Anda di halaman 1dari 3

Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi

KUARSA
Salah satu mineral paling umum di Bumi. Dalam kondisi murni, kuarsa tidak berwarna, tetapi dapat beraneka warna tergantung pengotornya. Kuarsa berwarna ungu disebut ametist (kecubung), warna kuning disebut citrine, warna merah muda disebut rose, warna putih disebut milky quartz sedangkan warna hitam disebut smoky quartz. Terbentuk langsung dari kristalisasi magma atau dari sisa organisme tertentu. Stabil di berbagai lingkungan dan paling tahan terhadap pelapukan. Pembentukan mineral kuarsa dimulai dengan proses Diferensiasi Magma yaitu proses penurunan temperatur magma yang terjadi secara perlahan yang diikuti dengan terbentuknya mineral-mineral seperti yang ditunjukkan dalam deret reaksi Bowen. Pada penurunan temperatur magma maka mineral yang pertama kali yang akan terbentuk adalah mineral Olivine, kemudian dilanjutkan dengan Pyroxene, Hornblende, Biotite (Deret tidak kontinu). Pada deret yang kontinu, pembentukan mineral dimulai dengan terbentuknya mineral Ca-Plagioclase dan diakhiri dengan pembentukan Na-Plagioclase. Pada penurunan temperatur selanjutnya akan terbentuk mineral K-Feldspar(Orthoclase), kemudian dilanjutkan oleh Muscovite dan diakhiri dengan terbentuknya mineral Kuarsa (Quartz).

Rian arif wirawan 111090071 Plug 2

Page 1

Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi

Pada dasarnya kuarsa yang murni disebut kristal. Kristal selalu menunjukkan enam sisi pada bagian luar, sedangkan di dalam ketika kita belah kuarsa tidak mempunyai arah belahan. Bentuk fracture conchoidal dan kilap kaca adalah penciri utama mineral kuarsa ini. Kuarsa termasuk dalam sistem kristal hexagonal. Mineral kuarsa banyak dijumpai pada kebanyakan daerah geologi, tetapi pada umumnya terbentuk pada batuan sediment seperti batu pasir dan pada batuan beku tertentu seperti granite. Pada batuan granite butiran kuarsa biasanya muncul berwarna abu-abu. Pada waktu batuan kristal ini terbentuk jauh di bawah permukaan, mineral kuarsa adalah mineral yang terakhir kali terbentuk dan biasanya tidak mempunyai ruang untuk membentuk kristal. Pada batuan pegmatites, kuarsa kadang-kadang membentuk kristal yang sangat besar bisa mencapai beberapa meter. Pada batuan metamorf seperti gneiss, kuarsa terkonsentrasi di dalam garis garis dan urat urat batuan. Pada keadaan ini butirannya tidak mengambil type bentuk kristalnya. Batu pasir pada umumnya mengandung kuarsa, dan ketika mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi maka akan termetamorfosakan menjadi batuan kuarsit. Mineral kuarsa juga muncul dalam bentuk mikrokristalin dan dinamakan calsedon. Kedua mineral ini bersama-sama mengindikasikan kehadiran silika.

Rian arif wirawan 111090071 Plug 2

Page 2

Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi

Gambar2 mineral kuarsa:

Dari kiri Rose Quartz, Kristal Quartz dan Smokey Quartz

Kristal Mineral Quartz

Rian arif wirawan 111090071 Plug 2

Page 3