Anda di halaman 1dari 10

KOMUNIKASI ORGANISASI

IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI

Aulia erzha putri 115120200111026 Rizkia Nur jannah 115120207111073 Vidya nindy az zahra 115120207111083

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya 2013

I.

Pengertian Iklim komunikasi Organisasi

Istilah iklim merupakan kiasan (metafora). Seperti yang dinyatakan sackmann (1988), Suatu kiasan dapat memberi gambaran yang gamblang pada tingkat tertentu pada tindakan tanpa menetapkan perilaku sebenarnya (hlm. 465) Frase iklim komunikasi organisasi menggambarkan suatu kiasan bagi iklim fisik. Sama seperti cuaca membentuk iklim fisik untuk suatu kawasan, cara orang bereaksi terhadap aspek organisasi menciptakan suatu iklim organisasi. Iklim komunikasi, di pihak lain, merupakan gabungan dari persepsi-persepsi- suatu evaluasi-makro- mengenai peristiwa komunikasi. Iklim komunikasi organisasi telah melahirkan beberapa definisi, di antaranya: Menurut Tagiuri, Iklim Komunikasi Organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan. (Soemirat,Ardianto, Suminar, 1999: p. 69). Payne dan Pugh mendefinisikan organisasi sebagai suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. (Soemirat, Ardianto, Suminar,1999: p. 69). Hillreiger dan Slocum mengatakan Iklim Komunikasi Organisasi adalah suatu set atribut organisasi, yang menyebabkan bagaimana berjalannya subsistem organisasi terhadap anggota dan lingkungannya. (Soemirat, Ardianto, Suminar,1999: p. 69). Redding mengatakan iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko; mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka dan menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi; mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi; secara aktif memberi penyuluhan kepada pra anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi; dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan. (Pace dan Faules, 2002: p.148) Pace and Faules mengatakan iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. (Pace dan Faules, 2002:p. 149). Dennis mendefinisikan iklim komunikasi organisasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dengan kejadian yang terjadi di
1

dalam organisasi. (Soe Untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko; mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka dan menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi; mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi; secara aktif memberi penyuluhan kepada pra anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi; dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan. Iklim komunikasi di dalam sebuah organisasi itu penting karena secara tidak langsung iklim komunikasi organisasi dapat mempengaruhi cara hidup orang-orang di dalam sebuah organisasi: kepada siapa orang-orang berbicara, siapa saja yang disukai, bagaimana perasaan masing-masing orang, bagaimana kegiatan kerja berlangsung dan bagaimana perkembangan orang-orang di dalam organisasi (Pace dan Faules, 2002: p. 148). Menurut Redding, yang dikutip oleh Pace dan Faules menyatakan bahwa iklim komunikasi organisasi jauh lebih penting daripada keterampilan atau teknik-teknik komunikasi semata-mata dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif. (Pace dan Faules, 2002:p.149)

Dari sini dapat dilihat bahwa iklim komunikasi di dalam sebuah organisasi itu perlu untuk diperhatikan agar dapat menciptakan sebuah organisasi yang efektif. Di dalam buku komunikasi organisasi yang ditulis oleh Pace dan Faules menegaskan hal ini dengan mengemukakan bahwa iklim komunikasi tertentu memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan-keputusan yang diambil oleh anggota organisasi untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif, untuk mengikatkan diri mereka dengan organisasi, untuk bersikap jujur dalam bekerja, untuk meraih kesempatan dalam organisasi secara bersemangat, untuk mendukung para rekan dan anggota organisasi lainnya, untuk melaksanakan tugas secara kreatif, dan untuk menawarkan gagasan-gagasan inovatif bagi penyempurnaan organisasi dan operasinya, semua ini dipengaruhi oleh iklim komunikasi. Iklim yang negatif dapat benar-benar merusak yang dibuat anggota organisasi mengenai bagaimana mereka akan bekerja dan berpartisipasi untuk organisasi. (Pace dan Faules, 2002: p. 155) Iklim komunikasi yang penuh rasa persaudaraan mendorong para anggota organisasi untuk berkomunikasi sercara terbuka, rileks, ramah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan. (Arni, 2004: p.84)

