Anda di halaman 1dari 18

Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)

Kelompok 3 : 1.Rizki Sentosa 2.Tiara Dewi Kurniawan 3.Muhammad Arif Mardani

Politeknik Negeri Padang TA 2011/2012

Latar belakang sejarah:

OHSMS menjadi kunci sebagai strategi pencegahan pada 1984, methyl pertengahan Tragedi tahun : 80an. Dimulai pada Desember kimia orang.

Bhopal

Kebocoran membunuh

tanki

bahan 2500

isocyanate

yang

sekitar

Hasil investigasi mengindikasikan faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut adalah kurangnya

perhatian terhadap: disain dan proses plant Maintenance dan plant testing serta alat pengaman Training dan emergency planning Sistem proteksi terhadap lingkungan penduduk di

sekitar pabrik.

K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak: Masalah program Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue sosial nasional baik secara politis maupun K3 masih belum menjadi prioritas

Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari pendekatan moral Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor produksi dalam perusahaan, belum dirtempatkan sebagai mitra usaha Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil.

Definisi: Occupational health and safety management system (OHSMS)atau disebut juga Sistem Manajemen K3 (SMK3)

adalah bagian dari system manajemen secarakeseluruhan yang meliputi jawab, daya struktur organisasi, prosedur, bagi dan perencanaan, proses dan

tanggung sumber

pelaksanaan, dibutuhkan

yang

pengembangan, pemeliharaan

penerapan,

pencapaian,

pengkajian

kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan

kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif. (Permen 05/MEN/1996).

Sedangkan proses

pengertian yang

dari

Manajemen

adalah

suatu

kegiatan

terdiri

atas

perencanaan, dan tindak

pengorganisasi,

pelaksanaan,

pengukuran

lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya yang ada. Pengertian dari
Sistem Manajemen adalah

kegiatan manajemen yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pada dasarnya SMK3 merupakan implementasi ilmu dan fungsi manajemen maupun dalam melakukan program perencanaan, K3 di tempat

implementasi,

evaluasi

kerja dalam suatu sistem.

Tujuan dan Sasaran SMK3: Menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatankerja di tempatkerja kerja, dengan kondisi dlam melibatkan dan unsur manajemen, kerja yang

tenaga

lingkungan mencegah dan

terintegrasi

rangka

mengurangi

kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif.

Tujuan lainnya yaitu :

1. Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 ) UUD 1945.

2.

Meningkatkan

komitment

pimpinan

perusahaan

dalam melindungi tenaga kerja

3.

Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global

4.

Proteksi terhadap industri dalam negeri

5.

Meningkatkan internasional

daya

saing

dalam

perdagangan

6.

Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional

7.

Pelaksanaan

pencegahan

kecelakaan

masih

bersifat parsial

Dasar Hukum SMK3 dan K3:

Pasal 27 (2) UUD 1945

Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 86 Pasal 87

- UU No.1/1997 - Per.Menaker No.05/Men/1996 - Kep.Menaker No. Kep.19/Men/1996

PP Penerapan SMK3

Sanksi Pelanggaran

Struktur Dasar Hukum SMK3

Struktur Dasar Hukum K3

Pasal 27 ayat 2 UUD Tahun 1945 yang dinyatakan bahwa Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal ini

memberi makna yang luas bahwa disamping warga negara berhak mendapat pekerjaan yang manusiawi juga

mendapatkan perlindungan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar dalam melaksanakan pekerjaan tercipta kondisi kerja yang nyaman, sehat, dan aman serta dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya agar dapat hidup layak sesuai dengan harkat dan

martabat manusia. Ketentuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja tersebut diatur dalam pasal 86 UU No.13 Tahun 2003 :

1.

Setiap

pekerja

buruh

mempunyai

hak

untuk

memperoleh perlindungan atas : a. keselamatan dan kesehatan kerja

b. moral dan kesusilaan

c. perlakuan

yang

sesuai

dengan

harkat

dan

martabat manusia serta nilai-nilai agama

2. Untuk melindungi keselamatan pekerja / buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal

diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.

3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan

perundangan yang berlaku.

Selain tentang K3 ternyata UU juga menjelaskan tentang pelaksanaan SMK3 yang berupa paksaan diatur dalam pasal 87 :

1. setiap perusahaan wajib menerapkan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi

dengan system manajemen perusahaan.

