Anda di halaman 1dari 33

BIOAKUSTIK

Maria Diah C.T,M.Kep,Sp.KMB

BUNYI
Gel bunyi merupakan vibrasi dari molekulmolekul zat dan saling beradu satu sama lain Gel bunyi timbul akibat perubahan mekanik pada gas, zat cair atau gas yang merambat ke depan dgn kecepatan tertentu

BUNYI..........cont
Bunyi mempunyai hubungan antara frekuensi vibrasi (f) bunyi, panjang gel () dan kecepatan (V) Sumber bunyi : musik, gerakan dahan/poh/daun, garputala.

Pembagian frekwensi bunyi


1. 0- 16 Hz : daerah infrasonik (getaran tanah, gempa bumi) 2. 16 -20.000 Hz : daerah sonik (Tertangkap oleh indera pendengar manusia, misalnya suara pembicaraan, suara lonceng dan sebagainya) 3. Di atas 20.000 Hz : daerah ultrasonik (Tak tertangkap oleh indera pendengar manusia, misalnya getaran yang dihasilkan oleh magnet listrik, getaran kristal piezo elektrik yang digunakan beberapa instrumen kedokteran (USG, diatermi dll)

Sifat gelombang bunyi


1. Memantul 2. Diteruskan 3. Diserap

Medium 1

Medium 2

A0
T R

Ultrasonik dalam bidang kedokteran


Bunyi ultra dihasilkan oleh magnet dan kristal piezo electric dengan frekuensi di atas 20.000 Hz kristal piezo electric dipakai sbg transduser pada USG

Daya Ultrasonik
Diagnostik 1 MHz sampai 5 MHz Pengobatan 1 W/cm2 Merusak jaringan 103 W/cm2

Prinsip penggunaan ultrasonik


Perubahan frekuensi akibat adanya pergerakan pendengar atau sebaliknya; dan getaran bunyi yang dikirimke tempat tertentu (ke obyek) akan direfleksi oleh obyek itu sendiri

Efek gelombang ultrasonik


a. Mekanik b. Panas c. Kimia d. Efek biologis

Penggunaan dalam bidang kedokteran


Pelengkap diagnosis kristal piezo elektrik sbg transduser obyek dipatulkan transduser amplifier (gel listrik) diterima ossiloskop.

Hal hal yang didiagnosis


1. A skanning Diagnosis tumor otak (EEG), memberi tahu tentang penyakit mata (tumor pada organ mata) 2. B skanning mengetahui struktur tubuh manusia (hati, lambung, usus, mata, mammae, jantung janin

3. M skanning memberi informasi gerakjantung, katup jantung, mengukur aliran darah. bisa sekalian dilakukan pengobatan

Penggunaan ultrasonik dalam pengobatan


Memberikan efek kimia dan biologi Menaikkan temperatur dan peningkatan tekanan Jaringan mengabsorpsi energi bunyi Digunakan untuk menghancurkan sel kanker masih dalam penelitian

suara

Istilah suara sama dengan bunyi

Organ yang membentuk suara : udara dari paru-paru, pita suara, rongga mulut. Unvoiced huruf p, t, s, f dan ch (dibentuk aliran udara melalui penciutan(lidah, gigi,bibir dan langitlangit))

Frekuensi dasar tergantung massa dan tegangan pita suara. Laki-laki 125 Hz Wanita 150 Hz

Telinga dan proses pendengaran

Organ yang berperan menerima getaran suara


Getaran tergolong sebagai energi mekanik Energi mekanik ini diterima dan diolah di dalam telinga, lalu diubah menjadi energi listrik setelah diterima oleh reseptor saraf sensorik di organon korti telinga dalam

Bagian telinga
1. Telinga luar : daun telinga dan kanal telinga (dari daun telingan sampai membran timpani) 2. Telinga tengah : dari membran timpani sampai tuba eustacheus (3 tulang kecil) 3. Telingah dalam : di belakang tulang tengkorak

Proses pengolahan suara oleh telinga:

1. Pada telinga luar


Aurikel (daun telinga) mengumpulkan gelombang suara untuk diteruskan ke liang telinga. Bandingkan bentuk corong daun telinga dengan stetoskop serta bandingkan pula fungsinya. Meatus akustikus eksternus (liang telinga luar) yang areanya lebih sempit akan meningkatkan intensitas suara dan diteruskan menuju telinga tengah. Bandingkan pula bentuk dan struktur liang telinga dengan stetoskop tadi.

Membrana timpani (gendang telinga) sebagai pembatas telinga luar dan telinga tengah digetarkan dan menguatkan suara. Luas membrana timpani kira-kira 51 mm2.

