Anda di halaman 1dari 3

Diabetes Melitus adalah suatu penyakit dimana kadar gula darah (glukosa) sangat tinggi.

DM mrpkn ggn sistemik pd metabolisme karbohidrat, protein, & lemak. DM ditandai dg hiperglikemia yg diakibatkan produksi insulin yg tdk adekuat atau penggunaan insulin scr tdk efektif pd tingkat seluler. Insulin yg diproduksi oleh sel-sel beta pulau langerhans di prankreas bertanggung jawab mentranspor glukosa ke dlm sel. Apabila insulin tdk cukup atau tdk efektif , glukosa berakumulasi dlm aliran darah & tjdlah hiperglikemia. Hiperglikemia menyebabkan hiperosmolaritas pd darah yg menarik cairan intrasel ke dlm sistem vaskular shg tjd dehidrasi & peningkatan volume darah. Akibatnya ginjal menyekresi urine dlm volume besar (poliuria) sbg upaya utk mengatur kelebihan volume darah dan menyekresi glukosa yg tdk digunakan (glukosuria). Dehidrasi seluler yg disertai poliuria menimbulkan rasa haus berlebihan (polidipsi). Tubuh mengompensasi ketdkmampuannya mengubah karbohidrat (glukosa) mjd energi dg membakar protein (otot) dan lemak. Produk akhir metabolisme ini adlh keton & asam lemak, yg dlm jmlh berlebihan akan menyebabkan ketoasidosis. Penurunan BB tjd akibat pemecahan lemak & jaringan otot. Pemecahan ini menimbulkan rasa lapar yg membuat individu makan scr berlebihan (polifagia) Stlh dlm jangka wkt tertentu menyebabkan perubahan vaskular yg bermakna. Perub ini terutama mempengaruhi jantung, ginjal, mata dll

Faktor resiko/presipitasi DM 1. Peningkatan usia 2. Obesitas 3. R. diabetes keluarga 4. R. anak lahir dg makrosomia (BB>4 kg) 5. Perubahan hormonal (menarche, kehamilan, menopause) 6. Stress 7. R. obstetrik yg buruk sblmnya 8. dll Perubahan metabolik Kehamilan normal dikatakan sbg suatu kondisi diabetogenik, di mana kebutuhan akan glukosa meningkat utk mensuplai scr adekuat & konstan guna perkemb janin. Insulin ibu tdk menembus plasenta, pd usia kehamilan 10 mg janin sdh menyekresi insulin sendiri utk menggunakan glukosa dr ibu. Pd trimester I kadar glukosa ibu turun, akibat : 1. penggunaan glukosa janin 2. peningkatan produksi insulin yg meningkatkan penggunaan glukosa 3. penurunan asupan makanan Kebutuhan ibu akan insulin meningkat sejak trimester II Pd trimester II & III adanya pengaruh hormon dlm kehamilan dpt menyebabkan resistensi insulin utk menghemat glukosa, shg kebut bumil thdp insulin meningka Pengaruh/ resiko/ komplikasi A. Pengaruh kehamilan, persalinan, dan nifas pd diabetes : 1. Kehamilan menyebabkan status prediabetik mjd diabetik (manifes) 2. Diabetes akan mjd lbh berat oleh kehamilan 3. Pd persalinan memerlukan glukosa banyak utk tenaga ibu & kerja rahim, shg bs tjd hipoglikemia/kom B. Pengaruh diabetes thdp kehamilan 1. Abortus & partus prematurus 2. Hidramnion 3. Pre eklampsia 4. Kesalahan letak janin 5. Insufisiensi plasenta

Klasifikasi DM DM dlm kehamilan dpt dibedakan mjd 2 : 1. Diabetes pra gestasi Diabetes tlh tjd sblm konsepsi & akan trs berlanjut stlh masa hamil, dpt berupa : a. DM tipe I (IDDM) b. DM tipe II (NIDDM) 2. DM gestasional (DMG/GDM) Intoleransi karbohidrat dg berbagai tingkat keparahan yg awitannya/pertama kali dikenali selama hamil saat ini. GDM umumnya hilang pd akhir kehamilan & ada kemungkinan tjd lg pd kehamilan berikutnya.

