Anda di halaman 1dari 153

PT.

BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 DAN 2012 TIDAK DIAUDIT

PT. BANK PAN INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI

Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tidak diaudit 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 serta periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 dan 2012 - Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian - Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian - Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian - Laporan Arus Kas Konsolidasian - Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1-2 3-4 5 6-7 8 144

INFORMASI TAMBAHAN - Informasi Laporan Posisi Keuangan Tersendiri Entitas Induk - Informasi Laporan Laba Rugi Komprehensif Tersendiri Entitas Induk - Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Tersendiri Entitas Induk - Informasi Laporan Arus Kas Tersendiri Entitas Induk - Informasi Investasi dalam Entitas Anak dan Entitas Asosiasi

145 146

147 148 149 150

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit)

30 JUNI Catatan 2013 Rp Juta ASET Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Pihak berelasi Pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Efek - Efek - pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih Tagihan derivatif - pihak ketiga Kredit Pihak berelasi Pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Tagihan anjak piutang - pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - pihak ketiga Piutang sewa pembiayaan - pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Piutang pembiayaan konsumen - pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Tagihan akseptasi - pihak ketiga Penyertaan dalam bentuk saham Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Aset tetap - bersih Aset pajak tangguhan - bersih 3b, 3g, 5 3g, 3l, 6 3g, 3l, 7 3f, 46 1,103,790 9,554,455

31 DESEMBER 2012 Rp Juta 1,438,005 8,963,338

31,679 673,656 (8) 705,327 7,604,649 7,604,649 11,758,209 (76,876) 11,681,333 2,030

34,453 936,528 (1) 970,980 7,095,246 (250) 7,094,996 11,888,209 (165,807) 11,722,402 879

3g, 3m, 8

3g, 3n, 9

3g, 3o, 10 3g, 3p, 3q,11 3f, 46

22,130 97,875,351 (1,452,503) 96,444,978 1,713,395 (27) 1,713,368 12,142,380 1,637,600 (10,164) 1,627,436 3,630,720 (46,530) 3,584,190 1,050,968 537,961 (625) 537,336 2,026,905 100,956

17,219 92,944,021 (1,309,299) 91,651,941 1,215,032 (110) 1,214,922 14,206,088 1,442,476 (7,146) 1,435,330 3,596,819 (44,989) 3,551,830 1,075,464 492,678 (625) 492,053 2,114,288 96,958

3g, 3aa, 12

3g, 3ff, 13 3g, 3s,14

3g, 3t, 15

3g, 3r, 16 3f, 3g, 3u 17, 46

3v, 3x, 18 3ll, 42 3d, 3g, 3w, 3y 3z, 3hh, 3ii, 3kk, 19

Aset Lain-Lain JUMLAH ASET

2,831,070 152,711,171

2,763,141 148,792,615

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit)

30 JUNI Catatan 2013 Rp Juta LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas segera Simpanan Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Simpanan dari bank lain Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - pihak ketiga Liabilitas derivatif - pihak ketiga Liabilitas akseptasi - pihak ketiga Surat berharga yang diterbitkan - bersih Pinjaman yang diterima - pihak ketiga Utang pajak Liabilitas Lain - lain Obligasi subordinasi - bersih Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham Modal dasar - 96.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 24.087.645.998 saham Agio saham Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non - pengendali Komponen ekuitas lainnya Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Saldo Laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Kepentingan Non Pengendali Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3c, 30 140,000 11,586,066 17,511,037 1,310,854 18,821,891 152,711,171 3bb 3h, 3cc, 20 3f, 46 340,944

31 DESEMBER 2012 Rp Juta

312,780

396,871 107,051,522 107,448,393

458,919 102,236,341 102,695,260

3h, 3dd, 21 3f, 46

12,314 9,096,909 9,109,223 2,392,532 3,775 1,044,772 4,808,681 2,934,428 166,143 1,213,026 4,427,363 133,889,280

111,657 6,670,583 6,782,240 5,362,547 1,415 1,063,267 4,909,505 2,554,943 254,787 1,284,027 5,924,079 131,144,850

3h, 3gg, 22 3h, 3o, 10 3h, 3r, 16 3h, 3ee, 23 3h, 24 3ll, 25 3h, 3ii, 3kk, 26 3h, 3ee, 27

28 3ee, 28 3u, 29 3g, 3n, 9

2,408,765 3,444,330 (7,159) (60,965)

2,408,765 3,444,330 (7,159) 15,325

140,000 10,403,118 16,404,379 1,243,386 17,647,765 148,792,615

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 2

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI Catatan 2013

30 JUNI 2012 (disajikan kembali) Rp Juta

Rp Juta PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan Bunga Bunga yang diperoleh Provisi dan komisi kredit Jumlah pendapatan bunga Beban Bunga Bunga Hadiah Provisi dan komisi yang dibayar Jumlah beban bunga Pendapatan Bunga - bersih Pendapatan Operasional Lainnya Keuntungan bersih penjualan efek Pendapatan underwriting Provisi dan komisi selain kredit - bersih Pendapatan transaksi valuta asing - bersih Kenaikan (penurunan) nilai efek yang diperdagangkan Bagian laba bersih entitas asosiasi Lainnya Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Beban (pemulihan) kerugian penurunan nilai Aset produktif Aset non produktif dan lainnya Jumlah Beban Kerugian Penurunan Nilai Beban Operasional Lainnya Umum dan administrasi Tenaga kerja Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Lainnya Jumlah Beban Operasional Lainnya Beban Operasional Lainnya - Bersih LABA OPERASIONAL Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 3f, 3ee, 3gg, 3hh 33, 46 3f, 3ff, 3hh 32, 46 6,094,198 202,933 6,297,131

5,256,077 178,135 5,434,212

2,502,112 721,661 217,848 3,441,621 2,855,510

2,395,433 334,968 138,386 2,868,787 2,565,425

3n, 9, 34 3ii, 35 3jj, 36 3e 3n, 9 3u, 17 37

35,511 33,673 95,821 (83,102) 50,715 413,143 545,761

95,462 176,351 33,584 152,856 (55,728) 30,765 481,894 915,184

3f, 7, 8, 9, 11 12, 14, 15, 19, 38 3x, 19, 38, 46

218,224 (33,258) 184,966

471,993 (37,939) 434,054

3f, 39, 46 40 3kk, 44 3ii, 41

740,299 544,290 135,407 121,210 1,541,206 (1,180,411) 1,675,099

766,675 415,964 121,171 196,404 1,500,214 (1,019,084) 1,546,341

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI Catatan 2013

30 JUNI 2012 (disajikan kembali)

Rp Juta PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Hasil sewa Lainnya - bersih PENDAPATAN NON OPERASIONAL - BERSIH LABA SEBELUM BEBAN PAJAK MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 3ll, 42 (386,816) (20,636) (407,452) 1,281,442 3,812 9,983 13,795 1,688,894

Rp Juta 6,435 77,381 83,816 1,630,157

(441,893) 53,166 (388,727) 1,241,430

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Manfaat (beban) pajak terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain Jumlah Laba Komprehensif 3n, 9 (101,027) 24,661 1,205,076 16,646 1,258,076

LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non Pengendali LABA BERSIH

3c, 30

1,182,951 98,491 1,281,442

1,098,124 143,306 1,241,430

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA : Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non Pengendali Jumlah Laba Komprehensif

1,106,585 98,491 1,205,076

1,109,257 148,819 1,258,076

LABA PER SAHAM (dalam Rupiah penuh) Dasar/Dilusian Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

3mm, 43 49.11 45.59

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

Catatan

Modal saham Rp Juta

Agio saham Rp Juta

Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non-pengendali Rp Juta

Komponen ekuitas lainnya perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Rp Juta

Saldo laba Ditentukan Tidak ditentukan penggunaannya penggunaannya Rp Juta Rp Juta

Ekuitas yang dpt diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp Juta

Kepentingan Non Pengendali Rp Juta

Jumlah Ekuitas Rp Juta

Saldo per 1 Januari 2012 Cadangan umum Selisih transaksi ekuitas dengan pihak nonpengendali Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak Saldo per 30 Juni 2012 (disajikan kembali) Selisih transaksi ekuitas dengan pihak nonpengendali Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak Saldo per 31 Desember 2012 Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak Saldo per 30 Juni 2013

2,408,765

3,444,330

(16,454)

(23,370)

120,000 20,000 140,000

8,315,575 (20,000) 1,098,124 1,098,124 9,393,699

14,248,846

1,649,390

15,898,236

3u 3n , 9

3,444,330

(16,454)

11,132 11,132 3,515 (8,723)

1,098,124 11,132 1,109,256 3,515 15,361,617

143,306 5,514 148,820 (53,018) 1,745,192

1,241,430 16,646 1,258,076 (49,503) 17,106,809

3c

2,408,765

3u 3n , 9

3,444,330 3,444,330

9,295 (7,159) (7,159)

24,048 24,048 15,325 (76,366) (76,366) 76 (60,965)

140,000 140,000

1,009,419 1,009,419 10,403,118 1,182,951 1,182,951 (3) 11,586,066

9,295 1,009,419 24,048 1,033,467 16,404,379 1,182,951 (76,366) 1,106,585 73 17,511,037

27,486 1,430 28,916 (530,722) 1,243,386 98,491 98,491 (31,023) 1,310,854

9,295 1,036,905 25,478 1,062,383 (530,722) 17,647,765 1,281,442 (76,366) 1,205,076 (30,950) 18,821,891

3c

2,408,765 -

3n , 9

3c

2,408,765

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

PT BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI 2013 Rp Juta ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Bunga,provisi dan komisi kredit yang diterima Bunga, hadiah, provisi dan komisi dana yang dibayar Penerimaan pendapatan operasional lainnya Pembayaran beban operasional lainnya Keuntungan dari transaksi valuta asing - bersih Penerimaan pendapatan non operasional - bersih Pembayaran beban pajak Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Penurunan (kenaikan) aset operasi Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Kredit Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Investasi neto sewa pembiayaan Piutang pembiayaan konsumen Tagihan anjak piutang Aset lain-lain Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas Akseptasi Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Liabilitas lain-lain Kas bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap Penerimaan dividen Perolehan aset tetap Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerbitan surat berharga yang diterbitkan Pelunasan surat berharga yang diterbitkan Pelunasan obligasi subordinasi Biaya emisi obligasi yang diterbitkan Penjualan (pembelian) kembali obligasi yang diterbitkan Penerimaan pinjaman yang diterima Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE (135,000) (1,500,000) (10,285) (435) 379,485 (1,266,235) 2,622,434 19,290,390 21,912,824 6,315,571 (3,477,034) 482,327 (1,441,060) 80,769 44,574 (468,072) 1,537,075

30 JUNI 2012 Rp Juta

5,382,403 (2,879,914) 787,232 (1,309,826) 89,304 84,313 (461,843) 1,691,669

2,071,717 (5,081,913) 2,063,708 (196,803) (57,719) (498,364) 103,618 (2,807) 4,753,133 2,326,983 6,001 (2,970,015) (128,868) 3,925,746

1,805,623 2,410,054 (12,559,835) (2,990,862) (275,237) (183,712) 33,865 (272,730) 68,172 7,038,713 3,265,976 (391) (602,497) 156,075 (415,117)

3,673 37 (40,787) (37,077)

5,016 60 (154,522) (149,446)

800,000 (1,550,000) (7,049) 9,000 284,490 (463,559) (1,028,122) 28,161,602 27,133,480

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI 2013 Rp Juta

30 JUNI 2012 Rp Juta

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Kas dan setara kas terdiri dari : Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Sertifikat Bank Indonesia Jumlah

1,103,790 9,554,455 705,335 7,604,649 2,944,595 21,912,824

1,127,088 8,395,204 617,746 9,450,117 7,543,325 27,133,480

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Bank Pan Indonesia Tbk (selanjutnya disebut "Bank") didirikan dengan akta No. 85 tanggal 17 Agustus 1971 dari notaris Juliaan Nimrod Siregar gelar Mangaradja, S.H. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. J.A.5/81/24 tanggal 19 April 1972 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 45 tanggal 6 Juni 1972 Tambahan No. 210. Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta No. 09 tanggal 9 Juli 2010 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta, dalam rangka peningkatan modal dasar Bank dari Rp 5.900 miliar menjadi Rp 9.600 miliar, terbagi menjadi 96.000 juta saham. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-46590.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 1 Oktober 2010. Bank berkedudukan di Jakarta dengan 54 kantor cabang di Indonesia, 1 (satu) kantor perwakilan di Singapura, 1 (satu) cabang di Cayman Islands. Kantor pusat Bank beralamat di Gedung Panin Centre Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Jumlah rata-rata karyawan Bank dan entitas anak 9.031 karyawan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 8.199 karyawan pada tanggal 31 Desember 2012. Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan usaha bank umum dalam arti kata seluas-luasnya di dalam maupun di luar negeri. Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 18 Agustus 1971, sesuai dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.KEP205/DDK/II/8/1971 tanggal 18 Agustus 1971. Sesuai dengan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 5/2-Kep.Dir.tanggal 21 April 1972, Bank telah mendapat persetujuan menjadi bank devisa. Bank tergabung dalam kelompok usaha Panin Group. Susunan pengurus dan Komite Audit Bank pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 Dew an Kom isaris Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen Direksi Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Kredit Konsumer Direktur Kredit Komersial Direktur Kredit Korporasi Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Umum dan Personalia Perbankan International Treasury Kepatuhan Keuangan 31 Desember 2012

Drs. Johnny Drs. H. Bambang Winarno Suw irjo Josow idjojo Drs. Riyanto

Drs. Johnny Drs. H. Bambang Winarno Suw irjo Josow idjojo Drs. Riyanto

Drs. H. Rostian Sjamsudin Chandra Rahardja Gunaw an Roosniati Salihin Ng Kean Yik Edy Heryanto Isw anto Tjitradi Lionto Gunaw an Hendraw an Danusaputra Gunaw an Santoso Antonius Ketut Dw irianto H. Ahmad Hidayat

Drs. H. Rostian Sjamsudin Chandra Rahardja Gunaw an Roosniati Salihin Ng Kean Yik Edy Heryanto Isw anto Tjitradi Lionto Gunaw an Hendraw an Danusaputra Gunaw an Santoso Antonius Ketut Dw irianto H. Ahmad Hidayat

Kom ite Audit Ketua Anggota

Drs. Riyanto Adriana Mulianto Lukman Abdullah Laurentius S. Soew argo

Drs. Riyanto Adriana Mulianto Lukman Abdullah Susanto Sorip

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
30 Juni 2013 Kom ite Pem antau Risiko Ketua Anggota 31 Desember 2012

Drs. Riyanto Lukman Abdullah Laurentius S. Soew argo Susanto Sorip Hikmahanto Juw ana

Drs. Riyanto Lukman Abdullah Adriana Mulianto Susanto Sorip Hikmahanto Juw ana

Kom ite Rem unerasi dan Nom inasi Ketua Anggota

Drs. H. Bambang Winarno Drs. Riyanto Akijat Lukito Yusak Zefanya Herbert J.S. Sibuea Jasman Ginting

Drs. H. Bambang Winarno Drs. Riyanto Suw irjo Josow idjojo Yusak Zefanya Herbert J.S. Sibuea Jasman Ginting

Internal Audit Sekretaris Perusahaan

Pembentukan Komite Audit telah sesuai dengan Peraturan No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit yang terdapat dalam lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012. b. Entitas anak Bank merupakan pemegang saham terbesar dibandingkan dengan kepemilikan pihak lain serta memiliki pengaruh signifikan atas manajemen entitas anak berikut:
Entitas anak Jenis Usaha P ersentase P emilikan 201 3 P T Clipan Finance Indo nesia Tbk (CFI) P T B ank P anin Syariah (d/h B ank Harfa) (B P S) P T Verena M ulti Finance Tbk (VM F) (d/h P T Verena Oto Finance Tbk) Lembaga pembiayaan B ank Syariah 54,35% 99.997% 201 2 54,35% 99.997% 1 982 2009 Tahun Operasi Ko mersial Jumlah A set 30-Jun-1 3 Rp juta 5,401 ,987 2,604,027

Lembaga pembiayaan

42,87%

42,87%

1 994

1 ,878,560

Seluruh entitas anak berdomisili di Jakarta. Pada tanggal 18 Oktober 2012 Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 14/14/PBI/2012 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank yang berlaku efektif pada tanggal tersebut. PBI ini menggantikan PBI No. 3/22/PBI/2001 antara lain mengenai Pengendalian. PBI baru telah menghapus definisi pengendalian sehubungan dengan Bank memiliki atau mengendalikan sekurang-kurangnya 10% saham dan merupakan pemegang saham terbesar dibandingkan dengan kepemilikan pihak lain dalam perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan AMAG tidak dikonsolidasikan lagi dengan Bank sejak 1 Oktober 2012. Selanjutnya penyertaan dalam AMAG dicatat sebagai penyertaan dalam bentuk saham dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual (Catatan 17). Ringkasan laporan laba rugi AMAG yang termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk periode Januari September 2012 adalah sebagai berikut:
2012 (Sembilan bulan) Rp Juta Pendapatan Laba sebelum beban pajak Laba bersih Laba komprehensif 269,871 202,296 195,407 201,843

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

c.

Penawaran Umum Efek Grup Penawaran Umum Saham Pada tanggal 28 Oktober 1982, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. SI-014/PM/E/1982 untuk melakukan penawaran umum atas 1.637.500 saham Bank kepada masyarakat. Penawaran Umum Perdana dan Terbatas yang telah dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Nilai Nominal per saham Rp 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 500 500 250 100 Harga Penawaran per saham Rp 3,475 3,550 4,500 13,000 1,900 1,200 500 1,100 350 Nomor dan tanggal surat efektif dari Bapepam

Tahun

Keterangan

1982 1983 1989 1990 1995 1997 1998 1999 2006

Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum Penawaran Umum

Perdana Kedua Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas

I II III IV V VI VII

1,637,500 3,162,500 3,200,000 3,830,931 60,180,462 300,902,312 702,105,395 1,225,406,221 4,016,358,393

SI-014/PM/E/1982 28 Oktober 1982 SI-017/PM/E/1983 18 Mei 1983 S-467/PM/1989 31 Oktober 1989 21 April 1990 S-725/PM/1995 8 Juni 1995 S-1212/PM/1997 10 Juni 1997 S-1268/PM/1998 19 Juni 1998 S-1180/PM/1999 29 Juni 1999 S-791/BL/2006 28 Juni 2006

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa I para pemegang saham yang tercantum dalam Akta Berita Acara No. 52 tanggal 28 Mei 2004 dari Veronica Lily Dharma, S.H., notaris di Jakarta, disetujui pembagian saham bonus yang berasal dari saldo laba dengan jumlah maksimum 1.176.093.346 saham. Jumlah saham bonus yang dibagikan menjadi sejumlah 1.176.091.818 saham karena adanya pembulatan. Nilai nominal Rp 100 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 28 Juni 2004. Pada tanggal 30 Juni 2013, sejumlah 23.837.645.998 saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) dan sejumlah 250.000.000 saham yang merupakan saham pendiri tidak dicatatkan di bursa. Penawaran Umum Obligasi Pada tanggal 12 Desember 2012, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan surat No. S-14175/BL/2012 untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2012, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 29 Oktober 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-9803/BL/2010 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 540 miliar. Pada tanggal 5 Nopember 2010, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 29 September 2009, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No. S-8699/BL/2009 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin III Tahun 2009 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 800 miliar. Pada tanggal 7 Oktober 2009, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 7 Juni 2007, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No. S-2708/BL/2007 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin II Tahun 2007 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 1.650 miliar. Pada tanggal 20 Juni 2007, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Surabaya). Pada tanggal 28 Desember 1999, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan surat No. S-2682/PM/1999 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin I Tahun 2000 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 500 miliar. Pada tanggal 15 Maret 2000, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Sampai dengan tahun 2005, Bank telah menarik kembali seluruh obligasi Bank Panin I tahun 2000. 10

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pada tanggal 30 Nopember 2012, VMF memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan surat No. S-13646/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 300 miliar. Pada tanggal 12 Desember 2012 seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 11 Maret 2011, VMF memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Ketua Bapepam-LK dengan surat No.S-2568/BL/2011 untuk melakukan penawaran obligasi Verena Multi Finance I tahun 2011 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 500 miliar. Pada tanggal 21 Maret 2011, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 31 Oktober 2011, Clipan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan surat No. S-11740/BL/2011 untuk melakukan penawaran obligasi Clipan Finance Indonesia III Tahun 2011 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 miliar. Pada tanggal 9 Nopember 2011, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Penawaran Umum Medium Term Notes Clipan menerbitkan Medium Term Notes I Clipan Finance Indonesia Tahun 2012 dengan nilai nominal sebesar Rp 800 miliar sebagaimana termaktub dalam akta Perjanjian Penerbitan Dan Agen Pemantauan Medium Term Notes I Clipan Finance Indonesia Tahun 2012 No. 59 tanggal 29 Maret 2012. Pada tanggal 14 Desember 2011, VMF menerbitkan Medium Term Notes I Verena Multi Finance Tahun 2011 dengan nilai nominal sebesar Rp 200 miliar sebagaimana termaktub dalam akta Perjanjian Penerbitan, Agen Pemantauan dan Arranger Medium Term Notes I Verena Multi Finance tahun 2011 No. 49 tanggal 14 Desember 2011. Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Pada tanggal 12 Desember 2012, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan surat No.S-14175/BL/2012 untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 2.000 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2012, seluruh obligasi subordinasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 29 Oktober 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-9803/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 2.460 miliar. Pada tanggal 5 Nopember 2010, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia Pada tanggal 27 Maret 2008, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No.S-1767/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 1,5 triliun. Pada tanggal 10 April 2008, seluruh obligasi subordinasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 5 Juni 2003, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan surat No. S-1279/PM/2003 untuk melakukan penawaran umum obligasi Subordinasi Bank Panin I Tahun 2003 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 1.300 miliar. Pada tanggal 23 Juni 2003, seluruh obligasi subordinasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Pada tanggal 17 Juni 2008, Bank telah menarik kembali seluruh obligasi Subordinasi Bank Panin I Tahun 2003.

11

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)

DAN

REVISI

(PSAK)

DAN

Standar yang berlaku efektif pada periode berjalan dan periode-periode sebelumnya Berlaku efektif 2013 Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013 adalah PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali dan penyesuaian Standar Akuntansi Keuangan atas PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Berlaku efektif 2012 Dalam tahun 2012, Grup telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2012. Penerapan standar baru dan revisi serta interpretasi telah berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi Grup yang mempengaruhi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya: PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan Standar baru ini menggantikan persyaratan pengungkapan dalam PSAK 50 (revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. Standar baru ini mengakibatkan pengungkapan mengenai (a) signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan Grup, dan (b) sifat dan luasnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana Grup terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut (Catatan 54). Berikut ini standar baru dan standar revisi serta interpretasi yang diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi dapat mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan: PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing PSAK 13 (revisi 2011), Properti Investasi PSAK 16 (revisi 2011), Aset Tetap PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja PSAK 26 (revisi 2011), Biaya Pinjaman PSAK 30 (revisi 2011), Sewa PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 56 (revisi 2011), Laba Per Saham ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15, PSAK 24 Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya ISAK 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya ISAK 23, Sewa Operasi Insentif ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa ISAK 25, Hak Atas Tanah ISAK 26, Penilaian Ulang Derivatif Melekat Manajemen telah menetapkan bahwa standar tersebut tidak berdampak pada laporan keuangan.

12

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

3.

KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. b. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata uang penyajian untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Laporan keuangan entitas anak yang menjalankan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101 (Revisi 2011) tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah. c. Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Bank dan entitas yang dikendalikan oleh Bank (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Bank mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Hasil dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama periode berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Grup. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Nilai tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan nonpengendali pada pengakuan awal ditambah dengan proporsi kepentingan non-pengendali atas perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif diatribusikan pada kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk 13

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

goodwill) dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Grup telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer langsung ke saldo laba sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, jika sesuai, biaya perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas. d. Kombinasi Bisnis Akuisisi entitas anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan kepentingan non pengendali dari pihak yang diakuisisi.Kepentingan non-pengendali pemegang saham pada awalnya mungkin diukur pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat pada tanggal akuisisi. Imbalan akuisisi adalah nilai wajar dari aset yang diserahkan, liabilitas yang timbul kepada pihak yang diakuisisi dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Selisih lebih imbalan akuisisi atas biaya akuisisi diakui sebagai goodwill, sedangkan selisih lebih biaya akuisisi atas imbalan akuisisi diakui langsung dalam laba rugi tahun berjalan. Imbalan untuk akuisisi dapat termasuk aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontinjen yang diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran periode. Semua perubahan selanjutnya dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi. Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Grup memperoleh informasi lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu tahun dari tanggal akuisisi. e. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Pembukuan tersendiri dari masing-masing entitas dalam Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsionalnya. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.

14

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

f.

Transaksi Pihak-pihak Berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor): a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). ii. satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). vii. orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.

g.

Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: Nilai wajar melalui laba rugi Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Pinjaman yang diberikan dan piutang Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika: diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual terkini; atau merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.

15

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Aset keuangan selain aset keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan, dan informasi tentang Grup disediakan secara internal kepada manajemen kunci entitas, misalnya direksi dan CEO. Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 3i. Dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta Grup mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai yang ada. Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur dan dicatat pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi revaluasi investasi AFS di ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui pada laba rugi. Jika aset keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui pada revaluasi investasi AFS, direklas ke laba rugi. Dividen atas instrument AFS, jika ada, diakui pada laba rugi pada saat Grup untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan. Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatanbunga dan beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. 16

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Perhitungan dari suku bunga efektif termasuk semua fee dan pembayaran atau penerimaan poin yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Biaya transaksi termasuk biaya incremental yang secara langsung berkaitan dengan akuisisi atas penerbitan aset atau liabilitas keuangan. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang dalam nilai wajar dari instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif terjadinya penurunan nilai. Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Kerugian penurunan nilai dihitung secara individual untuk aset keuangan yang signifikan secara individual serta kolektif untuk aset yang secara individual tidak signifikan dan secara individual signifikan namun tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai. Di dalam menentukan penurunan nilai kolektif, aset keuangan dikelompokkan pada kelompok aset keuangan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang serupa. Arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual dan pengalaman kerugian historis untuk aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Pengalaman historis kerugian disesuaikan berdasarkan hasil pengamatan data pada masa kini, untuk merefleksikan efek dari kondisi masa kini yang tidak mempengaruhi periode dari pengalaman historis. Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Grup harus menghitung: Probability of default (PD) model ini menilai probabilitas konsumen gagal melakukan pembayaran kembali secara penuh dan tepat waktu. Recoverable amount didasarkan pada identifikasi arus kas masa depan dan estimasi nilai kini dari arus kas tersebut (discounted cash flow). Loss given default (LGD) Grup mengestimasi kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Grup apabila terjadi tunggakan fasilitas kredit/ pembiayaan. LGD menggambarkan jumlah utang yang tidak dapat diperoleh kembali dan umumnya ditunjukkan dalam persentase dari exposure at default (EAD). Model perhitungan LGD mempertimbangkan jenis peminjam, fasilitas dan mitigasi risiko, misalnya ketersediaan agunan. Loss identification period (LIP) periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan dalam kelompok aset keuangan sampai bukti obyektif dapat diidentifikasi atas fasilitas kredit/ pembiayaan secara individual. Exposure at default (EAD) Grup mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan dari fasilitas kredit/pembiayaan pada saat terjadi tunggakan. PD, LGD dan LIP diperoleh dari observasi data fasilitas kredit/ piutang pembiayaan selama minimal tiga tahun. 17

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan mengkalikan nilai baki debet fasilitas kredit/ piutang pembiayaan pada posisi laporan dengan probability default (PD), loss identification period (LIP) dan loss given default (LGD). Kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan nilai tercatat dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan dikurangi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai yang terbentuk. Pada saat penurunan nilai diakui dalam aset keuangan atau kelompok aset keuangan, pendapatan bunga diakui berdasarkan nilai tercatat setelah penurunan nilai menggunakan tarif bunga yang digunakan untuk mendiskontokan estimasi arus kas masa datang pada saat menghitung penurunan nilai. Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi. Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke pendapatan komprehensif lain. Cadangan kerugian penurunan nilai untuk entitas anak yang bergerak di bidang perbankan syariah mengacu kepada peraturan Bank Indonesia No. 8/21/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 dan perubahannya, Peraturan Bank Indonesia No. 9/9/PBI/2007 tanggal 18 Juni 2007 dan No. 13/13/PBI/2011 tanggal 24 Maret 2011. Aset dihapusbukukan dari cadangan kerugian penurunan nilai pada saat manajemen berpendapat bahwa aset tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan/ atau sulit untuk ditagih. Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan pada tahun berjalan dicatat sebagai penambahan cadangan kerugian penurunan nilai yang bersangkutan selama tahun berjalan.Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional tahun berjalan. Penghentian pengakuan aset keuangan Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. h. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. 18

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan diklasifikasi sebagai FVTPL pada saat liabilitas keuangan baik dimiliki untuk diperdagangkan atau ditetapkan pada FVTPL. Liabilitas keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika: diperoleh terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual terkini; atau merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai. Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan, dan informasi tentang Grup disediakan secara internal kepada manajemen kunci entitas, misalnya direksi dan CEO. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup setiap bunga yang dibayar dari liabilitas keuangan. Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, diakui pada nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut.Pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat pengembalian yang efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, kewajiban Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. i. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk mempertukarkan suatu aset atau untuk menyelesaikan suatu liabilitas antara pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar (arms length transaction). Dalam rangka konsistensi dan perbandingan dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan terkait dalam dan diantara entitas pelaporan, Grup melakukan pengukuran nilai wajar atas instrumen keuangan yang dimiliki dengan hirarki berikut: Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga). Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi). 19

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

j.

Reklasifikasi Instrumen Keuangan Reklasifikasi Aset Keuangan Sejak 1 Januari 2012, Grup tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset keuangan FVTPL. Grup hanya dapat melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang jika aset keuangan tersebut memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang dan Grup memiliki intensi dan kemampuan memiliki aset keuangan untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari kelompok aset keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia untuk dijual.Aset keuangan tersebut direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan diamortisasi yang baru. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam laba rugi tidak boleh dibalik. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diamortisasi ke laba rugi selama sisa umur aset keuangan (jika aset keuangan memiliki jatuh tempo tetap) atau tetap diakui dalam pendapatan komprehensif lain sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap). Reklasifikasi Liabilitas Keuangan Grup tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau ke kelompok liabilitas keuangan FVTPL.

k.

Saling Hapus Antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika: saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

l.

Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Giro pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan giro pada Bank Indonesia dan bank lain mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan.

m. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. n. Efek-efek Efek-efek diklasifikasikan dalam kategori diperdagangkan, tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan efek-efek mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. Efek-efek yang dimiliki entitas anak yang bergerak dibidang perbankan syariah diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 110 Akuntansi Suk uk yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2012. 20

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

o.

Tagihan dan Liabilitas Derivatif Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL). Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas derivatif mengacu pada Catatan 3g, 3h, 3i dan 3j terkait aset keuangan dan liabilitas keuangan.

p.

Kredit Kredit diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan kredit mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. Pembiayaan murabahah adalah suatu pembiayaan oleh entitas anak, BPS, dalam bentuk transaksi jual beli sebesar harga pokok barang ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. Piutang murabahah dinyatakan sebesar saldo piutang dikurangi dengan margin yang ditangguhkan dan penyisihan penghapusan.

q.

Restrukturisasi Kredit Bermasalah Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas yang akan datang yang telah ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi.

r.

Tagihan dan Liabilitas Akseptasi Tagihan akseptasi diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Liabilitas akseptasi dikategorikan sebagai liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas akseptasi mengacu pada Catatan 3g, 3h, 3i dan 3j terkait aset keuangan dan liabilitas keuangan.

s.

Sewa Sewa adalah suatu perjanjian yang mana lessor memberikan kepada lessee hak untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, lessee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor. Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Sebagai Lessor Dalam sewa pembiayaan, lessor mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan sebesar jumlah investasi neto sewa pembiayaan entitas anak. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih lessor. Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. 21

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Sebagai Lessee Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Grup yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas sewa pembiayaan. Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan pengurangan dari liabilitas sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus ( straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontijen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna. t. Piutang Pembiayaan Konsumen Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan piutang pembiayaan konsumen mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. Pendapatan lain yang diterima sehubungan dengan transaksi pembiayaan konsumen diakui dan dicatat sebagai pendapatan dalam tahun yang bersangkutan. u. Penyertaan dalam Bentuk Saham Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee. Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58 (revisi) 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Investasi pada entitas asosiasi dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas aset bersih entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari nilai investasi bersih Grup dalam entitas asosiasi) diakui hanya sebatas bahwa Grup telah mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atau melakukan pembayaran atas liabilitas entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilai sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan dari kepemilikan Grup dari nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali segera diakui di dalam laba rugi.

22

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian dieliminasi sebesar kepentingan mereka dalam entitas asosiasi. Penyertaan lainnya Penyertaan dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% diklasifikasikan dalam kategori tersedia untuk dijual. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan penyertaan lainnya mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. v. Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dengan menggunakan metode saldo-menurun-ganda (double-declining balance method), kecuali untuk bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) masing-masing dengan tarif sebagai berikut:
Tahun Bangunan Kendaraan Bermotor Inventaris Kantor 12 22 48 48 Tarif Penyusutan 4.55% - 8.33% 25% - 50% 25% - 50%

Aset tetap kendaraan bermotor dan inventaris kantor milik entitas anak disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 2 5 tahun (Catatan 56), dengan tarif penyusutan sebesar 20% - 50%. Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki sendiri atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biayabiaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang dihentikan pengakuannya atau yang dijual nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset tetap. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.

23

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

w. Aset Tak berwujud Aset takberwujud terdiri dari goodwill dan perangkat lunak yang dibeli oleh Grup. Goodwill Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian yaitu tanggal akuisisi (Catatan 3d). Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Grup pada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi sebagai pembelian dengan diskon. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari Grup yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya. Pada pelepasan entitas anak, jumlah yang dapat diatribusikan dari goodwill termasuk dalam penentuan laba atau rugi atas pelepasan. Masa manfaat ekonomis dari goodwill tidak dapat ditentukan sampai terjadinya pelepasan pengendalian. Perangkat Lunak Perangkat lunak yang dibeli oleh Grup dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode saldo-menurun-ganda (doubledeclining balance method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 4 tahun. Tarif penyusutan per tahun sebesar 50%. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode amortisasi direview setiap akhir tahun. Perangkat lunak yang dihentikan pengakuannya dikeluarkan dari kelompok aset tak berwujud. x. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan kecuali Goodwill Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Grup mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. y. Aset Tetap yang Belum Digunakan dalam Kegiatan Operasional Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional dinyatakan sebesar nilai tercatat, yaitu biaya perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. 24

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

z.

Agunan yang Diambil Alih Tanah dan aset lainnya (jaminan kredit yang telah diambil alih oleh Grup) disajikan dalam akun Agunan yang Diambil Alih dalam kelompok Aset lain-lain. Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit atau piutang pembiayaan di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih, dibebankan ke dalam akun cadangan kerugian penurunan nilai. Sedangkan selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit atau piutang pembiayaan, agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo kredit atau piutang pembiayaan dan selisihnya dicatat dalam administratif Bank. Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan. Manajemen mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil alih dibentuk atas penurunan nilai agunan yang diambil alih. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi.

aa. Tagihan Anjak Piutang Tagihan anjak piutang diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan tagihan anjak piutang mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. bb. Liabilitas Segera Liabilitas segera adalah liabilitas Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. cc. Simpanan Simpanan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. Simpanan entitas anak yang bergerak di bidang perbankan syariah dinyatakan sebagai berikut: Giro wadiah dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro. Simpanan entitas anak yang bergerak di bidang perbankan syariah dinyatakan sebagai berikut: Giro wadiah dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro. Tabungan mudharabah dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan. Deposito berjangka mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito berjangka dengan entitas anak. dd. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. 25

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, inter-bankcall money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari, tabungan dan deposito berjangka. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan dari bank lain mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. ee. Instrumen Utang dan Ekuitas yang Diterbitkan Surat Berharga yang Diterbitkan Obligasi yang diterbitkan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan surat berharga yang diterbitkan mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. Obligasi Subordinasi Obligasi subordinasi yang diterbitkan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan obligasi subordinasi mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. Biaya Emisi Saham Biaya emisi saham yang menambah dan beratribusi secara langsung terhadap penerbitan saham baru disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. ff. Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( reverse repo) diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar harga jual kembali efek-efek yang disepakati dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan metode suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan efek yang dibeli dengan janji dijual kembali mengacu pada Catatan 3g, 3i dan 3j terkait aset keuangan. gg. Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) diklasifikasikan dalam kategori liabililtas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali ( repo) disajikan sebagai liabilitas sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali yang disepakati. Selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga saat dibeli kembali. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan efek yang dijual dengan janji dibeli kembali mengacu pada Catatan 3h, 3i dan 3j terkait liabilitas keuangan. 26

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

hh. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3g). Pendapatan kredit yang mengalami penurunan nilai dihitung menggunakan suku bunga efektif atas dasar nilai kredit setelah memperhitungkan kerugian penurunan nilai.

