahun-tahun pertama
tidak mengalami ovulasi.
2. Membuat getah serviks menjadi kental.
3. Membuat endometrium tidak siap menerima kehamilan.

Daya guna

Merupakan kontrasepsi dengan daya guna yang tinggi, angka kegagalannya 0,3 per
seratus tahun-wanita.

Efek sampingan

Gangguan siklus haid berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan bercak, dan
maenorea. Sebagian besar penghentian pemakaian kontrasepsi progestin
disebabkan gangguan pola perdarahan. Beberapa cara pengobatan yang dipakai
untuk menghentikan perdarahan pada akseptor progestin antara lain :

1. Konseling
2. Pemeriksaan fisik, ginekologik dan laboratprium
3. Pemberian progestin
4. Pemberian estrogen
5. Pemberian vitamin, ferrum, atau plasebo
6. Kuretase
TUBEKTOMI

Merupakan tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mkengakibatkan orang
yang bersangkutan tidak akan memiliki keturunan lagi.

Tubektomi dibagi berdasarkan atas :

1. Saat operasi

Pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval.

Pasca persalinan dianjurkan 24 jam atau selambat-lambatnya dalam 48 jam setelah


bersalin.

2. Cara mencapai tuba

Laparatomi, laparatomi mini dan laparoskopi

3. Cara penutupan tuba


* Pomeroy

Tuba dijepit pada pertengahannya, kemudian diangkat sampai melipat. Dasar


lipatan diikat dengan sehelai catgut biasa no. 0 atau no. 1. Lipatan tuba kemudian
dipotong di atas iktan cat gut tadi.

· Kroener

Fimbria dijepit dengan sebuah klem. Bagian tuba proksimal dari jepitan diikat
dengan sehelai benang sutera, atatu dengan cat gut yang tidak mudah
direabsorbsi. Bagian tuba distal dari jepitan dipotong (fimbriektomi).

· Irving
Tuba dipotong pada pertengahan panjangnya setelah kedua ujung potongan diikat
dengan catgut kromik no. 0 atau 00. Ujung potongan proksimal ditanamkan di
dalam miometrium dinding depan uterus Ujung potongan distal ditanamkan di
dalam ligamentum latum.

· Pemasangan cincin falope

Dengan aplikator, bagian isthmus tuba ditarik dan cincin dipasang pada bagian tuba
tersebut. Sesudah terpasang lipatan tuba tampak keputih-putihan oleh karena tidak
mendapat suplai darah lagi dan akan menjadi fibrotik.

Indikasi Tubektomi

1. Umur termuda 25 tahun dengan 4 anak hidup


2. Umur 30 tahun dengan 3 anak hidup
3. Umur 35 tahun dengan 2 anak hidup

Indikasi ini dikenal dengan keputusan 100 (umur ibu x banyak anak = 100)

Implant (Jadena)

Kontrasepsi untuk wanita

(Contraseptive for Female)

Profil

*
Dua kapsul tipis, fleksibel berisi levonorgestrel (LNG) yang disisipkan di bawah
kulit lengan atas seorang wanita
*

Efektif 5 tahun untuk Norplant, 3 tahun untuk Jadena, Indoplant, atau Implanon
*

Nyaman
*

Dapat dipakai oleh semua Ibu dalam usia reproduksi


*

Pemasangan dan pencabutan oleh bidan/dokter terlatih


*

Kesuburan segera kembali setelah implan dicabut


*

Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan bercak dan
amenora
*

Aman dipakai pada masa laktasi

Cara Kerja

Efektifitas

* Lendir serviks menjadi kental


* Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi
* Mengurangi transportasi sperma
* Menekan ovulasi

Sangat efektif (kegagalan 0,2 - 1 kehamilan per 100 perempuan)


Keuntungan Kontrasepsi

Keuntungan Nonkontrasepsi

* Daya guna tinggi


* Perlindungan jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
* Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
* Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
* Bebas dari pengaruh estrogen
* Tidak menggangu kegiatan senggama
* Tidak menggangu ASI
* Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
* Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuha

* Mengurangi nyeri haid


* Mengurangi jumlah darah haid
* Mengurangi/memperbaiki anemia
* Melindungi terjadinya kanker endometrium
* Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara
* Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul
* Menurunkan angka kejadian endometriosis

Keterbatasan
Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan pola haid berupa perdarahan bercak
(spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea.
Timbulnya keluhan-keluhan seperti :

* Nyeri kepala, peningkatan/penurunan berat badan, nyeri payudara, mual-mual


* Pening/pusing kepala, perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan
* Membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
* Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk
AIDS
* Klien tidak menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan
keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
* Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat
epilepsi
* Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita
pertahun)

Yang Boleh Menggunakan Implan

Yang Tidak Boleh Menggunakan Implan

* Wanita dalam usia reproduksi


* Telah atau belum memiliki anak
* Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
* Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
* Pascapersalinan dan tidak menyusui
* Pascakeguguran
* Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak kontrasepsi mantap
* Riwayat kehamilan ektopik
* Tekanan darah <180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah, atau
amenia bulan sabit (sickle cell)
* Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen
* Sering lupa menggunakan pil

* Hamil atau diduga hamil


* Perdarahan pervaginan yang belum diketahui penyebabnya
* Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara
* Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi
* Miom uterus dan kanker payudara
* Ganguan toleransi glukosa

Peringatan khusus bagi Pengguna Implan

* Terjadinya keterlambatan haid yang sebelumnya teratur, kemungkinan telah


terjadi kehamilan
* Nyeri perut bagian bawah yang hebat, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik
* Terjadi perdarahan banyak dan lama
* Adanya nanah atau perdarahan pada bekas insersi (pemasangan)
* Ekspulsi batang implan
* Sakit kepala migran, sakit kepala berulang yang berta, atau penglihatan
menjadi kabur

Segera hubungi dokter atau kinik bila Anda mendapatkan gejala-gejala di atas

SUSUK KB (IMPLAN) PDF Print E-mail


Written by Ferdias Ramadoni
Tuesday, 16 December 2008 06:50

Susuk: Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada
lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah
dalam.
Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan
ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam
buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat
aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi
sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi
migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada
juga yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan.
Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi.
Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang
korek api. Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi Cara
pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan
kecil dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih. Sebelum pemasangan
Implan sebaiknya kesehatan Ibu diperiksa terlebih dahulu,dengan tujuan untuk
mengetahui apakah Ibu bisa memakai Implan atau tidak.

Cara Kerja

Sama dengan pil namun susuk ditanamkan di dalam kulit, biasanya di lengan atas.
Implan mengandung progesteron yang akan terlepas secara perlahan dalam tubuh.

Efektifitas

* Lendir serviks menjadi kental


* Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi
* Mengurangi transportasi sperma
* Menekan ovulasi
* 99 % Sangat efektif (kegagalan 0,2 - 1 kehamilan per 100 perempuan)

Indikasi Susuk KB

* Pemakaian KB yang jangka waktu lama


* Masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu
dekat.
* Tidak dapat memakai jenis KB yang lain
Yang Harus Ibu Lakukan Setelah Pemasangan Implan

Daftarkan diri segera ke Pos KB Desa atau pusat pelayanan kesehatan lainya, agar
dapat dibantu mengingatkan pada saat jatuh tempo pencabutannya. Sesudah
pemasangan mungkin Ibu mengalami sedikit nyeri dibekas tempat pemasangan,
Ibu tidak usah khawatir, karena rasa nyeri akan hilang dalam satu atau dua hari.
Untuk mencegah terjadinya Infeksi dibekas pemasangan Implant harus dijaga
supaya tetap kering selama 3 hari, jika ibu akan mandi angkatlah tangan tempat
pemasangan Implant agar luka tidak terkena air, sebab jika luka menjadi basah
dapat menyebabkan Infeksi. Jangan segan untuk membicarakan dengan petugas
lapangan KB dan petugas kesehatan jika ada masalah dengan pemakaian Implant.
Sesudah 5 Tahun Implan harus dicabut dan apabila Ibu masih berniat memakai
implant kembali maka implant dapat dipasangkan lagi.

Keuntungan

* Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil. Kesuburan akan kembali segera
setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 24 jam setelah
pemasangan.
* Melindungi wanita dari kanker rahim.
* Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui.
* Tidak mengganggu aktivitas seksual.
* Daya guna tinggi
* Perlindungan jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
* Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
* Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
* Bebas dari pengaruh estrogen
* Tidak menggangu kegiatan senggama
* Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
* Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
* Mengurangi nyeri haid
* Mengurangi jumlah darah haid
* Mengurangi/memperbaiki anemia
* Melindungi terjadinya kanker endometrium
* Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara
* Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul
* Menurunkan angka kejadian endometriosis

Kelemahan

Tidak dianjurkan untuk penderita penyakit hati, kanker payudara, perdarahan tanpa
sebab, penggumpalan darah, penderita tekanan darah tinggi, penyakit kandung
empedu, kolesterol tinggi, siklus menstruasi tidak teratur, sakit kepala, penyakit
jantung. Beberapa jenis susuk, yang tampak dari luar atau terasa bila diraba. Pada
kebanyakan klien dapat menyebabkan pola haid berupa perdarahan bercak
(spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea.

Keluhan-Keluhan Yang Dapat Timbul akibat Pemasangan

* Nyeri kepala, peningkatan/penurunan berat badan, nyeri payudara, mual-mual,


pening/pusing kepala, perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan
* Membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
* Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk
AIDS
* Klien tidak menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan
keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
* Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat
epilepsy
* Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita
pertahun)
* Keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama
menstruasi.
* Hematoma/pembekakan dan nyeri.
Efek Samping

Gangguan pola Haid :

* Tidak haid
* Pendarahan yang tidak lama
* Kemungkinan infeksi pada bekas luka pemasangan
* Perdarahan
* Siklus menstruasi lebih panjang
* Rambut rontok
* Gairah seksual turín
* Jerawat dan depresi.

Penanggulangan :

* Hubungan Petugas berwenang


* Hematoma (warna biru dan rasa nyeri) pada deerah pemasangan, kompres
dengan air dingin selama 2 hari, selanjutnya kompres dengan air panas/hangat
sampai warna biru hilang.

Kontraindikasi

* Hamil atau diduga hamil, penderita jantung, strok, lever, darah tinggi dan
kencing manis.
* Pendarahan Vagina tanpa sebab.
* Wanita dalam usia reproduksi
* Telah atau belum memiliki anak
* Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena)
* Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
* Pascapersalinan dan tidak menyusui
* Pascakeguguran
* Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak kontrasepsi mantap
* Riwayat kehamilan ektopik
* Tekanan darah <180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah, atau
amenia bulan sabit (sickle cell)
* Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen
* Sering lupa menggunakan pil

· Hamil atau diduga hamil

* Perdarahan pervaginan yang belum diketahui penyebabnya


* Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara
* Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi
* Miom uterus dan kanker payudara
* Ganguan toleransi glukosa

Peringatan khusus bagi pengguna implan

* Terjadinya keterlambatan haid yang sebelumnya teratur, kemungkinan telah


terjadi kehamilan
* Nyeri perut bagian bawah yang hebat, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik
* Terjadi perdarahan banyak dan lama
* Adanya nanah atau perdarahan pada bekas insersi (pemasangan)
* Ekspulsi batang implan
* Sakit kepala migran, sakit kepala berulang yang berta, atau penglihatan
menjadi kabur

Contoh

1. Implant (Jadena)
· Dua kapsul tipis, fleksibel berisi levonorgestrel (LNG) yang disisipkan di
bawah kulit lengan atas seorang wanita

· Efektif 5 tahun untuk Norplant, 3 tahun untuk Jadena, Indoplant, atau


Implanon

· Nyaman

· Dapat dipakai oleh semua Ibu dalam usia reproduksi

· Kesuburan segera kembali setelah implan dicabut

· Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan bercak dan
amenora

· Aman dipakai pada masa laktasi

· Yang perlu diperhatikan :


Jika ada keluhan atau masalah, pemakai harus segera kembali ke klinik.
Jika pindah rumah, pemakai harus memberi tahu ke klinik

2. Norplan

* Alat Kontrasepsi bawah kulit/lengan AKBK

1 atau 6 kapsul (seperti korek api) yang simasukkan ke bawah kulit lengan atas
secara perlahan melepaskan horman progesteron selama 3 atau 5 tahun.

* Cara kerja
Menghambat terjadinya ovulasi.
Menyebabkan endometrium/selaput lendir tidak siap untuk nidasi/menerima
pembuahan.
Mempertebal lendir serviks/rahim.
Menipiskan lapisan endometrium/selaput lendir.
Tingkat keberhasilan/efektivitas : 97-99 %
* Keuntungan :
Tidak menekan produksi ASI.
Praktis,efektif.
Tidak harus mengingat-ngingat.
Masa pakai jangka panjang (3 atau 5 tahun).
Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan.
Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
* Kerugian
Susuk KB/Implan harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih.
Dapat menyebabkan pola haid berubah.
Pemakai tidak dapat menghentikan pemakainnya sendiri.
* Cara pemasangan
Saat pemasangan yang tepat adalah pada saat haid atau 1-2 hari setelah
menstruasi.
* Kontra indikasi
Hamil atau diduga hamil.
Pendarahan pada vagina yang tidak diketahui sebabnya
Penyakit jantung, varises, kencing manis, darah tinggi, dan kanker.

Keluarga Berencana

Yang dikaji :

1. Identitas

- Agama

- Umur

- Ras
2. Status ekonomi

3. Status pernikahan

4. Pola seksual

5. Riwayat kesehatan Š tidak boleh hamil Š penyaki jantung stadium IV

6. Px fisik

7. Px obstetri

Penatalaksanaan

1. Memberikan alternatif metode yang dibutuhkan

2. Menjelaskan efek samping dan k I masing-masing metode

3. Melibatkan suami dalam penentuan metode yang digunakan

Latihan !

1. Ibu Sofi melakukan kunjungan antenatal ketiga pada usia 31 tahun G3 P2 Ao


terakhir datang 11 minggu yang lalu. Ketika ia sudah hamil (21 minggu) bayinya
yang kedua lahir dengan prematur persis 1 tahun yang lalu, tetapi keadaannya
baik-baik saja.

