Anda di halaman 1dari 86

Kuliah Ilmu Gizi Smtr 3 tahun 2011

Kadek Tresna Adhi, S.KM, M.Kes

Fat Soluble Vitamin (Vitamin Larut Lemak)


Water Soluble Vitamin (Vitamin Larut Air)

Perbedaan Vitamin
Vitamin Larut Lemak:
Larut dlm lemak Kelebihan konsumsi

disimpan dlm tubuh Ekskresi: empedu (<<) Gejala def.lambat Tdk selalu perlu ada dlm mknan sehari2 Punya prekursor/provitamin Ada unsur C,H,O Absorpsi sistem limfe Toksik pd dosis rendah

Vitamin Larut Air: Larut dlm air Simpanan kelebihan kebutuhan << Eksresi: urin Gejala def.cepat Hrs selalu ada Tdk punya prekursor Ada unsur C,H,O,N Absorpsi vena porta Toksik pda dosis tinggi

Nomenklatur
Retinol (bentuk alkohol) Ester retinil (terikat pada asam lemak rantai panjang) Retinaldehid atau retinal (bentuk aldehid) Asam retinoat (bentuk asam) Karotenoid caroten

Sifat stabil Sifat

Rusak bila dikeringkan dibawah sinar matahari

FUNGSI
Penglihatan, Diferensiasi sel ephitel Pertumbuhan, Reproduksi Meningkatkan imunitas Antioksidan alami, minimalkan efek radikal bebas, memelihara kesehatan kulit dan cegah kanker dan jantung koroner

Vit. A membutuhkan: Interaksi

- Lemak: utk dpt diabsorpsi - Protein: sebagai pengangkut Vit.A berperan: - Dlm sintesis glikoprotein khusus yg terlibat dlm pembentukan sel - Dlm pembentukan sel darah merah, kemungkinan melalui interaksi dgn besi Interaksinya dgn vit.E mencegah terjadinya oksidasi yg akan menonaktifkan vit.A -karoten bersama-sama dgn vit.E dan C sbg antioksidan yg mampu mencegah kanker

KEBUTUHAN
Golongan Umur AKG (RE) Golongan Umur AKG (RE) 500 500 500 500

0-6 bln
7-12 bln 1-3 thn 4-6 thn 7-9 thn Pria 10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn

350
350 350 360 400

Wanita
10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn 20-45 thn

46-59 thn
60 thn 500 600 700 Hamil Menyusui

500
500 +200

20-45 thn
46-59 thn 60 thn

700
700 600

* 0-6 bln
* 7-12 bln

+350
+300

PERSAMAAN
1,0 g. R.E. = 1,0 g. Retinol (Retinol Ekivalen)= 6,0 g. caroten
= 12,0 g. Provitamin karotenoid lainnya

= 3,3 I.U. retinol = 9,9 I.U. caroten

STATUS VITAMIN A

Parameter :
Cadangan dalam hati Serum retinol Sitologi konjungtiva Manifestasi pada mata

SERUM RETINOL
STATUS Plasma vitamin A mol/l Defisiensi Marginal < 0,35 0,35-0,70 g/dl <10 10-20

Memuaskan
Kelebihan Keracunan

0,70-1,75
1,75-3,50 > 3,50

20-50
50-100 > 100

Manifestasi Mata
Klasifikasi Xerophthalmia
XN X1A X1B

X2
X3A X3B XS XF

: Buta senja : Serosis konjungtiva : Bitots Spot : Serosis kornea : Ulkus kornea/Keratomalacea <1/3 permukaan kornea : Ulkus kornea/Keratomalacea 1/3 permukaan kornea : Skar pada kornea : Xerophthalmic Fundus

Kekurangan Vit.A

Buta senja Perubahan pada mata Infeksi Perubahan pada kulit Gangguan pertumbuhan Reproduksi Lain-lain