Pendapatan dan beban bunga yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian termasuk: Bunga pada aset dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi yang dihitung menggunakan suku bunga efektif. Bunga pada instrumen sekuritas investasi tersedia untuk dijual dihitung menggunakan suku bunga efektif. Perubahan nilai wajar pada efek-efek yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan diukur pada nilai wajar pada laba rugi dan derivatif lainnya yang digunakan untuk kepentingan manajemen risiko, dan aset dan liabilitas keuangan lainnya yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, akan mempengaruhi pendapatan komprehensif. Pendapatan syariah diperoleh dari transaksi murabahah yang diakui secara akrual, sedangkan beban syariah, berdasarkan prinsip syariah, berasal dari beban bagi hasil mudharabah dan beban bonus wadiah. ii. Pengakuan Pendapatan dan Beban Underwriting Merupakan pendapatan premi dan beban klaim entitas anak yang bergerak dalam bidang asuransi. Pendapatan Premi Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi diakui sebagai pendapatan sesuai periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi yang diperoleh sehubungan dengan kontrak asuransi dari reasuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Dalam hal periode polis berbeda secara signifikan dengan periode risiko (misalnya pada penutupan jenis pertanggungan asuransi konstruksi), maka seluruh premi yang diperoleh tersebut diakui sebagai pendapatan selama periode risiko. Premi dari polis bersama (coinsurance) diakui sebesar proporsi premi entitas anak. Premi hak reasuradur diakui sebagai premi asuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh. Liabilitas premi terdiri dari premi yang belum merupakan pendapatan untuk kontrak asuransi jangka pendek dan jangka panjang. Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan diukur konsisten dengan metode pengukuran premi belum merupakan pendapatan. Nilai aset reasuransi atas premi yang belum merupakan pendapatan ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan premi yang belum merupakan pendapatan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut. Entitas anak mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar kewajiban yang dibukukan sehubungan kontrak reasuransi tersebut. Beban Klaim Beban klaim meliputi klaim disetujui (settled claims), klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Klaim tersebut diakui sebagai beban klaim pada saat timbulnya liabilitas untuk memenuhi klaim. Bagian klaim 27

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

reasuransi diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan beban klaim. Hak subrogasi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan, diakui sebagai estimasi liabilitas klaim yang diukur berdasarkan perhitungan teknis asuransi. Perubahan estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Porsi reasuransi atas estimasi liabilitas klaim ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan estimasi liabilitas klaim berdasarkan syarat dan ketentuan kontrak reasuransi terkait. jj. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif. Penentuan nilai provisi dilakukan berdasarkan pengalaman manajemen dan kredibilitas debitur bersangkutan. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman dan jangka waktu tertentu atau nilainya tidak material menurut Bank diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi. kk. Program Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja Lainnya Bank memberikan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Grup juga menghitung imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Bank menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan undang-undang yang berlaku dengan manfaat yang diterima dari program pensiun untuk pensiun normal. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut (pendekatan koridor). Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar aset program. Bank mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian terdiri dari: Perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban imbalan pasti; Perubahan yang terjadi dalam nilai wajar aset program; Keuntungan dan kerugian aktuaria dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya. ll. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan 28

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal atau kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. mm. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. nn. Informasi Segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direview oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a)

yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

b)

c)

Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.

29

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

oo. Program Loyalitas Pelanggan Bank memiliki program loyalitas nasabah sebagai bentuk apresiasi Bank terhadap nasabah, untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya. Program loyalitas pelanggan yang dijalankan antara lain: Kredit yang diberikan, antara lain: o Refinancing Kredit Pemilikan Rumah (KPR) o Point reward kartu kredit o Program cicilan tanpa bunga kartu kredit o Potongan harga merchant kartu kredit Simpanan, antara lain: o Point reward tabungan o Hadiah langsung berupa barang souvenir o Program cash back o Undian Panin Bonanza o Perluasan jaringan kantor dan ATM o Internet Banking 4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode yang estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut. Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain dari estimasi yang telah diatur, dimana manajemen telah membuat suatu proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo Manajemen telah menelaah aset keuangan Grup yang dimiliki hingga jatuh tempo karena persyaratan pemeliharaan modal dan likuiditas dan telah dikonfirmasi intensi positif Grup dan kemampuan untuk memiliki aset tersebut hingga jatuh tempo. Rincian dan jumlah tercatat aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo dijelaskan dalam Catatan 9. Sumber Estimasi Ketidakpastian Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam keuangan tahun depan dijelaskan dibawah ini: Rugi penurunan nilai aset keuangan Grup menilai penurunan nilai aset keuangan pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti obyektif bahwa kerugian telah terjadi. Suatu aset keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada bukti obyektif terjadinya peristiwa yang berdampak pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam status pembayaran debitur atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kelalaian membayar piutang. Cadangan kerugian penurunan nilai akan dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan. Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti obyektif adanya 30

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

penurunan nilai yang serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat penjadwalan arus kas masa depan. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direview secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Grup, kecuali entitas anak yang bergerak di bidang perbankan syariah, melakukan penilaian terhadap penurunan nilai dalam dua cara, yaitu: a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang melebihi ambang batas ( threshold) tertentu dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai yang telah teridentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Estimasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan fleksibilitas keuangan debitur, kualitas pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu pemulihan masa depan akan membutuhkan banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan tergantung pada kinerja debitur pada masa mendatang dan nilai agunan, keduanya akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa depan, di samping itu agunan mungkin tidak mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang tidak melebihi ambang batas ( threshold) tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai, namun belum diidentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pembentukan kerugian penurunan nilai dilakukan secara kolektif dengan antara lain memperhitungkan jumlah dan lamanya tunggakan, agunan dan pengalaman kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam pembentukan cadangan adalah probability of default dan loss given default. Kualitas aset keuangan pada masa mendatang dipengaruhi oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian aktual aset keuangan dapat berbeda secara material dari cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk. Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, suku bunga dan pengaruhnya terhadap pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran dan perilaku pembayaran. Manfaat Karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja Grup. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 18.

31

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

5. KAS
30 Juni 2013 Rp Juta 31 Desember 2012 Rp Juta

Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Jumlah

969,302 110,873 23,615 1,103,790

1,361,047 70,744 6,214 1,438,005

6. GIRO PADA BANK INDONESIA


30 Juni 2013 Rp Juta % GWM Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah 8,199,693 1,354,762 9,554,455 8.02 8.04 31 Desember 2012 Rp Juta % GWM 7,739,375 1,223,963 8,963,338 8.02 8.27

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 13/10/PBI/2011 tanggal 9 Pebruari 2011, tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan valuta asing, setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah untuk tahun 2010 terdiri dari GWM Primer yang ditetapkan sebesar 8% dan GWM Sekunder yang ditetapkan 2,5% yang mulai berlaku tanggal 1 Nopember 2010, serta GWM Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar perhitungan antara parameter disintensif bawah atau parameter disintensif atas dengan selisih antara LDR bank dan LDR target dengan memperhatikan selisih antara Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dan KPMM Insentif yang mulai berlaku tanggal 1 Maret 2011. GWM dalam Dollar Amerika Serikat ditetapkan sebesar 8% yang mulai berlaku tanggal 1 Juni 2011, 5% sejak tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan 31 Mei 2011 dan 1% yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Nopember 2010 sampai dengan 28 Pebruari 2011. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder Bank yang terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan obligasi pemerintah Indonesia masing-masing sebesar 6,11%, dan 6,46%. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Bank telah memenuhi Giro Wajib Minimum yang harus disediakan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

32

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

7. GIRO PADA BANK LAIN


30 Juni 2013 Rp Juta Pihak berelasi Bank Australia and New Zealand Banking Group Dollar Australia Dollar Selandia Baru Jumlah Pihak ketiga Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Euro Yen Jepang Lainnya (masing-masing di baw ah 5%) Sub jumlah Entitas anak Rupiah Dollar Amerika Serikat Sub jumlah Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih Jumlah Giro pada Bank Lain - Bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

18,693 12,986 31,679

15,346 19,107 34,453

83,604 212,549 115,059 57,336 41,343 87,308 597,199 73,542 2,915 76,457 673,656 (8) 673,648 705,327

53,435 218,498 128,380 372,259 70,205 68,171 910,948 25,542 38 25,580 936,528 (1) 936,527 970,980

33

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Rincian giro pada bank lain berdasarkan pihak dimana Bank menempatkan dananya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Bank Rupiah Bank Internasional Indonesia Bank Negara Indonesia Bank Mandiri Bank Rakyat Indonesia BPD Riau Lainnya (masing-masing di baw ah 5%) Sub jumlah Valuta Asing United Overseas Bank Ltd., Singapura J.P Morgan Chase, New York Mizuho Corp., Tokyo Bank Mandiri, Jakarta Credit Suisse, Zurich Deutsche Bank AG, Frankfurt ING Bank, London Standard Chartered Bank, Frankfurt Lainnya (masing-masing di baw ah 5%) Sub jumlah Jumlah Giro pada Bank Lain - Bank Entitas Anak Rupiah Bank Mutiara Bank Central Asia Bank Rakyat Indonesia Lainnya (masing-masing di baw ah 5%) Sub jumlah Dollar Amerika Serikat Bank Mutiara Jumlah Giro pada Bank Lain Entitas Anak Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Giro pada Bank Lain - Bersih 76,457 705,335 (8) 705,327 25,580 970,981 (1) 970,980 2,915 38 45,596 21,424 3,263 3,259 73,542 3,999 17,136 1,300 3,107 25,542 94,196 81,113 41,343 39,763 38,550 11,229 10,333 5,678 223,069 545,274 628,878 111,565 106,409 70,205 8,850 20,093 182,231 49,790 88,890 253,933 891,966 945,401 45,650 16,303 10,036 4,080 3,612 3,923 83,604 18,788 2,412 14,744 4,286 6,815 6,390 53,435 31 Desember 2012 Rp Juta

Seluruh saldo giro pada bank lain pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak mengalami penurunan nilai dan perhitungan CKPN dilakukan secara kolektif. Tingkat suku bunga efektif rata-rata per tahun giro pada bank lain untuk mata uang Rupiah dan valuta asing masing-masing sebesar 2,40% dan 0,10% untuk 30 Juni 2013, serta 2,00% dan 0,92% untuk 31 Desember 2012. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak terdapat giro pada bank lain yang dijadikan agunan oleh Grup.

34

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain tersebut adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp juta Saldo awal Penyisihan (Pemulihan) tahun berjalan Saldo akhir periode 1 7 8 31 Desember 2012 Rp juta 2 (1) 1

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain. 8. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun

Jangka w aktu

Jumlah Rp Juta

Rupiah Pihak ketiga Bank Call money BI Intervensi - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 5,908 juta Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Deposito berjangka Sub jumlah Entitas anak Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Sub jumlah Jumlah Valuta Asing Pihak ketiga Bank Call money Dollar Australia Dollar Singapura Euro Dollar Amerika Serikat Yen Jepang Poundsterling Inggris Dollar Kanada Dollar New Zealand Sub jumlah Entitas anak Deposito berjangka - Dollar Amerika Serikat Jumlah Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Bersih

10 - 12 hari

4.97%

1,000,000

90 - 94 hari 3 hari 3 - 53 hari

4.75% 4.25% 5.32%

1,219,092 2,019,000 250,000 4,488,092

3 hari

4.25%

168,300 168,300 4,656,392

3 - 26 hari 3 - 27 hari 13 - 28 hari 33 - 82 hari 5 - 20 hari 3 - 13 hari 14 hari 12 hari

2.79% 0.25% 0.04% 1.14% 0.08% 0.46% 0.95% 2.75%

1,363,396 809,596 284,881 238,200 140,434 52,966 23,678 15,496 2,928,647

30 hari

3.50%

19,610 2,948,257 7,604,649

35

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012 Tingkat bunga efektif rata-rata Jangka w aktu per tahun

Jumlah Rp Juta

Rupiah Pihak ketiga Bank Call money BI Intervensi - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 1.887 juta Deposito berjangka Sub jumlah Entitas anak Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Deposito berjangka Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank Sub jumlah Jumlah Valuta Asing Pihak ketiga Bank Call money Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Dollar Australia Yen Jepang Poundsterling Inggris Dollar Kanada Dollar Hongkong Sub jumlah Entitas anak Deposito berjangka - Dollar Amerika Serikat Jumlah Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Bersih

5 - 62 hari

4.72%

2,525,000

1 - 9 bulan 1 - 3 bulan

4.09% 5.20%

1,448,113 300,000 4,273,113

5 hari 1 bulan 14 hari

4.00% 8.75% 5.25%

357,900 307,500 25,000 690,400 4,963,513

5 - 91 hari 7 - 63 hari 7 - 21 hari 14 - 21 hari 7 hari 14 hari 14 hari

0.77% 0.40% 3.03% 0.08% 0.40% 1.00% 0.15%

785,456 551,503 510,362 223,540 23,272 14,530 3,730 2,112,393

1 bulan

3.50%

19,340 2,131,733 7,095,246 (250) 7,094,996

36

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan pihak dimana Grup menempatkan dananya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Rupiah Bank Call Money DBS Indo Bank, Jakarta Bank Bukopin Commonw ealth Bank, Jakarta Bank Victoria International BPD Jaw a Barat Bank Mega BPD Sulaw esi Utara Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Lainnya masing-masing dibaw ah 5%) Sub jumlah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia BI Intervensi Deposito Berjangka Bank Muamalat Syariah Jumlah Entitas anak Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Deposito berjangka Bank Mutiara Bank Victoria International Lainnya masing-masing dibaw ah 5%) Sub jumlah Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank Bank Victoria Syariah Jumlah Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Rupiah Valuta Asing Bank Call Money Dollar Australia CIC Bank, Singapura NBK Bank, Singapura Bank of Tokyo Mitsubishi, Singapura Nova Scotia Bank, Hongkong Natixis Bank, Singapura BNP Paribas, Singapura Bank Mega Sub jumlah Dollar Singapura Bank of Tokyo Mitsubishi, Singapura Bank Negara Indonesia, Singapura BNP Paribas, Singapura Bank Permata Naxitis Bank, Singapura CIC Bank, Singapura Bank Mega Sub jumlah 31 Desember 2012 Rp Juta

550,000 300,000 150,000 1,000,000 2,019,000 1,219,092

300,000 100,000 800,000 625,000 200,000 200,000 300,000 2,525,000 1,448,113

250,000 4,488,092

300,000 4,273,113

168,300

357,900

192,500 50,000 65,000 307,500

168,300

25,000 690,400

4,656,392

4,963,513

477,418 289,205 266,253 215,756 96,402 18,362 1,363,396

330,234 180,128 510,362

416,588 110,042 102,182 70,742 62,881 47,161 809,596

118,179 212,723 15,757 63,029 141,815 551,503

37

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
30 Juni 2013 Rp Juta Euro Bank of Tokyo Mitsubishi, Singapura First Gulf Bank, Singapura 31 Desember 2012 Rp Juta

194,237 90,644 284,881

Dollar Amerika Serikat Barclays Bank Plc., London Bank Capital Bank Negara Indonesia, Singapura Bank Negara Indonesia, New York Bank Mega BPD DKI Jakarta Bank Woori Lainnya masing-masing dibaw ah 5%) Sub jumlah Yen Jepang BNP Paribas, Singapura CIC Bank, Singapura Bank of Tokyo Mitsubishi, Singapura Sub jumlah

138,950 99,250 238,200

62,644 96,375 240,937 163,837 96,375 48,188 48,188 28,912 785,456

80,248 60,186 140,434

89,416 134,124 223,540

Poundsterling Inggris CIC Bank, Singapura Bank of Tokyo Mitsubishi, Singapura Sub jumlah Dollar Kanada Natixis Bank, Singapura Commerzbank, Singapura Sub jumlah Dollar New Zealand CIC Bank, Singapura Dollar Hongkong CIC Bank, Singapura Jumlah Entitas anak Deposito berjangka Dollar Amerika Serikat Bank Mutiara Jumlah Penempatan pada Bank Lain Valuta Asing Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Bersih

52,966 52,966

23,272 23,272

23,678 23,678

14,530 14,530

15,496

2,928,647

3,730 2,112,393

19,610

19,340

2,948,257

2,131,733

7,604,649 -

7,095,246 (250)

7,604,649

7,094,996

38

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang dijadikan agunan oleh Grup. Seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak mengalami penurunan nilai dan perhitungan CKPN dilakukan secara kolektif. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain selama 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Saldo awal Pemulihan tahun berjalan Saldo akhir periode 250 (250) 31 Desember 2012 Rp Juta 500 (250) 250

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain. 9. EFEK - EFEK Berdasarkan mata uang, efek-efek adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Pihak ketiga Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Entitas anak - Rupiah Jumlah efek-efek Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Efek-Efek - Bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

9,063,590 2,558,739 135,880 11,758,209 (76,876) 11,681,333

9,928,498 1,821,088 138,623 11,888,209 (165,807) 11,722,402

39

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan jenis dan tujuan investasi efek-efek, adalah sebagai berikut:


30 Juni 2013 Rp Juta Pihak ketiga Dim iliki hingga jatuh tem po Bank Sertifikat Bank Indonesia Obligasi Pemerintah Indonesia Obligasi lainnya Surat utang jangka menengah Efek beragun aset Wesel tagih Entitas Anak Obligasi Pemerintah Indonesia Obligasi lainnya Jumlah efek dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Bank Sertifikat Bank Indonesia Obligasi lainnya Reksadana Obligasi Pemerintah Indonesia Surat utang jangka menengah Obligasi subordinasi Entitas Anak Obligasi Pemerintah Indonesia Jumlah efek tersedia untuk dijual Diperdagangkan Bank Obligasi Lainnya Obligasi Pemerintah Indonesia Surat Utang Jangka Menengah Obligasi Subordinasi Entitas Anak Obligasi Pemerintah Indonesia Jumlah efek diperdagangkan Jumlah efek-efek pihak ketiga Jumlah efek-efek Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Efek-efek - Bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

3,334,447 3,050,270 1,778,690 350,000 97,165 61,684 73,330 5,000 8,750,586

3,240,974 3,022,808 1,783,787 759,980 119,420 34,652 78,583 9,040,204

735,043 517,539 459,171 368,735 180,000 57,550 2,318,038

457,478 244,100 457,637 427,703 380,000 95,110 2,062,028

438,060 250,529 996 689,585 11,758,209 11,758,209

135,118 544,850 969 45,000 60,040 785,977 11,888,209 11,888,209

(76,876) 11,681,333

(165,807) 11,722,402

40

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tingkat bunga rata-rata:


30 Juni 2013 Rupiah Obligasi Obligasi Pemerintah Indonesia Obligasi subordinasi SBI Surat utang jangka menengah Efek beragun aset Wesel tagih Valuta Asing Obligasi Obligasi Pemerintah Indonesia Surat utang jangka menengah Wesel tagih 31 Desember 2012

10.57% 10.13% 4.79% 9.88% 9.25% 10.23% 4.36% 5.49% 6.38% 6.85%

9.05% 10.08% 4.59% 9.59% 9.25% 11.00% 5.16% 6.38% 6.50%

Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rupiah Obligasi Obligasi Subordinasi Sertifikat Bank Indonesia Surat Utang Jangka Menengah Efek beragun aset Wesel tagih Dollar Amerika Serikat Obligasi Surat Utang Jangka Menengah Wesel tagih 31 Desember 2012

5 bulan - 27 tahun 9 bulan 2 tahun 9 tahun 3 bulan 2 tahun - 30 tahun 2 tahun 12 hari - 4 bulan

4 - 30 tahun 7 tahun 9 bulan 1 - 2 tahun 9 tahun 13 hari - 3 bulan 1 - 26 tahun 2 tahun 1 - 4 bulan

Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar ( fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Rata-rata suku bunga efektif untuk efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo untuk mata uang Rupiah dan valuta asing ini masing-masing sebesar 8.01% dan 6.91% per tahun untuk tahun 2013 dan 7,89% dan 6,07% per tahun untuk tahun 2012.

41

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Rincian efek-efek berdasarkan penerbit dan peringkat obligasi berdasarkan beberapa perusahaan pemeringkat pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

30 Juni 2013 Rp Juta Peringkat Rupiah Sertifikat Bank Indonesia Obligasi Pemerintah Republik Indonesia Badan Usaha Milik Negara PT Jasa Marga PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT Indosat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia BPD Sumatera Barat Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Perusahaan Lainnya PT Adira Dinamika Multi Finance PT Indofood Sukses Makmur PT Aneka Gas Industri PT Bank Danamon Indonesia PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT Bank Himpunan Saudara 1906 PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk PT Medco Energi Internasional Tbk PT Japfa Comfeed Indonesia Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Surat utang jangka menengah Badan Usaha Milik Negara PT Pembangunan Perumahan (Persero) PT Bank Maluku PT Perkebunan Nusantara VII PT Bank Aceh Perusahaan Lainnya PT Bank Commonwealth Reksadana Perusahaan lainnya Bahana Seri D Optima Efek beragun aset Badan Usaha Milik Negara Bank Tabungan Negara - Danareksa Wesel tagih Perusahaan lainnya Obligasi subordinasi Perusahaan Lainnya PT Bank Himpunan Saudara 1906 PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Permata PT Bank International Indonesia Jumlah Efek-efek - Rupiah 4,069,490 2,230,325 456,323 170,000 107,018 100,000 75,000 2,090 294,250 125,000 97,309 75,000 64,132 63,390 50,000 50,000 45,400 37,629 BBBid AA id AAid AA+ id AAA id A

31 Desember 2012 Rp Juta Peringkat 3,698,452 2,610,904 454,440 170,000 105,559 100,000 75,000 55,901 280,000 125,000 84,000 75,000 83,000 42,292 246,252 BBBidAA AA-(idn) idAA+ idAAA idA

id AA+ id AA+ id Aid AA+ id Aid BBB+ id AAid AA id AA-

idAA+ AA+ A-(idn) idAA+ idBBB+

330,000 50,000 150,000

id Aid A-

330,000 50,000 409,980 200,000 150,000

AA-(idn) A AAAA

id AAA

459,171

457,637

97,165 778

id AAA

119,420 4,174

idAA

9,199,470

30,000 100,000 10,110 10,067,121

id BBB+ idAAidAA+

42

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

30 Juni 2013 Rp Juta Peringkat Dollar Amerika Serikat Obligasi Pemerintah Republik Indonesia Badan Usaha Milik Negara PT Pertamina PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Perusahaan Lainnya PT Berlian Laju Tanker PT Adaro Indonesia PT Medco Energi Internasional Tbk Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Surat utang jangka menengah Perusahaan lainnya PT Medco Energi Internasional Wesel tagih Perusahaan lainnya Jumlah Efek-efek - Dollar Amerika Serikat Jumlah Efek-efek Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Efek-efek - Bersih

31 Desember 2012 Rp Juta Peringkat

1,570,089 570,563 154,898 145,401 52,379 3,507 -

BBBid BBBid BBB-

1,518,080 26,287 49,675 141,189 51,031 3,379

BBBBBBAA+ BBB+

id C id BB+ id AA-

996 60,906 2,558,739 11,758,209 (76,876) 11,681,333

id AA-

969 30,478 1,821,088 11,888,209 (165,807) 11,722,402

AA-

Efek-efek telah diperingkat oleh Pefindo, PT Kasnic Credit Rating Indonesia, PT Fitch Rating Indonesian dan PT Moodys Indonesia. Biaya perolehan efek yang dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, masing-masing sebesar Rp 8.592.808 juta dan Rp 9.000.393 juta. Premi dan diskonto yang belum diamortisasi pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar (Rp 6.442 juta) dan Rp 79.579 juta. Nilai wajar pada saat perolehan awal atas efek tersedia untuk dijual pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 2.530.418 juta dan Rp 2.026.059 juta. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai wajar efek pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar (Rp 218.620 juta) dan Rp 7.865 juta yang dicatat sebagai bagian komponen ekuitas lainnya. Nilai wajar pada saat perolehan awal atas efek diperdagangkan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 769.932 juta dan Rp 775.419 juta. Kerugian yang belum direalisasi akibat penurunan nilai wajar efek pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 72.361 juta dan Rp 45.562 juta yang diakui dalam laba rugi tahun berjalan.

43

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Perubahan dalam laba (rugi) yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual untuk 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Valuta asing Rp Juta (9,903) (52,147) (3,767) (57,549) (394) 31 Desember 2012 Valuta Rupiah asing Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta (5,558) 15,318 (11,862) 37,593 (24,754) 26,446 (4,300) (2,345) (30,312) 41,764 (16,162) 37,593 (2,345)

Rupiah Rp Juta Saldo awal tahun Penambahan Realisasi atas keuntungan (kerugian) penjualan Perubahan nilai efek Selisih kurs Pajak penghasilan yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain Saldo akhir tahun 25,228 (3,176) (285) 15,567 -

Jumlah Rp Juta 15,325 (55,323) (4,052) (41,982) (394)

(3,003) 34,331

28,464 (95,296)

25,461 (60,965)

(10,263) 25,228

(4,950) (9,903)

(15,213) 15,325

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Obligasi Pemerintah Indonesia dalam Rupiah sebesar Rp 238.184 juta dan Rp 337.505 juta dijadikan sebagai jaminan efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (Catatan 22). Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 Obligasi Pemerintah Indonesia dalam valuta asing sebesar USD 65 juta atau setara dengan Rp 645.125 juta dan Rp 626.438 juta dijadikan sebagai jaminan pinjaman yang diterima dari Barclays Bank Plc, London (Catatan 24). Obligasi PT Berlian Laju Tanker sebesar Rp 159.401 dan Rp 155.189 juta dan PT Bahtera Adimina Samudra sebesar Rp 10.568 adalah efek yang mengalami penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. CKPN untuk efek-efek dihitung secara individual. Reksadana Berikut ini adalah rincian reksadana:
30 Juni 2013 Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi

Jenis RD Terproteksi Bahana D Optima Protected Fund 55 RD Terproteksi Bahana D Optima Protected Fund 56 Jumlah

Unit Penyertaan

NAB/unit

Nilai Wajar

200,000,000 250,000,000 450,000,000

1,020.28 1,020.46

4,056 5,115 9,171

204,056 255,115 459,171

31 Desember 2012 Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi

Jenis RD Terproteksi Bahana D Optima Protected Fund 55 RD Terproteksi Bahana D Optima Protected Fund 56 Jumlah

Unit Penyertaan

NAB/unit

Nilai Wajar

200,000,000 250,000,000 450,000,000

1,016.92 1,017.01

3,384 4,253 7,637

203,384 254,253 457,637

44

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Wesel Tagih Berikut ini adalah rincian wesel tagih:


Penerbit Rupiah PT. Bank UOB Indonesia PT. Bank DBS Indonesia Sub jumlah Valuta asing The Hongkong Shanghai Banking Corp. Sumitomo Mitsui Banking Corp. The Siam Commercial Bank, Plc. Bank of the Phillipines Island Shanghai Rural Commercial Bank Bank Commonwealth PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Natixis Bank, Ho Chi Minh City Bank of China, Ltd., Hongkong PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Woori Bank Industrial Bank of Korea Mizuho Bank Sub jumlah Jumlah Suku Bunga 10% 11% Jatuh Tempo 12-Sep-13 1-Jul-13 30-Jun-13 599 179 778

7% 7% 7% 7% 4% 7% 7% 7% 4% 7% 5% 7% 6%

1-Jul-13 10-Jul-13 1-Jul-13 11-Jul-13 12-Jul-13 3-Jul-13 16-Oct-13 16-Jul-13 9-Jul-13 17-Sep-13 11-Jul-13 10-Jul-13 10-Jul-13

24,302 23,101 3,670 2,064 1,688 1,427 990 976 829 664 625 432 138 60,906 61,684

45

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Penerbit Rupiah PT Bank PT Bank PT Bank PT Bank Sub jumlah Valuta asing Bank of China - Hongkong Bank of The Ryukyus, Ltd PT Bank Permata Tbk PT Bank Hana The Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Ltd Mega International Commercial Bank Mega International Commercial Bank The Minato Bank, Ltd Mizuho Corporate Bank Mizuho Corporate Bank PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Resona Bank, Ltd Resona Bank, Ltd Resona Bank, Ltd The Siam Commercial Bank Pcl Taiwan Business Bank The Agricultural Bank of China Sub jumlah Jumlah

Suku Bunga

Jatuh Tempo

31-Dec-12

Permata Tbk Negara Indonesia (Persero) Tbk Negara Indonesia (Persero) Tbk Mandiri (Persero) Tbk

11% 11% 11% 11%

28-Jan-13 18-Feb-13 19-Feb-13 14-Jan-13

3,205 445 390 134 4,174

4% 7% 7% 7% 7% 4% 8% 7% 7% 7% 7% 7% 7% 7% 7% 7% 8% 4%

10-Jan-13 9-Jan-13 5-Feb-13 9-Jan-13 8-Jan-13 4-Jan-13 31-Dec-12 31-Dec-12 4-Jan-13 10-Jan-13 2-Jan-13 28-Jan-13 9-Jan-13 10-Jan-13 11-Jan-13 18-Jan-13 9-Jan-13 9-Jan-13

848 382 474 4,813 1,880 847 384 242 127 1,341 1,170 1,133 159 2,228 277 11,952 525 1,696 30,478 34,652

Seluruh transaksi wesel tagih pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 berasal dari transaksi usaha. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 Rp Juta Saldo awal tahun Penyisihan (Pemulihan) tahun berjalan Akrual bunga pada efek yang mengalami penurunan nilai Selisih kurs Saldo akhir periode 165,807 (91,367) (1,777) 4,213 76,876 31 Desember 2012 Rp Juta 58,751 103,974 (2,250) 5,332 165,807

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek tersebut adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya efek-efek.

46

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF Bank melakukan transaksi derivatif dalam bentuk pembelian dan penjualan berjangka valuta asing (forward) dan swap untuk tujuan trading. Transaksi swap terdiri dari kontrak swap mata uang asing. Transaksi tersebut merupakan komitmen untuk melunasi liabilitas dalam mata uang asing dengan kurs yang ditentukan terlebih dahulu. Risiko pasar dari transaksi derivatif timbul sebagai akibat dari adanya perubahan nilai potensial fluktuasi kurs mata uang, sedangkan risiko kredit timbul dalam hal pihak lain tidak dapat memenuhi liabilitasnya kepada Bank. Jangka waktu dari pembelian dan penjualan berjangka valuta asing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing berkisar antara 4 sampai 63 hari dan 5 sampai 95 hari. Rincian tagihan dan liabilitas derivatif pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 Jumlah Nosional Tagihan dan liabilitas derivatif Beli Jual Tagihan Liabilitas Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Pihak ketiga Forward Swap Jumlah

976,229 723,238 1,699,467

977,572 723,784 1,701,356

1,073 957 2,030

2,238 1,537 3,775

31 Desember 2012 Jumlah Nosional Tagihan dan liabilitas derivatif Beli Jual Tagihan Liabilitas Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Pihak ketiga Forward Swap Jumlah 272,860 145,277 418,137 273,765 144,820 418,585 353 526 879 1,225 190 1,415

Seluruh tagihan dan liabilitas derivatif pada tanggal 30 Juni 2013 dalam mata uang Rupiah, Dollar Amerika Serikat, Dollar Hongkong, Yen Jepang, Dollar Singapura, dan Franc Swiss sedangkan pada tanggal 31 Desember 2012 dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Seluruh tagihan derivatif pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak mengalami penurunan nilai dan perhitungan CKPN dilakukan secara kolektif.

47

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

11. KREDIT Kredit memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). a. Jenis Pinjaman
30 Juni 2013 Kurang Lancar Diragukan Rp Juta Rp Juta

Lancar Rp Juta Rupiah Kredit konsumsi Kredit modal kerja Kredit investasi Pinjaman rekening koran Pembiayaan bersama Pinjaman karyawan Kredit lainnya Jumlah - Rupiah Valuta asing Kredit modal kerja Kredit investasi Pembiayaan bersama Pinjaman rekening koran Kredit konsumsi Kredit lainnya Jumlah - Valuta asing Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Kredit - Bersih

DPK Rp Juta

Macet Rp Juta

Jumlah Rp Juta

22,546,456 19,089,130 17,625,689 18,177,903 1,090,530 92,402 6,588,639 85,210,749

1,296,853 144,924 1,199,130 347,996 255,854 3,244,757

67,314 16,021 94,871 58,204 21,491 257,901

57,607 14,979 12,835 26,288 24,345 136,054

168,405 243,929 109,833 135,872 47,730 705,769

24,136,635 19,508,983 19,042,358 18,746,263 1,090,530 92,402 6,938,059 89,555,230

3,022,792 3,109,615 1,491,013 49,684 429 217,492 7,891,025 93,101,774 93,101,774

141,390 141,390 3,386,147 3,386,147

257,901 257,901

136,054 136,054

309,836 309,836 1,015,605 1,015,605

3,332,628 3,251,005 1,491,013 49,684 429 217,492 8,342,251 97,897,481 (1,452,503) 96,444,978

Lancar Rp Juta Rupiah Kredit konsumsi Kredit modal kerja Kredit investasi Pinjaman rekening koran Pembiayaan bersama Pinjaman karyawan Kredit lainnya Jumlah - Rupiah Valuta asing Kredit modal kerja Kredit investasi Pembiayaan bersama Pinjaman rekening koran Kredit konsumsi Kredit lainnya Jumlah - Valuta asing Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Kredit - Bersih

DPK Rp Juta

31 Desember 2012 Kurang Lancar Diragukan Rp Juta Rp Juta

Macet Rp Juta

Jumlah Rp Juta

21,233,480 17,813,446 17,004,368 17,444,391 837,070 92,679 6,048,828 80,474,262

1,318,655 133,361 637,062 301,352 263,462 2,653,892

47,981 4,763 136,773 64,905 14,941 269,363

35,207 6,389 25,397 12,795 14,106 93,894

122,330 244,441 311,402 150,623 24,470 853,266

22,757,653 18,202,400 18,115,002 17,974,066 837,070 92,679 6,365,807 84,344,677

4,133,743 3,057,552 832,877 52,635 585 94,526 8,171,918 88,646,180 88,646,180

141,507 141,507 2,795,399 2,795,399

269,363 269,363

93,894 93,894

303,138 303,138 1,156,404 1,156,404

4,436,881 3,199,059 832,877 52,635 585 94,526 8,616,563 92,961,240 (1,309,299) 91,651,941

48

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

b. Sektor Ekonomi
30 Juni 2013 Lancar Rp juta Rupiah Perdagangan Jasa Industri Konstruksi Lain-lain Jumlah - Rupiah Valuta asing Jasa Industri Perdagangan Lain-lain Jumlah - Valuta asing Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Kredit - Bersih DPK Rp juta Kurang Lancar Rp juta Diragukan Rp juta Macet Rp juta Jumlah Rp juta

22,392,676 19,949,533 11,026,062 10,441,031 21,401,446 85,210,748 3,959,314 1,964,143 131,457 1,836,111 7,891,025 93,101,773

390,442 1,194,715 199,913 307,354 1,152,334 3,244,758 37,914 103,477 141,391 3,386,149

51,407 34,858 89,526 24,170 57,940 257,901 257,901

41,586 13,889 13,640 20,224 46,716 136,055 136,055

169,125 56,041 284,368 59,549 136,685 705,768 307,321 2,514 309,835 1,015,603

23,045,236 21,249,036 11,613,509 10,852,328 22,795,121 89,555,230 3,997,228 2,374,941 133,971 1,836,111 8,342,251 97,897,481 (1,452,503) 96,444,978

93,101,773

3,386,149

257,901

136,055

1,015,603

31 Desember 2012 Lancar Rp juta Rupiah Perdagangan Jasa Industri Konstruksi Lain-lain Jumlah - Rupiah Valuta asing Jasa Industri Perdagangan Lain-lain Jumlah - Valuta asing Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Kredit - Bersih DPK Rp juta Kurang Lancar Rp juta Diragukan Rp juta Macet Rp juta Jumlah Rp juta

20,785,471 18,249,915 11,253,863 9,618,958 20,566,055 80,474,262 3,919,119 2,204,761 152,311 1,895,727 8,171,918 88,646,180

408,342 566,831 222,608 225,191 1,230,920 2,653,892 36,815 104,692 141,507 2,795,399

28,959 21,549 162,618 22,133 34,104 269,363 269,363

21,021 22,189 6,506 8,517 35,661 93,894 93,894

149,864 53,772 274,682 262,965 111,983 853,266 298,419 4,719 303,138 1,156,404

21,393,657 18,914,256 11,920,277 10,137,764 21,978,723 84,344,677 3,955,934 2,607,872 157,030 1,895,727 8,616,563 92,961,240 (1,309,299) 91,651,941

88,646,180

2,795,399

269,363

93,894

1,156,404

Sektor ekonomi lain-lain terdiri dari administrasi, rumah tangga, perumahan, apartemen, gedung perkantoran, agrikultur, minyak dan pertambangan.

49

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

c. Jangka waktu Jangka waktu pinjaman diklasifikasikan berdasarkan periode pinjaman dalam perjanjian kredit sampai dengan saat jatuh temponya adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 Rp Juta 1 tahun > 1 - 2 tahun > 2 - 5 tahun > 5 tahun CKPN Jumlah Kredit 20,505,362 13,570,595 28,143,498 35,678,026 97,897,481 (1,452,503) 96,444,978 31 Desember 2012 Rp Juta 19,038,807 15,482,746 24,605,206 33,834,481 92,961,240 (1,309,299) 91,651,941

Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit: 1. Tingkat bunga efektif rata-rata untuk kredit dalam mata uang Rupiah pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah 10.29% dan 11.26%, sedangkan dalam valuta asing adalah 5.76% dan 5,45%. 2. Kredit dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang umumnya diterima oleh perbankan. Kredit juga dijamin dengan jaminan tunai berupa giro, tabungan dan deposito berjangka (Catatan 20). Manajemen berkeyakinan agunan yang diterima tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. 3. Kredit untuk modal kerja dan investasi terdiri dari pinjaman jangka panjang, tetap, berulang dan diskonto, sedangkan kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit konsumsi lain. 4. Kredit dalam Rupiah berjangka waktu 1 hari sampai 25 tahun, sedangkan kredit dalam valuta asing berjangka waktu antara 1 bulan sampai 11 tahun. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama dalam Rupiah berjangka waktu 6 tahun sampai 15 tahun sedangkan dalam valuta asing berjangka waktu 7 tahun sampai 12 tahun. 5. Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi dengan persentase penyertaan berkisar antara 5% sampai dengan 50% pada 30 Juni 2013 dan 5% sampai 25% pada 31 Desember 2012. 6. Kredit kepada karyawan bank merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah, dan keperluan lainnya yang dibebani bunga sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu 1 sampai dengan 10 tahun. Pembayaran kredit dibayar kembali dengan pemotongan gaji setiap bulan. 7. Dalam jumlah kredit termasuk kredit yang diberikan kepada pihak yang berelasi sebesar Rp 21.735 juta dan Rp 17.202 juta setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 395 juta dan Rp 17 juta pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. Seluruh kredit yang diberikan kepada pihak yang berelasi pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak lewat jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai. 8. Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit yang diberikan adalah sebesar 5,90% dan 6,68% masingmasing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. 9. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, tidak terdapat kredit yang dijadikan agunan oleh Grup.