Ia mengeluh pergelangan kakinya yang bengkak dan merasa terganggu dengan


rasa sakit dibagian belakang dan panas dalam TD 110/60 mmHg, Djj 140 x/menit,
TFU : 31,5 cm, edema kaki positif dua-duanya. Px lab Hb : 11,5 gr %

Jawab

S : Ny. Sofi 31 tahun kunjungan ANC II


- ANC 11 minggu yang lalu

- Bayi yang kedua lahir prematur 1 tahun lalu, keadaannya baik-baik saja

- Ia mengeluh pergelangan kakinya bengkak, rasa sakit dibagian belakang dan


panas dalam

O : G3 P2 Ao hamil 32 minggu

Djj 140 x

TD 110/60 mmHg

TFU 31,5 cm

Edema kaki + dua-duanya

Px lab Hb 11,5 gr %

A : Ny. Sofi umur 31 tahun G3 P2 Ao hamil 32 minggu janin 1 hidup intra uterin
dengan rasa ketidaknyamanan biasa pada kehamilan

P : Menjelaskan pada ibu bahwa ibu menderita ketidaknyamanan biasa pada


kehamilan konselin gizi, higiene tubuh dan vulva

- Asuhan rutin pemberian Fe 30-50 mg/hari, vitamin C dan asam folat 50 mg/hari

- Anjurkan ibu berbaring meninggikan kaki untuk menghilangkan bengkak pada


pergelangan kaki

- Anjurkan ibu berbaring miring ke kiri untuk mengurangi rasa sakit dibagian
belakang
Ny. Anna usia 26 tahun melakukan kunjungan ANC kedua hamil kedua melahirkan 1
kali 2 kali tidak pernah abortus. Dia sudah pernah melakukan kunjungan ANC I 3
bulan yang lalu usia kehamilan pada saat itu 12 minggu ia mengatakan bahwa ia
baik-baik saja pembesaran perut sesuai kehamilan. Ia mengeluh sering merasa
letih, pernah operasi usus buntu pada usia 17 tahun ia mengalami konstipasi dan
gusi berdarah Djj 140 x/mnt, tekanan darah 160/100, 37 oC, nadi 84 x/mnt,
pernafasan 16/mnt, TFU 23 cm, Hb 12 gr %, kaki eodem

Jawab

S : Ny. Anna 26 tahun mengeluh sering letih, pernah operasi usus buntu saat 17
tahun, konstipasi dan gusi berdarah, merasa baik-baik saja, ANC I 3 bulan yang lalu,
hamil 2 melahirkan 1 x tidak pernah gbr

O : G2 P1 Ao hamil 24 minggu. Px fisik Djj 140 x/mnt, TD 160/100 mmHg, suhu 37


oC, N : 84 x/mnt, R : 16 x/mnt, TFU 23 cm. Px lab 12 gr %, kaki oedem, perbesarn
perut sesuai untuk

A : Umur 26 tahun G2 P1 Ao hamil 24 minggu janin 1 hidup intrauterin dengan PER,


konstipasi dan gusi bedarah

P : - Kaji tanda-tanda bahaya kejang, perdarahan

- Diit vitamin

- Pemeriksaan lab : proteiniuri

- Asuhan rutin, pemberian tablet fe 30-50 mg/hari, asam folat 50 mg/hari

- Perencanaan kunjungan ulang

- Konseling gizi, higiene


Konstipasi dan gusi berdarah Š dx nomenklatur Š RS ketidaknyamanan biasa pada
kehamilan

Ny. Anna 26 tahun Š dx kebidanan

Janin 1 hidup Š dx masalah

- Menjelaskan pada ibu bahwa ibu menderita PEB

- Kolaborasi

- Diet TKTP

Proses Penatalaksanaan Kebidanan

Proses penatalaksanaan kebidanan ada 7 langkah :

1. Pengumpulan data dasar

Þ Dikumpulkan informasi yang akurat dan lengkap dari sumber yang berkaitan
dengan kondisi pasien

- Anmnesia

- Px fisik sesuai kebutuhan dan px TTV

- Px khusus

- Px penunjang

Langkah I merupakan langkah awal yang menentukan langkah berikutnya


Kelengkapan data Š menentukan proses interpretasi

Valid, lengkap dan akurar

2. Interpretasi data

Þ Untuk mengidentifikasi dx/masalah

Data dasar yang dikumpulkan Š diinterpretasikan Š menemukan dx dan masalah


yang spesifik

Dx Š dapat didefinisikan

Masalah Š tidak dapat didefinisikan, berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami
orang yang diidentifikasi bidan sesuai dengan hasil pengkajian

Þ Masalah selagi menyertai dx

Dx kebidanan adalah dx yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktik kebidanan


memenuhi standar nomenklatur dx kebidanan

1. Diakui dan telah disahkan oleh profesi


2. Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
3. Memiliki ciri khas kebidanaan
4. Didukung oleh clinical judgement dalam praktik kebidanan
5. Dapat diselesaikan dengan pendekatan penatalaksanaan kebidanan

Ibu Sofi melakukan kunjungan antenatal ketiga. Usia 31 tahun G3 P2 Ao, terakhir
datang 11 minggu yang lalu yaitu ketika ia sudha hamil 5 bulan (21 minggu).
Bayinya yang kedua lahir dengan prematur persis 1 tahun yang lalu, tetapi
keadaannya baik-baik saja. Ia mengeluh pergelangan kaki yang bengkak dan
merasa terganggu dengan rasa sakit dibagian belakang dan panas dalam.
TD : 110/60 mmHg

Djj : 140 x/mnt

TFU : 31,5 cm

Oedema kaki + dua-duanya

Px lab Hb 11,5 gr %

Proteinuri –

Jawab

S : Ny. Sofi 31 tahun kunjungan ANC II

Hamil ketiga, melahirkan dua kali dan tidak pernah abortus

ANC II 11 minggu yang lalu

Bayi yang kedua lahir prematur 1 tahun lalu tetapi keadaanya baik saja

Ia mengeluh pergelangan kaki yang bengkak dan merasa terganggu dengan rasa
sakit dibagian belakang dan panas dalam

O : G3 P2 Ao hamil 32 minggu

Djj 140 x/mnt

TD 110/60 mmHg

TFU 31,5 cm
Oedema kaki + dua-duanya

Px lab Hb 11,5 gr %

Proteinuri –

A : Ny. Sofi umur 31 tahun G3 P2 Ao hamil 32 minggu jani 1 hidup intra uterin
dengan rasa ketidaknyamanan biasa pada kehamilan

P : - Menjelaskan pada ibu bahwa ibu menderita ketidaknyamanan biasa pada


kehamilan

- Konseling gizi, higiene tubuh dan vulva serta diet TKTP

- Asuhan rutin pemberian fe 30-50 mg/hari, vitamin C dan asam folat 50 mg/hari

- Anjurkan ibu berbaring meninggikan kaki untuk menghilangkan bengkak pada


pergelangan kaki

- Anjurkan ibu berbaring miring ke kiri dan minta keluarga memijat punggung ibu
untuk mengurangi rasa sakit dibagian belakang

- Ajurkan ibu minum air putih 8-10 gelas/hari untuk mengatasi panas dalam

- Perencanaan kunjungan ulang

REKAM MEDIS

I. Pengertian

Þ Berkas yang berisikan catatan dan dokumentasi tentang identitas, anamnesa, px,
diagnosis, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien
selama dirawat baik di rawat inap, rawat jalan, UGD dan klinik bersalin
Informasi harus lengkap perihal proses pelayanan medis di klinik bersalin/RS yang
terjadi di masa lampau, masa kini dan diperkirakan akan terjadi di masa yang akan
datang.

Þ Kelalaian dan kekeliruan dalam pengisian lembar RM Š sanksi hukum

II. Tujuan RM

Þ Untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya


peningkatan pelayanan kesehatan

Tertib administrasi merupakan fx yang menentukan dalam upaya pelayanan


kesehatan dalam pendokumentasian kebidanan.

III. Kegunaan RM

Þ Dilihat dari berbagai aspek

1. Aspek administrasi

- Isinya menyangkut nilai tindakan berdasarkan wewenang dan tanggungjawab


sebagai tenaga medis dan paramedis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

2. Aspek medis

- Catatan yang ada dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan


pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien.

3. Aspek hukum

- Isinya menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadaan,
dalam rangka usaha menegakan hukum serta tanda bukti untuk menegakan
keadilan.
4. Aspek keuangan/ekonomi

- Isinya dapat dijadikan bahan untuk menetapkan biaya

Pembayaran pelayanan di klinik/RS

Tanpa adanya bukti catatn tindakan/pelayanan, maka pembayaran tidak dapat


dipertanggunjawabkan.

5. Aspek penelitian

- Berisi data/informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan


pengembangan ilmu pengetahuan dibidnag kesehatan.

6. Aspek pendidikan

- Isinya menyangkut data/informasi tentang perkembangan kronologis dari kegiatan


pelayanan medis yang diberikan kepada pasien.

Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan/referensi pengajaran dibidnag


profesi sebagai pemakai.

7. Aspek dokumentasi

- Isinya menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai
bahann pertanggung jawaban laporan kebidanan

Kegunaan RM secara umum

1. Sebagai alat komunikasi antara dokter dan tenaga ahli lainnya yang tidak ikut
ambil bagian didalam memberikan pelayanan, pengobatan, perawatan kebidanan.
2. Sebagai dasar untuk merencanakan

Pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien

3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan penyakit


dan pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat diklinik maupun RS

4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa penelitian dan evaluasi terhadap
kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien

5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, klinik/RS maupu nakes lainnua dan
dokter

6. Menyediakan data-data khusus yang sangat berguna untuk keperluan penelitian


dan pendidikan

7. Sebagai sumber didalam penghitungan biaya pembayaran pelayanan medis


pasien

8. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta sebagai bahan


pertanggungjawaban dan laporan

IV. Penyimpanan dokumentasi medis

USA Š 5 tahun Š rata-rata Š berkas/file Š RS, isi dokumen Š pasien

7 tahun Š cacat mental, napza

20 tahun Š kebidanan

UK Š 25 tahun Š kebidanan

Indonesia 5 tahun Š semua kasus, tidak terkecuali


Di bagian kebidanan hal penting yang harus disimpan antara lain :

Catatan tentang asuhan ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan dan nifas
termasuk semua hasil px, resep obat dan pemberiannya

Dalam lingkup RS catatan pasien dibuka untuk

1. Meningkatkan mutu pelayanan


2. Jaminan kesehatan/sosial (asuransi)
3. Penagihan rekenig Š ex. Pasien melarikan diri
4. Menjamin mutu pelayanan (quality assurance)
5. Penelitian

Pada pemakaian RM hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Pemakaian harus tepat


2. Waktu harus tepat
3. Relevansi bagian-bagian tertentu harus relevan
4. Bersifat segera
5. Informasi harus tepat

Jangka waktu izin yang diberikan

Sistem Dokumentasi Pelayanan

1. Rawat jalan

Memuat 3 kategori informasi

1) Data dasar :

· Anamnesa

· Keluhan
· Px fisik

2) Diagnosa, tindakan pengobatan, pemantauan yang diberikan

3) Pernyataan dokter

· Advis dokter seperti : istirahat, tidak boleh bekerja berat, banyak minum dll

2. Rawat Inap :

1) Data dasar

2) Diagnosa, tindakan pengobatan dan pemantauan yang dilakukan

3) Pernyataan dokter

· Waktu, tanggal

· Kondisi pasien

· Follow up

· Tanda tangan dokter

3. Kegawatdarutan

Þ Pencatatan harus teliti/akurat, singkat dan merefleksikan seluruh informasi pasien


dari menit ke menit

Digunakan sebagai alat komunikasi yang utama tentang dx, pengobatan dlaam
suatu lingkungan yang rumit bagi nakes.
Karena di UGD mempunyai atmosfir yang gerak cepat dan tingginya
kegawatdaruratan, maka di UGD mempunyai keterbatasan waktu yang serius untuk
pencatatan.

Þ Setiap petuhas kesehatan harus mencatat setiap aktivitas dan observasi seketika
itu juga.

Standar UGD : semua aspek dan asuhan di UGD harus tercatat direkma medik pada
waktu yang tepat

Pedoman untuk Dokumentasi di UGD

1. Menetapkan prioritas untuk dokumentasi situasi di UGD (waktu masuk, triage,


survei primer dan sekunder, situasi resti, penyuluhan kepada pasien dan catatan
pulang)
2. Mencatat aktivitas triage dan evaluasi awal intervensi terapi, dokumentasi yang
terfokus pada pasien, mulai dengan kesinambungan asuhan, mencatat akivitas
termasuk evaluasi dan keluhan utama, klasifikasi pasien dan format pengkajian di
triage.
3. Melakukan dan mencatat px primer (kesadaran, TTV)
4. Melakukan survey sekunder, pengkajian dari kepala ke kaki (head to toe)

Informasi yang dibutuhkan pada situasi risiko tinggi :

Disampng berurusan dengan pasien dan keluarga dalam memberikan asuhan dan
pengobatan, petugas kesehatan juga dapat berurusan dengan penegak hukum dan
lembaga pelayanan sosial misalnya dalam hal :

- Pemerkosaan

- Luka tembak/tusuk

- Pasien dalam pengawasan polisi


- Gigitan binatang (peliharaan/liar)

- Px an tertentu yang diwajibkan menurut hukum (misal kadar alkohol dalam darah,
tes urin pada kasus tertentu).

Catatan observasi dalam px umum secara sistematis

- Kondisi umum dan status gizi

- Cara berpakaian, higiene/kebersihan

- Tanda jelas adanya stress yang termanifestasi dari perilaku dan ekspresi wajah

- Kesadaran, mood dan perilaku

- Postur tubuh, aktivitas motorik dan cara berjalan

- Kejelasan bicara

- Bau : alkohol, urine, kimiawi, keton, obat-obatan dan ramu-ramuan

DIarsipkan di bawah: ASKEP | Tagged: asuhan keperawatan


« OPERATING BUDGET DALAM MANAGEMENT KEPERAWATAN ASUHAN KEBIDANAN »

Bukan Sekedar Pencegah Kehamilan

indosiar.com - Kontrasepsi dirancang sedemikian rupa untuk mencegah kehamilan,


membantu suami istri mengatur jumlah anak sesuai keinginan dan keadaan
mereka.

Tiga hal penting dalam memililh alat kontrasepsi adalah efektifitas, keamanan, dan
kecocokan. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakannya.
Metode – metode Kontrasepsi

Pil

Cara Kerja : Menghasilkan hormon estrogen dan progesterone buatan, yang cara
kerjanya menyerupai hormon alami yang diproduksi oleh tubuh setiap bulan.
Estrogen akan mencegah produksi sel telur (ovum) dari ovarium, sehingga
pembuahan tidak terjadi. Mini-pil biasanya hanya mengandung progesterone.

Efektifitas : 99% untuk pil kombiniasi dan 86% untuk mini pil

Keuntungan : Mengurangi risiko kanker uterus, ovarium serta radang panggul.


Mengurangi sindroma pra menstruasi, jerawat, perdarahan, anemia, kista ovarium,
dan nyeri payudara. Siklus menstruasi lebih teratur. Tidak mengganggu aktifitas
seksual.
Mini pil dapat dikonsumsi saat menyusui.

Kelemahan : Tidak dianjurkan untuk: wanita yang pernah menderita kanker


payudara atau mempunyai resiko penggumpalan darah, penyakit hati, ginjal,
perdarahan uterus tanpa sebab, wanita perokok di atas 35 tahun, dan yang sedang
dalam pengobatan tertentu, penderita tekanan darah tinggi, diabetes, migren,
depresi, penyakit sickle sel (penyakit kelainan darah), fibroid.