Xeropthalmia

Follicular keratosis

Toksisitas
Akut (intake vit.A terlalu tinggi peningkatan tekanan intrakranial) Gejala: muntah, sakit kepala, papiledema Kronis (intake tinggi dlm waktu lama) Gejala: sakit kepala, rambut rontok, kulit mengering dan gatal, nyeri pd tulang dan sendi, hepatosplenomegali Kelebihan karoten karotenemia (tampak warna kuning pd kulit, khususnya didaerah nasolabial, kepala depan, ketiak, telapak tgn atau kaki)

Source Supplying preformed retinol Fatty fish and their oils


Halibut-liver oil Cod liver Shark-liver oil Herring and mackerel Sardine

g retinol equivalent/ 100g edible portion


900.000 18.000 180.000 50 trace
830 900 140 40 320 15.000 0-4

Dairy produce
Butter Margarine, vitaminised Eggs, fresh, whole Milk, fresh, whole Cheese, whole, fatty type

Meat
Liver, sheep, and ox Beef, mutton, pork

Supplying carotene Fruit and vegetables


Red palm oil Carrots Leafy vegetables Tomatoes Apricots, fresh Bananas Sweet potatoes, white Sweet potatoes, red and yellow Orange and juice

30.000 2000 685 100 250 30 50 670 8

Negligible source
Lard fish, cereals vegetable oils, white fish, cereal (except maize), potatoes, sugar, jams, and syrups

Fungsi
Meningkatkan absorbsi Calsium dan Phospat dalam usus.

Komposisi adalah 1:1 Mendorong pembentukan garam Ca di organ yg memerlukan tulang & gigi Peningkatan resorbsi Phospat dlm tubuli ginjal shg meningkatkan keseimbangan Ca& Phosphat dlm jaringan utk sintesa garam Ca phosphat.

Interaksi
Vit. D dlm absorpsi dan pengangkutannya

memerlukan lemak dan protein. Fungsi utama vit.D adl membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vit.A dan vit.C, hormonhormon paratiroid dan kalsitonin, protein kolagen, serta mineral-mineral Ca, P, Mg, dan F

KEBUTUHAN
Golongan Umur AKG (RE) Golongan Umur AKG (RE) 10 10 10 5

0-6 bln
7-12 bln 1-3 thn 4-6 thn 7-9 thn Pria 10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn

7,5
10 10 10 10

Wanita
10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn 20-45 thn

46-59 thn
60 thn 10 10 10 Hamil Menyusui

5
5 +10

20-45 thn
46-59 thn 60 thn

5
5 5

* 0-6 bln
* 7-12 bln

+10
+10

Food Naturraly containing the vitamin Cod liver oil Herrings, kippers Sardines, pilchards (canned) Tuna (canned) Eggs Butter Liver Cheese (cheddar) Cream (Double) Milk, unfortified (summer) Fortified with vitamin D Margarine Infant milks (after dilution) Some yogurt Milk in USA, Canada

Mean vitamin D (g/100g)

210 22 8 6 1.75 0.75 0.75 0.25 0.25 0.03


8.8 About 1.1 About 2.2 1.1

Cereals, vegetables and fruit contain no vitamin D. Meat, poultry and white fish contribute insignificant amount

Defisiensi
Penyakit rakhitis/riketsia (anak-anak) atau osteomalacia (dewasa)

KELEBIHAN
Hypervitaminosis kalsifikasi berlebihan pada tulang, ginjal, paruparu, & organ lain

FUNGSI
Antioksidan

anti free radical Membantu metabolisme Selenium

Melindungi destruksi sel (membran fosfolipid) pada tingkat awal

Interaksi
Fungsi antioksidan vit.E berperan dlm menjaga asam

lemak tak jenuh dr oksidasi oleh radikal bebas Berhubungan dgn metabolisme selenium. Regenerasi vit. E membutuhkan vit.C atau reduktase lain yg mereduksi radikal vit.E kembali kebentuk asalnya. Rusak bila bersentuhan dgn timah & besi sehingga mengganggu efek antioksidan vit.E & mempercepat proses peroksida lipids

