Anda di halaman 1dari 26

Makalah Tumbuh Kembang

Basirah Anati Basaruddin 10- 2009- 317 D5


FK Universitas Kristen Krida Wacana
Email: basirah_anati@yahoo.com Alamat korespondensi: Fakultas Kedokteran Ukrida, Jl.Arjuna Utara No.6, Jakarta 11510.

DAFTAR ISI 1. KASUS.....2 2. PENDAHULUAN.......................2 3. PERTUMBUHAN ANAK ..3 4. PERKEMBANGAN ANAK....8 5. DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST11 6. IMUNISASI BAYI DAN BALITA14 7. GIZI.. ..18 8. KEBUTUHAN GIZI BAYI DAN BALITA...19 9. STATUS GIZI.20 10. KESIMPULAN...24 11. DAFTAR PUSTAKA .....25

KASUS: Boim, seorang anak laki- laki, berumur 19 bulan dengan BB 7000g dan PB 72cm. Boim lahir dgn BBL 2000g dan PB 49cm. Imunisasi Boim terakhir pada umur 7 bulan berupa DPT II dan Polio III. Pada umur 8 bulan, Boim sakit campak, bb 7200g. Boim mendapat ASI sampai berumur 9 bulan kemudian dilanjutkan dengan susu formula karena ibunya harus bekerja sebagai tukang cuci. Pada umur 1 tahun bb Boim 6200g, 4 bulan kemudia 6000g. Boim adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara. Kakak ke-2 Boim meninggal pada usia 2,5 tahun karena sakit panas, kejang dan batuk. Pemeriksaan perkembangan Boim di bidang: Personal sosial sesuai anak 13 bulan, bahasa sesuai anak 9 bulan, motor kasar sesuai anak 16 bulan, motor halus adaptif sesuai 12 bulan.

PENDAHULUAN: Istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa.Pertumbuhan berarti bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler. Perkembangan digunakan untuk menunjukkan bertambahnya keterampilan dan fungsi kompleks. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada umumnya amat bergantung dari genetic dan pengasuhan ibunya masing-masing. Pengasuhan anak yang optimal akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan berkembangannya. Proses tumbuh kembang

seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik/ keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk menentukan status kesehatan anak- anak. Kartu Menuju Sehat yang ada juga amat membantu kita memantau kesehatan dan pertumbuhan anak.

PERTUMBUHAN ANAK

Pertumbuhan adalah berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan system neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi.

- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak:1 i. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Ras/etnik atau bangsa: Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya. Genetik: Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil. Kelainan kromosom. Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down. ii. Faktor luar (eksternal). Faktor Prenatal: gizi ibu hamil, beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis. Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi. Infeksi, kelainan imunologi, psikologi ibu Faktor Persalinan: Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
3

Faktor Pascasalin: Gizi, lingkungan fisis dan kimia. Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu, factor psikologis (Hubungan anak dengan orang sekitarnya), sosio-ekonomi (Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan), lingkungan pengasuhan (interaksi ibuanak sangat mempengaruhi), stimulasi (penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak), obat-obatan (pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan)

- Kebutuhan anak:2 i. ASUH: kebutuhan fisik- biomedical. Nutrisi: membina tubuh seperti protein hewani, protein nabati. Sumber energy seperti karbohidrat, lemak. Proteksi tubuh seperti vitamin dan mineral. Penjagaan kesehatan primer: imunisasi, deteksi dan perawatan dini. Lingkungan perumahan yang baik: 6.5m2 per kapita. Pakaian Kebersihan peribadi dan sanitasi lingkungan Kebugaran fisik: olahraga dan rekreasi. ii. ASIH: kebutuhan emosi Kontak fisik dengan ibu (0-4 tahun) Kebutuhan perhatian dan kasih sayang Kebutuhan pengalaman baru
4

Kebutuhan untuk dipuji/ ganjaran/ penghormatan Kebutuhan kemandirian. iii. ASAH: Kebutuhan stimulasi mental Asas proses pembelajaran: bermula sedini mungkin (4-5 tahun yang pertama), perkembangan mental- psikososial (personality yang stabil, moral dan etika, kreativitas, produktivitas, persaingan yang sehat). Informal (di rumah), formal (sekolah), tidak formal (edukasi dari pihak ketiga), dalam masyarakat (pramuka, pengajian, sekolah minggu, dsb). mencapai rasa tanggungjawab yang membawa kepada

- Pemantauan pertumbuhan: 3 Biasanya divisualisasi melalui kurva weight for age.