Efek Samping : Jarang: gumpalan darah, penyakit hati, tekanan darah tinggi,
penyakit kandung empedu, dan migren.
Sering: mual, nyeri payudara, perdarahan pada pertengahan siklus menstruasi
dalam beberapa bulan pertama, berat badan naik, nafsu makan meningkat, mood
yang berubah-ubah, depresi, sakit kepala, dan gangguan kulit.

Cara Penggunaan : Satu tablet setiap hari selama 21 hari, jangan diminum waktu
menstruasi selama 7 hari. Gunakan kondom atau alat pencegah kehamilan lain jika
Anda lupa minum pil atau sedang dalam pengobatan dengan antibiotika.
Susuk KB (Implan)
Cara Kerja : Sama dengan pil kecuali susuk ditanamkan di dalam kulit, biasanya di
lengan atas. Implan mengandung progesterone yang akan terlepas secara perlahan
dalam tubuh.

Efektifit : 99 %

Keuntungan : Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil. Kesuburan akan kembali
segera setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 24 jam
setelah pemasangan. Melindungi wanita dari kanker rahim. Aman digunakan setelah
melahirkan dan menyusui. Tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kelemahan : Tidak dianjurkan untuk: penderita penyakit hati, kanker payudara,


perdarahan tanpa sebab, penggumpalan darah, penderita tekanan darah tinggi,
penyakit kandung empedu, kolesterol tinggi, siklus menstruasi tidak teratur, sakit
kepala, penyakit jantung. Beberapa jenis susuk, yang tampak dari luar atau terasa
bila diraba.

Efek Samping : Perdarahan, siklus menstruasi lebih panjang, rambut rontok, gairah
seksual turun, jerawat dan depresi.

KB Suntik
Cara Kerja: Sama dengan pil

Efektifitas : 99%

Keuntungan : disuntikkan setiap tiga bulan sekali, efektif, tahan lama, melindungi
Anda terhadap kanker rahim. Aman digunakan setelah melahirkan dan saat
menyusui. Mengurangi kram saat menstruasi, tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kelemahan : kesuburan akan kembali setelah 6-24 bulan suntikan terakhir. Tidak
boleh digunakan oleh wanita yang perneh mengalami pembekuan darah, kanker
payudara, ganguan hati, perdarahan uterus tanpa sebab, wanita dengan riwayat
keluarga kanker payudara, hasil mamografi abnormal, siklus menstruasi tidak
teratur, tekanan darah tinggi, migren, asma, epilepsy, diabetes, dan depresi.

Efek Samping : siklus menstruasi tidak teratur, gairah seksual menurun, berat
badan naik, sakit kepala, depresi, kandungan mineral tulang berkurang.

Cara Penggunaan : penyuntikkan setiap 3 bulan oleh dokter. Jika Anda ingin hamil
dalam waktu 1-2 tahun, jangan menggunakan metode ini.

Intra - Uterine Device (IUD)/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKR)

Cara Kerja : Mencegah kehamilan dengan mempengaruhi pergerakan sperma atau


implantasi sel telur yang telah dibuahi dalam dinding rahim. Ada 2 jenis IUD: berisi
progesterone dan berisi tembaga berbentuk T.

Efektivitas : IUD bentuk T = 99%, IUD Progesterone = 97%

Keuntungan : Membutuhkan sedikit perhatian (hanya pemeriksaan benang setiap


bulan), kesuburan Anda segera kembali setelah melepas IUD. Tidak mengganggu
aktivitas seksual dan aman digunakan selama menyusui. IUD bentuk T hanya perlu
diganti dalam waktu 10 tahun, IUD progesterone sebaiknya diganti setahun sekali.

Kelemahan : tidak dianjurkan bagi wanita yang belum pernah melahirkan atau
masih mengharapkan anak, wanita yang sering berganti pasangan, pernah
menderita radang pinggul atau kehamilan tuba. Dapat keluar dengan sendirinya.

Efek Samping : Kram, sakit punggung, timbul bercak darah, menstruasi berat,
meningkatnya resiko radang panggul, kehamilan tuba, dan menjadi tidak subur.

Cara penggunaan : Alat ini harus dimasukkan oleh dokter biasanya pada saat siklus
menstruasi. Benang IUD harus diperiksa setiap kali siklus menstruasi usai.

Spermisida (Krim, Foam, Supositoria Vagina)


Cara Kerja : mengandung zat kimia yang dapat membunuh sperma, atau membuat
sperma menjadi tidak aktif sehingga tidak mampu membuahi sel telur.

Efektivitas : 80%

Keuntungan : tidak memerlukan resep, dan tidak berbahaya terhadap kesehatan.


Kesuburan dapat pulih seketika aetelah tidak digunakan lagi. Ada yang memiliki
efek selama 24 jam dan tidak perlu menggunakan setiap kali melakukan hubungan
badan selama 24 jam tersebut.

Kelemahan : Kurang efektif dibandung alat KB lainnya. Efektivitasnya meningkat jika


digunakan bersama kondom. Si pemakai harus menunggu 8 jam sebelum bisa
mandi. Dapat mengganggu hubungan intim, dan kebanyakan hanya bertahan untuk
satu kali hubungan intim saja.

Efek Samping : Iritasi pada vagina, dapat menimbulkan reaksi alergi.

Cara penggunaan : Harus dimasukkan ke dalam vagina paling lambat 30 menit


setelah ejakulasi. Bentuk supositoria harus dimasukkan 1 jam sebelum melakukan
hubungan badan. Perhatikan instruksi pada kemasan.

Diafragma & Cervical CAP


Cara Kerja : Terbuat dari karet lunak, mencegah sperma mencapai leher rahim. Gel
Spermisida digunakan bersama untuk mematikan atau mengganggu gerakan
sperma.

Efektivitas : 85%

Keuntungan : Aman, kesuburan dapat pulih seketika alat dilepas. Diafragma dapat
dimasukkan 2-3 jam sebelum hubungan intim, sedangkan cervical cap (penutup
serviks) dapat dimasukkan beberapa jam sebelum hubungan intim. Tidak perlu
membubuhkan spermisida setiap kali akan berhubungan intim jika menggunakan
cervical cap.
Kelemahan : Harus diresepkan dan digunakan dibawah pengawasan dokter. Harus
tetap tinggal di dalam vagina selama 6-8 jam setelah berhubungan intim dan harus
digunakan setiap kali hendak berhubungan intim. Posisi alat bisa berubah.
Dapat menimbulkan alergi. Lebih repot karena harus selalu digunakan bersama
spermisida setiap kali berhubungan intim. Meningkatkan risiko infeksi kandung
kemih.
Cervical cap tidak boleh digunakan oleh wanita dengan riwayat sindroma syok
akibat keracunan (toxic shock syndrome), danpernah mempunyai hasil pap smear
abnormal. Harus sering melakukan pap smear pada 1-2 tahun pertama
penggunaankarena dapat mengakibatkan perubahan pada sel-sel dalam serviks.

Cara Penggunaan : Masukkan spermisida ke bagian paling dalam vagina, sehingga


melewati serviks.

Kondom Pria
Cara Kerja : Mencegah sperma mencapai serviks (leher rahim)

Efektivitas : 80-90% (dapat meningkat jika digunakan bersama spermisida)

Keuntungan : Tidak memerlukan resep. Melindungi terhadap beberapa penyakit


akibat hubungan seksual, aman, kesuburan Anda segera pulih setelah tidak
memakai kondom lagi.

Kelemahan : Risiko bocor. Memerlukan rencana terlebih dahulu, menimbulkan reaksi


alergi pada wnaita akibat spermisida atau karet. Hanya dipakai sekali, dapat
mengganggu spontanitas seksual.

Catatan : Kondom yang terbuat dari kulit binatang, TIDAK DAPAT melindungi Anda
dari PHS.

Cara Penggunaan : menutupi penis yang dalam keadaan ereksi dan di ujungnya
membentuk seperti kantong untuk wadah sperma.

Tubektomi (Sterilisasi pada wanita)


Cara Kerja : Tuba fallopi (pembawa sel telur ke rahim) dipotong dan diikat dengan
teknik yang disebut kauter, atau dengan pemasangan klep atau cicin silastik.

Efektivitas : 99%

Keuntungan : aman bagi kesehatan setelah prosedur dilakukan. Tidak mengganggu


hubungan intim.

Kelemahan : memerlukan operasi bedah. Prosedur ini hanya untuk pasangan yang
sudah memutuskan untuk tidak akan punya anak lagi.

Prosedur operasi : Merupakan operasi kecil melalui irisan kecil di bagian pusar.
Dengan bantuan alat laparoskopi (alat untuk memeriksa bagian perut). Alat ini akan
memotong dan mengikat tuba fallopi, atau dengan tehnik kauter.
Biasanya dilakukan bersamaan dengan operasi sesar dengan persetujuan
pasangan.

Vasektomi (Sterilisasi Pria)


Cara Kerja : Saluran vaas deferens yang berfungsi mengangkut sperma dipotong
dan diikat (lihat gambar), sehingga aliran sperma dihambat tanpa mempengaruhi
jumlah cairan semen. Jumlah sperma hanya 5% dari cairan ejakulasi. Cairan semen
diproduksi dalam vesika seminalis dan prostat sehingga tidak akan terganggu oleh
vasektomi.

Efektivitas : 99% lebih

Keuntungan : Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual, produksi hormon.

Kelemahan : Sama dengan sterilisasi yang dilakukan wanita.(Idh)

------------------ http://www.indosiar.com/ragam/21407/alat-kontrasepsi
PROYEK PENINGKATAN MUTU SOSIALISASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA
METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU
TAHUN 2008
September 7, 2008 — Ya2N^_^

Editor : Yayan Akhyar Israr, S.Ked. M. Irwan, S.Ked. Wan Rika Haliza, S.Ked. Yance
Warman S.Ked. Liza Novita, S.Ked. Romadhiati, S.Ked. Fakultas Kedokteran
Universitas Riau. 2008.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

—-Keluarga berencana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan


derajat kesehatan, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa
pada umumnya. Salah satunya dengan cara membatasi dan menjarangkan
kehamilan.1,2

—-Masalah yang akan dihadapi oleh keluarga yang memiliki anak dalam jumlah
banyak terutama disertai tidak diaturnya jarak kelahiran adalah peningkatan risiko
terjadinya pendarahan ibu hamil pada trimester ketiga, angka kematian bayi
meningkat, ibu tidak memiliki waktu yang cukup untuk merawat diri dan anaknya,
serta terganggunya proses perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan
kurang gizi, berat badan lahir rendah (BBLR) dan lahir prematur.3

—-Proyeksi penduduk telah dirumuskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan
perkiraan penduduk Indonesia sekitar 273,65 juta jiwa pada tahun 2025. Laju
pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 1971-1980 adalah 2,30%, tahun 1980-
1990 adalah 1,97%, tahun 1990-2000 sebanyak 1,49% dan tahun 2000-2005
adalah 1,3%. Hal ini menujukkan adanya penurunan laju pertumbuhan penduduk
Indonesia. Sedangkan laju pertumbuhan di Provinsi Riau berturut-turut untuk tahun
yang sama adalah 3,11%, 4,25%, 4,22%, 4,35%, dan 4,05%. Hal ini menunjukkan
laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Riau masih jauh lebih tinggi dari laju
pertumbuhan penduduk Indonesia.4

—-Revitalisasi program KB perlu dilakukan, karena dalam lima tahun terakhir


pertumbuhan akseptor (pengguna) KB baru hanya berkisar antara 0,3 persen
sampai 0,5 persen. Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
menargetkan pertumbuhan akseptor KB aktif minimal satu persen mulai 2007. Pada
2006, jumlah akseptor KB aktif tercatat sebanyak 37.000. Dengan revitalisasi
program KB yang dimulai akhir Juni lalu, diharapkan jumlah akseptor aktif mencapai
40.000 pada akhir 2007. Bila revitalisasi program KB tidak segera dilakukan,
Indonesia terancam pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.5

—-Jumlah akseptor baru KB berdasarkan alat kontrasepsi di Provinsi Riau tahun


2007 sebanyak 90.197 orang (67,16%) dari target 134.300 orang. Akseptor baru
metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 5.656 orang dan non MKJP
sebanyak 84.541 orang.6

—-Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya tahun 2007


sebanyak 81.689 orang yang terdiri dari pria 48.191 orang dan wanita 33.498
dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 17.822 orang. Dari semua PUS
yang ada, akseptor KB aktif MKJP sebanyak 2.131 orang dan non MKJP sebanyak 12.
464 orang. Akseptor baru KB sebanyak 1.388 orang (63,17%) dari target 2.197
orang, target MKJP hanya tercapai 30,29% (128 orang) dari 423 orang dan target
non MKJP 71,02% (1.260 orang) dari 1.774 orang. Akseptor baru pria sebanyak 60
orang (4,32%) dari 2.197 orang akseptor baru, dimana seluruh akseptor ini
merupakan akseptor non MKJP.6

—-Berdasarkan Human Development Report tahun 2006 masih rendahnya angka


cakupan KB-MKJP dikarenakan masih sangat rendahnya tingkat pengetahuan PUS
tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Survei Demografi Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2002-2003 menunjukkan wanita kawin yang mengetahui metode Mini
Operasi Wanita (MOW) sebesar 63 persen dan metode Mini Operasi Pria (MOP)
sebesar 39 persen, sedangkan pria kawin yang mengetahui metode MOW 44 persen
dan MOP sebesar 31 persen. Bandingkan dengan pengetahuan mereka tentang
metode kontrasepsi modern lainnya seperti Pil, Suntik, IUD, dan kondom yang sudah
mencapai rata-rata diatas 80 persen.7

—-Hal tersebut juga didukung dengan angket prepenelitian yang penulis lakukan
terhadap pengunjung Puskesmas Harapan Raya, dan didapatkan hanya 5%
pengunjung yang mengetahui tentang KB-MKJP. Sedangkan 95% lainnya tidak
mengetahui tentang KB-MKJP.

—-Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab


Program KB di Puskesmas Harapan Raya, penulis menilai masih diperlukan suatu
upaya untuk meningkatkan pengetahuan KB MKJP di Puskesamas Harapan Raya
dengan mensosialisasikan KB-MKJP sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
angka cakupan akseptor KB-MKJP.

—-

1.2 Tujuan Kegiatan

1.2.1 Tujuan Umum

—-Peningkatan mutu sosialisasi KB-MKJP di Puskesmas Harapan Raya tahun 2008.