50

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

10.Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, rincian kredit yang direstrukturisasi menurut jenis dan kualitas pinjaman adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Kurang Lancar Diragukan Rp Juta Rp Juta

Lancar Rp Juta Rupiah Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Konsumsi Pinjaman Rekening Koran Kredit lainnya Jumlah - Rupiah Valuta asing Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jumlah - Valuta asing Jumlah

DPK Rp Juta

Macet Rp Juta

Jumlah Rp Juta

114,500 929,607 4,402 1,195 289 1,049,993

40,000 905,429 846 183 946,458

483 270 753

107,325 21,309 9,894 5,791 28 144,347

261,825 1,856,345 15,625 6,986 770 2,141,551

729,946 729,946 1,779,939

141,391 141,391 1,087,849

753 31 Desember 2012 Kurang Lancar Diragukan Rp Juta Rp Juta

98,896 98,896 243,243

98,896 871,337 970,233 3,111,784

Lancar Rp Juta Rupiah Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Konsumsi Pinjaman Rekening Koran Kredit lainnya Jumlah - Rupiah Valuta asing Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jumlah - Valuta asing Jumlah

DPK Rp Juta

Macet Rp Juta

Jumlah Rp Juta

131,768 1,220,044 5,087 1,037 1,357,936

40,000 328,979 10,526 28 379,533

1,095 93 1,188

110 4 114

107,468 213,744 24,153 345,365

279,236 1,763,972 15,706 25,190 32 2,084,136

814,975 814,975 2,172,911

141,507 141,507 521,040

1,188

114

96,032 96,032 441,397

96,032 956,482 1,052,514 3,136,650

Sampai dengan tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Bank telah melakukan penyelamatan kembali atas kredit untuk beberapa debitur, masing-masing sebesar Rp 729.937 juta dan Rp 1.072.553 juta. 11.Pada tahun 2013 dan 2012, Bank mengakui langsung ke dalam laporan laba rugi komprehensif, perbedaan nilai wajar dan kredit yang diberikan kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 1.277 juta dan Rp 7.004 juta. 12.Rasio non-performing loan (NPL) pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 1.49% 0.29% 31 Desember 2012 1.69% 0.48%

NPL Bruto NPL Neto

13.Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak terdapat kredit yang tidak memenuhi ketentuan BMPK.

51

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

14.Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi adalah:
30 Juni 2013 Rp Juta Rupiah Industri Perdagangan Jasa Lain-lain Jumlah Valuta asing Industri Perdagangan Jumlah Jumlah 31 Desember 2012 Rp Juta

387,534 262,118 104,788 345,284 1,099,724

443,806 199,843 97,510 475,363 1,216,522

307,321 2,514 309,835 1,409,559

298,419 4,719 303,138 1,519,660

15. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, kredit yang disalurkan dengan sistem penyaluran kredit melalui lembaga pembiayaan PT Verena Multi Finance Tbk dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk, berupa kredit kendaraan motor dan mobil sebesar Rp 815.457 juta dan Rp 628.260 juta. 16. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Dinilai secara individual Dinilai secara kolektif Valuta Valuta Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Saldo awal tahun Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan Akrual bunga pada kredit yang mengalami penurunan nilai Penghapusan Selisih kurs Saldo akhir tahun 366,858 2,912 (11,028) (104,265) 254,477 261,523 44,760 (6,763) 7,801 307,321 628,381 47,672 (17,791) (104,265) 7,801 561,798 656,787 228,852 (6,322) (13,438) 865,879 24,131 (25) 720 24,826 680,918 228,827 (6,322) (13,438) 720 890,705

31 Desember 2012 Dinilai secara individual Dinilai secara kolektif Valuta Valuta Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Saldo awal tahun Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan Akrual bunga pada kredit yang mengalami penurunan nilai Penghapusan Selisih kurs Saldo akhir tahun 1,348,262 338,377 (55,617) (1,264,164) 366,858 190,012 82,822 (9,622) (10,601) 8,912 261,523 1,538,274 421,199 (65,239) (1,274,765) 8,912 628,381 438,103 286,786 (1,279) (66,823) 656,787 24,114 (1,341) (3,304) 4,662 24,131 462,217 285,445 (4,583) (66,823) 4,662 680,918

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai kredit tersebut di atas adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan.

52

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

12. TAGIHAN ANJAK PIUTANG Tagihan anjak piutang memiliki suku bunga tetap, sehingga Clipan terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk).
30 Juni 2013 Rp Juta Pihak ketiga Tagihan anjak piutang Pendapatan anjak piutang belum diakui Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih Tingkat bunga efektif rata-rata 31 Desember 2012 Rp Juta

1,838,779 (125,384) 1,713,395 (27) 1,713,368 16.87%

1,357,568 (142,536) 1,215,032 (110) 1,214,922 16.74%

Jangka waktu tagihan anjak piutang berdasaran periode dalam perjanjian adalah 46 hari sampai 1 tahun pada tanggal 30 Juni 2013 dan 47 hari sampai dengan 1 tahun pada tanggal 31 Desember 2011. Periode perjanjian dapat diperpanjang. Tagihan anjak piutang dijamin dengan tanah dan bangunan. Clipan menggunakan tagihan anjak piutang sebesar Rp 314.515 juta sebagai jaminan surat berharga Obligasi Clipan Finance Indonesia III Tahun 2011 ke Bank Mega selaku wali amanat (Catatan 23). Seluruh tagihan anjak piutang dilakukan dengan recourse. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk periode dan tahun yang berakhir 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Saldo awal periode Penyisihan (pemulihan) periode berjalan Individual Akrual bunga pada piutang yang mengalami penurunan nilai Saldo akhir periode 110 50 (133) 27 31 Desember 2012 330 40 (260) 110

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai dan agunan yang diterima dari nasabah telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya tagihan anjak piutang.

53

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

13. EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali terdiri dari:
Tanggal jatuh tempo 30 Juni 2013 Pendapatan bunga yang belum diamortisasi Rp Juta 34 219 20 191 94 17 165 135 50 355 328 541 1,001 1,217 353 1,773 1,797 9,257 6,416 1,875 7,528 1,498 2,463 6,510 43,837

Jenis

Tanggal mulai

Nilai nominal Rp Juta 263,114 1,775,663 158,474 518,537 255,556 34,008 321,143 263,969 57,812 411,468 320,008 279,493 362,692 441,008 128,060 468,457 430,936 1,652,839 1,071,022 287,821 1,155,559 229,841 356,629 942,108 12,186,217

Nilai bersih Rp Juta 263,080 1,775,444 158,454 518,346 255,462 33,991 320,978 263,834 57,762 411,113 319,680 278,952 361,691 439,791 127,707 466,684 429,139 1,643,582 1,064,606 285,946 1,148,031 228,343 354,166 935,598 12,142,380

FR0043 FR0056 FR0058 FR0042 FR0047 FR0043 FR0046 FR0061 FR0026 FR0055 FR0059 FR0040 FR0052 FR0054 FR0064 FR0059 FR0064 FR0054 FR0058 FR0058 FR0058 FR0058 FR0052 FR0052 Jumlah

02 April 2013 28 Mei 2013 01 April 2013 04 Juni 2013 04 Juni 2013 05 April 2013 05 April 2013 05 April 2013 07 Juni 2013 07 Juni 2013 10 April 2013 18 April 2013 21 Mei 2013 24 Mei 2013 21 Mei 2013 01 Mei 2013 02 Mei 2013 07 Mei 2013 10 Mei 2013 20 Mei 2013 17 Mei 2013 21 Mei 2013 22 Mei 2013 24 Mei 2013

02 Juli 2013 02 Juli 2013 02 Juli 2013 04 Juli 2013 04 Juli 2013 05 Juli 2013 05 Juli 2013 05 Juli 2013 08 Juli 2013 08 Juli 2013 09 Juli 2013 16 Juli 2013 23 Juli 2013 23 Juli 2013 23 Juli 2013 30 Juli 2013 02 Agustus 2013 13 Agustus 2013 16 Agustus 2013 20 Agustus 2013 20 Agustus 2013 20 Agustus 2013 23 Agustus 2013 23 Agustus 2013

54

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012 Pendapatan bunga yang belum diamortisasi Rp Juta 61 36 343 486 612 1,183 751 2,119 651 1,509 588 2,239 1,141 3,589 533 5,191 2,941 1,469 4,901 5,461 9,790 2,078 1,571 1,851 12,906 12,787 5,587 82,374

Jenis

Tanggal mulai

Tanggal jatuh tempo

Nilai nominal Rp Juta 498,429 296,703 389,475 569,496 485,601 447,842 284,213 601,051 147,208 341,236 133,053 503,882 237,724 689,374 102,356 912,875 475,170 237,293 746,332 771,996 1,384,137 293,724 210,920 248,421 1,622,719 1,173,009 484,225 14,288,464

Nilai bersih Rp Juta 498,369 296,666 389,132 569,010 484,989 446,659 283,462 598,932 146,557 339,727 132,465 501,643 236,583 685,785 101,823 907,684 472,228 235,824 741,430 766,535 1,374,346 291,646 209,349 246,571 1,609,813 1,160,222 478,638 14,206,088

FR0047 FR0059 FR0054 FR0061 FR0052 FR0044 FR0060 FR0058 FR0050 FR0054 FR0057 FR0058 FR0058 FR0031 FR0056 FR0052 FR0054 FR0057 FR0054 FR0047 FR0052 FR0056 FR0052 FR0056 FR0054 FR0042 FR0059 Jumlah

22 November 2012 22 November 2012 9 Oktober 2012 27 November 2012 12 Oktober 2012 23 Oktober 2012 23 Oktober 2012 30 Oktober 2012 6 November 2012 7 November 2012 6 November 2012 7 November 2012 8 November 2012 6 Desember 2012 6 Desember 2012 20 November 2012 21 November 2012 21 November 2012 22 November 2012 27 November 2012 27 November 2012 27 November 2012 28 November 2012 28 November 2012 30 November 2012 21 Desember 2012 28 Desember 2012

02 Januari 2013 02 Januari 2013 08 Januari 2013 08 Januari 2013 11 Januari 2013 22 Januari 2013 22 Januari 2013 29 Januari 2013 05 Februari 2013 05 Februari 2013 05 Februari 2013 05 Februari 2013 08 Februari 2013 12 Februari 2013 12 Februari 2013 15 Februari 2013 19 Februari 2013 19 Februari 2013 22 Februari 2013 26 Februari 2013 26 Februari 2013 26 Februari 2013 01 Maret 2013 01 Maret 2013 05 Maret 2013 28 Maret 2013 02 April 2013

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, nilai wajar Obligasi Pemerintah Indonesia dalam Rupiah sebesar nihil dan Rp 14.645.644 juta dijadikan sebagai jaminan efek yang dibeli dengan janji dijual kembali. Lokasi Obligasi Pemerintah Indonesia yang dijaminkan adalah di Jakarta. Suku bunga efek yang dibeli dengan janji dijual kembali berkisar antara 4,45% - 4,75% dan 4,41% - 4,62% pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. Seluruh efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak mengalami penurunan nilai. Perhitungan CKPN dilakukan secara kolektif.

55

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

14. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN Piutang sewa pembiayaan memiliki suku bunga tetap dan mengambang, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk).
Dinilai secara kolektif Rp Juta Rupiah Piutang sewa pembiayaan Nilai sisa terjamin Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui Simpanan jaminan Jumlah Dollar Amerika Serikat Piutang sewa pembiayaan Nilai sisa terjamin Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui Simpanan jaminan Jumlah Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah investasi neto sewa pembiayaan - Bersih 658,864 266,347 (83,285) (266,347) 575,579 2,252 5,249 (50) (5,249) 2,202 577,781 (4,210) 573,571 30 Juni 2013 Dinilai secara individual Rp Juta 1,226,962 297,785 (199,182) (297,785) 1,027,780 34,202 7,773 (2,163) (7,773) 32,039 1,059,819 (5,954) 1,053,865
31 Desember 2012 Dinilai secara individual Rp Juta 956,573 220,954 (130,962) (220,954) 825,611 48,333 12,226 (3,377) (12,226) 44,956 870,567 (2,933) 867,634

Jumlah Rp Juta 1,885,826 564,132 (282,467) (564,132) 1,603,359 36,454 13,022 (2,213) (13,022) 34,241 1,637,600 (10,164) 1,627,436

Dinilai secara kolektif Rp Juta Rupiah Piutang sewa pembiayaan Nilai sisa terjamin Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui Simpanan jaminan Jumlah Dollar Amerika Serikat Piutang sewa pembiayaan Nilai sisa terjamin Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui Simpanan jaminan Jumlah Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah investasi neto sewa pembiayaan - Bersih 653,182 223,377 (84,794) (223,377) 568,388 3,643 4,504 (122) (4,504) 3,521 571,909 (4,213) 567,696

Jumlah Rp Juta 1,609,755 444,331 (215,756) (444,331) 1,393,999 51,976 16,730 (3,499) (16,730) 48,477 1,442,476 (7,146) 1,435,330

56

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
30 Juni 2013 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Rupiah Dollar Amerika Serikat 15,66% 8,24% 31 Desember 2012 16.27% 8.23%

Jumlah piutang sewa pembiayaan berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Alat berat Mesin Kapal Kendaraan bermotor Lain-lain Jumlah 825,392 564,452 293,889 236,307 2,240 1,922,280 31 Desember 2012 862,959 171,109 201,119 254,642 171,902 1,661,731

Jumlah angsuran sewa pembiayaan sesuai dengan jatuh temponya adalah sebagai berikut:
Pembayaran minimum sew a pembiayaan 30 Juni 31 Desember 2013 2012 Rp Juta Rp Juta Angsuran sew a pembiayaan Sampai dengan satu tahun Lebih dari satu tahun sampai lima tahun Subjumlah Pendapatan sew a pembiayaan belum diakui Sampai dengan satu tahun Lebih dari satu tahun sampai lima tahun Subjumlah Jumlah Nilai kini dari pembayaran minimum sew a pembiayaan 30 Juni 31 Desember 2013 2012 Rp Juta Rp Juta

742,845 1,179,435 1,922,280

1,008,080 653,651 1,661,731

615,495 1,022,105 1,637,600

863,861 578,615 1,442,476

(127,350) (157,330) (284,680) 1,637,600

(144,220) (75,035) (219,255) 1,442,476

1,637,600

1,442,476

Kisaran jangka waktu pembiayaan adalah 3 tahun. Biaya-biaya yang timbul, seperti premi asuransi, bea materai dan biaya terkait lainnya sehubungan dengan perolehan aset sewa pembiayaan, dibebankan kepada nasabah. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Saldo aw al tahun Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan Kolektif Individual Akrual bunga pada piutang yang mengalami penurunan nilai Penghapusan Saldo akhir tahun 7,146 31 Desember 2012 Rp Juta 4,054

(1,218) 5,915 (1,149) (530) 10,164

9,715 454 (1,611) (5,466) 7,146

Manajemen Clipan dan VMF berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan. 57

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Seluruh piutang sewa pembiayaan diberikan kepada pihak ketiga. Clipan dan VMF menggunakan piutang sewa pembiayaan yang dimiliki sebagai jaminan pinjaman yang diterima (Catatan 24). Jumlah piutang sewa pembiayaan yang dijaminkan masing-masing sebesar Rp 1.020.598 juta dan Rp 960.921 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. Pada saat perjanjian sewa pembiayaan dimulai, penyewa guna usaha memberikan simpanan jaminan yang akan digunakan sebagai pembayaran atas pembelian dari aset sewa pada akhir masa sewa, bila hak opsi dilaksanakan penyewa guna usaha. Apabila hak opsi tidak dilaksanakan, simpanan jaminan tersebut akan dikembalikan kepada penyewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha. 15. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Piutang pembiayaan konsumen memiliki suku bunga tetap, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk). Jumlah piutang pembiayaan konsumen pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 merupakan piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh Clipan dan VMF, dengan perincian sebagai berikut :
Dinilai secara kolektif Rp Juta Pihak ketiga Piutang pembiayaan konsumen Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih 30 Juni 2013 Dinilai secara individual Rp Juta Jumlah Rp Juta

4,027,904 (609,971) 3,417,933 (31,639) 3,386,294

237,090 (24,303) 212,787 (14,891) 197,896


31 Desember 2012 Dinilai secara individual Rp Juta

4,264,994 (634,274) 3,630,720 (46,530) 3,584,190

Dinilai secara kolektif Rp Juta Pihak ketiga Piutang pembiayaan konsumen Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih

Jumlah Rp Juta

4,006,325 (608,840) 3,397,485 (32,594) 3,364,891

225,178 (25,844) 199,334 (12,395) 186,939

4,231,503 (634,684) 3,596,819 (44,989) 3,551,830

Piutang pembiayaan konsumen jatuh tempo dalam:


30 Juni 2013 Rp Juta Satu tahun berikutnya (termasuk yang telah jatuh tempo) Dua tahun berikutnya Tiga tahun berikutnya atau lebih Jumlah Tingkat bunga rata-rata per tahun Rupiah 1,585,480 1,637,383 1,042,131 4,264,994 31 Desember 2012 Rp Juta 2,230,410 1,350,924 650,169 4,231,503

16.91%

16.40%

58

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:
2013 (Enam bulan) Rp Juta Saldo awal periode Penyisihan periode berjalan Individual Kolektif Akrual bunga pada piutang yang mengalami penurunan nilai Penghapusan Saldo akhir periode 44,989 14,082 11,277 (4,388) (19,430) 46,530 2012 (Satu tahun) Rp Juta 42,594 52,250 11,224 (3,980) (57,099) 44,989

Manajemen Clipan dan VMF berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. Piutang pembiayaan konsumen dijadikan sebagai jaminan pinjaman yang diterima Clipan dan VMF dari beberapa bank (Catatan 24). Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan masing-masing sebesar Rp 2.378.932 juta dan Rp 2.223.569 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. 16. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
30 Juni 2013 Rp Juta Tagihan akseptasi Rupiah Valuta asing Jumlah tagihan akseptasi Liabilitas akseptasi Rupiah Valuta asing Jumlah liabilitas akseptasi 246,934 804,034 1,050,968 31 Desember 2012 Rp Juta 198,501 876,963 1,075,464

244,011 800,761 1,044,772

183,338 879,929 1,063,267

Tagihan dan liabilitas akseptasi berdasarkan jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Tagihan Liabilitas Rp Juta Rp Juta 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 - 6 bulan > 6 - 12 bulan Jumlah 9,526 82,284 822,890 136,268 1,050,968 9,527 81,438 816,975 136,832 1,044,772 31 Desember 2012 Tagihan Liabilitas Rp Juta Rp Juta 5,606 70,388 972,089 27,381 1,075,464 5,609 70,458 908,570 78,630 1,063,267

Seluruh tagihan akseptasi pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak mengalami penurunan nilai dan perhitungan CKPN dilakukan secara kolektif. Seluruh transaksi tagihan dan liabilitas akseptasi dilakukan dengan pihak ketiga.

59

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

17. PENYERTAAN DALAM BENTUK SAHAM


Jenis Usaha Metode Ekuitas Bank PT Panin Sekuritas Tbk Entitas Anak PT IBJ Verena Finance Jumlah Aset Keuangan - Tersedia Untuk Dijual Bank PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Panin Bank) PT First Asia Capital (d/h PT Panin Capital) PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia PT Sarana Kalimantan Selatan Ventura Jumlah Penyertaan Modal Sementara Jumlah Penyertaan dalam Bentuk Saham Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Jumlah Penyertaan dalam Bentuk Saham - Bersih Persentase Kepemilikan (%) Jun-13 Des-12 30 Juni 2013 Rp Juta 31 Desember 2012 Rp Juta

Sekuritas Lembaga Pembiayaan

29,00% 29,00% 20,00% 20,00%

299,578 25,909 325,487

272,875 20,909 293,784

Asuransi Perbankan Sekuritas Lembaga Pembiayaan Modal Ventura

13,37% 13,50% 1,00% 2,50% 9,33% 1,04% 1,00% 2,50% 9,33% 1,04%

102,820 16,500 750 625 40 120,735 91,739 537,961 (625) 537,336

89,240 16,500 750 625 40 107,155 91,739 492,678 (625) 492,053

Mutasi penyertaan dalam bentuk saham dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:
2013 (Enam bulan) Bagian laba bersih entitas asosiasi Penambahan Rp Juta 50,715 50,715 5,000 5,000

Saldo awal periode Rp Juta PT Panin Sekuritas Tbk PT IBJ Verena Finance Jumlah 272,875 20,909 293,784

Pengurangan Rp Juta (24,012) (24,012)

Saldo akhir periode Rp Juta 299,578 25,909 325,487

Saldo awal tahun Rp Juta PT Panin Sekuritas Tbk PT IBJ Verena Finance PT Laksayudha Abadi Jumlah 226,798 20,046 62,895 309,739

2012 (Satu tahun) Bagian laba bersih entitas asosiasi Pengurangan Rp Juta Rp Juta 66,957 863 324 68,144 (20,880) (63,219) (84,099)

Saldo akhir tahun Rp Juta 272,875 20,909 293,784

60

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Ringkasan informasi dari entitas asosiasi


30 Juni 2013 Aset Rp Juta PT Panin Sekuritas Tbk PT IBJ Verena Finance 2,026,445 614,575 Liabillitas Rp Juta 974,516 440,025 Pendapatan Rp Juta 374,387 27,178 Laba (Rugi) Bersih Rp Juta 174,878 3,602

31 Desember 2012 Aset Rp Juta PT Panin Sekuritas Tbk PT IBJ Verena Finance PT Laksayudha Abadi 1,661,868 497,716 487,584 Liabillitas Rp Juta 709,271 393,170 175,805 Pendapatan Rp Juta 430,336 19,310 36,914 Laba (Rugi) Bersih Rp Juta 230,887 4,315 1,257

Penyertaan saham dengan pemilikan kurang dari 20% diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, dan diukur dengan nilai wajar. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Grup mencatat penyertaan saham dengan pemilikan kurang dari 20%, kecuali penyertaan saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, sebesar biaya perolehan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai karena nilai wajar dari unquoted equity instruments tersebut tidak dapat ditentukan dengan andal. Penyertaan dalam bentuk saham yang mengalami penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 merupakan penyertaan kepada PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia sebesar Rp 625 juta. Perhitungan CKPN dilakukan secara individual. Tidak terdapat mutasi cadangan kerugian penurunan nilai tahun 2013 dan 2012. Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai penyertaan dalam bentuk saham cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul. Penyertaan modal sementara pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah penyertaan yang berasal dari debt to equity swaps dalam rangka restrukturisasi kredit. 18. ASET TETAP Rincian mutasi dan saldo aset tetap adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 1 Januari 2013 Rp Juta Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Golongan I dan II Jumlah Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Golongan I dan II Jumlah Jumlah Bersih Penambahan Rp Juta Pengurangan Rp Juta 30 Juni 2013 Rp Juta

699,182 1,720,648 1,264,447 3,684,277

6,500 34,287 40,787

(12,118) (12,118)

699,182 1,727,148 1,286,616 3,712,946

650,633 919,356 1,569,989 2,114,288

45,671 80,086 125,757

(9,705) (9,705)

696,304 989,737 1,686,041 2,026,905

61

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012 1 Januari 2012 Rp Juta Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Golongan I dan II Aset Sewa Pembiayaan Jumlah Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Golongan I dan II Aset Sewa Pembiayaan Jumlah Jumlah Bersih Penambahan Rp Juta Pengurangan Rp Juta Reklasifikasi Rp Juta 31 Des 2012 Rp Juta

620,813 1,442,092 1,413,448 1,219 3,477,572

62,803 223,969 220,888 507,660

(2,487) (4,213) (369,888) (1,219) (377,807)

18,053 58,799 76,852

699,182 1,720,647 1,264,448 3,684,277

569,427 1,102,209 528 1,672,164 1,805,408

82,437 174,183 256,620

(1,231) (357,036) (528) (358,795)

650,633 919,356 1,569,989 2,114,288

*) Termasuk pengurangan aset tetap milik AMAG dengan jumlah Rp 13.413 juta yang tidak dikonsolidasikan mulai 1 Oktober 2012 (Catatan 1b).

tercatat

sebesar

Pengurangan aset tetap merupakan penjualan dan penghapusan aset tetap dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2013 Rp Juta Nilai buku Harga jual Laba penjualan dan penghapusan aset tetap 2,413 3,673 1,260 31 Desember 2012 Rp Juta 5,599 11,224 5,625

Bank memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo sampai dengan 2039. Bank memiliki beberapa bangunan dengan hak legal berupa Hak Milik atas Satuan Rumah Susun yang berjangka waktu 20 (dua puluh) tahun yang akan jatuh tempo sampai dengan 2032. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap masih lebih rendah dari pada nilai yang dapat dipulihkan, oleh karena itu tidak diperlukan penurunan nilai aset tetap. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, nilai wajar dari aset tetap masing-masing sebesar Rp 2.553.640 juta dan 2.717.184 juta. Aset tetap Bank kecuali tanah sejumlah Rp 1.235.726 juta dan Rp 1.415.106 juta telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya kepada PT Panin Insurance Tbk dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, pihak berelasi, serta PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tri Prakarta, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara dan PT Asuransi Dinamika dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 2.365.828 juta dan USD 1.166.769 pada tanggal 30 Juni 2013 dan Rp 3.829.664 juta dan SGD 280.000 pada tanggal 31 Desember 2012. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

62

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

19. ASET LAIN-LAIN


30 Juni 2013 Rp Juta Bank Pendapatan yang masih akan diterima Kredit Efek-efek Lainnya Biaya dibayar dimuka Hadiah Sewa Provisi dan komisi Lainnya Aset tetap yang belum siap digunakan dalam kegiatan operasional Uang muka Pendirian cabang Pembelian aset tetap Pihak ketiga Agunan yang diambil alih Persediaan hadiah dan barang cetakan Pajak dibayar di muka (Catatan 55) Aset tidak berwujud Perangkat lunak Goodwill Lainnya Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan aset non produktif Bersih Entitas Anak Agunan yang diambil alih Biaya dibayar dimuka Piutang lain-lain Kas yang dibatasi penggunaannya Lainnya Sub Jumlah Dikurangi : Penyisihan penghapusan aset non produktif Bersih Jumlah Aset Lain-Lain - Bersih 401,363 502,639 173,729 77,784 182,941 27,955 10,824 27,189 9,917 46,528 2,750,089 (8,958) 2,741,131 391,977 465,368 69,801 40,258 262,932 30,309 10,824 26,915 9,917 262,674 2,733,740 (44,487) 2,689,253 550,982 121,870 33,661 510,738 46,618 3,555 21,796 561,167 129,413 5,162 417,473 47,155 1,979 416 31 Desember 2012 Rp Juta

19,565 22,214 8,962 1,487 39,891 92,119 (2,180) 89,939 2,831,070

13,888 11,150 16,517 90 34,080 75,725 (1,837) 73,888 2,763,141

Agunan yang Diambil Alih Agunan yang diambil alih merupakan jaminan kredit dan pembiayaan konsumen berupa surat berharga dalam bentuk saham, tanah, bangunan dan kendaraan yang telah diambil alih oleh Grup. Untuk memenuhi Peraturan Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, Bank telah melakukan upaya penyelesaian atas agunan yang diambil alih.

63

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif dan lainnya adalah sebagai berikut:
2013 (Enam bulan) Rp Juta Saldo awal periode Penghapusan Penyisihan (pemulihan) periode berjalan Saldo akhir periode 46,324 (1,928) (33,258) 11,138 2012 (Satu tahun) Rp Juta 96,300 (7,635) (42,341) 46,324

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif dan lainnya adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul. Aset Tetap yang Belum Siap Digunakan dalam Kegiatan Operasional Aset tetap yang belum siap digunakan dalam kegiatan operasional merupakan tanah dan bangunan yang direncanakan untuk pembukaan cabang dan tempat kegiatan pendukung operasional Grup. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasi. Perangkat Lunak Perincian perangkat lunak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Biaya perolehan Awal periode Penambahan periode berjalan Akhir Periode Akumulasi Amortisasi Awal periode Amortisasi periode berjalan Akhir periode Jumlah tercatat 31 Desember 2012

56,291 8,602 64,893

44,888 11,403 56,291

(28,121) (8,642) (36,763) 28,130

(7,350) (20,771) (28,121) 28,170

Goodwill Perincian Goodwill adalah sebagai berikut:


Rp Juta Biaya perolehan Akumulasi amortisasi - awal tahun Saldo 30 Juni 2013 & 31 Desember 2012 31,738 (21,821) 9,917

Goodwill timbul dari akuisisi entitas anak PT Bank Panin Syariah. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 tidak terdapat penurunan nilai terhadap goodwill. Masa manfaat ekonomis goodwill tidak dapat ditentukan sampai lepasnya pengendalian atas PT Bank Panin Syariah. Faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaian atas goodwill dapat dilihat dari kinerja PT Bank Panin Syariah yang masih menghasilkan laba hingga saat ini dan tidak terdapat isu going concern atas entitas anak tersebut.

64

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

20. SIMPANAN Simpanan memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Simpanan terdiri dari :
30 Juni 2013 Pihak ketiga Rp Juta 31 Desember 2012 Pihak ketiga Rp Juta

Pihak berelasi Rp Juta

Jumlah Rp Juta

Pihak berelasi Rp Juta

Jumlah Rp Juta

Bank Giro Tabungan Deposito berjangka Sub Jumlah Entitas Anak Giro Wadiah Tabungan Wadiah Tabungan Mudharabah Deposito Mudharabah Sub Jumlah Jumlah

75,805 59,618 261,448 396,871

16,109,057 47,295,195 41,882,879 105,287,131

16,184,862 47,354,813 42,144,327 105,684,002

59,127 55,369 344,423 458,919

15,118,145 47,425,216 38,469,403 101,012,764

15,177,272 47,480,585 38,813,826 101,471,683

396,871

219,761 261,055 106,875 1,176,700 1,764,391 107,051,522

219,761 261,055 106,875 1,176,700 1,764,391 107,448,393

458,919

131,651 55,550 30,327 1,006,049 1,223,577 102,236,341

131,651 55,550 30,327 1,006,049 1,223,577 102,695,260

a. Giro
30 Juni 2013 Rp Juta Pihak berelasi Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Lainnya Sub Jumlah Pihak ketiga Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Australia Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Sub Jumlah Entitas anak Rupiah Jumlah Tingkat bunga rata-rata Rupiah Valuta asing Tingkat bonus rata-rata per tahun 31 Desember 2012 Rp Juta

63,216 12,449 140 75,805

47,366 11,558 203 59,127

6,015,750 6,901,032 1,482,166 1,710,109 16,109,057 219,761 16,404,623

6,235,348 7,007,231 471,011 1,404,555 15,118,145 131,651 15,308,923

3.05% 0.16% 4.43%

3.48% 0.16% 3.43%

65

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 jumlah giro yang diblokir serta dijadikan jaminan kredit masing-masing sebesar Rp 11.351 juta dan Rp 21.758 juta. b. Tabungan Merupakan tabungan dari masyarakat dalam Rupiah dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2013 Rp Juta Rupiah Bank Tabungan Bisnis Panin Tabungan Magna Panin Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Sub Jumlah Entitas anak Tabungan Wadiah Tabungan Mudharabah Sub jumlah Jumlah Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Tingkat bonus rata-rata per tahun Bagi hasil rata-rata per tahun 31 Desember 2012 Rp Juta

34,040,278 10,562,653 2,751,882 47,354,813 261,055 106,875 367,930 47,722,743

33,393,972 12,099,781 1,986,832 47,480,585 55,550 30,327 85,877 47,566,462

2.14% 8.57% 6.38%

2.59% 3.81% 4.56%

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 jumlah tabungan yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit masing-masing sebesar Rp 42.958 juta dan Rp 99.786 juta. c. Deposito berjangka
30 Juni 2013 Rp Juta Pihak berelasi Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Sub Jumlah Pihak ketiga Bank Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Australia Lainnya (masing-masing di bawah 5%) Sub Jumlah Entitas anak Rupiah Jumlah Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Rupiah Valuta asing Bagi hasil rata-rata per tahun 31 Desember 2012 Rp Juta

233,680 27,768 261,448

231,551 112,872 344,423

39,551,377 1,967,457 216,048 147,997 41,882,879

36,201,827 2,032,008 104,648 130,920 38,469,403

1,176,700 43,321,027

1,006,049 39,819,875

4.45% 0.74% 6.85%

5.69% 0.81% 7.23%

66

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu:


30 Juni 2013 Valuta asing Rp Juta 1,367,185 435,115 340,819 216,151 2,359,270 31 Desember 2012 Valuta asing Rp Juta 1,281,176 486,486 353,216 257,848 1,722 2,380,448

Rupiah Rp Juta 1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah 26,125,675 10,181,017 2,827,140 1,809,326 18,599 40,961,757

Jumlah Rp Juta 27,492,860 10,616,132 3,167,959 2,025,477 18,599 43,321,027

Rupiah Rp Juta 26,416,965 6,794,817 2,224,793 1,990,651 12,201 37,439,427

Jumlah Rp Juta 27,698,141 7,281,303 2,578,009 2,248,499 13,923 39,819,875

Jumlah deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing adalah sebesar Rp 2.066.664 juta dan Rp 2.183.711 juta. 21. SIMPANAN DARI BANK LAIN Simpanan dari bank lain memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Simpanan dari bank lain terdiri dari :
30 Juni 2013 Valuta asing Rp Juta 31 Desember 2012 Valuta asing Rp Juta

Rupiah Rp Juta Pihak berelasi Bank Giro Call money Sub jumlah Pihak ketiga Bank Giro Tabungan Deposito berjangka Call money Sub jumlah Entitas Anak Giro Wadiah Deposito Mudharabah Sertifikat investasi Mudharabah antar bank Sub Jumlah Jumlah Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Giro Tabungan Deposito berjangka Call money Tingkat bonus rata-rata per tahun Bagi hasil rata-rata per tahun

Jumlah Rp Juta

Rupiah Rp Juta

Jumlah Rp Juta

12,314 12,314

12,314 12,314

21,657 90,000 111,657

21,657 90,000 111,657

123,340 77,246 2,008,156 5,371,000 7,579,742 508 200 50,000 50,708 7,642,764

7,484 1,458,975 1,466,459 1,466,459

130,824 77,246 2,008,156 6,829,975 9,046,201 508 200 50,000 50,708 9,109,223

99,019 125,848 841,344 4,125,000 5,191,211 298 20,200 183,000 203,498 5,506,366

3,724 1,272,150 1,275,874 1,275,874

102,743 125,848 841,344 5,397,150 6,467,085 298 20,200 183,000 203,498 6,782,240

2.40% 4.92% 4.61% 4.69%

0.10% 0.33%

2.76% 5.08% 4.43% 4.54%

0.10% 0.36%

3.43% 6.85%

3.43% 7.23%

67

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

a.