KEBUTUHAN
Golongan Umur AKG (RE) Golongan Umur AKG (RE) 8 8 8 8

0-6 bln
7-12 bln 1-3 thn 4-6 thn 7-9 thn Pria 10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn

3
4 6 7 7

Wanita
10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn 20-45 thn

46-59 thn
60 thn 10 10 10 Hamil Menyusui

8
8 +10

20-45 thn
46-59 thn 60 thn

10
10 10

* 0-6 bln
* 7-12 bln

+12
+10

DEFISIENSI
Kerusakan membran sel, sehingga isi sel keluar Contoh :
Miopati
Neuropati Nekrosis

Kelebihan Gangguan pd saluran cerna (>600mg/hr)


Meningkatkan efek obat antikoagulan cegah penggumpalan darah

SUMBER
Minyak sayur
Kacang-kacangan (almond, kacang tanah,

kecampbah), biji-bijian (biji wijen, bunga matahari) 100% hilang bila diproses menjadi tepung

FUNGSI Membantu proses pembekuan darah


Sintesa Protrombin
Sintesa Faktor VII, IX dan X

Transport elektron dalam sel

Interaksi
Vit. K bersama-sama dgn Ca memegang peranan dlm proses pembekuan darah & pembentukan tulang

SUMBER/PENYIMPANAN
Disintesa oleh mikroflora usus dengan hasil

Menaquinon Sayuran hijau: broccoli, bayam, petersely dan kobis

KEBUTUHAN
Golongan Umur 0-6 bln AKG (RE) 5 Golongan Umur Wanita AKG (RE)

7-12 bln
1-3 thn 4-6 thn 7-9 thn Pria 10-12 thn 13-15 thn 16-19 thn

10
15 20 20

10-12 thn
13-15 thn 16-19 thn 20-45 thn 46-59 thn 60 thn

45
55 60 65 65 65 +65

45 65 70 Hamil Menyusui

20-45 thn
46-59 thn 60 thn

80
80 80

* 0-6 bln
* 7-12 bln

+65
+65

Defisiensi
Ganggu proses pembekuan darah perdarahan

Kelebihan
Hemolisis sel darah merah, jaundice, dan kerusakan otak

Vitamin B
Thiamin (B1) Riboflavin (B2) Niacin Pyridoxin (B6) Cyanocobalamine (B12) Asam folat Panthoneic acid Lipoic acid Biotin Choline+inositol

VITAMIN B1 (THIAMIN)

Fungsi:
Koenzim utk bberapa reaksi inti metabolisme zat gizi dlm

semua sel (reaksi dekarboksilase piruvat dan ketoglutarat)

Kebutuhan:
Wanita: 1,0-1,1 mg/hari (+0,3 jika hamil & menyusui) Pria: 1,2-1,5 mg/hari

Keracunan: sangat rendah

Ekskresi:
Melalui urin

Defisiensi:
Neuropati perifer (pada ekstremitas) Otot lunak dan atrofi Lemah dan lelah Jantung tachycardia Beri-beri

Sumber makanan:
Biji2an, kacang2an, gandum, daging ikan

VITAMIN B2 (RIBOFLAVIN)

Fungsi:
Sebagai koenzim pada reaksi oksidasi/reduksi terutama

untuk sintesa dan oksidasi asam lemak serta oksidasi asam amino.

