Anda di halaman 1dari 23

Disusun oleh : Nama No Kelas :Reska Wulandari : 21 : X MIPA III : Drs.

Umbar Kusnadi

Guru Pembimbing
1|Makalah Penjaskes

1. Permainan Bola Kecil 1. Badminton


A. Pengertian Bulu Tangkis
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga dengan raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

B. Partai
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu: 1. Tunggal putra 2. Tunggal putri 3. Ganda putra 4. Ganda putri

C. Lapangan dan Jaring


Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

D. Perlengkapan
2|Makalah Penjaskes

Raket Senar Kok Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik. Sepatu

E. Memainkan bulu tangkis


Area permainan Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin. Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.

F. Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis a) Cara Memegang Raket


Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:

3|Makalah Penjaskes

1) Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman. 2) Pegangan backhand. Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehand. 3) Pegangan pukul kasur/Amerika . Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

b) Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:

1. Pukulan Servis
Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu: 1. Servis Forehand Servis Forehand Pendek - Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan. Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan. Servis Forehand Tinggi - Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal. - Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan. Servis Backhand Jenis servis ini pada umumnya, arah dan jatuhnya kok sedekat mungkin dengan garis serang pemain lawan. Dan kok sedapat mungkin melayang retatif dekat di atas jaring (net). Servis Panjang Servis Pendek

2.

3. 4.

Peraturan Servis
Berikut aturan bagaimana melakukan servis yang salah dan benar : 4|Makalah Penjaskes

Servis yang Salah : 1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket. 2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang. 3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan. 4. Kaki kiri melakukan langkah. 5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul. 6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus. 7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.

Servis yang Benar : 1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket. 2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang. 3. Kaki kiri statis. 4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah. 5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian. 6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul

2. Pukulan lob
adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) Underhand (Pukulan dari Bawah) Jenis pukulan ini dominant digunakan dalam permainan bulutangkis. Seperti halnya teknik dasar "pukulan dari atas kepala. 2) Overhead Clear/Lob Pukulan overhead lob adalah bola yang dipukul dari atas kepala, posisinya biasanya dari belakang lapangan dan diarahkan keatas pada bagian belakang lapangan. 3) Round The Head Clear/Lob/Drop/Smash Adalah bola overhead (di atas) yang dipukul di bagian belakang kepala (samping telinga sebelah kih). 4) Smash Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya untuk mematikan lawan 5) Dropshot (Pukulan Potong) Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat perkenaan dengan kok.. 6) Netting Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. 7) Return Smash Adalah pukulan yang lebih identik dengan pola pertahanan. Namun demikian pengembalian smash yang baik bisa menjadi serangan balik. 8) Backhand Overhead 5|Makalah Penjaskes

Pukulan ini bisa dlkategorikan paling sulit, teknik pukulan ini selain menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna, juga penguasaan grip dan timing yang tepat. 9) Drive Adalah pukulan cepat dan mendatar banyak digunakan dalam permaianan ganda. Tujuannya untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan.

G. Sejarah Bulu Tangkis


Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina. Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

H. Induk organisasi
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir. Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.

2. Tenis Meja
6|Makalah Penjaskes

A. Pengertian

tenis meja

Tenis meja adalah suatu permainan menggunakan bola kecil yang dimainkan oleh dua orang atau regu di dalam maupun luar lapangan, diatas meja yang dibatasi dengan garis. Permainan ini bertujuan untuk mencari nilai ataupun angka tertentu dengan cara memasukkan bola ke meja lawan dengan raket yang dilapisi dengan karet dan mengembalikan bola ke lapangan lawan untuk mendapatkan nilai dengan aturan-aturan tertentu. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, jika lapisan karet pada raket berbeda jenis maka hasil pantulannya juga akan berbeda-beda, sebuah bola ping pong (salahsatu merek dagang) dan lapangan permainan yang berbentuk meja.

B. Sejarah singkat permainan tenis meja


Tenis meja berasal dari Eropa (Inggris). Induk Olahraga tenis meja di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation). ITTF berdiri sejak 15 Januari 1926 atas prakarsa Dr. G. Lehman dari Jerman, yang anggotanya mencapai 217 negara. Di Indonesia permainan ini dibawa Belanda pada tahun 1930. Induk Organisasi tenis meja di Indonesia PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) .