Deposito Berjangka Jangka waktu deposito berjangka 3 hari sampai dengan 12 bulan dan 4 hari sampai dengan 12 bulan pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

b. Call Money Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, jangka waktu call money Rupiah masing-masing 3 sampai dengan 31 hari dan 5 sampai dengan 92 hari dan untuk jangka waktu call money valuta asing adalah 3 hari sampai dengan 30 hari dan 5 hari sampai dengan 31 hari c. Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 jangka waktu Sertifikat Investasi Mudharabah antar bank adalah 5 hari sampai dengan 14 hari. 22. EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI PIHAK KETIGA Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri dari :
Tanggal jatuh tempo 01 Juli 2013 01 Juli 2013 01 Juli 2013 01 Juli 2013 02 Juli 2013 02 Juli 2013 02 Juli 2013 02 Juli 2013 10 Juli 2013 10 Juli 2013 10 Juli 2013 24 Juli 2013 24 Juli 2013 24 Juli 2013 24 Juli 2013 26 Juli 2013 26 Juli 2013 26 Juli 2013 26 Juli 2013 30 Juni 2013 Beban bunga yang belum diamortisasi Rp Juta 0 0 0 0 16 17 16 20 148 184 167 367 396 434 417 425 537 116 631 3,891

Jenis FR0058 FR0059 FR0046 FR0046 FR0040 FR0040 FR0059 FR0043 FR0052 FR0054 FR0052 FR0059 FR0059 FR0054 FR0054 FR0031 FR0028 FR0027 FR0048 Jumlah

Tanggal mulai 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 30 April 2013 26 Juni 2013 26 Juni 2013 26 Juni 2013 24 Juni 2013 24 Juni 2013 24 Juni 2013 24 Juni 2013 26 Juni 2013 26 Juni 2013 26 Juni 2013 26 Juni 2013

Nilai nominal Rp Juta 144,481 111,630 139,504 111,603 116,508 128,772 116,297 149,209 120,278 148,849 135,313 115,409 124,287 136,642 131,177 116,122 146,472 31,658 172,212 2,396,423

Nilai bersih Rp Juta 144,481 111,630 139,504 111,603 116,492 128,755 116,281 149,189 120,130 148,665 135,146 115,042 123,891 136,208 130,760 115,697 145,935 31,542 171,581 2,392,532

68

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012 Beban bunga yang belum diamortisasi Rp Juta 40 26 133 83 140 388 257 479 306 270 251 541 663 247 884 1,298 912 474 2,623 613 10,628

Jenis

Tanggal mulai

Tanggal jatuh tempo

Nilai nominal Rp Juta 308,942 198,332 507,725 209,683 185,241 503,315 156,932 292,458 186,764 128,656 119,302 257,106 293,741 110,677 395,792 504,512 333,910 173,459 410,653 95,975 5,373,175

Nilai bersih Rp Juta 308,902 198,306 507,592 209,600 185,101 502,927 156,675 291,979 186,458 128,386 119,051 256,565 293,078 110,430 394,908 503,214 332,998 172,985 408,030 95,362 5,362,547

FR0044 FR0052 FR0058 FR0058 FR0054 FR0061 FR0028 FR0031 FR0048 FR0050 FR0057 FR0060 FR0031 FR0044 FR0058 FR0052 FR0052 FR0054 FR0054 FR0057 Jumlah

29 November 2012 29 November 2012 3 Desember 2012 3 Desember 2012 7 Desember 2012 5 Desember 2012 13 Desember 2012 13 Desember 2012 13 Desember 2012 17 Desember 2012 17 Desember 2012 17 Desember 2012 18 Desember 2012 17 Desember 2012 17 Desember 2012 20 Desember 2012 21 Desember 2012 21 Desember 2012 18 Desember 2012 18 Desember 2012

02 Januari 2013 02 Januari 2013 03 Januari 2013 04 Januari 2013 07 Januari 2013 07 Januari 2013 14 Januari 2013 14 Januari 2013 14 Januari 2013 17 Januari 2013 17 Januari 2013 17 Januari 2013 18 Januari 2013 18 Januari 2013 18 Januari 2013 21 Januari 2013 22 Januari 2013 22 Januari 2013 18 Februari 2013 18 Februari 2013

69

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

23. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN - BERSIH Surat berharga yang diterbitkan dalam mata uang Rupiah oleh Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta 31 Desember 2012 Rp Juta

Nilai Nominal Bank Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 Pihak berelasi Pihak ketiga Obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 Pihak berelasi Pihak ketiga Obligasi Bank Panin III Tahun 2009 Pihak berelasi Pihak ketiga Obligasi Bank Panin II Tahun 2007 Seri C Pihak berelasi Pihak ketiga

75,000 925,000 1,000,000 4,000 536,000 540,000 30,300 769,700 800,000 14,500 185,500 200,000 2,540,000

75,000 925,000 1,000,000 4,000 536,000 540,000 30,300 769,700 800,000 14,500 185,500 200,000 2,540,000

Sub jumlah Entitas Anak Obligasi Clipan Finance III Tahun 2011 Seri B - Pihak ketiga Seri C Pihak berelasi Pihak ketiga Medium Term Note I Clipan Finance Tahun 2012 - Pihak ketiga Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 Seri A - Pihak ketiga Seri B Pihak berelasi Pihak ketiga Seri C - Pihak ketiga Obligasi Verena Multi Finance I Tahun 2011 Seri B Seri C Pihak berelasi Pihak ketiga Medium Term Note I Verena Multi Finance Tahun 2011 - Pihak ketiga Sub jumlah Surat berharga yang beredar Surat berharga yang dibeli kembali *) Diskonto yang belum diamortisasi Bersih

123,000 24,000 605,000 752,000 800,000

123,000 22,000 607,000 752,000 800,000

50,000 63,000 164,000 23,000 300,000 5,000 295,000 300,000 200,000 2,352,000 4,892,000 (58,330) (24,989) 4,808,681

50,000 63,000 164,000 23,000 300,000 135,000 5,000 295,000 435,000 200,000 2,487,000 5,027,000 (85,505) (31,990) 4,909,505

*) Surat berharga yang dibeli kembali merupakan obligasi yang dibeli oleh Grup dengan tujuan untuk dijual kembali. 70

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Suku bunga efektif pada tahun 2013 dan 2012 untuk obligasi yang diterbitkan ini masing-masing adalah 9,84% per tahun dan 9,04% per tahun. Pembayaran bunga semua surat berharga yang diterbitkan dilakukan secara triwulanan. Amortisasi diskonto untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 7.001 juta dan Rp 5.333 juta serta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 11.404 juta. Grup tidak memiliki tunggakan pembayaran pokok, bunga maupun pelanggaran lainnya berkaitan dengan surat berharga tersebut selama tahun 2013 dan 2012. Seluruh surat berharga yang diterbitkan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dalam mata uang Rupiah. Bank Obligasi yang diterbitkan oleh Bank adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Nilai nominal Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 Obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 Obligasi Bank Panin III Tahun 2009 Obligasi Bank Panin II Tahun 2007 Seri C Obligasi yang beredar Obligasi yang dibeli kembali Diskonto yang belum diamortisasi Bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

1,000,000 540,000 800,000 200,000 2,540,000 (58,330) (13,399) 2,468,271

1,000,000 540,000 800,000 200,000 2,540,000 (85,505) (15,689) 2,438,806

Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 Bank bermaksud melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin yang akan diterbitkan dan ditawarkan secara bertahap dalam periode paling lama 2 tahun sejak efektifnya pernyataan pendaftaran (12 Desember 2012 Catatan 1c) dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 3.000.000 juta. Dalam rangka penerbitan obligasi berkelanjutan tersebut pada tanggal 20 Desember 2012, Bank menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,15% yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, berjangka waktu 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2017. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 20 Maret 2013 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 20 Desember 2017. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pembiayaan proyek infrastruktur dan kredit investasi jangka panjang sekitar 90% dan surat-surat berharga sekitar 10%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian 71

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Dalam perjanjian perwaliamanatan, telah diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank dimana Bank tidak diperbolehkan melakukan beberapa hal berikut ini: Mengurangi Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Mengadakan perubahan bidang usaha Melakukan penyertaan modal melebihi 10% dari pendapatan operasional atau 20% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan audit terakhir. Melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain, kecuali karena adanya ketentuan pemerintah atau Bank Indonesia. Melakukan penerbitan obligasi atau medium term notes yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang obligasi. Menjual atau mengalihkan atau memindah tangankan dengan cara apapun juga sebagian atau seluruh aset tetap berupa tanah dan bangunan di atasnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Menjaminkan atau membebani dengan cara apapun harta kekayaan Bank, baik yang sekarang ada maupun yang aka nada dikemudian hari kepada pihak ketiga manapun. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Oktober 2012 No. 1654/PEF-Dir/X/2012, peringkat Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I tahun 2012 untuk periode 5 Oktober 2012 sampai dengan 1 Oktober 2013 adalah idAA. Setelah ulang tahun ke-1 (satu) sejak tanggal emisi, Bank dapat melakukan pembelian kembali ( buy back) untuk sebagian atau seluruhnya untuk disimpan yang di kemudian hari dapat dijual kembali atau sebagai pelunasan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Manajemen berpendapat Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan. Obligasi Bank Panin IV tahun 2010 Pada tanggal 9 November 2010, Bank menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 540.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, berjangka waktu 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 9 November 2015. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 9 Februari 2011 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 9 November 2015. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Mobil (KPM), pembiayaan proyek infrastruktur dan kredit investasi jangka panjang sekitar 95% dan suratsurat berharga sekitar 5%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang aka nada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Dalam perjanjian perwaliamanatan, telah diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank dimana Bank tidak diperbolehkan melakukan beberapa hal berikut ini: Mengurangi Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Mengadakan perubahan bidang usaha Melakukan penyertaan modal melebihi 10% dari pendapatan operasional atau 20% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan audit terakhir. 72

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain, kecuali karena adanya ketentuan pemerintah atau Bank Indonesia. Melakukan penerbitan obligasi atau medium term notes yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang obligasi. Menjual atau mengalihkan atau memindah tangankan dengan cara apapun juga sebagian atau seluruh aset tetap berupa tanah dan bangunan di atasnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Menjaminkan atau membebani dengan cara apapun harta kekayaan Bank, baik yang sekarang ada maupun yang aka nada dikemudian hari kepada pihak ketiga manapun. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Agustus 2012 No. 1298/PEF-Dir/VIII/2012, peringkat Obligasi Bank Panin IV tahun 2010 untuk periode 1 Agustus 2012 sampai dengan 1 Agustus 2013 adalah idAA. Setelah ulang tahun ke 1 (satu) sejak tanggal emisi, Bank dapat melakukan pembelian kembali ( buy back) untuk sebagian atau seluruhnya untuk disimpan yang di kemudian hari dapat dijual kembali atau sebagai pelunasan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Manajemen berpendapat Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. Obligasi Bank Panin III tahun 2009 Pada tanggal 6 Oktober 2009, Bank menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 800.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,5% yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, berjangka waktu 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Oktober 2014. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 6 Januari 2010 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2014. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pembiayaan proyek infrastruktur dan kredit investasi lainnya sekitar 95% dan surat-surat berharga sekitar 5%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang aka nada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Dalam perjanjian perwaliamanatan, telah diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank dimana Bank tidak diperbolehkan melakukan beberapa hal berikut ini: Mengurangi Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Mengadakan perubahan bidang usaha Melakukan penyertaan modal melebihi 10% dari pendapatan operasional atau 20% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan audit terakhir. Melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain, kecuali karena adanya ketentuan pemerintah atau Bank Indonesia. Melakukan penerbitan obligasi atau medium term notes yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang obligasi. Menjual atau mengalihkan atau memindah tangankan dengan cara apapun juga sebagian atau seluruh aset tetap berupa tanah dan bangunan di atasnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Menjaminkan atau membebani dengan cara apapun harta kekayaan Bank, baik yang sekarang ada maupun yang aka nada dikemudian hari kepada pihak ketiga manapun. 73

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Agustus 2012 No. 1298/PEF-Dir/VIII/2012, peringkat Obligasi Bank Panin III tahun 2009 untuk periode 1 Agustus 2012 sampai dengan 1 Agustus 2013 adalah idAA. Setelah ulang tahun ke- 1 (satu) sejak tanggal emisi, Bank dapat melakukan pembelian kembali ( buy back) untuk sebagian atau seluruhnya untuk disimpan yang di kemudian hari dapat dijual kembali atau sebagai pelunasan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Manajemen berpendapat Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. Obligasi Bank Panin II tahun 2007 Pada tanggal 19 Juni 2007, Bank menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 1.650.000 juta dengan tingkat bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari: 1. Obligasi Seri A : Jumlah pokok sebesar Rp 50.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 19 Juni 2010. 2. Obligasi Seri B : Jumlah pokok sebesar Rp 1.400.000 juta dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,75% per tahun dengan jangka waktu 5 tahun. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 19 Juni 2012. 3. Obligasi Seri C : Jumlah pokok sebesar Rp 200.000 juta dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 11% per tahun dengan jangka waktu 7 tahun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2014. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 19 September 2007 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 19 Juni 2010 untuk Seri A, tanggal 19 Juni 2012 untuk Seri B dan tanggal 19 Juni 2014 untuk Seri C. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit sekitar 95% dan surat-surat berharga sekitar 5%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang aka nada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Dalam perjanjian perwaliamanatan, telah diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank dimana Bank tidak diperbolehkan melakukan beberapa hal berikut ini: Mengurangi Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Mengadakan perubahan bidang usaha Melakukan penyertaan modal melebihi 10% dari pendapatan operasional atau 20% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan audit terakhir. Melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain, kecuali karena adanya ketentuan pemerintah atau Bank Indonesia. Melakukan penerbitan obligasi atau medium term notes yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedudukan hutang obligasi. Menjual atau mengalihkan atau memindah tangankan dengan cara apapun juga sebagian atau seluruh aset tetap berupa tanah dan bangunan di atasnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Menjaminkan atau membebani dengan cara apapun harta kekayaan Bank, baik yang sekarang ada maupun yang aka nada dikemudian hari kepada pihak ketiga manapun. 74

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Agustus 2012 No. 1298/PEF-Dir/VIII/2012, peringkat Obligasi Bank Panin II tahun 2007 untuk periode 1 Agustus 2012 sampai dengan 1 Agustus 2013 adalah idAA. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Manajemen berpendapat Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan) Obligasi yang diterbitkan oleh Clipan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Nilai nominal Obligasi Clipan Finance III Tahun 2011 Seri B Seri C Medium Term Notes I Clipan Finance Tahun 2012 Obligasi yang beredar Diskonto yang belum di amortisasi Bersih 800,000 1,552,000 (8,443) 1,543,557 800,000 1,552,000 (11,046) 1,540,954 123,000 629,000 123,000 629,000 31 Desember 2012 Rp Juta

Obligasi Clipan Finance III tahun 2011 Pada tanggal 8 Nopember 2011, Clipan menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 juta dengan tingkat bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari: Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp. 248.000 juta berjangka waktu 370 hari dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun. Obligasi ini telah jatuh tempo pada 13 November 2012. Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp. 123.000 juta berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 8 Nopember 2013. Seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp. 629.000 juta berjangka waktu 36 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,25% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 8 Nopember 2014. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 8 Februari 2012 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 13 Nopember 2012, untuk seri A, tanggal 8 November 2013 untuk Seri B dan tanggal 8 November 2014 untuk Seri C. Berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pefindo No. 953/PEF-Dir/VI/2012 tanggal 29 Mei 2012, Obligasi Clipan Finance III tahun 2011 mendapat peringkat A+ (Single A Plus) untuk periode 28 Mei 2012 sampai dengan 1 Mei 2013. Berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pefindo No. 922/PEF-Dir/V/2013 tanggal 6 Mei 2013, Obligasi PT Clipan Finance Indonesia Tbk. Indonesia III Tahun 2011 mendapat peringkat A+ (Single A Plus) untuk periode 6 Mei 2013 sampai dengan 1 Mei 2014. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen dan tagihan anjak piutang yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 60% dari jumlah utang pokok obligasi (Catatan 12, 14 dan 15). Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Manajemen berpendapat Clipan telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. 75

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Medium Term Notes I Clipan Finance Tahun 2012 (MTN) Pada tanggal 30 Maret 2012, Clipan menerbitkan MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun dengan jumlah pokok sebesar Rp 800.000 juta dengan cara penawaran penempatan terbatas dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Maret 2015. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga (Catatan 14 dan 15). Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 30 Juni 2012 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 30 Maret 2015. Berdasarkan surat PT Pefindo No. 952/PEF-Dir/VI/2012 tanggal 29 Mei 2012, peringkat MTN I adalah idA+ (Single A Plus) untuk periode 28 Mei 2012 sampai dengan 1 Mei 2013. Berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pefindo No. 923/PEF-Dir/V/2013 tanggal 6 Mei 2013, peringkat MTN I PT Clipan Finance Indonesia Tbk. tahun 2012 adalah A+ (Single A Plus) untuk periode 6 Mei 2013 sampai dengan 1 Mei 2014. Wali amanat untuk penerbitan MTN ini adalah PT Bank Mega Tbk. Manajemen berpendapat Clipan telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal MTN melalui KSEI sesuai jadwal. PT Verena Multi Finance Tbk (VMF) Obligasi yang diterbitkan oleh VMF adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Nilai nominal Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 Seri A Seri B Seri C Medium Term Notes I Verena Multi Finance Tahun 2011 Obligasi Verena Multi Finance I Tahun 2011 Seri B Seri C Surat berharga yang beredar Diskonto yang belum diamortisasi Bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

50,000 227,000 23,000 200,000 300,000 800,000 (3,147) 796,853

50,000 227,000 23,000 200,000 135,000 300,000 935,000 (5,255) 929,745

Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Pada tahun 2012, VMF melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance kepada masyarakat yang akan dilaksanakan dalam periode paling lama 2 tahun sejak efektifnya pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp 1 Triliun yang dicatatkan pada Bursa Efek, yang terdiri dari beberapa tahap. Pada tanggal 30 November 2012, VMF memperoleh Pernyataan Efektif dari Bapepam-LK melalui surat No. S-13646/BL/2012.

76

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 Pada tanggal 11 Desember 2012, VMF menerbitkan obligasi tahap I diberi nama Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 dengan nilai nominal Rp 300 miliar, tingkat bunga tetap, yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari: Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 50 miliar berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,25% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2013. Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp 227 miliar berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 11 Desember 2015. Seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp 23 miliar berjangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,05% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 11 Desember 2016. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 11 Maret 2013 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 21 Desember 2013 untuk Seri A, tanggal 11 Desember 2015 untuk Seri B dan tanggal 11 Desember 2016 untuk Seri C. Dalam perjanjian perwaliamatan diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh VMF antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10 berbanding 1. Selain itu, selama berlakunya jangka waktu obligasi dan sebelum dilunasinya pokok dan bunga obligasi, VMF tidak diperkenankan tanpa persetujuan waliamanat, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang yang sama dan tidak memiliki dampak negatif, mengalihkan aset perseroan lebih dari 50% jumlah ekuitas, menjaga hasil pemeringkatan dari Pefindo minimal idA (Single A) dan menambah jaminan bila hasil pemeringkatan menurun. Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang yang dimiliki VMF minimal 10% dari nilai pokok obligasi pada tanggal emisi, menjadi minimal 30% dari nilai pokok obligasi pada satu bulan sejak tanggal emisi, menjadi minimal 50% dari nilai pokok obligasi pada dua bulan sejak tanggal emisi dan menjadi minimal 70% pada bulan ketiga sejak tanggal emisi (Catatan 14 dan 15). Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah Bank Sinar Mas Tbk. Manajemen berpendapat VMF telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan dan pembayaran bunga melalui KSEI sesuai jadwal. Berdasarkan surat No.1548/PEF-Dir/IX/2012 tanggal 24 September 2012 dari Pefindo, peringkat obligasi Seri A, Seri B dan Seri C untuk periode 24 September 2012 sampai dengan 1 September 2013 adalah idA (Single A). Medium Term Notes I Verena Multi Finance Tahun 2011 (MTN) Pada tanggal 14 Desember 2011, VMF menerbitkan MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,00% per tahun dengan jumlah pokok sebesar Rp 200.000 juta dengan cara penawaran penempatan terbatas dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2014. Dalam perjanjian perwaliamatan diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh VMF antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10 berbanding 1. Selain itu, selama berlakukanya jangka waktu obligasi dan sebelum dilunasinya pokok dan bunga obligasi, VMF tidak diperkenankan tanpa persetujuan waliamanat, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang yang sama dan tidak memiliki dampak negatif, mengalihkan aset perseroan lebih dari 50% jumlah ekuitas, menjaga hasil pemeringkatan dari Pefindo minimal idA (Single A) dan menambah jaminan bila hasil pemeringkatan menurun. Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 15 Maret 2012 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 15 Desember 2014. 77

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Surat utang jangka menengah ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang dimiliki VMF dengan jumlah jaminan sebesar Rp 50 miliar pada tanggal emisi, Rp 125 miliar pada satu bulan sejak tanggal emisi, Rp 200 miliar atau 100% dari nilai pokok MTN setelah 2 bulan sejak tanggal emisi (Catatan 14 dan 15). Wali amanat untuk penerbitan MTN ini adalah Bank Sinarmas. Manajemen berpendapat VMF telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal MTN melalui KSEI sesuai jadwal. Berdasarkan surat No. 1548/PEF-Dir/IX/2012 tanggal 24 September 2012 dari Pefindo, peringkat MTN I adalah idA (Single A) untuk periode 24 September 2012 sampai dengan 1 September 2013. Obligasi Verena Multi Finance I Tahun 2011 Pada tanggal 18 Maret 2011, VMF menerbitkan obligasi nilai nominal sebesar Rp 500.000 juta dengan tingkat bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari: Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 65 miliar berjangka waktu 370 hari dengan tingkat suku bunga 9,50% per tahun, telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 22 Maret 2012. Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp 135 miliar berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,50% per tahun, telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 18 Maret 2013. Seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar berjangka waktu 36 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 11,25% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 18 Maret 2014.

Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 18 Juni 2011 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 18 Maret 2012 untuk Seri A, tanggal 18 Maret 2013 untuk Seri B dan tanggal 18 Maret 2014 untuk Seri C. Dalam perjanjian perwaliamatan diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh VMF antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10 berbanding 1. Selain itu, selama berlakukanya jangka waktu obligasi dan sebelum dilunasinya pokok dan bunga obligasi, VMF tidak diperkenankan tanpa persetujuan waliamanat, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang yang sama dan tidak memiliki dampak negatif, mengalihkan aset perseroan lebih dari 50% jumlah ekuitas, menjaga hasil pemeringkatan dari Pefindo minimal idA (Single A) dan menambah jaminan bila hasil pemeringkatan menurun. Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang yang dimiliki VMF sebesar Rp 50 miliar pada tanggal emisi, Rp 200 miliar pada satu bulan sejak tanggal emisi dan Rp 350 miliar atau minimal 110% dari nilai pokok obligasi pada 3 bulan sejak tanggal emisi (Catatan 14 dan 15). Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah Bank Mandiri Tbk. Manajemen berpendapat VMF telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai jadwal. Berdasarkan surat No. 1549/PEF-Dir/IX/2012 tanggal 24 September 2012 dari Pefindo, peringkat obligasi Seri B dan C adalah idA (Single A) untuk periode 24 September 2012 sampai dengan 1 September 2013.

78

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

24. PINJAMAN YANG DITERIMA Merupakan pinjaman yang diterima Grup dalam mata uang Rupiah dan valuta asing dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2013 Tingkat bunga rata-rata %

Jangka Waktu Pihak ketiga Bank Rupiah Bank Indonesia Dollar Amerika Serikat Pinjaman dari bank lain Pinjaman dari Lembaga keuangan non bank 6 tahun 7 tahun Sub jumlah Clipan Rupiah PT Bank Negara Indonesia PT Bank Jabar Banten PT Bank Danamon Indonesia PT Bank Central Asia PT Bank Mandiri PT Bank ICBC Indonesia Lainnya (masing-masing dibaw ah 5%) VMF Rupiah PT Bank Negara Indonesia PT Bank Permata PT Bank Resona Perdania PT Bank Sinarmas Jumlah

Jumlah Rp Juta

20 tahun 3 bulan - 3 tahun

7.00% 1.03% LIBOR 6 bulan + 3,6% LIBOR 6 bulan + 3%

18 923,025 224,489 297,065 1,444,597

1 - 3 tahun 3 tahun 1 - 3 tahun 3 tahun 1 - 3 tahun 3 tahun

10.54% 9.50% 10.75% 10.13% 10.54% 10.25%

420,919 215,044 106,192 77,773 33,113 14,032 37,487

1 tahun 1 - 2 tahun 3 - 4 tahun 3 - 4 tahun

9.50% 10.25% 5.00% 12.00%

431,075 85,491 44,641 24,064 2,934,428

79

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012 Tingkat bunga rata-rata

Jangka waktu

Jumlah Rp Juta

Pihak ketiga Bank Rupiah Bank Indonesia Dollar Amerika Serikat Pinjaman dari bank lain Pinjaman dari lembaga keuangan non bank

3 - 20 tahun

7.00%

18

1 bulan - 3 tahun

1.06% LIBOR 6 bulan + 3,60% LIBOR 6 bulan + 3%

867,375

5 tahun 7 tahun

287,119 240,824 1,395,336

Sub jumlah Clipan Rupiah PT Bank Jabar Banten PT Bank Central Asia PT Bank Danamon Indonesia PT Bank Mandiri PT Bank Negara Indonesia PT Bank ICBC Indonesia Lainnya (masing-masing dibawah 5%) VMF Rupiah PT Bank Negara Indonesia PT Bank Permata PT Bank Resona Perdania Lainnya (masing-masing dibawah 5%) Jumlah

3 tahun 3 tahun 3 tahun 2 - 3 tahun 1 - 3 tahun 3 tahun

9.50% 10.31% 10.77% 10.65% 10.32% 10.18%

145,164 126,634 89,644 60,745 56,978 31,960 67,554

1 tahun 1 - 3 tahun 3 - 4 tahun

9.50% 10.25% 5.00%

389,495 94,990 67,812 28,631 2,554,943

Bank a. Pinjaman dari Bank Indonesia merupakan kredit likuiditas dalam rangka Kredit Pemilikan Rumah Sederhana (KPRS), kredit Koperasi Kepada Para Anggota (KKPA) dan pinjaman dalam rangka Agricultural Financing Project (AFP). b. Pinjaman dari Departemen Keuangan Republik Indonesia merupakan pinjaman untuk KPRS. c. Rincian pinjaman dari bank lain dalam Dollar Amerika Serikat sebagai berikut:
30 Juni 2013 Jenis pinjaman Pihak Ketiga Barclays Bank, London Cayman Island Citibank, Jakarta Citibank, Jakarta Citibank, Jakarta Bank of New York, Singapore Standard Chartered Bank Jumlah Jumlah fasilitas Jatuh tempo Tingkat bunga Jumlah Rp Juta

USD USD USD USD USD USD

50,000,000 10 Maret 2014 20,000,000 12 Juli 2013 5,000,000 29 Agustus 2013 5,000,000 3 Januari 2014 8,000,000 23 Desember 2013 5,000,000 30 Agustus 2013

1.18% 0.83% 0.83% 0.97% 0.91% 0.82%

496,250 198,500 49,625 49,625 79,400 49,625 923,025

80

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

31 Desember 2012 Jenis pinjaman Pihak Ketiga Barclays Bank, London Cayman Islands Citibank, Jakarta Bank of New York Mellon Standard Chartered, London Jumlah Jumlah fasilitas Jatuh tempo Tingkat bunga Jumlah Rp Juta

USD USD USD USD

50,000,000 19 April 2014 20,000,000 28 Januari 2013 10,000,000 29 Januari 2013 10,000,000 18 Januari 2013

1.23% 0.86% 0.85% 0.81%

481,875 192,750 96,375 96,375 867,375

Pinjaman yang diterima dari Barclays Bank, London pada tahun 2013 dan 2012 dijamin dengan Obligasi Pemerintah Indonesia dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (Catatan 9). d. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank Pada tanggal 18 Pebruari 2011, Bank memperoleh pinjaman luar negeri jangka panjang dari Societe De Promotion Et De Participation Pour La Cooperation Economique S.A (Proparco) untuk pembiayaan usaha mikro Bank sebesar USD 25 juta dengan tingkat suku bunga LIBOR 6 bulan plus 3% per tahun. Perolehan pinjaman tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sesuai dengan surat No. 028/Dir/KBI/11 tanggal 27 Januari 2011. Pada tanggal 22 April 2009 Bank memperoleh pinjaman luar negeri jangka panjang dari DEGDeutsche Investitionsund Entwicklungsgesellschaft mbH yang merupakan anggota dari KFW Bankenggrouppe sebesar USD 30 juta, jatuh tempo 29 Desember 2014 dengan tingkat suku bunga LIBOR 6 bulan plus 3,6% per tahun. Perolehan pinjaman tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sesuai dengan surat No.11/85/Dlnt tanggal 2 April 2009. Manajemen berpendapat Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga, pokok pinjaman dan pelunasan pinjaman sesuai dengan perjanjian. Clipan Finance Indonesia (Clipan) a. Bank Negara Indonesia (BNI) Pada tanggal 30 Nopember 2010, Clipan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Tetap untuk Modal Kerja dengan jangka waktu 1 4 tahun dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,50% per tahun untuk tenor 1 - 3 tahun dan 13,50% per tahun untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/5/752 tanggal 24 Agustus 2011 bahwa tingkat suku bunga menjadi 10,00% per tahun untuk tenor 1 -3 tahun dan 12,50% per tahun untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/5/267/R tanggal 27 Desember 2011, Clipan memperoleh perpanjangan sementara jangka waktu fasilitas kredit untuk 3 bulan sejak tanggal 15 Desember 2011 sampai dengan tanggal 14 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga 10,00% untuk tenor 1 - 3 tahun, dan 12,50 % untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan Akta Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. 01 tanggal 4 Desember 2012 yang dibuat oleh Notaris Syafran, S.H., M. Hum, notaris di Jakarta, Clipan memperoleh penambahan fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Tetap untuk Modal Kerja menjadi sebesar Rp 450.000 juta dan perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit menjadi sampai dengan tanggal 14 Desember 2013. Tingkat suku bunga kredit sebesar 10,00% untuk tenor 1-3 tahun dan 12,50% untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/2/148/R tanggal 16 April 2013, tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 - 3 tahun menjadi sebesar 8,80% dan 4 tahun menjadi sebesar 10% untuk realisasi kredit baru dan bersifat fixed untuk tiap penarikan hingga kredit lunas. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/2/2301 tanggal 5 Juni 2013, terdapat perubahan tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1-3 tahun menjadi sebesar 8,75% dan 4 tahun menjadi 81

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

sebesar 9,50% untuk realisasi kredit baru dan bersifat fixed untuk tiap penarikan hingga kredit lunas. Perubahan tingkat suku bunga berlaku efektif sampai dengan 30 Juni 2013. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/2/210/R tanggal 27 Juni 2013, terdapat perubahan tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 - 3 tahun menjadi sebesar 10,25% dan 4 tahun menjadi sebesar 11,00% untuk realisasi kredit baru dan bersifat fixed untuk tiap penarikan hingga kredit lunas. Perubahan tingkat suku bunga berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2013. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo Pinjaman Tetap masing-masing sebesar Rp 422.896 juta dan Rp 57.183 juta. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari BNI pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing adalah sebesar Rp 1.978 juta dan Rp 206 juta. b. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 54 tanggal 28 September 2012, oleh Kartono, Sarjana Hukum, notaris di Jakarta, Clipan mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Umum Perusahaan sebesar maksimal Rp 250.000 juta. Fasilitas ini dapat digunakan dalam periode sembilan bulan sejak tanggal perjanjian. Seluruh pinjaman dikenakan suku bunga pinjaman 9,50% per tahun dan akan jatuh tempo pada 36 bulan sejak tanggal penarikan. Berdasarkan surat No. 190/RWM-COM/2012 tanggal 31 Oktober 2012 dari Bank BJB, tingkat suku bunga menjadi 8,75% per tahun. Berdasarkan surat No. 047/CFI/Dir/IV/2013, Clipan mengajukan permohonan penambahan fasilitas pinjaman KMKU (Kredit Modal Kerja Umum) dan saat ini masih dalam proses. Saldo pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 sebesar Rp 215.327 juta dan Rp 145.492 juta. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Bank BJB pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 282 juta dan Rp 328 juta. d. Bank Danamon Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 16 tanggal 27 Januari 2011 dari Rismalena Kasri, S.H., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka ( Term Loan) sebesar Rp 200.000 juta dengan suku bunga 10,50%, 10,75% dan 11,00% per tahun, masing-masing untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Berdasarkan perjanjian perubahan terhadap perjanjian kredit No. 010/PP/KAB/CBD/I/2012 tanggal 27 Januari 2012, jangka waktu fasilitas kredit angsuran berjangka diperpanjang sampai dengan tanggal 27 Januari 2013. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp 56.400 juta dan Rp 89.848 juta. Berdasarkan surat dari Danamon No. 0107/CBD-FCS/0411 tanggal 6 April 2011 beserta adendumnya yang terakhir No.0120/CBD-FCS/0411 tanggal 29 April 2011 dari Danamon terdapat perubahan ketentuan suku bunga fasilitas sebesar 10,75% per tahun untuk jangka waktu 3 tahun.

82

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 25 tanggal 21 Juni 2011, yang dibuat oleh notaris Rismalena Kasri, S.H., Clipan memperoleh fasilitas modal kerja (working capital) sebesar Rp 250.000 juta dengan suku bunga tetap untuk 3 bulan pertama sebesar 9,50% per tahun. Fasilitas ini sudah dilunasi oleh Clipan pada tanggal 23 November 2011. Berdasarkan Perjanjian Perubahan dan Perpanjangan terhadap Perjanjian Kredit No. 284/PP&PWK/KB/CBD/XI/2011 tanggal 30 November 2011, Danamon memberikan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 50.000.000 ribu dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,50% per tahun. Berdasarkan surat No.012/PPWK/KB/CBD/I/2013 tanggal 29 Januari 2013, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas sejak tanggal 27 Januari 2013 sampai dengan 27 Januari 2014 dengan tingkat suku bunga 8,5% sampai dengan 9% pertahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman masing-masing sebesar Rp 50.000 juta dan nihil. Berdasarkan Perjanjian Perubahan terhadap Perjanjian Kredit No. 021/PP/KAB/CBD/II/2013 tanggal 7 Pebruari 2013, Bank Danamon memberikan: - Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (revolving) untuk pembiayaan piutang sebesar Rp 250.000 juta dengan jangka waktu maksimum tenor 4 tahun. - Atas Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka tersebut dapat digunakan dalam bentuk fasilitas Medium Term Notes (MTN) atau Bonds sampai setingi-tingginya Rp 150.000 juta dengan maksimum tenor 3 tahun. - Jangka waktu penarikan fasilitas kredit adalah sampai dengan tanggal 27 Januari 2014. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Danamon pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 208 juta dan Rp 204 juta. e. Bank Central Asia (BCA) Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No. 30317/GBK/2010 tanggal 12 Mei 2010 dari BCA dan sesuai dengan Akta Perubahan Keempat atas Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 17 Mei 2010 dari Arnasya A. Pattinama, S.H., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh tambahan fasilitas kredit Installment Loan 4 dengan jumlah maksimum Rp 150.000 juta untuk kebutuhan modal kerja dengan jangka waktu 3 tahun dan suku bunga tetap 11,00% per tahun. Selain itu, Clipan juga memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah maksimum Rp 25.000 juta untuk kebutuhan modal kerja dengan jangka waktu 12 bulan dan suku bunga tetap 10,50% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas Installment Loan 4 masing-masing sebesar Rp 14.583 juta dan Rp 38.889 juta. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit No. 30303/GBK/2011 tanggal 13 Juli 2011, Clipan memperoleh persetujuan permohonan tambahan PRK menjadi Rp 50.000.000 ribu dengan suku bunga 10,00 % floating per tahun dan penambahan fasilitas Installment Loan 5 sebesar Rp 150.000 juta untuk kebutuhan modal kerja pembiayaan Clipan dengan jangka waktu 3 tahun dan suku bunga tetap 10,50 % per tahun. Suku bunga pada saat penarikan sebesar 10,00% tetap per tahun untuk jangka waktu 3 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas Installment Loan 5 masing-masing sebesar Rp 63.333 juta dan Rp 88.056 juta, sedangkan saldo PRK pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, masing-masing sebesar nihil. Berdasarkan Surat No. 40121/GBK/2012 tanggal 9 Mei 2012, Clipan memperoleh persetujuan perpanjangan batas waktu penarikan dan atau penggunaan Fasilitas Kredit Lokal/Pinjaman Rekening Koran sampai tanggal 17 Agustus 2012. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit No. 40263/GBK/2012 tanggal 3 September 2012, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas Kredit Lokal (PRK) sebesar Rp 50.000 juta dengan jangka waktu sampai dengan 17 Mei 2013. Selain itu terdapat penambahan fasilitas Installment Loan 6 sebesar Rp 250.000.000 ribu dengan suku bunga 9 % p.a. fixed 3 tahun, untuk 83

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

kebutuhan modal kerja pembiayaan Clipan. Ketentuan lainnya mengenai Perjanjian Kredit masih dalam proses. Berdasarkan surat No. 40121/MO/GBK/2013 tanggal 14 Mei 2013, Clipan memperoleh persetujuan atas perpanjangan batas waktu penarikan fasilitas Kredit Lokal/ Rekening Koran terhitung sejak tanggal 17 Mei 2013 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 2013. Berdasarkan surat No. 40237/GBK/2013 tanggal 26 Juni 2013, terdapat perubahan suku bunga pinjaman kredit lokal menjadi sebesar 10,25% efektif per tanggal 1 Juli 2013. Clipan memberikan jaminan berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Clipan diwajibkan antara lain, menjaga, memelihara dan mempertahankan nilai/ harga dari agunan tidak kurang dari 105% dari jumlah hutang pokok fasilitas kredit yang telah ditarik dan belum dibayar kembali, perbandingan antara seluruh liabilitas terhadap total ekuitas ( debt to equity ratio) tidak lebih dari 8:1. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari BCA pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 144 juta dan Rp 310 juta. f. Bank Mandiri (Mandiri) Pada tanggal 25 Januari 2006, Clipan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000 juta dari Mandiri dalam bentuk fasilitas Kredit Modal Kerja Revolving dengan aflopend per batch disbursement sebagai tambahan modal kerja untuk pembiayaan alat berat dan/ atau kendaraan roda empat merk Mitsubishi. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Penawaran Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit Modal Kerja No. CBC.OTO/015/X/2007 tanggal 4 Oktober 2007 jangka waktu fasilitas pembiayaan adalah 54 bulan terhitung mulai tanggal 27 Juli 2007 sampai dengan 26 Januari 2012 dengan rincian sebagai berikut: - Jangka waktu penarikan maksimum 18 bulan sampai dengan tanggal 26 Januari 2009 dan dapat diperpanjang kembali; - Jangka waktu angsuran end user, maksimal 36 bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit. Berdasarkan Perjanjian Kredit Modal Kerja No. 32 tanggal 14 April 2011, Clipan menerima fasilitas Kredit Modal Kerja Revolving dari Mandiri sebesar Rp 250.000 juta dengan tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 10,50%, 10,75% dan 11,00%. Jangka waktu kredit 54 bulan, terdiri dari jangka waktu penarikan 18 bulan dan jangka waktu angsuran maksimal 36 bulan. Berdasarkan surat No. CBC.OTO/1252/2011 tanggal 1 Agustus 2011, tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 10,25%, 10,50% dan 10,75%. Perubahan suku bunga tersebut berlaku untuk pencairan terhitung sejak 2 Agustus 2011. Berdasarkan surat No. CBC.OTO/836/2012 tanggal 10 April 2012, tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun menjadi sebesar 10% p.a. Perubahan suku bunga tersebut berlaku untuk pencairan terhitung sejak 11 April 2012. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman masing-masing sebesar Rp 33.205 juta dan Rp 60.964 juta. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 111% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Selama fasilitas kredit belum dilunasi, tanpa persetujuan tertulis dari Mandiri, Clipan tidak diperkenankan melakukan tindakan sebagai berikut: memindahtangankan barang jaminan, 84

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

melunasi utang Clipan kepada pemilik/pemegang saham, membagikan dividen lebih besar 50% dari laba 1 tahun sebelumnya, mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan kepentingan pribadi serta tidak diperkenankan untuk melakukan perubahan pengurus dan pemegang saham yang mewakili saham dan pengurus dari Panin. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Mandiri pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 92 juta dan Rp 219 juta. g. Bank ICBC Indonesia (ICBC) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 157 tanggal 21 Juli 2010 yang dibuat oleh Notaris Mellyani Noor Shandra, S.H., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap untuk modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 53.000 juta dengan jangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun (floating). Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp 2.944 juta dan Rp 11.778 juta. Berdasarkan surat No.445/MKT/ICBC-CBII/XI/2010 tanggal 16 Nopember 2010 dari ICBC, Clipan memperoleh tambahan fasilitas Pinjaman Tetap dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000 juta dengan jangka waktu 36 bulan dan tingkat bunga sebesar 10,00%(floating). Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman atas tambahan fasilitas ini masing-masing sebesar Rp 8.333 juta dan Rp 16.667 juta. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 137 tertanggal 25 Juli 2011, Clipan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap (Demand Loan) sebesar Rp100.000 juta untuk jangka waktu 4 bulan dengan suku bunga 9,50% per tahun floating. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Clipan pada tanggal 28 November 2011. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 42 tanggal 10 Januari 2012, Clipan memperoleh Fasilias PTD (Demand Loan) dari ICBC sebesar Rp 100.000 juta dengan tenor 36 (tiga puluh enam) bulan, dan suku bunga floating 10,00% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman Clipan atas tambahan fasilitas ini sebesar Rp 2.778 juta dan Rp 3.611 juta. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari ICBC pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 24 juta dan Rp 96 juta.. h. Bank International Indonesia (BII) Pada tanggal 21 Desember 2010, Clipan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Berjangka (PB) dengan jangka waktu 3 tahun dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150.000 juta yaitu PB 1 (untuk pembiayaan otomotif) sebesar Rp 120.000 juta dan PB 2 (untuk pembiayaan alat berat) sebesar Rp 30.000 juta, dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun untuk piutang kurang dari sama dengan 1 tahun dan 10,75% per tahun untuk piutang lebih dari 1 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman berjangka masing-masing sebesar Rp 16.511 juta dan Rp 28.444 juta. Berdasarkan surat No. S.2012.0188/GWB tanggal 12 November 2012 dari BII, tingkat suku bunga per tahun menjadi sebesar 9,50%. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah hutang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari BII pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 9 juta dan Rp 28 juta. 85

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

i.