Kebutuhan:
Wanita: 1,2-1,3 mg/hari (+0,3-0,5 jika hamil &

menyusui)sehubungan dg kebutuhan protein. Pria: 1,4-1,6 mg/hari

Penyerapan: difusi biasa Keracunan: jarang terjadi

Ekskresi: melalui urin Defisiensi:


Vaskularisasi kornea
Dermatitis seborea (hidung & skrotum) Lidah magenta (memerahnya lidah/glositis) Bayi lahir sumbing & ggn pertumbuhan

Sumber makanan:
Susu, jeroan, telur, kacang2an, biji2an

NIACIN

Fungsi:

Sebagai koenzim pada proses glucosa tolerance (masuknya glukosa ke dlm sel).
Kebutuhan:

Wanita: 16-19 mg/1000 kalori Pria: 16-19 mg/1000 kalori Ekskresi: melalui urin Sumber: biji2an, kacang2an
Defisiensi: dermatitis, diare, dementiapellagra

VITAMIN B6 (PYRIDOXIN)

Fungsi:
Co-faktor enzym pada katabolisme as.amino, memperkuat

fungsi kekebalan tubuh, menyehatkan pembuluh darah, memperbaiki fungsi otak

Kebutuhan:
Wanita: 2 mg (2,4 mg jika hamil & menyusui) Pria: 2,2 mg

Ekskresi: Melalui urin dlm bentuk as.piridoksin Defisiensi: Gangguan metabolisme AA, kerusakan pada SSP, homosistinuria (gangguan pertumbuhan, gangguan mental ) Sumber Makanan: Gandum, hati, daging, kacang- kacangan, alpukat, pisang

VITAMIN B12 (CYANOKOBALAMIN

Fungsi:
Mengubah folat menjadi bentuk aktif guna metabolisme semua sel (saluran cerna, sumsum tulang & jaringan syaraf), meningkatkan kemampuan daya ingat, mengurangi kadar homosistein yg dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif

Kebutuhan:
0,2 g/hari Defisiensi: Anemia hiperkromik makrositik, karena:
Masalah penyerapan (genetik, faktor intrinsik (-) dan ggn pd ileum) Masalah dlm penggunaan (antagonis dlm diet, enzim (-) kongenital) Ekskresi meningkat (penyakit hati) Kebutuhan meningkat (hamil, hipertiroid, peningkatan hematopoiesis, parasit) Mengenai sistem saraf

Sumber Makanan:
Hati, daging, unggas, telur, susu dan keju, tempe

ASAM FOLAT

Fungsi:
Koenzim dlm metabolisme as amino, purin dan as nukleat, bersama B12 bentuk sel darah merah, penting untuk sistem otak dan saraf

Kebutuhan:
400 g/hari

Eksresi:
Urin & feses Defisiensi: Anemia megalobalastik pada sumsum tulang dan macrocystic di dlm darah perifer, karena: - Konsumsi rendah, gangguan penyerapan (kongenital, interaksi obat dan makanan, malabsorbsi)

Sumber Makanan:
-Ragi, hati, bayam (sayuran hijau), alpukat, kacang2an, whole

grain cereal product vitamin C dpt menghambat kerusakan folat.

VITAMIN C

Fungsi:
Sebagai antioksidan, absorpsi &metabolisme Fe dan Ca, sintesis kolagen, mencegah infeksi, penyakit jantung&kanker.

Kebutuhan:
60 mg/hari utk org dewasa. Peningkatan kebutuhan dpt terjadi krn merokok, oral kontrasepsi, fase penyembuhan luka, dan dlm keadaan stres.

Eksresi:
Urin dlm bentuk as.Oksalat (as.askorbat: jika konsumsi> 100 mg/hari)

Toksisitas:
Hiperoksaluria, pembentukan batu ginjal, penumpukan Fe Defisiensi: Skorbut (as.askorbat dlm serum <0,20 mg/dl)

Sumber Makanan:
Buah ( jeruk, pepaya, tomat, dll) & sayuran (brokoli, jenis kol)

TUGAS KELOMPOK
Mhs dibagi menjadi 12 Kelompok Tugas:
- Tema:

Defisiensi vitamin (*) dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat serta program pencegahannya - (*)12 Vitamin: A, D, E, K, B1, B2, Niacin, B6, B12, Asam folat, C, Inositol & Biotin - Paper dikumpulkan dan dipresentasikan pada hari Senin, 07 November 2011 jam 08.00-09.40 Wita (pada kuliah Ilmu Gizi: Mineral) - Minimal 5 halaman dan minimal 5 referensi

Kuliah Gizi Kesmas Smtr 2 Matrikulasi

* MINERALS

Berbeda dengan vitamins: - berupa unsur anorganik, - tidak dpat dibuat oleh tanaman/hewan, - didapatkan dalam tanah, - tanaman mengabsorbsi dari dalam tanah, - hewan mendapatkan dari tanaman atau memakan hewan lainnya.