C. Peralatan dan Lapangan (meja)


1) Kayu pemukul / raket(bat)

Kayu pemukul terbuat dari kayu, Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan Sedangkan, ketentuan yang lain sebagai berikut : a) Kayu pemukul harus berwarna tua atau pudar, tidak boleh menyilaukan atau mengkilat. b) Pemukul yang kedua bidangnya dilapisi oleh karet, lapisan karet dan bintik-bintiknya yang menonjol keluar tidak boleh melebihi 2 mm. Bila dilapisi lagi dengan karet busa (sandwich), tebal seluruhnya tidak boleh lebih dari 4 mm pada masing-masing bidang. 2) Bola

7|Makalah Penjaskes

Bola terbuat dari bahan celluloid atau plastik berwarna putih atau orange pudar dengan ukuran keliling 11,43 12,06 cm dan berat 2,40 2,53 gram. Dengan ketentuan, jika bola dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm pada permukaan meja, bola itu akan memantul kembali ke atas setinggi 20 cm dan tidak boleh lebih dari 23 cm. 3) Jaring atau Jala (net) dan tiang Jaring dipasang di tengah-tengah meja hingga membagi lapangan atau meja menjadi dua bagian yang sama besar. Ukuran jala: a) Panjang jala dan talinya 182 cm. b) Tinggi (lebar) jala 15,25 cm. c) Jarak tiang jala dengan meja masing-masing 15,25 cm.

4)

Lapangan atau meja

Meja yang dipergunakan berbentuk persegi empat dengan permukaan rata dan berwarna tua pudar dan tidak boleh menyilaukan mengkilat, Ukurannya: a) Panjang meja (garis tepi b) Lebar meja (garis ujung) c) Tinggi meja = 2,74 m. = 1,525 m. = 76 cm.

d) Tebal garis tiap-tiap sisinya= 2 cm.

8|Makalah Penjaskes

D.

Cara Bermain

Permainan tenis meja dapat dilakukan sebagai berikut : 1) Single : putra atau putri (tunggal). 2) Double : putra atau putri (ganda). 3) Double campuran: yaitu ganda putra dan putri. Cara memukul bola adalah bola harus memantul dahulu satu kali pada bidang meja sendiri serta bola yang dipukul itu harus melalui net lalu ke meja lawan. Tidak boleh memukul bola langsung dan memukul bola yang telah memantul dua kali pada bidang meja sendiri.

E.

Peraturan permainan tenis meja


Peraturan khusus bermain tenis meja sebagai berikut :

1) Memukul bola dilakukan dari belakang garis akhirujung meja (bidang meja sendiri). 2) Bola harus terletak di atas telapak tangan yang terbuka (4 jari rapat dan ibu jari terbuka). Jadi bola itu tidak boleh dijepit atau dikepal. 3) Pada waktu akan memukul bola, bola itu harus dilambungkan dahulu baru dipukul. 4) Bola yang dipukul harus jatuh dulu pada bidang meja sendiri baru jatuh ke bidang meja lawan dengan melalui set/jala/jaring. 5) Bola yang dipukul pada waktu servis kemudian menyentuh net dan masuk pada bidang meja lawan harus diulang. 6) Servis untuk double harus dilakukan di sebelah kanan serta jatuhnya bola ke bidang meja lawan harus diagonal/silang. 7) Urutan servis untuk double: a) Pemain A1 memukul diterima oleh B1 b) Pemain B1 memukul diterima oleh A2 c) Pemain A2 memukul diterima oleh B2 d) Pemain B2 memukul diterima oleh A1 Begitulah seterusnya saling berganti. 8) Bola out/keluar tidak boleh ditahan atau dipegang. 9) Pada permainan double, kedua pemain mengembalikan bola berganti-ganti.

F.

Teknik Dasar

a. Posisi tubuh Posisi tubuh yang baik saat bermain tenis meja antara lain: 1) berdiri menghadap ke arah permainan;
9|Makalah Penjaskes

2) kedua kaki dibuka sejajar, kedua lutut agak ditekuk; 3) badan agak membungkuk dan salah satu tangan memegang bet di depan badan; 4) berat badan tertumpu pada kedua ujung kaki agar leluasa untuk bergerak; 5) posisi badan ditempatkan di tengah-tengah belakang meja dengan jarak secukupnya. b. Cara memegang bet

