Anda di halaman 1dari 5

Rambut Para Perokok : Apakah Merokok Dapat Menyebabkan Uban Prematur ?

ABSTRAK Tujuan : untuk menentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara uban dengan merokok Bahan dan Metode : diselenggarakan suatu penelitian observasi cross-sectional untuk 207 partisipan pada tanggal 24 sampai 25 Agustus 2010. Partisipan dibagi menjadi 2 grup (uban prematur dan uban normal). Uban prematur merupakan uban yang muncul sebelum usia 30 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuestioner wawancara dan pengukuran indeks massa tubuh, lingkar pinggang, gula darah puasa, serta tekanan darah. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS 16, Chicago, IL. Hasil : dari 207 subjek, 104 (50,2%) memiliki uban yang muncul sebelum usia 30 tahun (grup uban prematur) dan 103 lainnya masuk kedalam grup uban normal. Prevalensi perokok pada grup uban prematur lebih tinggi (40,2% vs 24,7%, P = 0,031). Para perokok mengalami onset yang lebih dini dalam tumbuhnya uban (perokok : 31 (7,4) vs bukan perokok : 34 (8,6), P = 0,034). Dengan menggunakan regresi logistik multipel, perokok memiliki resiko 2,5 kali lebih besar untuk mengalami uban prematur (95% CI: 1,5-4,6). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (dengan rasio resiko sebesar 2,5 kali) antara onset munculnya uban sebelum usia 30 tahun dengan merokok. PENDAHULUAN Seperti yang kita ketahui, uban merupakan fenomena alami yang terjadi sejalan dengan umur manusia. Terdapat juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa umur berhubungan dengan peningkatan tumbuhnya uban pada tikus. Uban prematur telah dikaitkan dengan beberapa gangguan autoimun seperti penyakit tiroid autoimun, anemia pernisiosa dan beberapa sindrom penuaan prematur yang jarang terjadi (contohnya sindrom Werner). Selain itu, hubungan antara merokok dan munculnya uban baik pada pria maupun wanita serta antara merokok dengan kerontokan rambut pada pria telah dilaporkan. Karena itu, uban prematur menarik perhatian komunitas medis. Dapatkan uban prematur menjadi pertanda penuaan dini pada organ-organ dalam serta peningkatan morbiditas dan mortalitas prematur ? Peneliti yang mencari hubungan antara uban prematur dengan merokok masih sangat sedikit didunia ini dan bahkan tidak ada di Timur Tengah. Karena jarangnya penelitian mengenai

masalah ini, maka penelitian sekarang ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara uban prematur dan merokok pada populasi di Jordania. BAHAN DAN METODE Sebuah penelitian observasi cross-sectional dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi hubungan antara merokok dengan uban prematur. Penelitian ini dilaksanakan secara nonklinis dan melibatkan 207 partisipan (94 pria dan 113 wanita) selama 2 hari dari tanggal 24 sampai 25 Agustus 2010. Para partisipan yang dipilih secara acak dari populasi di Jordania telah bersedia untuk mengikuti survei ini. Metode Statistik Data yang telah dikumpulkan dimasukkan kedalam program SPSS 16 ( Statistical Package for Social Sciences versi 16, Chicago, IL). Data diekspresikan dalam standar deviasi. Data dibagi menjadi 2 grup (uban prematur dan uban normal). Uban prematur merupakan uban yang muncul pertama kali sebelum usia 30 tahun. Data numerik (umur saat pertama kalinya muncul uban, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, gula darah puasa, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik) dibandingkan diantara kedua grup tersebut dengan menggunakan uji t-independen. Data kategorik (jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan riwayat hipertensi, diabetes, serta dislipidemia) dibandingkan diantara kedua grup dengan menggunakan uji Chi square. Riwayat keluarga tidak dimasukkan kedalam survei ini karena partisipan tidak sepenuhnya dapat mengingat onset uban pada anggota keluarganya sehingga hal ini dapat menciptakan suatu bias ( recall bias). Regresi logistik mutipel digunakan untuk mencari variabel yang paling signifikan dengan kecenderungan timbulnya uban prematur. Non-perokok merupakan orang-orang yang tidak pernah merokok. Orang-orang yang sudah pernah merokok sebelumnya namun sekarang sudah tidak merokok, tidak dapat dimasukkan kedalam studi ini. BMI dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter dikuadratkan. HASIL Jumlah orang yang setuju untuk berpartisipasi adalah 207 subjek, setengah diantaranya mengalami uban prematur (n=104). Pria dan wanita berjumlah sama rata (pria : 94 {45,4%} dan dalam 2 subgrup {pria dengan uban prematur : 51 [49%)], P=0,29}). Umur rata-rata partisipan adalah 44 tahun (kisaran umur : 18 65 tahun). Seperempat partisipan berusia kurang dari 35,3 tahun, seperempat lainnya berusia diatas 53,7 tahun. Umur rata-rata munculnya uban pertama kali adalah 31,7 tahun dengan seperempat diantaranya muncul pada usia dibawah 25 tahun, seperempat lainnya muncul pada usia diatas 40 tahun. Terdapat

