Anda di halaman 1dari 10

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muawarman. Mengingat : a.

Anggaran Dasar Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pasal 1 ayat (3), pasal 2, pasal 8, pasal 11, pasal 12, pasal 15, pasal 16, pasal 17, pasal 20; b. Anggaran Rumah Tangga Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pasal 1 ayat (1), pasal 2, pasal 16, pasal 17, pasal 18, pasal 19, pasal 25. Memperhatikan : Hasil pembahasan rancangan ketetapan tentang pemilihan raya presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Mulawarman tanggal 11 September 2013.. MEMUTUSKAN Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan kedaulatan mahasiswa dalam Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, pemilihan raya presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman dilaksanakan secara langsung oleh mahasiswa; b. bahwa pemilihan raya diselenggarakan secara demokratis dan beradab melalui partisipasi mahasiswa seluas-luasnya berdasarkan asas langusng, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil untuk memilih presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul; c. bahwa berdasarkan pertimbangan butir a dan b di atas, maka perlu ditetapkakn Ketetapan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman tentang Pemilihan Raya Presiden dan Wakil Menetapkan : KETETAPAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN NOMOR 01 TAHUN 2013 TENTANG PEMILIHAN RAYA PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN

KETETAPAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN NOMOR 01 TAHUN 2013 TENTANG PEMILIHAN RAYA PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Pemilihan Raya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman yang selanjutnya disebut Pemira BEM FKM Unmul adalah kesempatan mahasiswa dalam memilih pasangan presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa

FKM Unmul secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta serentak dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan pelaksanaan ketetapan ini. 2. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul adalah pasangan calon yang terdiri dari dua orang mahasiswa FKM Unmul yang dicalonkan oleh perorangan atau kelompok untuk dipilih menjadi Presiden dan wakil Presiden BEM FKM Unmul dalam Pemira BEM FKM Unmul. 3. Penyelenggaraan pemilihan calon Presiden dan wakil Presiden BEM FKM Unmul adalah Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya, selanjutnya disebut KPPR yang memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan teknis Pemira BEM FKM Unmul yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. 4. Panitia Pengawas Pemilihan Raya presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul yang selanjutnya disebut Panwas Pemira BEM FKM Unmul adalah komisi pekerja mahasiswa yang bertugas mengawasi jalannya proses Pemira BEM FKM Unmul yang dibentuk oleh DPM FKM Unmul. Pasal 2 Penyelenggaraan Pemira BEM FKM Unmul dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. BAB II PENANGGUNG JAWAB DAN PELAKSANAAN Pasal 3 Penyelenggaran Pemira BEM FKM Unmul dilakukan oleh KPPR. KPPR sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dibentuk oleh DPM FKM Unmul. KPPR merupakan utusan dari tiap-tiap kelas sebanyak 3 (tiga) orang. Apabila terdapat kelas yang tidak mengirimkan utusan untuk menjadi KPPR sampai batas waktu yang ditentukan oleh DPM FKM Unmul, maka kelas tersebut tidak memiliki perwakilan dalam KPPR dan harus mengikuti segala kebijakan yang dihasilkan oleh DPM FKM Unmul dan KPPR.

5. DPM FKM Unmul berhak merekrut sejumlah mahasiswa di lingkungan FKM untuk menjadi anggota KPPR diluar utusan kelas. Khusus untuk kelas yang beum mengirim utusan, dan sejumlah kekurangan utusan yang ingin dipenuhi. Pasal 4 Tugas dan wewenang KPPR antara lain : 1. Menetapkan tata cara pelaksanaan Pemira BEM FKM Unmul sesuai dengan tahapan yang diatur dalam ketetapan DPM FKM Unmul; 2. Menetapkan waktu, tanggal, tata cara pelaksanaan kampanye, dan pemungutan suara Pemira BEM FKM Unmul; 3. Verifikasi (meneliti) persyaratan pasangan calon Presiden dan wakil Presiden BEM FKM Unmul yang dicalonkan; 4. Menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul yang telah memenuhi persyaratan; 5. Menerima pendaftaran tim kampanye; 6. Menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil Pemira BEM FKM Unmul; 7. Melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Pemira BEM FKM Unmul; 8. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh DPM FKM Unmul; 9. KPPR menentukan TPS dan bilik suara. Pasal 5 KPPR berkewajiban: 1. Memperlakukan peserta Pemira BEM FKM Unmul secara adil guna mensukseskan Pemira BEM FKM Unmul; 2. Memelihara arsip dan dokumen pemira BEM FKM Unmul; 3. Menyampaikan informasi kegiatan KPPR kepada seluruh mahasiswa FKM Unmul; 4. Melaporkan hasil penyelengggaraan Pemira BEM FKM kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa selambat-lambatnya 2 hari setelah pemungutan suara dilakukan;

1. 2. 3. 4.

