Anda di halaman 1dari 3

TUGAS SKILLS LAB BLOK 4.3 Nama : Annisa Prima H NIM : 09/280699/KU/13084 Kelompok 11 blok 4.

3 PD Reguler 2009

A. Narrative Story Saya melakukan wawancara kepada seorang teman bernama Mr.X. Dia menceritakan tentang penyakit yang telah cukup lama ia derita. Sekitar semenjak 5 tahun yang lalu, saat ia baru saja pindah ke Jogja dan menjadi mahasiswa baru, ia sering merasakan nyeri saat menelan, awalnya nyeri tersebut dirasakannya hanya muncul satu atau dua bulan sekali. Sakit tenggorokan tersebut ia rasakan sering kambuh terutama bila ia terlalu banyak aktivitas dan kurang istirahat. Padahal Mr.X mengaku bahwa dirinya termasuk seorang mahasiswa yang aktif dan cukup sibuk di berbagai kegiatan kampus. Namun awalnya sakit tenggorokan yang dirasakan Mr.X tidak terlalu di gubris karena dirasa belum terlalu mengganggu dan hanya kambuh sesekali. Selain itu Mr.X juga beranggapan mungkin hal ini wajar terjadi karena ia sering kurang istirahat dan ia hobi minum air es. Itulah kenapa sekitar 4 tahun semenjak ia merasakan nyeri tenggorokan tersebut, ia mengaku belum pernah memeriksakan diri ke dokter. Mr.X hanya mengkonsumsi permen hisap FG Troches yang direkomendasikan oleh seorang temannya sakit tenggorokannya kambuh. Mr.X mengaku bahwa dengan

mengkonsumsi permen hisap tersebut saat sakit tenggorokannya kambuh, cukup dapat membantu meringankan sakit tenggorokannya. Semenjak satu tahun belakangan ini, Mr.X merasa sakit tenggorokannya semakin sering kambuh. Selain itu nyeri tenggorokannya juga tidak hanya kambuh saat ia kurang istirahat. Hal ini pun dirasakan semakin mengganggu aktifitas Mr.X. Setahun belakangan, nyeri tenggorokan bisa kambuh hampir tiap sebulan sekali bahkan terkadang lebih.

Selain itu, sejak setahun belakangan ini juga, Mr.X juga bercerita bahwa orang dirumahnya sering mengeluh karena Mr.X sering mendengkur saat tidur. Suara

dengkuran Mr.X dikeluhkan sangat keras dan mengganggu. Ia pun mulai khawatir dengan sakit tenggorokan yang awalnya dia anggap sepele ini. Oleh karena itu, akhirnya sekitar 6 bulan yang lalu, Mr.X memutuskan untuk memeriksakan sakit tenggorokannya tersebut ke dokter spesialis THT. Dia pun memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit swasta di Jogja. Oleh dokter, kondisi Mr.X disebut sebagai penyakit tonsillitis kronis karena keluhan Mr.X sudah dirasakan menahun. Saat itu juga Mr.X diberi antibiotik dan anti radang untuk mengobati nyeri tenggorokannya yang sedang kambuh. Dokter juga menyarankan Mr.X untuk menjaga kondisi tubuh dengan banyak istirahat dan minum multivitamin yang di resepkan dokter. Selain itu dokter juga menyarankan kepada Mr.X untuk melakukan operasi amandel atau yang disebut dengan tonsillectomy. Namun hingga saat ini Mr.X mengaku belum melakukan operasi karena berbagai hal, salah satunya karena alasan belum ada nya waktu untuk operasi karena kesibukan kerja Mr.X.

B. Rencana Manajemen Medikasi untuk manajemen tonsillitis adalah antibiotik, anti inflamasi

(e.g.corticosteroids) dan antipiretik serta analgesik (e.g. acetaminophen, ibuprofen). Selain itu perlu di caritahu lebih lanjut apakah tonsillitis Mr.X sudah memenuhi criteria untuk dilakukan tonsillectomy. A. Indikasi Absolut Tonsillectomy 1. Pembengkakan tonsil yang menyebabkan obstruksi saluran napas, disfagia berat, gangguan tidur dan komplikasi kardiopulmoner 2. Abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan medis dan drainase 3. Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam 4. Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan patologi anatomi

B. Indikasi Relatif Tonsillectomy 1. Terjadi 3 episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan terapi antibiotik adekuat 2. Halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak membaik dengan pemberian terapi medis 3. Tonsilitis kronik atau berulang pada karier streptokokus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik -laktamase resisten