C. Pengaruh diabetes thdp persalinan 1. Inersia uteri & atonia uteri 2. Distosia krn janin (anak besar) 3. Kelahiran mati 4. Persalinan operatif lbh sering dilakukan 5. Angka kejadian perdarahan & infeksi tinggi 6. Morbiditas 7& mortalitas ibu tinggi D. Pengaruh diabetes thdp nifas 1. Perdarahan & infeksi lbh tinggi 2. Luka-luka jln lahir sembuh lbh lama E. Pengaruh diabetes thdp janin/bayi 1. Sering tjd abortus 2. Kematian janin dlm kandungan stlh 36 mg 3. Dpt tjd cacat bawaan 4. Dismaturitas 5. Janin besar (makrosomia) 6. Kematian neonatal tinggi 7. Dpt tjd kelainan neurologik & psikologik di kmdn hari Penatalaksanaan 1. Diabetes diet 2. Pemberian insulin 3. Penanganan obstetrik (tergantung berat, lama, umur, paritas, r. persalinan dulu, komplikasinya) a. Persalinan biasa : penyakit tdk berat, pengobatan/diet bisa mengontrol. b. Induksi : agak berat, butuh insulin, 36-38 mg c. SC : agak berat dg r. kematian janin dlm kandungan, mg ke-37 d. Induksi/SC lbh dini : berat dg komplikasi, r. persalinan buruk pengkajian A. Anamnesa 1. R. keluarga 2. R. kehamilan persalinan yg lalu 3. Keluhan : trias P (poliuri,polidipsi,polifagi) 4. Faktor presipitasi/resiko : obesitas, stress,

B. Pemeriksaan 1. Px gula darah 2. Px urine 3. Px fisik : TFU, BB, tekanan darah 4. dll Dx Sama antara DM pra gestasi & GDM, yaitu : 1. Antepartum a. Defisit pengatahuan b. Resti koping individu/kelg tdk efektif c. Ansietas, rasa takut, berduka disfungsional, ketdkberdayaan, ggn citra tubuh, perub penampilan peran, distres spiritual, harga diri rendah situasional, perub proses kelg d. Resti cedera pd janin & maternal e. Perub nutrisi kurang/lebih dr kebutuhan tubuh f. Resti infeksi g.Resti ketidakpatuhan 2. Intrapartum a. Resti cedera maternal b. Perub perfusi jaringan kardiopulmoner 3. Pascapartum a. Resti cedera intervensi Salah satu contoh intervensi untuk diagnosa kprwtn Perub nutrisi kurang/lebih dr kebutuhan tubuh : Timbang BB Kaji diet Beri informasi ttg penatalaksanaan diet Diskusikan tanda gejala hipo/hiperglikemia Pantau kadar glukosa dll Evaluasi & kriteria hasil : Mempertahankan glukosa dlm batas normal Mengungkapkan pemahaman ttg aturan & kebutuhan pemantauan diri yg sering

Ggn hipertensi (HT) pd kehamilan mengacu pd berbagai keadaan, di mana tjd peningkatan tekanan darah maternal disertai resiko yg berhub dg kesh ibu & janin. Klasifikasi mnrt Consensus Report, 1990 : 1. Preeklampsia-eklampsia (Ringan-Berat) Preeklampsia : hipertensi tjd stlh mg ke-20 pd wanita yg sblmnya normal tek drhnya. Ditandai dg hipertensi, proteinuria, edema, hemokonsentrasi Eklampsia : tjdnya konvulsi atau koma pd pasien disertai tanda gejala preeklampsia yg dpt muncul tanpa didahului ggn neurologis. 2. Hipertensi kronis (sdh ada sblm hamil) HT yg sdh ada sblm kehamilan/didiagnosis sblm usia kehamilan 20 mg. Atau HT yg menetap lbh dr 6 mg pascapartum. 3. Hipertensi kronis dg Preeklampsia-eklampsia Ibu mengalami keduanya, tjd preeklampsia-eklampsia pd ibu HT kronis. Angka kesakitan & kematian lbh tinggi. Dx berdasarkan peningkatan tek drh yg disertai proteinuria atau edema 4. Hipertensi sementara Perkembangan hipertensi selama masa hamil atau 24 jam pertama nifas tanpa tanda preeklampsia atau HT kronis lain. Bisa mjd HT esensial di kmdn hari Pre eklampsia-eklampsia & hipertensi sementara mrpk penyakit hipertensi dlm kehamilan (pregnancy induced hypertension/PIH). Hipertensi kronis berkaitan dg penyakit yg sdh ada sblm hamil.