Anda di halaman 1dari 4

Sistem Hexagonal - Trigonal bipyramidal - Ditrigonal bipyramidal - Hexagonal pyramidal - Hexagonal trapezohedral - Hexagonal bipyramidal - Dihexagonal pyramidal - Dihexagonal

bipyramidal

KRISTAL
19:42 Edit This 0 Comments

a. Sistem Kristal Menentukan system kristal adalah langkah pertama dalam mendeterminasikan suatu kristal. Untuk dapat menentukan system dari suatu kristal, maka diperlukan suatu sumbu salib kristal. Ini berarti bahwa kita dalam meletakkan kristal pada sumbu salib dimana pusat kristal diletakkan menempel atau berimpit dengan titik potong dari salib sumbunya. Sumbu-sumbu horizontal dari salib-salib sumbu pada a, b, dan c diletakkan pada bidang kristal horizontal dan sumbu c terletak tegak lurus bidang tersebut. Maka dari cara-cara meletakkan sumbu-sumbu ini akan didapatkan orde yang berbeda dari lukisan proyeksi kristal. Setelah kita meletakkan sumbu salib pada kristal, maka akan terlihat perbandingan dari sumbu-sumbu dari salib sumbu yang akan terpotong oleh bidang-bidang kristal (perluasannya). Berdasarkan perbandingan dari sumbu-sumbu salib yang terpotong ini maka akan dapat ditentukan atau didapat bermacam-macam system kristal. Kristal dapat digolongkan menjadi 6 golongan, yaitu : 1. Sistem isometrik 2. Sistem tetragonal

3. Sistem ortorhombik 4. Sistem monoklin 5. Sistem triklin 6. Sistem heksagonal dan trigonal b. Elemen Simetri Elemen simetri disebut juga unsur-unsur simetri yang terkandung dalam kristal. Dimana dengan elemen simetri ini kita dapat menentukan kelas dari suatu kristal,dan elemen simetri itu terdiri dari : 1. Bidang Simetri (Planes Of Symetri) Bidang simetri adalah bidang yang dapat membagi dua kristal menjadi dua bagian yang sama besar, dimana kedua bagian tersebut saling mencerminkan satu sama lain yang dapat ditulis (-Xl . P) dengan kata lain dapat dikatakan bahwa bidang simetri mempunyai dua syarat, yaitu : a. Membagi kristal dalam dua bagian sama besar b. Bagian itu saling mencerminkan satu sama lain. Selain itu juga ada yang disebut bidang simetri khayal, dimana bidang itu membagi kristal menjadi dua bagian yang sama besar tetapi keduanya tidak saling mencerminkan satu sama lainnya. Yang dimaksud dengan mencerminkan adalah bila melalui titik itu ditarik garis tegak lurus pada bidang simetri maka garis ini akan menembus bidang kristal yang dihadapannya dengan jarak yang sama terhadap titik itu. 2. Sumbu Simetri (Axis Of Symetri) Sumbu simetri adalah garis khayal yang kita tarik melalui pusat kristal dan melalui garis ini diputar 360o dengan bentuk yang teratur (harmonis). Sumbu simetri dapat ditarik melalui salib sumbu pertengahan sisi bidang kristal. Sumbu simetri terbagi 4, yaitu : a. Sumbu simetri berharga dua. Bila kristal diputar 180o akan kembali seperti awal perputaran. b. Sumbu simetri berharga tiga. Bila kristal diputar 120o akan kembali seperti awal perputaran c. Sumbu simetri berharga empat Bila kristal diputar 90o akan kembali seperti awal perputaran d. Sumbu simetri berharga enam Bila kristal diputar 60o akan diputar kembali seperti awal perputaran.

3. Titik Simetri Semua kristal dikatakan mempunyai titik simetri bila titik pada bidang kristal dihubungkan dengan satu garis lurus ke pusat kristal, maka garis lurus itu akan menembus pada bidang kristal di depannya dengan jarak yang sama. c. Bentuk dan Indices Bentuk kristal dapat juga dikatakan sebagai nama dari suatu kristal. Bentuk dan indices memegang peranan penting dalam pendeterminasian suatu kristal. 1. Bentuk Kristal a) Bentuk umum, adalah bentuk yang sudah dikenal seperti : 1) Kubus, mempunyai enam buah bidang kristal yang sama besar dan saling tegak lurus. 2) Prisma, bidang kristal sisi adalah bidang tegak dan bagian atas ditutupi oleh bidang sejajar sumbu horizontal. 3) Pyramid, dimana bidang-bidang sisi kristal aakan bertemu di suatu titik pada sumbu c. 4) Sphenoid, terdiri dari empat bidang dan atas bawah berbentuk baji. 5) Scalenohedron, terdiri dari 12 bidang, setiap bidang akan merupakan scaleno triangle. 6) Trapezohedron, bidang kristal yang berbentuk mirip trapezium. 7) Rhombohedron, terdiri dari 6 bidang yang memiliki bentuk jajaran genjang. 8) Pentagonal icositetrahedron, terdiri dari 24 buah bidang yang berbenuk segi lima. b) Bentuk yang didasarkan jumlah dari bidang yang ada pada suatu kristal : 1) Octahedron, kristal yang memiliki 8 bidang 2) Dodecahedron, kristal yang memiliki 12 bidang 3) Tetrahexahedron atau tetrakishexahedron, terdiri dari 24 bidang dengan bentuk asal kubus. 4) Trisoctahedron, perubahan dari octahedron jadi hexaoctahedron yang memiliki 48 bidang 5) Pyritohedron, terdiri dari 12 bidang, mmpunyai bentuk segi lima. 6) Diploid, terdirirdari 224 bbidang yang berbentuk trapezium. 7) Tetrahedron, terdiri dari 4 bidang. 8) Trigonal tristetrahedron, terdiri dari 12 bidang yang bentuk asalnya tetrahedron. c) Bentuk Khusus 1) Basal (base) pinacoid, merupakan bentuk dimana bidangnya sejajar terhadap 2 sumbu horizontal.

2) Prisma, kristal yang mempunyai bidang yang tegak terhadap sumbu c dan memotong sumbu yang lain. 3) Bila bidang yang sejajar terhadap satu sumbu yang horizontal maka merupakan atapnya (dome).

2. Indices Indices adalah perbandingan sumbu panjang sumbu salib yang dipotong oleh bidang kristal dihadapannya, atau juga dapat diartikan sebagai perbandingan pada perpotongan perluasan bidang kristal dengan sumbu kristal. Tiap-tiap bidang yang dimiliki oleh kristal mempunyai indices sendiri, indices merupakan suatu petunjuk dari bentuk kristal yang bersangkutan. Pada umumnya indices petunjuk adalah indices kristal yang memotong sumbusumbu positif, kecuali pada bentuk basalt dan pinacoid. d. Proyeksi Kristal Lukisan proyeksi dari suatu kristal yaitu melukiskan proyeksi dari semua elemen simetri. Bidang kristal dan sumbu salib. Lukisan elemen simetri, bidang kristal dan sumbu salib terlukis dalam bentuk symbol. Untuk melukis proyeksi dari suatu kristal dikenal 2 cara, yaitu : 1. Lukisan proyeksi stereografi (Stereography Projection) 2. Lukisan proyeksi Gnomonik (Gnomonic Projection) Kedua cara ini menggunakan proyeksi bola. Proyeksi bola berarti bahwa titik tembus garis dari pusat kristal tegak lurus pada semua kristal. Titik tembus ini dapat dikatakan suatu proyeksi dari bidang kristal pada bola.