5. Mempertanggungjawabkan pengggunaan dana anggaran yang diterima dari Dewan Perwakilan Mahasiswa secara transparan; 6. Melaksanakan semua tahapan Pemira BEM FKM Unmul . BAB III TAHAPAN PELAKSANAAN PEMIRA Pasal 6 Tahapan Pelaksanaan Pemira BEM FKM Unmul Adalah: 1. Pembentukan Komisi Penyelenggaraan Pemilihan Raya; 2. Pembentukan Panitia Pengawas Pemira; 3. Sosialisasi penyelenggaraan Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 4. Pendaftaran pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Unmul; 5. Verifikasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 6. Melengkapi berkas dan persyaratan bakal pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 7. Pengundian nomor pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul yang telah memenuhi persyaratan; 8. Pengumuman pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 9. Kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 10. Debat kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul; 11. Pencabutan atribut kampanye; 12. Masa tenggang / masa tenang; 13. Pemungutan dan penghitungan suara; 14. Rekapitulasi hasil pemungutan suara; 15. Masa pengajuan keberatan dan pembahasan pengajuan atas keberatan terhadap hasil Pemira BEM FKM Unmul; 16. Penetapan hasil Pemira BEM FKM Unmul; 17. Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul.

BAB IV HAK MEMILIH Pasal 7 Mahasiswa FKM Unmul pada hari pemungutan suara, yang berstatus S-1 memiliki hak dalam memilih hak suara Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul. Pasal 8 1. Untuk dapat menggunakan hak memilih, mahasiswa FKM harus terdaftar sebagai pemilih. 2. Untuk dapat didaftar sebagai pemilih, mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menunjukkan KTM / kartu tanda lainnya yang masih berlaku sesuai peraturan KPPR. 3. Setiap pemilih hanya memiliki 1 hak suara. 4. Setiap pemilih tidak dapat diwakilkan atau digantikan oleh pihak lain.

BAB V SYARAT PENCALONAN Pasal 9 Untuk dapat dipilih menjadi presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul harus memiliki syarat sebagai berikut : 1. Anggota KBM FKM Unmul yang terdaftar sebagai anggota aktif; 2. Mendapat dukungan sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) mahasiswa FKM Unmul yang dibuktikan oleh KTM Asli yang bersangkutan dan masih berlaku;. 3. Beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME; 4. Telah mengikuti pengkaderan tingkat fakultas; 5. Tidak sedang terganggu jiwa / ingatannya; 6. Tidak sedang terlibat kasus kriminal / pidana, dan tidak sedang bermasalah dalam kegiatan (organisasi) kemahasiswaan di fakultas; 7. Tidak sedang menduduki jabatan struktural baik organisasi internal dan eksternal; 8. Jujur dan tanggung jawab;

9. Mempunyai integritas moral yang berkualitas; 10. Mempunyai kapasitas kepemimpinan, pemikiran berwawasan luas; 11. Mempunyai pengalaman berorganisasi; 12. Memiliki IPK minimial 3,00 maksimal semester 7; 13. Tidak menjadi anggota partai politik.

yang

cerdas,

dan

3. Menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaran Pemira BEM FKM Unmul; 4. Meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instantsi yang berwenang; 5. Membuat laporan hasil pengawasan pemira dan diberikan kepada DPM FKM selambat-lambatnya 1 hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Pemira BEM FKM Unmul. Pasal 13 Pelanggaran pemira BEM FKM UNMUL pada setiap tahapan pemira dilaporkan kepada Pengawas Pemira. Laporan pelanggaran pemira BEM FKM UNMUL dapat diajukan oleh : a. mahasiswa FKM Unmul yang mempunyai hak memilih; b. pasangan calon dan atau tim kampanye. Laporan yang disampaikan secara tertulis berisi: a. nama dan alamat pelapor; b. waktu dan tempat kejadian perkara; c. nama dan alamat pelanggan; d. nama dan alamat saksi saksi; e. uraian kejadian. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada Pengawas Pemira pada masa pengajuan keberatan. Tata cara pelaporan lebih lanjut diatur oleh Pengawas Pemira.