Cara memegang bet ada dua macam, antara lain sebagai berikut : 1) Penholder grip (Pegangan tangkai pena) Gagang bet dipegang melingkar oleh ibu jari dan jari telunjuk. Ketiga jari lainnya menahan di belakang gagang bet. Biasanya, pegangan seperti ini digunakan oleh pemain tipe menyerang dengan pukulan forehand drive. 2) Shakehand grip (Pegangan jabat tangan) Gagang bet dipegang melingkar oleh ibu jari dan ketiga jari lainnya. Jari telunjuk terpisah menahan di belakang bet. Posisi bet berdiri dan mengarah ke depan dan ke belakang pemain. c. Pukulan Permainan tenis meja dikenal pukulan forehand dan pukulan backhand. Berikut cara melakukan kedua pukulan tersebut. 1) Pukulan Forehand Cara melakukan pukulan forehand sebagai berikut. a) Berdiri di belakang meja menghadap ke arah lawan. b) Salah satu kaki di depan. c) Salah satu tangan memegang bet di samping badan, lengan membentuk sudut 900. d) Pukulan dilakukan dengan menggerakkan bet dari arah belakang ke depan. e) Bet harus mengenai bola pada saat bola mencapai titik tertinggi. 2) Pukulan backhand Cara melakukan pukulan backhand sebagai berikut. a) Berdiri di belakang meja menghadap ke arah lawan. b) Salah satu kaki di depan. c) Salah satu tangan memegang bet di samping badan dan lengan atas membentuk sudut kecil dengan badan. d) Pukulan dilakukan dengan menggerakkan bet dari arah belakang ke arah depan samping. e) Bet harus mengenai bola, pada saat bola mencapai titik tertinggi.
10 | M a k a l a h P e n j a s k e s

3. Softball
A. Sejarah Sofball
Permainan softball pertama kali diciptakan oleh George Hancock dari Chicag, Amerika Serikat pada tahun 1887. Pada tahun 1906 permainan softball ini mulai dibuatkan peraturan permainan oleh Lewis Robert, tetapi kemudian peraturan permainan ini diperbaiki lagi oleh Mathew pada tahun 1916. Permainan softball mulai dikenal di Asia ketika diadakannya kejuaraan di Manila (Filipina) pada tahun 1968. Di negara Indonesia induk organisasi olahraga baseball ini dikenal dengan PERBASASI (PersatuanBaseball dan Softball Amateur Seluruh Indonesia).

B. Perlengkapan dan Lapangan Permainan Softball


Perlengkapan permainan softball sebagai berikut : 1) Bola softball terbuat dari kulit berwarna putih dengan berat 190 gram, berdiameter 30cm. 2) Stick untuk memukul terbuatdari kayu sepanjang 40 cm. 3) Glove (sarung tangan besar yang terbuat dari kulit).

4) Pitch er plate yaitu tempat injak pitcher (pelambung bola). 5) Masker, leg protector, dan body protector untuk pelindung tubuh catcher (penangkap bola). 6) Base yaitu tempat hinggap pelari(runner). 7) Uniform dan cap (kostum danhelm) untuk pemukul/runner.

11 | M a k a l a h P e n j a s k e s

LAPANGAN Lapangan permainan softball berbentuk segi empat dengan panjang sisi-sisinya 16,76 m. Jarak dari pelempar (pitcher plate) ke home base adalah 13,07 m. Ukuran tempat pitcher plate adalah 60 15 cm. Lapangan permainan dilengkapi dengan 4 base atau home plate. Home plate I, II, dan III terdapat di pojok lapangan. Adapun home plate IV adalah tempat memukul bola. Base berukuran 38 38 cm dengan tebal 5 sampai 12,5 cm. Adapun home base IV atau home plate berukuran 43 22 cm. Dibagi menjadi daerah fair (fair territory) dan daerah foul (foul territory). Lebih jauh dalam daerah fair terbagi menjadi dua bagian, bagian dalam (Infield), dan bagian luar (outfield). Di dalam daerah dalam terdapat 4 marka (base). Setiap marka diberi nomor berlawanan dengan arah jarum jam, dimulai dari marka awal yang disebut home plate, diteruskan dengan marka pertama, marka kedua dan marka ketiga.

