Anda di halaman 1dari 31

Metabolisme lemak

dr. Surjono Winarto, MS

Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler FK Universitas Tarumanagara

Terdapat perbedaan yang nyata pada biosintesis antara spesies, mengenai organ:

Burung lipogenesis terbatas pada hati Pada manusia jaringan adiposa mungkin bukan merupakan organ yang penting sedang hati aktivitas yang rendah
Substrat pembentukan Asam lemak Pada Pemamah biak Asam asetat Pada manusia atau sebagian besar mamalia glukosa

Sintase asam lemak:


mempunyai 7 aktivitas enzim yang berikatan satu sama lain membentuk multienzim kompleks Berbentuk dimer Terdapat 2 ujung yang aktif mensintesis asam lemak Sebagai penggalak / promotor 1. Asam asetat membentuk asam lemak rantai genap, asam asetat pertama membentuk asam C15 dan C16 2. Bisa asam propionat asam lemak rantai ganjil 3. Asam butirat

Pada Manusia
Biosintesis asam lemak terjadi pada: Otak Paru Hati Glandula mamae Ginjal Jaringan adiposa Pada tingkat sel Ekstra mitokhondria sitosol Endoplasmik retikulum perpanjangan asam lemak yang sudah ada

Biosintesis asam lemak


1. 2.
3. 4. 5. 6.

Sintesis malonil KoA langkah awal Sintesis kompleks enzim asil (asetil) malonil Sintesis enzim 3-ketoasil Sintesis enzim D (-1 )-3-(OH) asil Enzim 2, 3 unsaturated acyl enzyme Acyl enzyme

Terdapat 2 perbedaan sistem biosintesis asam lemak: 1. Pada binatang tingkat rendah (bakteri, tumbuhan) 2. Sel ragi mamalia atau manusia Pada : ad.1. Sistem enzim terpisah satu sama lain ad.2. Multienzim kompleks enzim tidak dapat dipisahkan satu sama lain Keuntungan kompleks multienzim: Efisiensi Menghindari interfensi Menghindari kompetitif

Penyediaan asetil-KoA dan NADPH untuk lipogenesis

Piruvat diubah menjadi asetil KoA di dalam mitokondria dan oleh karena reaksi

sintesis asam lemak terjadi di ekstra mitokondria, maka asetil KoA harus

bergabung dengan oksaloasetat untuk membentuk sitrat yg akan berpindah keluar mitokhondria

2.

Di luar mitokhondria : Dengan adanya ATP dan KoA, sitrat dipecah oleh enzim sitrat liase menjadi Asetil KoA dan Oksalo asetat Asetil KoA yang terbentuk dipakai untuk sintesis asam lemak Sedang Oksaloasetat akan direduksi oleh malat dehidrogenase menjadi malat yang akan masuk kembali kedalam mitokhondria Peristiwa ini disebut malat shuttle

Pada sintesis asam lemak perlu pereduksi NADPH yang berasal dari: Jalan pentosa fosfat Isositrat dehidrogenase Enzim malat (Ketiganya disebut sebagai NADPH generator) Jaringan yang aktif sebagai jalan pentosa fosfat jar yang aktif dlm sintesis asam lemak yaitu jar adiposa dan jar mamae

Sintesis asam lemak terjadi pada bagian ekstra mitokhondria Oksalo asetat Piruvat Glukosa asetil Ko A intra mitokhondria Sitrat

CoA, ATP Sitrat Ekstra asetil-KoA Mithokondria ATP Sitrat liase

asam palmitat (Lipogenesis)

Aktivitas enzim sitrat liase meningkat pada: Keadaan gizi baik Aktivitasnya sejajar dengan aktivitas sintesis asam lemak Glikolisis aktif Lipogenesis aktif Glukosa Piruvat asetil KoA Piruvat DH

Keadaan puasa (glukosa darah menurun) perpanjangan asam lemak berhenti Perpanjangan rantai asam lemak terjadi pada retikulum endoplasmik, yaitu dengan menambah 2 atom karbon yg berasal dari malonil-KoA dengan NADPH sebagai pereduksi. Gugus asil primernya adalah as. Lemak dengan C>10 juga as. Lemak tak jenuh. Elongasi stearil-KoA berlangsung pada waktu myelinisasi saraf utk membentuk as. Lemak C22 dan C24. Elongasi as. Lemak berhenti pada keadaan puasa Keadaan yang mengatur lipogenesis Lipogenesis dipandang sebagai konversi kelebihan glukosa menjadi zat2 antaranya seperti: piruvat, Laktat dan asetil -KoA

Kelebihan kalori disimpan sebagai lemak yang dapat dipakai sewaktu-waktu pada keadaan defisiensi kalori, misalnya puasa, hibernasi: Lipogenesis: meningkat bila pasokan karhohidrat (glukosa) banyak Menurun pada keadaan masukan kalori terbatas, diit tinggi lemak dan defisiensi insulin misalnya DM Terdapat hubungan terbalik antara lipogenesis hepatik dan kadar asam lemak serum, hambatan terbesar terjadi bila kadar asam lemak dalam darah > 0,3 0,8 mol/ml plasma ,yaitu

pada keadaan perpindahan sehabis makan puasa

Kadar lemak dalam diit juga mempengaruhi lipogenesis dalam hati, bila kadar lemak dalam diit > 10% maka hanya sedikit karbohidrat yang diubah menjadi lemak. Lipogenesis meningkat bila yang dimakan bukan glukosa malainkan fruktosa, karena fruktosa melewati tempat pengendalian oleh fosfofruktokinase dan meneruskan jalan ke lipogenesis.

