Anda di halaman 1dari 7

Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan plunger pada bagian dalamnya ketika plunger berpindah posisi maka pada lubang keluaran dari solenoid valve pneumatic akan keluar udara bertekanan yang berasal dari supply (service unit), pada umumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

Berikut keterangan gambar Solenoid Valve Pneumatic: 1. Valve Body 2. Terminal masukan (Inlet Port) 3. Terminal keluaran (Outlet Port) 4. Terminal slot power suplai tegangan 5. Kumparan gulungan (koil) 6. Spring 7. Plunger 8. Lubang / exhaust

Prinsip Kerja Pneumatik Dalam Prinsip Kerja Pneumatik dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Dalam pengaplikasiannya pneumatik dapat dipadukan dengan sistem elektrikal contohnya mengunakan rangkaian PLC dan Elektrik Motor Lainnya sebagai pendukung kinerja dari pneumatik tersebut. Cara Kerja Sistem Pneumatic

Kompressor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak mula umumnya motor listrik. Udara akan disedot oleh kompresor kemudian ditekan ke dalam tangki udara hingga mencapai tekanan beberapa bar. Untuk menyalurkan udara bertekanan ke seluruh sistem (sirkuit pneumatik) diperlukan unit pelayanan atau service unit yang terdiri dari penyaring (filter), katup kran (shut off valve) dan pengatur tekanan (regulator).

Service unit ini diperlukan karena udara bertekanan yang diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan operasional pada umumnya hanyalah sekitar 6 bar. Selanjutnya udara bertekanan disalurkan dengan bekerjanya solenoid valve pneumatic ketika mendapat tegangan input pada kumparan dan menarik plunger sehingga udara bertekanan keluar dari outlet port melalui selang elastis menuju katup pneumatik (katup pengarah/inlet port pneumatic). Udara bertekanan yang masuk akan mengisi tabung pneumatik (silinder pneumatik kerja tunggal) dan membuat piston bergerak maju dan udara bertekanan tersebut terus mendorong piston dan akan berhenti di lubang outlet port pneumatic atau batas dorong piston.

PROSES KERJA SISTEM PEMBUKA PINTU PNEUMATIK PADA BUSWAY DIPT. MEKAR ARMADA JAYA
SLAMET RIYANTO, RIDWAN, ST, MT. Penulisan Ilmiah, Fakultas Teknologi Industri, 2005 Universitas Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id

kata kunci : pneumatik Abstraksi : Sistem pneumatik adalah suatu sistem pembuka pintu pada busway yang bekerja secara semi otomatis. Dimana sistem pembuka pintu pneumatik ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses membuka dan menutupnya pintu pada Busway, disamping itu juga bertujuan untuk kenyamanan dan keamanan karena sistem ini dilengkapi dengan kontro-kontrol sistem pneumatik. Sistem pneumatik tersebut menggunakan fluida kerja udara dimana fluida tersebut mempunyai sifat mampu mampat. Sistem ini terdiri atas komponen-komponen: Kompresor, Unit pelayanan udara bertekanan, Katup3/2, Katup5/2 selenoid, Silinder kerja, Sensor pintu, Timer.

Sistem ini terdiri atas komponen- komponen : kompresor unit pelayanan udara bertekanan katub 3/2 , katub 5/2, selenoid silinder kerja, sensor pintu, timer

Kenalan Dengan PNEUMATIK


Sistem Pneumatik adalah sistem tenaga fluida yang menggunakan udara sebagai media transfer. Udara dikempa atau dimampatkan dengan menggunakan kompresor dan disimpan di dalam tangki udara kempa untuk setiap saat dapat digunakan. Konstruksi dasar sistem pneumatik dapat dilihat pada gambar.

Konstruksi sistem pneumatik sederhana

Cara kerja : Apabila kompresor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak mula (dalam gambar 1 adalah motor listrik). Udara akan disedot oleh kompresor kemudian ditekan ke dalam tangki udara hingga mencapai tekanan beberapa bar. Untuk menyalurkan udara kempa ke seluruh sistem (sirkuit pneumatik) diperlukan unit pelayanan atau service unit yang terdiri dari penyaring (filter), pengatur tekanan (regulator) dan pelumas (lubrikator) bagi yang memerlukan. Service unit ini diperlukan karena udara kempa yang diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan operasional pada umumnya hanyalah sekitar 6 bar. Selanjutnya udara kempa disalurkan dengan membuka katup pada service unit, kemudian menekan tombol katup pneumatik (katup pengarah) hingga udara kempa masuk ke dalam tbung pneumatik (silinder pneumatik kerja tunggal) dan akhirnya

piston bergerak maju. Untuk mengembalikan piston bergerak mundur maka tekanan pada tombol dilepas sehingga udara kembali ke katup pneumatik dan dibuang ke udara luar lewat selencer.

Penerapan Sistem Pneumatik Di Industri Sistem pneumatik diterapkan sebagai pengganti tenaga manusia pada proses yang resiko dan ketelitiannya tinggi. Tujuan penerapan sistem ini antara lain sebagai : 1. Media kerja (working media). Ini berbentuk penyimpanan tenaga berupa udara kempa, kemudian dengan tenaga yang tersimpan tersebut orang dapat melakukan suatu pekerjaan. 2. Otomasi (automation). Pekerjaan yang dilakukan dengan udara kempa yang dikontrol (dikendalikan) dengan alat-alat pengatur (PLC) dan sensor, maka sistem tersebut dapat bekerja secara otomatis

Unit penggerak (working element) dari sistem pneumatik dapat menampilkan output berupa gerakan-gerakan sebagai berikut :

Gerak Lurus (maju-mundur atau naik turun) oleh silinder pneumatik. Gerak radius / lengkung (swivel) oleh limiter rotary actuator. Gerak Putar (rotary) oleh motor pneumatik.

Bidang-bidang industri yang menggunakan atau menerapkan sistem pneumatik sebagi working media atau otomasisasi antara lain: a. Bidang Manufacturing

Drilling Turning Milling Forming Finishing

b. Bidang Handling

Clamping Shifting Positiong

c. Penerapan Umum

Packaging Feeding Meterring Door or chute control Transfer of materials

d. Pertahanan / kemiliteran

Alat angkat Pemutar senjata Dsb