C. Teknik Dasar Softball


1) Melempar bola Berbagai macam lemparan bola pada permainan softball sebagai berikut. a) Lemparan pitcher Pitcher adalah seorang pelambung bola yang bertugas melambungkan bola. Lemparan pitcher harus berada di atas lutut dan di bawah dada pemukul ata disebut dengan strike zone. b) Lemparan antar-base Lemparan ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in field) atau penjaga base, dan di lapangan luar (out field). Adapun teknik melempar bola antar-base terdiri atas berikut ini : (1) Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw). (2) Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw). (3) Teknik lemparan bawah (underhand throw). (4) Teknik lemparan dengan lecutan tangan.
12 | M a k a l a h P e n j a s k e s

2) Teknik menangkap bola Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga. Pemain yang bertugas menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher. a) Teknik menangkap bola untuk catcher sebagai berikut : (1) Posisi awal jongkok. (2) Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher. (3) Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas. b) Teknik menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base sebagai berikut. (1) Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah. (2) Teknik menangkap bola lambung (3) Teknik menangkap bola lurus 3) Teknik memukul (batting) Tujuan memukul dalam permainan softball antara lain melewati atau mencapai base di depannya dengan selamat, mencetak nilai kalau bisa melewati semua base dengan selamat. Cara memukul dalam permainan softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan(bunting). 4) Teknik sliding Sliding adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base.

13 | M a k a l a h P e n j a s k e s

4. Pencak silat
A. Pengertian Pencak Silat
Pencak silat atau silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional. Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilainilai yang ada didalamnya.

B. Aspek dan bentuk


Kesenian Randai dari Sumatera Barat memakai silek (silat) sebagai unsur tariannya. Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu: 1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. 2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. 3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. 4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini.

14 | M a k a l a h P e n j a s k e s

C. Senjata
Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam senjata. antara lain: Keris Kipas Tumbuk Lada Kujang Kerambit/Kuku Gada Samping/Linso Machan Tombak Galah Sabit/Clurit Parang/Golok Cindai Sundang Trisula Tongkat/Toya Rencong Chabang/Cabang

D. Tingkat kemahiran
Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu: 1. Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI 2. Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya. 3. Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral. 4. Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

E. Nilai positif pencak silat


Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah: 1. Kesehatan dan kebugaran; 2. Membangkitkan rasa percaya diri; 3. Melatih ketahanan mental; 4. Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi; 5. Membina sportifitas dan jiwa ksatria; 6. Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.
15 | M a k a l a h P e n j a s k e s

F. Perkembangan Pencak Silat di Dunia


Pencak silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olahraga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan pencak silat Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa atau The International Pencak Silat Federation. Pencak silat sedang dipromosikan oleh pesilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga olimpiade. Pesilat mempro-mosikan pencak silat sebagai kompetisi olahraga internasional. Hanya anggota yang diakui pesilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional. Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan pesilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada tahun 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia mengambil tempat di Wina, Austria. Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak yaitu meliputi pembentukan sikap jasmaniah dan sikap rohaniah. 1. Sikap jasmaniah adalah kesiapan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. 2. Sikap rohaniah adalah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga, praktis, dan efisien. Pembentukan sikap dasar dalam pencak silat terdiri atas berikut ini :

a. Sikap berdiri
Sikap berdiri pada pencak silat ada tiga sikap. 1) Sikap berdiri tegak a) Sikap tegak 1: berdiri tegak, kaki rapat, kedua tangan dan lengan lurus di samping badan. b) Sikap tegak 2: berdiri tegak, kaki rapat, kedua tangan mengepal berada di samping pinggang. c) Sikap tegak 3: berdiri tegak, kaki rapat, kedua tangan mengepal di dada. d) Sikap tegak 4: berdiri tegak, kaki rapat, kedua tangan silang di dada. e) Salam/menghormat f) Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri g) Sikap istirahat

2) Sikap berdiri kangkang Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda, titik pertemuan garis kedelapan arah menunjukkan titik berat badan agar kedua kaki simetris.

16 | M a k a l a h P e n j a s k e s

3) Sikap berdiri kuda-kuda Sikap berdiri kuda-kuda adalah sikap dasar dengan posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela-serang. Latihan ini dilakukan dengan sikap tegak dan dua kepalan tangan di pinggang. Sikap ini terdiri atas berikut ini : a) Kuda-kuda depan b) Kuda-kuda belakang c) Kuda-kuda tengah d) Kuda-kuda samping e) Kuda-kuda silang depan

b. Sikap jongkok
Pada sikap jongkok ada dua macam yaitu sikap jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok dengan posisi mencangkung yaitu pantat duduk pada ujung kedua tumit, pinggang, punggung, leher, dan kepala tegak lurus, pandangan mata ke depan, keseimbangan tetap dijaga dengan baik.

c. Sikap Duduk
Sikap duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Sikap duduk terdiri atas empat sikap. 1) Sikap duduk 2) Sikap sila 3) Sikap simpuh 4) Sikap sempok/dempok

d. Sikap berbaring
Sikap ini berfungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan. Sikap berbaring ada tiga bentuk. 1) Sikap berbaring telentang 2) Sikap berbaring miring 3) Sikap berbaring telungkup

e. Sikap khusus
Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Sikap tegak satu kaki merupakan dasar melatih keseimbangan dan penting untuk gerak pembelaan maupun serangan.

f. Sikap pasang
Sikap pasang adalah suatu sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir rangkaian gerakan.