Gambar 1: Kurva berat badan anak menurut umur


5

Kurva berat badan untuk usia lebih sensitive untuk menunjukkan pertumbuhan fisik, status kesehatan, kehadiran krisis/ autikrisis serta unik, dinamik, global, total dan kontinu menjadikannya sesuai untuk tujuan prospektif. Kurva panjang badan untuk usia diguna untuk mendapatkan pertumubuhan linear, tapi kurang sensitive untuk dipantau. Biasanya diguna secara retrospektif. Tabel 1: Tinggi badan anak laki- laki menurut umur

Gambar 2: Kurva pertumbuhan bagi organ tubuh menurut umur

- Stimulasi mental Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera. Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak. Memberikan perhatian dan kasih sayang merupakan stimulasi yang penting pada awal perkembangan anak, misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dll. Buku bacaan anak akan menambah kemampuan berbahasa, berkomunikasi, serta menambah wawasan terhadap lingkungannya. Bermain dan olah raga

(melempar/menangkap bola, melompat, naik sepeda dll) baik untuk perkembangan motorik dan pertumbuhan otot-otot tubuh

PERKEMBANGAN ANAK

Perkembangan kanak-kanak merujuk kepada perubahan kualitatif biologi dan psikologi yang berlaku kepada manusia antara kelahiran dan akhir masa remaja (zaman kanak-kanak). Perubahan ini tidak boleh diukur secara kuantitatif tetapi jelas berlaku jika dibandingkan dengan peringkat yang lebih awal. Contohnya, cara pertuturan dan kematangan. Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Biasanya perkembangan anak diikuti pertumbuhan sehingga lebih optimal dan tergantung pada potensi biologik seseorang. Perkembangan anak dibagikan kepada 4 sektor, yaitu:4 1) Personal- sosial, 2) Bahasa, 3) Motor halus adaptif, 4) Motor kasar. 1) Personal- sosial : Aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya, interaksi sosial, mandiri, berdisiplin dan mempunyai rasa tanggungjawab. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa, makan dengan sendiri, imitasi kerja- kerja rumah, menyikat gigi, mengingat nama teman dan bermain bersama teman-teman sebayanya. 2) Bahasa: Merupakan kemampuan pengucapan dan pemahaman bahasa. Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam aspek pendengaran, cara berfikir tentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat. Misalnya respon kepada

bunyi lonceng, ketawa, menyebut satu/ dua patah kata, menyebut warna, bagian tubuh dan mengira balok. 3) Motor halus adaptif: Mencakupi indera penglihatan (koordinasi mata kanan dan kiri, koordinasi visi dengan pergerakan halus), kotrol pada tangan, stase pra-menulis serta menyelesaikan masalah yang ringkas. Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, menggambar orang dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus. 4) Motor kasar: Perubahan postur tubuh dari horizontal ke vertical dan seterusnya bergerak (lokomotif). Kemampuan anak untuk mengangkat kepala, berguling, duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.

Tabel 1: Perkembangan anak menurut umur: Umur


0 bulan

Personal sosial
Menatap muka - membalas senyum (80%) - memandang muka (90%) - tersenyum spontan (85%) - membalas senyum (80%) - memandang muka (90%) - memandang tangan

Bahasa
- suara vocal - bereaksi pada suara bel - suara vocal (<90%) - bereaksi pada suara bel (>90%)

Motor halus adaptif


-` - mengikuti sampai garis tengah (85%)

Motor kasar
- mengangkat kepala - gerakan merata - mengangkat kepala (>90%) - geraka merata (>90%)

1 bulan

2 bulan

Bersuara Oooo/ Aaaa

Mengikuti, melewati garis tengah (75%)

Kepala terangkat 45o (80%)

3 bulan

- mermekik

- kedua tangan bersentuhan/

- duduk: kepala mantap

sendiri - tersenyum spontan (>90%)