2.

ketentuan

mengenai

penerapan

system

manajemen

keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah

Peraturan kerja (K3)

perundangan UU

keselamatan 1 Tahun

dan 1970

kesehatan tentang

adalah

No.

keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja, baik di darat, didalam tanah,

permukaan air, didalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Undang-undang No.1 Tahun 1970 menetukan bahwa

tempat-tempat yang dimaksud dengan tempat kerja adalah tempat-tempat di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara yang berada di

wilayah kekuasaan hukum Indonesia, dimana :

a. Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan atau peledakan;

b. Dibuat,

diolah,

dipakai,

dipergunakan,

diperdagangkan, diangkut, atau disimpan atau bahan yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit,

beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi;

b. Dikerjakan

pembangunan,

perbaikan,

perawatan,

pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan saluran lainnya atau termasuk di bangunan bawah perairan, tanah dan

terowongan dimana

sebagainya persiapan.

atau

dilakukan

pekerjaan

d.Dilakukan usaha: pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, hasil pengerjaan hutan hutan, pengolahan kayu atau dan

lainnya,

peternakan,

perikanan

lapangan kesehatan; e.Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan :

emas, perak, logam atau bijih logam lainnya, batubatuan, gas, minyak atau minieral lainnya, baik di permukaan perairan; atau di dalam bumi, maupun di dasar

f.Dilakukan manusia,

pengangkutan baik di

barang,

binatang

atau

darat,

melalui

terowongan,

dipermukaan air, dalam air maupun di udara;

g.Dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok stasiun atau gudang;

h.Dilakukan

penyelamatan,

pengambilan

benda

dan

pekerjaan lain di dalam air;

i.Dilakukan

pekerjaan

dalam

ketinggian

diatas

permukaan tanah atau perairan;

j.Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;

k.Dilakukan tertimbun benda,

pekerjaan tanah,

yang

mengandung terkena

bahaya

kejatuhan, atau

pelantingan hanyut atau

terjatuh

terperosok,

terpelanting;

l.Dilakukan lobang;

pekerjaan

dalam

tangki,

sumur

atau

m.Terdapat kotoran,

atau api,

menyebar asap,

suhu,

kelembaban, hembusan

suhu, angin,

uap,

gas,

cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran;

n.Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah;

o.Dilakukan pemancaran, penyinaran atau penerimaan radio, radar, televisi, atau telepon;

p.Dilakukan penyelidikan

pendidikan, atau

pembinaan,

percobaan, yang

riset

(penelitian)

menggunakan alat teknis;

q.Dibangkitkan, dibagi-bagikan

dirobah, atau

dikumpulkan,

disimpan, gas,

disalurkan

listrik,

minyak atau air;

r.Diputar

film,

pertunjukan reaksi lainnya

sandiwara yang

atau memakai

diselenggarakan

peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

Azaz SMK3: Peningkatan K3 secara terus menerus mandiri Bagian dari sistem pengawasan K3 Bersifat wajib Sejalan dengan kaidah internasional Diaudit oleh Badan Audit Independen (eksternal) Dilakukan oleh Auditor dengan pola

Prinsip, Elemen, dan Pedoman SMK3:

Tabel Prinsip, Pedoman, Elemen SMK3 Ruang Lingkup Keselamatan Kerja

Keselamatan

kerja

termasuk

dalam

perlindungan

teknis, yaitu perlindungan terhadap pekerja/buruh agar selamat dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh alat kerja atau bahan yang dikerjakan. Keselamatan kerja kepada dan

tidakhanya pekerja/buruh, pemerintah.

memberikan tetapi juga

perlindungan kepada

pengusaha

a. Bagi pekerja/buruh, adanya jaminan perlindungan keselamatan kerja akan menimbulkan suasana kerja yang tenteram sehingga pekerja/buruh akan dapat memusatkan perhatiannya pada pekerjaannya

semaksimal

mungkin

tanpa

khawatir

sewaktu-waktu

akan tertimpa kecelakaan kerja.

b.

Bagi kerja

pengusaha, di

adanya

pengaturan akan dpat

keselamatan mengurangi

perusahaannya kecelakaan

terjadinya

yang

dapat

mengakibatkan

pengusaha harus memberikan jaminan social.

c. Bagi pemerintah (dan masyarakat), dengan adanya dan ditaatinya peraturan keselamatan kerja, maka apa yang direncanakan masyarakat pemerintah akan tercapai baik untuk dengan

menyejahterakan meningkatnya

produksi

perusahaan

kualitas

maupun kuantitasnya.