perbedaan 15 tahun pada umur saat pertama kalinya muncul uban diantara kedua grup [25.0 (4.7) vs 40 (5.3), P < 0,001]. Secara statistik, tidak ada perbedaan demografik yang signifikan diantara kedua grup. Tidak ada perbedaan dari berat badan [78.8 (15) vs 78.0 (15,3) kg, P = 0,73]; tinggi badan [1.67 (0.09) vs 1.65 (0.09) m, P = 0,11]; indeks massa tubuh [28.9 (5,3) vs 28.1 (5.3) kg/m2, P = 0,3]; lingkar pinggang [95.6 (14.4) vs 96.5 (12.6) cm, P = 0,67], gula darah puasa [104.3 (26.8) vs 108.5 (25.9) g/dl, P=0,20]; tekanan darah sistolik [121.6 (11.3) vs 123.7 (16.7) mmHg, P=0,32], dan tekanan darah diastolik [80.1 (7.5) vs 82.0 (8.2) mmHg, P=0,11]. Variabel Umur (tahun) TB (m) BB (kg) BMI (kg/m2) L. pinggang (cm) GDP (mg/dl) Diabetes TDsis (mmHg) Tddias (mmHg) Hipertensi Nilai rata-rata pd grup uban prematur (N=104) 40,5 1,67 78,8 28,9 95,6 104,3 6 (5,8%) 121,6 80,1 8 (7,7%) Nilai rata-rata pd grup uban normal (N=103) 52,9 1,65 78 28,1 96,5 108,5 12 (11,7%) 123,7 82 29 (28,2%) Nilai P <0,000 0,11 0,73 0,3 0,67 0,29 0,13 0,32 0,11 <0,001

Prevalensi riwayat diabetes hampir mirip diantara kedua grup (5,8% vs 11,7%, P=0,13). Prevalensi riwayat hipertensi lebih rendah pada subjek dengan uban prematur (7,7% vs 28,2%, P<0,001). Prevalensi perokok yang mengalami uban prematur lebih tinggi (40,2% vs 24,7%, P=0,031). Para perokok memiliki onset yang lebih dini dalam munculnya uban [perokok : 31(7,4) vs non-perokok : 34(8,6), P=0,034]. Regresi logistik multipel dipakai untuk mengetahui variabel-variabel yang paling baik untuk memprediksi terjadinya uban prematur. Semua variabel dibandingkan dengan regresi logistik kemudian dikurangi dengan 2 log-ratio kecenderungannya. Kemudian didapatkan hasil bahwa kebiasaan merokok merupakan variabel yang paling signifikan dengan rasio resiko sebesar 2,5 (95% CI: 1,5-4,6).

