Anda di halaman 1dari 24

Pengantar NUTRIGENOMIK

I NGH SUJAYA

Life style

Apakah masalah kesmas dipengaruhi oleh kemajuan IPTEK ?

Afrika

Amerika

Dampak defiesiensi nutrien: ketidakseimbangan (inbalance ) ketersediaan/konsentrasi (toxic concentration)

SAKIT
Diet memegang peranan penting dalam kemunculan /pencegahan penyakit

Pangan Fungsional (Functional foods)


Fungsi khusus yang berhubungan dengan kesehatan setelah mengkonsumsi bahan pangan Fungsi khusus adalah outcome (dampak) Bagaimana dampak dihubungkan dengan komponen bahan pangan pada sistem biologis (biological networking-system)

Kenapa diperlukan dalam Kes-Mas ?

Pencegahan penyakit Deteksi dini ? Pencegahan dalam kemunculan penyakit?

mRNA : encode asam amino tRNA : membawa asam amino ke dalam ribosoms selama translasi rRNA : komponen ribososme, dimana asam amino diubah menjadi polipeptida snRNA (small nuclear RNA). Komplek dengan protein dipergunakan dalam proses RNA pada eukaryota

Nutritional genomics
How diets and dietary component affect gene expression and how this changes inturn influences protein expression and modification and metabolisms. Application of genomics (functional genomic, transcriptomics, proteomics, metabolomics) to the study of nutritional science and food technology

Kemajuan di bidang genomik dan informatics menyebabkan terjadi pergeseran dari traditisional epidemiologi ke molekular epidemiologi Diet, lifestyle dan faktor sosial mempengaruhi penyebab, distribusi dan pengendalian penyakit Pemahaman interaksi gen, diet, lifestyle dan lingkungan serta bagaimana interaksinya yang berakibat pada dampak kemunculan penyakit

Persamaan genome individu : 99,9% Perbedaan 0,1% >>berpengaruh pada fungsi biologis Personalized diet (diet untuk individu)

Nutritional Genomics
Nutri-genomic: efek interaksi seluruh gen (genom) dengan bahan pangan/komponen bahan pangan terhadap kemunculan penyakit
Nutri-genetic: efek interaksi gen tunggal/multiple dengan bahan pangan/komponen bahan pangan terhadap kemunculan penyakit

Nutri-genomics/genetics
Untuk mengetahui marker bilogis dari aktiviats biologis komponan bahan pangan Marker biologis penting untuk mengetahui kemunculan/pencegahan penyakit penyakit Marker biologis dihasilkan meliputi proses yang sangat kompleks dalam jalur metabolik yang rumit (sistem biologis)

Pendekatan untuk mengetahui biomarker DNA


Transcriptions

Proteomics

RNA
Translation

Protein Metabolomics metabolites

Sentral dogma

Transcriptomics

DNA RNA Transkripsi : sintesis RNA dari DNA (pada sel dan DNA virus) dan dari RNA pada RNA virus oleh enzim RNA polimerase Translasi:konversi dari mRNA (base seq information) menjadi protein. Base seq encode -aminoacids

TRANSCRIPTOMICS
Keseluruhan ekspresi gen dalam sistem biologis sebagai akibat interaksi dengan bahan pangan/komponen bahan pangan (yang diukur adalah mRNA yang terbentuk) Gene expression micro array technology

contoh

Proteomic
Protein yang terbentuk akibat ekpresi gen (genom)pada sel/organ Analysis proteomics (keseluruhan protein) dapat menentukan profile protein dan atau identifikasi protein yang terbentuk akibat ekpressi gen karena diinduksi bahan pangan/komponen bahan pangan.

Contoh Profile protein (dengan 2Delektroforesis)

Metabolomics
Full set endogenous and exogenous low molecular weight metabolic entities of approximately <1000 Da(metabolites), and a small pathway motifs that are present in a biological systems (cell, tissues, organ, organisms, etc).

<keseluruhan molelkul endo/eksogenus yang ada pada sistem biologis>

The most commons metabolites


Amino acids Lipids Vitamins Small petides Carbohydrates

Tujuan metabolomics
Mengetahui pengaruh/perubahan jalur metabolik akibat bahan pangan/komponen bahan

Interaksi gen-diit Interakasi gen-diit bisa gen tunggal (single gene) atau ganda (multiple gene)

Contoh publikasi
Diiet-gene interaction MTHFR (methylenetetrahydrofolat reductase), ensim penting dalam metabolisme asam folat Mutasi C/T pada posisi nukleotida no 677 pada gen ini menyebabkan penurunan (defective) 35% aktivitas enzim (#) ini, dan menurunkan konsentrasi homosistein (@) di dalam plasma.
#). Transcriptomic, proteomics @) metabolomic

T/T genotype berkaitan dengan elevated (peningkatan) konsentrasi folat pada saat asupan (status folat) rendah. (Saw et al., 2001), Am.J.Clin,Nutr 73, 232-239. MTHFR TT menyebabkan hiperhomosistein di dalam plasma dan berasosiasi dengan peningkatan CVD (chronic vascular diseases) (Miyaki et al. 2005, J Hum Gen., 50, 241-248)
MTHFR C677T polymorphism Would offer a rout in identifying individuals with particular health susceptibility that can be addressed through diet. Homosistein mungkin dapat dijadikan sebagai RISK MARKER (Bio-MARKER)

Contoh 2
Lactase; enzim penghidrolisis lactosa di dalam sal pencernaan Polimorphisms (C/T) pada posisi nukleotida no 13910 pada gen ini berkorelasi kuat dengan aktivitas gen lactase CC genotype >> lactase non-persistent Menunjukkan konisitensi hasil dari >70% etnik yang ada di dunia (Jarvela 2005, Ann Med 37: 179-185) --> EPIGENETICS