Pasal 10 Dalam hal penyeleksian, calon tunggal dimungkinkan setelah calon-calon lain tidak lolos dalam verifikasi. BAB VI PENGAWASAN DAN PEMANTAUAN PEMIRA Pasal 11 Pengawasan Pemira BEM FKM Unmul dilakukan oleh Pengawas Pemira. Pengawas pemira sebagaimana dimaksud ayat (1) dibentuk oleh DPM FKM Unmul. Pengawas pemira merupakan delegasi dari tiap-tiap kelas sebanyak 2 orang. Apabila terdapat kelas yang tidak mengirimkan utusan untuk menjadi Pengawas Pemira sampai batas waktu yang ditentukan oleh DPM FKM Unmul, maka kelas tersebut tidak memiliki perwakilan dalam Pegawas Pemira dan harus mengikuti segala kebijakan yang dihasilkan oleh DPM FKM Unmul. DPM FKM Unmul berhak merekrut sejumlah mahasiswa di lingkungan FKM untuk menjadi anggota Panitia Pengawas Pemira diluar utusan kelas. Khusus untuk kelas yang beum mengirim utusan, dan sejumlah kekurangan utusan yang ingin dipenuhi.

1. 2.

1. 2. 3. 4.

3.

4. 5.

5.

Pasal 12 Pengawas pemira memupnyai tugas dan wewenang : 1. Mengawasi semua tahapan penyelenggaran Pemira BEM FKM Unmul; 2. Menerima laporan pelanggaran Pemira BEM FKM Unmul;

Pasal 14 1. Pangawas pemira mengkaji setiap laporan pelanggaran yang diterima. 2. Pengawas pemira memutuskan untuk menindak lanjuti atau tidak menindak lanjuti laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selambat lambatnya satu hari setelah laporan diterima. 3. Laporan yang bersifat sengketa dan tidak mengandung unsur pidana diselesaikan oleh pengawas pemira; 4. Laporan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada instansi yang berwenang.

Pasal 15 Pengawas Pemira menyelesaikan sengketa melalui tahapan sebagai berikut : a. mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa untuk musyawarah dan mufakat; b. apabila tidak tercapai kesepakatan, Pengawas Pemira menawarkan alternatif penyelesaian pihak-pihak yang bersengketa; c. apabila ketentuan sebagaimana dimaksud dalam point (b) tidak diterima pihak-pihak yang bersengketa, dengan mempertimbangkan keberatan yang diajukan oleh pihak yang bersengketa, Pengawas Pemira membuat keputusan final dan mengikat setelah berkonsultasi dengan DPM FKM Unmul. BAB VII PENCALONAN Pasal 16 Pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul melakukan pencalonan sendiri Pasal 17 Pasangan calon presiden dan wakl presiden BEM FKM Unmul dalam mendaftarkan dirinya ke KPPR wajib menyerahkan : a. surat pencalonan yang ditanda tangani oleh pasangan calon; b. 50 Kartu Tanda Mahasiswa yang masih berlaku untuk mendukung pencalonan pasangan calon; c. surat pernyataan kesediaan yang bersangkutan sebagai calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul dan mematuhi segala ketentuan Pemira BEM FKM Unmul; d. formulir surat pernyataan tidak sedang menjadi anggota partai politik, surat pengunduran diri (apabila termasuk pengurus DPM FKM Unmul atau BEM FKM Unmul); e. daftar riwayat hidup; f. pas foto warna ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar; g. daftar anggota tim kampanye;

h. naskah visi, misi, dan program dari pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul; i. transkip nilai IPK dengan melampirkan fotocopy KHS. BAB VIII VERIFIKASI Pasal 18 Dalam tahapan verifikasi terhadap berkas pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul, KPPR melakukan : a. penelitian terhadap surat-surat kelengkapan persyaratan pasangan calon; b. memberitahu hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul. Pasal 19 1. Apabila calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul belum memenuhi persyaratan, maka diberi kesempatan untuk melengkapi dan atau memperbaiki persyaratan pencalonan, setelah pemberitahuan hasil verifikasi persyaratan oleh KPPR. 2. KPPR melakukan verifikasi tahap kedua terhadap kelengkapan dan atau perbaikan persyaratan pencalonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas. 3. Apabila hasil verifikasi tahap kedua terhadap dokumen calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul sebagaimana dimaksud ayat (2) diatas tidak memenuhi persyaratan dan ditolak oleh KPPR, calon presiden dan wakil presiden dinyatakan gugur. Pasal 20 1. Dalam rapat pleno tertutup, KPPR menetapkan nama-nama calon yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta pemira BEM FKM Unmul dan mengumumkannya satu hari setelah verifikasi. 2. Penetapan nomor urut calon dilakukan secara undi dalam Rapat Pleno. 3. KPPR menentukaan secara luas nama-nama dan nomor urut calon setelah rapat pleno KPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatas.