- tertawa - bersuara Ooo/ Aaa (>90%)

bersatu - mengikuti/ melewati garis tengah (>90%) - mengikuti 180o - kedua tangan bersentuhan/ bersatu (90%) - menggenggam icik- icik

- kepala terangkat 90o

4 bulan

Memandang tangan sendiri (>90%)

- memekik (85%) - tertawa (90%)

5 bulan

- mencoba mengambil mainan - memandang tangan sendiri (>90%) - makan sendiri - mencoba mengambil mainan

- menoleh ke bunyi menderik - memekik (>90%)

- meraih benda - memandang manic- manic - mengikuti 180o (>90%)

6 bulan

- menirukan bunyi/ bicara - suku kata tunggal - menoleh ke bunyi suara - Da da mama non spesifik - suku kata tunggal (80%) - menoleh ke bunyi suara (>90%) - menirukan bunyi/ bicara (80%) - mengoce - mengkombinasi 2 suku kata - Da da mama non spesifik (80%) - suku kata tunggal (>90%) - menirukan bunyi/ bicara (85%) - mengoce (90%) - Da da mama non spesifik (85%) - menirukan bunyi/ bicara (90%) - Da da mama spesifik - mengoce - mengkombinasi suku- suku kata - menirukan bunyi/ bicara (>90%) - da da mama non spesifik (>90%) - Da da mama spesifik - mengoce (85%) - mengkombinasi suku- suku kata (>90%) - menunjukkan 4 gambar - berbicara sebagian dimengerti - bagian badan 6 - menyebut 1 gambar (75%)

- mencari benang wol - meraih benda (>90%) - mengambil 2 kubus - memindahkan kubus - mengambil manic dengan gerakan menggaruk - mencari benang wol (85%)

- dada terangkat lengan menumpu - menumpu berat badan pada kaki - duduk: kepala mantap (>90%) - ditarik untuk duduk: kepala tidak tertinggal - berbalik - dada terangkat lengan menumpu (>90%) - duduk tanpa ditumpu - ditarik untuk duduk: kepala tidak tertinggal (>85%) - berbalik (>90%)

7 bulan

- tangan melambai - makan sendiri (>90%)

Duduk tanpa ditumpu

8 bulan

- tangan melambai - tepuk tangan

- mengambil 2 kubus(80%) - memindahkan kubus (>90%)

Berdiri, berpegangan

9 bulan

- tangan melambai - tepuk tangan - bermain bola dengan pemeriksa - melambai (80%) - menyatakan keinginan - tepuk tangan - bermain bola dengan pemeriksa - melambai (80%) - menyatakan keinginan - tepuk tangan (85%) - mengenakan baju - menyuapi boneka - membuka pakaian

- membenturkan 2 kubus - menggenggam pinset - mengambil 2 kubus (85%)

- duduk sendiri - bangkit untuk berdiri - berdiri, berpegangan (>90%) - berdiri 2 detik - duduk sendiri - bangkit untuk berdiri - berdiri, berpegangan (>90%) - berdiri 2 detik - duduk sendiri (>90%) - bangkit untuk berdiri (>90%) - melempar bola tangan ke atas - menendang bola ke depan

10 bulan

- membenturkan 2 kubus - menggenggam pinset (85%) - mengambil 2 kubus (>90%)

11 bulan

- membenturkan 2 kubus (85%) - menggenggam pinset (>90%)

2 tahun

- menara 6 kubus (75%) - menara 4 kubus (>90%)

10

- mengkombinasi kata - menunjuk 2 gambar (>90%) - mengenakan Tshirt - menyebut nama teman - mencuci dan mengeringkan tangan - berpakaian tanpa bantuan - mengenakan Tshirt (>90%) - mengambil makanan - menggosok gigi tanpa bantuan - bermain ular tangga - mengetahui 2 nama sifat - mengetahui 2 kegiatan - menyebut 4 gambar (>90%) - mengetahui 3 kata sifat - mengetahui 4 kata depan - berbicara seluruhnya dimengerti - mengetahui 4 kegiatan - kegunaan 3 benda - menghitung 1 kubus - lawan kata - menghitung 5 kubus - mengetahui 3 kata sifat - mengartikan 5 kata - menyebutkan 4 warna - menara 8 kubus - meniru garis vertical - menara 4 kubus (>90%) - berdiri satu kaki 1 detik - lompatan lebar - melempar bola tangan ke atas (>90%)