2. Pada telinga tengah


Tulang-tulang pendengaran (malleus, inkus dan stapes) menguatkan suara dengan mekanisme gaya ungkit dan melanjutkannya menuju pembatas telinga dalam yaitu foramen ovale. Efek dari gaya ungkit tulang pendengaran terhadap getaran suara adalah 1,3 kali. Cermati bahwa tulang-tulang pendengaran berawal dari membrana timpani seluas 51 mm2 dan berakhir pada foramen ovale dengan luas kira-kira 3 mm2. Dengan demikian getaran suara yang masuk ke dalam telinga mengalami amplifikasi sebesar: 51/3 x 1,3 = 22 kali

3. Pada telinga dalam Telinga dalam: kokhlea (rumah siput) dan duktus semisirkularis (saluran setengah lingkaran). Di dalam kokhlea terdapat 3 saluran: skala vestibuli dan skala timpani yang berisi cairan perilimfe, yang akan bergetar meneruskan getaran dari foramen ovale. Selanjutnya getaran ini akan menggetarkan cairan endolimfe dan organ korti di skala ketiga (skala media). Organ korti merupakan sel-sel rambut sebagai reseptor pendengaran. Dengan kata lain energi mekanik berupa getaran tadi merangsang reseptor saraf sensorik pendengaran (Nervus VIII) dan diteruskan sebagai energi listrik menuju otak untuk ditafsirkan.

Respon frekuensi telinga Pada usia muda batas atas masih 20.000 Hz, di usia pertengahan berkurang menjadi 15.000 Hz dan pada usia lanjut menjadi 10.000 Hz. Telinga manusia memiliki sensitifitas tertinggi pada frekuensi 3.000 Hz yang menimbulkan rasa tidak nyaman, misalnya suara jeritan atau alarm. Penyebab dari kondisi tersebut adalah kokhlea adalah tabung dengan panjang 2,5 cm yang tertutup di salah satu ujung.

Respon frekuensi telinga dikategorikan sebagai berikut: Pada frekuensi rendah telinga sangat tidak sensitif. Frekuensi 20 Hz membutuhkan intensitas suara kira-kira 1 W/m2. Pada frekuensi ambang atas pendengaran, frekuensi 100 Hz membutuhkan intensitas suara kira-kira 10-10 W/m2.

Pada frekuensi ambang bawah pendengaran, frekuensi 3000 Hz sangat


menusuk

Skala kebisingan Kebisingan diukur dengan skala desibel (dB). Berikut ini merupakan daftar nilai kebisingan dalam berbagai situasi dan dampak yang dapat timbul.
Level (dBA)
0

Noise
Ambang pendengaran

Effect

20
30 40 50 70 90 100 120 140 160

Denyut nadi
Detak jam Percakapan tenang Jalanan sepi Hoover in a room Jalanan 7 m Kebisingan pabrik Suara diskotik Pesawat udara 25 m Rifle close to ear Batas ketidaknyamanan Batas nyeri Merobek membrana timpani Pemaparan lama menimbulkan kerusakan pendengaran

Kehilangan pendengaran Kehilangan pendengaran dapat terjadi akibat: Kerusakan mekanis akibat cedera kepala Penyakit (penyakit yang menghambat gerakan tulangtulang pendengaran dapat diatasi dengan operasi atau menggunakan alat bantu pendengaran. Penyakit yang merusak saraf menuju kokhlea sulit diatasi) Terpapar pada kegaduhan secara berlebihan (Tinitus dapat terjadi setelah terpapar kegaduhan konser rock, atau saat distress ketika tak bias tidur). Proses penuaan (proses penuaan menimbulkan penurunan sensitifitas terhadap suara)

BISING
Bunyi yang tidak dikehendaki (bicara, pidato, bunyi mesin) Bising dinilai relatif Prof. Phoan Way On (Singapura, 1975) di negara Industri peningkatan kebisingan sekitar 1dB. Pada tahun 1990 mencapai 100 kali

Pembagian Kebisingan
1. Audible noise (bising pendengaran) frekuensi bunyi 31,5 8.000 Hz 2. Occupational noise disebabkan bunyi mesin di tempat kerja 3. Impuls noise akibat bunyi menyentak (pukulan palu, ledakan)

Berdasarkan waktu
Bising kontinyu spektrum luas Bising kontinyu spketrum sempit Bising terputus-putus Bising sehari penuh Bising setengah hari Bising terus menerus Bising impulsif

Daftar skala kebisingan


Tingkat kebisingan Menulikan Sangat hiruk pikuk Kuat Intensitas (dB) 120 110 90 70 Batas dengar tertinggi Halilintar, Meriam , mesin uap Jalan hirup pikuk, perusahaan sangat gaduh, pluit Kantor gaduh, jalan pada umumnya, radio, perusahaan

Sedang

50

Rumah gaduh, kantor pada umumnya, percakapan kuat, radio perlahan


Rumah tenang, kantor perorangan, auditorium, percakapan Bunyi daun, berbisik, batar dengarterendah

Tenang Sangat tenang

30 10

Pengaruh ketulian terhadap kesehatan


1. Hilangnya pendengaran secara kontemporer 2. Orang menjadi kebal 3. Telinga berdengung 4. Kehilangan pendengaran secara menetap Mengganggu konsentrasi, kelelahan

Pencegahan ketulian
Prinsip pencegahan ketulian menjauhi dari sumber bising. 1.Mesin atau yang menghasilkan bising diberikan cairan pelumas 2.Membuat tembok pemisah antara sumber bising dengan tempat kerja 3.Menggunakan pelindung telinga