Anda di halaman 1dari 52

Oleh

Azithromycyn oral dosis tunggal dengan pelepasan yang lama Vs. Azitromisin dengan pelepasan segera selama 3 hari untuk pengobatan faringitis / tonsilitis oleh streptokokus

grup A b-hemolitik pada orang dewasa dan remaja: a


double-blind, double-dummy study

Pembimbing: 1. dr. Dina Permatasari, Sp.THT-KL

Pemberian azitromisin dengan pelepasan segera (AZ-IR)dapat memberikan pengaruh terhadap pengobatan faringitis oleh Streptococus Grup A b-Hemolitikus pada orang dewasa.

Terapi

dosis

tunggal

azitromisin

dengan

pelepasan lama (AZ-ER) dapat mengurangi dan menghilangkan ketidakpatuhan pada

pengobatan yang dapat berakibat terjadinya resistensi antimikroba.

Metode Sebuah studi random, double-blind, double dummy, multicentre trial, dilakukan untuk membandingkan AZER (dosis tunggal 2-g) dengan AZ-IR (3 hari, 500 mg sekali sehari) pada pengobatan faringitis/Tonsilitis oleh

streptococus grup A b-Hemolitikus pada dewasa.

Hasil Hasil akhirny pada test of-Cure (TOC:hari 24-28) yaitu terjadi eradikasi (pemberantasan) bakteri dalam populasi bakteri (n=420). Eradikasi bakteri yang tercapai yaitu 85,4 % (175/205) dan 81,4% (175/215) pada masing masing subjek penelitian kelompok AZ-ER dan AZ-IR.

Kesembuhan klinik pada TOC terjadi pada 99,0% pada kelompok AZ-ER dan 96,7 % pada kelompok AZ-IR.

Pada tindak lanjut jangka panjang(hari 3845), angka kekambuhannya adalah 5,5 % (9/163) dan 7,7 % (12/156) masing pada kelompok AZER dan AZ-IR.

Kedua terapi dapat di toleransi dengan baik, dan Efek sampingny dalam intensitas ringan- sedang. Efek samping yang paling banyak terkait dengan terapi adalah diare, atau mencret, yang terjadi 11 % Pada kedua kelompok. AZ-ER dan AZ-IR mempunyai beban efek samping yaitu 7,6 hari dan 9,2 hari.

Dosis tunggal 2g pada AZ-ER memiliki tingkat efektifitas dan toleransi yg sama baiknya dengan 3 hari pada kelompok AZ-IR(500 mg sekali sehari) untuk pengobatan faringitis / tonsilitis oleh streptococus grup A b hemolitikus pada dewasa.

Pengobatan antibiotik dianjurkan untuk faringitis yg disebabkan oleh streptokokus grup A b-hemolitik dalam mencegah: o demam rematik o mempercepat resolusi gejala o membatasi penularan o dan mencegah komplikasi supuratif

Beberapa

penelitian

telah

mendokumentasikan

efektivitas pemberian azitromisin dengan pelepasan

segera (AZ-IR) ketika diberikan selama 3 hari (500 mg


sekali sehari) untuk dewasa dengan faringitis/tonsilitis yang disebabkan streptococus, terapi ini banyak diterima diberbagai negara.

Pada anak-anak, pemberian azitromisin 3 hari sebesar 60 mg/kg telah terbukti lebih efektif dari 30 mg/kg, dan kegagalan nya adalah lima kali lipat lebih rendah pada pasien yang menerima 60 mg / kg selama 3 hari dibandingkan mereka yang diobati dengan 10hari.

Materials and Methods


Desain Penelitian ada 3 fase: Multicenter random double Blind, double-dummy

Penelitian ini dilakukan sesuai dengan Konferensi Internasional tentang Pedoman Praktis Klinis, Deklarasi Helsinki, dan US Food and Drug Administration , peraturan informed consent dan perlindungan hak-hak pasien.