Jadi, iklim komunikasi memainkan peranan sentral dalam mendorong anggota organisasi untuk mencurahkan usaha kepada pekerjaan mereka dalam organisasi. (Pace dan Faules, 2002: p. 155) Dari sini dapat dikatakan bahwa iklim komunikasi organisasi memiliki pengaruh yang cukup penting bagi motivasi kerja dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi dan iklim komunikasi yang kuat seringkali menghasilkan praktik-praktik pengelolaan dan pedoman organisasi yang lebih mendukung (Pace dan Faules, 2002: p. 156). Hal ini didukung pula Soemirat, Ardianto dan Suminar bahwa iklim komunikasi organisasi yang positif tidak hanya menguntungkan organisasi namun juga penting bagi kehidupan manusia-manusia di dalam organisasi tersebut. (Ardianto dan Suminar, 1999:p. 68) Dari uraian di atas mengenai iklim komunikasi organisasi, kita dapat melihat pentingnya peran iklim komunikasi organisasi bagi kehidupan sebuah organisasi. Oleh karena itu iklim komunikasi organisasi merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan, tetapi harus diperhatikan oleh organisasi. (mirat, Ardianto, Suminar,1999:p.69)

II.

Pentingnya iklim komunikasi dalam organisasi

Blumenstock (1970) menerangkan bahwa iklim fisik mempengaruhi cara hidup kita. Redding (1972) menyatakan bahwa iklim (komunikasi) organisasi jauh lebih penting daripada keterampilan atau teknik teknik komunikasi semata mata dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif. (hlm 111) Iklim organisasi penting karena mengaitkan konteks organisasi dengan konsep konsep. Perasaan perasaan dan harapan harapan anggota organisasi dan membantu menjelaskan perilaku anggota organisasi (poole 1985.hlm. 79). Dengan mengetahui sesuatu tentang iklim suatu organisasi, kita dapat memahami lebih baik apa yang mendorong anggota organisasi untuk bersikap dengan cara cara tertentu.Poole (1985) menjelaskan bahwa secara keseluruhan, tampaknya iklim lebih merupakan sifat budaya dari pada merupakan suatu pengganti budaya. Sebagai suatu sistem kepercayaan yang digeneralisasikan iklim berperan dalam keutuhan suatu budaya dan membimbing perkembangan budaya tersebut (hlm.84). Iklim secara umum dan iklim komunikasi khususnya, berlaku sebagai faktor-faktor penengah antara unsur sistem kerja dengan ukuran-ukuran yang berbeda keefektifan organisasi seperti produktivitas, kualitas, kepuasan, dan vitalitas.
3

IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI Iklim komunikasi merupakan suatu citra makro, abstrak dan gabungan dari suatu fenomena global yang disebut komunikasi organisasi. Kita mengasumsikan bahwa iklim yang berkembang dari interaksi antara sifat-sifat suatu organisasi dan persepsi individu atas sifat-sifat itu. Iklim dpandang sebagai suatu kualitas pengalaman subjektif yang berasal dari persepsi atas karakterkarakter yang relatif langgeng pada organisasi ( falcione et al; 1987, hlm.198,203).

III.

Proses Perkembangan iklim komunikasi

Iklim komunikasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini menghasilkan pedoman bagi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan individu, dan mempengaruhi pesan-pesan mengenai organisasi. Unsur-unsur dalam organisasi yang membentuk suatu organisasi dapat diringkaskan menjadi lima kategori besar, yaitu: Anggota organisasi Di pusat organisasi terdapat orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi. Pekerjaan dalam Organisasi Pekerjaan yang dilakukan anggota organisasi terdiri dari tugas-tugas formal dan informal. Praktik-praktik pengelolaan Tujuan primer pegawai manajerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Struktur organisasi Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Pedoman organisasi Serangkaian pernyatan yang mempengaruhi, mengendalikan, dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi terdiri atas pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.

Menurut Pace dan Faules, pemahaman mengenai kecukupan informasi memberikan petunjuk kepada para anggota organisasi mengenai aspek-aspek organisasi yang merupakan salah satu bagian dari iklim komunikasi organisasi.Persepsi atas kondisi-kondisi kerja,
4

penyeliaan, upah, kenaikan pangkat, hubungan dengan rekan-rekan, hukum-hukum dan peraturan organisasi, praktik-praktik pengambilan keputusan, sumber daya yang tersedia dan cara-cara memotivasi kerja anggota organisasi semuanya membentuk suatu badan informasi yang membangun iklim komunikasi organisasi.

IV.

