Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada laporan tutorial kali ini, laporan membahas blok mengenai endokrinologi yang berada dalam blok 14 pada semester 3 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Pada kesempatan ini, dilakukan tutorial studi kasus sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi tutorial yang sebenarnya pada waktu yang akan datang. Adapun maksud dan tujuan dari materi praktikum tutorial ini, yaitu: 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial dan memahami konsep dari skenario ini.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Data Tutorial Tutor Moderator Sekretaris Papan Sekretaris Meja Hari, Tanggal Peraturan : dr. Nursanti A. , : : Indah Fitri Nurdianthi : Muthiah Hasnah Suri : Selasa, 21 Januari 2013 : 1. Alat komunikasi di nonaktifkan 2. Dilarang makan dan minum 2.2 Skenario kasus Nn SS, 22 tahun, karyawan horoner di sebuah perusahaan swasta, diantar ke IGD sebuah RS karena penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Dari aloanamnesis, sejak 1 minggu yang lalu pasien mengalami demam tinggi, batuk pilek, dan sakit tenggorokan. Pasien juga sering mengalami diare, frekuensi 3-4 kali/hari, tanpa disertai darah dan lendir. Dalam beberapa bulan terakhir pasien juga sering gugup, keluar keringat banyak, mudah cemas, sulit tidur, dan bila mengerjakan sesuatu selalu terburu-buru.

Pemeriksaan fisik Kesadaran : delirium, TD 100/80 mmHg, nadi 140x/menit, RR 24x/menit, suhu 39 C. Kepala : exophthalmus (+), mulut : faring hiperemis, oral hygiene buruk Leher : struma diffusa (+), kaku kuduk (-) Jantung : takikardia; paru : bunyi nafas normal Abdomen : dinding perut lemas; hati dan limpa tak teraba, bising usus meningkat Ekstremitas : telapak tangan lembab

Jelaskan mengenai kasus ini secara rinci !

2.3 Paparan I. Klarifikasi Istilah 1. Aloanamnesis 2. Diare 3. Delirium : tanya jawab dengan keluarga pasien. : pengeluaran tinja berkali-kali yang tidak normal. : gangguan mental yang berlangsung singkat, biasanya mencerminkan keadaan keracunan yang ditandai oleh ilusi,halusinasi, kegirangan, kegelisahan,dan gangguan memori. : keadaan bola mata tertarik ke depan. : cairan jernih yang disekresikan secara berlebihan oleh kelenjar keringat. : perawatan yang benar terhadap mulut dan gigi. : pembesaran kelenjar tiroid yang terjadi secara diffuse tanpa adanya nodul : kondisi badan yang kaku karena kerusakan saraf. : kecepatan denyut jantung yang abnormal, >100x/menit. : gemetar atau menggigil yang involunter. : suara gemericik dari perut yang disebabkan oleh kontraksi otot peristaltik : substansi yang berdisosiasi menjadi ion pada saat mengalami fusi atau jika berada di dalam larutan. : : hormon yang dikeluarkan kelenjar hipofise untuk menstimulasi pengeluaran hormone tiroid : hormone yang mengandung yodium yang disekresi oleh kelenjar tiroid yang beredar di sirkulasi darah. : tidak dapat tidur atau keadaan terjaga yang abnormal. : perasaan keprihatinan, ketidakpastian, dan ketakutan tanpa stimulus yang jelas dikaitkan dengan perubahan fisiologis seperti takikardi, berkeringat, dan tremor

4. Exophthalmus 5. Keringat banyak 6. Oral hygiene 7. Struma diffusa 8. Kaku kuduk 9. Takikardia 10. Tremor 11. Bising usus 12. Elektrolit serum 13. Refleks patologis 14. TSH 15. T4 bebas 16. Insomnia 17. Mudah cemas

II. Identifikasi Masalah

NO KENYATAAN 1. Nn SS, 22 tahun, karyawan horoner di sebuah perusahaan swasta, diantar ke IGD sebuah RS karena penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu 2. Dari aloanamnesis, sejak 1 minggu yang lalu pasien mengalami demam tinggi, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan diare, frekuensi 3-4 kali/hari, tanpa disertai darah dan lendir 3 Dalam beberapa bulan terakhir pasien juga sering gugup, keluar keringat banyak, mudah cemas, sulit tidur, dan bila mengerjakan sesuatu selalu terburu-buru.