3 tahun

4 tahun

- mencontohkan + - memilih garis yang lebih panjang - mencontohkan O Menggambar orang dengan 6 bagian - mencontohkan - memilih garis yang lebih panjang (85%) - mencontohkan + (>90%)

- berdiri 1 kaki 3 detik - melompat dengan 1 kaki - berdiri di atas 1 kaki 2 detik (90%) - berjalan tumit ke jari kaki - berdiri pada 1 kaki 5 detik - berdiri pada 1 kaki 4 detik (90%)

5 tahun

DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST

DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kemungkinan adanya penyimpangan dari perkembangan anak. 5 a. Aspek Perkembangan yang dinilai Terdiri dari 125 tugas perkembangan. Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas. Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai: 1) Personal Social (perilaku sosial 2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus) 3) Language (bahasa): 4) Gross motor (gerakan motorik kasar) b. Alat yang digunakan Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus
11

warna merah-kuning-hijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa). Lembar formulir DDST II Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya. c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu: 1) Tahap pertama: secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia: 3-6 bulan, 9-12 bulan, 18-24, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun. 2) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. d. Penilaian Jika Lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO).

Gambar 3: contoh hasil tes Denver

CARA PEMERIKSAAN DDST II Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas.

12

Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F. Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites. 1) Abnormal: a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia . 2) Meragukan: a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. 3) Tidak dapat dites: Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. 4) Normal: Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas.

Interpretasi dari nilai Denver II Advanced: Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut) OK: Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil ke-25 dan ke-75 Caution: Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90

13

Delay: Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis; penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu

Gambar 4: Interpretasi tes Denver Interpretasi tes Normal: Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan Suspect: Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan Untestable: Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90%

IMUNISASI BAYI DAN BALITA Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh sehingga tubuh mampu melindungi dan mencegah penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya terhadap manusia terutama bagi balita. Imunisasi terbagi kepada 2: pasif (alami, didapat) dan aktif (alami, didapat). Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis imunisasi : 6 a. Imunisasi pasif (passive immunization) Imunisasi pasif ini adalah Immunoglobulin jenis imunisasi ini dapat mencegah penyakit campak (measles pada anak-anak). b. Imunisasi aktif (active immunization) Imunisasi yang diberikan pada anak adalah : 1. BCG, untuk mencegah penyakit TBC
14

2. DPT, untuk mencegah penyakit-penyakit diptheri, pertusis dan tetanus 3. Polio, untuk mencegah penyakit poliomilitis 4. Campak, untuk mencegah penyakit campak (measles) 5. Hepatitis B, untuk mencegah penyakit hepatitis B

- Imunitas pasif alami: o Dampak: sampai 7- 9 bulan (bayi) o Contoh: tetanus (Tetanus neonatorum) - Imunitas pasif didapat: o ATS (anti tetanus serum): terapi 2x20 000u, pencegahan 6500u, toksoid tetanus. o ADS (anti diphtheria serum) - Imunitas aktif alami: o Pasca sakit: campak, cacar air - Imunitas aktif didapat: o Imunisasi/ vaksin (sengaja diambil).

Gambar 5: Imunisasi wajib (dasar)

15

KESIMPULAN

Gambar 6: Imunisasi yang dianjurkan (lanjut)


1. vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)7

Berupa bakteri tuberculosis bacillus yang telah dilemahkan yang digunakan untuk mencegah penyakit tuberculosis (TBC). Vaksin BCG terbukti 80% efektif mencegah TBC selama 15 tahun, namun efeknya bergantung pada keadaan geografis. Imunisasi BCG hanya dilakukan sekali yakni ketika bayi berusia 0-11 bulan. 2. vaksin DPT/DTP Merupakan campuran dari tiga vaksin yang diberikan untuk memberikan kekebalan pada tubuh terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan jarak waktu antar pemberian minimal empat minggu. Kemudian diberikan lagi pada umur 18 bulan dan 5 tahun. 3. vaksin polio Dibuat dari poliovirus yang dilemahkan. Biasanya diberikan kepada anak-anak dengan meneteskannya ke dalam mulut untuk mencegah terjadinya penularan virus polio dari lingkungan. Imunisasi pertama kali dilakukan setelah bayi lahir, dilanjutkan pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan. Yang terakhir, vaksin polio diberikan saat berumur 4 hingga 6 tahun. Vaksin polio dapat dikombinasikan dengan vaksin DPT. 4. vaksin campak Dibuat dari virus hidup yang dilemahkan. Penyakit campak hanya menyerang satu kali dalam seumur hidup. Imunisasi ini dilakukan satu kali pada bayi usia 9-11 bulan dengan
16