Subjects o Kriteria inklusi : pasien rawat jalan pria atau wanita usia >=13 tahun dengan eritematosa mukosa faring atau eksudat tebal menutupi faring dan daerah tonsil setidaknya ada salah satu tanda atau gejala faringitis akut / tonsilitis berikut :

sakit / gatal tenggorokan nyeri saat menelan menggigil dan / atau demam adenopati leher demam ruam pada wajah dan kulit lipatan lidah merah dengan papila menonjol

Kriteria ekslusi: 1. Subjek dikeluarkan jika mereka telah menerima pengobatan dengan antibiotik sistemik apapun dalam 7 hari sebelumnya.

2. Dikenal sebagai pembawa GABHS (misalnya riwayat GABHS-positif tetapi tanpa tanda atau gejala klinis dari kelompok A akut b-hemolitik streptokokus faringitis / tonsilitis), 3. memiliki riwayat demam rematik, 4. atau memiliki abses peritonsillar.

Treatment pemberian pengobatan dengan AZ-ER atau AR-IR adalah double bland. AZ-ER dan plasebo diberikan 2g bubuk untuk oral, yang akan diambil sebagai dosis tunggal dan langsung diamati pada hari 1.

AZ-IR (500-mg tablet) dan plasebo diberikan sekali sehari selama 3 hari. Dosis pertama diberikan sebagai terapi yang diawasi langsung pada hari 1. Pasien diacak dalam ratio 1:1 terhadap pengobatan dg menggunakan kode pengacakan.

Penilaian Hasil akhir dari efektifitas penelitian ini adalah respon dari bakteri terhadap terapi AZ-ER dan AZ-IR yg dilalukan dengan test of Cure pada populasi.

Kriteria respon bakteri yg digunakan adalah: 1. Tingkat eradikasi bakteri. 2. Tidak terdapatnya GABHS dari spesimen yg diambil dari faring. 3. Tidak adanya tambahan antibiotik yg diberikan.

Penilaian kedua dilihat dari hasil klinis nya yang di analisis dari BPP, TOC, LTFU (38-45).

kepatuhan berobat Subyek ditanyai selama sampai akhir-terapi, melalu telfon, mendatangi kantor nya.

Keamanan Dilakukan pengawasan terhadap efek samping yg muncul, mulai dari ringan sampai berat.

Hasil
Demografi Penelitian ini dilakukan antara bulan april 2003 dan 2004.

Dari 598 subjek dilakukan randomisasi, 345 terdaftar di USA( dari 7 pusat penelitian klinik dan 3 praktisi umum, 71 di perancis (dari 6 GP), 59 di UK (dari 8 GP), 41 di jerman (dari 8 GP), 35 di india (dari 4 RS), 22 di italia (dari 6 GP), dan selebihnya dari belgia, finlandia, belanda, norwegia (dari 2 Rs, dan 8 GP)..

594 subjek (99%) di terapi AZ-ER dan AZ-IR selama 3 hari. Dan dari 594 subjek, 543 (91%) menyelasakan penelitian

Karakteristik demografi tedapat pada tabel 1. Sekitar 38% dari subyek adalah laki-laki dan 62% adalah perempuan. Rata-rata usia subjek adalah 30,3 tahun (range: 13-67 tahun) pada AZ-ER dan 30,0 tahun (range: 13-73 tahun) pada kelompok AZ-IR).

Efikasi Bakteriologi 205 dari 296 (69,3 %) kelompok AZ-ER dan 215 dari 298 (72,1%) pada kelompok AZ-IR di golongkan ke dalam populasi pada test of cure. Eradikasi bakteri pada TOC sebesar 85,4 % ( 175/205) pada kelompok AZ-ER dan 81,4% (175/215) pada kelompok AZ-IR.

Eradikasi rata rata 76,6% di eropa, dan 86,7% di USA, eradikasi GABHS pada semua 11 kasus di india. Kejadian resisten GABHS di eropa dan USA adalah 18,0 % dan 4,1 %. Angka resistensi GABHS bervariasi di eropa terlihat pada tabel 2, dan yang tertinggi di italia (58,8 %), Finlandia (50%) dan perancis ( 26,5 %).