Bank Hana (Hana) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan Hutang No. 23 tanggal 7 Mei 2010 yang dibuat oleh Notaris Dra. Rr. Hariyanti Poerbiantari, S.H., Mkn., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh fasilitas pinjaman angsuran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 30.000 juta dengan jangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga sebesar 11,00% per tahun ( fixed 1 tahun pertama dan floating tahun kedua dan ketiga). Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman berjangka masing-masing sebesar Rp 322.459 ribu dan Rp 5.376.248 ribu. Berdasarkan surat No. 23/504/PN/KRED tanggal 15 Maret 2011, Clipan memperoleh penambahan fasilitas Pinjaman Angsuran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 40.000 juta dengan tingkat suku bunga 11,00% per tahun untuk tenor 3 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman angsuran masing-masing sebesar Rp 11.197 juta dan Rp 18.211 juta. Berdasarkan surat No. 24/0852/PN/KRED tanggal 9 April 2012, terdapat penurunan tingkat suku bunga pinjaman menjadi sebesar 10,00% per tahun. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Hana pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 14 juta dan Rp 42 juta.

j.

Bank Victoria International (Victoria) Pada tanggal 29 April 2008, Clipan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Tetap Dengan Angsuran (PTDA) revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah maksimum sebesar Rp 30.000.000 ribu dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,00% per tahun. Pemberian kredit ini maksimal 95% dari piutang sewa pembiayaan yang dijaminkan. Berdasarkan surat No. 045/SKM-KSP/VIC/XII/09 tanggal 8 Desember 2009, Clipan memperoleh penambahan fasilitas kredit Pinjaman Tetap dengan jumlah maksimum menjadi sebesar Rp 55.000 juta dengan tingkat suku bunga 12,00% per tahun ( floating) untuk tenor 3 tahun dan fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp 5.000 juta dengan tingkat suku bunga 12,00% per tahun. Keduanya memiliki jangka waktu fasilitas 1 tahun sejak pengikatan perjanjian kredit dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp 9.494 juta dan Rp 15.628 juta sedangkan fasilitas pinjaman rekening koran bersaldo nihil. Berdasarkan surat No. 024/KSM-KSP/VIC/XI/10 tanggal 23 November 2010, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebagai berikut : - Pinjaman Kredit Modal Kerja PTDA revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 55.000 juta dengan tingkat bunga ditentukan pada saat pencairan (pencairan dilakukan dengan tingkat bunga 10,50%); - Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 5.000 juta dengan tingkat suku bunga 12,00% per tahun. Berdasarkan surat No.055/KSM-KSP/VIC/XI/11 tanggal 30 November 2011, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebagai berikut : - Pinjaman Kredit Modal Kerja PTDA revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 55.000.000 ribu dengan tingkat bunga ditentukan pada saat pencairan (pencairan dilakukan dengan tingkat bunga 10,00%); - Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 5.000 juta dengan tingkat suku bunga 10,00% per tahun. Jangka waktu kedua fasilitas kredit tersebut berlaku sampai dengan 17 Desember 2012. 86

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan surat No. 084/SKM-KPP/VIC/XI/2012 tanggal 26 November 2012, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebagai berikut: - Pinjaman Kredit Modal Kerja PTDA - non revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 55.000 juta dengan tingkat bunga disesuaikan menjadi 10,50% dan jangka waktu fasilitas 17 Desember 2012 sampai dengan 17 Desember 2016. - Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp 5.000 juta dengan tingkat suku bunga 11,00% per tahun dan jangka waktu fasilitas 17 Desember 2012 sampai dengan 17 Desember 2013. Perpanjangan fasilitas tersebut masih dalam proses. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Victoria pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 14 juta dan Rp 34 juta. k. Bank Permata (Permata) Berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Pinjaman atas Piutang Pembiayaan Kendaraan No. 30 tanggal 28 Juli 2010 yang disahkan oleh Sjarmeini S. Chandra, S.H., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh fasilitas kredit Consumer Asset Purchase (CAPR) dari Permata dengan jumlah maksimum Rp 100.000.000 ribu dengan tenor pembiayaan 36 bulan dengan tingkat bunga 10,75% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, masing-masing saldo fasilitas tersebut sebesar nihil. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 25 tanggal 8 Agustus 2011 dihadapan Notaris Sjarmeini S. Chandra,S.H., notaris di Jakarta, Clipan memperoleh Fasilitas Money Market (MM) sebesar Rp 200.000 juta dengan tenor pembiayaan sampai dengan 30 November 2011 atau maksimal 6 bulan dengan tingkat bunga tetap 9,50% per tahun. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Clipan pada tanggal 26 November 2011. Berdasarkan Surat Penawaran Kredit No. 007/BP/CRC-WB/I/2012 dari Bank Permata tanggal 16 Januari 2012 dan Akta No. 62 tanggal 24 Pebruari 2012, dihadapan Notaris Sjarmeini S. Chandra, SH, notaris di Jakarta, Clipan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman atas pembiayaan kendaraan sebesar Rp 200.000 juta sehingga fasilitas pinjaman meningkat menjadi sebesar Rp 300.000 juta dengan tenor pembiayaan maksimum 36 bulan. Pada tanggal 30 September 2012, Clipan melakukan pelunasan atas pinjaman tersebut. Berdasarkan Surat No. 130A/PB/MF-FI/II/12 tanggal 28 Pebruari 2012 dari Bank Permata terdapat perubahan tingkat suku bunga pinjaman menjadi sebesar 9,75% untuk tenor 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Berdasarkan Surat dari Bank Permata mengenai Perubahan Keempat Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman atas Piutang Pembiayaan Kendaraan (Ketentuan Khusus) No. RF/13/0024/AMD/FI tanggal 7 Januari 2013, Clipan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebesar Rp 300.000 juta dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan 28 Juli 2013. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Permata pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar nihil. Verena Multi Finance (VMF) a. Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI) Pada tanggal 22 Maret 2005 dan 12 Juni 2007, VMF memperoleh fasilitas kredit channeling with recourse masing-masing sebesar Rp 50 miliar dan Rp 500 miliar, di luar kredit konsumen kemitraan pola channeling without recourse sebesar Rp 100 miliar. Perjanjian kerjasama ini telah 87

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

diubah beberapa kali sehubungan dengan perpanjangan atas fasilitas pinjaman tersebut, pada tanggal 23 Desember 2010 fasilitas kredit yang diperoleh berubah menjadi fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 530 miliar dan jatuh tempo pada tanggal 14 Desember 2012 dan telah diperpanjang sampai dengan 14 Desember 2013. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 9,00% - 9,50% untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp 1.406 juta dan Rp 6 juta masingmasing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 dan disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF akan menanggung seluruh risiko kerugian yang terkait dengan pembiayaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian tersebut dan membukukan piutang pembiayaan konsumen tersebut pada laporan keuangan VMF. b. Bank Permata Pada tanggal 21 Desember 2011, VMF memperoleh fasilitas kredit kemitraan konsumen channeling sebesar Rp 100 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 9,75% dan 10,00% untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas kredit konsumen kemitraan channeling masing-masing sebesar Rp 54.812.597 dan Rp 56.441.581 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan VMF sebesar 100% dari saldo pinjaman, dan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2012, fasilitas ini kemudian diperpanjang sampai dengan 21 Desember 2013 dan memperoleh tambahan fasilitas menjadi Rp 200 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2011, VMF juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Permata sebesar Rp 50 miliar suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 10,50% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp 30.679 juta dan Rp 38.548 juta. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan VMF sebesar 100% dari saldo pinjaman. Fasilitas pinjaman jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2012 dan telah diperpanjang sampai dengan 21 Desember 2013. c. Bank Resona Perdania Pada tanggal 4 Februari 2008, VMF mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Resona Perdania dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3,75% di atas suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada saat penandatanganan perjanjian, dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2011. Pada tahun 2011 fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 27 Oktober 2009, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan jatuh tempo pada tanggal 22 Oktober 2012. Pada tanggal 31 Desember 2012 saldo fasilitas pinjaman adalah sebesar Rp 6.945 juta. Pada tahun 2012 fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 27 Januari 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable 88

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2013. Fasilitas ini dilunasi pada saat jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2012 saldo fasilitas pinjaman adalah sebesar Rp 697 juta. Pada tahun 2013 fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 24 Juni 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juni 2013. Pada tanggal 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman adalah sebesar Rp 4.166 juta. Pada tahun 2013 fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 26 Agustus 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 18,5 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Agustus 2013. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing sebesar Rp 1 juta dan Rp 4.110 juta. Pada tanggal 22 Desember 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% diatas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Pebruari 2014. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp 7.780.454 ribu dan Rp 14.671.485 ribu. Pada tanggal 13 Juni 2012, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 4,60% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembayaran VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2015. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo fasilitas pinjaman Rp 30.679 juta dan Rp 44.167 juta. d. Bank Sinarmas (Sinarmas) Pada tanggal 20 Maret 2010 VMF menandatangani perjanjian fasilitas demand loan-revolving sejumlah Rp 70 miliar dengan tingkat suku bunga tahunan sebesar 13,00% untuk tahun yang berakhir 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF sebesar 110% dari saldo pinjaman dan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2011. Pada tahun 2011, pinjaman ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 8 Maret 2011, VMF dan Sinarmas merubah perjanjian fasilitas demand loan tersebut menjadi fasilitas term loan dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Fasilitas tersebut pada tanggal 16 April 2013 mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 75 miliar. Tingkat suku bunga tahunan yang dikenakan adalah sebesar 11,00% untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan VMF sebesar 110% dari saldo pinjaman dan akan jatuh tempo dalam 36 bulan sejak pencairan kredit. Saldo fasilitas pinjaman term loan masing-masing sebesar Rp 24.064 juta dan Rp 17.311 juta pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

89

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

e. Bank ICBC Indonesia Pada tanggal 10 Januari 2011, VMF mengadakan perjanjian kredit dengan Bank ICBC dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 30 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga mengambang sebesar 11,50% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 36 bulan sejak tanggal pencairan dana. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Pada tanggal 30 Januari 2013, fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Perjanjian-perjanjian pinjaman di atas mencakup persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh VMF. Pada tanggal 31 Desember 2012, VMF telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian-perjanjian pinjaman di atas. 25. UTANG PAJAK
30 Juni 2013 Rp Juta Bank Pajak penghasilan badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23/26 Pajak Pertambahan Nilai - Bersih Entitas Anak Pajak penghasilan badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23/26 Pasal 25 Pajak Pertambahan Nilai - Bersih Jumlah 31 Desember 2012 Rp Juta

74,753 6,650 59,092 264

141,255 11,885 60,830 337

12,265 1,058 1,751 10,192 118 166,143

28,168 2,048 1,215 8,931 118 254,787

90

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

26. LIABILITAS LAIN-LAIN

30 Juni 2013 Rp Juta Pihak ketiga Bank Jangka Pendek Bunga yang masih harus dibayar Simpanan Obligasi subordinasi Surat berharga yang diterbitkan Simpanan dari bank lain Pinjaman yang diterima Lainnya Liabilitas pada pihak ketiga Pendapatan diterima dimuka Lainnya Sub jumlah Jangka Panjang Setoran jaminan Liabilitas manfaat pensiun Liabilitas imbalan pasca kerja Sub jumlah Entitas Anak Jangka Pendek Lainnya Jangka Panjang Liabilitas imbalan pasca kerja Sub Jumlah Jumlah
Setoran Jaminan

31 Desember 2012 Rp Juta

66,678 43,055 31,913 66,677 6,575 1,381 39,963 67,506 264,978 588,726

116,685 82,597 31,966 7,187 6,591 1,984 56,946 54,533 466,703 825,192

136,162 162,156 98,526 396,844

133,682 79,367 91,332 304,381

200,254 27,202 227,456 1,213,026

131,101 23,353 154,454 1,284,027

Merupakan setoran jaminan transaksi L/C, bank garansi dan sewa safe deposit. Pendapatan Diterima di Muka Merupakan pendapatan provisi kredit yang diterima dan belum diamortisasi dan pendapatan bunga diterima di muka. Seluruh liabilitas lain-lain pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 dilakukan dengan pihak ketiga.

91

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

27. OBLIGASI SUBORDINASI - BERSIH Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Bank dengan perincian sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Nilai nominal Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 Pihak berelasi Pihak ketiga Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 Pihak berelasi Pihak ketiga Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 Pihak berelasi Pihak ketiga 31 Desember 2012 Rp Juta

169,000 1,831,000 2,000,000

283,000 1,717,000 2,000,000

136,620 2,323,380 2,460,000

176,420 2,283,580 2,460,000

4,460,000 (32,637) 4,427,363

371,000 1,129,000 1,500,000 5,960,000 (35,921) 5,924,079

Obligasi yang beredar Diskonto yang belum diamortisasi Bersih

Amortisasi diskonto untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 3.284 juta dan Rp 2.991 juta serta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 6.192 juta. Obligasi subordinasi yang diterbitkan memiliki suku bunga tetap, sehingga Grup terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk). Suku bunga efektif pada tahun 2013 dan 2012 dari obligasi subordinasi yang diterbitkan ini adalah 10,60% per tahun. Pembayaran bunga obligasi subordinasi dilakukan secara triwulanan. Seluruh obligasi subordinasi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dalam mata uang Rupiah. Bank tidak memiliki tunggakan pokok, bunga atau yang berkaitan dengan pinjaman subordinasi selama periode 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012. a. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 Bank bermaksud melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin yang akan diterbitkan dan ditawarkan secara bertahap dalam periode paling lama 2 tahun sejak efektifnya pernyataan pendaftaran (12 Desember 2012 Catatan 1c) dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 4.000.000 juta. Dalam rangka penerbitan obligasi subordinasi berkelanjutan tersebut pada tanggal 20 Desember 2012, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 sebesar Rp 2.000.000 juta. Wali amanat dari penerbitan obligasi subordinasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Obligasi subordinasi berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2019. Tingkat bunga obligasi subordinasi menggunakan tingkat bunga tetap sebesar 9,40% per tahun. Bank tidak mempunyai hak untuk melakukan pembelian kembali seluruh atau sebagian pokok obligasi subordinasi. 92

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap triwulan mulai tanggal 20 Maret 2013 dan terakhir pada tanggal 20 Desember 2019. Dalam hal terjadi penutupan usaha, pembagian harta kekayaan Bank hasil likuidasi untuk pembayaran jumlah terutang oleh Bank kepada pemegang obligasi subordinasi hanya akan dibayarkan setelah dipenuhinya seluruh liabilitas pembayaran Bank kepada utang senior. Hak tagih sehubungan dengan obligasi subordinasi menempati peringkat paripassu tanpa preferensi di antara para pemegang obligasi subordinasi. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi Subordinasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pembiayaan proyek infrastruktur dan kredit investasi jangka panjang sekitar 90% dan surat-surat berharga sekitar 10%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi Subordinasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang aka nada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Dalam perjanjian perwaliamanatan, telah diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank dimana Bank tidak diperbolehkan melakukan beberapa hal berikut ini: Mengurangi Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Mengadakan perubahan bidang usaha Melakukan penyertaan modal melebihi ketentuan Bank Indonesia atau lembaga otoritas keuangan yang berwenang. Melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain, kecuali karena adanya ketentuan pemerintah atau Bank Indonesia. Menjual atau mengalihkan atau memindah tangankan dengan cara apapun juga sebagian atau seluruh aset tetap berupa tanah dan bangunan di atasnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Menjaminkan atau membebani dengan cara apapun harta kekayaan Bank, baik yang sekarang ada maupun yang aka nada dikemudian hari kepada pihak ketiga manapun. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Oktober 2012 No. 1655/PEF-Dir/X/2012, peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I tahun 2012 untuk periode 5 Oktober 2012 sampai dengan 1 Oktober 2013 adalah idAA- (Double A Minus). b. Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 Pada tanggal 9 November 2010 Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 sebesar Rp 2.460 miliar. Wali amanat dari penerbitan obligasi subordinasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Obligasi subordinasi berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 9 November 2017. Tingkat bunga obligasi subordinasi menggunakan tingkat bunga tetap sebesar 10,5% per tahun. Bank tidak mempunyai hak untuk melakukan pembelian kembali seluruh atau sebagian pokok obligasi subordinasi. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap triwulanan mulai tanggal 9 Februari 2011 dan terakhir pada tanggal 9 November 2017. Dalam hal terjadi penutupan usaha, pembagian harta kekayaan Bank hasil likuidasi untuk pembayaran jumlah terutang oleh Bank kepada pemegang obligasi subordinasi hanya akan dibayarkan setelah dipenuhinya seluruh kewajiban pembayaran Bank kepada utang senior. Hak 93

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

tagih sehubungan dengan obligasi subordinasi menempati peringkat paripassu tanpa preferensi di antara para pemegang obligasi subordinasi. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi Subordinasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur pendanaan Bank dan meningkatkan aset produktif, terutama dalam bentuk kredit, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Mobil (KPM), pembiayaan proyek infrastruktur dan kredit investasi jangka panjang sekitar 95% dan surat-surat berharga sekitar 5%. Bank tidak menyelenggaraan penyisihan dana pelunasan pokok obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana emisi. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa benda atau pendapatan atau aset lain Bank dalam bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak lain manapun. Seluruh kekayaan Bank, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang aka nada di kemudian hari, menjadi jaminan atas semua hutang Bank kepada semua krediturnya yang tidak dijamin secara khusus. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Agustus 2012 No. 1299/PEF-Dir/VIII/2012, peringkat Obligasi Subordinasi Bank Panin III tahun 2010 untuk periode 1 Agustus 2012 sampai dengan 1 Agustus 2013 adalah idAA- (Double A Minus). c. Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 Pada tanggal 9 April 2008 Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 sebesar Rp 1,5 triliun. Wali amanat dari penerbitan obligasi subordinasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Obligasi subordinasi berjangka telah dilunasi pada tanggal 9 April 2013 dengan melaksanakan opsi beli. Tingkat bunga obligasi subordinasi menggunakan tingkat bunga tetap sebesar 11,6% per tahun untuk tahun ke-1 sampai dengan ke-5, dan sebesar 20,6% per tahun untuk tahun ke-6 sampai ke-10. Bank mempunyai hak untuk melakukan pelunasan awal seluruh pokok obligasi subordinasi melalui wali amanat (opsi beli) pada ulang tahun ke-5 sejak tanggal emisi, setelah memperoleh persetujuan Bank Indonesia. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap semesteran mulai 9 Juli 2008 dan terakhir pada tanggal 9 April 2018, atau tanggal yang lebih awal jika terjadi opsi beli pada ulang tahun tanggal emisi tahun ke-5. Dalam hal terjadi penutupan usaha, pembagian harta kekayaan Bank hasil likuidasi untuk pembayaran jumlah terutang oleh Bank kepada pemegang obligasi subordinasi hanya akan dibayarkan setelah dipenuhinya seluruh kewajiban pembayaran Bank kepada utang senior. Hak tagih sehubungan dengan obligasi subordinasi menempati peringkat paripassu tanpa preferensi di antara para pemegang obligasi subordinasi tetapi menempati prioritas terhadap hak tagih para pemegang semua kelompok modal sendiri Bank termasuk para pemegang saham preferen Bank (jika ada). Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Agustus 2012 No. 1299/PEF-Dir/VIII/2012, peringkat Obligasi Subordinasi Bank Panin II tahun 2008 untuk periode 1 Agustus 2012 sampai dengan 1 Agustus 2013 adalah idAA- (Double A Minus). Untuk keperluan perhitungan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR), obligasi subordinasi diperhitungkan sebagai modal pelengkap. Sehubungan dengan penerbitan obligasi subordinasi di atas, Bank diwajibkan memenuhi batasanbatasan tertentu, antara lain tanpa ijin tertulis dari wali amanat, Bank dilarang mengurangi modal ditempatkan dan disetor, mengadakan perubahan di bidang usaha, melakukan penyertaan modal yang secara total melebihi 10% dari pendapatan operasional Bank atau 20% dari ekuitas Bank dan melakukan penggabungan atau peleburan atau reorganisasi dengan perusahaan lain. 94

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pada periode 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Bank sudah memenuhi semua pembatasanpembatasan dalam perjanjian wali amanat dan telah membayar bunga sesuai dengan jadual. 28. MODAL SAHAM Berdasarkan Laporan Biro Administrasi Efek, rincian pemegang saham bank pada tanggal 30 Juni 2013, dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham 11,089,071,285 9,349,793,152 3,648,781,561 24,087,645,998 30 Juni 2013 Persentase Pemilikan % 46.04 38.82 15.14 100.00 Jumlah Modal Rp Juta 1,108,907 934,979 364,879 2,408,765

Nama pemegang saham PT Panin Financial Tbk. Votraint No. 1103 PTY Ltd Lainnya (kurang dari 5%) Jumlah

Nama pemegang saham

Jumlah Saham

31 Desember 2012 Persentase Pemilikan % 45.94 38.82 15.24 100.00

Jumlah Modal Rp Juta 1,106,585 934,979 367,201 2,408,765

PT Panin Financial Tbk Votraint No. 1103 PTY Ltd Lainnya (kurang dari 5%) Jumlah

11,065,846,285 9,349,793,152 3,672,006,561 24,087,645,998

PT Panin Financial Tbk (d/h PT Panin Life Tbk) dimiliki oleh PT Panin Insurance Tbk dan Publik. PT Panin Insurance Tbk dimiliki oleh PT Panincorp, PT Famlee Invesco dan Publik. PT Panincorp dimiliki oleh PT Panin Investment. PT Panin Investment dimiliki oleh Gunadi Gunawan, Mumin Ali Gunawan, Muljadi Koesumo dan Tidjan Ananto. PT Famlee Invesco dimiliki oleh Gunadi Gunawan dan Mumin Ali Gunawan. Votraint No. 1103 Pty Ltd sepenuhnya dimiliki oleh ANZ Banking Group. Agio Saham Agio saham merupakan kelebihan diatas nominal dari penjualan saham perdana, penawaran umum terbatas (right issue), pelaksanaan waran, pembagian dividen saham dan swap share dengan perincian sebagai berikut :
Rp Juta Saldo 31 Desember 2005 Penerimaan dari penawaran umum terbatas VII saham kepada masyarakat sebanyak 4.016.358.393 saham dengan harga penawaran Rp 350 per saham Nilai nominal saham yang dicatat sebagai modal disetor atas pengeluaran 4.016.358.393 saham Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penawaran terbatas VII kepada masyarakat Saldo 31 Desember 2006 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV Saldo 31 Desember 2007 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV Saldo 31 Desember 2008 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV Saldo 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012
1,251,719 1,405,725 (401,636) (13,234) 2,242,574 38,820 2,281,394 37,232 2,318,626 1,125,704 3,444,330

95

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

29. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NON PENGENDALI Pada tahun 2013 dan 2012 merupakan biaya emisi saham dari PT Clipan Finance Indonesia Tbk. Tidak terdapat perubahan presentase kepemilikan atas penerbitan saham ini. Jumlah biaya emisi saham yang dicatat di ekuitas adalah sebesar porsi kepemilikan saham di PT Clipan Finance Indonesia Tbk. 30. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
30 Juni 2013 Rp Juta a. Ekuitas yang dapat diatribusikan: PT Clipan Finance Indonesia Tbk PT Verena Multi Finance Tbk PT Bank Panin Syariah Jumlah 1,174,360 136,489 5 1,310,854
30 Juni 2013 Rp Juta b. Laba bersih yang dapat diatribusikan: PT Clipan Finance Indonesia Tbk PT Verena Multi Finance Tbk PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk Jumlah 86,892 11,599 98,491 77,286 8,141 57,879 143,306

31 Desember 2012 Rp Juta

1,118,490 124,891 5 1,243,386


30 Juni 2012 Rp Juta

31. DIVIDEN DAN CADANGAN UMUM Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Bank telah membentuk cadangan tujuan sebesar Rp.140.000 juta. Cadangan tujuan ini dibentuk sehubungan dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 1/1995 yang telah digantikan dengan Undang-Undang No. 40/2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 mengenai Perseroan. 2013 Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan akta No. 82 tanggal 28 Juni 2013 dari Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, MKn, notaris di Jakarta telah ditetapkan Bank tidak membayar dividen. 2012 Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan akta No. 11 tanggal 9 April 2012 dari Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notaris di Jakarta telah ditetapkan: a. b. Bank tidak membayar dividen. Sejumlah Rp 20.000 juta digunakan sebagai cadangan tujuan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bank.

96

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

32. PENDAPATAN BUNGA YANG DIPEROLEH


30 Juni 2013 Rp Juta Rupiah Dimiliki hingga jatuh tempo Efek-efek Obligasi Obligasi Pemerintah Sertifikat Bank Indonesia Wesel tagih Sub jumlah - Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Efek-efek Obligasi Sertifikat Bank Indonesia Reksadana Sub jumlah - Tersedia untuk dijual Diperdagangkan Efek-efek Obligasi Pemerintah Obligasi Sub jumlah - Diperdagangkan Pinjaman yang diberikan dan piutang Giro Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Call money Deposito berjangka Sertifikat Investasi Mudharabah (SIMA) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit Pinjaman tetap Pinjaman rekening koran Pembiayaan bersama Anjak piutang Kredit program Kredit lainnya Lainnya Pembiayaan konsumen Sewa pembiayaan Lainnya Sub jumlah - Pinjaman yang diberikan dan piutang Jumlah Pendapatan Bunga - Rupiah 30 Juni 2012 Rp Juta

117,577 99,912 77,570 492 295,551

367,094 101,023 151,463 354 619,934

17,926 16,909 11,430 46,265

19,616 32,687 2,127 54,430

14,551 3,733 18,284

16,752 1,486 18,238

25,707

22,858

57,342 16,372 144 368,936 3,297,361 974,644 46,257 118,424 80,011 57,761 295,601 114,718 13 5,453,291 5,813,391

21,678 210 106 125,511 2,345,869 833,625 269,988 90,269 74,051 56,268 306,677 96,772 2,518 4,246,400 4,939,002

97

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

30 Juni 2013 Rp Juta Valuta asing Dimiliki hingga jatuh tempo Efek-efek Obligasi Pemerintah Obligasi Wesel tagih Sub jumlah - Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Efek-efek Obligasi Pemerintah Obligasi Sub jumlah - Tersedia untuk dijual Diperdagangkan Efek-efek Obligasi Pemerintah Obligasi Sub jumlah - Diperdagangkan Pinjaman yang diberikan dan piutang Giro Penempatan pada bank lain Call money Deposito berjangka Kredit Pinjaman tetap Pembiayaan bersama Pinjaman rekening koran Kredit lainnya Lainnya Sewa pembiayaan Sub jumlah - Pinjaman yang diberikan dan piutang Jumlah Pendapatan Bunga - Valuta asing Jumlah Pendapatan Bunga

30 Juni 2012 Rp Juta

33,551 3,231 1,304 38,086

31,538 1,596 1,451 34,585

7,558 3,755 11,313

14,016 2,732 16,748

2,761 2,590 5,351

4,079 2,788 6,867

118 16,401 287 171,109 31,081 1,202 4,273 1,586 226,057 280,807 6,094,198

1,108 22,720 180,062 44,057 1,186 7,007 2,735 258,875 317,075 5,256,077

Termasuk dalam pendapatan bunga dari kredit adalah pendapatan bunga yang masih akan diterima dari kredit yang mengalami penurunan nilai untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 23.975 juta dan Rp 41.994 juta. Jumlah pendapatan syariah yang diperoleh dari pendapatan usaha utama sebesar Rp 115.867 juta dan Rp 55.125 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012.

98

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

33. BEBAN BUNGA


30 Juni 2013 Rp Juta Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi Rupiah Simpanan Deposito berjangka Tabungan Giro Simpanan dari bank lain Deposito berjangka Call money Tabungan Giro Sertifikat Investasi Mudharabah (SIMA) Surat berharga yang diterbitkan Obligasi subordinasi Obligasi Surat utang jangka menengah Pinjaman yang diterima Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Lainnya Sub jumlah Valuta asing Simpanan Deposito berjangka Jasa giro Simpanan dari bank lain Call money Jasa giro Deposito berjangka Pinjaman yang diterima Sub jumlah Jumlah Beban Bunga 30 Juni 2012 Rp Juta

878,639 519,749 100,256 223,692 115,870 2,824 1,430 904 270,516 192,461 50,397 56,653 56,182 2,469,573

997,987 510,533 131,278 25,154 79,605 2,143 217,243 259,061 1 37,465 86,432 2,346,902

8,320 7,915 1,333 3 14,968 32,539 2,502,112

10,958 8,308 8,555 2 1 20,707 48,531 2,395,433

Jumlah beban syariah sebesar Rp 58.035 juta dan Rp 18.488 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012. 34. KEUNTUNGAN BERSIH PENJUALAN EFEK
30 Juni 2013 Rp Juta Tersedia untuk dijual Laba penjualan efek obligasi Diperdagangkan Laba penjualan efek obligasi Laba penjualan efek lainnya Sub jumlah Jumlah 12,836 20,363 2,312 22,675 35,511 30 Juni 2012 Rp Juta (247) 93,138 2,571 95,709 95,462

99

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

35. PENDAPATAN UNDERWRITING Untuk periode Januari Juni 2012 merupakan pendapatan premi AMAG dengan perincian sebagai berikut:
30 Juni 2012 Rp Juta Premi bruto Premi reasuransi Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan bagian reasuransi Jumlah 228,970 (17,765) (44,173) 9,319 176,351

36. PROVISI DAN KOMISI SELAIN KREDIT BERSIH


30 Juni 2013 Rp Juta 30 Juni 2012 Rp Juta 12,018 10,925 12,628 (1,987) 33,584

Kiriman uang Asuransi Transaksi ekspor-impor Lainnya - bersih Jumlah

12,444 10,550 10,517 162 33,673

37. PENDAPATAN OPERASIONAL LAIN LAINNYA


30 Juni 2013 Rp Juta Pendapatan jasa administrasi Jasa bank lainnya Buku cek/ giro Pembayaran kartu kredit Pendapatan komisi Lainnya Jumlah 216,695 23,567 3,050 120 169,711 413,143 30 Juni 2012 Rp Juta 206,020 20,577 3,192 190 4,600 247,315 481,894

Pendapatan operasional lainnya antara lain terdiri dari penerimaan kembali kredit yang dihapus buku, dividen yang diterima dan hasil jasa kustodian.

100

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

38. BEBAN (PEMULIHAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI DAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN ASET NON PRODUKTIF DAN LAINNYA
30 Juni 2013 Rp Juta Aset keuangan Giro pada bank lain (Catatan 7) Penempatan pada bank lain (Catatan 8) Efek-efek (Catatan 9) Kredit yang diberikan (Catatan 11) Tagihan anjak piutang (Catatan 12) Piutang sewa pembiayaan (Catatan 14) Piutang pembiayaan konsumen (Catatan 15) Pembiayaan refinancing dan lainnya (Catatan 19) Sub jumlah Aset Non-Produktif (Catatan 19) Agunan diambil alih Jumlah 30 Juni 2012 Rp Juta

7 (91,617) 279,728 50 4,697 25,359 218,224

(1) (500) 102,129 340,869 (36) 8,390 20,885 257 471,993

(33,258) 184,966

(37,939) 434,054

39. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI


30 Juni 2013 Rp Juta Penyusutan dan amortisasi Iklan Komunikasi Peralatan dan kebutuhan kantor Pemeliharaan dan perbaikan Sewa Pajak Premi asuransi Representasi dan sumbangan Honorarium Lainnya Jumlah 141,849 78,847 64,426 63,596 61,115 41,891 30,391 20,207 14,511 11,461 212,005 740,299 30 Juni 2012 Rp Juta 129,783 167,055 48,661 57,397 55,954 37,774 28,934 18,276 12,972 12,098 197,771 766,675

40. BEBAN TENAGA KERJA


30 Juni 2013 Rp Juta Gaji dan tunjangan Pendidikan dan pelatihan Gratifikasi dan bonus Lainnya Jumlah 494,267 20,020 5,878 24,125 544,290 30 Juni 2012 Rp Juta 375,179 17,153 8,881 14,751 415,964

101

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Rincian gaji atas kelompok direksi, dewan komisaris, komite audit dan pejabat eksekutif adalah sebagai berikut :
30 Juni 2013 Beban manfaat pensiun (6 bulan) Rp Juta 2,515 8,995 11,510 30 Juni 2012 Beban manfaat pensiun (6 bulan) Rp Juta 2,198 7,420 9,618 Beban manfaat karyawan (6 bulan) Rp Juta 22 68 411 501

Jumlah Pejabat

Gaji dan tunjangan (6 bulan) Rp Juta 1,064 13,314 769 24,691 39,838

Jumlah (6 bulan) Rp Juta 1,086 15,897 769 34,097 51,849

Dewan Komisaris Direksi Anggota Komite Audit Pejabat Eksekutif Jumlah

4 11 5 79 99

Jumlah Pejabat

Gaji dan tunjangan (6 bulan) Rp Juta 1,064 11,618 244 21,888 34,814

Beban manfaat karyawan (6 bulan) Rp Juta 22 74 355 451

Jumlah (6 bulan) Rp Juta 1,086 13,890 244 29,663 44,883

Dewan Komisaris Direksi Anggota Komite Audit Pejabat Eksekutif Jumlah

4 11 3 77 95

41. BEBAN OPERASIONAL LAIN - LAINNYA


30 Juni 2013 Rp Juta Beban Klaim Komisi Lainnya Jumlah 121,210 121,210 30 Juni 2012 Rp Juta 78,709 41,149 76,546 196,404

Beban klaim, merupakan beban klaim (underwriting) AMAG dengan perincian sebagai berikut:
2012 (Enam bulan) Rp Juta Klaim bruto Klaim reasuransi Kenaikan (penurunan) estimasi klaim Penurunan (kenaikan) estimasi klaim bagian reasuransi Jumlah Beban Klaim 83,535 (6,163) (2,878) 4,215 78,709

102

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

42. PAJAK PENGHASILAN Manfaat (beban) pajak Grup terdiri dari:


30 Juni 2013 Rp Juta Pajak kini Bank Entitas Anak Clipan BPS VMF AMAG Jumlah 30 Juni 2012 Rp Juta

(313,909) (60,451) (6,845) (5,611) (386,816)

(366,433) (51,923) (4,482) (5,055) (14,000) (441,893)

Pajak Tangguhan Bank Entitas Anak VMF Clipan BPS AMAG Jumlah Jumlah

(19,105) (1,138) (393) (20,636) (407,452)

51,172 (16) (622) 11 2,621 53,166 (388,727)

103

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif dengan laba kena pajak (rugi fiskal) adalah sebagai berikut :

30 Juni 2013 Rp Juta Laba sebelum pajak penghasilan menurut Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian Laba sebelum pajak - entitas anak Laba sebelum pajak - Bank

31 Desember 2012 Rp Juta

1,688,895 (295,379) 1,393,516

3,042,464 (675,700) 2,366,764

Perbedaan temporer Penurunan (kenaikan) nilai efek yang belum direalisasi Penyisihan penghapusan aset produktif selain kredit dan non produktif Beban imbalan pasca kerja Beban pensiun Biaya emisi obligasi Biaya emisi obligasi subordinasi Penyusutan Aset Tetap Jumlah Beban (manfaat) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Representasi, sumbangan dan denda Kenikmatan kepada karyawan Pajak final Deviden atas Saham Hasil sewa Hasil bunga reksadana Bagian laba bersih entitas asosiasi Lainnya Jumlah LABA KENA PAJAK BANK (RUGI FISKAL)

37,713 (126,897) 7,195 2,285 3,285 (76,419)

42,432 60,370 13,480 156,771 (4,844) (6,036) 4,963 267,136

15,166 4,012 1,264 (65,621) (4,854) (11,430) (61,463) 1,255,634

31,542 11,470 (13,026) (66,957) 119,858 82,887 2,716,787

Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah sebagai berikut :


30 Juni 2013 Rp Juta Beban pajak kini : Tarif 25 % x Rp. 1.255.634 juta dan Rp 2.716.787 juta Jumlah Dikurangi: 313,909 313,909 31 Desember 2012 Rp Juta 679,196 679,196

Pajak penghasilan pasal 25 Hutang Pajak Kini - Bank

313,909

(537,941) 141,255

Laba kena pajak dan pajak penghasilan Bank tahun 2012 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan (SPT) yang disampaikan oleh Bank ke Kantor Pelayanan Pajak. 104

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Pajak penghasilan yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain Pajak penghasilan yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain berasal dari revaluasi aset keuangan tersedia untuk dijual sebesar Rp 12.561 juta dan Rp 5.976 juta masing-masing untuk periode enam bulan 30 Juni 2013 dan 2012. Pajak Tangguhan Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Dikredit kan (dibebankan) ke laporan laba rugi komprehensif Rp jut a Dibebankan ke pendapat an komprehensif lain Rp jut a Dikredit kan (dibebankan) ke laporan laba rugi komprehensif Rp jut a Dibebankan ke pendapat an komprehensif lain Rp jut a