disuntik pada bagian lengan atas. Kadangkala menimbulkan demam ringan 5-7 hari setelah imunisasi. 5. vaksin Hepatitis B Karena hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, vaksin ini sangat penting untuk diberikan sebagai pencegahan, mengingat hingga sekarang belum ditemukan obat untuk mengobati orang yang telah terjangkit. Berupa virus yang dilemahkan dan biasanya diberikan tak lama setelah bayi dilahirkan. Umur pemberian: I: sesegera mungkin, II: satu bulan setelah I, III: 6 bulan setelah I. 6. TIPA Mencegah penyakit demam tifoid dan demam paratifoid. Umur pemberian: 21 bulan/ lebih, umur 2 tahun/ lebih, umur 5 tahun/ lebih. Suntikan melalui subkutan. 7. MMR (mumps- measles- rubella) Mencegah penyakit campak, gondong, campak Jerman. Umur pemberian adalah 1524 bulan/ lebih. Suntikan melalui subkutan. Walau bagaimanapun terdapat kontroversi kejadian autisme. 8. HIB (Haemophilus influenza, conjugate) Mencegah penyakit infeksi E.C. Haemophilus influenza tipe B (meningitis, septisemia, arthritis, epiglottis). Pemberian pada usia 0-6 bulan, 6-12 bulan, 12-60 bulan. 9. Varicella Mencegah infeksi varicella. Umur pemberian lebih dari 1 tahun, ulangan pada umur 18 tahun. Suntikan subkutan. 8

17

GIZI Makanan memegang peranan amat penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Pemberian ASI sangat penting bagi bayi karena selain nilai gizinya yang tinggi, terdapat zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi. Disamping itu dengan menyusui akan mendekatkan hubungan anak-ibu. Sentuhan serta belaian ibu memberikan rasa aman sehingga menenangkan bayi. ASI adalah makanan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dibulan-bulan pertama kehidupannya. Dianjurkan pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan. Bila kondisi ASI ibu (jumlah dan kualitasnya) tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi, yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat, maka perlu diberikan pengganti ASI (PASI) untuk bayi usia dibawah 4 bulan, dan makanan pendamping ASI (M-PASI) untuk bayi usia diatas 4 bulan. Pengaturan makanan selanjutnya harus disesuaikan dengan usia anak.9 Kepentingan ASI: - interaksi ibu dan anak: memenuhi ASUH, ASIH, ASAH. - murah - praktikal - melambatkan kehamilan berikutnya. - suhu sesuai, bersih, alami, mudah, sehat (kolostrum).

18

KEBUTUHAN GIZI BAYI DAN BALITA

Tabel 2: AKG bayi dan balita


1) Energi - Bayi tumbuh kembang pesat: kebutuhan per kg = 2-3 kali orang dewasa - BMR: 48- 55 Kal/ kgBB/ hari - apabila usia meningkat, kebutuhan perkgBB menurun, kebutuhan total meningkat. - 0-6 bulan: 105-115 Kal/kgBB - 6-12 bulan: 90-100 Kal/kgBB 2) Protein - 0-6 bulan: 2.2g/kgBB/hari - 6-12 bulan: 2g/kgBB/hari - mix protein: 2.5g/kgBB (lebih banyak dibutuhkan badan) - 1-3 tahun: 1.8g/kgBB/ hari - 4-10 tahun: 1.2g/kgBB/ hari 3) Lemak - lebih 50% energy ASI berasal dari lemak - Bayi BBLR: ALE rendah, kemungkinan IQ juga rendah - PUFA ASI > susu sapi - usia > 2 tahun: 20-25% energy total/ hari

