Anda di halaman 1dari 4

Kelebihan dan Kekurangan Energi Panas Bumi

Kelebihan 1. Biaya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) lebih rendah

dibandingkan dengan biaya operasi pembangkit listrik yang lain.

2.

Ramah lingkungan, energi yang clean, renewable

3.

Mampu berproduksi secara terus menerus selama 24jam,

sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage),

4.

Tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%.

Kelemahan 1. Tidak bisa diekspor (unexportable resources). 2. Proses pembangunannya membutuhkan waktu yang lama 3. Membutuhkan biaya riset yang cukup besar guna mengetahui potensi yang ada

Kelebihan dan Kekurangan Energi PLTMH

Keunggulan : Beberapa kelebihan dari PLTMH antara lain : 1. Potensi energi air yang melimpah; 2. Teknologi yang handal dan kokoh sehingga mampu beroperasi lebih dari 15 tahun; 3. Teknologi PLTMH merupakan teknologi ramah lingkungan dan terbarukan; 4. Effisiensi tinggi (70-85 persen). Sedangkan kekurangan sebuah PLTMH diantaranya adalah: 1. Lokasi potensi jauh dari beban sehingga cenderung tidak ekonomis 2. Harga sparepart yang cenderung masih mahal

3. Penentuan tariff yang menyulitkan karena pertimbangan social yang dominan

Kelebihan dan Kekurangan Energi PLTAngin


Kelebihan Pembangkit listrik tenaga angin memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ramah Lingkungan. Praktis digunakan pada wilayah pesisir pantai. Tidak memerlukan perawatan khusus. Teknologinya tidak rumit. Desainnya dari bahan yang tidak mudah karatan. Pengoperasiannya mudah. Untuk tenaga angin, selama kincir berputar maka supply listrik tetap terpenuhi walau hari sudah gelap.

Kekurangan PLT-Angin: 1. Penetapan sumber daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas. 2. Ladang angin lepas pantai memiliki masalah tersendiri yang dapat mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang berlayar. Konstruksi tiang pembangkit listrik tenaga angin dapat mengganggu permukaan dasar laut. Hal lain yang terjadi dengan konstruksi di lepas pantai adalah terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya dapat terjadi seperti di Irlandia, dimana terjadinya polusi yang bertanggung jawab atas berkurangnya stok ikan di daerah pemasangan turbin angin. 3. 4. 5. Suku cadang yang sulit didapatkan untuk daerah-daerah terpencil. Karena kincir angin lebih baik jika diletakkan di tempat yang tinggi, maka menjadi rentan tersambar petir. Efek lain akibat penggunaan turbin angin adalah terjadinya derau frekuensi rendah. Putaran dari sudusudu turbin angin dengan frekuensi konstan lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting pohon.

Kelebihan dan Kekurangan Energi PLTS


1. Keuntungan PLTS Keuntungan PLTS Pembangkit Liatrik Tenaga Surya merupakan suatu system energi yang bersih dan menghasilkan listrik dari sinar matahari. Memakai tenaga matahari tersedia melimpah dan gratis. Berikut ini adalah keuntungan menggunakan PLTS : a. Sumber energi yang dipakai tidak pernah habis dan sangat ramah lingkungan, b. Dapat dipakai dimana saja terutama didaerah yang belum terjangkau listrik

PLN, c. Tidak memerlukan perawatan kusus sehingga bebas dari sgala biaya perawatan, d. Hemat karena tidak memerlukan bahan baker, e. Bersifat moduler artinya kapasitas listrik yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan, f. Tanpa suara sehingga tidak mengganggu ketertiban umum, g. Ramah lingkungan, h. Pemasangannya sangat mudah.

2. Kelemahan PLTS Kelemahan PLTS Meskipun pembangkit listrik tenaga surya memiliki beberbagai keuntungan. Namun PLTS memiliki kelemahan. Berikut ini adalah kelemahan dari PLTS : a. Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel surya menangkap sinar matahari tentu akan berkurang. Akibatnya, PLTS tidak bisa digunakan secara optimal. Karena saat mendung kemampuan PLTS menyimpan energi berkurang sekitar 30 persen. b. Rencana pembangunan PLTS dihadang sejumlah masalah. Masalah utama adalah besarnya biaya membangun pembangkit ini. Yaitu mencapai Rp. 11 milyar per MW. Jika PLTS nanti kapasitasnya 30 MW, berarti biaya yang dibutuhkan Rp 330 Milyar. c. Teknologi PLTS dikhawatirkan menjadi sumber pencemar udara baru. Kondisi geografis bandung yang membentuk cekungan membuat sirkulasi udara menjadi lambat. Polutan PLTS nentinya berputar-putar diatas kota bandung.

Kelebihan dan Kekurangan Energi PLTOmbak

Kelebihan dan kekurangan


Pembangkit listrik tenaga ombak ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Sumber energi pembangkit listrik, yaitu gelombang laut, dapat diperoleh secara gratis sehingga biaya operasinya cenderung lebih rendah daripada pembangkit lainnya. Pembangkit ini tidak membutuhkan bahan bakar sehingga tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. Kapasitas energi yang dihasilkan jauh lebih besar daripada pembangkit tenaga angin. Energi yang dihasilkan oleh arus air 12 mph sebanding dengan energi yang dihasilkan oleh angin dengan kecepatan 110 mph. Produksi listrik juga relatif lebih stabil dan dapat diprediksi karena intensitas dan kondisi

ombak di laut dapat diperkirakan sejak jauh-jauh hari. Di samping keunggulannya, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu ketergantungannya pada ombak, sehingga hanya dapat mensuplai energi selama lebih kurang 10 jam setiap harinya ketika ada pergerakan ombak masuk ataupun keluar, dan jika ombaknya kecil maka energi yang dihasilkan juga akan kecil. Namun kekurangannya yang paling utama adalah sangat sulitnya menemukan lokasi yang tepat untuk dibangun pembangkit listrik, karena untuk dibangun instalasi pembangkit listrik tenaga gelombang laut, tempat tersebut harus memiliki ombak yang kuat dan muncul secara konsisten. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga gelombang laut di Indonesia. Pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini akan dihubungkan dengan jaringan bawah laut ke konsumen sehingga perlu biaya yang mahal untuk perawatan dan biaya instalasi. Air laut dapat mempercepat terjadinya korosi pada peralatan, dan kekuatan arus yang besar dan ketidakkontinuan gelombang laut disebabkan terjadinya perputaran atau biasa disebut juga arus putar pun cenderung merusak peralatan. Outputnya mengikuti grafik sinusoidal sesuai dengan respon pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan sangat deras, sedangkan saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari pasang purnama. Teknologi ini tergolong baru dan hanya dikuasai beberapa negara sehingga diperlukan pendanaan yang besar dalam pengembangannya di Indonesia. Hal ini terkait kondisi sumber arus Indonesia yang spesifik dan tidak dapat disamakan dengan negara-negara yang telah berhasil mengembangkan teknologi ini sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam baik dalam hal perancangan alat ataupun penentuan tempat yang efektif untuk dibangunnya teknologi ini dan tentu saja pendanaan untuk para ahli yang bersangkutan.