Anda di halaman 1dari 30

Disarikan dari berbagai sumber Oleh : Iwan Mulyawan

Penataran Jabatan Fungsional Akademik Dosen


Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Jawa Barat dan Banten
http://www.kopertis4.or.id

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Kemampuan Komunikasi Kemampuan Bekerja Kejujuran/Integritas Kemampuan Sama Interpersonal Beretika Motivasi/Inisiatif Kemampuan Beradaptasi Daya Analitik Kemampuan Komputer Berorganisasi Berorientasi pada Detail Kepemimpinan Kepercayaan Diri Ramah Sopan Bijaksana Indeks Prestasi (>=3.0) Kreatif Kemampuan Humoris Berwirausaha

4.69 4.59 4.54 4.5 4.46 4.42 4.41 4.36 4.21 4.05 4 3.97 3.95 3.85 3.82 3.75 3.68 3.59 3.25 3.23

Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang Diharapkan Dunia Kerja


(Skala 1 5)
Diterbitkan oleh National Association of Colleges and Employers, USA, 2002 (disurvei dari 457 pimpinan)

Kesimpulan : Soft skills (kemampuan interaksi sosial) dibutuhkan untuk sukses!

http://www.kopertis4.or.id

Soft skills dapat dilatih sejak sebelum lulus kuliah Untuk mengasah soft skills, seimbangkan aktivitas akademik & non akademik Jangan hanya lulus dengan gelar saja!
http://www.kopertis4.or.id

Peran ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kuliah adalah sangat penting, terutama pada awal karir seseorang. Pada tahap selanjutnya, baru soft skills yang sangat menonjol kebutuhannya. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin canggih soft skills yang dibutuhkan.

Zulkifli Zaini
Direktur Distribution Network PT Bank Mandiri Alumnus Teknik Sipil ITB75
http://www.kopertis4.or.id

Menurut Patrick OBrien dalam bukunya Making College Count


http://www.kopertis4.or.id

Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Proses Pembelajaran di Perguruan Tinggi


Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar - mengajar di perguruan tinggi ( SK Mendiknas No 232/ U/ 2000) Terdiri dari : Kurikulum inti yang mencirikan kompetensi utama Kurikulum institusional, komplementer dengan kurikulum inti dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan dan ciri khas PT
http://www.kopertis4.or.id

KONSEP KOMPETENSI

Standard kom sebagai acuan umum, baik yang bersifat lokal, nasional, maupun global
http://www.kopertis4.or.id

Perbedaan Antara Kurikulum 1994 dengan Kurikulum 2000


Struktur Kurikulum

Diskriptor Pembeda
Approach Objektif

Kurikulum 1994
Content- based Keutuhan penguasaan ilmu

Kurikulum 2000
Component- based Keutuhan kompetensi berkarya, a method of inguiry Kapabel komprehensif profesional Kompetensi dalam spektrum profesi Terbakukan dalam 4 elemen kompetensi MPK, MKK, MBB, MPB, MKB Sebagai rambu- rambu penyusunan kurikulum institusional

Atribut penguasaan ilmu Struktur pengelompokan Kemampuan berkarya Kelompok penyusun kurikulum Sifat keberlakuan

Instrumental adaftif pragmatik Tataan pohon ilmu Tidak terinci secara jelas MKU, MKDK, MKK Sebagai pedoman penyusunan kurikulum institusional
http://www.kopertis4.or.id

You cannot create the future using the old strategy tool the new dynamic strategy
Kemampuan PT menangkap Kebutuhan Masyarakat

Societal Needs

Industrial Needs

Professional Needs

SDM

PITS

Kurikulum Fasilitas Renstra Visi Calon Mahasiswa


http://www.kopertis4.or.id

Misi

PS

QUALITY SOCIETAL, INDUSTRIAL, PROFESSIONAL NEEDS APPROPRIATNESS HUMAN RESOURCES COMMUNITY LEGAL & ETHICAL ASPECTS SATISFACTION

