Anda di halaman 1dari 3

NAMA: Tri Roeyhan Noor NIM: 11.113082.3.

0340 TUGAS DIAGNOSA DAN INTERVENSI PADA ANAK PENDERITA AUTIS

1.DIAGNOSA 1. Hambatan komunikasi (verbal) yang berhubungan dengan kebingungan terhadap stimulus. 2.Resiko membahayakan diri sendiri atau orang lain yang berhubungan dengan rawat inap di rumah sakit. 3.Resiko perubahan peran orang tua yang berhubungan dengan gangguan perilaku dan sikap anak. 4.Resiko tinggi terhadap mutilasi diri berhubungan dengan reaksi-reaksi yang histeris terhadap perubahan-perubahan pada lingkungan. 5.gangguan indentitas pribadi berhubungan dengan Stimulasi sensorik yang tidak sesuai. 2. INTERVENSI DX 1. 1. Ketika berkomunikasi dengan anak bicaralah dengan kalimat singkat yang terdiri dari satu hingga tiga kata, dan ulangi perintah sesuai yang diperlukan. Minta anak untuk melihat kepada anda ketika anda berbicara dan pantau bahasa tubuhnya dengan cerma 2. Gunakan irama, musik, dan gerakan tubuh untuk membantu perkembangan komunikasi sampai anak dapat memahami bahasa. 3. Bantu anak mengenali hubungan antara sebab dan akibat dengan cara menyebutkan perasaannya yang khusus dan mengidentifikasi penyebab stimulus bagi mereka 4. Ketika berkomunikasi dengan anak, bedakan kenyataan dengan fantasi, dan pernyataan yang singkat dan jelas 5. Sentuh dan gendong bayi, tetapi semampu yang dapat ditoleransi

DX2. 1. Sediakan lingkungan yang kondusif dan sebayak mungkin rutinitas sepanjang periode parawatan dirumah sakit 2. Lakuakan intervensi keperawatan dalam sesingkat dan sering. Dekati anak dengan sikap lembut, bersahabat, dan jelaskan apa yang anda akan lakukan dengan kaliamat yang jelas dan sederhana. Apabila dibutuhkan demonstrasikan prosedur kepada orang tua. 3. Gunakan restrain fisik selama prosedur ketika membutuhkannya, untuk memastikan keamanan anak dan untuk mengalihkan amarah dan frustasinya, untuk mencegah anak dari membenturkan kepalanya ke dinding berulang-ulang, restrain badan anak pada bagian atasnya, tetapi memperbolehkan anak untuk memukul bantal. 4. Gunakan tehnik modifikasi perilaku yang tepat untuk menghargai perilakau positif dan menghukum perilaku yang negatif. Misalnya hargai perilaku yang positif denga cara memberikan makanan atau minuman kesukaanya; beri hukuman untuk perilaku yang negatif dengan cara mencabut hak istimewanya 5. Ketika anak berperilaku destruktif, tanyakan apakah ia mencoba menyampaikan sesuatu, misalnaya apakah ia mengiginkan sesuatu untuk dimakan atau diminum atau apakah ia perlu pergi kekamar mandi DX3. 1. Anjurkan orang tua mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran mereka. 2. Rujuk orang tua kekelompok pendukung autisme setempat dan kesekolah khusus bila diperlukan 3. Anjurkan orang tua mengkuti konseling (bila ada).

DX4. 1. Kaji respon pasien terhadap lingkungan untuk menentukan jika ada stresor yang dapat menyebabkan tindakan mencederai diri.

2. Tindakan untuk melindungi anak apabila perilaku-perilaku mutilatif diri, seperti mamukul-mukul/membentur-benturkan kepala atau perilaku-perilaku histeris lainnya menjadi nyata 3. Gunakan alat-alat protektif untuk mencegah tindakan mencederai diri 4. Bekerja pada dasar satu perawat untuk satu anak 5. Tawarkan diri kepada anak selama waktu-waktu meningkatnya ansietas

DX5. 1. Bantu anak dalam menyebutkan bagian-bagian tubuhnya. 2. Tingkatkan kontak fisik secara tahap demi tahap menggunakan sntuhan sampai kepercayaan anak telah terbentuk. 3. Beritahu orang tua tentang pentingnya perhatian dan dukungan mereka terhadap konsep diri yang positif pada perkembangan anaknya