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Teridentifikasinya masalah-masalah yang ada pada masing-masing program di


Puskesmas Harapan Raya
2. Teranalisanya setiap permasalahan yang ada pada masing-masing program di
Puskesmas Harapan Raya
3. Diketahuinya prioritas masalah dari permasalahan yang ada pada masing-
masing program di Puskesmas Harapan Raya melalui metode skoring
4. Diperolehnya penyebab timbulnya masalah belum optimalnya kegiatan
sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
5. Diperolehnya alternatif pemecahan masalah untuk mengoptimalkan kegiatan
sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
6. Terlaksanakannya upaya pemecahan masalah dalam rangka peningkatan mutu
kegiatan sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
7. Terevaluasinya kegiatan pemecahan masalah belum optimalnya kegiatan
sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
8. Diperolehnya solusi dan perbaikan bagi pihak terkait untuk pelaksanaan upaya
pelayanan sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya

—-

—-

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

—-

2.1 Konsep Dasar KB

—- Gerakan KB Nasional adalah gerakan masyarakat yang menghimpun dan


mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam
melembagakan dan membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
(NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia. Tujuan gerakan
KB Nasional adalah mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi
dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran
dan pertumbuhan penduduk Indonesia.1,2
—-Aseptor KB (peserta keluarga berencana/family planning participant) ialah PUS
yang mana salah seorang menggunakan salah satu cara/ alat kontrasepsi untuk
pencegahan kehamilan, baik melalui program maupun non program.3,4

—-

2.2 Konsep Pelayanan Keluarga Berencana di Puskesmas

—-Tujuan umum dari program KB adalah menurunkan angka kelahiran dan


meningkatkan kesehatan ibu sehingga di dalam keluarganya akan berkembang
Norama Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Sasaran dalam program ini
adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ditetapkan berdasarkan survei PUS yang
dilaksanakan sekali dalam satu tahun dan pelaksanaannya di koordinasikan oleh
Petugas Lapangan KB (PLKB).1,2,5,6

—-Ruang lingkup dalam program KB terdiri dari:7,8

1. Mengadakan penyuluhan KB, baik di Puskesmas maupun di masyarakat (pada


saat kunjungan rumah, posyandu, pertemuan dengan kelompok Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga, dasawisma dan sebagainya). Termasu ke dalamnya
kegiatan penyuluhan ini adalah konseling untuk PUS.
2. Menyediakan dan pemasangan alat-alat kontrasepsi, memberikan pelayanan
pengobatan efek samping KB.
3. Mengadakan kursus keluarga berencana untuk para dukun bersalin. Dukun
diharapkan dapat bekerjasama dengan Puskesmas dan bersedia menjadi motivator
KB untuk ibu-ibu yang mencari pertolongan pelayanan dukun.

—-

2.3 Manfaat Keluarga Berencana

—-Manfaat yang didapatkan apabila mengukuti program keluarga berencana antara


lain :9
1. Menekan angka kematian akibat berbagai masalah yang melingkupi kehamilan,
persalinan dan aborsi yang tidak aman.
2. Mencegah Kehamilan terlalu dini (tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh; belum
cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula, bayinya pun dihadang
oleh risiko kematian sebelum usianya mencapai 1 tahun)
3. Mencegah kehamilan terjadi di usia tua.

—-Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan
terancam banyak bahaya. Khususnya bila ia mempunyai problema-problema
kesehatan lain, atau sudah terlalu sering hamil dan melahirkan.

1. Menjarangkan Kehamilan

—-Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan tubuh


perempuan. Kalau ia belum pulih dari satu persalinan tapi sudah hamil lagi,
tubuhnya tak sempat memulihkan kebugaran, dan berbagai masalah bahkan juga
bahaya kematian, menghadang.

2. Terlalu sering hamil dan melahirkan

—-Perempuan yang sudah punya lebih dari 4 anak dihadang bahaya kematian
akibat pendarahan hebat dan macam-macam kelainan lain, bila ia terus saja hamil
dan bersalin lagi. 9

—-

2.4 Konsep Dasar Kontrasepsi

—-Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu


dapat bersifat sementara dan permanen. Kontrasepsi ideal harus memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut :2

1. Dapat dipercaya
2. tidak menimbulkan efek yang menganggu kesehatan
3. Daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan
4. Tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus.
5. Tidak memerlukan motivasi terus menerus
6. Mudah pelaksanaannya
7. Murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
8. Dapat diterima penggunaannya oleh pasangan bersangkutan.

—-

2.5 Jenis Kontrasepsi

2.5.1 Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

—-Metode kontrasepsi Jangka Panjang merupakan kontrasepsi yang dapat bertahan


antara 3 tahun sampai seumur hidup. Seperti IUD, Implant/susuk KB, Steril pada
pria/wanita.1,2

A. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

—-Ada beberapa jenis alat KB yang bekerja dari dalam rahim untuk mencegah
pembuahan sel telur oleh sperma. Biasanya alat ini disebut spiral, atau dalam
bahasa Inggrisnya Intra-Uterine Devices, disingkat IUD. Spiral bisa bertahan dalam
rahim dan terus menghambat pembuahan sampai 10 tahun lamanya. setelah itu
harus dikeluarkan dan diganti. Bahan spiral yang paling umum digunakan adalah
plastik, atau plastik bercampur tembaga.6,7

—-Spiral tidak melindungi dari berbagai penyakit yang menular melalui hubungan
seksual, termasuk HIV/AIDS. Selain itu spiral akan memperparah penyakit,
menyebabkan komplikasi-komplikasi serius, umpamanya radang mulut rahim yang
bisa membuat pasien kehilangan kesuburan (mandul). Cara kerjanya adalah
sebagai berikut : 10

1. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii


2. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri

3. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu

4. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus

—-Keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut : 10

1. Memilki efektivitas tinggi (6 kegagalan dalam 1000 kehamilan)

2. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan

3. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu
diganti)

4. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat

5. Tidak mempengaruhi hubungan seksual

6. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil

7. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR (CuT-380A)

8. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI

9. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila


tidak terjadi infeksi)

10. Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir )

11. Tidak ada interaksi dengan obat-obat

12. Membantu mencegah kehamilan ektopik


—-Kerugian penggunaannya adalah : 10

Efek samping yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

* Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan berkurang setelah
tiga bulan )
* Haid lebih lama dan banyak
* Perdarahan antar menstruasi
* Saat haid lebih sakit

Komplikasi lain :

* Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan


* Perdarahan berat pada waktu haid
* Perforasi dinding uterus
* Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
* Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang
sering berganti pasangan
* Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai
AKDR

—-

B. Kontrasepsi Mantap

—-Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara
mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma
(pada lelaki). Kontap adalah salah satu cara kontrasepsi untuk mengakhiri kelahiran.
Kontrasepsi mantap ( Kontap ) dikenal ada dua macam, yaitu Kontap Pria dan
Kontap Wanita.10

MOW (metoda operasi wanita)


—-MOW adalah tindakan penutupan terhadap kedua saluran telur kanan dan kiri,
yang menyebabkan sel telur tidak dapat melewati sel telur, dengan demikian sel
telur tidak dapat bertemu dengan sperma laki-laki sehingga tidak terjadi kahamilan.
Keuntungan MOW : 10

- Tidak ada efek samping dan perubahan dalam fungsi dan hasrat seksual

- Dapat dilakukan pada perempuan umur diatas 26 th

- Tidak mempengaruhi ASI ( air susu ibu )

- Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi

- Dapat digunakan seumur hidup

- Tidak menggangu kehidupan suami isteri

- Tidak mempengaruhi kehidupan suami isteri

- Dapat dilakukan dengan menggunakan bius lokal

Keutungan dari Kontap di bandingkan kontrasepsi yang lain adalah : 10

- Lebih Aman ( keluhan lebih sedikit )

- Lebih Praktis ( hanya memerlukan satu kali tindakan )

- Lebih Efektif ( tingkat kegagalan sangat kecil )

- Lebih Ekonomis

Langkah-langkah persiapan pelayanan Kontap Wanita (MOW) adalah : 10


1. Sebelum menjalani tindakan, lakukan puasa mulai tengah malam, atau
sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi.
2. Mencukur rambut kemaluan dan rambut di perut bagian bawah antara pusar
dan tulang kemaluan sampai bersih.
3. Tidak memakai perhiasan , kosmetik, cat kuku dan lain-lain.
4. Bawalah surat persetujuan dari suami yang telah di tandatangani atau di cap
jempol.
5. Menjelang operasi harus kencing terlebih dahulu.
6. Datang ke klinik tempat operasi tepat pada waktunya ditemani oleh suami atau
anggota keluarga yang telah dewasa , langsung segera melapor ke petugas

Akseptor telah selesai menjalani pemasangan kontap wanita/MOW harus melakukan


hal sebagai berikut : 10

1. Istirahat secukupnya
2. Minumlah obat sesuai dengan anjuran
3. 7 hari setelah pemasangan tidak bekerja berat, kemudian secara bertahap
boleh bekerja seperti biasa
4. Perawatan luka , bekas luka operasi harus selalu bersih dan kering
5. Kalau ada keluhan, muntah yang hebat, nyeri perut, sesak napas, pendarahan,
demam, segera kembali ke tempat pelayanan terdekat
6. Persetubuhan boleh dilakukan setelah 1 minggu ( setelah luka kering )
7. Tidak ada pantangan makanan
8. Kontrol untuk pemeriksaan diri setelah 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, dan
setahun, atau bila ada keluhan.

—-

MOP (metoda operasi pria)

MOP adalah tindakan penutupan terhadap kedua saluran mani sebelah kanan dan
sebelah kiri sehingga pada waktu senggama tidak dapat menyebabkan kehamilan.
Keuntungan dari kontap pria adalah :
- Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi

- Dapat digunakan seumur hidup

- Tidak menggannggu kehidupan suami isteri

Syarat untuk mendapatkan pelayanan kontap pria adalah : 10

1. Dilakukan atas permohonan pasangan suami isteri yang syah , tanpa paksaan
dari pihak lain dalam bentuk apapun , telah dianugerahkan 2 orang anak dengan
umur anak terkecil sekitar 2 tahun dengan mempertimbangkan umur isteri
sekurang-kurangnya 25 tahun.
2. Setiap calon peserta Kontap Pria harus memenuhi syarat kesehatan, artinya
tidak menemukan hambatan atau kontradiksi untuk menjalani kontap.

Nasehat yang diberikan setelah tindakan dilakukan antara lain : 10

1. Istirahatkan satu sampai dua hari


2. Jagalah luka bekas operasi jangan sampai terkena air atau kotoran
3. Pakailah celana dalam yang bersih
4. Minumlah obat yang diberikan sesuai dengan anjuran.
5. Kembali memeriksakan diri ke klinik setelah satu minggu

—-

C. Implant atau susuk

—-Merupakan alat kontrasepsi yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan
panjang masing-masing 3cm. Hormon yang dikandung dalam susuk ini adalah
progesterone, yakni hormon yang berfungsi menghentikan suplai hormon estrogen
yakni hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding lemak dan, dengan
demikian menyebabkan terjadinya menstruasi.12
—-Alat KB yang ditempatkan di bawah kulit ini efektif mencegah kehamilan dengan
cara mengalirkan secara perlahan-lahan hormon yang dibawanya. Selanjutnya
hormon akan mengalir ke dalam tubuh lewat pembuluh-pembuluh darah. Susuk KB
bekerja efektif selama 5 tahun. Jika dalam waktu tersebut si pemakai menginginkan
kehamilan, maka susuk dapat segera diangkat. Tapi jika tidak, si pemakai tidak
perlu repot-repot lagi menggunakan alat KB lain. Hanya sesekali ia perlu
memeriksakan kesehatan ke dokter atau bidan yang memasangkan susuk tersebut.
12

—-Dibandingkan pil atau suntikan KB, hormon yang terkandung dalam susuk ini
lebih sedikit. Namun demikian, efek sampingan yang dibawanya tetap ada. Oleh
karena itu, sebelumnya pemakai harus mengkonsultasikan riwayat dan kondisi
kesehatannya terlebih dulu kepada dokter. Selain itu hanya dokter dan petugas
medis yang terlatih, yang dapat memasangkan susuk KB ini. 12

—-Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pemasangan susuk KB ini adalah:12

1. AKBK atau susuk disusupkan dibawah kulit lengan kiri bagian atas. Hal ini
tergantung pada kebiasaan kita yang umumnya lebih banyak menggunakan tangan
kanan dibanding tangan kiri. Oleh karena itu, bagi mereka yang kidal dianjurkan
untuk memasang susuk di bawah kulit lengan kanan bagian atas.
2. Cara menyusupkan susuk ini adalah dengan sedikit menyayat kulit, maka
sebelumnya pemakai akan dibius lokal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa sakit.
3. Susuk dipasang pada waktu menstruasi atau haid. Atau dapat juga setelah 40
hari melahirkan.
4. Setelah susuk dipasang, luka bekas sayatan harus dijaga tetap bersih dan
kering, tidak boleh kena air selama 5 hari.
5. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih; 1 minggu setelah
susuk dipasang, dan setelah itu 1 tahun sekali selama pemakaian.
6. Sesudah 5 tahun, susuk harus diambil dan diganti dengan yang baru.

—-Pasien dianjurkan untuk segera pergi kerumah sakit/klinik/petugas kesehatan


lainnya jika: 12
1. Luka bekas pemasangan berdarah atau membengkak (infeksi).
2. Terjadi pendarahan yang banyak sekali, lebih hebat dari haid.
3. Sakit Kepala berat dan mata berkunang-kunang.
4. Terlambat haid disertai tanda-tanda kehamilan misalnya pusing, mual dan
muntah-muntah (risiko kegagalan 2:1000).

—-

2.5.2 Metoda Non-Kontrasepsi Jangka Panjang (Non-MKJP)10

A. Pil Kombinasi

—-Pil kombinasi sangat efektif bila digunakan setiap hari, jika penggunaan
dihentikan maka kehamilan dapat terjadi. Pada bulan-bulan pertama pemakaian
mungkin dapat menimbulkan efek samping, antara lain :

1. Mual
2. Perdarahan
3. Keputihan diantara masa haid
4. Kenaikan berat badan
5. Sakit kepala.

—-Semua gejala ini tidak berbahaya dan cukup man untuk hampir semua wanita
karena efek samping jarang terjadi. Keuntungan lain dari metoda ini adalah dapat
digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang belum
mempunyai anak.

—-

B. Suntik KB

—-Sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila dilakukan secara rutin dan teratur
setiap 1 bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntikan KB yang diberikan). Bila
berhenti memakai cara KB ini, kehamilan dapat segera terjadi. Aman digunakan
pada masa menyusui, setelah 6 minggu setelah melahirkan. Membantu mencegah
kanker rahim, mencegah kehamilan di luar rahim. Efek samping yang mungkin
terjadi pada pemakaian suntik KB antara lain :

1. Perdarahan ringan diantara 2 masa haid


2. Setelah pemakaian satu tahun sering tidak mengalami haid
3. Kenaikan berat badan juga biasa terjadi atau timbul sakit kepala ringan

—-

C. Pil Progestin

—-Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui dan ingin menggunakan pil, mulai
diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan. Jika digunakan pada masa
menyusui, biasanya terjadi perubahan pola haid terutama Keputihan diantara masa
haid.