KESESUAIAN TSH

KONSEN VVV

TSH

VV

TSH

4.

TSH

III.

Analisis Masalah 1. Nn SS, 22 tahun, karyawan horoner di sebuah perusahaan swasta, diantar ke IGD sebuah RS karena penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu 1.1. Bagaimana etiologi penurunan kesadaran ? (1) 1.2. Bagaimana mekanisme penurunan kesadaran pada kasus ? (2) 1.3. Bagaima hubungan usia dan jenis kelamin dengan penyakit yang dialami pada kasus ? (3)

2. Dari aloanamnesis, sejak 1 minggu yang lalu pasien mengalami demam tinggi, batuk pilek, dan sakit tenggorokan 2.1. Bagaimana etiologi dan mekanisme : a. demam tinggi (4) b. batuk pilek (5) c. sakit tenggorokan (6)

d. diare frekuensi 3-4 kali/hari (7) 2.2. Bagaimana hubungan gejala tersebut dengan penurunan kesadaran? (8) 2.3. Bagaimana hubungan antar gejala tersebut? (9)

3. 3.1. Bagaimana etiologi dan mekanisme a. gugup (10) b. keluar keringat banyak (11) c. mudah cemas (12) d. sulit tidur (13)

4. Pemeriksaan fisik 4.1. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik? (14) 4.2. Bagaimana patofisiologi dari hasil pemeriksaan fisik yang abnormal? a. Kesadaran (15) b. Kepala (16) c. Leher (17) d. Jantung (18) e. Abdomen (19) f . Ekstremitas (20) 4.3. Bagaimana cara pemeriksaan : a. Exophthalmus (21) b. Struma diffusa (22) c. Tremor (23)

5. Pemeriksaan laboratorium 5.1 Bagaimana interpretasi pemeriksaan laboratorium? (24) 5.2 Bagaiman patofisiologi hasil pemeriksaan laboratorium yang abnormal? (25)

6. Apa diagnosis dari kasus ini? (26) 7. Apa differential diagnosis dari kasus ini? (27) 8. Bagaimana penanganan pertama pada saat delirium? (28) 9. Bagaimana penatalaksaan pada kasus ini? (29) 10. Bagaimana prognosis pada kasus ini? (30)
6

11. Apa KDU pada kasus ini? (31)

IV.

Learning Issue 1. Hipertiroid (1) 2. Pemeriksaan fisik pada kelenjar tiroid (2) 3. Pemeriksaan laboratorium fungsi tiroid (3)

HIPOTESIS Nn SS 22 tahun diantar ke IGD karena delirium sejak 4 jam yang lalu, diduga mengalami hipertiroid

Hafizh : 7, 18, 29, 9, 20 31 11 21 : LI : 1 Irin : 6 17 28 8 19 30 10 20 31 LI : 2 Indah : 5 16 27 7 18 29 9 19 30 LI : 3 Eno : 1 12 23 3 14 25 5 16 26 LI: 1 Nuri : 2 13 24 4 15 26 6 27 LI : 2 Aka : 3 14 25 5 16 27 7 17 28 LI : 3 Lisa : 4 15 26 6 17 28 8 18 29 LI : 1 Dhilla : 8 19 30 10 21 1 12 22 LI : 2 Juli : 9 20 31 11 22 2 13 23 LI : 3 Ririn : 11 22 2 13 24 4 15 25 LI : 2 Muthiah : 10 21 1 12 23 3 14 24 LI : 1

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan (Hipotesis) Tn. A, 67 tahun penderita DM tipe 2, mengalami shock hipoglikemi akibat mengkonsumsi obat glibenklamid sebelum makan pagi.

DAFTAR PUSTAKA

Bloom.Fawcett.2002.Buku Ajar Histologi Ed. 12.Jakarta : EGC Dorland, W. A Newman. 2011. Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 28. Jakarta : EGC Goodman.Gilman.Dasar Farmakologi Terapi.Jakarta : EGC Gibney, Michael J.Barrie.dkk.2009.Gizi Kesehatan Masyarakat.Jakarta : EGC