ACCOUNTABLE

ASSET FLOWS SOCIETAL TRUST, RECOGNATION, REVENUE

CONTINUITY COMMUNITY GLOBALIZATION INFORMATION

IMAGE & IDEA FLOWS

COMPETITIVE HUMAN RESOURCES

MISSION

VISION HE

ACTIVITY

SCIENCE/ TECHNOLOGY /ART

COMMUNITY SERVICES TRI DHARMA PROGRAM http://www.kopertis4.or.id

Asas Pengembangan Pendidikan


a. Empat pilar pendidikan: (i) learning to know, (ii) learning to do ( perubahan dari skill ke competent, dematerialisasi dari pekerja dan the rise of service sector, serta bekerja di bidang ekonomi informal), (iii) learning to live together, learning to live with others ( discovering others and w orking tow ard common objectives), dan (iv) learning to be; Belajar sepanjang hayat (learning throughout life) sebagai wujud : (i) imperative for democracy, (ii) pendidikan multidimensional, (iii) munculnya new times, fresh field, (iii) pendidikan at the heart of society, dan (iii) kebutuhan sinergi dalam pendidikan
http://www.kopertis4.or.id

b.

Arah Pengembangan Pendidikan


a. Kesatuan pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi: (i) pendidikan dasar sebagai pasport untuk berkehidupan, (ii) pendidikan menengah (secondary education) sebagai persimpangan jalan menentukan kehidupan, dan (iii) pendidikan tinggi dan pendidikan sepanjang hayat; Perguruan tinggi menjadi tempat pembelajaran dan suatu sumberdaya pengetahuan; Peran pendidikan tinggi untuk menanggapi perubahan pasar kerja; Perguruan tinggi sebagai pusat kebudayaan dan pembelajaran terbuka untuk semua; Dan pendidikan untuk wahana kerjsama internasional
http://www.kopertis4.or.id

b. c. d. e.

Kelompok Mata Kuliah


1. 2. 3. 4. 5. Mata kuliah pengembangan kepribadian ( MKB) Mata kuliah keilmuan dan keterampilan ( MKK) Mata kuliah keahlian berkarya( MKB) Mata kuliah perilaku berkarya ( MPB) Mata kuliah berkehidapan bersama ( MBB)

http://www.kopertis4.or.id

Demarkasi Pendidikan DI I I , DI Vdan S1


Dasar Acuan Kelompok Bahan Kajian dan Pembelajaran
1. MPK

Content Capacity Building

Domain Pembelajar an

DIII (%)

DIV (%)

S1 (%)

Untuk DIII dan DIV : 1. PP No. 60/1994 ayat (4), Ps 5 ayat (3) dan Ps 6 ayat (2) dan ayat (3) 2. Kepmen 232/U/2000 Ps 1 ayat (4), Ps 2 ayat (2), Ps 4 ayat (4) Untuk S1 : 1. Kepmen 232/U/2000 Ps 1 ayat (3) dan Ps 2 ayat (1)

Learn to know

Kognitif

15%

25%

40%

2.

MKK

Learn to learn

Afektif Psikomotorik Psikomotorik Kognitif Afektif Afektif Kognitif Psikomotorik Kognitif Afektif Psikomotorik

10%

15%

20%

3.

MKB

Learn to do

40%

25%

10%

4.

MPB

Learn to behave

20%

20%

10%

5.

MBB

Learn live together

15%

15%

20%

http://www.kopertis4.or.id

40 35 30 25 20 15 10 5
DIII DIV

Learn to know Learn to do Learn to learn Learn to behave Learn to live together

0
S1

le ar n

be ha ve to Le ar n

kn ow

do

Le ar n

to

to

Le ar n

Le ar n

Le ar n

http://www.kopertis4.or.id

to

liv e

to g. ..

to

Kegiatan Pembelajaran
1. . merupakan upaya bersama antara dosen dengan mahasisw a untuk berbagi dan mengolah informasi dengan tujuan agar pengetahuan yang terbentuk dapat diintegrasikan dalam diri mahasisw a dan menjadi landasan bagi mahasisw a untuk belajar berkelanjutan secara mandiri. 2. Sebagai kegiatan yang terprogram dalam desain : Facilitating Empow ering Enabling Untuk membuat mahasisw a belajar secara aktif, yang menekankan pada sumber belajar
http://www.kopertis4.or.id