1 Januari 201 2 Rp jut a Bank Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan selain kredit dan aset non-keuangan Liabilit as imbalan pasca kerja Beban pensiun Penyusut an aset t et ap Biaya emisi obligasi subordinasi Biaya emisi obligasi Penurunan (kenaikan) nilai ef ek yang belum direalisasi Jumlah Ent it as anak Clipan AM AG VM F BPS Jumlah Aset Pajak Tangguhan

Pelepasan ent it as anak Rp jut a

31 Desember 201 2 Rp jut a

30 Juni 201 3 Rp jut a

37,625 1 9,463 (1 9,351 ) 1 4,337 (7,470) (2,702) (5,507) 36,395

1 5,092 3,370 39,1 93 1 ,241 (1 ,509) (1 ,21 1 ) 1 0,298 66,474

(1 2,537) (1 2,537)

52,71 7 22,833 1 9,842 1 5,578 (8,979) (3,91 3) (7,746) 90,332

(31 ,724) 1 ,798 821 571 9,404 (1 9,1 30)

24,661 24,661

20,993 24,631 1 9,842 1 5,578 (8,1 58) (3,342) 26,31 9 95,863

41 3 1 0,01 3 4,696 2,073 53,590

761 (6,890) (1 ,565) 248 59,028

(2,676) (1 5,21 3)

(447) (447)

1 ,1 74 3,1 31 2,321 96,958

(394) (1 ,1 39) (20,663)

24,661

780 1 ,992 2,321 1 00,956

Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan No.36 tahun 2008 pengganti UU pajak No.7/1983, tarif pajak badan adalah sebesar 28% yang berlaku efektif 1 Januari 2009 dan sebesar 25% yang berlaku efektif 1 Januari 2010. Aset dan Liabilitas pajak tangguhan disesuaikan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode ketika aset direalisasikan dan liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang akan ditetapkan. Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak efektif yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Laba sebelum pajak penghasilan menurut Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian Laba sebelum pajak - entitas anak Laba sebelum pajak - Bank Tarif pajak yang berlaku Koreksi dasar pengenaan pajak Pengaruh pajak atas penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal Jumlah Beban (Penghasilan) Pajak Bank Beban pajak - entitas anak Clipan BPS VMF AMAG Jumlah 1,688,895 (295,379) 1,393,516 348,379 (15,365) 333,014 60,844 6,845 6,749 407,452 30 Juni 2012 Rp Juta 1,630,157 (338,982) 1,291,175 322,794 310 (7,843) 315,261 52,545 4,471 5,071 11,379 388,727

105

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

43. LABA PER SAHAM Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
30 Juni 2013 Rp Juta Laba bersih Laba untuk perhitungan laba per saham dasar Laba bersih Jumlah saham (dalam angka penuh) Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba bersih per saham dasar 1,182,951 Lembar 1,098,124 Lembar 30 Juni 2012 Rp Juta

24,087,645,998

24,087,645,998

44. PROGRAM PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA a. Program Pensiun Imbalan Pasti Dengan akta No. 25 tanggal 15 Agustus 1981 dari notaris Hendra Karyadi, S.H., yang disahkan oleh Menteri Keuangan dengan Surat No. S-879/MK.11/1983 tanggal 15 Desember 1983, Bank mendirikan Yayasan Dana Jaminan Hari Tua Pan Indonesia Bank (YDJHT PIB). Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham tanggal 4 Januari 1994 telah menyetujui dan memutuskan untuk menyesuaikan Yayasan Dana JaminanHari Tua Pan Indonesia Bank menjadi Dana Pensiun Karyawan Pan Indonesia Bank (DPK PIB).Penyesuaian nama menjadi DPK PIB maupun peraturannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan keputusan No. Kep-069/KM.17/1994 tanggal 4 April 1994, dan telah diumumkan dalam tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 10 Juni 1994. DPK PIB mengelola program pensiun manfaat pasti yang memberikan jaminan hari tua bagi seluruh karyawan yang telah pensiun atau, bila yang bersangkutan meninggal dunia, kepada jandajanda/duda-duda dan anak-anak mereka di bawah usia 21 tahun atau belum menikah. Pendanaan DPK PIB terutama berasal dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan. Kontribusi karyawan sebesar 3% dari gaji pokok. b. Imbalan Pasca Kerja Lainnya Bank Bank membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh PT Dayamandiri Dharmokonsilindo aktuaris independen dengan menggunakan asumsi utama sebagai berikut:
30 Juni 2013 2012 55 tahun 55 tahun 6,00% 6,79% 12% 12% CSO 1980 CSO 1980 10% dari tingkat pertumbuhan 5% sampai dengan usia 20 tahun dan menurun secara bertahap sampai dengan 1% pada usia 45 tahun; dan seterusnya

Usia pensiun normal Tingkat diskonto per tahun Kenaikan gaji per tahun Tabel mortalitas Tingkat ketidakmampuan Tingkat pengunduran diri

106

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

45. JASA KUSTODIAN Bank memperoleh persetujuan sebagai bank kustodian dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan surat keputusan No. KEP-01/PM/kstd/2002 tanggal 28 Pebruari 2002. Penyimpanan efek nasabah pada kustodian dalam bentuk obligasi tanpa warkat adalah sebesar Rp. 4.340.182 juta dan USD 4 juta pada tanggal 30 Juni 2013 dan sebesar Rp. 4.645.464 juta dan USD 3 juta pada tanggal30 Juni 2012, sementara penyimpanan efek dalam bentuk saham tanpa warkat adalah sebesar 73.500.000 lembar masing-masing untuk tanggal 30 Juni tahun 2013 dan 2012. Jasa kustodian yang dilakukan kustodian Bank antara lain meliputi jasa penyelesaian transaksi efek, jasa penyimpanan dan pengadministrasian efek serta jasa-jasa kustodian lainnya misalnya mengurus/menagihkan hak-hak yang melekat pada efek antara lain pembayaran kupon, dividen, bonus, pembayaran efek saat jatuh waktu dan lain-lainnya. 46. SIFAT DAN TRANSAKSI BERELASI Sifat Berelasi Pihak-pihak yang berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung dengan Bank. a. Perusahaan-perusahaan di bawah ini yang merupakan pihak yang berelasi sesuai dengan kriteria-kriteria yang dijelaskan pada Catatan 3f. - PT Amana Jaya - PT Terminal Builders - PT Dana Pensiun Karyawan Panin - PT Multi Amana Gemilang - PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk *) b. ANZ National Bank Ltd., Welington merupakan entitas anak ANZ Banking Group Ltd., Melbourne. c. PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Panin Bank) merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Bank.

d. Reksadana Panin Dana Maksima, Reksadana Panin Dana Unggulan, Reksadana Panin Dana Prima, Panin Dana Utama Plus 2 dan Reksadana Panin Dana Bersama Plus adalah produkproduk reksadana dari Panin Asset Management, entitas anak PT Panin Sekuritas Tbk. e. PT Panin Financial Tbk (d/h PT Panin Life Tbk) merupakan pemegang saham Bank. f. PT Panin Insurance Tbk merupakan pemegang saham PT Panin Financial Tbk.

*) Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 1b, sejak berlakunya PBI No. 14/14/PBI/2012 tanggal 18 Oktober 2012 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank, laporan keuangan AMAG tidak dikonsolidasikan lagi dengan Bank. Selanjutnya AMAG dicatat sebagai penyertaan dalam bentuk saham dan merupakan pihak berelasi dengan Bank sejak tanggal 1 Oktober 2012. Transaksi Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Grup juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi-transaksi tersebut meliputi antara lain : a. Giro pada bank lain, dan penerimaan bunga (Catatan 7 dan 32). b. Pemberian kredit dan penerimaan bunga (Catatan 11 dan 32). c. Melakukan investasi dalam efek-efek dan penyertaan dalam bentuk saham (Catatan 9 dan 17). d. Penempatan dana dari pihak-pihak yang berelasi dalam bentuk simpanan, simpanan dari bank lain dan pembayaran bunga (Catatan 20, 21 dan 33). 107

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

e. Sewa gedung dari Dana Pensiun Karyawan Pan Indonesia Bank, PT Multi Amana Gemilang, PT Amana Jaya dan PT Terminal Builders. f. PT Panin Insurance Tbk, PT Panin Financial Tbk, PT Famlee Invesco, dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. menyewa ruang-ruang kantor. g. Asuransi atas aset tetap Grup, Cash-In-Transit dan Cash-In-Safe pada PT Panin Insurance Tbk. Persentase giro, penempatan pada bank lain, kredit dan penyertaan dalam bentuk saham dari pihak yang berelasi terhadap jumlah aset adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp juta % Giro pada bank lain (Catatan 7) Pemegang saham ANZ National Bank Ltd., Wellington ANZ Banking Group Ltd., Melbourne Kredit (Catatan 11) Manajemen kunci dan keluarga Penyertaan dalam bentuk saham (Catatan 17) PT Panin Sekuritas Tbk PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Panin Bank) Jumlah 31 Desember 2012 Rp juta %

12,986 18,693 21,735 299,578 102,820 16,500 472,312

0.009 0.012 0.014 0.196 0.067 0.011 0.309

19,107 15,346 17,202 272,875 89,240 16,500 430,270

0.013 0.010 0.012 0.183 0.060 0.011 0.289

Persentase simpanan, simpanan dari bank lain dan liabilitas akseptasi, dari pihak yang berelasi terhadap jumlah liabilitas adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp juta % Simpanan (Catatan 20) Simpanan dari bank lain (Catatan 21) PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Panin Bank) Jumlah 396,871 0.296 31 Desember 2012 Rp juta % 458,919 0.350

12,314 409,185

0.009 0.305

111,657 570,576

0.085 0.435

Persentase pendapatan bunga, beban bunga, beban CKPN, beban sewa dan beban asuransi kepada pihak yang berelasi terhadap jumlah pendapatan bunga, beban bunga, beban CKPN serta beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp juta % Pendapatan bunga Beban bunga Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan Beban sewa dan asuransi Jumlah 1 5,435 378 28,257 34,071 0.000 0.217 0.173 3.817 4.207 30 Juni 2012 Rp juta % 2 7,660 3 22,101 29,766 0.000 0.320 0.000 2.883 3.203

108

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Presentase fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan dan bank garansi terhadap masing-masing jumlah komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp juta % Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan Bank garansi Jumlah 12,916 12,916 0.047 0.047 31 Desember 2012 Rp juta % 11,483 216 11,699 0.045 0.021 0.066

Manajemen berpendapat bahwa semua transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan tingkat harga, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga. 47. TRANSAKSI PEMBELIAN DAN PENJUALAN TUNAI VALUTA ASING Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, jumlah nosional pembelian dan penjualan tunai valuta asing yang belum diselesaikan terdiri atas:
30 Juni 2013 Rp Juta Pem belian tunai valuta asing Dollar Amerika Serikat Euro Dollar Australia Yen Jepang Poundsterling Inggris Dollar Hongkong Dollar Singapura Franc Sw iss Dollar Selandia Baru Jumlah Penjualan tunai valuta asing Dollar Amerika Serikat Euro Dollar Australia Dollar Singapura Yen Jepang Jumlah 355,775 181,288 119,814 44,875 9,836 1,985 1,985 1,484 717,042 31 Desember 2012 Rp Juta 90,589 25,463 6,004 62,368 2,890 1,444 1,188 189,946

361,792 164,454 91,811 64,689 4,925 687,671

99,700 25,463 14,456 40,735 180,354

48. KOMITMEN DAN KONTINJENSI


30 Juni 2013 Rp Juta Komitmen Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan LC yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor Jumlah liabilitas komitmen Kontinjensi Tagihan kontinjensi Pendapatan bunga dalam penyelesaian Liabilitas kontinjensi Bank garansi Standby L/C Jumlah liabilitas kontinjensi Jumlah kontinjensi - bersih 31 Desember 2012 Rp Juta

(26,997,416) (548,217) (27,545,633)

(23,900,488) (1,366,757) (25,267,245)

302,162 (1,009,649) (85,021) (1,094,670) (792,508)

308,869 (970,697) (81,768) (1,052,465) (743,596)

109

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Bank Garansi Seluruh transaksi bank garansi dilakukan dengan pihak ketiga dan diterbitkan sehubungan dengan adanya kegiatan usaha debitur.Jangka waktu bank garansi pada tanggal 30 Juni 2013 adalah antara 4 hari sampai dengan 12 tahun. 49. ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING Posisi aset dan liabilitas dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta 31 Desember 2012 Rp Juta

Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Efek-efek Kredit Piutang sewa pembiayaan Tagihan akseptasi Aset lain-lain Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Liabilitas Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas akseptasi Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain Jumlah

134,488 1,354,762 548,189 2,948,257 2,558,739 8,342,251 34,241 804,034 73,909 16,798,870 (393,512) 16,405,358

76,958 1,223,963 892,004 2,131,733 1,821,088 8,616,563 48,477 876,963 287,830 15,975,579 (426,843) 15,548,736

254,224 12,465,166 1,466,459 800,761 1,444,579 102,479 16,533,668

180,565 11,275,006 1,275,874 879,929 1,395,318 320,338 15,327,030

110

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Rincian aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2013 adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing Ekuivalen dalam Rp Rp Juta

ASET Bank Kas

USD SGD USD

11,171,134 3,004,358 136,500,000

110,873 23,615 1,354,762

Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Pihak berelasi

AUD NZD USD SGD EUR JPY CHF GBP CAD AUD HKD AUD SGD EUR USD JPY GBP CAD NZD USD USD SGD USD JPY EUR SGD USD AUD SGD Lainnya

2,035,990 1,676,136 21,415,448 14,638,185 4,427,800 412,152,665 3,674,251 1,474,217 1,374,038 1,055,785 2,923,698 148,500,000 103,000,000 22,000,000 24,000,000 1,400,000,000 3,500,000 2,500,000 2,000,000 257,807,518 830,688,101 12,426,205 77,105,998 348,764,452 241,992 81,325 7,169,218 196,165 51,371

18,693 12,986 212,549 115,059 57,336 41,343 38,550 22,310 13,014 9,693 3,741 1,363,396 809,596 284,881 238,200 140,434 52,966 23,678 15,496 2,558,739 8,244,579 97,672 765,276 34,985 3,134 639 71,154 1,801 404 257 16,741,811

Pihak ketiga

Penempatan pada bank lain

Efek-efek Kredit

Tagihan akseptasi

Aset lain-lain

Sub jumlah - Bank Entitas anak Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Piutang sewa pembiayaan Aset lain-lain Sub jumlah - Entitas anak Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Aset USD SGD (39,627,161) (26,909)

USD USD USD USD

293,568 1,975,000 3,448,598 29,491

2,915 19,610 34,241 293 57,059 (393,300) (212) 16,405,358

111

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
Mata Uang Asing Ekuivalen dalam Rp Rp Juta

Liabilitas Bank Liabilitas segera

USD JPY EUR SGD AUD GBP NZD HKD CHF CAD

19128695.31 177,512,940 1,185,377 1,548,538 1,209,031 346,140 161,463 742,055 27,775 22,600

189,852 17,806 15,350 12,172 11,100 5,238 1,251 950 291 214

Simpanan Pihak berelasi

USD EUR CAD USD AUD SGD EUR JPY GBP CHF CAD NZD HKD USD USD JPY EUR SGD USD USD JPY EUR AUD SGD GBP CHF CAD NZD

4052176 10,020 1,040 893,633,818 184,968,154 124,427,772 32,614,779 2,626,948,483 5,339,512 3,789,117 4,038,640 3,583,255 5,992,359 147,754,101 76,797,446 346,544,765 242,616 81,711 145,549,487 9,762,237 47,496,573 23,084 27,369 30,409 1,174 1,215 399 73

40,217 130 10 8,868,489 1,698,214 978,021 422,334 263,510 80,804 39,756 38,251 27,763 7,667 1,466,459 762,215 34,762 3,142 642 1,444,579 96,890 4,764 299 251 239 18 13 4 1 16,533,668 16,533,668 (128,310)

Pihak ketiga

Simpanan dari bank lain Liabilitas akseptasi

Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain

Sub jumlah - Bank Jumlah liabilitas Jumlah Liabilitas - Bersih

Jumlah aset dan liabilitas moneter pada tanggal 30 Juni 2013 dengan menggunakan kurs 30 Juli 2013 masing-masing sebesar Rp 16.941.508 juta dan Rp 17.086.839 juta. Jumlah selisih kurs yang diakui pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 adalah sebesar Rp 68.828 juta dan Rp 71.551 juta. Bank senantiasa menyiapkan beberapa perangkat dalam pengelolaan risiko mata uang asing, sebagai berikut: Membatasi rasio posisi devisa neto baik limit intraday maupun limit overnight. Menetapkan limit bagi risk taking unit, berupa limit kerugian, limit counterparty dan limit terkait lainnya. 112

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Kurs yang digunakan oleh Bank untuk menjabarkan aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah kurs Reuters jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut:
Valuta asing 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Yen Jepang Euro Dollar Hongkong Dollar Australia Poundsterling Inggris Franc Swiss Dollar Selandia Baru Dollar Kanada 30 Juli 2013 10,272.50 8,101.34 104.83 13,633.67 1,324.56 9,317.16 15,742.61 11,048.06 8,214.41 9,991.25 30 Juni 2013 Rp 9,925.00 7,860.15 100.31 12,949.15 1,279.52 9,181.12 15,133.15 10,492.07 7,747.96 9,471.33 31 Desember 2012 Rp 9,637.50 7,878.61 111.77 12,731.62 1,243.27 10,007.10 15,514.93 10,536.23 7,918.18 9,686.91

113

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

50. INFORMASI SEGMEN Grup melaporkan segmen-segmen berdasarkan PSAK 5 (revisi 2009) berdasarkan kegiatan usaha dan informasi wilayah geografis. Kegiatan Usaha Kegiatan usaha, dibagi menjadi: 1. Bank 2. Pembiayaan 3. Asuransi Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 Juni 2013 Pembiayaan Eliminasi Rp Juta Rp Juta

Bank Rp Juta PENDAPATAN Pendapatan bunga Pendapatan (beban) lainnya Jumlah HASIL Hasil segmen dari operasi Bagian laba bersih entitas asosiasi Laba sebelum pajak Laba bersih Laba komprehensif

Total Rp Juta

5,780,683 668,682 6,449,365

542,570 85,637 628,207

(26,122) (194,762) (220,884)

6,297,131 559,557 6,856,688

1,429,563 50,715 1,420,897

254,716 278,220

(9,180) (10,222)

1,675,099 50,715 1,688,895 1,281,442 1,205,076

Bank Rp Juta INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - bersih Efek-efek - bersih Kredit - bersih Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - bersih Aset tetap - bersih Aset lainnya bersih Total Aset LIABILITAS Simpanan Simpanan dari bank lain Surat-surat berharga yang diterbitkan bersih Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - bersih Pinjaman yang diterima Liabilitas lainnya Obligasi subordinasi - bersih Total Liabilitas

30 Juni 2013 Pembiayaan Eliminasi Rp Juta Rp Juta

Total Rp Juta

7,835,039 11,704,294 96,807,819 12,142,380 1,931,874 16,698,757 147,120,163

19,610 34,909 95,031 7,130,997 7,280,547

(250,000) (57,870) (362,841) (1,018,828) (1,689,539)

7,604,649 11,681,333 96,444,978 12,142,380 2,026,905 22,810,926 152,711,171

107,468,717 9,359,308 2,526,166 2,392,532 1,444,597 2,533,344 4,427,363 130,152,027

2,340,410 1,852,672 276,296 4,469,378

(20,324) (250,085) (57,895) (362,841) (40,980) (732,125)

107,448,393 9,109,223 4,808,681 2,392,532 2,934,428 2,768,660 4,427,363 133,889,280

114

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Bank Rp Juta PENDAPATAN Pendapatan bunga Pendapatan (beban) lainnya Jumlah HASIL Hasil segmen dari operasi Bagian laba bersih entitas asosiasi Laba sebelum pajak Laba bersih Laba komprehensif

30 Juni 2012 Pembiayaan Asuransi Rp Juta Rp Juta

Eliminasi Rp Juta

Total Rp Juta

4,956,853 775,724 5,732,577

501,353 79,121 580,474

8,130 225,155 233,285

(32,124) (81,000) (113,124)

5,434,212 999,000 6,433,212

1,351,041 30,139 1,366,817

194,425 290 240,577

52,747 336 78,294

(51,872) (55,531)

1,546,341 30,765 1,630,157 1,241,430 1,258,076

Bank Rp Juta INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - bersih Efek-efek - bersih Kredit - bersih Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - bersih Aset tetap - bersih Aset lainnya bersih Total Aset LIABILITAS Simpanan Simpanan dari bank lain Surat-surat berharga yang diterbitkan bersih Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - bersih Pinjaman yang diterima Liabilitas lainnya Obligasi subordinasi - bersih Total Liabilitas

31 Desember 2012 Pembiayaan Asuransi Eliminasi Rp Juta Rp Juta Rp Juta

Total Rp Juta

6,968,156 11,752,600 91,983,395 14,206,088 2,027,809 15,677,908 142,615,956

326,840 55,406 86,479 6,340,345 6,809,070

(200,000) (85,604) (331,454) (15,353) (632,411)

7,094,996 11,722,402 91,651,941 14,206,088 2,114,288 22,002,900 148,792,615

102,706,465 6,982,294 2,524,311 5,362,547 1,395,336 2,741,578 5,924,079 127,636,610

2,470,699 1,491,061 178,819 4,140,579

(11,205) (200,054) (85,505) (331,454) (4,121) (632,339)

102,695,260 6,782,240 4,909,505 5,362,547 2,554,943 2,916,276 5,924,079 131,144,850

Informasi Wilayah Geografis Operasional utama Grup di wilayah Indonesia yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama. Bank hanya memiliki cabang di Cayman Islands dan kantor perwakilan di Singapura, yang kegiatan operasionalnya tidak signifikan. 51. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No. 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang telah disempurnakan dengan Peraturan LPS No.1/PLPS/2006 tanggal 9 Maret 2006, menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005, Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain.

115

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.66 tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008, yang menyatakan bahwa sejak tanggal 13 Oktober 2008 besaran nilai simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan untuk setiap nasabah pada satu bank yang semula maksimal Rp 100 juta diubah menjadi maksimal Rp 2 milyar. Beban premi penjaminan Pemerintah yang dibayar sampai dengan 30 Juni 2013 dan 2012 masingmasing sebesar Rp 110.153 juta dan Rp 81.307 juta. 52. KLASIFIKASI DAN NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (KONVENSIONAL) Tabel di bawah ini menunjukkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan.
30 Juni 2013 Dimiliki hingga jatuh tempo 8,673,710 8,673,710 Pinjaman yang diberikan dan piutang 1,103,790 9,554,455 705,327 7,604,649 96,444,978 12,142,380 1,627,436 3,584,190 1,050,968 1,713,368 766,463 136,298,004 Tersedia untuk dijual 2,318,038 102,820 2,420,858 Biaya perolehan diamortisasi Jumlah nilai tercatat 1,103,790 9,554,455 705,327 7,604,649 11,681,333 2,030 96,444,978 12,142,380 1,627,436 3,584,190 1,050,968 102,820 1,713,368 766,463 148,084,187

Diperdagangkan Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Piutang sew a pembiayaan Piutang pembiayaan konsumen Tagihan akseptasi Penyertaan dalam bentuk saham Tagihan anjak piutang Aset lain-lain Jumlah Liabilitas keuangan Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Surat berharga yang diterbitkan Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain Obligasi subordinasi Jumlah Selisih 689,585 2,030 691,615

Nilai w ajar 1,103,790 9,554,455 705,327 7,604,649 12,390,243 2,030 96,054,887 12,142,380 1,641,274 3,620,514 1,050,968 102,820 1,715,185 766,463 148,454,985

3,775 3,775 687,840

8,673,710

136,298,004

2,420,858

107,448,393 9,109,223 2,392,532 1,044,772 4,808,681 2,934,428 419,947 4,427,363 132,585,339 (132,585,339)

107,448,393 9,109,223 2,392,532 3,775 1,044,772 4,808,681 2,934,428 419,947 4,427,363 132,589,114 15,495,073

107,448,393 9,109,223 2,392,532 3,775 1,044,772 4,887,246 2,950,500 419,947 4,451,853 132,708,241 15,746,744

116

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
30 Juni 2012 Dimiliki hingga jatuh tempo 12,383,666 12,383,666 Pinjaman yang diberikan dan piutang 1,127,088 8,395,204 617,745 9,450,117 81,380,824 5,789,023 1,419,557 3,696,266 1,155,133 1,044,310 669,542 114,744,809 Tersedia untuk dijual 3,688,713 18,676 3,707,389 Biaya perolehan diamortisasi Jumlah nilai tercatat 1,127,088 8,395,204 617,745 9,450,117 16,635,433 8,839 81,380,824 5,789,023 1,419,557 3,696,266 1,155,133 18,676 1,044,310 669,542 131,407,757

Diperdagangkan Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Investasi netto sew a pembiayaan Piutang pembiayaan konsumen Tagihan akseptasi Penyertaan dalam bentuk saham Tagihan anjak piutang Aset lain-lain Jumlah Liabilitas keuangan Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Surat berharga yang diterbitkan Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain Obligasi subordinasi Jumlah Selisih 563,054 8,839 571,893

Nilai w ajar 1,127,088 8,395,204 617,745 9,450,117 17,800,762 8,839 81,923,026 5,789,023 1,435,984 3,744,243 1,155,133 18,676 1,045,250 669,542 133,180,632

3,419 3,419 568,474

12,383,666

114,744,809

3,707,389

92,787,245 8,581,204 3,062,667 1,155,912 3,879,993 3,269,645 369,798 3,894,605 117,001,069 (117,001,069)

92,787,245 8,581,204 3,062,667 3,419 1,155,912 3,879,993 3,269,645 369,798 3,894,605 117,004,488 14,403,269

92,787,245 8,581,204 3,062,667 3,419 1,155,912 3,895,779 3,921,380 369,798 4,080,704 117,858,108 15,322,524

Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan untuk tujuan pengukuran nilai wajar Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan ditentukan sebagai berikut: Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, pendapatan yang masih akan diterima, simpanan, simpanan dari bank lain, efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas keuangan lainnya dengan suku bunga tetap yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau yang memiliki tingkat suku bunga pasar. Nilai wajar efek-efek dan penyertaan saham dengan syarat dan kondisi standar dan diperdagangkan di pasar aktif,surat berharga yang diterbitkan dan obligasi subordinasi ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar. Nilai wajar tagihan dan liabilitas derivatif diukur dengan menggunakan kurs kuotasi dan kurva yield yang berasal dari suku bunga kuotasi mencocokkan jatuh tempo kontrak. Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan lainnya (tidak termasuk yang dijelaskan di atas) ditentukan sesuai dengan model penentuan harga yang berlaku umum berdasarkan analisis discounted cash flow menggunakan harga dari transaksi pasar yang dapat diamati saat ini dan kutipan dealer untuk instrumen sejenis.

117

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel berikut ini memberikan analisis dari instrumen keuangan yang diukur setelah pengakuan awal sebesar nilai wajar, dikelompokkan ke tingkat 1 sampai 3 didasarkan pada sejauh mana nilai wajar diamati.
Tingkat 1 Rp Juta Aset keuangan pada FVTPL Efek- efek Tagihan derivatif Aset keuangan tersedia untuk dijual Efek- efek Penyertaan dalam bentuk saham Jumlah Liabilitas keuangan pada FVTPL Liabilitas derivatif 30 Juni 2013 Tingkat 2 Tingkat 3 Rp Juta Rp Juta Jumlah Rp Juta

689,585 8,673,710 102,820 9,466,115

2,030 2,030

689,585 2,030 8,673,710 102,820 9,468,145

3,775

1,253

5,028

Tingkat 1 Rp Juta Aset keuangan pada FVTPL Efek- efek Tagihan derivatif Aset keuangan tersedia untuk dijual Efek- efek Jumlah Liabilitas keuangan pada FVTPL Liabilitas derivatif

30 Juni 2012 Tingkat 2 Tingkat 3 Rp Juta Rp Juta

Jumlah Rp Juta

563,054 3,688,713 4,251,767

8,839 8,839

563,054 8,839 3,688,713 4,260,606

3,419

1,415

Pada tahun 2013 dan 2012, tidak terdapat perpindahan metode pengukuran nilai wajar dari tingkat 1 menjadi tingkat 2, dan sebaliknya. 53. INFORMASI LAINNYA a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Peraturan Bank Indonesia No. 14/18/PBI/2012 tanggal 28 Nopember 2012 yang mulai berlaku pada tanggal ditetapkan tentang kewajiban penyediaan modal minimum bank umum sesuai dengan profil risiko. Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/37/DPNP tanggal 27 Desember 2012 yang mulai berlaku pada tanggal ditetapkan tentang kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko dan pemenuhan Capital Equivalency Maintained Asset (CEMA). Surat Edaran Bank Indonesia No.8/27/DPNP tanggal 27 November 2006 tentang prinsip kehati-hatian dan laporan dalam rangka penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap entitas anak, mewajibkan bank di Indonesia memperhitungkan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) secara konsolidasian. Peraturan Bank Indonesia No.9/13/PBI/2007 tanggal 1 November 2007 mewajibkan bank-bank di Indonesia dengan criteria tertentu untuk memperhitungkan risiko pasar ( market risk) dalam perhitungan rasio kewajiban penyediaan modal minimum baik secara individual maupun secara konsolidasian. 118

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Peraturan Bank Indonesia No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 mewajibkan setiap bank di Indonesia untuk memperhitungkan risiko operasional ( operational risk) dalam perhitungan rasio KPMM baik secara individual maupun secara konsolidasian dan wajib menyediakan rasio kewajiban penyediaan modal inti minimum sebesar 5%. Surat Edaran Bank Indonesia No.13/6/DPNP tanggal 18 Februari 2011 mengatur ketentuan pelaksanaan perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit baik secara individual maupun konsolidasian.Ketentuan ini mulai berlaku pada tanggal 2 Januari 2012. Rasio kewajiban penyediaan modal Bank dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 Rp Juta Konsolidasian Modal Modal Inti Modal Pelengkap Penyertaan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk risiko kredit Untuk risiko operasional Untuk risiko pasar Rasio Kewajiban Penyediaan Modal minimum dengan memperhitungkan Risiko kredit dan operasional Risiko kredit, operasional dan pasar Bank Modal Modal Inti Modal Pelengkap Penyertaan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk risiko kredit Untuk risiko operasional Untuk risiko pasar Rasio Kewajiban Penyediaan Modal minimum dengan memperhitungkan Risiko kredit dan operasional Risiko kredit, operasional dan pasar 14,629,333 5,535,387 (1,369,748) 18,794,972 100,105,688 10,758,188 749,293 13,304,504 3,707,749 (1,343,168) 15,669,085 95,592,276 10,758,188 485,210 31 Desember 2012 Rp Juta

16,848,343 5,624,124 (428,308) 22,044,159 107,866,788 11,930,188 801,413

15,282,515 3,785,969 (383,024) 18,685,460 102,049,079 11,930,188 577,138

18.40% 18.28%

16.39% 16.31%

16.95% 16.84%

14.73% 14.67%

Rasio aset produktif yang diklasifikasikan terhadap total aset produktif pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing adalah sebesar 1,40% dan 1,42%

119

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

b. Berikut ini adalah saldo penyediaan dana kepada pihak berelasi per tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK):
30 Juni 2013 Rp Juta Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Surat berharga Kredit Penyertaan dalam bentuk saham Jumlah 31,679 250,000 23,000 385,671 134,513 824,863 31 Desember 2012 Rp Juta 34,453 200,000 30,000 350,582 175,253 790,288

Batas maksimum pemberian kredit Bank kepada pihak berelasi per tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 2.016.472 juta dan 1.701.225 juta (10% dari modal Bank). 54. MANAJEMEN RISIKO Kerangka Manajemen Risiko Bank telah mengimplementasikan kebijakan manajemen risiko sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum No. 5/8/PBI/2003 dan Surat Edaran BINo 5/21/DPNP yang telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009 dan Surat Edaran BI No. 13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011. Menurut surat edaran tersebut, penerapan manajemen risiko harus dilakukan pada risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategis dan risiko kepatuhan. Aktivitas bisnis Bank terekspos jenis risiko berbeda yang harus dijaga dalam level tertentu terkait dengan risk appetite dan konsisten dengan tujuan dan strategi Bank. Fungsi utama dari manajemen risiko Bank adalah untuk mengidentifikasikan seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini, mengelola posisi risiko dan menentukan alokasi modal. Bank secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. Pengelolaan risiko di Bank mengacu pada praktik terbaik industri, dengan menyediakan kebijakan dan kerangka kerja serta struktur manajemen, perangkat dan proses yang jelas. Manajemen Risiko Kredit Risiko kredit adalah potensi terjadinya kerugian keuangan ketika nasabah atau counterparty gagal memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo, dan timbul terutama dari pinjaman pada Bank dan uang muka ke nasabah dan bank lainnya, dan investasi surat utang. Tujuan dari pengelolaan risiko kredit adalah untuk mengendalikan dan mengelola eksposur kredit dalam parameter yang dapat diterima. Penerapan manajemen risiko kredit tidak hanya ditujukan untuk menempatkan Bank sebagai bank yang patuh terhadap regulasi, namun merupakan suatu tuntutan manajemen untuk menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit yang baik dan sesuai dengan praktek di perbankan. Penerapan manajemen risiko yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas kredit, namun juga diharapkan mampu mendorong kegiatan bisnis Bank. Pemberian kredit didasarkan pada konsep Hubungan Total Debitur (one obligor concept), agar dapat dipantau semua eksposur risiko Bank atas fasilitas kredit yang diberikan kepada satu kelompok debitur. Konsep ini juga untuk memenuhi ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

120

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

i.

Eksposur maksimum terhadap risiko kredit (setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai)
30 Juni 2013 31 Desember 2012

Uraian Laporan posisi keuangan: Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit yang diberikan Tagihan anjak piutang Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Piutang 'sewa pembiayaan Piutang pembiayaan konsumen Tagihan akseptasi Obligasi pemerintah Aset lain-lain bersih Sub Jumlah Komitmen dan Kontijensi: Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan Bank garansi yang diterbitkan Irrevocab le Letters of Credit yang masih berjalan Sub Jumlah Jumlah

9,554,455 705,327 7,604,649 7,880,919 2,030 96,444,978 1,713,368 12,142,380 1,627,435 3,584,190 1,050,968 3,800,414 766,463 146,877,576

8,963,338 970,980 7,094,996 7,593,418 879 91,651,941 1,214,922 14,206,088 1,435,330 3,551,830 1,075,464 4,128,984 720,488 142,608,658

26,997,416 1,094,670 548,217 28,640,303 175,517,879

23,900,488 1,052,465 1,366,757 26,319,710 168,928,368

ii.

Analisis risiko konsentrasi kredit Konsentrasi muncul ketika sejumlah pihak lawan terlibat dalam aktivitas bisnis sejenis, atau aktivitas dalam area geografis sejenis, atau memiliki fitur ekonomi sejenis yang akan menyebabkan kemampuan memenuhi kewajiban kontraktualnya menjadi sejenis dipengaruhi oleh perubahan politik ekonomi atau kondisi lainnya. Konsentrasi mengindikasikan sensitivitas berkaitan dengan perkembangan kinerja Bank berkaitan dengan industri atau lokasi geografis tertentu. Bank memonitor konsentrasi risiko kredit berdasarkan sektor ekonomi dan wilayah geografis.

121

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit untuk pinjaman yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai):
30 Juni 2013 Jumlah Perdagangan besar & eceran Rumah tangga Industri pengolahan Perantara keuangan Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan Konstruksi Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum Transportasi, pergudangan dan Komunikasi Jasa Kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya Listrik, gas & Air Kegiatan yang belum jelas batasannya Pertambangan dan penggalian Pertanian, perburuan dan kehutanan Jasa kesehatan dan kegiatan sosial Jasa pendidikan Perikanan Bukan lapangan usaha lainnya 23,179,207 21,842,131 11,925,653 11,736,939 7,795,394 4,898,602 4,527,717 3,076,486 2,055,539 1,642,244 1,154,918 1,024,833 921,693 869,671 320,543 105,423 820,488 97,897,481 31 Desember 2012 Jumlah % 21,546,686 20,655,553 11,665,005 11,390,291 7,685,152 4,351,112 4,279,264 2,607,006 1,899,137 1,530,931 532,867 2,229,424 841,180 324,209 100,251 1,323,172 92,961,240 23.18% 22.22% 12.55% 12.25% 8.27% 4.68% 4.60% 2.80% 2.04% 1.65% 0.00% 0.57% 2.40% 0.91% 0.35% 0.11% 1.42% 100.00%

% 23.68% 22.31% 12.18% 11.99% 7.96% 5.00% 4.62% 3.14% 2.10% 1.68% 1.18% 1.05% 0.94% 0.89% 0.33% 0.11% 0.84% 100.00%

122

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

iii.

Konsentrasi kredit berdasarkan jenis debitur (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai)
30 Juni 2013 Jumlah DKI Jakarta Jawa Timur Jawa Barat Sulawesi Selatan Sumatera utara Jawa Tengah Riau Sumatera Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Lampung Kepulauan Riau Kalimantan Barat Bali DI Yogyakarta Sulawesi Utara Jambi Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah Papua Banten Sumatera Barat Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Bangka Belitung Bengkulu Gorontalo Jumlah 60,172,195 8,315,130 5,187,248 4,184,585 3,695,118 2,403,323 2,182,753 1,548,228 1,071,770 1,066,610 1,005,310 995,938 888,937 835,536 685,843 609,156 604,103 562,988 522,756 358,701 264,527 226,067 191,551 180,839 64,677 43,312 30,280 97,897,481 % 61.46% 8.49% 5.30% 4.27% 3.77% 2.46% 2.23% 1.58% 1.09% 1.09% 1.03% 1.02% 0.91% 0.85% 0.70% 0.62% 0.62% 0.58% 0.53% 0.37% 0.27% 0.23% 0.20% 0.19% 0.07% 0.04% 0.03% 100.00% 31 Desember 2012 Jumlah 56,895,267 7,831,319 4,486,853 3,975,846 3,620,308 2,483,284 2,219,175 1,628,890 995,073 1,030,768 1,019,135 963,358 883,196 816,869 652,107 591,293 592,141 565,058 490,717 344,543 176,225 242,840 203,065 156,617 63,658 23,103 10,532 92,961,240 % 61.20% 8.42% 4.83% 4.28% 3.89% 2.67% 2.39% 1.75% 1.07% 1.11% 1.10% 1.03% 0.95% 0.88% 0.70% 0.64% 0.64% 0.61% 0.53% 0.37% 0.19% 0.26% 0.22% 0.17% 0.07% 0.02% 0.01% 100.00%

iv.