* MINERALS

Dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jumlahnya dalam tubuh


- Macrominerals, jumlah yang cukup besar (5 g atau lebih): calcium, phosphorus, magnesium, chlorida, sodium, potassium, and sulfur. Calcium dan phosphor jumlahnya paling besar, - Microminerals (trace elements) diperlukan dalam jumlah kecil (beberapa mg), bersifat esensial: iron, iodine, zinc, fluoride, copper, chromium, manganese, selenium, molybdenum, dan cobalt,

Calcium Lokasi & Fungsi:


99% ditulang

2+ (Ca )

Density meningkat pd umur muda Density menurun pd permulaan dewasa 1% pd intra & ekstra selular yg berperan dlm fungsi sel dan impuls saraf. Mrpkn komponen integral dlm mekanisme pembekuan darah

Absorpsi Ca: Umumnya 30-50% dr diet yg diabsorpsi (terutama pd anak2>>minum susu) Absorpsi Ca tgt dari:
Proporsi bahan yg dpt mempercepat absorpsi yg

trdpt dlm diet Tingkat vitamin D yg aktif yg mempengaruhi absorpsi Ca di usus

Ekskresi: Urin, melalui usus, keringat. Selama hamil & menyusui Ca << (pindah/hilang) Sumber makanan: Milk (Ca 72%)+ dairy product (cheese) Nuts Seed pitat >> absorpsi Ca << Spinach, beets oksalat >> absorpsi Ca << Small bone fish/shellfish Kebutuhan: >19 th: 1000 mg/hr Wanita usia > 50 th: 1200 mg/hr

Demineralisasi tulang, Osteomalacia & Osteoporosis Menginjak dewasa penumpukan bone mineral menurun sesuai dg umur (tdk bisa dicegah krn proses penuaan) Wanita >>> dp Pria (terutama post menopause Osteoporosis Osteomalasia menurunnya bone mineral pd usia muda (def.pada saat hamil) Akibat tulang mudah/dpt patah

Sebab Defisiensi Ca: < Vitamin D + < terkena sinar matahari < Konsumsi Ca Peningkatan ekskresi Ca (kerusakan ginjal) Tingginya ratio P thd Ca dlm diet (antagonis) Faktor lain yg mempengaruhi sekresi H. parathyroids (jika jml PTH << maka absorpsi Ca <<) Faktor risiko Rendahnya sekresi estrogen (>> demineralisasi) Aktivitas fisik >> (loss of mineral <<) Tingginya ratio P terhadap Ca (demineralisasi >>)

PHOSPOR (P)

Fungsi 85% sebagai pembentuk struktur tulang dan gigi Intracellular buffer Terlibat dlm metabolisme energi

Sumber Makanan Protein rich foods (legumes, milk, meat) Soft drinks (phosphoric acid) Kebutuhan 800 mg/hr Defisiensi Very rare drug/nutrient interaction Bone pain & weakness Kelebihan Menurunkan kadar Ca dlm darah

Magnesium (Mg)

Fungsi 60% pd tulang Produksi + sekresi H.paratiroid Pada soft tissues: numerous enzymatic systems:
Energy production, transport systems
Inhibits muscle contraction/blood clots Immune system, nerve impulses

Sumber makanan Biji2an (whole grain, seeds), nuts, coklat Chlorophyll daun Kebutuhan 300-350 mg/hr Defisiensi Meningkatnya iritabilitas otot, tetani Kelebihan Depresinya SSP, paralisis tdk akan terjadi selama ginjal dlm kondisi sehat