Analisis iklim komunikasi

Proses pengukuran iklim komunikasi oraganisasi meliputi penelitian atas persepsi anggota organisasi mengenai pengaruh komunikasi. Sebagai konsep yang berkaitan dengan persepsi, iklim komunikasi organisasi di ukur dengan meneliti reaksi-reaksi perseptual anggota organisasi atas sifat-sifat makro organisasi. Meskipun satuan-satuan analisis adalah persepsi individu, persepsi keseluruhan memberi suatu deskripsi yang bermanfaat mengenai iklim komunikasi organisasi bila diukur adalah sifat-sifat makro organisasi. Iklim suatu organisasi di ungkapkan melalui isi pesan dan bentuk-bentuk simbolik yang dipergunakan dalam interaksi. Siakp-sikap kolektif di ungkapkan dalam pembedaharaan kata, kiasan-kiasan, kisah-kisah dan laporan-laporan. Setiap orang yang pernah bekerja di perusahaan yang sedang dalam keadaan kritis, pasti mengerti bahasa pesimisme, keputusasaan dan perjuangan. Hubungan sehari-hari memilki gambaran tentang bagaimana iklim diciptakan dan dipelihara. Schrank (1978) menggambarkan percakapan informal sebagai penghilang kebosanan dan berpendaapt bahwa: walaupun pekerjaan itu sendiri sangat penting bagi komunitas lingkungan kerja, hal yang paling di abaikan oleh orang-orang yag mengamati masalah-masalah komunitas lingkungan kerja adalah sifat dasar hubungan antarmanusia. Kebiasaan-kebiasaan seperti mengucapkan salam, istirahat untuk minum kopi, makan siang, istirahat ntuk merokok, bercanda dan bercakap-cakap tentang banyak hal merupakan cara-cara penting sebuah komunitas memelihara dirinya. Ikim mempunyai implikasi yang menjangkau panjang, penelitian iklim meliputi lebih daripada sekadar menentukan apakah Perusahaan X merupakan tempat bekerja yang menyenangkan. Mayer (1981) melaporkan sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana bentuk-bentuk simbolik (cerita-cerita dan kiasan-kiasan) mepmertahankan ideologi, mengganti petunjuk organisasi, dan membantu membimbing reaksi-reaksi anggota pada saat kritis. Bila anggota organisasi berinteraksi dan menggunakan bentuk-bentuk simbolik, bentukbentuk tersebut memberikan rasionalisasi atas tindakan organisasi. Mereka juga menunjukkan apa yang diharapkan dari iklim organisasi.

V.

Strategi menciptakan iklim komunikasi pertumbuhan/perkembangan organisasi.

yang

kondusif

bagi

Adapun dimensi-dimensi iklim komunikasi organisasi menurut Pace dan Faules dalam bukunya Komunikasi Organisasi, Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. (2002: p. 159-160): 1. Kepercayaan Personel di semua tingkat harus berusaha keras untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang di dalamnya terdapat kepercayaan, keyakinan dan kredibilitas yang didukung oleh pernyataan dan tindakan. Para pemimpin hendaklah berusaha membentuk kepercayaan di antara pengirim dan penerima pesan. Kepercayaan ini akan mengarahkan kepada komunikasi yang terbuka yang akan mempermudah adanya persetujuan yang diperlukan antara bawahan dan atasan. (Arni, 2004:p.112)Haney(1973) menemukan bahwa makin tinggi kepercayaan cenderung motivasi kerja makin tinggi. (Arni, 2004:p.174) 2. Pembuatan keputusan bersama Para karyawan di semua tingkatan dalam organisasi harus diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai semua masalah dalam semua wilayah kebijakan organisasi, yang relevan dengan kedudukan mereka. Para pegawai di semua tingkat harus diberi kesempatan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan manajemen di atas mereka agar berperan serta dalam proses pembuatan keputusan dan penentuan tujuan. Tetapi umumnya pimpinan mau memberikan informasi ke bawah bila merasa bahwa pesan itu penting bagi penyelesaian tugas. Tetapi apabila suatu pesan tidak relevan dengan tugas, pesan itu tetap dipegangnya. (Arni,2004:p.111) 3. Kejujuran Suasana umum yang diliputi kejujuran dan keterusterangan harus mewarnai hubungan-hubungan dalam organisasi, dan para pegawai mampu mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka tanpa mengindahkan apakah mereka berbicara kepada teman sejawat,bawahan, atau atasan. 4. Keterbukaan terhadap komunikasi ke bawah Komunikasi ke bawah menunjukan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau para pemimpin kepada bawahannya. Menurut Lewis(1987) komunikasi ke bawah adalah untuk menyampaikan tujuan, untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan dan kecurigaan yang timbul karena salah informasi, mencegah kesalahpahaman karena kurang informasi dan mempersiapkan anggota organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.(Arni,2004:p.108)
6

Kecuali untuk keperluan informasi rahasia, anggota organisasi harus relatif mudah memperoleh informasi yang berhubungan langsung dengan tugas mereka saat itu, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan pekerjaan mereka dengan orang-orang atau bagian-bagian lainnya, dan yang berhubungan luas dengan perusahaan, organisasinya, para pemimpin dan rencana-rencana. 5. Mendengarkan dalam komunikasi ke atas Yang dimaksud dengan komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada atasan atau dari tingkat yang lebih rendah kepeda tingkat yang lebih tinggi. Tujuan dari komunikasi ini adalah untuk memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan pertanyaan. Komunikasi ini mempunyai efek pada penyempurnaan moral dan sikap karyawan(Arni,2004:p.117)

VI.