5) Kalsium 4) Karbohidrat - terdapat dalam ASI - laktosa, galaktosa, amylase - Ca ASI lebih banyak diserap daripada PASI - 0-6 bulan: Ca: P = 1.3:1 (400mg/hari) - 6-12 bulan: Ca:P = 1.2: 1 (600mg/hari) 7) Vitamin B kompleks - B1, B2, B3 & B6: AKG didasarkan nilai rata- rata dalam ASI, merupakan koenzim esensial dalam metabolisme energy, lemak dan asam amino. - asam folat & B12: AKG 65g/ hari, mudah terpenuhi oleh ASI. Merupakan koenzim esensial untuk pembentukan komponen tubuh. 10) Selenium - 0- 6 bulan: 15g - 6-12 bulan: 20g 11) Beta- karotene - 0-6 bulan: 400g - 7- 12 bulan: 500g - berasal dari 750ml ASI/ hari 13) Zinc - AKG 2mg/ hari cukup dari ASI 14) vitamin K - 0-6 bulan: 2.0mg - 6-12 bulan: 2.5mg - anjuran: 0.5-1.0mg bagi semua 8) vitamin C - 0-6 bulan: 40mg/ hari - 6- 12 bulan: 50mg/ hari - berdasarkan nilai vitamin C ASI dan safety margin.

6) Magnesium - 0-6 bulan: 40mg/hari - 6-12 bulan: 60mg/hari

9) vitamin E - antioksidan - 0-6 bulan: 4mg/ hari - 6- 12 bulan: 5mg/ hari

12) Besi - 75 ml cukup untuk 4-6 bulan - bioavailability tinggi

15) Air - baru lahir: 60-80ml/kali - 3hari: 80-90ml/kali - 1 bulan: 90-120ml/kali

19

neonatus.

- 2-3bulan: 125-150ml/kali - 3-6bulan: 150-180ml/kali - 7bulan- 1 tahun: 180-240

16) Fluorida - 0.5mg/kgBB/ hari

MAKANAN BAYI ASI ekslusif (mengandung kolostrum yang kaya Ig, tinggi protein, rendah lemak) susu matur (70kal/100ml, protein mudah cerna, lemak, vitamin & mineral) susu formula (10-20% protein, 30-40% lemak, 40-60% karbohidrat) 0- 6 bulan: ASI ekslusif/ susu formula + Fe 6-7 bulan: ASI/ susu formula + Fe, bubur sereal bayi + Fe, jus buah & sayuran, daging saring, roti gandum 10-12 bulan: ASI/ susu formula + Fe, jus buah tinggi vit C (gelas), sayuran & buah & daging digiling.

PENILAIAN STATUS GIZI 1) Antropometri: PB, BB, lingkar kepala, KMS terbaru (WHO 2006)10 Berat badan: Merupakan ukuran antropometri terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Pada masa bayi-balita berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis (dehidrasi, asites, edema, atau adanya tumor). Dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan. Digunakan dalam KMS. BB/TB merupakan indeks yang tidak tergantung umur. Alat ukur dapat diperoleh di pedesaan (dacin). Berat badan normal bayi sekitar 2.500-3.800 gram.

20

Panjang badan: menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaa normal, TB tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan TB tidak seperti BB, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap TB akan nampak dalam waktu yang relatif lama. Alat Pengukur Panjang Badan Bayi : untuk bayi atau anak yang belum dapat berdiri, Microtoise: untuk anak yang sudah dapat berdiri.

Gambar 7: Berat badan menurut tinggi badan Lingkar lengan atas: Memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. Lila mencerminkan cadangan energi, sehingga dapat mencerminkan status KEP pada balita. Alat: suatu pita pengukur dari fiber glass atau sejenis kertas tertentu berlapis plastik. Ambang batas (Cut of Points): - LLA WUS dengan risiko KEK di Indonesia < 23.5 cm - Pada bayi 0-30 hari : 9.5 cm - Balita dengan KEP <12.5 cm
21

Lingkar kepala: untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepalaLingkar kepala dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi.

Bagaimanapun ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai dengan keadaan gizi.