17 | M a k a l a h P e n j a s k e s

G. Istilah dalam Pencak Silat


Silat Betawi saat acara "Palang Pintu" dalam tradisi pernikahan Betawi, tengah memperagakan teknik kuncian melucuti golok. Kuda-kuda : adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh posisi tubuh. Sikap dan Gerak : Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Langkah : Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Kembangan : adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Buah : Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Jurus : pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan. Sapuan dan Guntingan : adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang menjepit kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh. Kuncian : adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh.

5. Atletik
18 | M a k a l a h P e n j a s k e s

A. Pengertian Atletik
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes / berlomba". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Dalam Olimpiade, atletik merupakan salah satu olahraga yang paling banyak menyediakan medali emas. Setiap pemecahan rekor dalam cabang olahraga atletik merupakan suatu catatan sejarah di setiap olimpiade.

B. Sejarah Atletik
Kata Atletik dalam bahasa : belanda = athletiek jerman=leicht-athletik i nggris dan amerika=track and field Atletik meliputi lari , lempar dan lompat boleh dikatakan cabang olahraga yang paling tua karena umur atletik sama tuanya dengan mulainya ada manusia .lari sebagai olahraga dalam bentuk perlombaan sudah dikenal oleh bangsa mesir purbapada tahun 1500 sebelum masehi sedang lempar dan lompat dipertandingkan bangsa asyiria dan babilonia purba dari mesopotamia pada tahun 1000 sm. Perkumpulan athletik pertama diadakan olah para mahasiswa dari exeter college di oxford inggris tahun 1850 yang diikuti mahasiswa dari universitas cambridge .di indonesia baru muncul tahun 1917 induk organisasi atletik diwadahi dengan nama PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dilahirkan resmi tanggal 3 september 1950 di kota semarang. Organisasi internasional atletik i.a.a.f (international amateur athletik federation)

C. Istilah dalam Atletik

19 | M a k a l a h P e n j a s k e s

ATLIT : Berarti olahragawan DOPING : Penggunaan obat untuk menambah kekuatan selama pertandingan DISKWALIFIKASI :Pernyataan tidak syah apa yang dilakukan dalam suatu perlombaan LOMPAT : dilakukan tumpuan dengan satu kaki LONCAT : dilakukan tumpuan dengan dua kaki RECORD : hasil prestasi tertinggi atau terbaik secara terukur KWALIFIKASI : Babak penyaringan,penyisihan atau pendahuluan. JOGGING : Berlari dengan langkah kecil, tetap dan pelan MARATHON : Berlari 40,195km dijalan raya, start & finish dilaksanakan di stadion. FARTLEK : Lari dengan kecepatan tidak menentu STEIGERUNG : Lari yang dimulai dari pelan, makin cepat, diakhiri lari pelan INTERVAL TRAINNING :Bentuk latihan dimana antara pembebanan kerja diselingi istirahat CROSS-COUNTRY :Lari lintas alam

D. Macam-macam Olahraga Atletik 1.Lari Jarak Pendek


Lari jarak pendek (sprint) adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh/maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Nomor-nomor pada lari jarak pendek yaitu : 100 m, 200 m, dan 400 m. Dengan lebar lintasan 1,22 m, dan tinggi tiang finish 1,50 m.

1.Teknik Start dalam Lari Jarak Pendek


Start berdasarkan kegunaannya dibagi menjadi 3 macam yaitu: a. Start Pendek (The Short Start/Bunch Start) b. Start Menengah (The Medium Start) c. Start Panjang (The Long Start) a. Teknik start (awalan) 1) Aba-aba bersedia a) Lutut kaki belakang diletakkan/ditempatkan berjarak satu kepal sejajar dengan ujung kaki depan. b) Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu dan letakkan di belakang garis start, dengan pinggiran jari telunjuk dan ibu jari menapak di tanah. c) Pandangan lurus ke depan kira-kira 2,5 m. Usahakan badan tetap rileks, berat badan berada di kedua belah tangan. 2) Aba-aba siap a) Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang, sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
20 | M a k a l a h P e n j a s k e s

b) Berat badan lebih ke depan, kepala rendah leher tetap kendor, pandangan ke bawah, lengan tetap lurus dan siku tetap lurus. c) Pada waktu mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam. d) Pusatkan perhatian pada aba-aba ya.

