Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PRAKTIKUM GEOLOGI TEKNIK

GERAKAN TANAH

Disusun oleh : Hanif Indra Wicaksana 21100111120006

LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG OKTOBER 2013

KARAKTERISTIK ENDAPAN MARINE LEMPUNG PENGARUHNYA TERHADAP TANAH MENGEMBANG DAN GERAKAN TANAH DI DAERAH GUNUNGPATI, KODYA SEMARANG, JAWA TENGAH

Endapan lempung marine banyak tersebar di Indonesia, salah satunya adalah di Kota madya Semarang, Jawa Tengah. Sebagai dasar berdirinya bangunan, keberadaan lempung ini sangat bermasalah, hal ini karena sifat ekspansif atau swelling dari endapan lempung ini. Pada daerah yang relatif miring, lempung ekspansif ini akan memicu terjadinya gerakan tanah, dan endapan empung ini akan bertindak sebagai bidang gelincirnya. Dalam penilitian ini akn mengambil lokasi di Bukit Manyaran, Kecamatan Gunungpati, Semrang.

Karakteristik Lempung Daerah Penelitian Pada daerah penelitian diketahui lempungnya mempunyai tingkat pengembangan yang relatif tinggi. Dan berikut hasil penelitian mengenai lempung daerah penelitian.

Gerakan Tanah di Daerah Penelitian Jenis gerakan tanah yang terjadi di daerah penelitian adalah berupa nendatan dan longsoran bahan rombakan. Berdasarkan peta zona kerentanan gerakan tanah (Sugalang, 1993), daerah tersebut termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Daerah yang mengalami gerakan tanah sekitar 1 Ha, dan dimensinya panjang 15m 75 m, lebar 10m 60m, dan tinggi 1-3m berarah N 15oE hingga N 70oE. dan akibat gerakan tanah ini, 16 rumah hancur dan beberapa rumah rusak. Pengaruh Lempung Menegmbang Terhadap Gerakan Tanah Sifat lempung yang mengembang akan sangat berperngaruh terhadap gerakan tanah, terutama pada daerah terbuka dan bermiring terjal. Adanya peningkatan kandungan air, terutama pada zona retakan akan menyebabkan terjadinya pembuburan tanah, dan hal ini akan memperkecil nilai sudut geser dalam dan kohesi tanah karena adanya pengaruh gravitasi. Faktor Penyebab Gerakan Tanah Secara umum, faktor penyebabnya adalah: a. Tanah lempung yang bersifat mengembang saat basah, dan mengerut saat kering. b. Adanya pengupasan dan pembersihan lahan permukaan, sehingga lempung tersingkap di permukaan. c. Curah hujan yang tinggi. d. Kemiringan lereng yang cukup terjal akibat erosi sungai.

Merkanisme Longsoran di Daerah Penelitian Akibat adanya pengupasan lahan untuk pembangunan perumahan, menyebabkan lempung tersingkap di permukaan dan pada musim kemarau mengerut dan menjadi pecah pecah. Saat terjadi hujan, air meresap pada retakan retakan dan menyebabkan kandungan air di lempung menjadi meningkat, dan lempung akan mengembang, dan ini akan menjadi bidang lemah. Adannya curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama, maka air akan meresap ke dalam tanah melalui retakan dan rekahan, sehingga tanah menjadi jenuh air dan bobot masa tanah dan tekanan air pori bertambah besar. Bertambahnya bobot masa tanah akan memperbesar tegangan geser, sedangkan tekanan air akan mengekibatkan kuat geser tanah menururn.

Mengurangi Dampak Pengembangan Tanah Lempung Untuk memperkecil efek pengembangan tanah lempung, perlu dilakukan perbaikan dengan cara : Memperbaiki pola drainase, Menutup permukaan dengan lapisan beton/aspal Membuat saluran pengering Pembuatan tembok penahansepanjang tebing sungai/tebing terjal Mengatur saluran pembuangan dengan saluran kedap Penataan lereng