Untuk mewujudkan perlindungan keselamatan kerja, maka pemerintah telah melakukan upaya pembinaan norma di bidang ketenagakerjaan. Dalam pengertian pembinaan norma ini sudah mencakup pengertian pembentukan,

penerapan dan pengawasan norma itu sendiri.

Sebab dasar. Penyebab dasar terjadinya kecelakaan adalah unsafe condition dan unsafe action. Pendapat

berbagai ahli K3 yang cukup radikal.

Beberapa contoh unsafe condition.

- Peralatan kerja yang sudah usang ( tidak layak pakai ).

- Tempat kerja yang acak-acakan

- Peralatan kerja yang tidak ergonomis.

- Roda berputar mesin yang tidak dipasang pelindung ( penutup ).

- Tempat kerja yang terdapat Bahan Kimia Berbahaya yang tidak dilengkapi sarana pengamanan (

labeling, rambu) dll.

Beberapa contoh unsafe action :

- Karyawan bekerja tanpa memakai Alat Pelindung Diri Pekerja yang mengabaikan Peraturan K3.

- Merokok di daerah Larangan merokok.

- Bersendau gurau pada saat bekerja. Dan lain-lain.

Pasal

Undang-undang Kerja kerja

No.1

Tahun bahwa

1970

tentang

Keselamatan keselamatan

menentukan yang harus

syarat-syarat oleh

diperhatikan

pengusaha akan diatur lebih lanjut. Namun, peraturan perundangan yang dimaksudkan sampai sekarang belum ada. Peraturan dapat perundangan warisan Hindia Belanda masih

dijadikan

pedoman

syarat-syarat

keselamatan

kerja, yaitu :

A.

Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Untuk mencegah

atau mengurangi kecelakaan ini banyak sekali upaya yang dapat dilakukan oleh pengusaha. Dalam

Veiligheidregelement (Peraturan Keamanan Kerja), antara lain dinyatakan bahwa agar peralatan pabrik tidak atau kurang menimbulkan bahaya, maka :

1) Ban penggerak, rantai, dan tali yang berat harus diberikan alat penadah, jika putus tidak akan

menimbulkan bahaya.

2) Mesin-mesin harus terpelihara dengan baik, mesin yang berputar harus diberikan penutup agar jangan saampai beterbangan jika kurang tahan dalam

putaran yang keras.

3) Ban penggerak, rantai, atau tali yang dilepaskan harus tergantung, maka gantungan itu harus dibuat sedemikian penggerak. rupa agar tidak menyentuh ban

4) Harus tersedia alat kecelakaan (P3K).

pertolongan

pertama

pada

B. yang

Mencegah, dapat

mengurangi

dan

memadamkan menyediakan kesempatan

kebakaran, alat-alat atau jalan

dilakukan

dengan

pemadam

kebakaran, diri

memberikan bagi

menyelamatkan kebakaran, dan

pekerja/buruh alat

jika

terjadi lainnya

memberikan

perlindungan

untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran.

C.

Mencegah

atau

mengurangi sering terjadi

bahaya pada

peledakan. perusahaanyang mudah pada

Peledakan perusahaan meledak. setiap

biasanya yang

mengerjakan

bahan-bahan yang

Perusahaan-perusahaan ruangan kerja haruslah

demikian

disediakan

sekurang-

kurangnya satu pintu yang cepat terbuka untuk keluar. Bahan-bahan yang akan dikerjakan di ruang kerja tidak boleh melebihi jumlah yang seharusnya dikerjakan. Harus pula dipasang alat-alat kerja yang menjamin

pemakaiannya akan aman dari bahaya peledakan.

D.

Memperoleh

penerangan suhu udara

yang yang

cukup baik,

dan

sesuai,

menyelenggarakan

memelihara

ketertiban dan kebersihan, mengamankan dan memelihara bangunan.

E. Mencegah agar jangan sampai terkena aliran listrik yang berbahaya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Bagian alat listrik yang mempunyai tegangan

minimal 250 volt haruslah tertutup.

2) Sambungan-sambungan kabel listrik harus diberikan pengaman.

3) Bangunan-bangunan yang diatasnya terbentang kawat listrik perlu harus diperiksa sewaktu-waktu dan jika agar

diberikan

pembungkus

(isolasi)

terhindar dari tegangan.