Pengaturan aktivitas enzim : Jangka pendek pengaturan alosterik dan modifikasi kovalen Jangka panjang pengaturan ekspresi gen yang mensintesis enzim Nasib Palmitil Ko-A
1. Esterifikasi, menjadi asilgliserol kolesterol ester 2. perpanjangan rantai

Hubungan antara kadar asam sitrat, asil KoA dan enzim asetil KoA karboksilase

- Aktivitas asetil KoA Karboksilase meningkat pada keadaan cukup makan. asetil-KoA karboksilase merupakan alosterik enzim yang diaktifkan oleh sitrat

- Bila asil-KoA tertimbun akibat esterikasi tidak cukup cepat, maka akan mengurangi kecepatan sintesis as. Lemak, Akumulasi as. Lemak juga terjadi bila lipolisis meningkat atau adanya influks asam lemak kedalam jaringan.

Asil-Koa juga menghambat kerja transporter trikarboksilat dengan jalan menghambat enzim yang mengangkut sitrat dari dalam mitokhondria ke dalam sitosol. Asil KoA juga mengendalikan piruvat dehidro genase Bila Asil KoA Meningkat, maka akan menghambat kerja ATP-ADP exchange transporter pada membran mitokhondria

akibatnya ATP/ADP rasio dalam mitokhondria meningkat Piruvat DH kinase meningkat mengubah piruvat DH dari yang aktif menjadi inaktif
Hormon insulin

- Meningkatkan pemindahan glukosa ke dalam


sel (jaringan adiposa) meningkatkan persediaan piruvat untuk pembentukan as. Lemak dan gliserol 3-P untuk esterikasi as. Lemak yang yang baru terbentuk

- Mengubah Piruvat DH inaktif menjadi PDH aktif - Mengaktifkan Asetil KoA karboksilase dengan jalan defosforilasi enzim oleh suatu protein fosfatase - Menekan kadar cAMP intraseluler menekan lipolisis mengurangi kadar asam lemak dan juga as. Lemak rantai panjang dalam plasma yang merupakan penghambat lipogenesis

- Mengantagonis kerja Glikogen dan Epinefrin

yang menghambat kerja asetil-KoAkarbok-

silase, jadi menghambat lipogenesis, dengan jalan mengingkatkan kadar cAMP, yang memungkinkan cAMP dependent protein kinase menginaktivasi enzim dengan jalan fosforilasi protein kinase lain yang bergantung pada 5-AMP juga menginaktivasi

Sintase as. Lemak dan asetil-KoA merupakan enzim yang adaptif Kedua enzim ini Beradaptasi dengan kebutuhan fisiologis tubuh dengan jalan meningkatkan

kadarnya pada keadaan sesudah makan dan menurun pada keadaan puasa Insulin merupakan hormon yang penting untuk ekspresi dan induksi biosintesis enzim sedang glukagon (via cAMP) mengantagonis efek ini. Bila lemak yang dimakan mengandung asam lemak tak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids) akan menghambat secara terkoordinasi enzim kunci dalam glikolisis dan lipogenesis.

Mekanisme pengaturan jangka panjang ini memerlukan waktu beberapa hari untuk manifestasi secara penuh dan meningkatkan efek secara langsung atau segera pada asam lemak bebas dan hormon seperti insulin dan glukagon
Ringkasan

1. Sintesis asam lemak rantai panjang (lipogenesis) dlakukan oleh 2 sistim enzim yang terdapat dalam sitosol sel, yaitu; Asetil-KoA karboksilase dan sintase as. Lemak
2. Lintasan tersebut mengubah asetil-KoA menjadi as. Palmitat memerlukan NADPH, ATP, Mn2+, biotin, as pantotenat dan HCO3- sebagai kofaktor

3. Asetil-KoA karboksilase diperlukan untuk mengubah asetil-KoA menjadi malonil-KoA. Pada sintase as. Lemak, satu rantai polipeptida membentuk multienzim kompleks dengan tujuh aktivitas enzim yang terpisah, mengkatalisis pembentukan as. Palmitat dari satu asetil-KoA dan tujuh malonil-KoA 4. Regulasi lipogenesis terdapat pada tingkat asetil-KoA karboksilase dengan jalan modifikasi alosterik, modifikasi kovalen, reduksi dan represi sintesis enzim. Sitrat mengaktifkan enzim tersebut, sedang as. Lemak rantai panjang menghambat. Insulin mengaktifkan enzim asetil-KoA karboksilase dalam waktu singkat dengan jalan defosforilasi enzim dan dalam waktu panjang menginduksi sintesis enzim tersebut, Glukagon dan epinefrin mempunyai kerja yang berlawanan dengan insulin

5. Perpanjangan as. Lemak panjang terjadi dalam retikulum endoplasmik, dikatalisis oleh sistim enzim elongase mikrosomal