Proses Pembelajaran
1. Memberikan motivasi dan memfokuskan perhatian 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran 3. Mengingatkan kompetensi prasyarat 4. Memberi stimulus (informasi) 5. Memberi petunjuk belajar 6. Memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan kinerja 7. Memberi umpan balik 8. Menilai kinerja siswa 9. Menyimpulkan dan menyiapkan siswa untuk pembelajaran selanjutnya.
http://www.kopertis4.or.id

Berbagi dan mengolah informasi

Internalisasi Mekanisme Balikan Evaluasi

Perbedaan Pembelajaran Teacher Centered ( TC) dengan Student Centered Learning ( SCL)
Teacher Centered
Pengetahuan ditransfer dari dosen ke mahasiswa Mahasiswa mahasisa menerima pengetahuan secara pasif Lebih menekankan pada penguasaan secara materi

Student Centered Learning


Mahasiswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya Mahasiswa secara aktif terlibat di dalam mengelola pengetahuan Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi tetapi juga dalam mengembangkan karakter mahasiswa ( life- long learning) Memanfaatkan banyak media ( multimedia) Fungsi dosen sebagai fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama dengan mahasiswa

Biasa memanfaatkan media tunggal Fungsi dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah

Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan saling berkesinambungan dan terintegrasi http://www.kopertis4.or.id

Perbedaan Pembelajaran Teacher Centered ( TC) dengan Student Centered Learning ( SCL)
Teacher Centered
Menekankan pada jawaban yang benar saja

Student Centered Learning


Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan. Kesalahan dinilai dapat menjadi salah satu sumber belajar Sesuai untuk pengembangan ilmu dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif, suportif dan kooperatif Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan, konsep dan keterampilan Mahasiswa dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja tetapi dapat menggunakan berbagai cara dan kegiatan

Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja Iklim belajar lebih individualis dan kompetitif Hanya mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran

Perkuliahan merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran

http://www.kopertis4.or.id

Perbedaan Pembelajaran Teacher Centered ( TC) dengan Student Centered Learning ( SCL)
Teacher Centered
Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara dosen melakukan pembelajaran

Student Centered Learning


Penekanan pada pencapaian kompetensi peserta didik dan bukan tuntasnya materi Penekanan pada bagaimana cara mahasiswa dapat belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran, metodeinterdisipliner, penekanan pada problem based learning dan skill competency

http://www.kopertis4.or.id

Aspek - Aspek Yang Perlu Diperhatikan Pada Pembelajaran SCL


1. 2. 3. 4. 5. Memahami tujuan dan fungsi belajar Mengenal mahasisw a sebagai individu Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar serta memberikan muatan nilai, etika, estetika dan logika Memberikan umpan balik untuk mendorong kegiatan belajar Menyediakan pengalaman belajar yang beragam
http://www.kopertis4.or.id

6. 7.

Klasifikasi METODE PEMBELAJARAN SCL


a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Small group discussion Simulation Case study Discovery learning ( DL) Self directed learning ( SDL) Cooperative learning ( CL) Collaborative learning ( CBL) Contextual instruction ( CI ) Project based learning ( PJBL) Problem based learning ( PBL)
http://www.kopertis4.or.id

Small Group Discussion


Merupakan salah satu elemen pembelajaran secara aktif dan merupakan bagian dari SCL Mahasisw a dibagi dalam kelompok kecil 5 10 orang untuk mendiskusikan bahan dari dosen Mahasisw a belajar : a. Menjadi pendengar yang baik b. Bekerjasama c. Memberikan dan menerima umpan balik yang konstruktif d. Menghormati perbedaan pendapat e. Mendukung pendapat dengan bukti f. Menghargai sudut pandang yang bervariasi ( gender, budaya, agama dan lain-lain)
http://www.kopertis4.or.id

Simulation
Adalah model yang membawa situasi yang mirip dengan sesungguhnya kedalam kelas Bentuk simulasi : - Role Playing (permainan peran) - Simulation games - Model komputer Tujuan untuk mempraktekan kemampuan umum dan khusus baik secara individual maupun tim

Discovery learning
Adalah metode belajar yang difokuskan pada pemanfaatan informasi yang tersedia baik dari dosen maupun dicari sendiri oleh mahasiswa. Tujuannya untuk membangun pengetahuan dengan cara belajar mandiri

http://www.kopertis4.or.id

Self Directed Learning ( SDL)


Adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa sendiri, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pengalaman belajar yang telah dijalani. Dosen bertindak sebagai fasilitator dengan memberi arahan, bimbingandan konfirmasi terhadap kemajuan belajar.