—-

D. Kondom

—-Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit


menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS. Kondom mudah digunakan dan efektif
bila apabila penggunaannya benar. Beberapa pria merasa bahwa kondom
mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.

—-

E. Metode Sederhana/ Vaginal

—-Spermisid/tissu KB, diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai
sendiri oleh wanita. Penggunaannya adalah dengan memasukkan ke dalam vagina
setiap akan melakukan hubungan seks. Efektif bila digunakan secara benar. Cara ini
juga dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
—-

F. Sistem Kalender

—-Wanita harus mengetahui masa subur wanita dalam siklus haidnya. Yang
dimaksudkan dengan sistem kalender adalah mengatur jadwal berhubungan
seksual dimana hubungan seksual tidak dilakukan pada masa subur (masa subur
diperkirakan dengan indicator jadwal menstruasi). Namun pada kenyataannya cara
ini sering kurang efektif dan diperlukan kerjasama yang baik dengan pasangan,
karena sulit untuk menghindari hubungan seksual untuk waktu yang lama. Tidak
ada efek samping fisik dan cara ini dianjurkan apabila cara KB lain sulit
dipergunakan pada waktu menderita demam, infeksi vagina, setelah melahirkan
atau pada waktu menyusui.

—-

G. Metode LAM (Lactational Amenorrhoe Methode) / Pemberian Asi

—-Cara KB melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa
makanan tambahan). Seorang wanita menyusui dikatakan menggunakan metoda
LAM, bila :

* Menyusui secara penuh atau bayinya tidak mendapat makanan tambahan, ibu
sering memberikan ASI, siang dan malam.
* Belum mendapat haid
* Bayinya belum berumur 6 bulan.
* Wanita sebaiknya sudah merencanakan penggunaan cara KB lain, bila tidak
menggunakan LAM.

—-

2.6 Permasalahan yang Dihadapi Program Keluarga Berencana


—-Permasalahan yang dihadapi program KB antara lain:1,2,3

1. Kepercayaan, Pada dasarnya semua kepercayaan yang ada di Indonesia


menerima gagasan dari KB walaupun terdapat erbedaan pandangan tentang
metode pelaksanaan dan alat kontrasepsi yang digunakan.
2. Budaya, seperti faktor pengambilan keputusan yang dilakukan tidak oleh istri
belum puas bila tidak memiliki anak perempuan atau lelaki, percaya banyak anak
banyak rezeki, serta anggapan bahwa perempuan yang hamil dan melahirkan
sehingga yang harus menggunakan alat kontrasepsi agar tidak hamil.
3. Perempuan yang karena kemiskinan dan pendidikan rendah terpaksa menikah
pada usia muda
4. terbatasnya alat kontrasepsi yang dapat digunakan pria
5. Dengan adanya alat-alat kontrasepsi yang dapat mencegah terjadinya
kehamilan terutama kondom yang dapat membantu mencegah penyakit kelamin,
dikhawatirkan akan semakin banyaknya praktek prostitusi di masyarakat.
6. Adanya efek samping atau masalah kesehatan akibat penggunaan alat
kontrasepsi.

—-

2.7 Sosialisasi

—-Sosialisasi adalah penyebarluasan informasi (program, kebijakan, peraturan) dari


satu pihak (pemilik program, kebijakan, peraturan) kepada pihak-pihak lain (aparat,
masyarakat yang terkena program, dan masyarakat umum). Isi informasi yang
disebarluaskan bermacam-macam tergantung pada tujuan program.7

—-Pada dasarnya, sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi


kehidupan kita. Pertama, memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi
terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat, dan kedua memungkinkan
lestarinya suatu masyarakat, karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi
saja sehingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu.
—-Fungsi sosialisasi adalah mengalihkan segala macam informasi yang ada dalam
masyarakat tersebut kepada anggota-anggota barunya agar mereka dapat segera
dapat berpartisipasi di dalamnya.7

—-Sosialisasi dapat dilakukan melalui tiga metode berikut ini.7

1. Komunikasi tatap muka seperti pertemuan warga (musyawarah dusun,


musyawarah desa), kunjungan rumah, kunjungan ke tempat-tempat berkumpulnya
warga, lokakarya dalam rangka CAP, rapat evaluasi.
2. Komunikasi Massa seperti penyebarluasan leaflet, pamflet, poster, komik,
newsletter, dan pemutaran film.
3. Pelatihan Pelaku seperti pelatihan untuk Panitia Perencana, Juru Ukur,
Pengawas Konstruksi, dan Tukang.

—-Proyek peningkatan mutu dimulai dengan melakukan observasi, wawancara dan


melihat data sekunder. Metode yang digunakan dalam proyek peningkatan mutu ini
adalah metode Plan, Do, Check, and Action (PDCA cycle) yang didasari atas
masalah yang dihadapi (problem-faced) ke arah penyelesaian masalah (problem
solving).

—-Konsep PDCA cycle pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun
1930 yang disebut dengan “Shewhart cycle“. Selanjutnya konsep ini dikembangkan
oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan ” The Deming
Wheel”. PDCA cycle berguna sebagai pola kerja dalam perbaikan suatu proses atau
sistem.13

Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam PDCA cycle, yaitu: 13

a. Plan

1. Mengidentifikasi output pelayanan, siapa pengguna jasa pelayanan, dan


harapan pengguna jasa pelayanan tersebut melalui analisis suatu proses tertentu.
2. Mendeskripsikan proses yang dianalisis saat ini
* Pelajari proses dari awal hingga akhir, identifikasi siapa saja yang terlibat dalam
prose tersebut.
* Teknik yang dapat digunakan : brainstorming

–3. Mengukur dan menganalisis situasi tersebut

* Menemukan data apa yang dikumpulkan dalam proses tersebut


* Bagaimana mengolah data tersebut agar membantu memahami kinerja dan
dinamika proses
* Teknik yang digunakan : observasi
* Mengunakan alat ukur seperti wawancara

–4. Fokus pada peluang peningkatan mutu

* Pilih salah satu permasalahan yang akan diselesaikan


* Kriteria masalah : menyatakan efek atas ketidakpuasan, adanya gap antara
kenyataan dengan yang diinginkan, spesifik, dapat diukur.

–5. Mengidentifikasi akar penyebab masalah

* Menyimpulkan penyebab masalah


* Teknik yang dapat digunakan : brainstorming
* Alat yang digunakan : fish bone analysis ishikawa

–6. Menemukan dan memilih penyelesaian

* Mencari berbagai alternatif pemecahan masalah


* Teknik yang dapat digunakan : brainstorming

b. Do

--1. Merencanakan suatu proyek uji coba

* Merencanakan sumber daya manusia, sumber dana, dan sebagainya.


* Merencanakan rencana kegiatan (plan of action)

–2. Melaksanakan Pilot Project

—-Pilot Project dilaksanakan dalam skala kecil dengan waktu relatif singkat (± 2
minggu)

c. Check

–1. Evaluasi hasil proyek

* Bertujuan untuk efektivitas proyek tersebut


* Membandingkan target dengan hasil pencapaian proyek (data yang
dikumpulkan dan teknik pengumpulan data harus sama)
* Teknik yang digunakan: observasi dan survei
* Alat yang digunakan: kamera dan kuisioner

–2. Membuat kesimpulan proyek

* Hasil menjanjikan namun perlu perubahan


* Jika proyek gagal, cari penyelesaian lain
* Jika proyek berhasil, selanjutnya dibuat rutinitas

d. Action

–1. Standarisasi perubahan

* Pertimbangkan area mana saja yang mungkin diterapkan


* Revisi proses yang sudah diperbaiki
* Modifikasi standar, prosedur dan kebijakan yang ada
* Komunikasikan kepada seluruh staf, pelanggan dan suplier atas perubahan
yang dilakukan.
* Lakukan pelatihan bila perlu
* Mengembangkan rencana yang jelas
* Dokumentasikan proyek

–2. Memonitor perubahan

* Melakukan pengukuran dan pengendalian proses secara teratur


* Alat untuk dokumentasi

pdca_filesofdrsmed

——

BAB III

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU SOSIALISASI KB-MKJP

DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA

—-

3.1 Plan (Perencanaan)

3.1.1. Deskripsi Keadaan

—-Harapan Raya memiliki beberapa program, salah satu diantaranya adalah


program KIA-KB. Program KIA-KB ini memiliki satu orang petugas yang bertanggung
jawab. Dalam program KB ini memiliki beberapa elemen kegiatan diantaranya
memberikan penerangan kepada PUS mengenai manfaat KB, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan angka cakupan akseptor KB. Tapi di Puskesmas Harapan Raya
sendiri angka cakupan ini belum mencapai target yakni hanya 30 %. Hal ini
disebabkan kurangnya sosialisasi tentang KB MKJP itu sendiri. Dapat dilihat dari
kurangnya media informasi yang tersedia seperti tidak adanya poster, folder dan
kegiatan penyuluhan-penyuluhan tentang KB MKJP ini.

3.1.2 Identifikasi Masalah

—-Proses identifikasi masalah didapatkan melalui:

1. Observasi
2. Wawancara dengan Kepala Puskesmas serta staff yang bertanggung jawab
terhadap bagian atau program KB di Puskemas Harapan Raya.
3. Data sekunder mengenai laporan evaluasi program Puskesmas Harapan Raya
tahun 2007, khususnya mengenai program KIA-KB.

—-Dari data-data tersebut teridentifikasikan beberapa masalah, yaitu :

Tabel 3.1 Identifikasi Masalah

No

Aspek yang dinilai

Masalah

Metode identifikasi masalah


1 PROMKES

1. Pembinaan peran serta masyarakat

2. Penyuluhan Kesehatan
1. Kader posyandu yang aktif masih rendah
2. Penyuluhan luar gedung tidak tercapai target
1. Wawancara dengan ka program promkes mengatakan bahwa kader
memiliki kesibukan lain di luar posyandu

Data sekunder: Dari 511 kader yang dilatih hanya 446 kader yang aktif diposyandu
(87% ) (data tahun 2007)

2. Data sekunder: Dari 757 kali penyuluhan yang ditargetkan hanya 704 kali
yang terealisasi (data tahun 2007)
2 KESLING

* Klinik sanitasi

Alur rujukan dari bagian Poli tidak berjalan dengan baik

-
Wawancara dengan kepala program Kesling, mengatakan bahwa jumlah
petugas pemeriksa yang masih kurang

Data sekunder : angka kunjungan yang sangat rendah, dalam bulan Juni 0
3 KIA/KB

* Keluarga Berencana

* Ante Natal Care

Sosialisasi KB MKJP masih kurang.

Belum optimalnya ANC dengan standar 7 T


Wawancara:

Tidaknya jadwal khusus penyuluhan mengenai KB, dan MKJP khususnya.

Observasi:
Tidak tersedianya media informasi mengenai KB-MKJP.

Observasi:

Tidak dilakukan 2 pemeriksaan yang termasuk ke dalam 7T ANC, yaitu: test PMS
dan temuwicara
4 P2P

* Surveilance Epidemiologi

* Imunisasi

Angka penemuan BTA (+) masih rendah

Cakupan imunisasi HB-0 (hepatitis) masih rendah


Data sekunder:

Dari 1370 target BTA pada tahun 2007 hanya 63 kasus yang tercatat BTA (+)

Observasi:

Cara penemuan kasus baru hanya menunggu pasien datang berobat ke Puskesmas,
kurangnya tenaga kerja

Wawancara dengan PJ program Imunisasi

Kurangnya jumlah vaksin yang tersedia.

Data sekunder:

Dari 90% target cakupan imunisasi HB-0 pada tahun 2007, hanya tercapai 40%
5 PENGOBATAN
* Pengobatan dasar

Pengobatan rasional kurang berjalan Observasi :

- Peresepan tidak selalu dilakukan oleh dokter

- Adanya perubahan resep oleh petugas apotek

- Pemberian antibiotik hanya untuk 3 hari


6 PENINGKATAN GIZI

* Konseling gizi

- Angka kunjungan yang sangat rendah

- Alur rujukan dari bagian Poli tidak berjalan dengan baik


Observasi :

Jumlah kunjungan konseling gizi dalam 1 minggu adalah 0

Wawancara dengan PJ Gizi :

-Rendahnya angka kunjungan ulang

-Kurangnya rujukan pasien dari unit pelayanan oleh dokter yang bersangkutan.

Data sekunder:

Jumlah kunjungan pasien pada bulan Maret: 6 orang, sedangkan jumlah kunjungan
pada bulan April berjumlah 9 orang

—-

3.1.3 Penentuan Prioritas Masalah


—-Setelah melakukan brain storming bersama Kepala Puskesmas, dokter
penanggung jawab serta staff Puskesmas Harapan Raya pada tanggal 6 Juni 2008,
didapatkan beberapa masalah di Puskesmas Harapan Raya. Kemudian dilakukan
konfirmasi terhadap permasalahan yang ditemukan serta beberapa faktor yang
diduga sebagai penyebab, lalu diperoleh kritik dan saran, baik dari pimpinan
maupun staff Puskesmas, yang digunakan untuk menyaring masalah yang
ditemukan.

—-Berdasarkan permasalahan yang ditemukan ditetapkan satu prioritas masalah


dengan metode scoring yang menggunakan pertimbangan 4 aspek yaitu:

1. Urgensi/kepentingan

ü nilai 1 tidak penting

ü nilai 2 penting

ü nilai 3 sangat penting

2. Solusi

ü nilai 1 tidak mudah

ü nilai 2 mudah

ü nilai 3 sangat mudah

3. Kemampuan merubah

ü nilai 1 tidak mudah

ü nilai 2 mudah
ü nilai 3 sangat mudah

4. Biaya

ü nilai 1 tinggi

ü nilai 2 sedang

ü nilai 3 rendah

—-Masalah yang mempunyai total angka tertinggi yang akan menjadi prioritas
masalah. Di bawah ini dapat dilihat penetuan prioritas masalah:

Tabel 3.2 Penentuan Prioritas Masalah

No

Aspek Masalah

Urgensi

Solusi

Kemampuan Mengubah

Biaya

Σ
Rank

1.

Sosialisasi KB MKJP masih kurang

54

2.

Belum optimalnya pemeriksaan ANC (7T)

3
3

27

II

3.

Pengobatan rasional di poliklinik kurang berjalan

3
27

II

4.

Alur rujukan ke poli gizi dari bagian Poli tidak berjalan dengan baik

27

II

5.

Penyuluhan luar gedung tidak tercapai target


2

12

III

6.

Angka penemuan BTA (+) masih rendah

1
12

III

7.

Cakupan imunisasi HB-0 (hepatitis) masih rendah

III

8.

Angka kunjungan ke poli gizi yang sangat rendah


3

III

9.