Konsentrasi kredit berdasarkan jenis debitur


30 Juni 2013 Giro pada bank lain dan BI Rp Juta Penempatan pada bank lain dan BI Rp Juta 3,406,392 4,198,257 7,604,649 Efek-efek Rp Juta 4,069,490 310,480 1,716,112 1,861,713 7,957,795 Tagihan derivatif Rp Juta 1,915 115 2,030 Kredit yang diberikan Rp Juta 2,042,614 1,188,037 65,408,675 18,623,890 8,453,676 856,953 1,323,636 97,897,481 Aset lain-lain*) Rp Juta 12,216,967 13,967 7,188,983 28,674 441,967 19,890,558 Tagihan akseptasi Rp Juta 1,050,968 1,050,968 Obligasi Pemerintah Rp Juta 3,800,414 3,800,414 Komitmen dan kontinjensi Rp Juta 1,004,810 1,520,262 22,582,699 3,290,205 9,024 230,473 2,830 28,640,303 Jumlah Rp Juta 17,030,337 16,017,381 8,277,378 4,424,411 98,093,153 21,942,769 8,462,700 1,087,426 1,768,433 %

Bank Indonesia Pemerintah Bank-bank Entitas Sektor Publik Korporasi Retail Kredit beragun rumah tinggal Kredit beragun properti komersial Lainnya Jumlah

9,554,455 705,335 10,259,790

9.62% 9.04% 4.67% 2.50% 55.39% 12.39% 4.78% 0.61% 1.00%

177,103,988 100.00%

123

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)
31 Desember 2012

Giro pada bank lain dan BI Rp Juta Bank Indonesia Pemerintah Bank-bank Entitas Sektor Publik Korporasi Retail Kredit beragun rumah tinggal Kredit beragun properti komersial Lainnya Jumlah 8,963,338 970,981 9,934,319

Penempatan pada bank lain dan BI Rp Juta 1,448,113 5,647,133 7,095,246

Efek-efek Rp Juta 3,698,452 482,761 2,146,262 1,431,750 7,759,225

Tagihan derivatif Rp Juta 849 30 879

Kredit yang diberikan Rp Juta 2,265,207 518,395 63,985,489 16,022,899 7,798,146 997,770 1,373,334 92,961,240

Aset lainlain*) Rp Juta 14,206,088 1,898,069 5,076,746 21,180,903

Tagihan akseptasi Rp Juta 39,227 1,036,237 1,075,464

Obligasi Pemerintah Rp Juta 4,128,984 4,128,984

Komitmen dan kontinjensi Rp Juta 685,547 1,683,540 20,030,525 3,609,295 8,065 299,318 3,420 26,319,710

Jumlah Rp Juta

14,109,903 17.87% 18,335,072 3.01% 10,091,705 9.19% 4,348,197 3.63% 88,382,100 30.56% 19,632,194 16.01% 7,806,211 7.22%

1,297,088 0.09% 6,453,500 12.42% 170,455,970 100.00%

*) Akun ini terdiri dari tagihan anjak piutang, piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan aset lain-lain. v. Kualitas kredit berdasarkan kelas aset keuangan Sebagai bagian dari manajemen risiko kredit, Bank mengadopsi kebijakan rating kredit untuk mengukur kualitas kredit dari aset keuangan berdasarkan rating eksternal dan mengembangkan sistem rating kredit secara internal menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Kualitas kredit dari aset keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: High Grade Aset keuangan memiliki kualitas sangat baik/ risiko kredit inheren sangat rendah. Medium Grade Aset keuangan memiliki kualitas baik/risiko kredit inheren moderat. Low Grade Aset keuangan yang memiliki risiko kredit inheren cukup tinggi. Tidak memiliki peringkat Aset keuangan yang tidak memiliki peringkat adalah kredit yang memenuhi kriteria sebagai berikut: Jenis usaha debitur belum memiliki benchmarking. Kredit yang bersifat project finance atau sponsor company yang tidak memiliki informasi keuangan historis. Bank mengadopsi kebijakan rating kredit untuk setiap aset keuangan sebagai berikut: a. Giro dan penempatan pada Bank Indonesia dinilai High Grade (risiko gagal bayar BI sangat rendah). b. Giro dan penempatan pada Bank lain dinilai berdasarkan peringkat ( rating) eksternal terhadap counterparty yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat kredit lokal atau internasional. c. Surat berharga yang dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali dinilai berdasarkan peringkat (rating) eksternal terhadap counterparty yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat kredit lokal atau internasional. Surat berharga pemerintah dinilai High Grade sebabrisiko gagal bayar pemerintah sangat rendah. Surat berharga korporasi dinilai berdasarkan peringkat ( rating) eksternal terhadap counterparty yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat kredit lokal atau internasional. d. Tagihan derivatif dinilai High Grade berdasarkan rating kredit terhadap counterparty yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat kredit lokal atau internasional. 124

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

e. Kredit Kegiatan manajemen risiko kredit telah mendukung implementasi pengukuran risiko kredit sesuai Basel II. Saat ini Bank menggunakan internal model yaitu Internal Credit Risk Rating (ICRR) untuk kredit segmen korporasi dan institusi keuangan dengan plafond di atas Rp 50 miliar ekuivalen USD 5 juta. Klasifikasi rating kredit internal untuk kredit korporasi dan institusi keuangan: High Grade: rating 1 sampai dengan 3 (skor 74,5-100) Medium Grade: rating 4 sampai dengan 5 (skor 57,5-74,5) Low Grade: rating 6 sampai dengan 8 (skor 32-57,5) Skor diperoleh dengan menjumlahkan faktor kualitatif dan kuantitatif sebagai berikut: Faktor kualitatif: rating manajemen rating industri rating usaha Faktor kuantitatif: rasio profitabilitas rasio likuiditas rasio aktivitas rasio leverage Jenis kredit kartu kredit, Kredit Pemilikan Sepeda Motor (KPSM) dan Kredit Ekspres Panin (KEP) dinilai Low Grade sebab counterparties memiliki risiko kredit inheren yang tinggi. Selain kredit yang disebutkan diatas,kualitas kredit konsumsi dan ritel dinilai berdasarkan parameter-parameter sebagai berikut: Historical/Behavioral DPD (Days Past Due) Penilaian dilakukan dengan melihat data ketepatan membayar dalam rentang waktu 1 tahun kebelakang sehingga dapat digunakan sebagai indikasi tingkat potensi risiko kredit inherennya. Sektor Ekonomi Penilaian dilakukan dengan melihat data historis tingkat NPL pada masing-masing sektor industri sebagai gambaran kemungkinan terjadinya gagal bayar pada industri tersebut dimasa yang akan datang. Rasio kecukupan agunan (SCR) Kecukupan agunan merupakan faktor yang dinilai sebagai mitigasi dari risiko kredit yang mungkin timbul di masa yang akan datang. Grup memiliki kebijakan rating kredit masing-masing dalam mengukur kualitas kredit aset keuangan. Untuk BPS, kualitas kredit dari pinjaman yang diberikan diukur berdasarkan frekuensi menunggak. Untuk Clipan, kualitas kredit dari piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, dan tagihan anjak piutang, dinilai berdasarkan banyaknya past due dan jumlah hari past due selama masa tenor. Kredit grading atas piutang tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan parameter sebagai berikut: High Grade Jumlah kali past due rendah + jumlah hari past due rendah Jumlah kali past due sedang + jumlah hari past due sedang, jumlah kali past due rendah + jumlah hari past due sedang 125

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Medium Grade Jumlah kali past due sedang + jumlah hari past due rendah Jumlah kali past due rendah + jumlah hari past due tinggi, jumlah kali past due tinggi + jumlah hari past due rendah Low Grade Jumlah kali past due sedang + jumlah hari past due tinggi, jumlah kali past due tinggi + jumlah hari past due tinggi Jumlah kali past due tinggi + jumlah hari past due sedang Penggolongan kualitas piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan VMF ditetapkan sebagai berikut: Kelompok lancar Kelompok lancar dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Dirating Piutang lancar yang dirating berdasarkan Low Grade (High Risk), Medium Grade (Medium Risk) dan High Grade (Low Risk). b. Tidak dirating Piutang lancar yang tidak dirating yaitu pembayaran baru di bulan berjalan. Kelompok yang dirating kemudian dilakukan pengelompokkan dengan ketentuan sebagai berikut: Grade Rendah Tenor grade rendah + DP grade rendah + Histori pembayaran (grade rendah/tinggi) Grade Menengah Tenor grade menengah + DP grade rendah + Histori pembayaran (grade menengah/ tinggi) Tenor grade rendah + DP grade menengah + Histori pembayaran (grade menengah/ tinggi) Tenor grade menengah + DP grade menengah + Histori pembayaran grade menengah Grade Tinggi Tenor grade tinggi + DP (grade rendah/menengah/tinggi) + Histori pembayaran ( grade menengah/ tinggi) Tenor grade menengah + DP (grade menengah/tinggi) + Histori pembayaran grade tinggi Tenor grade rendah + DP grade tinggi + Histori pembayaran (grade menengah/tinggi) Tenor grade menengah + DP grade tinggi + Histori pembayaran grade menengah Kelompok Overdue Kelompok overdue dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai (overdue dari kelompok kolektif) b. Mengalami penurunan nilai (overdue dari kelompok individual)

126

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel di bawah ini menyajikan kualitas aset keuangan berdasarkan kelas dengan risiko kredit, jumlah yang disajikan adalah sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
30 Juni 201 3 Telah Jat uh Tempo Tet api Tidak M engalami Penurunan Nilai Rp Jut a

Belum Jat uh Tempo dan Tidak M engalami Penurunan Nilai High Grade M edium Grade Low Grade Unrat ed Rp Jut a Rp Jut a Rp Jut a Rp Jut a Dimiliki hingga jat uh t empo Ef ek-ef ek Tersedia unt uk dijual Ef ek-ef ek Diperdagangkan Ef ek-ef ek Tagihan derivat if Pinjaman yang diberikan dan piut ang Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempat an pada Bank Indonesia dan bank lain Kredit Ef ek yang dibeli dengan janji dijual kembali Piut ang sewa pembiayaan Piut ang pembiayaan konsumen Tagihan aksept asi Tagihan anjak piut ang Aset lain-lain Jumlah

M engalami Penurunan Nilai Rp Jut a

Jumlah Rp Jut a

8,580,61 7

1 69,969

8,750,586

2,31 8,038

2,31 8,038

689,585 2,030

689,585 2,030

9,554,455 705,335 7,604,649 72,626,804 1 2,1 42,380 1 ,079,1 40 2,072,775 1 ,050,968 1 ,71 2,471 646,021 1 20,785,268

1 6,695,362 1 52,41 0 61 0,444 94,722 1 7,552,938

704,1 1 9 27,447 1 99,407 3,750 934,723

3,628,224 207,652 288,621 35,289 4,1 59,786

992,385 28,783 1 45,074 1 0,542 1 ,1 76,784

3,250,588 1 42,1 68 31 4,399 924 30,1 64 3,908,21 2

9,554,455 705,335 7,604,649 97,897,481 1 2,1 42,380 1 ,637,600 3,630,720 1 ,050,968 1 ,71 3,395 820,488 1 48,51 7,71 0

vi.

Analisa umur pinjaman dan piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai.
30 Juni 2013 Kurang dari Lebih dari 30 hari 31-60 hari 61-90 hari 91-180 hari 180 hari Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Kredit 823,153 Tagihan anjak piutang Piutang sewa pembiayaan 22,984 Piutang pembiayaan konsumen91,394 Aset lain-lain 3,867 Jumlah 941,398 140,182 3,180 10,150 6,491 160,003 16,477 1,001 6,761 88 24,327 726 1,618 16,864 52 19,260 11,847 19,905 45 31,797

Jumlah Rp Juta 992,385 28,783 145,074 10,542 1,176,784

vii.

Agunan Bank telah mengimplementasikan kebijakan untuk memitigasi risiko kredit, termasuk meminta agunan sebagai jaminan pelunasan kredit dan menjadikannya sebagai pilihan kedua jika kewajiban kontraktual tidak terpenuhi. Jenis agunan yang dapat diterima untuk kredit modal kerja dan investasi dalam rangka memitigasi risiko kredit diantaranya adalah kas, tanah dan/ atau bangunan, bank garansi dan letters of credit, mesin, kendaraan bermotor, piutang dagang, bahan baku/ barang dagangan (persediaan), saham atau surat berharga lainnya. Perkiraan nilai wajar dari agunan yang digunakan oleh Bank didasarkan pada nilai agunan yang dinilai oleh penilai internal maupun eksternal. Persyaratan agunan bukanlah merupakan pengganti faktor kemampuan debitur dalam hal pembayaran kembali kredit, di mana hal ini menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pemberian kredit. Dalam menentukan dampak keuangan agunan terhadap kredit yang belum jatuh tempo dan belum mengalami penurunan nilai, Bank menilai signifikansi agunan terkait dengan jenis pembiayaan yang diberikan. Agunan non-fisik, seperti garansi dan letters of credit, juga dimiliki Bank untuk eksposur korporasi meskipun dampak keuangan untuk jenis agunan ini kurang signifikan dalam hal 127

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

pemulihan kredit. Untuk jenis eksposur tertentu seperti letters of credit dan bank garansi, Bank memperoleh agunan seperti kas tergantung pada penilaian internal risiko kredit untuk eksposur tersebut. Akan tetapi, untuk produk trade finance seperti letters of credit, maka dalam hal terjadi gagal bayar Bank juga memiliki hak hukum atas aset yang mendasarinya. Untuk menghindarkan Bank dari kerugian maka dalam penilaian agunan, harus selalu diperhitungkan Margin of Safety karena agunan bukan hanya untuk menutup jumlah pokok pinjaman saja tetapi juga harus dapat menutup beban bunga dan biaya-biaya lainnya jika usaha debitur mengalami kesulitan. Hal tersebut dilakukan untuk meng-cover risiko kerugian yang mungkin timbul antara lain berkaitan dengan marketable atau tidaknya agunan yang diberikan, waktu yang dibutuhkan untuk melikuidasi agunan, timbulnya tunggakan bunga berjalan selama dilaksanakannya proses likuidasi dan biaya-biaya yang harus dibayar sehubungan dengan proses likuidasi. Manajemen Risiko Operasional Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan/ atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/ atau adanya kejadian - kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Manajemen risiko operasional ditujukan untuk mengelola potensi risiko operasional, mencegah dan meminimalkan dampak kerugian risiko operasional secara finansial dan non finansial melalui mitigasi risiko operasional pada aktivitas operasional Bank antara lain: Loss Event Management (LEM), yaitu pengelolaan data dan informasi kerugian operasional di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu. Pada Loss Event Management (LEM) dicatat, diverifikasi dan dikonsolidasikan data kerugian operasional serta pengembaliannya (recovery). Hasil analisa konsolidasi loss event data digunakan untuk melakukan perbaikan (action plan) dalam mengantisipasi pengulangan terjadinya kerugian operasional yang sama di masa datang. Risk & Control Self Assessment (RCSA), yaitu perangkat yang digunakan secara selfassessment oleh masing-masing risk owner untuk mengidentifikasi, menilai dan mengukur potensi dari suatu risk issue yang berdampak menimbulkan kerugian risiko operasional di setiap unit kerja. RCSA dilakukan secara periodik (triwulanan) di setiap unit kerja yang ada di Kantor Pusat dan Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu. Key Risk Indicators (KRIs), digunakan untuk mengukur dan memantau parameter risiko tertentu terhadap limit yang telah ditetapkan untuk memperoleh indikasi awal atas potensi risiko yang mungkin terjadi di masa datang berdasarkan analisa trend risiko operasional. Risk Owner bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko operasional pada unit kerjanya masing-masing. Sedangkan penggunaan Operational Risk Tools (RCSA, LEM, NEAR MISS, KRIs ) di setiap unit kerja yang ada di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang dikoordinasikan oleh Koordinator Risiko (KR) yang ditunjuk dan ditetapkan oleh manajemen. Satuan Kerja Audit Intern/SKAI sebagai unit independen melakukan review dan validasi terhadap hasil RCSA yang dilakukan risk owner untuk memperoleh hasil RCSA yang lebih akurat. Risk Register Teknologi Informasi digunakan secara self assesment untuk mengidentifikasi, menilai dan mengukur potensi risiko pada aplikasi teknologi informasi yang digunakan oleh penyelenggara dan user aplikasi teknologi informasi serta melakukan perbaikan (action plan) dan menetapkan mitigasi risiko operasional agar aplikasi tetap berjalan dalam mendukung aktivitas Bank dan meningkatkan pelayanan nasabah. Near Miss Event Management merupakan pencatatan data kejadian kesalahan operasional yang hampir menimbulkan kerugian finansial di setiap unit kerja yang ada Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu dan melakukan langkah-langkah perbaikan untuk mencegah kejadian tersebut terulang dan menimbulkan kerugian bagi Bank. Issue & Action Plan merupakan perangkat untuk memasukkan permasalahan terkait risiko operasional dari operational risk tool. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan 128

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

analisa penyebabnya, dan ditetapkan action plan serta dilakukan monitoring pelaksanaan action plan oleh unit kerja. Laporan hasil pengelolaan dan pemantauan risiko operasional dengan menggunakan operational risk tools di atas disampaikan kepada Komite Manajemen Risiko (KMR) dan IT Steering Committee secara periodik. Bank juga mengelola risiko operasional melalui pengukuran dan pemantauan risiko terhadap produk atau aktivitas baru/ pengembangan yang telah diluncurkan; identifikasi dan penyusunan risk issue baru bersama unit kerja terkait di Kantor Pusat; penyusunan laporan profil risiko operasional dan risiko lainnya Triwulan II 2013 sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku sehingga diperoleh gambaran mengenai eksposure risiko bagi Bank secara individu dan secara konsolidasi dengan perusahaan anak; inventarisasi kejadian fraud dan pemantauan tindak lanjut kejadian fraud di seluruh unit kerja Bank serta melaporkannya secara berkala ke Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia; Disaster Recovery Plan (DRP) dan Business Continuity Management (BCM) untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam kondisi krisis/ darurat; perhitungan beban risiko operasional dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (PID) pada perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bagi Bank serta mengalokasikan cadangan risiko operasional sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Dengan pengelolaan manajemen risiko operasional melalui mitigasi seperti di atas dan risk appetite dan risk tolerance yang ditetapkan diharapkan kerugian finansial dan non finansial bagi Bank dapat diminimalkan serta pelayanan yang diberikan bagi nasabah dapat ditingkatkan. Risiko Hukum Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Risiko hukum dapat bersumber dari pemahaman atas produk ( product knowledge) yang dijual kurang memadai, konflik dengan pihak nasabah atau pihak lain yang tidak diselesaikan dengan baik, keluhan nasabah yang tidak ditindaklanjuti sampai tuntas, pengikatan dokumen legal yang lemah dan lain-lain. Bank senantiasa memastikan kesesuaian dan kecukupan yuridis pengikatan perjanjian antara Bank dengan para pihak dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam rangka melindungi kepentingan Bank. Bank melakukan pengumpulan data, analisis, pengukuran dan pemantauan atas perkembangan outstanding cases dan potential claim yang dilakukan secara berkala. Satuan Tugas Khusus Kantor Pusat (STKP) bersama-sama unit kerja terkait ditugaskan manajemen untuk menangani dan mengadministrasikan gugatan hukum (litigasi) serta menyelesaikan masalah - masalah hukum yang timbul baik melalui pengadilan maupun penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Risiko Stratejik Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko stratejik dapat bersumber dari visi misi Bank, rencana strategis, target-target keuangan, perubahan kepemilikan, peluncuran produk/ aktivitas baru dan perubahan eksternal. Bank merumuskan dan menyusun rencana bisnis (business plan) dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal sesuai dengan visi dan misi Bank. Pemantauan, evaluasi implementasi strategi bisnis melalui business plan dilakukan dengan pengumpulan data, analisis, pengukuran dan pemantauan serta pengendalian perkembangan pencapaian target aset, aktiva produktif, sumber dana, permodalan, laba sebelum pajak, produk/ aktivitas baru, jaringan kantor, dan lainnya dibandingkan dengan realisasinya yang dilakukan secara periodik. Risiko Reputasi Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank.

129

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Risiko reputasi dapat bersumber dari image Bank, penyelesaian pengaduan nasabah yang tidak diselesaikan (buruk), pelayanan buruk terhadap nasabah atau pihak lain, konflik internal bank, harga saham dan lain-lain. Risiko reputasi juga dapat timbul dipicu oleh ketidakefektifan dari mitigasi risiko-risiko lainnya. Risiko reputasi dikelola melalui pemantauan setiap pemberitaan tentang Bank meliputi pemilik dan perusahaan terkait, kerjasama bisnis dengan stakeholder lainnya serta dengan nasabah terutama berita negatif (bad media report) dan keluhan nasabah yang dimuat di media dan yang disampaikan melalui call center untuk segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Manajemen risiko reputasi juga dikelola dengan menunjuk Pejabat yang bertugas mewakili manajemen dalam mediasi perbankan yaitu Corporate Secretary dan Kepala Biro Kepatuhan untuk memfasilitasi, menyelesaikan dan mengadministrasikan setiap pengaduan dan penyelesaian pengaduan nasabah baik di Kantor Pusat dan Kantor Cabang. Bank juga telah melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang lingkungan hidup (gerakan penghijauan Reforest Indonesia), kesehatan (Donor Darah) maupun kegiatan sosial lainnya di bidang pendidikan, bantuan bencana alam melalui aksi Panin Peduli. Risiko Kepatuhan Risiko kepatuhan dapat bersumber dari ketidakpatuhan Bank untuk mengikuti dan mematuhi seluruh peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan usaha Bank sehingga dapat berdampak terhadap kelangsungan usaha Bank. Dalam mengelola manajemen risiko kepatuhan, upaya peningkatan budaya kepatuhan yang terusmenerus dilakukan melalui program kepatuhan antara lain : memastikan kesesuaian antara rancangan kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur produk/ aktivitas baru dengan ketentuan yang berlaku; sosialisasi/ pelatihan melalui regulation update dan in-class training terkait penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/ PPT); memantau kewajiban penyampaian pelaporan Bank terhadap ketentuan yang berlaku; pemantauan terhadap denda atau sanksi yang diterima dari regulator/ pihak eksternal membantu melakukan sosialisasi Good Corporate Governance (GCG) kepada seluruh jenjang organisasi dan GCG self assessment. Manajemen Risiko Pasar Risiko pasar merupakan risiko kerugian yang timbul karena adanya pergerakan faktor pasar yang meliputi suku bunga dan nilai tukar yang berlawanan dengan posisi yang dimiliki Bank baik posisi yang ada di laporan posisi keuangan maupun rekening administratif ( off-balance sheet). Pemantauan risiko pasar senantiasa dilakukan secara rutin dan berkala baik harian, mingguan, hingga bulanan. Untuk meningkatkan fungsi pemantauan tersebut Bank menggunakan Guava Treasury System yang telah terintegrasi antara front office, middle office, dan back office. Secara keseluruhan, risiko pasar dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut: 1. Risiko Nilai Tukar Risiko nilai tukar adalah potensi kerugian yang timbul dari adanya posisi neraca dan rekening administratif baik di sisi aset maupun liabilitas melalui transaksi mata uang asing. Untuk mengelola dan memitigasi risiko nilai tukar, batas maksimum posisi devisa neto yang dapat dipegang oleh Bank adalah sebesar 20% dari modal mengikuti aturan dari regulator. Sepanjang Triwulan II tahun 2013 posisi devisa neto Bank berada dalam kisaran antara IDR 42.91 Miliar IDR 322.68 Miliar (atau 0.26% - 1.73% dari modal Bank).

130

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel di bawah ini menyajikan posisi devisa neto Bank per mata uang pada posisi tanggal 28 Juni 2013.
Aset dan tagihan komitmen dan kontinjensi Rp Juta 30 Juni 2013 Liabilitas dan liabilitas komitmen dan kontinjensi Rp Juta

Mata Uang

Bersih absolut Rp Juta

Dollar Amerika Serikat Dollar Australia Dollar Singapura Yen Jepang Dollar Hongkong Euro Dollar Kanada Poundsterling Inggris Dollar Selandia Baru Franc Swiss Jumlah Jumlah Modal

24,861,276 3,692,711 1,909,826 592,537 13,542 1,030,980 75,107 169,531 57,458 79,900 32,482,868

24,717,676 3,669,002 1,916,996 599,607 16,433 1,032,923 76,892 170,238 57,995 79,921 32,337,683

143,600 23,709 7,170 7,070 2,891 1,943 1,785 707 537 21 189,433 18,702,559 1.01%

Persentase PDN terhadap modal

Mata Uang

Aset dan tagihan komitmen dan kontinjensi Rp Juta

31 Desember 2012 Liabilitas dan liabilitas komitmen dan kontinjensi Rp Juta

Bersih absolut Rp Juta

Dollar Amerika Serikat Dollar Australia Yen Jepang Dollar Singapura Poundsterling Inggris Dollar Hongkong Euro Dollar Selandia Baru Dollar Kanada Franc Swiss Yuan Cina Jumlah Jumlah Modal

24,759,021 1,181,781 678,886 1,451,657 97,516 18,516 839,486 38,067 58,216 43,203 469 29,166,818

24,615,893 1,157,466 686,023 1,455,295 100,401 20,561 838,306 37,136 58,892 43,313 470 29,013,756

143,128 24,315 7,137 3,638 2,885 2,045 1,180 931 676 110 1 186,046 15,861,004 1.17%

Persentase PDN terhadap modal

Bank menggunakan Value at Risk (VaR) untuk mengukur risiko nilai tukar pada posisi devisa neto. VaR mencerminkan potensi kerugian maksimum yang mungkin dihadapi Bank berdasarkan tingkat kepercayaan tertentu dan untuk jangka waktu tertentu dalam keadaan normal. Metodologi VaR yang digunakan Bank adalah metode parametric (variance covariance) dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 99%.

131

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel di bawah ini menyajikan informasi VaR posisi devisa neto Bank sepanjang Triwulan II tahun 2013.
Valuta asing Rata-rata Rp Juta 940.96 31.25 425.69 6.68 43.43 27.85 1.65 13.37 14.58 191.21 Tertinggi Rp Juta 1,649.24 63.78 722.01 14.27 72.63 50.52 3.61 34.59 23.32 421.04 30 Juni 2013 Terendah Rp Juta 136.74 4.11 222.82 2.71 6.61 7.68 0.42 0.08 1.31 28.42 VaR 30 Juni 2013 Rp Juta 1,649.24 63.78 722.01 14.27 72.63 25.37 0.91 34.59 19.10 421.04

Dollar Amerika Serikat Euro Dollar Australia Dollar Selandia Baru Dollar Singapura Dollar Kanada Franc Swiss Dollar Hongkong Poundsterling Inggris Yen Jepang

Sensitivitas Nilai Tukar Analisis sensitivitas nilai tukar diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap potensi kerugian dari nilai tukar, yaitu dengan membuat asumsi perubahan/ fluktuasi nilai tukar yang berlawanan arah dengan masing-masing posisi nilai tukar. Fluktuasi nilai tukar dipilih yang lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing nilai tukar sebesar 12% atau fluktuasi berdasarkan data historis selama satu tahun ke belakang. Pada posisi Juni 2013, selisih lebih modal Bank mampu meng-cover risiko nilai tukar sebesar 176.57 kali. Hal ini disebabkan karena posisi devisa neto Bank yang rendah sedangkan ekses modal Bank yang tinggi sehingga Bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan nilai tukar. 2. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi yang dimiliki oleh Bank baik di sisi aset maupun liabilitas. Untuk memperkecil dampak perubahan tingkat suku bunga terhadap pendapatan Bank, Bank senantiasa menjaga agar rasio RSA (rate sensitivity asset) terhadap RSL (rate sensitivity liabilities) tidak terlalu jauh dari 100%. Dengan rasio yang tidak jauh dari 100% maka apabila terjadi perubahan tingkat suku bunga secara paralel pada aset dan liabilitas, Bank tidak terekspos risiko suku bunga yang besar. Bank juga senantiasa memantau repricing profile setiap pengelompokan waktu (time bucket) untuk mengetahui dampak perubahan suku bunga terhadap NII Bank.

132

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel di bawah ini menyajikan repricing profile aset dan liabilitas Bank yang sensitif terhadap suku bunga dan diurutkan berdasarkan rentang waktu suku bunga tersebut akan di-repricing (floating rate) atau sisa jangka waktu sampai dengan jatuh temponya (fixed rate).
30 Juni 2013 > 1 bulan s/d 3 bulan Rp Juta 9,541,311 588,200 151,488 3,111,081 13,392,080 > 3 bulan s/d 6 bulan Rp Juta 1,124,895 466,768 8,604,749 10,196,412 > 6 bulan s/d 1 tahun Rp Juta 605,453 14,721,514 15,326,967

9570 Aset Penempatan pada BI Penempatan pada bank lain Surat-surat berharga Kredit Jumlah Liabilitas Simpanan nasabah Bank Indonesia Simpanan dari bank Lain Surat berharga yang diterbitkan Obligasi subordinasi Pinjaman yang diterima Jumlah

Jumlah Rp Juta 28,918,928 5,057,523 7,581,796 92,904,730 134,462,977

Sampai dengan 1 bulan Rp Juta 18,252,722 4,469,323 549,169 3,960,831 27,232,045

> 1 tahun Rp Juta 5,808,918 62,506,555 68,315,473

105,704,482 18 9,058,248 2,539,565 4,460,000 1,446,340 123,208,653

36,787,069 9,016,564 198,500 46,002,133

13,211,243 24,806 99,250 13,335,299

15,611,839 12,390 79,400 15,703,629

40,072,270 18 4,302 200,000 545,875 40,822,465

22,061 186 2,339,565 4,460,000 523,315 7,345,127

9067.5 Aset Penempatan pada BI Penempatan pada bank lain Efek-efek Kredit Jumlah Liabilitas Simpanan nasabah Simpanan dari bank Lain Surat berharga yang diterbitkan Obligasi subordinasi Pinjaman yang diterima Jumlah

Jumlah Rp Juta 28,253,753 6,082,945 4,810,590 91,916,409 131,063,697

Sampai dengan 1 bulan Rp Juta 14,739,252 5,305,751 34,585 3,239,606 23,319,194

31 Desember 2012 > 1 bulan > 3 bulan s/d s/d 3 bulan 6 bulan Rp Juta Rp Juta 10,160,231 777,194 6,432,884 17,370,309 478,638 14,000 10,819,609 11,312,247

> 6 bulan s/d 1 tahun Rp Juta 2,875,632 267,551 13,518,701 16,661,884

> 1 tahun Rp Juta 4,494,454 57,905,609 62,400,063

101,503,071 6,578,980 2,540,000 5,960,000 1,397,438 117,979,489

35,968,976 6,470,481 385,500 42,824,957

11,861,276 56,894 11,918,170

15,135,051 50,917 15,185,968

38,511,252 502 1,500,000 40,011,754

26,515 186 2,540,000 4,460,000 1,011,938 8,038,639

Sensitivitas Suku Bunga Analisis sensitivitas suku bunga diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap potensi kerugian dari perubahan suku bunga, yaitu dengan membuat asumsi perubahan/ fluktuasi suku bunga terhadap aset dan liabilitas yang sensitif terhadap suku bunga. Fluktuasi suku bunga dipilih yang lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing suku bunga sebesar 5% untuk Rupiah dan 2% untuk Valas atau fluktuasi berdasarkan data historis selama satu tahun ke belakang. Pada posisi Juni 2013, selisih lebih modal Bank mampu meng-cover risiko suku bunga sebesar 24.93 kali. Hal ini disebabkan karena jumlah aset Bank yang sensitif terhadap suku bunga lebih besar dari jumlah liabilitas yang sensitif terhadap suku bunga.

133

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel berikut menyajikan perubahan tingkat suku bunga posisi trading and banking book dan pengaruhnya terhadap laba rugi dan ekuitas:
Perubahan pada tingkat suku bunga Rp Juta Aset keuangan Efek-efek Tersedia untuk dijual Diperdagangkan Kredit Liabilitas keuangan Simpanan Giro Tabungan Pinjaman yang diterima Pengaruh penurunan suku bunga pada laba sebelum pajak Rp Juta 30 Juni 2013 Pengaruh peningkatan suku bunga pada laba sebelum pajak Rp Juta Pengaruh penurunan suku bunga pada ekuitas Rp Juta Pengaruh peningkatan suku bunga pada ekuitas Rp Juta

195 291 9

147,256 (18,204)

(61,248) 18,204

132,215 -

(81,648) -

3 5 11

4,467 23,961 1,076

(4,467) (23,961) (1,076)

Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan antara lain oleh ketidakmampuan Bank menyediakan aset untuk memenuhi liabilitas jangka pendek. Bank mengelola risiko likuiditas secara hati-hati (prudent) dengan memastikan kecukupan dana secara harian maupun di masa datang baik pada saat kondisi normal maupun kondisi krisis dalam pemenuhan liabilitas secara tepat waktu dari berbagai sumber dana yang tersedia, termasuk memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi. Rencana pendanaan darurat ( contingency funding plan) telah disusun untuk mempersiapkan Bank jika terjadi krisis. Bank mengukur dan memantau risiko likuiditas melalui analisis perbedaan jatuh tempo likuiditas dan rasio-rasio likuiditas. Salah satu rasio likuiditas yang digunakan adalah rasio dari aset likuid terhadap liabilitas lancar. Tabel di bawah ini menyajikan rasio dari aset likuid terhadap liabilitas lancar.
30 Juni 2013 1,103,791 16,862,037 3,800,414 31 Desember 2012 1,438,005 14,467,803 4,128,984

Kas Giro, SBI & penempatan BI lainnya Obligasi Pemerintah Penempatan pada bank lain setelah dikurangi dengan simpanan dari bank lain Jumlah aset likuid bersih Simpanan Rasio

(4,680,599) 17,085,643 107,448,393 15.90%

(1,160,356) 18,874,436 102,695,260 18.38%

Analisa Jatuh Tempo untuk Liabilitas Keuangan Pengelompokkan jatuh tempo untuk liabiilitas keuangan berdasarkan sisa jatuh tempo kontrak dari tanggal pelaporan. Untuk aset keuangan dimana pihak lawan memiliki pilihan kapan suatu jumlah dibayarkan, maka liabilitas dialokasikan pada periode paling awal di mana entitas dapat disyaratkan untuk membayar. Selanjutnya, liabilitas keuangan tingkat bunga mengambang menggunakan kurva suku bunga yang tersedia pada akhir periode pelaporan.