Kepuasan komunikasi organisasi


Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan totak komunikasinya (redding, 1972, hlm 429). Meskipun kepuasan komunikasi terlihat tumpang tindih dengan iklim komunikasi kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi. Analisis paling komperhensif mengenai kepuasan komunikasi organisasi dilakukan oleh downs dan hansen (1977) sebagai sebagai bagian dari usaha mereka untuk mengembangkan suatu instrumen untuk mengukur kepuasan komunikasi. Delapan dimensi kepuasankomunikasi yang stabil: 1. Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para pegawai untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi 2. Sejauh mana para penyelia terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan persoalan yang berkaitan dengan perkerjaan. 3. Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu. 4. Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat dan jelas dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup. 5. Sejauh mana terjasinya desas-desus dan komunikasi horisontal yang cermat dan mengalir bebas. 6. Sejauh mana informasi tentang informasi sebagai suatu keseluruhan memadai.
7

7. Sejauh mana bawahan responsif terhadap komunikasi ke bawah dan memperkirakan kebutuhan penyelia. 8. Sejauh mana pegawai merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai dan bagaimana kinerja mereka dihargai. Secara keseluruhan kepuasan berhubungan dengan perbedaan antara apa yang orang inginkan dari sudut pandang komunikasi dalam organisasi dan apa yang orang miliki dalam kaitan tersebut. Jadi, kepuasan dalam komunikasi berarti anda merasa nyaman dengan pesanpesan, media dan hubunganhubungan dalam komunikasi. Kenyamanan memiliki kecenderungan, dalam hal ini kadang-kadang menyebabkan idividu menyukai caracara pelaksanaan terbaru, yang sering datang menghasilkan peningkatan kinerja tugas.

Study Kasus
Dalam sebuah organisasi media massa jurnalistik yang notabene anggotanya dituntut untuk selalu peka terhadap lingkungan sosial, salah satu pemimpin redaksinya mempunyai watak yang keras kepala. Dalam menjalankan tugasnya dia selalu mendikti karyawannya semaunya sendiri tanpa pernah memperdulikan keadaan karyawannya tersebut sehingga menimbulkan suasana yang canggung dari personalia tiap anggota. Suatu ketika seorang staff dari karyawan tersebut memohon izin kepada pemimpinnya karena kondisi tubuhnya yang sakit tidak memungkinkan untuk kerja mencari berita di lapangan, tetapi pemimpin tersebut tetap tidak mau tau sehingga muncullah iklim negatif dari organisasi tersebut yang menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan. Keberadaan iklim komunikasi dalam sebuah organisasi sangatlah penting, karena iklim komunikasi mempengaruhi cara hidup anggotanya, kepada siap kita bicara, siapa yang kita sukai, bagaimana perasaan kita, bagaimana kegiatan kerja kita, bagaimana perkembangan kita, apa yang ingin kita capai, dan bagaimana kita menyesuaikan diri dengan organisasi. Media massa jurnalistik sebagai salah satu lembaga organisasi pun harus memiliki iklim komunikasi. Dengan iklim komunikasi yang baik, karyawan media massa dapat melaksanakan tugasnya secara lebih kreatif dan terbuka. Perubahan iklim komunikasi mungkin nantinya akan mempengaruhi kinerja dan produktivitas pegawai. Kasus diatas sebaiknya dilakukan dengan pendekatan hubungan kemanusiaan secara sederhana yang menempatkan karyawan sebagai manusia, bukan bertindak sebagai mesin yang dipergunakan dalam berproduksi, serta memahami kebutuhan-kebutuhan tiap karyawannya agar merasa lebih diperhatikan dengan cara didengarkan keluhannya. Kesemuanya ini dapat meningkatkan semangat kerja karyawan secara pasti dalam bekerja sama untuk mencapai hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Muhammad, Arni.1995.komunikasi organisasi. Jakarta: bumi aksara Morrisan,M.A. 2009. teori komunikasi organisasi. Jakarta ghalia indonesia Paules, R.wayne pace. 1998. komunikasi organisasi. Bandung: rosdakarya. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/iklim-komunikasi-dalam-organisasi.htmljurnalvivi.blogspot.com