BAB IX KAMPANYE DAN DEBAT KANDIDAT Pasal 21 Pengertian kampanye dan tim kampanye : a. Kampanye Pemilihan Raya adalah rangkaian kegiatan dalam Pemira yang dilakukan oleh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul dengan menawarkan visi, misi, dan program kerja masing-masing; b. Tim Kampanye adalah tim yang dibentuk oleh calon presiden dan wakil presiden yang bertujuan dan berwenang membantu penyelenggaraan kampanye, serta bertanggung jawab atas pelaksanaan kampanye; c. Tim kampanye bukan merupakan anggota DPM, KPPR, maupun Pengawas Pemira. Pasal 22 Setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul wajib melakukan kampanye dan debat kandidat. Pasal 23 1. Kampanye dapat dilaksanakan melalui : a. tatap muka dan dialog; b. penyiaran melalui media massa; c. penyebaran bahan kampanye kepada umum; d. pemasangan alat peraga dilingkungan kampus. 2. Pasangan calon wajib menyampaikan visi, misi, dan program secara lisan maupun tertulis pada mahasiswa. 3. Penyampai materi kampanye dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat edukatif. Pasal 24 Dalam kampanye dilarang : a. menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan atau pasangan calon yang lain; b. menggangu ketertiban umum;

c. mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok mahasiswa, dan atau pasangan calon lain; d. merusak dan atau menghilangkan alat peraga kampanye calon lain; e. menggunakan fasilitas tempat ibadah di kampus, sekretariat BEM, dan sekretariat DPM; f. menjanjikan atau memberikan sejumlah uang serta memberi materi lainnya kepada peserta kampanye. Pasal 25 1. Dana kampanye setiap pasangan calon diperoleh dari : a. pasangan calon; b. bantuan dari KPPR secara adil dan merata; c. sumbangan perseorangan mahasiswa Unmul. 2. Pasangan calon dilarang melakukan pencairan dana kampanye dan atau menerima sumbangan atau bantuan lain untuk kampanye yang berasal dari : a. rektorat dan fakultas di Unmul; b. organisasi mahasiswa intra dan ekstra; c. instansi pemerintah dan swasta; d. partai potlitik, ormas, paguyuban; e. pihak-pihak lain diluar pihak yang dicantumkan dalam ayat (1). 3. Calon yang melakukan tindakan terhadap ayat (2) akan dikenai sanksi. Pasal 26 1. Waktu pelaksanaan debat kandidat presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul ditetapkan oleh Komisi Penyelenggara Pemilu Raya. 2. Tempat pelaksanaan debat kandidat presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul ditetapkan oleh Komisi Penyelenggara Pemilu Raya dengan memeperhatikan prinsip representatif. Pasal 27 Tata cara pelaksanaan teknis debat kandidat persiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul ditetapkan oleh KPPR

BAB X SANKSI-SANKSI Pasal 28 Apabila dalam proses jalannya Pemira terdapat pelanggaran, maka Pengawas Pemira berhak memberikan sanksi setelah melalui mekanisme yang ada. Adapun sanksi yang dimaksud sebagai berikut : a. menghilangkan hak suaranya; b. mencabut hak kampanyenya (khusus untuk pasangan calon); c. pembatalan pencalonan (khusus untuk pasangan calon); d. pengurangan jumlah perolehan suara pasangan calon pada saat Pemira; Pasal 29 Sanksi-sanksi sebagaimana dimaksud di pasal 28, akan diberikan dengan alasan sebagai berikut : 1. Menghilangkan hak suaranya apabila : a. dengan sengaja merusak dan atau menghilangkan atribut dan perlengkapan kampanye; b. dengan sengaja menghujat pasangan calon lain dengan maksud nama baik pasangan calon; c. dengan sengaja mempengaruhi orang lain dengan cara ancaman agar tidak memilih pasangan yang dimaksud. 2. Mencabut hak kampanye apabila : a. Menghina sesorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan atau pasangan calon lain; b. Menghasut atau mengadu domba; c. Menganggu ketertiban umum; d. Mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok mahasiswa, dan atau pasangan calon lain; e. Menggunakan fasilitas tempat ibadah di kampus, sekretariat BEM, dan sekretariat DPM; f. Merusak dan atau dengan sengaja menghilangkan atribut atau perlengkapan kampanye pasangan calon lain.