Effikasi Klinik Tingkat kesembuhan klinis di TOC untuk subjek BPP adalah 99,0% (203/205) dan 96,7% (208/215) ketika diobati dengan AZ-ER dan AZ-IR, masing-masing (95% CI) 1,7-8,3; Gambar. 2b).

tingkat kesembuhan klinis pada LTFU adalah 92,1% (176/191) dan 95,2% (178/187) untuk subjek di AZ-ER dan kelompok perlakuan AZIR, masing-masing

Kepatuhan Seratus persen dari subyek dalam kelompok AZ-ER dan 98% pada kelompok AZ-IR mematuhi pengobatan aktif.

Penisilin V telah dipertimbangkan sebagai obat pilihan pada pengobatan faringitis yang disebabkan streptococus grup A b-hemolitikus karena terbukti mempunyai kemampuan dalam mencegah demam rematik akut.

Namun ada perhatian tentang adanya peningkatan angka kegagalan terapi yang diketahui sekitar 35% pada pasien yg diterapi penisilin V

Kemudian, analisis terbaru mengatakan bahwa jika dibandingkan antara penisilin dengan cefalosporin, angka kegagalan terapi nya adalah dua kali lebih tinggi pada penisilin

Berbeda dengan panduan American Academy of Family Physicians untuk pengobatan ISPA pada dewasa dan anak yang mengatakan bahwa terapi lini pertama pengobatan faringitis adalah penisilin V atau benzhatin penisilin G dan macrolide cefalosporin atau clindamisin adalah sebagai alternatif.

Dalam

keadaan

tertentu,

macolide

direkomendasikan sebagai alternatif jika alergi terhadap penisilin.

Namun, dalam panduan beberapa negara lain, mungkin hal ini akan berbeda sesuai dengan prevalensi resisten.

Sebuah meta-analisis pediatric mengatakan bahwa azitromisin dengan dosis lebih tinggi (60 mg/kg vs. 30 mg kg/bb) dan waktu pemberian nya lebih pendek (3 hari vs 4 hari) adalah lebih baik dalam mengobati faringitis.

Kesimpulannya, dosis tunggal 2 g oral AZ-ER sama efektif dengan 3-hari AZ-IR (500 mg sekali sehari selama 3 hari) bila digunakan untuk pengobatan remaja dan orang dewasa dengan faringitis kelompok A akut b -hemolitik streptokokus .

Selain itu, formulasi AZ-ER diperbolehkan untuk 'front-loading' dari seluruh dosis tanpa meningkatkan laju AE. Memang, kelompok AZ-ER menunjukkan penurunan beban AE, terutama diare terkait pengobatan.

Selain itu, terapi dosis tunggal memaksimalkan kepatuhan pasien, berpotensi mengurangi perkembangan resistensi antimikroba di masyarakat.

Judul

Abstrak

Judul tidak memenuhi syarat karena jumlahnya lebih dari 20 kata. Tidak dicantumkan penulisan objective, methode, Result, Conclusion. -Kurang dari 250 kata sudah menggambarkan isi jurnal. -Sudah mencantumkan kata kunci

Population : 598 subjects Intervention : Azitromisin Comparison : Single-dose extended-release oral azithromycin vs. 3-day azithromycin Outcome : A single 2-g dose of AZ-ER is as effective and well tolerated as 3 days of AZ-IR (500 mg once daily) for treating group A b-haemolytic streptococcal pharyngitis/ tonsillitis in adults and adolescents.

METODE PENELITIAN DAN SAMPLING


Metode Penelitian Jenis Penelitian yang dilakukan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian double-blind, double-dummy.

Sampling 598 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan randomisasi.

Kelebihan : memberikan informasi tentang dosis azitromisin yang paling efektif terhadap faringitis/Tonsilitis

Kekurangan: Tidak dicantumkan penulisan objective, methode, Result, Conclusion