Gambar 8: Jalur pertumbuhan normal anak dalam KMS

Tabel 3: Berat badan, panjang badan dan lingkar kepala normal menurut umur
Umur 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan Berat badan 3,0 14,3 kg 3,6-5,2 kg 4,2-6,0 kg 4,7-6,7 kg 5,3-7,3 kg 5,8-7,8 kg 6,2-8,3 kg 6,6-8,8 kg 7,0-9,2 kg Panjang badan 49,8 - 54,6 cm 52,8-58,1 cm 55,5-61,1 cm 57,8-63,7 cm 59,8-65,9 cm 61,6-67,8 cm 63,2-69,5 cm 64,6-71,0 cm 66,0-72,3 cm Lingkar kepala 33 39 cm 35-41 cm 37-43 cm 38-44 cm 39-45 cm 40-46 cm 40,5-46,5 cm 41,5-47,5 cm 42-48 cm

22

10 bulan 11 bulan 12 bulan 15 bulan 1,5 tahun 2 tahun

7,3-9,5 kg 7,6-9,9 kg 7,8 10,2 kg, 8,4 10,9 8,9 11,5 kg 9,9 12,3

67,2-73,6 cm 68,5-74,9 cm 69,6 76,1 cm, 72,9 79,4 75,9 82,4 cm 79,2 85,6

42,5-48,5 cm 43-49 cm 43,5 49,5, 44 50 44,5 50,5 cm 45 - 51

Gambar 9: Kartu Menuju Sehat (KMS)

2) Biokimiawi: jarang dilakukan pada bayi 3) Dietetik: bayi dengan ASI: ASI cukup, BAB minimal 1x/hari, ganti pamper 4-6x/ hari. Bayi dengan PASI: hitung jumlah susu yang diminum dan jumlah makanan komplemen yang habis. Bandingkan dengan kebutuhan.11

23

KESIMPULAN

Pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi atau anak dipengaruhi oleh pelbagai factor seperti factor genetic dan factor lingkungan. Kebutuhan seorang anak seperti ASAH, ASIH, dan ASUH perlu dipenuhi supaya anak dapat membesar dengan sehat, cerdas dan stabil dari segi emosi, mental dan fisik. Pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak terutama dalam perkembangan otak, sehingga anak bisa menjadi lebih pintar. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah pemberian asupan makanan bagi anak dan perhatian penuh terhadap perkembangan otak. Gizi yang mencukupi turut diperlukan. Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau atau dinilai berdasarkan kaedah antropometri serta Kartu Menuju Sehat. Tuntasnya, kita perlu memandang serius proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak agar mereka dapat dibesarkan dengan penuh rasa tanggungjawab dan stabil dari segala segi karena merekalah yang akan menjadi pewaris generasi yang akan datang,

24

DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2007. 2. Donna LW, Maryllin HE, David W, Marylin LW, Patricia S. Buku ajar keperawatan pediatrik. 6th edition. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.p.35. 3. Widiasuria S, Tanuwijaya S, Roesmil K, Fadlyana E. Pemeriksaan bayi/anak sehat. Dalam: Garna H, Suroto E, Melinda M, Prasetyo D, editor. Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak. Edisi ke-2. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran/Universitas Padjadjaran Bandung; 2000.h.3-32. 4. Singgih DG. Dari anak sampai usia lanjut. Jakarta. 2004.p. 43-63. 5. Jan ST. Pediatric physical therapy. 4th edition. USA: Lippincotts William and Wilkins; 2008.p.371-380. 6. Nicholas JW, Joel GB. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: The McGraw-Hill Companies; 2008.p.1280-93. 7. Joel GH, Lee EL, Alfred GG. Goodman & gilmans the pharmacological basis of therapeutics. 10th ed. USA: The McGraw-Hill Companies; 2001. p.106. 8. Ranuh IGN, Soeyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasamita C. Buku imunisasi di Indonesia. Edisi ke-1. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta; 2001. 9. Hindah M. Sarapan sehat untuk anak balita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2006. p. 7. 10. Stanley JU, Nicholas MT. Anthropometry: the individual and the population. UK: Cambridge University Press; 2005.p.132. 11. Vanessa S, Margaret L. Clinical paediatric dietetics. 3rd edition. UK: Blackwell Publishing; 2007.p.125.
25