3. Membatalkan pencalonan sebagaimana dimaksud pasal pasal 28 buitr (c) apabila terlibat secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana selama tahapan pelaksanaan Pemira BEM FKM Unmul. 4. Ketentuan pengurangan penjumlahan perolehan suara pasangan calon sebgaimana dimaksud pada pasal 28 butir (d), dilakukan sebagai berikut : a. Pengurangan 10 suara, apabila tidak mengikuti aturan kampanye yang telah ditentukan; b. Pengurangan 15 suara, apabila tidak melakukan kampanye sama sekali; c. Pengurangan 20 suara, apabila tidak mengikuti debat kandidat antar calon. BAB XI PEMUNGUTAN SUARA Pasal 30 Hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara Pemira presiden dan wakil presiden BEM FKM Unmul ditetapkan oleh KPPR. Pasal 31 1. Pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipimpin oleh Ketua KPPR. 2. Pemberian suara dilaksanakan oleh pemilih. 3. Pelaksanaan pemungutan suara disaksikan oleh saksi calon. 4. Saksi sebagaimana ayat (3) harus menyerahkan mandat tertulis dari calon atau tim pemenangan. Pasal 32 1. Sebelum melaksanakan pemungutan suara, KPPR : a. membuka kotak suara; b. mengeluarkan seluruh isi kotak suara; c. mengidentifikasi jenis dokumen dan peralatan; d. menandatangani surat suara yang akan digunakan oleh pemilih. 2. Saksi calon, Pengawas Pemira, dan mahasiswa berhak menghadiri kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 33 1. Dalam memberikan suara, pemilih diberi kesempatan berdasarkan prinsip urutan kehadiran pemilih. 2. Apabila memilih menerima surat suara yang ternyata rusak, pemilih dapat meminta surat suara pengganti hanya 1 (satu) kali, dan KPPR mencatat surat suara yang rusak dalam berita acara. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam memberikan suara, pemilih dapat meminta surat suara pengganti hanya 1 (satu) kali. Pasal 34 1. Pemberian surat dilakukan dengan mencoblos pada surat suara. 2. Mencoblos sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip memudakan pemilih, akurasi dalam pehitungan suara, dan efisien dalm penyelanggaraan Pemira. 3. Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara mencoblos diatur dalam peraturan KPPR. Pasal 35 1. Pemilih tidak boleh membubuhkan tulisan dan atau tanda lain pada surat suara. 2. Surat suara yang terdapat tulisan dan atau tanda lain dianyatakan tidak sah. Pasal 36 1. Pemilih yang telah memberikan suara, diberi tanda khusus oleh KPPR. 2. Tanda khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam peraturan KPPR. Pasal 37 1. KPPR dilarang mengadakan perhitungan suara sebelum pemungutan suara berakhir. 2. Ketentuan mengenai waktu berakhirnya pemungutan suara ditetapkan dalam pertauran KPPR.

Pasal 38 1. KPPR bertanggung jawab atas pelaksanaan pemungutan suara secara tertib dan lancar. 2. Pemilih melakukan pemberian suara dengan tertib dan bertanggung jawab. 3. Saksi melakukan pemberian suara dengan tertib dan bertanggung jawab. Pasal 39 Mahasiswa yang tidak memiliki hak pilih atau yang tidak sedang melaksanakan pemberian suara dilarang berada di dalam TPS. BAB XII PERHITUNGAN SUARA Pasal 40 1. KPPR melakukan perhitungan suara ditempat yang memadai dan kondusif. 2. Saksi menyaksikan dan mencatat pelaksanaan perhitungan suara. 3. Mahasiswa dapat menyaksikan pelaksanaan perhitungan suara. Pasal 41 Sebelum melakukan perhitungan suara, KPPR menghitung : a. Jumlah pemilih yang memberikan suara berdasarkan daftar pemilih; b. Jumah surat suara yang tidak terpakai; c. Jumlah surat suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau salah dalam memberikan suara; d. Jumlah surat suara di dalam kotak suara. Pasal 42 1. Suara dinyatakan sah apabila : a. Surat suara ditanda tangani oleh Ketua KPPR; b. Dicoblos pada nomor urut atau foto, atau nama salah satu calon; 2. Ketentuan mengenai teknis pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dalam peraturan KPPR.

