Anda di halaman 1dari 3

Sabtu, 28 Agustus 2004

KRL Mogok Akibat Perkelahian Pelajar Di Atap Kereta


Jakarta, Kompas - Akibat ulah sejumlah pelajar dari dua sekolah yang berbeda yang berkelahi di atap Kereta Listrik (KRL) 509 jurusan Bogor-Stasiun Kota Jumat (27/8) sekitar pukul 06.45, KRL tersebut mogok karena arus listriknya pada kabelnya mendadak mengilang karena terkena golok yang dilempar para pelajar saat berkelahi. Selain tujuh pelajar yang sempat ditahan pihak Pos Polisi Cikini, Jakarta Pusat, berikut dua golok yang sebagai barang bukti, akibat KRL 509 yang mogok ada dua puluh kereta lainnya yang mengalami kelambatan antara satu sampai dua jam. Perkelahian itu sendiri berlangsung setelah KRL 509 tersebut berangkat dari Stasiun Manggarai. Di mana kelompok pelajar yang naik dari Stasiun Citayam Bojonggede, Depok, diserang oleh sejumlah pelajar yang naik dari Stasiun Manggarai. "Dalam perkelahian tersebut ada seorang pelajar yang jatuh. Hanya saya tidak tahu apa ia jatuh dulu baru cidera atau cideranya. Yang jelas ketika anggota kami akan mengambil ternyata sudah ditolong teman-temannya yang lompat saat kereta berjalan perlahan," jelas Kepala Hubungan Masyarakat PT (Persero) Kereta Api Daerah Operasi I-Jakarta Akhmad Sujadi. Perkelahian masih melebar dan semakin ramai setelah naik lagi sejumlah pelajar dari Stasiun Cikini. Sebab selain saling baku hantam kelompok yang naik dari Cikini menggunakan gunakan golok untuk mengalahkan lawan mereka. Akibat perkelahian tersebut Aji Yudha (16) yang tinggal di Kompleks Pertanian Citayam Bojonggede, Depok mengalami luka bacok di bagian paha kiri, bahu kanan serta bagian kepala. Karena merasa sudah tidak dapat mengalahkan lawannya yang membawa dua golok itu, kawanan pelajar dari Citayam pun berusaha lari. Saat itu lawan mereka yang membawa golok melemparkan goloknya dengan sasaran salah satu di antara mereka. Tetapi ternyata golok tersebut malah mengenai kabel listrik KRL. "Akibat kena lemparan golok tersebut mendadak aliran listrik yang ada juga menghilang atau pull off, makanya secara perlahan KRL 509 yang akan menuju Stasiun Gondangdia itu pun berhenti pada jam 07.40," kata Sujadi. Mengetahui KRL 509 mogok karena kerusakan kabelnya maka pihak Daops I langsung berangkat ke lokasi. "Dalam perjalanan itu petugas kami menemukan dua golok yang dilempar para pelajar yang berkelahi dan masih ada bercak darahnya," tambah Sujadi. Mengadu ke polisi Menurut seorang petugas di Kantor Kepolisian Sektor Metropolitan Menteng Jakarta Pusat yang enggan menyebutkan jati dirinya, perkelahian antar pelajar yang mirip adegan film Under Siega 2 di mana mempertunjukkan perkelahian di atap kereta merupakan kejadian pertama kali. Selain seorang pelajar yang diamankan ketika kereta masuk ke Stasiun Cikini, sekitar pukul 11.09 Wisnu (16) yang merupakan salah satu pelajar yang naik dari Stasiun Citayam Bojonggede, Depok, datang ke Kantor Polsek Metropolitan Menteng untuk mengadukan kejadian tersebut. Menurut pelajar yang tinggal di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat yang sudah

termasuk Provinsi Banteng itu, ia bersama teman-temannya pagi itu akan berangkat ke sekolah mereka yang terletak di kawasan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 35 Mangga Besar. Karena memang penumpangnya padat mereka memilih duduk di atap kereta seperti biasa mereka lakukan setiap hari. Namun, ketika kereta lepas dari Stasiun Manggarai mendadak kelompok pelajar SMKN 53 Sawah Besar, Kecamatan Mahar, Jakarta Barat, yang memang merupakan musuh mereka, Madinah dan kawan-kawannya, mulai melakukan pengeroyokan. Karena masih sedikit perkelahian di atap kereta itu masih berlangsung imbang. Tetapi ketika ketera masuk Stasiun Cikini kelompok Madinah bertambah lagi. apa lagi dengan dikeluarkannya golok dengan panjang sekitar 60 sentimeter oleh kelompok Madinah, membuat Aji Yudha, rekan Wisnu dan Rahmat Chandra (18) mengalami lukaluka bacok. Polisi dari Kantor Polsek Metropolitan Menteng kemudian membawa Aji Yudha ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk perawatan dan divisum. Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya Komisaris Besar Tjiptono menyatakan, salah seorang pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam saat ini diamankan polisi. Saat ini dia masih terus menjalani masa pemeriksaan. Ia juga minta supaya, "Tidak hanya guru dan sekolah, tetapi warga yang mengetahui bila ada pelajar yang membawa senjata tajam segera laporkan pada polisi," katanya. (MAS/NIC)