Alur rujukan ke klinik sanitasi dari bagian Poli tidak berjalan dengan baik

3
18

IV

10.

- Kader posyandu yang aktif masih rendah

—-Berdasarkan tabel prioritas maslah diatas, maka masalah yang memiliki skor
tertinggi adalah “Optimalisasi Sosialisasi KB MKJP masih kurang.”
—-

3.1.4 Analisis Penyebab Masalah

—-Berdasarkan tabel di atas, didapatkan masalah yang menduduki rangking


pertama dengan total bobot 54, yaitu jumlah akseptor KB MKJP tidak mencapai
target. Setelah didapatkan proritas masalah dan dilakukan observasi serta diskusi
dengan penanggung jawab program KB dan Kepala Puskesmas Harapan Raya,
teridentifikasi beberapa penyebab dari jumlah akseptor KB MKJP yang tidak
mencapai target, dilihat dari berbagai segi, yaitu:

Tabel 3.3 Analisis Penyebab Masalah


No Masalah Penyebab timbul masalah Evidence Base
1 Sosialisasi KB MKJP masih belum optimal Man

1. Kurangnya tenaga dalam hal mensosialisasikan KB-MKJP

Money

1. Tidak adanya alokasi dana khusus untuk sosialisasi KB khususnya MKJP

Method

1. Tidak adanya pelaksanaan penyuluhan khusus mengenai KB-MKJP

Material

1.Tidak tersedia media informasi mengenai KB-MKJP.

Market

1. Kurangnya pengetahuan PUS mengenai KB MKJP


1. Wawancara: dengan PJ Keluarga Berencana.
Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab mengenai KB hanya berjumlah 1 orang.

1. Wawancara: dengan PJ Keluarga Berencana.

Tidak adanya dana khusus untuk mengadakan penyuluhan dan untuk menyediakan
media informasi mengenai KB-MKJP

1. Wawancara : dengan PJ Keluarga Berencana.

Penyuluhan hanya dilakukan bila ada waktu luang petugas puskesmas.

2. Observasi : tidak pernah dilakukan penyuluhan KB MKJP

3. Data sekunder : Jadwal prnyuluhan mengenai KB-MKJP tidak ada

1. Observasi:

Tidak adanya poster yang tersedia di Puskesmas

1. Angket Prepenelitian

Dari 30 orang responden hanya 5% yang mengetahui tentang KB MKJP

—-—-

3.1.5 Alternatif Pemecahan Masalah

—-Setelah dilakukan analisis masalah, maka langkah selanjutnya adalah membuat


solusi terbaik. Solusi yang diberikan diharapkan dapat mengoptimalkan cakupan
target akseptor MKJP. Alternatif pemecahan masalah dapat dilihat pada tabel
sebagai berikut:

Tabel 3.4 Alternatif pemecahan masalah


No

Masalah

Alternatif Pemecahan Masalah

Tujuan

Sasaran

Tempat

Pelaksanaan Kegiatan

Waktu

Kriteria keberhasilan

1.

Kurangnya tenaga dalam hal mensosialisasikan KB-MKJP

Mengusulkan penambahan petugas pelaksanaan sosialisasi KB-MKJP


Diharapkan kepada kepala puskesmas dapat mempertimbangkan untuk menambah
petugas dan dana untuk kegiatan sosialisasi ini

Ka. Puskesmas

Puskesmas Harapan Raya

Dokter muda KKS FK UNRI

Juni 2008

Indikator jangka pendek : Usulan diterima oleh kepala Puskesmas

Indikator jangka panjang : Usulan penambahan tenaga dan dana untuk kegiatan
sosialisasi dapat terealisasi

2.

Tidak adanya alokasi dana khusus untuk sosialisasi KB khususnya MKJP

Mengusulkan tersediannya dana untuk sosialisasi KB khususnya MKJP

Ka.

puskesmas
Puskesmas Harapan Raya

Dokter muda KKS FK UNRI

Juni 2008

3.

Tidak adanya pelaksanaan penyuluhan mengenai KB-MKJP

Melakukan penyuluhan KB-MKJP

Adanya media informasi mengenai KB MKJP

PJ program KB

Puskesmas Harapan Raya

Dokter muda KKS FK UNRI

Juni 2008
Meningkatnya pengetahuan PUS mengenai KB MKJP
4.

Tidak adanya media informasi yang berhubungan dengan KB MKJP

Membuat Poster dan folder mengenai KB-MKJP

Tersedianya media informasi mengenai KB MKJP

PJ program KB

Puskesmas Harapan Raya

Dokter muda KKS FK UNRI

Juni 2008
5

Kurangnya Pengetahuan PUS tentang KB MKJP

Melakukan konseling kepada setiap pengunjung poli KB

Menambah pengetahuan PUS tetang KB MKJP

PJ program KB
Puskesmas Harapan Raya

Dokter muda KKS FK UNRI

Juni

2008

——-

3.1.6 Definisi Operasional

—-Definisi operasional yang digunakan dalam proyek peningkatan mutu ini antara
lain:

1. KB-MKJP adalah Jenis Kontrasepsi yang sekali pemakaian dapat bertahan


selama 3 tahun sampai seumur hidup. Jenis kontrasepsi ini diantaranya adalah
IUD/spiral, Implant/susuk, dan Sterilisasi pada pria dan wanita
2. Sosialisasi KB-MKJP adalah Kegiatan mempromosikan tentang KB-MKJP melalui
media promosi seperti poster, folder dan kegiatan penyuluhan yang dilakukan di
Puskesmas maupun di luar Puskesmas oleh dokter muda FK UNRI.
3. Kuesioner adalah alat untuk mengukur pengetahuan PUS mengenai KB MKJP di
Puskesmas Harapan Raya dengan kriteria pengetahuan baik, sedang dan kurang.
Kuesioner ini disebarkan dalam dua waktu yang berbeda, yaitu kuesioner awal
mulai tanggal 16 Juni-5 Juli 2008 dan kuesioner akhir disebarkan setelah dilakukan
setelah intervensi.

—-

3.2 Do (Implementasi)
—-Implementasi yang dilakukan dalam proyek peningkatan mutu sosialisasi metoda
kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Harapan Raya ini adalah :

* Menyebarkan kuesioner awal untuk menilai tingkat pengetahuan para


pengunjung KIA-KB terhadap KB MKJP dari tanggal 16 Juni-5 Juli 2008. Hasil kuesiner
awal menunjukkan tingkat pengetahuan pengunjung tentang KB-MKJP kurang yaitu
70%

Tabel 3.5 Hasil Kuesioner Awal

No

Penilaian

Range

Persentase (%)

Baik

Sedang

Kurang
68-100

34-67

0-33

20%

10%

70%

Total

100

* Menyebarkan folder mengenai KB-MKJP kepada pengunjung poli KIA-KB,


pengunjung puskesmas secara umum dan PUS di posyandu dari tanggal 24 Juni-5
Juli 2008
* Melakukan konseling tentang manfaat dan keuntungan KB MKJP pada para
pengunjung poli KIA-KB dari tanggal 16 Juni-5 Juli 2008
* Mengadakan penyuluhan mengenai manfaat dan keuntungan KB-MKJP pada
acara arisan kader di kantor kelurahan Simpang Tiga pada tanggal 25 Juni 2008
* Menyediakan poster tentang KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya pada tanggal
30 Juni 2008
* Mengadakan penyuluhan mengenai manfaat dan keuntungan KB-MKJP di Ruang
tunggu puskesmas Harapan Raya pada tanggal 2 Juli 2008
* Rekomendasi kepada Kepala Puskesmas untuk menambah petugas dan dana
untuk pelaksanaan sosialisasi KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
* Rekomendasi kepada pemegang program KB-MKJP untuk melanjutkan kegiatan
sosialisasi ini
* Rekomendasi kepada kelompok koas IKM-IKK berikutnya untuk melakukan
intervensi bila target akseptor KB-MKJP belum tercapai.

—-

3.3 Check (Evaluasi)

Evaluasi yang dilakukan dalam proyek peningkatan mutu sosialisasi metoda


kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Harapan Raya ini adalah :

* Tahap evaluasi ini mulai dilaksanakan dari tanggal 7-16 Juli dengan memberikan
kuesioner akhir pada PUS pengunjung ke Puskesmas Harapan Raya, terutama
pengunjung poli KB, dan PUS yang akan melakukan MOW di rumah sakit
PMC.Setelah dilaksanakannya penyuluhan, konseling dan penyediaan media
informasi. Kemudian dilakukan pembagian kuesioner akhir kepada PUS pengunjung
di Puskesmas Harapan Raya. Hasil kuesioner akhir menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan KB-MKJP meningkat, dimana pengunjung memiliki pengetahuan
kurang menjadi 15%

Tabel 3.6 Hasil Kuesioner Akhir setelah intervensi

No

Penilaian

Range
Persentase (%)

Baik

Sedang

Kurang

68-100

34-67

0-33

75%

10%

15%

Total
100

* Diterimanya usulan penambahan tenaga dan alokasi dana khusus untuk


kegiatan sosialisasi KB-MKJP oleh Kepala Puskesmas Harapan Raya.

—-

3.4 Action

—-Kegiatan sosialisasi tentang KB-MKJP ini dapat dijadikan standarisasi untuk


pelaksanaan sosialisasi di Puskesmas Harapan Raya.

—-

—-

BAB IV

PEMBAHASAN

—-

—-Program keluarga berencana (KB) merupakan program yang dicanangkan


pemerintah dengan tujuan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang
menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian
kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia.1,2 Menurut Badan Pusat Statistik
(BPS), terjadinya penurunan laju pertumbuhan penduduk Indonesia, namun tidak
demikian halnya dengan laju pertumbuhan Provinsi Riau yang dilaporkan semakin
meningkat.4 Meskipun laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh hal lain seperti
angka kematian dan migrasi (perpindahan) penduduk, angka kelahiran juga
merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya. Oleh sebab, menurut BKKBN sangat
diperlukannya revitalisasi program KB yang selama ini di canangkan pemerintah.5

—-Metoda kontrasepsi menurut jangka waktu pemakaiannya dibagi atas dua


kelompok, yaitu metoda kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan metoda kontrasepsi
non-MKJP. Dilihat angka kegagalanya, metoda MKJP dilaporkan terjadi pada 0-2:1000
pengguna sedangkan metoda non-MKJP dilaporkan terjadi pada >10:1000
pengguna.10 Dari hal tersebut terlihat bahwa metoda MKJP lebih efektif untuk dapat
mencegah terjadinya kehamilan pada penggunanya. Dari semua PUS yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya, akseptor KB aktif MKJP sebanyak 2.131
orang dan non MKJP sebanyak 12.464 orang. Target MKJP hanya tercapai 30,29%
dan target non-MKJP 71,02%.6 dapat dilihat bahwa masih tingginya minat PUS di
wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya untuk menggunakan metoda non-MKJP
dibandingkan dengan menggunakan metoda MKJP, meskipun sebagaimana telah
disebutkan di atas bahwa metoda MKJP jauh lebih efektif mencegah kehamilan
disbanding dengan metoda non-MKJP.

—-Setelah dilakukan observasi, wawancara, dan melihat data sekunder yang ada,
diketahui bahwa target cakupan KB-MKJP di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya
belum tercapai, yakni 30 % dari 80 % target yang ditetapkan.6 Hal ini dapat
disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sosialisasi tentang KB MKJP ini
kepada masyarakat belum dilaksanakan dengan optimal ataupun metoda yang
digunakan sebelumnya belum tepat untuk masyarakat di wilayah kerja Pusekesmas
Haapan Raya. Pernyataan tersebut didukung oleh angket prepenelitian yang disebar
kepada pengunjung Puskesmas Harapan Raya, dimana 95 % pasien memiliki
pengetahuan yang kurang tentang KB-MKJP, dan juga dari angket yang disebarkan
ini dapat diketahui bahwa banyak anggapan yang salah mengenai KB-MKJP, serta
tidak dijumpai adanya media informasi seperti poster, folder, ataupun pelaksanaan
penyuluhan mengenai KB-MKJP ini di Puskesmas Harapan Raya. Hal ini sesuai
dengan pendapat yang disampaikan oleh Hasan Mustafa bahwa sosialisasi yang
benar dapat menghindari terjadinya kesalahpahaman dan kekeliruan dalam
pelaksanaan suatu kegiatan dan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi
diperlukan metode penyediaaan media informasi seperti poster, folder.7 Melihat
keadaan tersebut maka dirasakan perlu dilakukan kegiatan peningkatan mutu
sosialisasi mengenai KB-MKJP, baik di Puskesmas sendiri maupun di luar Puskesmas.

—-Melalui proyek peninkatan mutu ini, diketahui masalah-masalah yang


diperkirakan merupakan penyebab dari kurang optimalnya sosialisasi KB-MKJP di
Puskesmas harapan Raya yaitu kurangnya pengetahuan PUS mengenai KB-MKJP,
kurangnya tenaga dalam hal mensosialisasikan KB-MKJP, tidak tersedia media
informasi mengenai KB-MKJP, tidak adanya alokasi dana khusus untuk sosialisasi KB
khususnya MKJP, dan tidak adanya pelaksanaan penyuluhan mengenai KB-MKJP.

—-Kurangnya pengetahuan PUS mengenai KB-MKJP dipikirkan disebabkan oleh


beberapa faktor, yaitu kurangnya media informasi mengenai KB-MKJP dan tidak
adanya penyuluhan ataupun konseling dari pihak yang berkompeten mengenai KB-
MKJP di Puskesmas Harapan Raya. Dalam proyek peningkatan mutu sosialisasi KB-
MKJP ini, telah dilakukan pengadaan media informasi yang ditujukan kepada semua
pengunjung Puskesmas Harapan Raya, khususnya PUS yang berkunjung ke poliklinik
KIA-KB berupa penyebaran folder dan pemasangan poster mengenai KB-MKJP, dan
kegiatan ini juga disertai dengan pelaksanaan konseling mengenai KB-MKJP kepada
setiap PUS yang berkunjung ke poliklinik KIA-KB, penyuluhan dalam gedung
Puskesmas Harapan Raya dan kegiatan penyuluhan di luar gedung yaitu di kantor
Lurah Simpang Tiga di depan para kader Posyandu wilayah kerja Puskesmas
Harapan Raya. Dipikirkan bahwa dengan pengadaan media informasi, kegiatan
konseling dan kegiatan penyuluhan dalam gedung maupun luar gedung dapat
memberikan pengetahuan dan informasi yang benar mengenai KB-MKJP kepada
pengunjung Puskesmas Harapan Raya. Khusus untuk kegiatan penyuluhan kepada
kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya, diharapkan para kader
yang telah mendapat penyuluhan dapat memberikan pengetahuan dan informasi
yang benar mengenai KB-MKJP saat melaksanakan kegiatannya sebagai kader
Posyandu di Posyandu nantinya. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh
Hasan Mustafa sosialisasi merupakan kegiatan penyebarluasan informasi (program,
kebijakan, peraturan) dari satu pihak (pemilik program, kebijakan, peraturan)
kepada pihak-pihak lain (aparat, masyarakat yang terkena program, dan
masyarakat umum). Isi informasi yang disebarluaskan bermacam-macam
tergantung pada tujuan program.7
—-Kurangnya tenaga dalam hal mensosialisasikan KB-MKJP dipikirkan juga sebagai
penyebab karena melihat banyaknya kegiatan yang harus dilakukan dan jumlah
tenaga yang tersedia di Puskesmas Harapan Raya. Dalam proyek peningkatan mutu
ini, diusulkan penambahan petugas pelaksanaan sosialisasi KB-MKJP dan usulan
mengenai alokasi dana khusus untuk kegiatan sosialisasi KB-MKJP kepada Kepala
Puskesmas Harapan Raya dengan tujuan agar pelaksanaan sosialisasi KB-MKJP tidak
terkendala.