Cooperative Learning ( CL)


Adalah metode belajar berkelompok yang dirancang oleh dosen untuk memecahkan suatu masalah/ kasus atau mengerjakansuatu tugas. Kelompok ini teridiri dari beberapa orang mahasiswa dan mempunyai kemampuan akademik beragam Metode ini merupakan paduan antara teacher centered dan studnt centered learning. Manfaat: untuk menumbuhkan dan mengasah a. Kebiasaan belajar aktif pada diri mahasiswa b. Rasa tanggungjawab individu dan kelompok mahasiswa c. Kemampuan dan keterampilan kerjasama antara mahasiswa d. Keterampilan sosial mahasiswa
http://www.kopertis4.or.id

Collaborative Learning ( CBL)


Metode belajar yang menitik beratkan pada kerjasama antara mahasisw a yang didasarkan oleh konsensus yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok w alaupun tugas/ masalah/ kasus berasal dari dosen

Contextual I nstruction ( CI )
Merupakan konsep belajar yang membantu dosen mengaitkan isi mata kuliah dengan situasi nyata dalam kehidupan seharihari dan memotivasi mahasisw a untuk membuat keterhubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari- hari sebagai anggota masyarakat , profesional enterepreneur maupun investor

Project Based Learning ( PjBL)


Metode belajar yang sistematis, yang melibatkan mahasisw a dalam belajar pengatahuan dan keterampilan melalui proses pencarian/ penggalian ( inguiry) yang panjang dan terstruktur .
http://www.kopertis4.or.id

Problem Based Learning/ I nguiry


Adalah belajar dengan memanfaatkan masalah dan mahasisw a harus melakukan pencarian/ penggalian informasi ( inguiry) untuk memecahkan masalah tersebut . Metode ini dikembangkan oleh How ard Barrons tahun 1969 di Fakultas Kedokteran Mc Master University Canada 7 langkah dalam PBL 1. Clarify unclear terms and concepts 2. Define the problem 3. Analyse the problem 4. Order your ideas and systematically analysed them in depth 5. Formulate learning objectives 6. Seek additional information outside the grup from other resources 7. Systhesise and test the new information ( w olters nourdhoft )
http://www.kopertis4.or.id

Peran Dosen dalam SCL


1. 2. 3. Bertindak sebagai fasilitator Mengkaji kompetensi mata kuliah yang perlu dikuasai mahasisw a Merancang strategi dan lingkungan pembelajaran yang dapat menyediakan beragam pengalaman belajar yang diperlukan mahasisw a dalam rangka mencapai kompetensi yang dituntut mata kuliah Membantu mahasisw a mengakses informasi Mengidentifikasi dan menentukan pola penilaian hasil belajar mahasisw a

4. 5.

http://www.kopertis4.or.id

METHODA PENILAIAN
Practical Skill/Attitude Assessed Trough Knowledge Skill Assessed Trough
Written Multivle Choice Oral Questions Short Answer Assigment Interview Presentation Essays Discussion group True/False Case Study Oral

Real Work Observation Using Checklist Project Project Teams On the Job

Simulated Work Assigments Role plays Exercises Off the Job

http://www.kopertis4.or.id

Laju peningkatan penyerapan alumni didunia kerja (graduate employment rate) Tingkat kepuasan alumni (graduate satisfaction) Tingkat kepuasan industri (employer satisfaction) Tingkat kepuasan mahasiswa (student satisfaction) Laju peningkatan nisbah alumni yang lulus tepat waktu termasuk nilai IPK (graduate rate)

http://www.kopertis4.or.id