2.Lompat Tinggi
Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet minimal 2,5 meter, sedangkan panjang mistar 3,15 meter 1. Sejarah Kompetisi pertama lompat tinggi tercatat berlangsung pada awal abad ke-19 di Skotlandia dengan ketinggian hingga 1,68 meter. Pada abad ke-19, peserta lompat tinggi melompat dan mendarat di atas tanah yang berumput dengan menggunakan gaya gunting, yaitu dengan cara membelakang. 2. Gaya dalam Lompat Tinggi a. Gaya Fosbury Flop b. Gaya Gunting (Scissors) c. Gaya Guling Sisi (Western Roll) d. Gaya Guling (Straddle) 3. Peraturan Asas Lompat Tinggi a. Lompatan akan dianggap tidak sah jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. b. Menjatuhkan plang sewaktu membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat. c. Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali berturut-turut. d. Peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat meneruskannya lagi mengikuti peraturan. e. Ketinggian lompatan diukur secara menegak dari atas tanah hingga bagian tengah di sebelah atas padang.

3.Lompat jauh

21 | M a k a l a h P e n j a s k e s

Lompat Jauh adalah suatu aktiviats yang dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai lomapatan yang sejauh-jauhnya. Ukuran lapangan lompat jauh untuk jarak awalan lari sampai balok tumpuan 45 m, balok tumpuan tebal 10 cm, panjang 1,72 m, lebar 30 cm, bak lompatan panjang 9 m, lebar 2,75 m, kedalaman bak kurang lebih 1 m Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara kecepatan (speed), kekuatan (strength), kelenturan (flexibility), daya tahan (endurance) dan ketepatan (acuration). Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat. Ada tiga cara sikap melayang di udara dalam lompat jauh : 1. Gaya jongkok (waktumelayang bersikap jongkok) 2. Gaya lenting/gaya menggantung (waktu di udara badan dilentingkan) 3. Gaya berjalan di udara (waktu di udara kaki bergerak seolah-olah berjalan) Teknik Dasar Lompat Jauh 1. Awalanatau Ancang-ancang Bertujuan untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. 2. Tumpuan atau Tolakan Merupakan suatu gerakanyang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurna. 3. Melayang di udara Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. 4. Mendarat Sikap mendarat Saat akan mendarat kedua kaki diluruskan ke depan, bersamaan dengan kedua lengan diayunkan ke depan.

E. Peralatan Cabang Atletik


22 | M a k a l a h P e n j a s k e s

LINTASAN LARI : Lintasan lari lebar keseluruhannya tidak boleh kurang dari 9,76 meter dan lebar setiap lintasan 1,22 meter GAWANG UNTUK LARI GAWANG: 100m gawang putri tinggi 83,7-84,3cm 100m gawang putra tinggi 106,4-107cm 400m gawang putri tinggi 75,9-76,5cm 400m gawang putra tinggi 91,1-91,7cm lebar gawang 1,20m TONGKAT UNTUK ESTAFET : silinder panjang tidak lebih dari 30cm dan tidak kurang dari 28cm berat 50 gram GALAH UNTUK LOMPAT GALAH : Terbuat dari fiber dengan kelenturan khusus sesuai dengan berat badan pelompat jika pelompat 60kg maka galah khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg karena jika dipakai dengan berat 80kg dapat patah jika digunakan dan jika dipakai pelompat 50 kg maka galah tidak akan melenting untuk membantu lompatan LEMBING panjang dan berat lembing untuk putra : 260 cm berat 800 gram dan panjang balutan tangan 16 cm untuk putri : 220 cm berat 600 gram dan panjang balutan tangan 15 cm CAKRAM: Dibuat dari Kayu , karet berbentuk lingkaran dan berbingkai logam dengan ukuran : untuk putra bulatan tengah 21,9cm dengan berat 2 kg untuk putri bulatan tengah 18 cm dengan berat 1 kg PELURU ; Di buat dari besi ,kuningan dengan bentuk bulat dan berat: untuk putra : 7,257 kg untuk putri : 4 kg MARTIL: Berat seluruhnya 7,257 kg dan panjang tangkai seluruhnya tidak lebih dari 1,22m

23 | M a k a l a h P e n j a s k e s