Anda di halaman 1dari 3

Pohon Intaran

Negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi merupakan julukan yang tepat bagi indonesia.Sangatlah potensial untuk menggali potensi alam yang masih tersembunyi di bumi indonesia untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk bidang kesehatan.Tanaman selama ribuan tahun telah terbukti berperan dalam bidang kesehatan,baik untuk keperluan preventiv,kuratif,maupun rehabilitatif.melihat kenyataan itu, I Wayan Agus Wirya Pratama, Ni Luh Indri Kristianti dan Yenny Gebhilia,mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Maharsaraswati,tergelak meneliti pemanfaatan kekayaan alam indonesia untuk diolah menjadi produk kesehatan Gigi. Suatu dari berbagai manfaat tanaman tersebut adalah tanaman Intaran ( azadiractha indica ) yang dijadikan bahan peneliti mereka.pemilihan tanaman Intaran sebagai bahan penelitian adalah untuk mengoktimalkan potensi dari daun Intaran yang merupakan bahan alam sebaguna yang sangat melimpah ruah di indonesia.penelitian ini membawa Wirya dan kawan-kawan memenangkan juara lomba karya tulis ilmiah Dies Natalis Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia ( PSMKGI ) ke-12. Tanaman intaran merupakan tanaman kaya manfaat yang sering mendapat julukan Wonderfull Tree.tanaman ini banyak tumbuh dan berkembang di indonesia.antara lain di indonesia bagian timur,jawa timur,bali,nusa tenggara,sumatera utara,bangka dan jawa barat.menurut sumber yang pernah meneliti tentang keberadaan pohon intaran,pulau bali dan lombok sangat kaya akan tanaa intaran. khasiat tanaman ini intaran menghasilkan beberapa metabolit biologis sebagai anti inflamasi, antipiretik, antiarthritik ,spermicidal, antifungi, antibakterial, antimalarial, antitumor, antioksidan, antiviralhetaprotektif, antikarsinogenik, imunostimulan, antiulcer, serta antifeltility. khasiat tumbuhan ini juga dapat menyatukan dua variabel terbaik,anti viral dan anti bakteridengan kemampuan immuno stimulant.hal ini menjadikan tumbuhan ini sangat penting di masa lalu.sebelum memulai penelitian Wirya dan kawan-kawan mengkaji manfaat ekstrak daun intaran dan menghubungkan ke dalam bidang kedokteran gigi. Dalam kesehatan gigi,karies gigi ( gigi berlubang ) merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling umum.karies gigi merupakan penyakit yang ditandai oleh rusaknya email dan dentin yang progresif yang disebabkan oleh multifaktor yaitu host (tuan rumah),agen (mikroorganisme),substrat (diet) dan didukung oleh faktor waktu.untuk membentuk karies semua faktor harus mendukung.penyebab karies gigi adalah keaktifan metabolisme plak bakteri.penyebab timbulnya plak gigi adalah karena adanya

metabolisme karbohidrat oleh bakteri streptococus mutans di rongga mulut. Berangkat dari tingginya masalah karies gigi inilah maka diperlukan adanya upaya preventif dalam pencegahan karies.salah sat pencegahan karies adalah dengan perilaku kesehatan gigi positif seperti menyikat gigi secara teratur.selama ini dengan penggunaan pasta gigi yang ,engandung flouride diharapkan mampu memperkuat email gigi dengan terbentuknya flour apatit yang menyebebkan email gigi tahan terhadap demineralisasi oleh asam.namun penggunaan pasta gigi yang mengandung flour tinggi dapat menyebabkan terjadinya flourosis gigi terutama pada anak.kadar flour yang tinggi tidak dianjurkan untuk pasta gigi pada anak,karena apabila flour tertelan dalam jumlah yang banyak dapat mengakibatkan keracunan pada anak.pada orang dewasa jika pasta gigi tertelan,flour akan menyebabkan penyerapan kalsium terganggu dan juga bersifat karsinogenik. Pohon Intaran Bisa Hidup di Daerah Kering Denpasar, Kompas - Jenis pohon intaran yang juga dikenal mimba atau neem (Azadirachta indica) layak dibudidayakan karena dipastikan menyimpan berbagai keistimewaan sekaligus bernilai ekonomis tinggi. Salah satu di antaranya adalah mampu bertahan hidup di daerah kering atau daerah yang curah hujannya terbatas. Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur PT Intaran Indonesia (Bali) Isro Firdaus di Nusa Dua (Bali), Kamis (21/4). Kehadirannya di kawasan itu terkait dengan partisipasi Hotel Melia Bali Villas & Spa (Nusa Dua) yang menyumbang 1.000 anakan intaran untuk penghijauan kawasan Benoa (Bali). PT Intaran Indonesia adalah sebuah perusahaan pengolah berbagai jenis produk berbahan baku utama dari pohon intaran. Untuk kelangsungan usahannya itu, PT Intaran Indonesia memasarkan anakan pohon intaran, namun juga membeli bahan baku olahan dari para petani. Isro Firdaus menjelaskan, pohon intaran dari famili Meliaceae merupakan tanaman bernilai tinggi karena sangat bermanfaat untuk industri, pertanian, dan kesehatan. Jenis pohonyang disebut-sebut berasal dari daratan India ini diketahui mengandung zat yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan pestisida dari minyak bijinya. Daun, tangkai, dan bunga intaran juga merupakan bahan baku utama untuk pembuatan pupuk organik, obat-obatan, kosmetik, dan jamu. "Hasil penelitian menunjukkan, seluruh bagian pohon intaran, dari akar hingga daunnya, bernilai ekonomis. Bahkan bungkil, yakni ampas perasan biji setelah diambil minyaknya, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk," ujar Isro. Cocok daerah gersang Kecuali berbagai kegunaan itu, menurut Isro, intaran adalah jenis pohon yang cocok dikembangkan di daerah yang sangat minim curah hujannya, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau daerah serupa lainnya.

Karena keistimewaannya itu intaran sangat cocok untuk rehabilitasi lahan kering. Intaran juga berfungsi menjaga kelembaban tanah, pengendalian erosi, mengembalikan kesuburan tanah, pohon peneduh, penghijauan, atau sebagai tanaman sela. Menurut keterangan, PT Intaran Indonesia Bali secara khusus mendorong pengembangan jenis pohon multifungsi ini sejak tiga tahun lalu, meski intaran sendiri sebenarnya bukanlah jenis pohon baru di Indonesia, termasuk Bali dan Nusa Tenggara. Di Bali kini dikembangkan sekitar 10 hektar tanaman intaran, tersebar di Karangasem, Klungkung, dan Nusa Dua. Menyusul di Pulau Lombok (Nusa Tenggara Barat) sekitar 15 hektar dan di NTT, termasuk di Pulau Flores, kurang lebih lima hektar. Isro Firdaus dan Ade Sukarsa (juga dari PT Intaran Indonesia) menegaskan, perusahaan mereka tidak hanya menyediakan benih atau anakan intaran untuk dipasarkan ke masyarakat, tetapi sekaligus juga merupakan pasar bagi tanaman intaran. "Saat ini kami membeli biji dan daun intaran berkadar air 20 persen, masing-masing seharga Rp 3.000-3.500 per kilogram," jelas Ade Sukarsa. Tinggi pohonnya mampu mencapai sekitar 30 meter serta mampu bertahan hidup selama 200 tahun.