DISKUSI Selain telah menjadi faktor resiko untuk penyakit kardiovaskular, merokok juga dilaporkan memiliki hubungan dengan peningkatan penuaan biologis yang tidak sejalan dengan umur kronologisnya. Model D mengatakan bahwa orang-orang yang merokok memiliki perubahan

karakteristik wajah yang mirip dengan pasien-pasien dengan penuaan dini. Merokok juga dihubungkan dengan uban prematur. Mosley dan Gibbs melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara uban dengan merokok. Dari 606 pasiennya yang berumur diatas 30 tahun, 152 subjek pada masing-masing jenis kelamin merupakan perokok. Mereka melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara uban dengan merokok pada semua grup usia pada kedua jenis kelamin dengan rasio resiko sebesar 4,40 kali. Namun, mereka tidak menjelaskan definisi uban yang mereka maksud. Penelitian observasi kami ini juga menunjukkan hasil yang mirip. Perokok memiliki onset yang lebih dini dalam munculnya uban [perokok : 31(7,4) vs non-perokok : 34(8,6), P=0,034] dengan rasio resiko sebesar 2,5 kali. Di sisi lain, tidak ada hubungan yang signifikan antara uban prematur dengan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, gula darah puasa, dan tekanan darah. Perlu dicatat bahwa prevalensi hipertensi lebih rendah pada subjek dengan uban prematur (7,7% vs 28,2%, P<0,001), hal ini mungkin diakibatkan karena grup uban prematur secara signifikan lebih muda usianya dibandingkan dengan grup uban normal [40,5(12,8) vs 52,9(11,9) tahun, P<0,000]. Sepengetahuan kami, tidak ada definisi umum untuk uban prematur. Gould et al dan juga Glasser mendefinisikan uban prematur sebagai keadaan dimana 50% rambut menjadi abu-abu sebelum usia 50 tahun. Di sisi lain, ada yang menganggap partisipan mengalami uban prematur jika kebanyakan atau seluruh rambutnya telah beruban sebelum usia 40 tahun. Trueb memberikan batasan umur untuk definisi uban prematur pada usia 20 tahun untuk orang Kaukasia dan umur 30 tahun untuk orang Afrika, namun ia tidak menjelaskan persentase uban yang muncul. Pada penelitian kami, partisipan dimasukkan kedalam grup uban prematur jika uban tersebut sudah muncul sebelum usia 30 tahun. Alasan mengapa batasan usia tersebut yang kami pilih karena pada setiap dekade (10 tahun) setelah umur 30 tahun, terdapat penurunan 10-20% melanosit yang memproduksi pigmen. Penurunan jumlah melanosit ini memegang peranan dalam terjadinya uban pada rambut. Mekanisme bagaimana merokok dapat menyebabkan uban masih belum dapat dimengerti sepenuhnya. Warna dari rambut terutama tergantung dari ada tidaknya pigmen melanin yang diproduksi oleh melanosit. Telah diperkirakan bahwa merokok dapat berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif. Efek oksidan dari merokok ini dapat menyebabkan kerusakan dari sel melanosit. Teori ini didukung oleh penelitian observasi yang melihat bahwa sel melanosit pada rambut yang beruban memiliki banyak vakuol-vakuol, yang merupakan pertanda adanya peningkatan stres oksidatif. Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak adanya hubungan temporal dan tidak mungkinnya mencaritahu dan membedakan penyebab dengan efek. Maka dari itu, survei

seperti ini dikategorikan sebagai pendukung hipotesis bukan suatu uji hipotesis. Kekurangan lainnya meliputi adanya potensi bahwa orang-orang yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan dengan partisipan. KESIMPULAN Studi pendukung hipotesis ini menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan (dengan rasio sebesar 2,5 kali) antara onset munculnya uban sebelum usia 30 tahun dengan kebiasaan merokok pada sampel random dari orang-orang di Jordania. Kami berpikir bahwa hasil penelitian ini penting untuk para perokok muda terutama wanita dan untuk para ekspertisi kesehatan masyarakat dan kedokteran pencegahan dalam perangnya melawan kebiasaan merokok di masyarakat.