Pasal 43 1. Perhitungan suara di TPS dilakukan oleh Komisi Penyelenggara Pemilu Raya setelah pemungutan suara berakhir. 2. Sebelum perhitungan suara dimulai, KPPR menghitung : a. jumlah pemilih yang terdaftar; b. jumlah surat suara yang terpakai; c. jumlah surat suara yang tidak terpakai; d. jumlah surat suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru dicoblos. 3. Penggunaan surat suara tambahan dibuatkan berita acara yang ditandatangani oleh Ketua KPPR; Pasal 44 Perhitungan suara dilakukan dengan cara yang memungkinkan saksi pasangan calon, Pengawas Pemira, dan para mahasiswa yang hadir dapat menyaksikan secara jelas proses perhitungan suara. Apabila terjadi selisih suara antara jumlah pemilih yang terdaftar dengan jumlah surat suara terpakai, maka yang menjadi acuan adalah jumlah surat suara yang terpakai. Pasangan calon dan para mahasiswa yang hadir dapat mengajukan keberatan terhadap jalannya penghitungan suara oleh KPPR apabila ternyata terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi pasangan calon sebagaiamana dimaksud ayat (3) dapat diterima, KPPR seketika itu juga mengadakan pembetulan.

3. Format berita acara penerimaan dan format berita acara penghitungan suara ditetapkan oleh KPPR. Pasal 46 KPPR wajib menyegel, menjaga, dan mengamankan keutuhan kotak suara stelah penghitungan suara. BAB XIII PENETAPAN HASIL PEMIRA Pasal 47 1. KPPR menetapkan hasil penghitungan suara dan mengumumkan hasil Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul dalam rapat pleno terbuka yang dihadiri oleh calon/saksi calon. 2. Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 5 (lima) hari sejak hari pemungutan suara. BAB XIV PENGAJUAN KEBERATAN Pasal 48 1. Apabila terdapat pengajuan keberatan yang tidak dapat diselesaikan oleh KPPR selama masa pengajuan keberatan, maka diputuskan oleh DPM FKM Unmul paling lambat 2 (dua) hari sejak diterimanya permohonan keberatan oleh DPM FKM Unmul. 2. Masa pengajuan keberatan terhadap hasil rekapitulasi perhitungan suara selambat-lambatnya diterima oleh KPPR 1 (satu) hari setelah pelaksanaan rekapitulasi perhitungan suara. BAB XV PENETAPAN CALON TERPILIH Pasal 49 1. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan pengumuman hasil Pemira BEM FKM Unmul dilakukan oleh KPPR selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah perhitungan rekapitulasi suara.

1.

2.

3.

4.

Pasal 45 1. Segera setelah selesai perhitungan suara di TPS, KPPR membuat berita acara hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh Ketua KPPR serta dapat ditandatangai oleh saksi pasangan calon. 2. KPPR memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara penghitungan suara kepada saksi pasangan calon yang hadir.

2. Pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak daripada pasangan calon lainnya diumumkan sebgai Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul terpilih dan dibuatkan berita acara hasil Pemira BEM FKM Unmul. 3. Berita acara sebagaiman dimaksud pada ayat (2) pada hari yang sama disampaikan oleh KPPR kepada : a. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul; b. Unit Kegiatan Mahasiwa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul; c. Pembantu Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul; dan d. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul. BAB XVI PELANTIKAN Pasal 50 1. Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul terpilih bersumpah menurut agama dengan sungguh-sunguh dan dilantik oleh DPM FKM Unmul. 2. Sumpah Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM Unmul sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut : Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden (Wakil Presiden) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh konstitusi organisasi dan menjalankan segala peraturan organisasi dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 51 1. Ketentuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 2. Ketentuan yang belum diatur dalam Ketetapan ini dapat diatur kemudian oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman.

Ditetapkan di Samarinda Pada hari Rabu, 11 September 2013 Pukul 15.20 WITA Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman Ketua,

AYU DESEDTIA 1111015028