134

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Tabel dibawah menunjukkan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan arus kas tidak terdiskonto:
30 Juni 2013 > 3 bulan s/d 6 bulan Rp Juta

Lain-lain Rp Juta Liabilitas keuangan Tanpa suku bunga: Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain Suku bunga variabel: Simpanan Simpanan dari bank lain Pinjaman yang diterima Liabilitas lain-lain Suku bunga tetap: Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Pinjaman yang diterima Obligasi subordinasi Surat berharga yang diterbitkan Liabilitas lain-lain Sub jumlah

Sampai dengan 1 bulan Rp Juta

> 1 bulan s/d 3 bulan Rp Juta

> 6 bulan s/d 1 tahun Rp Juta

Lebih dari 1 tahun Rp Juta

Jumlah Rp Juta

431,090

340,252 1,115,911 50,708 3,761 160,111 20,604

284,769 14 503,929 116,476

249,849 380,732 9,741

78,451

113,862 18 582

340,252 1,764,391 50,708 3,775 1,044,772 18 656,944

63,542,686 220,384 74,723 239,127

121,104 7,206

657,741 9,992

734,018 13,069

796,667 67,721

63,542,686 220,384 2,384,253 337,115

431,090

30,376,572 8,683,331 2,392,667 273,223 45,909 107,539,969

8,146,033 150,500 220,354 185,571 9,735,956

2,442,674 737,141 452,869 248,448 5,189,187

1,170,814 4,300 287,393 185,000 349,751 2,822,796

8,385 613,856 4,460,000 4,187,793 2,406,765 12,655,649

42,144,478 8,838,131 2,392,667 2,131,967 4,460,000 4,825,663 3,236,443 138,374,647

Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan 26,997,416 L/C yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor Sub jumlah liabilitas komitmen Liabilitas kontinjensi Bank garansi Standby L/C Sub jumlah liabilitas kontinjensi Jumlah 26,997,416

26,997,416

181,595 181,595

97,289 97,289

85,424 85,424

188,340 188,340

552,647 27,550,063

27,428,506

451,034 59,661 510,695 108,232,259

141,673 141,673 9,974,918

103,554 22,084 125,638 5,400,249

279,410 3,275 282,685 3,293,821

33,978 33,978 12,689,627

1,009,649 85,021 1,094,670 167,019,380

135

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Analisis perbedaan jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan Tabel di bawah ini menyajikan analisis jatuh tempo aset dan liabilitas Bank pada tanggal 30 Juni 2013, berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi perilaku (behavioral assumptions):
> 1bulan s/d 3 bulan Rp Juta 30 Juni 201 3 > 3 bulan s/d 1 2 bulan Rp Juta > 1tahun s/d 5 tahun Rp Juta

Lain-lain Rp Juta A set Tanpa suku bunga Kas Giro pada B ank Indo nesia Giro pada bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit Tagihan akseptasi P enyertaan dalam bentuk saham A set lain-lain - bersih Suku bunga variabel Giro pada bank lain P iutang sewa pembiayaan Kredit Suku bunga tetap: P enempatan pada B ank Indo nesia dan bank lain Efek-efek Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan anjak piutang P iutang sewa pembiayaan P iutang pembiayaan ko nsumen Jumlah A set Liabilitas Tanpa suku bunga: Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi P injaman yang diterima Liabilitas lain-lain Suku bunga variabel: Simpanan Simpanan dari bank lain P injaman yang diterima Suku bunga tetap: Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali P injaman yang diterima Obligasi subo rdinasi Surat berharga yang diterbitkan Jumlah Liabilitas Selisih

Sampai dengan 1bulan Rp Juta

> 5 tahun Rp Juta

Jumlah Rp Juta

459,1 71 (23,763) 729,537

1 ,1 03,790 9,554,455 61 0,705 59,431 1 ,982 469,671 1 60,953 -

1 ,263 48 498,776 507,81 4 -

990 309,230 382,201 -

91 2,096 -

1 02,820 -

1 ,1 03,790 9,554,455 61 0,705 520,855 2,030 2,1 66,01 0 1 ,050,968 1 02,820 729,537

(8) (1 ,428,740)

94,630 2,298 -

4,1 31 -

1 6,451 1 9,61 5,551

1 1 ,361 40,470,241

35,621 ,91 6

94,622 34,241 94,278,968

(76,876) (27) (1 0,1 64) (46,530) (397,400)

6,036,307 1 ,203,037 6,052,971 207,320 1 1 2,747 283,233 25,953,530

1 ,568,342 1 ,91 6,350 6,089,409 1 72,975 1 45,21 8 309,880 1 1 ,21 4,206

2,1 96,1 31 1 ,333,1 00 589,871 1 ,268,981 25,71 2,506

1 ,983,1 35 755,522 1 ,768,626 45,900,981

3,938,701 39,663,437

7,604,649 1 1 ,1 60,478 1 2,1 42,380 1 ,71 3,368 1 ,593,1 94 3,584,1 90 1 48,047,260

41 9,947

340,944 1 ,1 1 5,91 1 50,731 3,761 1 60,1 1 1 -

284,769 1 4 503,929 -

249,849 380,732 -

1 1 3,862 1 8 -

340,944 1 ,764,391 50,731 3,775 1 ,044,772 1 8 41 9,947

63,539,675 220,384 25,471

1 4,1 63

583,674

555,838

63,539,675 220,384 1 ,1 79,1 46

41 9,947 (81 7,347)

30,376,421 8,833,331 2,392,532 285,986 1 07,345,258 (81 ,391 ,728)

8,1 46,033 500 269,1 1 8 9,21 8,526 1 ,995,680

3,61 3,488 4,300 652,869 658,232 6,1 43,1 44 1 9,569,362

8,385 547,291 2,438,921 4,1 50,448 7,81 4,763 38,086,21 8

1 ,988,442 1 ,988,442 37,674,995

42,1 44,327 8,838,1 31 2,392,532 1 ,755,264 4,427,363 4,808,681 1 32,930,081 1 5,1 1 7,1 79

136

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

55. KONTINJENSI , IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN LAINNYA Kontinjensi a. Surat Ketetapan Pajak (SKP) PPh Badan tahun 1993. Pada tanggal 10 Juni 1999 Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta telah menyerahkan salinan resmi putusan perkara gugatan No. 167/G/1998/PT.TUN.JKT antara Bank dengan Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP) mengenai Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan (SKP PPh Badan) tahun 1993 sebesar Rp 9.710 juta, yang isinya adalah: Mencabut atau membatalkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak atas SKP PPh Badan tahun 1993. Menyatakan bahwa SKP PPh Badan tahun 1993 adalah nihil. Memerintahkan Direktur Jenderal Pajak untuk mengembalikan atau merestitusikan kepada Bank jumlah pokok pajak beserta sanksi bunganya sebagaimana tercantum dalam Surat Setoran Pajak terkait. BPSP telah mengajukan kasasi atas keputusan tersebut dan ditolak oleh Mahkamah Agung dalam Surat Keputusannya No. 82K/TUN/2000 tanggal 27 Pebruari 2001. Pada tanggal 10 Desember 2001 PTTUN Jakarta melalui Surat Keputusan No. W7.PT.TUN.Eks.3802.2001 telah menegur BPSP untuk segera melaksanakan Putusan PTTUN No.167/G/1998/PT.TUN.JKT tanggal 10 Juni 1999 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. PTTUN pada tanggal 30 September 2002 melalui suratnya No. W7.PT.TUN.Eks.319.2002 menyampaikan surat kepada Presiden Republik Indonesia sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi untuk memerintahkan Menteri Keuangan Republik Indonesia dan BPSP melaksanakan keputusan PTTUN yang mempunyai kekuatan hukum tetap. b. Surat Ketetapan Pajak (SKP) PPh Badan tahun 1994 Sehubungan dengan gugatan Bank mengenai SKP Kurang Bayar PPh Badan tahun 1994, pada tanggal 31 Mei 2000 PTTUN Jakarta melalui Keputusan No. 294/G/1999/PT.TUN.JKT telah menetapkan: Mengabulkan gugatan Bank untuk seluruhnya. Menyatakan batal surat keputusan BPSP No. PUT-225/BPSP/M.IV/1999 tanggal 10 September 1999 yang hanya mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas SKP PPh Badan tahun 1994. Memerintah BPSP untuk menerbitkan Surat Keputusan Baru yang berisi: a. Membatalkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak atas SKP PPh Badan tahun 1994. b. Menyatakan SKP Pajak Penghasilan Badan tahun 1994 adalah nihil. c. Memerintahkan Direktur Jenderal Pajak untuk mengembalikan/ merestitusikan kepada Bank jumlah pokok pajak beserta sanksi bunganya sebagaimana dalam Surat Setoran Pajak terkait. Namun sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, BPSP belum melaksanakan Keputusan PTTUN tersebut atas bagian yang ditolak BPSP sebesar Rp 1.030 juta dan/atau kasasi. Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012, jumlah yang telah dibayar Bank atas SKP Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) tahun 1993 dan 1994 termasuk bunga denda keterlambatan adalah sebagai berikut:
Keterangan SKP PPh Badan SKP PPh Badan Bunga denda keterlambatan Jumlah Tahun 1993 1994 Rp Juta 9,710 1,030 84 10,824

137

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Karena belum adanya pelaksanaan Keputusan PTTUN oleh BPSP sehubungan dengan gugatan perkara SKP PPh Badan tahun 1993 dan 1994, maka Bank mencatat pembayaran pajak tersebut sebagai pajak dibayar di muka (Catatan 19). c. Bank mengadakan perjanjian kerjasama penutupan asuransi kendaraan bermotor dengan PT Panin Insurance Tbk berdasarkan Perjanjian Kerjasama tanggal 2 Januari 2003. Perjanjian tersebut diperuntukkan atas kendaraan bermotor yang dibiayai dengan fasilitas KPM di seluruh kantor cabang dan perwakilan yang menjadi wewenang Bank, dengan syarat dan prosedur penutupan suatu obyek pertanggungan ditentukan oleh PT Panin Insurance Tbk. Bank mengadakan perjanjian kerjasama penutupan asuransi kendaraan bermotor dengan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk berdasarkan Perjanjian Kerjasama tanggal 1 Januari 2005. Perjanjian tersebut diperuntukkan atas kendaraan bermotor yang dibiayai dengan fasilitas KPM di seluruh kantor cabang dan perwakilan yang menjadi wewenang Bank, dengan syarat dan prosedur penutupan suatu obyek pertanggungan ditentukan oleh PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. Ikatan dan Perjanjian Signifikan Lainnya
a.

d.

Reksa Panin Terproteksi Pasti II adalah Reksa Dana Terproteksi berbentuk Kontrak Investasi Kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk selaku Manajer Investasi dan Citibank N.A, Indonesia sebagai Bank Kustodian dan telah mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tanggal 28 Nopember 2006. PT Panin Sekuritas Tbk, selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual utama. Berdasarkan Perjanjian Penetapan Agen Penjual No. 477/RD/OPR/XI/06 tanggal 28 Nopember 2006, dalam melakukan pemasaran Reksa Panin Terproteksi Pasti II, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap tiga bulannya. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan tidak diperpanjang.

b.

Bank mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran produk Bancassurance dengan PT Panin Financial Tbk. (d/h PT Panin Life Tbk.) berdasarkan Perjanjian Kerjasama No.01/AGR-BNC/06/2006 tanggal 23 Juni 2006. Produk Bancaassurance adalah produk-produk asuransi jiwa dengan dilengkapi manfaat pasti yang diterbitkan oleh PT Panin Life Tbk, yang terdiri atas Produk Panin Dana Pasti, Produk Panin Flexilinked dan Produk Panin Lifevestlink. Dalam perjanjian tersebut Bank bertindak sebagai agen pemasaran dengan memperoleh kompensasi berupa komisi, dengan jangka waktu perjanjian selama 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali. Pada saat jatuh tempo, perjanjian ini tidak diperpanjang.

c.

Bank mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran Bahana Reksa Panin Terproteksi III dan IV dengan PT Bahana TCW Investment Management berdasarkan Perjanjian Kerjasama No. 014/BTIMBANKPANIN/0808 tanggal 22 Agustus 2008. Dalam perjanjian tersebut Bank bertindak sebagai agen penjual dengan memperoleh kompensasi berupa imbal jasa. Pada tanggal 25 Agustus 2011 Bank mengadakan perubahan perjanjian kerjasama, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah daftar reksadana yang ditawarkan menjadi Bahana Reksadana Panin Terproteksi VI,VII, VIII,IX, XI, XII, XIII, XIV, XV dan AXVIII. Pada tanggal 20 Juli 2012, Bank mengadakan perubahan perjanjian kerjasama pemasaran dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah jangka waktu perjanjian selama 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali.

d.

Reksa Dana Pendapatan Tetap Berkualitas adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas berbentuk kontrak investasi kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian. 138

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual utama. Berdasarkan Perjanjian Penerapan Agen Penjual No. 110/RD/OPR/111/08 tanggal 14 Maret 2008, dalam melakukan pemasaran Reksa Dana Pendapatan Tetap Berkualitas, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap akhir bulannya. Pada tanggal 14 Maret 2011 Bank mengadakan perubahan perjanjian Penetapan Agen Penjual, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah jangka waktu perjanjian menjadi tanggal 14 Maret 2011 sampai dengan 14 Maret 2012 dan tidak diperpanjang. PT Panin Sekuritas Tbk telah mengalihkan portfolio usahanya sebagai manager investasi kepada PT Panin Asset Management dengan perjanjian No. 002/Perj-PAM/III/2012 tanggal 14 Maret 2012. Perjanjian ini telah berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan tidak diperpanjang.
e.

Reksa Dana Pendapatan Tetap Pemerintah adalah Reksa Dana Penyertaan berbentuk kontrak investasi kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian. PT Panin Sekuritas Tbk selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual utama. Berdasarkan Perjanjian Penerapan Agen Penjual No. 125/RD/OPR/111/08 tanggal 14 Maret 2008, dalam melakukan pemasaran Reksa Dana Pendapatan Tetap Pemerintah, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap akhir bulannya. Pada tanggal 14 Maret 2011 Bank mengadakan perubahan perjanjian Penetapan Agen Penjual, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah jangka waktu perjanjian menjadi tanggal 14 Maret 2011 sampai dengan 14 Maret 2012. Pada saat jatuh tempo, perjanjian ini tidak diperpanjang. Pendapatan fee penjualan Reksa Panin Terproteksi Pasti II dan pemasaran Bahana Reksa Panin Terproteksi III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XII dan XIII dan produk Bancassurance dicatat Bank sebagai Pendapatan operasional lain - lainnya(Catatan 37).

f.

Pada tanggal 10 Desember 2004, VMF memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan pola channeling dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan jumlah maksimum fasilitas sejumlah Rp 100.000 juta yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai.

g.

Pada tanggal 21 Agustus 2009, VMF memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan pola channeling dari Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 50 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan. Jangka waktu perjanjian kredit adalah 12 bulan sejak penandatanganan amandemen perjanjian kredit. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BRI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Pada tanggal 28 Oktober 2010, VMF melakukan perpanjangan perjanjian kerjasama dengan Bank BRI dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak berakhirnya perjanjian awal dan penambahan plafond menjadi sebesar Rp 145.000 juta yang terdiri dari Rp 45.000 juta sisa fasilitas 139

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

channeling lama dan Rp 100.000 juta fasilitas channeling baru. Fasilitas channeling sebesar Rp 45.000 juta akan jatuh tempo pada tanggal 21 Agustus 2012, sementara fasilitas channeling sebesar Rp 100.000 juta akan jatuh tempo pada tanggal 28 Oktober 2012 dan tidak diperpanjang. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BRI. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai.
h.

Pada tanggal 29 Nopember 2010, VMF memperoleh fasilitas pembiayaan murabahah dari Bank Panin Syariah sebesar Rp 50.000juta. Nisbah yang dikenakan adalah sebesar 11,5% per tahun. Pinjaman ini dijamin oleh Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai dari konsumen dan akan berlaku selama 39 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian kredit termasuk didalamnya masa kelonggaran tarik selama 3 bulan. Hingga 30 Juni 2013, VMF belum menggunakan fasilitas pinjaman ini.

i.

Pada tanggal 30 November 2010, VMF mengadakan perjanjian jual beli piutang dengan Bank Victoria International (Victoria) dengan jumlah maksimum harga jual beli piutang senilai Rp 100.000 juta. Jangka waktu penyediaan plafond jual beli piutang adalah 12 bulan terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini. Jangka waktu jual beli piutang sesuai dengan jangka waktu perjanjian masing-masing debitur atau maksimal sisa jangka waktu kredit adalah 3 tahun. Pada tanggal 8 Desember 2010, VMF memperoleh fasilitas kredit kerjasama penyaluran pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dari Bank DKI dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 100 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan konsumen dengan VMF. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini adalah 42 (empat puluh dua) bulan sejak penandatanganan perjanjian ini. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai. VMF mengadakan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk melindungi kendaraan bermotor, mesin dan alat berat yang dibiayai oleh VMF, antara lain dari risiko kehilangan dan kerusakan. Pada tanggal 24 Oktober 1996, Clipan menandatangani perjanjian sewa gedung kantor Plaza 89 dengan PT Mulialand Tbk untuk jangka waktu 1 Oktober 1996 sampai dengan 30 September 2000. Pada bulan Maret 1998, Clipan telah pindah kantor ke gedung Plaza Panin Palmerah. Sejak bulan April 1998, Clipan tidak melakukan pembayaran sewa ke PT Mulialand Tbk. Sehubungan dengan itu, pada tanggal 27 Januari 1999 PT Mulialand Tbk mengajukan gugatan kepada Clipan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 43/PDT.G/1999/PN.Jak.Sel tanggal 29 Juli 1999, Clipan diwajibkan membayar sisa uang sewa, biaya pelayanan dan biaya lainnya untuk masa 14 April 1998 sampai dengan 30 September 1998 sebesar USD 518.222 dikurangi dengan deposit telepon Clipan sebesar Rp 58 juta dan ditambah denda keterlambatan 2% per bulan terhitung sejak tanggal 21 April 1998 sampai dengan seluruh kewajiban dibayar lunas oleh Clipan. Atas keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut, Clipan telah mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta, dan selanjutnya berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 977/Pdt/1999/PT.DKI tanggal 25 Pebruari 2000, Clipan sebagai pihak yang dikalahkan. Dengan adanya hasil putusan tersebut, Clipan telah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung RI dan telah menyampaikan memori kasasi tertanggal 26 Oktober 2000 sesuai risalah penerimaan permohonan kasasi No.43/PDT.G/1999/PN.Jkt.Sel. Telah ada surat dari Mahkamah Agung RI kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tentang penyampaian salinan putusan MA No. 2321/K/PDT/2001 tanggal 17 Maret 2003. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, isi Surat Pemberitahuan Putusan Kasasi ( formil) kepada Clipan belum diberitahukan sehingga isi Putusan belum diketahui.

j.

k.

l.

m. Kantor

Cabang Semarang Clipan menerima gugatan perbuatan melawan hukum dari CV. Bina Usaha (Penggugat) terkait permasalahan hukum atas 9 (sembilan) unit Truk Tangki yang merupakan objek leasing CV. Bina Usaha (selaku Lessee) dan permasalahan pembayaran kewajiban 140

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

leasing CV. Bina Usaha kepada Clipan (selaku Lessor). Gugatan tersebut diregister dengan No. 210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 7 September 2009. Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain mengajukan sita jaminan terhadap 9 (sembilan) unit Truk Tangki yang. merupakan Objek Leasing, tuntutan ganti rugi materiil sebesar Rp 478 juta dan ganti rugi immateriil sebesar Rp 10.000 juta. Berdasarkan Putusan PN Semarang No.210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 26 Mei 2010 memutuskan, antara lain: - Dalam Pokok Perkara: menolak gugatan CV. Bina Usaha (Penggugat) untuk seluruhnya; - Dalam Rekonpensi: mengabulkan gugatan Clipan (selaku Penggugat Rekonpensi) untuk sebagian, menyatakan CV. Bina Usaha (selaku Tergugat Rekonpensi) telah ingkar janji (wanprestasi), memerintahkan Tergugat Rekonpensi untuk membayar ganti rugi materiil kepada Penggugat Rekonpensi sebesar Rp 2.526 juta dan denda sebesar 0,4% per hari keterlambatan membayar ganti rugi tersebut. Atas Putusan PN Semarang No.210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 26 Mei 2010, CV. Bina Usaha mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Semarang.Telah ada putusan Pengadilan Negeri Semarang No.385/Pdt/2010/PN.Smg tanggal 3 Januari 2011 yang memutuskan antara lain memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Semarang tanggal 26 Mei 2010No. 210/Pdt.G/2009/PN.Smg yang dimohonkan banding sekedar mengenai pembebanan pembayaran ganti rugi kepada Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi. Atas putusan Pengadilan Tinggi Semarang tersebut Clipan telah mengajukan permohonan kasasi tanggal 4 Maret 2011. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, perkara ini masih dalam proses kasasi.
n.

Kantor Cabang Bandung Clipan selaku Tergugat menerima gugatan perbuatan melawan hukum dari Yudi Heriyanto (Penggugat) terkait permasalahan pembayaran kewajiban serta objek pembiayaan (jaminan) Penggugat selaku Konsumen kepada Clipan (selaku Bank Pembiayaan).Gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Bandung No. 299/Pdt.G/2009/PN.Bdgtanggal 27 Agustus 2009. Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut untuk penjadwalan utang ( reschedulling), penetapan sisa hutang sebesar Rp 134 juta dengan jangka waktu pembayaran ditambah menjadi 7 (tujuh) tahun sampai dengan 9 (sembilan) tahun, tuntutan ganti rugi immateriil sebesar Rp 600 juta dan ganti rugi materiil sebesar Rp 30 juta. Berdasarkan Putusan PN Bandung No. 299/Pdt/G/2009/PN.Bdg tanggal 7 Juli 2010 memutuskan , antara lain : Dalam Pokok Perkara: menolak gugatan Yudi Heriyanto (Penggugat) seluruhnya; Dalam Rekonpensi: mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi (Clipan) untuk sebagian, menyatakan Tergugat Rekonpensi (Yudi Heriyanto) telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi), memerintahkan kepada Tergugat Rekonpensi agar menyerahkan Mercedes Benz yang menjadi Obyek Jaminan Fiducia kepada Penggugat Rekonpensi berdasarkan Sertifikat Fiducia No. W 8.0006364.HT.04.06 Th.2009 tanggal 19 Mei 2009 yang memiliki kekuatan eksekutorial. Atas Putusan PN Bandung No. 299/Pdt/G/2009/PN.Bdg tanggal 7 Juli 2010 tersebut Yudi Heriyanto menyatakan Banding. Pada saat ini perkara tersebut masih dalam proses banding. Pihak Penggugat menyatakan banding dan telah ada putusan banding Pengadilan Tinggi Bandung No. 43/Pdt/2011/PT.Bdg tanggal 11 Mei 2011 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bandung tanggal 7 Juli 2010 No. 299/Pdt.G/2009/PN.Bdg, atas putusan ini Yudi Heriyanto (Penggugat/ Pembanding) mengajukan kasasi pada tanggal 23 Agustus 2011. Perkara ini masih dalam proses kasasi.

o.

Clipan selaku Tergugat II mendapat gugatan perdata dari An Man Oh (selaku Penggugat). Gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Bogor dengan No. 61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni 2010. Gugatan terkait dengan pelaksanaan lelang eksekusi atas 5 bidang tanah jaminan atas nama Man Oh An (An Man Oh) selaku konsumen yang telah wanprestasi (konsumen bermasalah/ macet) pada Clipan. Pelaksanaan lelang eksekusi atas jaminan 5 bidang tanah tersebut telah dilakukan pada tanggal 18 November 2009 di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor. Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut untuk menetapkan sita jaminan ( conservatoir 141

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

beslag) terhadap 5 bidang tanah atas nama Man Oh An dan memerintahkan para Tergugat untuk tidak mengalihkan, menjual, menjadikan jaminan kepada pihak lain/ pihak ketiga. Clipan selaku Termohon III dari Permohonan Intervensi No. 61/ Pdt.Intervensi/ 2010/PN.Bgr terhadap perkara perdata No.61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni 2010 tersebut diatas, yang diajukan oleh Tati (selaku Pemohon Intervensi) di Pengadilan Negeri Bogor. Dalam petitum permohonan, Pemohon Intervensi memohon agar diputuskan, antara lain: menyatakan menolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima gugatan perkara No.61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni 2010 yang teregister di Pengadilan Negeri Bogor, menyatakan Pemohon Intervensi sah sebagai Pemenang Lelang berdasarkan Risalah Lelang No.469/2009 tanggal 2 Desember 2009 serta Pemohon Intervensi berhak atas 5 (lima) bidang tanah yang telah dilelang dalam 1 (satu) paket. Atas perkara No. 61/Pdt.G/2010/PN.Bgr melalui Putusan Pengadilan No. 61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 23 Mei 2012, telah diputuskan antara lain: Dalam Pokok Perkara Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; Menyatakan lunas segala pembayaran atas tagihan Tergugat II kepada Penggugat oleh karena Tergugat II telah menerima pembayaran dari pihak lain untuk kepentingan Penggugat; Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya; Memerintahkan kepada Tergugat III dan Tergugat IV untuk tunduk dan taat pada putusan ini. Dalam Perkara Intervensi Mengabulkan gugatan Penggugat intervensi untuk sebagian; Menyatakan sah berdasarkan hukum pelaksanaan lelang tertanggal 18 Nopember 2009 yang dilaksanakan Termohon III; Menyatakan pemohon intervensi (intervenient) sah sebagai pemenang lelang berdasarkan Risalah Lelang No. 469/2009 tertanggal 2 Desember 2009, serta Pemohon intervensi berhak atas 5 bidang tanah yang telah dilelang; Memerintahkan Turut Tergugat intervensi/Turut Tergugat melakukan roya dan balik nama (lelang) menjadi hak milik Pemohon intervensi (intervenient) selaku pemenang lelang atas 5 bidang tanah; Menyatakan gugatan intervensi dari Penggugat intervensi untuk selain dan selebihnya tidak dapat diterima. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan belum ada pemberitahuan banding dari pihak Penggugat/ Tergugat intervensi I (An Man Oh).
p.

Negeri

Bogor

Dr. Tommy Sihotang, S.H., LLM dan Dr. Juniver Girsang, S.H., MH selaku Penggugat mengajukan gugatan perdata pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No. 398/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 14 Juli 2011 terhadap Clipan selaku Tergugat V beserta 6 (enam) Tergugat lainnya dan 2 (dua) Turut Tergugat, berupa gugatan ingkar janji/ wanprestasi dimana Penggugat menuntut Para Tergugat untuk membayar success fee kepada Penggugat (selaku Kuasa Hukum Para Tergugat dalam perkara kepailitan). Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut Para Tergugat untuk secara tanggung renteng membayar kerugian kepada Penggugat sejumlah Rp 4.606 juta ditambah dengan bunga sebesar 3 % setiap bulannya sejak gugatan didaftarkan sampai dengan Para Tergugat menyelesaikan seluruh kewajibannya secara tunai dan sekaligus, meminta Turut Tergugat untuk membekukan (suspending) kegiatan usaha dan/atau mendenda Clipan dan 1 (satu) Tergugat lainnya karena sebagai perusahaan publik telah melakukan perbuatan ingkar janji/ wanprestasi dan tidak melaporkannya kepada Turut Tergugat sebagai badan-badan yang memberi izin dan mengawasi perusahaan-perusahaan publik. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.398/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 23 Mei 2012, telah diputuskan antara lain: Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; Menyatakan Para Tergugat I sampai dengan VII telah melakukan perbuatan ingkar janji/ wanprestasi; 142

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

Menyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum sita jaminan berdasarkan Penetapan Sita Jaminan Nomor 398/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 2 April 2012; Menghukum Tergugat I, II, III, IV, V, VI, VII untuk membayar success fee kepada Penggugat sebesar Rp 2.606 juta secara tanggung renteng; ditambah bunga 6% setiap tahunnya, terhitung sejak gugatan didaftarkan sampai dengan para Tergugat menyelesaikan seluruh kewajibannya secara tunai dan sekaligus. Atas putusan pengadilan tersebut diatas, para Tergugat telah mengajukan Banding.
q.

Perkara perdata yang diregister tanggal 2 Agustus 2011 di Pengadilan Negeri Tasikmalaya No.39/Pdt.G/2011/PN.Tsm antara Hasanurip, S.Kom. (Penggugat) melawan Clipan (Tergugat) berupa gugatan perbuatan melawan hukum oleh Clipan sehubungan dengan perjanjian pembiayaan konsumen antara Clipan (perusahaan pembiayaan) dengan Penggugat (konsumen) dimana Penggugat karena diambang kebangkrutan tidak bisa melakukan pembayaran angsuran kepada Tergugat dan hanya mampu untuk membayar Rp 1 juta per bulan namun hal tersebut tidak diterima Tergugat dan Tergugat akan melakukan penarikan atas kendaraan yang merupakan objek pembiayaan. Penggugat dalam petitumnya antara lain menuntut menghukum Tergugat untuk tidak melakukan penarikan/pengambilan atas kendaraan (objek pembiayaan), menyatakan Penggugat masih berhutang kepada Tergugat sejumlah Rp 35 juta, menetapkan agar utang tersebut dapat dibayar Penggugat dengan cara mencicil sejumlah Rp 1 juta per bulan. Perkara ini masih dalam proses persidangan. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri 26 April 2012, telah diputuskan antara lain: Dalam Pokok Perkara: Menolak gugatan Penggugat Dalam Rekonpensi: Mengabulkan gugatan Penggugat dalam Rekonpensi untuk sebagian; Menyatakan Tergugat dalam rekonpensi telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi); Memerintahkan kepada Tergugat dalam Rekonpensi agar menyerahkan unit kendaraan bermotor merk/ tipe minibus Toyota Kijang New 1.8 Krista Tahun 2000, warna hijau metalik, No. polisi D 1388 HP, No Rangka MHF11KF83Y0010856, No Mesin 7K0333512 atas nama Hendry Fernando yang menjadi objek Jaminan Fiducia kepada Penggugat dalam Rekonvensi berdasarkan Sertifikat Fiducia No.W8-0068594 A.H.05.01 Th 2011/STD tertanggal 25 Oktober 2011, yang memiliki kekuatan eksekutorial. Menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu, walaupun ada upaya hukum verzet, banding maupun kasasi. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, belum ada pemberitahuan banding dari pihak Penggugat. Tasikmalaya No.39/Pdt.G/2011/PN.Tsm tanggal

r.

Perkara perdata yang diregister tanggal 8 Desember 2011 di Pengadilan Negeri Surabaya No. 948/Pdt.G/2011/PN.Sby antara Herman (Penggugat) melawan Clipan (Tergugat) berupa gugatan perbuatan melawan hukum oleh Clipan sehubungan dengan perjanjian pembiayaan konsumen antara Clipan (perusahaan pembiayaan) dengan Penggugat (konsumen) dimana Penggugat dalam petitumnya antara lain menuntut untuk menyatakan Perjanjian Pembiayaan Konsumen No. 84206101111 tanggal 21 September 2011 Batal Demi Hukum, menghukum Penggugat membayar kerugian sejumlah Rp 515 juta, (dengan rincian: 1. Immateriil Rp 500 juta, 2. Materiil Rp 5 juta, 3. Jasa Pengacara Rp 10 juta, menyatakan sah dan berharga sita atas Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) D No. 7913132 J. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, perkara ini masih dalam proses persidangan. Selain perkara tersebut di atas, dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai perusahaan pembiayaan, Clipan menerima beberapa gugatan perbuatan melawan hukum yang terutama berkaitan dengan piutang dan transaksi sewa.

143

PT. BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2012 (DIAUDIT)

56. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG BERBEDA DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Kendaraan dan inventaris kantor disusutkan dengan metode menurun ganda ( double declining balance method), kecuali kendaraan dan inventaris kantor milik entitas anak disusutkan dengan metode garis lurus yang proporsi kendaraan dan inventaris kantor yang disusutkan dengan metode tersebut masing-masing sebesar 3,30% dan 4,09% dari jumlah tercatat aset tetap tahun 2013 dan 2012. 57. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas dan arus kas, dimana penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode biaya. Sebelum 1 Januari 2011, penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas. Sehubungan dengan penerapan PSAK 4 (revisi 2009), penyertaan saham tersebut dipertanggungjawabkan menjadi metode biaya.Oleh karena itu, informasi keuangan tersendiri entitas induk telah disajikan kembali. Informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan pada halaman 145 sampai dengan 150.

58. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN

PERSETUJUAN

LAPORAN

KEUANGAN

Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian dari halaman 1 sampai dengan 144 dan informasi tambahan dari halaman 145 sampai dengan halaman 150 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetuju oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 31 Juli 2013.

144

PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK *) 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit)

30 JUNI 2013 Rp Juta ASET Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Efek - Efek Pihak berelasi Pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Bersih Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - pihak ketiga Tagihan Derivatif - pihak ketiga Kredit Pihak berelasi Pihak ketiga Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Tagihan Akseptasi - pihak ketiga Penyertaan dalam bentuk saham Cadangan kerugian penurunan nilai Jumlah Aset Tetap - bersih Aset Pajak Tangguhan - bersih Aset lain- lain Jumlah Aset *) Disajikan dengan metode biaya 1,092,704 9,468,965

31 DESEMBER 2012 Rp Juta 1,425,795 8,901,114

31,679 597,199 628,878

34,453 910,948 945,401

250,000 7,416,739 7,666,739

200,000 6,385,506 6,585,506

11,645,290 (76,826) 11,568,464 12,142,380 2,030

30,000 11,749,783 (165,757) 11,614,026 14,206,088 879

383,526 95,687,023 (1,428,740) 94,641,809 1,050,968 1,479,402 (625) 1,478,777 1,907,286 95,869 2,771,267 144,516,136

348,648 91,417,336 (1,294,631) 90,471,353 1,075,464 1,452,822 (625) 1,452,197 2,003,049 90,306 2,679,338 141,450,516

145

PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK *) 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit)
30 JUNI 2013 Rp Juta LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas segera Simpanan Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Simpanan dari bank lain Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - pihak ketiga Liabilitas derivatif Liabilitas Akseptasi - pihak ketiga Surat berharga yang diterbitkan - bersih Pinjaman yang diterima Utang pajak Liabilitas Lain - lain Obligasi subordinasi - bersih Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham Modal dasar - 96.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 24.087.645.998 saham Agio saham Komponen ekuitas lainnya - perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Saldo Laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS *) Disajikan dengan metode biaya 140,000 10,514,824 16,449,318 144,516,136 140,000 9,454,322 15,462,816 141,450,516 337,389 310,080 31 DESEMBER 2012 Rp Juta

417,195 105,287,131 105,704,326

470,124 101,012,764 101,482,888

12,399 9,046,201 9,058,600 2,392,532 3,775 1,044,772 2,526,166 1,444,597 140,759 986,539 4,427,363 128,066,818

111,712 6,467,085 6,578,797 5,362,547 1,415 1,063,267 2,524,311 1,395,336 214,307 1,130,673 5,924,079 125,987,700

2,408,765 3,444,330

2,408,765 3,444,330

(58,601)

15,399

146

PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TERSENDIRI ENTITAS INDUK *) UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI 2013 Rp Juta PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan Bunga Bunga yang diperoleh Provisi dan komisi kredit Jumlah pendapatan bunga Beban Bunga Bunga yang dibayar Hadiah Provisi dan komisi yang dibayar Jumlah beban bunga Pendapatan Bunga - bersih Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya Keuntungan bersih penjualan efek Provisi dan komisi lainnya - bersih Pendapatan transaksi valuta asing - bersih Keuntungan (kerugian) bersih penilaian efek yang diperdagangkan Pendapatan dividen Pendapatan lainnya Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Beban (pemulihan) kerugian penurunan nilai Aset keuangan Aset non - keuangan Jumlah Beban Kerugian Penurunan Nilai Beban Operasional Lainnya Umum dan administrasi Tenaga kerja Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Lainnya Jumlah Beban Operasional Lainnya LABA OPERASIONAL PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Hasil sewa Lainnya - bersih Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional - Bersih LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah LABA BERSIH TAHUN BERJALAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Manfaat (beban) pajak terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 5,461,453 203,363 5,664,816

30 JUNI 2012 (disajikan kembali) Rp Juta

4,723,176 178,552 4,901,728

2,266,520 721,661 215,237 3,203,418 2,461,398

2,188,665 334,968 138,386 2,662,019 2,239,709

35,426 33,673 94,178 (82,604) 65,621 342,232 488,526

146,416 33,584 97,058 (55,369) 55,592 449,783 727,064

179,141 (35,530) 143,611

441,008 (39,906) 401,102

692,300 467,635 133,907 110,227 1,404,069 1,402,244

719,156 357,296 116,115 72,338 1,264,905 1,300,766

4,854 (13,582) (8,728) 1,393,516

8,070 7,730 15,800 1,316,566

(313,909) (19,105) (333,014) 1,060,502

(366,433) 51,172 (315,261) 1,001,305

(98,668) 24,667 986,501

17,864 (4,466) 1,014,703

*) Disajikan dengan metode biaya

147

PT. BANK PANIN TbK. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI ENTITAS INDUK *) UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

Modal saham Rp Juta Saldo per 1 Januari 2012 Cadangan umum Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Saldo per 30 Juni 2012 (disajikan kembali) Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Saldo per 31 Desember 2012 Laba bersih periode berjalan Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif Saldo per 30 Juni 2013 2,408,765 2,408,765 2,408,765 2,408,765

Agio saham Rp Juta 3,444,330 3,444,330 3,444,330 3,444,330

Selisih transaksi ekuitas dengan pihak non-pengendali Rp Juta -

Laba (rugi) belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual Rp Juta (22,286) 13,399 13,399 (8,887) 24,286 24,286 15,399 (74,000) (74,000) (58,601)

Saldo laba Ditentukan Tidak ditentukan penggunaannya penggunaannya Rp Juta Rp Juta 120,000 20,000 140,000 140,000 140,000 7,564,233 (20,000) 1,001,305 1,001,305 8,545,538 908,784 908,784 9,454,322 1,060,502 1,060,502 10,514,824

Jumlah Ekuitas Rp Juta 13,515,042 1,001,305 13,399 1,014,704 14,529,746 908,784 24,286 933,070 15,462,816 1,060,502 (74,000) 986,502 16,449,318

*) Disajikan dengan metode biaya

148

PT BANK PANIN Tbk. INDUK PERUSAHAAN SAJA INFORMASI LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI ENTITAS INDUK *) UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

30 JUNI 2013 Rp Juta ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : Bunga,provisi dan komisi kredit yang diterima Bunga, hadiah, provisi dan komisi dana yang dibayar Penerimaan pendapatan operasional lainnya Pembayaran beban operasional lainnya Keuntungan dari transaksi valuta asing - bersih Penerimaan pendapatan non operasional - bersih Pembayaran beban pajak Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Penurunan (kenaikan) aset operasi Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Kredit Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Aset lain-lain Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Liabilitas segera Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Liabilitas akseptasi Liabilitas lain-lain Kas bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan dividen Hasil penjualan aset tetap Penambahan penyertaan dalam bentuk saham Perolehan aset tetap Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penjualan (pembelian) kembali obligasi yang diterbitkan Surat berharga yang diterbitkan Pelunasan obligasi subordinasi yang diterbitkan Penerimaan pinjaman yang diterima Biaya emisi obligasi yang diterbitkan Kas bersih digunakan untuk (diperoleh dari) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Kas dan setara kas terdiri dari : Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Sertifikat Bank Indonesia Jumlah (435) (1,500,000) 49,261 5,570 (1,445,605) 3,121,245 18,680,636 21,801,881 5,708,750 (3,234,700) 421,918 (1,306,473) 79,221 21,088 (380,412) 1,309,392

30 JUNI 2012 Rp Juta

4,792,706 (2,677,931) 629,783 (1,095,616) 33,601 12,759 (373,963) 1,321,339

2,050,860 (4,450,237) 2,063,708 63,673 27,309 4,221,438 2,479,803 (2,970,015) 6,001 (205,818) 4,596,114

1,805,623 2,558,292 (12,258,251) (2,990,862) (19,751) 66,294 6,624,228 3,245,208 (602,497) (391) 32,905 (217,863)

37 538 (13,000) (16,839) (29,264)

60 2,217 (131,427) (129,150)

9,000 (1,400,000) 494,375 (896,625) (1,243,638) 27,136,543 25,892,905

1,092,704 9,468,965 628,878 7,666,739 2,944,595 21,801,881

1,118,494 8,359,602 547,919 8,323,565 7,543,325 25,892,905

*) Disajikan dengan metode biaya

149

PT BANK PANIN Tbk. INDUK PERUSAHAAN SAJA INFORMASI INVESTASI DALAM ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (Tidak diaudit) DAN 2012 (Diaudit)

Persentase Pemilikan 30 Juni 2013 & 30 Juni 2012 31 Desember 2012 Entitas Anak Lembaga Pembiayaan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan) PT Verena Multi Finance Tbk (VMF) Asuransi PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) Bank Syariah PT Bank Panin Syariah (BPS)

54,35 42,87

54,35 42,87

13,50

99,997

99,997

Entitas Asosiasi Sekuritas PT Panin Sekuritas Tbk

29,00

29,00

Seluruh entitas anak dan entitas asosiasi berdomisili di Jakarta Investasi dalam entitas anak dan entitas asosiasi dalam informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan dengan metode biaya

150