Natrium, Kalium & Chlorida


Fungsi Partikel yg bertanggung jawab thd osmolitas

cairan (tekanan osmose). Mempengaruhi solubelity protein dan bahan2 lain menjaga keseimbangan asam basa (Ph)
Sumber:

1). Natrium (Na+): garam, processed food 2). Kalium (K+): sayuran, buah, daging, milk 3). Klorida (Cl-): garam, processed food

Kebutuhan: 1). Na+ : 2500 mg/hr 2). K+ : 2500 mg/hr 3). Cl- : 2000 mg/hr Defisiensi Natrium 1) High Blood Pressure Genetic sensitivity Salt restriction helps BP 2) Osteoporosis Sodium Calcium excretion Dietary advice: Calcium Sodium

Deficiency Excessive vomiting, sweating, diarrhea Results in: muscle cramps, mental apathy, loss appetite Replace with fluid replacement Toxicity: Fluid balance upset Edema & hypertension Increase water intake required

Health Consequences of Kalium (Potasium)


Chronic Deficiency: Hypertension Low K+ BP: K+ BP Acute Deficiency: Excessive losses
Diuretics, laxative, vomiting & diarrhea

Muscle weakness, paralysis, confusion

Iron
Fungsi Transport oksigen Electron transfer Jumlah: 2,5 4 gr tersebar pada: 1. Butir darah merah (Hb) 2. Bbrp enzym 3. Myoglobin (>)

Absorpsi 10-15% diabsorpsi Faktor penghambat absorpsi: Phytat/fiber, oxalat, tannin, phospat/calcium plant Faktor mempercepat absorpsi: Asam askorbat, fruktosa, fumarat, AA ttt

Iron Recommendations Men: 8mg/day, Women: 18mg/day Food Sources: Emphasize iron rich foods
Meats, Fish, Poultry, Legumes, Eggs Fortified/enriched wholegrains

Dark green vegetables, fruit (dried) useful sources

inhibitors & enhancers

Health Consequences - Iron


Deficiency People at risk:
Women: menstrual losses, Pregnancy Infants, young children, teenagers: need

Frequent blood donors


Surgery, trauma

Iron deficiency prior to anemia Depleted iron stores concentration, lethargy, mood swings Iron deficiency anemia - severity Low hemoglobin concentration cell metabolism Fatigue, weakness, headaches, apathy, pallor, poor response cold

Iron Toxicity 1) Hemochromatosis


Iron overload

Occurs: Genetic disorder Repeated blood transfusion Massive dose supplements Results in: hemosiderin in liver/other tissues

Zinc
Distribution

1-2.3 gm body All body tissue

1)

Role in body Metallo-enzymes


~150 enzymes

Protein, nucleic acid synthesis Insulin synthesis Taste perception

2) Absorption & excretion


Absorption: 15-40% Upper small intestine Increased by: Presence amino acids, lactose Low dietary iron Decreased by: High phytate, calcium, iron intake Low dietary protein

Stored with metallothionein Transport: bound to albumin

3) Dietary Recommendations 11mg/day men, 8 mg/day women TUL: 40mg/day 4) Food Sources: Widely available Good sources
Meat, animal products, shellfish

Reduced bioavailability Legumes, cereals

Health consequences
1. Deficiency
Growth retardation Hypogonadism Delayed sexual function Impaired wound healing, immune function Behavioral disturbances

Accompanies PEM Zinc supplementation enhances recovery

Pregnancy Adaptation: absorption, excretion At risk: Disease patients Poverty, developing countries Pregnancy, young, elderly Deficiency due to: intake, need absorption: high iron, calcium losses

2) Toxicity Acute: >25mg/day


Metallic taste, nausea, gastric distress

Chronic toxicity: > RDA LDL + HDL = CVD risk copper absorption, copper deficiency

Iodine

Selenium

Other Trace Minerals


Fluoride Chromium Copper Manganese Molybdenum

Self learning: Use textbook