Anda di halaman 1dari 18

Pengertian KLB (Kejadian Luar Biasa) menurut Departemen Kesehatan RI (2004) adalah: Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan

dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah

KLB dapat terjadi dalam lingkup: 1. Penyakit menular, misalnya diare, kolera, meningitis, flu burung, dll. 2. Penyakit tidak menular, misalnya cedera/kecelakaan, intoksikasi bahan berbahaya, bencana alam, gangguan kejiawaan dll.

Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal Peningkatan kejadian penyakit/kematian terusmenerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu) Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun). Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Wabah : adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka (UU No 4. Tahun 1984).

Kata wabah yang merupakan terjemahan dari kata epidemic (epi=pada, demos=penduduk) yang secara umum memiliki makna terjadinya kasus-kasus penyakit, kejadian atau perilaku spesifik terkait kesehatan, pada suatu komunitas atau daerah, yang secara jelas frekuensi kejadiannya melebihi perkiraan normal (Last, 1995; Weber dkk dalam Thomas dan Weber, 2001; Chin, 2000; Dwyer dan Groves, dalam Nelson, dkk, 2005; Giesecke, 1994).

Istilah wabah dan KLB memiliki persamaan yaitu peningkatan kasus yang melebihi situasi yang lazim/normal, namun wabah memiliki konotasi keadaan yang sudah kritis, gawat atau berbahaya, melibatkan populasi yang banyak pada wilayah yang lebih luas.

Secara khusus Departemen Kesehatan (2004) membatasi pengertian wabah sbb: Kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
Untuk menetapkan dan mencabut ketentuan bahwa daerah tertentu dalam wilayah Indonesia merupakan daerah wabah diperlukan ketetapan Menteri Kesehatan RI, sesuai UU No.4. tahun 1984, tentang Wabah Penyakit Menular

A. Penyakit2 Karantina/Wabah:
Cholera Poliomyelitis Pes Difteri

B. Penyakit2 yg potensial mjd wabah/KLB & memerlukan tindakan segera


DHF Diare Campak Pertusis Rabies

C. Penyakit2 yg potensial mjd wabah/KLB lainnya Malaria Frambusia Influenza Anthrax Hepatitis Typhus abdominalis Meningitis Keracunan Encephalitis Tetanus Tetanus neonatorum D. Penyakit2 lain yg tdk berpotensi mjd wabah/KLB
Cacing Lepra TB Syphilis Gonorhoea Filariasis

1.

Konfimasi / menegakkan diagnosa Definisi kasus Klasifikasi kasus dan tanda klinik Pemeriksaan laboratorium

2.

Menentukan apakah peristiwa itu suatu letusan/wabah atau bukan Bandingkan informasi yang didapat dengan definisi yang sudah ditentukan tentang KLB Bandingkan dengan incidende penyakit itu pada minggu/bulan/tahun sebelumnya

3. Hubungan adanya letusan/wabah dengan faktor-faktor waktu, tempat dan orang Kapan mulai sakit (waktu) Dimana mereka mendapat infeksi (tempat) Siapa yang terkena : (Gender, Umur, imunisasi, dll) 4. Rumuskan suatu hipotesa sementara Hipotesa kemungkinan : penyebab, sumber infeksi, distribusi penderita. Hipotesa : untuk mengarahkan penyelidikan lebih lanjut

5. Rencana penyelidikan epidemiologi yang lebih detail Untuk menguji hipotesis : Tentukan : data yang masih diperlukan sumber informasi Kembangkan dan buatkan check list. Lakukan survey dengan sampel yang cukup
6. Laksanakan penyelidikan yang sudah direncanakan Lakukan wawancara dengan : a. Penderita-penderita yang sudah diketahui (kasus) b. Orang yang mempunyai pengalaman yang sama, baik mengenai waktu/tempat terjadinya penyakit, tetapi mereka tidak sakit (control) Kumpulkan data kependudukan dan lingkungannya Selidiki sumber yang mungkin menjadi penyebab atau merupakan faktor yang ikut berperan Ambil specimen dan sampel pemeriksa di laboratorium

7. Buatlah analisa dan interpretasi data Buatlah ringkasan hasil penyelidikan lapangan Tabulasi, analisis, dan interpretasi data/informasi Buatlah kurva epidemik, menghitung rate, buatlah tabel dan grafik-grafik yang diperlukan Interpretasi data secara keseluruhan 8.Test hipotesa dan rumuskan kesimpulan Lakukan uji hipotesis Hipotesis yang diterima, dapat menerangkan pola penyakit : a. Sesuai dengan sifat penyebab penyakit b. Sumber infeksi c. Cara penularan d. Faktor lain yang berperan

9. Lakukan tindakan penanggulangan Tentukan cara penanggulangan yang paling efektif. Lakukan surveilence terhadap penyakit dan faktor lain yang berhubungan. Tentukan cara pencegahan dimasa akan datang 10. Buatlah laporan lengkap tentang penyelidikan epidemiologi tersebut. Pendahuluan Latar Belakang Uraian tentang penelitian/penyelidikan yang dilakukan Hasil penelitian/penyelidikan Analisis data dan kesimpulan Tindakan penanggulangan Dampak-dampak penting Saran dan rekomendasi

THANKS...