—-Dari kuesioner akhir yang disebarkan, diketahui bahwa setelah dilakukannya


upaya-upaya dalam proyek peningkatan mutu ini pengetahui pengunjung
Puskesmas Harapan raya, khususnya PUS meningkat, dimana didapatkan hanya
15% pengunjung yang masuk dalam kategori pengetahuan kurang, yang pada
kuesinor awal sebelum dilakukannya upaya-upaya tersebut didapatkan 70%
pengunjung masuk dalam kategori pengetahuan kurang tersebut.

—-

—-

BAB V

PENUTUP

—-

5.1 Simpulan

—-Berdasarkan wawancara, observasi, data sekunder di Puskesmas Harapan Raya


didapatkan beberapa masalah berdasarkan pendekatan program yang ada,
diantaranya Sosialisasi KB MKJP belum optimal, belum optimalnya pelaksanaan
ANC, Pengobatan rasional belum berjalan, Alur rujukan ke poli gizi belum berjalan
dengan baik, penyuluhan luar gedung tidak mencapai target, angka penemuan BTA
positif masih rendah, cakupan imunisasi HB-0 masih rendah, angka kunjugan ke poli
gizi masih rendah, alur rujukan ke klinik sanitasi tidak berjalan dengan baik, kader
posyandu yang aktif masih rendah.

—-Berdasarkan permasalahan yang terindentifikasi di atas, dicari prioritas masalah


berdasarkan sistem skoring dan didapatkan masalah sosialisasi KB MKJP sebagai
prioritas masalah utama.

Kegiatan sosialisasi tentang KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya masih belum


optimal disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah kurangnya tenaga
dalam mensosialisasikan KB MKJP, tidak adanya alokasi dana khusus untuk
sosialisasi KB MKJP, tidak adanya pelaksanaan penyuluhan khusus KB MKJP, tidak
tersedianya media informasi mengenai KB MKJP dan masih rendahnya pengetahuan
PUS tentang manfaat KB MKJP, dimana dari angket prepenelitian hanya 5 % yang
mengetahui tentang KB MKJP.

—-Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan baik di
Puskesmas maupun di luar Puskesmas, pemasangan poster, penyebaran folder dan
berkoordinasi dengan kepala Puskesmas dan pihak-pihak terkait untuk mendukung
kegiatan sosialisasi ini.

—-Evaluasi keberhasilan sosialisasi ini, dilakukan kegiatan penyebaran kuesioner,


baik sebelum maupun setelah dilakukan intervensi. Didapatkan hasil berupa
peningkatan pengetahuan PUS yang berkunjung ke Puskesmas Harapan Raya, dan
adanya partisipasi PUS yang mengikuti kegiatan Kontap wanita di RS PMC. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan sudah berhasil. Sehingga
kegiatan sosialisasi ini dapat dijadikan standarisasi untuk pelaksanaan kegiatan
sosialisasi berikutnya.

5.1 Saran

a. Puskesmas Harapan Raya

—-Diharapkan kepada Kepala puskesmas dapat mengalokasikan dana dan


menambah petugas dalam kegiatan sosialisasi KB MKJP ini dan kepada penanggung
jawab program KB agar dapat melanjutkan sosialisasi disertai dengan monitoring
dan evaluasi

b. Masyarakat

—-Diharapkan meningkatnya pilihan masyarakat terhadap metode KB MKJP ini


sehingga diharapkan cakupan akseptor KB MKJP di Puskesmas Harapan Raya
mencapai target

c. Diharapkan makalah ini bisa menjadi referensi untuk melanjutkan penelitian


mengenai pelaksanaan kegiatan sosialisasi

—-

—-

DAFTAR PUSTAKA

—-

1. Prawirohardjo S. Keluarga Berencana Dalam Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan


Bina Pustaka, 1999. 900-24.
2. Prawirohardjo S. Kontrasepsi dalam Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka, 1999. 535-65.
3. BKKBN. Keluarga Berencana. Disitasi dari :
http://www.bkkbn.go.id/hqweb/pria/artik. last update : Januari 2007.
4. Badan Statistik Indonesia. Laju pertumbuhan Penduduk per Tahun menurut
Provinsi. Disitasi dari : http://www.datastatistik-
indonesia.com/componetnt/option,com_tabel/task/ite,id,164/. Last update : Mei
2008.
5. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Perkembangan Pencapaian
Peserta KB baru Menurut Alat Kontrasepsi. Disitasi dari :
http://www.bkkbn.go.ig/ditfor/download/Data-DESEMBER.2007/. Last Update :
Desember 007.
6. Puskesmas Harapan Raya. Profil Puskesmas Harapan raya tahun 2007.
7. Pusat data dan informasi Departemen Kesehatan Indonsia. Glosarium Data dan
Informasi Kesehatan. 2005
8. Peraturan daerah Pekanbaru no 5 tahun 2004. Restribusi pelayanan dan
Perizinan di Bidang Kesehatan.
9. Azwar S. Manfaat KB. Disitasi dari : http://www.kalbe.co.id
10. BKKBN Provinsi Bali. Pemilihan Jenis Kontrasepsi. Disitasi dari :
http://www.bkkbn-Bali.go.id/hqweb/pria/artik. last update : Januari 2007.
11. Webmaster. Kontrasepsi Implant. Disitasi dari : http://www. Yakita.or.id. Last
update : Maret 2008.
12. Everson P. Deming Cycle. Disitasi dari : http://www.balancedscore.org. Last
update : januari 2008.
13. Webmaster. The PDCA Cycle. Disitasi dari : http://dotmouth.edu. Last Update :
Agustus 2007.

Posted in Penelitian. Tags: KB, metoda KB, Metoda konstrasepsi jangka panjang,
MKJP. 1 Comment »
One Response to “PROYEK PENINGKATAN MUTU SOSIALISASI PROGRAM KELUARGA
BERENCANA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PUSKESMAS HARAPAN RAYA
PEKANBARU TAHUN 2008”

..:: ALAT KONTRASEPSI ::..

Mereka yang tidak dianjurkan untuk menggunakan pil:

Penderita sakit kuning.

Penderita kelainan jantung.

Penderita varises (urat kaki keluar).


Pengidap tekanan darah tinggi.

Pengidap kencing manis (diabetes).

Penderita migrain (sakit kepala sebelah).

Mereka yang mengalami pendarahan dari kemaluan tanpa sebab-sebab jelas.

SUNTIKAN
Suntikan termasuk dalam kelompok alat kontrasepsi hormonal. Sesuai dengan
namanya, cara pemakaianya dengan menyuntikkan zat hormonal ke dalam tubuh.
Zat hormonal yang terkandung dalam cairan suntikan dapat mencegah kehamilan
dalam waktu tertentu. Biasanya efektif selama 1-3 bulan, tergantung pada
kandungan dan jenis zat dan yang ada. Apabila anda memutuskan untuk memilih
metode ini, sebagai alat kontrasepsi maka, seperti halnya penggunaan pil,
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksakan kesehatan anda ke
dokter. Ini juga untuk memastikan apakah pilihan ini cocok untuk anda.
Hal kedua, apabila dokter menyatakan kecocokan, maka anda akan disuntikkan
pada lengan atas atau belakang anda.
Hal ketiga, karena efektifitas suntikan ini akan berkurang setelah 1-3 bulan, maka
setelah waktu yang ditentukan, anda biasanya diminta untuk kembali ke rumah
sakit dan mendapatkan suntikan lagi. Untuk hasil maksimal, datanglah sesuai
tanggal yang telah ditentukan dokter atau bidan anda.

Kelebihan dari suntik hormonal:


Pertama, zat hormonal yang dikandung oleh cairan suntik ini direkomendasi karena
tidak mengganggu laktasi (produksi air susu ibu). Oleh karena itu suntikan dapat
segera diberikan setelah 40 hari sejak ibu melahirkan. Contoh suntikan yang aman,
menurut data obat di Indonesia, edisi ke-8, 1992 adalah depo provera. Juga, jika
sewaktu-waktu ada keinginan untuk hamil kembali, maka suntikan dapat segera
dihentikan. Selain itu, suntik juga tidak menyebabkan kurang darah.

Kekurangan dari metode suntik hormonal:


Pada hari-hari pertama setelah disuntik, beberapa orang mengeluh mengalami
pusing-pusing, mual, atau pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Selain itu, suntik
juga biasanya akan mengubah siklus dan waktu menstruasi. Pada beberapa orang,
menstruasi bisa jadi berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Jika ini terjadi
anda tidak perlu khawatir, karena ini tidak membahayakan kesehatan. Kelemahan
lain dari metode ini adalah karena ini hanya efektif untuk jangka waktu tertentu dan
sesudahnya harus diperbarui lagi-adalah resiko gagal karena lupa. Keluhan senada
juga dilontarkan oleh peserta group diskusi. Jadi sekali lagi memeriksa diri dengan
benar akan sangat membantu, selain berkonsultasi dengan ahlinya. Anda
dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika
mengalami:
� Pendarahan hebat (lebih banyak dibanding waktu haid)
� Pusing atau rasa mual yang berlebihan
� Penurunan atau penambahan berat badan yang menyolok
� Terlambat haid yang disertai tanda-tanda kehamilan, seperti pusing, mual-
mual, dan muntah (resiko kegagalan 1:1000)

Mereka yang tidak cocok memakai metode suntik:


� Ibu-ibu yang sedang hamil.
� Penderita tumor/kanker.
� Penderita penyakit jantung.
� Penderita penyakit hati.
� Penderita darah tinggi.
� Penderita penyakit kencing manis.
� Penderita penyakit paru-paru.
� Ibu-ibu yang mengalami pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui
sebabnya.
Mereka ini sebaiknya berhati-hati kalau memilih metode ini, atau sebaliknya
mencari alternatif lain yang lebih cocok.
ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) ATAU SUSUK
Alat KB yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan panjang masing-masing
3cm ini dikenal di Indonesia dengan nama susuk KB. Hormon yang dikandung dalam
susuk ini adalah progesterone, yakni hormon yang berfungsi menghentikan suplai
hormon estrogen yakni hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding
lemak dan, dengan demikian menyebabkan terjadinya menstruasi. Alat KB yang
ditempatkan di bawah kulit ini efektif mencegah kehamilan dengan cara
mengalirkan secara perlahan-lahan hormon yang dibawanya. Selanjutnya hormon
akan mengalir ke dalam tubuh lewat pembuluh-pembuluh darah. Susuk KB bekerja
efektif selama 5 tahun. Jika dalam waktu tersebut si pemakai menginginkan
kehamilan, maka susuk dapat segera diangkat. Tapi jika tidak, si pemakai tidak
perlu repot-repot lagi menggunakan alat KB lain. Hanya sesekali ia perlu
memeriksakan kesehatan ke dokter atau bidan yang memasangkan susuk tersebut.

Dibandingkan pil atau suntikan KB, hormon yang terkandung dalam susuk ini lebih
sedikit. Namun demikian, efek sampingan yang dibawanya tetap ada. Oleh karena
itu, sebelumnya pemakai harus mengkonsultasikan riwayat dan kondisi
kesehatannya terlebih dulu kepada dokter. Selain itu hanya dokter dan petugas
medis yang terlatih, yang dapat memasangkan susuk KB ini. Beberapa hal yang
perlu diketahui mengenai pemasangan susuk KB ini adalah:

1. AKBK atau susuk disusupkan dibawah kulit lengan kiri bagian atas. Hal ini
tergantung pada kebiasaan kita yang umumnya lebih banyak menggunakan tangan
kanan dibanding tangan kiri. Oleh karena itu, bagi mereka yang kidal dianjurkan
untuk memasang susuk di bawah kulit lengan kanan bagian atas.
2. Karena cara menyusupkan susuk ini adalah dengan sedikit menyayat kulit,
maka sebelumnya pemakai akan dibius lokal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa
sakit.
3. Susuk dipasang pada waktu menstruasi atau haid. Atau dapat juga setelah 40
hari melahirkan.
4. Setelah susuk dipasang, luka bekas sayatan harus dijaga tetap bersih dan
kering, tidak boleh kena air selama 5 hari.
5. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih; 1 minggu setelah
susuk dipasang, dan setelah itu 1 tahun sekali selama pemakaian.
6. Sesudah 5 tahun, susuk harus diambil dan diganti dengan yang baru.

Dengan memakai susuk, anda aman dari kemungkinan hamil utnuk jangka waktu
yang relatif lama (5 tahun). Selain itu, anda juga terhindar dari faktor lupa.

Kekurangan dari metode susuk KB:


Setelah pemasangan, beberapa orang mengalami pendarahan sedikit-sedikit diluar
waktu menstruasi (spoting). Beberapa mengeluh jadwal menstruasi menjadi tidak
teratur (berubah-uabh) dan bahkan berhenti menstruasi sama sekali. Mereka juga
mengalami kenaikan berat badan. Semua ini adalah hal yang umum dialami oleh
pemakai susuk KB. Jika yang bersangkutan tidak merasa terganggu, pemakaian
boleh diteruskan. Tetapi untuk lebih amannya, ada baiknya pemakai
memperhatikan catatan berikut ini. Anda dianjurkan untuk segera pergi kerumah
sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika:

1. Luka bekas pemasangan berdarah atau membengkak (infeksi).

2. Terjadi pendarahan yang banyak sekali, lebih hebat dari haid.

3. Sakit Kepala berat dan mata berkunang-kunang.

4. Terlambat haid disertai tanda-tanda kehamilan misalnya pusing, mual dan


muntah-muntah (resiko kegagalan 2:1000).

Karena alat kontrasepsi ini digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama 4
sampai 5 tahun maka bagi mereka yang menghendaki untuk hamil diantara waktu
tersebut sebaiknya tidak menggunakan jenis alat kontrasepsi ini.

Susuk KB tidak cocok untuk mereka yang menderita:


1. Tumor.
2. Gangguan pada jantung.
3. Gangguan pada hati.
4. Darah tinggi.
5. Kencing manis (diabetes).
6. Berusia diatas 35 tahun.
7. Pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui sebabnya.
8. Belum mempunyai anak.

KONTRASEPSI MANTAP (KONTAP)


Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara
mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma
(pada lelaki). Kontap dijalankan dengan melakukan operasi kecil pada organ
reproduksi, baik untuk tubektomi bagi perempuan, maupun vasektomi bagi lelaki.
Dengan cara ini, proses reproduksi tidak lagi terjadi dan kehamilan akan terhindar
untuk selamanya. Karena sifatnya yang permanen, kontrasepsi ini hanya
diperkenankan bagi mereka yang sudah mantap memutuskan untuk tidak lagi
mempunyai anak. Itulah sebabnya kontrasepsi ini disebut kontrasepsi mantap.
TUBEKTOMI
Pada tubektomi, tindakan operasi kecil untuk mencegah kehamilan dilakukan pada
saluran telur perempuan. Dengan memotong atau mengikat salah satu bagian
saluran yang dilalui sel telur, diharapkan tidak terjadi pembuahan (kehamilan).

Beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum melakukan KONTAP:


Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, musyawarahkan dengan pasangan anda
siapa diantara keduanya yang akan menjalankan kontrasepsi mantap ini. Bilaa anda
telah benar-benar mantap untuk melakukan tubektomi, dan telah mendapat
jaminan dari dokter bahwa tidak akan ada resiko setelah menjalaninya, maka yang
perlu anda pahami adalah hal-hal sebagai berikut:

1. Dengan tubektomi saluran yang membawa sel telur ke rahim akan dipotong
atau diikat. Lalu bagaimana dengan sel telur yang dihasilkan setiap bulannya? Anda
tidak perlu khawatir, sebab sel telur yang dihasilkan tersebut akan diserap kembali
oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apa-apa terhadap tubuh.
2. Operasi ini memang tergolong operasi kecil. Meskipun demikian, ini hanya
boleh dilakukan oleh dokter yang terlatih. Sebelumnya anda akan mendapatkan
pembiusan (anestesi) lokal agar tidak merasa sakit.
3. Operasi ini dapat dilakukan kapan saja, yang penting anda tidak sedang hamil.
Sebenarnya, akan lebih mudah bagi dokter bila operasi dilakukan pada masa-masa
nifas yaitu setelah anda melahirkan. Mengapa? Karena pada waktu ini saluran sel
telur (tuba fallopian) masih jelas terlihat.
4. Operasi tubektomi (begitu juga vasektomi) tidak ada pengaruhnya atau tidak
ada hubungannya dengan menaiknya atau menurunnya gairah seksual seseorang.
Akan tetapi karena sifatnya yang mantap menyebabkan orang tidak merasa
khawatir hamil kembali. Keadaan ini membuat seseorang merasa aman secara
psikologis sehingga dapat menciptakan hubungan yang lebih santai.

TIPS BILA ANDA SELESAI MENJALANI OPERASI TUBEKTOMI


1. Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari dianjurkan tidak bekerja berat.
2. Bekas luka harus tetap bersih dan kering (tidak boleh kena air selama 7 hari).
3. Minumlah obat yang diberikan dokter sesuai petunjuk.
4. Senggama dapat dilakukan setelah 1 minggu.
5. Jangan lupa melakukan pemeriksaan ulang. Biasanya dokter menganjurkan
pemeriksaan dilakukan setelah 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, dan 1 tahun setelah
operasi.

Kelebihan dari metode KONTAP:


Pertama, cara KB ini tidak akan mengganggu kelancaran air susu ibu. Selain itu,
jarang sekali ada keluhan tentang efek samping dari mereka yang memilih cara ini.
Hal ini bisa dipahami karena memang tidak ada obat yang harus diminum atau alat
yang dikenakan pada tubuh. Dalam beberapa pertemuan, pertanyaan yang sering
muncul adalah kemana larinya sel telur, sementara saluran ke rahim telah dipotong
atau dihalangi? Seperti telah dijelaskan di atas, sel-sel telur yang diproduksi itu
akan langsung diserap kembali oleh tubuh tanpa membuat tubuh menjadi sakit atau
terganggu.
Kedua, dengan cara kontrasepsi ini, resiko kehamilan bisa dihindari. Angka
kegagalan hampir tidak ada. Pertanyaan penting lain yang muncul adalah hubungan
tubektomi dengan gangguan gairah seksual, mengingat sudah tidak ada lagi sel
telur yang keluar. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hilangnya gairah seks
akibat tubektomi ini hanyalah mitos belaka yang tidak ada kebenarannya.
Seandainya ada keluhan, itu biasanya disebabkan oleh faktor psikologis semata. Ini
merupakan kelebihan ketiga dari cara kontrasepsi ini yaitu tidak terpengaruhinya
hubungan seks diantara keduanya yang disebabkan oleh tindakan vasektomi atau
tubektomi. Dengan kontrasepsi ini, efek samping yang pasti muncul hanyalah luka
parut kecil bekas operasi di bagian bawah perut. Meskipun demikian, beberapa hal
di bawah perlu juga diperhatikan:

Segeralah menemui dokter apabila anda mengalami hal-hal berikut setelah operasi
berlangsung:

1. Muntah-muntah yang hebat.


2. Nyeri perut yang sangat.
3. Sesak nafas.
4. Demam tinggi.
5. Terlambat haid yang disertai oleh tanda-tanda kehamilan seperti pusing, mual,
dan muntah-muntah.

Beberapa orang yang dianggap tidak cocok dengan cara kontrasepsi ini adalah:

1. Pasangan yang belum mempunyai anak.


2. Penderita penyakit jantung.
3. Penderita penyakit paru-paru.
4. Penderita hernia.
5. Pernah dioperasi di daerah perut.
6. Pasangan yang masih ragu-ragu untuk menggunakan cara ini.

Dengan kata lain, kontrasepsi ini hanya dianjurkan untuk mereka yang tidak
memiliki kecenderungan penyakit tersebut diatas, atau tidak lagi berkeinginan
menambah jumlah anak, atau yang memiliki masalah berat lain sehingga kehamilan
akan sangat berbahaya baginya.
Sebelum menjadi akseptor kontap, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi
yaitu:

1. Harus dilakukan secara sukarela, bukan karena paksaan pihak lain.


2. Sudah mendapat keterangan dari dokter atau petugas kesehatan lain mengenai
indikasi dan kontra-indikasi dari kontrasepsi ini.
3. Menandatangani persetujuan tertulis atas rencana operasi ini (informed
consent).

Satu hal yang sebaiknya diingat adalah sangat kecil kemungkinannya untuk tidak
menyebut tidak ada peluang sama sekali orang bisa hamil lagi setelah operasi
tubektomi. Oleh karenanya perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum sampai
pada keputusan menjadi akseptor kontrasepsi mantap ini.
VASEKTOMI
Prinsipnya sama dengan tubektomi pada perempuan, yaitu menutup saluran bibit
laki-laki dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan
kiri. Operasi ini tergolong ringan, bahkan lebih ringan dari khitan (sunat) dan bisa
dilakukan tanpa pisau. Seperti juga pada perempuan, bibit laki-laki yang tidak
keluar akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apapun. Berikut
adalah ilustrasi bagian reproduksi pria yang diikat atau dipotong pada operasi
vasektomi, agar sel mani atau bibit laki-laki tidak keluar. Meskipun ringan, operasi
ini memerlukan bius (anestesi) untuk mengurangi rasa sakit. Sebelumnya, dokter
yang akan menangani operasi akan memeriksa secara teliti kondisi kesehatan yang
bersangkutan. Operasi bisa dilakukan kapan saja dan boleh dokter yang betul-betul
terlatih menangani masalah ini.

Hal yang harus dilakukan setelah menjalani operasi:


1. Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari setelah operasi sebaiknya tidak
bekerja berat.
2. Bekas luka harus bersih dan tetap kering selama 7 hari.
3. Minum obat yang diberikan oleh dokter sesuai aturan.
4. Meski sudah boleh berhubungan intim dengan istri/pasangan setelah 7 hari
tindakan operasi diambil, namun pasangan tersebut masih harus memakai alat
kontrasepsi lain selama kurang lebih 3 bulan. Bagi pria, kira-kira pada 10-12 kali
persenggamaan setelah operasi, dianjurkan memakai kondom. Hal ini dimaksudkan
untuk mencegah kehamilan akibat sisa-sisa sperma yang terdapat dalam cairan
mani. Sementara pasangannya menggunakan metode lain yang cocok. Setelah
vasektomi, air mani tetap ada, tetapi tidak lagi mengandung bibit. Ini karena
vasektomi tidak sama dengan pengebirian.
5. Jangan lupa memeriksa ulang ke dokter: 1 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 1
tahun setelah operasi.

Seperti yang terjadi dengan sel telur perempuan, sperma yang diproduksi oleh
tubuh pria juga akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menyebabkan satu penyakit
atau gangguan metabolisme apapun. Vasektomi adalah metode kontrasepsi dengan
kemungkinan gagal sangat kecil. Disamping itu, hampir tidak ada efek samping
yang muncul setelah operasi ini. Memang beberapa orang mengeluhkan tentang
gangguan terhadap gairah seksual mereka. Tapi biasanya itu hanya bersifat
psikologis, bukan gejala fisiologis. Namun bagaimanapun, resiko dari vasektomi
masih ada yaitu infeksi karena operasi. Kalau ini terjadi, segeralah hubungi dokter
untuk penanganan secara seksama.

Mereka yang tidak cocok dengan metode ini:


� Penderita hernia.
� Penderita kencing manis (diabetes).
� Penderita kelainan pembekuan darah.
� Penderita penyakit kulit atau jamur didaerah kemaluan.
� Tidak tetap pendiriannya.
� Memiliki peradangan pada buah zakar.

Mereka yang dianggap cocok dengan cara ini adalah:


� Pasangan yang tidak lagi ingin menambah jumlah anak.
� Pasangan yang istrinya sudah sering melahirkan, atau
� Memiliki penyakit yang membahayakan kesehatan.
� Pasangan yang telah gagal dengan kontrasepsi lain.

Seperti juga pada operasi tubektomi, pria yang akan melakukan operasi vasektomi
harus melakukannya secara sukarela dan menandatangani surat persetujuan.
Disamping itu mereka berhak mendapat keterangan yang benar dan terperinci dari
dokter atau petugas pelayanan KONTAP lainnya.
ANGGAPAN KELIRU MENGENAI CARA-CARA PENCEGAHAN KEHAMILAN:
Meskipun dewasa ini telah tersedia berbagai pilihan alat kontrasepsi, dan dengan
tingkat keberhasilan yang beragam, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam
memahami tentang cara pencegahan kehamilan secara benar. Hal ini disebabkan,
antara lain karena pemberian informasi (hak informasi) para akseptor tidak selalu
dipenuhi oleh para petugas kesehatan. Dengan anggapan bahwa masyarakat tidak
butuh informasi menyebabkan tidak sedikit munculnya mitos-mitos dan kekeliruan
dalam pemahaman tentang cara menceah kehamilan muncul dengan suburnya.
Misalnya, anggapan bahwa "selama masa menyusui dan belum haid kembali ibu
tidak akan hamil". Anggapan ini sama sekali benar. Dengan tingkat gizi yang kian
membaik dan pola kerja kaum perempuan yang cenderung berubah sehingga
intensitas penyusuan terganggu, maka kemungkinan hamil dalam masa menyusui
bisa terjadi.

Contoh anggapan keliru lainnya adalah menghambat laju sperma dengan cara
melompat-lompat, jongkok atau segera mencuci kemaluan sesaat setelah
melakukan hubungan seks. Cara-cara seperti ini masih dipercaya oleh sebagian
masyarakat kita, terutama oleh kaum perempuan. Padahal daya kerja sperma yang
berjumlah ribuan dan menyemprot jauh di dalam rahim tidak akan keluar atau turun
meskipun dengan cara melompat, jongkok atau mencucinya. Tidak jarang,
anggapan keliru itu bisa membahayakan kesehatan perempuan itu sendiri. Misalnya
meminum berbagai ramuan seperti ragi tapai, bir hitam atau parutan nanas muda
atau campuran berbagai obat-obatan yang di minum dengan minuman keras sesaat
setelah disadari menstruasinya terlambat. Pada kenyataannya, tidak ada bukti
ilmiah yang dapat menjelaskan efektivitas cara-cara ini dalam pencegahan
kehamilan. Lebih berbahaya adalah praktek urut pijat yang oleh beberapa kalangan
masyarakat dipercaya dapat mencegah kehamilan dengan cara "membalik
kandungan". Pada kenyataannya bukannya mencegah kehamilan, cara ini dapat
membahayakan kondisi organ perempuan yang paling sensitif, yaitu rahim.

Cara pencegahan kehamilan yang tidak benar dapat menyebabkan, antara lain:
� Kegagalan serta kehamilan yang tidak diharapkan. Kalau terjadi, biasanya ibu
tidak siap dan akan mencoba menggugurkan kandungan dengan cara-cara yang
salah, misalnya dengan minum jamu peluntur.
� Kalau cara seperti di atas menemui kegagalan, maka ada resiko bayi yang
akan dilahirkan mengalami gangguan cacat (misalnya tidak lengkap anggota
tubuhnya), akibat pengaruh obat atau jamu peluntur yang diminum ibu. Belum lagi
resiko ibu keracunan akibat obat atau jamu tersebut.
� Ibu mengalami pendarahan dan infeksi yang menyebabkan keguguran, cacat,
lahir muda, atau lahir mati. Implikasi dari cara-cara pencegahan kepada perempuan
sendiri apabila suatu ketika akan berpengaruh kepada perempuan sendiri apabila
suatu ketika menghendaki kehamilan kembali. Kerusakan organ reproduksi yang
disebabkan cara penanganan yang serampangan akan menyulitkan proses
reproduksi yang pada gilirannya tak mustahil menimbulkan kemandulan, selain bisa
membahayakan nyawa ibu.

Karena itu, apabila telah positif hamil, jangan minum jamu terlambat bulan.
Jika anda benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi, maka berkonsultasi dengan
dokter dan jangan ragu-ragu untuk bertanya secara rinci mengenai alat tersebut. Ini
adalah hak setiap pengguna alat-alat kontrasepsi yang telah dijamin sebagai bagian
dari hak untuk sehat dalam bereproduksi. Yang paling penting adalah anda dapat
memenuhi keinginan anda untuk mengatur kelahiran dan dapat menggunakan alat
yang cocok dan sehat untuk anda. Aborsi bukanlah cara yang tepat untuk
mencegah kehamilan. Karena, bagaimanapun aborsi, bila dilakukan lebih dari tiga
kali akan merusak kondisi rahim perempuan.

Prev or Back

Copyright � 2003 , PT GLOBALINTER NETURA