Anda di halaman 1dari 21

Subject description (Silabus) for kehutanan Click on the link to go to the information for each department (jurusan).

Click the back arrow on the tool bar to return to this list. Note: Under sks the first number represents the number of credits; the numbers in brackets represent the number of course hours and practical hours respectively e.g. 3 (2,1) = 3 hours in total, 2 hours of lectures, 1 hour of practicals. Some practicals are in the laboratory, some in the field. Jurusan: A. Program Studi MANAJEMEN HUTAN B. Program Studi BUDIDAYA HUTAN C. Program Studi TEKNOLOGI HASIL HUTAN D. Program Studi KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN (This faculty is usually the one most Acicis students are interested in.) A. Program Studi MANAJEMEN HUTAN KTM 203 Pemanenan Hasil Hutan, 3 (2,1) Perencanaan teknik pemanenan; Sistem-sistem pemanenan;Teknik Penebangan; Penyaradan; Pemuatan dan pembongkaran; Pengangkutan; Penumpukan; Peraturan tebangan; Pembagian batang; Grading dan scaling; Pemanenan berwawasan lingkungan. KTM 211 Ilmu Ukur Tanah, 3 (2,1) Dasar-dasar; Pengukuran sederhana; Alat ukur tanah; Pengukuran beda tinggi; Profil; Pengukuran mendatar; Poligon; Koreksi poligon; Pengukuran luas; Pembuatan busur. KTM 212 Ilmu Ukur Kayu, 3 (2,1) Dasar ilmiah pengukuran dan penaksiran sumberdaya hutan, teori pengukuran unsur-unsur tegakan hutan, prosedur dan perangkat pengukuran, penaksiran produksi dan produktifitas hutan. Acuan : Husch et.al., 1983, Forest Mensuration. John Wiley & Sons. KTM 213 Perundang-undangan Kehutanan, 2 (2,0) Pendahuluan; Sejarah hukum agraria; Hukum Agraria nasional; Hak keagrariaan (hak guna ruang angkasa, air, tanah, penangkapan ikan, pertambangan, pengusahaan hutan); Hak atas tanah; Tanah untuk kepentingan umum; Tanah untuk pengusahaan. MSM 242 Statistika II, 3(2,1) Prinsip-prinsip percobaan, rancangan percobaan dan analisis varians untuk klasifikasi tunggal dan ganda, perbandingan ganda dan kontras, analisis kovarians, analisis regresi dalam notasi matriks.

Acuan : Steel and Torrie, 1980. Principles and Procedures of tatistica. A Biometrical Approach. McGraw Hill. KTM 301 Inventarisasi Hutan, 3 (2,1) Arti dan tujuan populasi hutan, pengertian petak ukur, bentuk-bentuk petak ukur, teknik-teknik inventore hutan terestris, inventore hutan menggunakan potret udara, merencanakan suatu inventore hutan, analisis data dan pelaporan. Acuan : 1. Loetsch, Fand Haller, K.E., 1973: Forest Inventory 2. Simon, Hasanu, 1990: Inventore Hutan KTM 302 Manajemen Hutan, 2(2,0) Dasar-dasar manajemen hutan, manajemen hutan seumur, manajemen hutan tak seumur, kegiatan manajemen operasional sehari-hari dalam suatu unit manajemen hutan. KTM 303 Kebijaksanaan Kehutanan, 3 (2,1) Mekanisme pembentukan politik hutan; Manfaat dan fungsi hutan; Permintaan masyarakat akan hasil hutan; Politik pemerintah dalam mengelola hutan; Pengelolaan hutan menurut perkembangannya. KTM 304 Pengusahaan Hutan Rakyat, 2 (2,0) Pengusahaan dan hasil hutan skala kecil; Konsep minor forest product dan non wood forest product; Pengelolaan Sumberdaya Hutan (kayu dan non kayu) yang dilakukan masyarakat; Sistem-sistem kemitraan (Bapak-angkat, core satellite model, dll.); Kendala dan peluang pengusahaan hutan rakyat di Indonesia. KTM 311 Penafsiran Potret Udara, 3 (2,1) Pendahuluan; Energi Radiasi dan Spektrum Elektromagnet Fotografi; Keterangan-keterangan yang tercetak pada foto udara; Teori warna; Tipe filter; Tipe filem; Kombinasi filter dan film; Pilihan film; Spesifikasi foto; Foto udara hitan putih; Foto udara berwarna; Azas-azas penafsiran foto udara; Teknik penafsiran foto; Deliniasi; Verifikasi, Azas pengukuran dan fotogrametri. Acuan: 1. Avery, T.E., 1970: Penafsiran Foro Udara: Terjemahan Ir. Imam Abdulrochman, Gadjah Mada University Pres, Yogyakarta 2. Paine, D.P., 1981: Fotografi Udara dan Interpretasi citra untuk Pengelolaan Sumber daya: Terjemahan Ir. Imam Abdulrochman; Gadjah Mada University Pres, Yogyakarta KTM 312 Ekonomi Sumberdaya Hutan, 2 (2,0) Konsep pendapatan nasional; Karakteristik produksi sektor kehutanan; Peranan sektor kehutanan dalam perekonomian nasional; Teori produksi; Teori biaya; Efisiensi proses produksi teknis dan ekonomis; Alokasi optimal sumberdaya alam dalam proses produksi; Teori Harga.

KTM 313 Mesin-mesin Kehutanan, 3 (2,1) Dasar-dasar mesin; Alat-alat berat dalam pengelolaan hutan; Pemilihan alat dan perlengkapan kerja; Sistem kerja dan produktivitas alat; Sistem perbaikan dan perawatan alat; Sarana pendukung pengoperasian alat; Biaya usaha mesin. KTM 314 Keteknikan Hutan, 2 (2,0) Pengenalan macam-macam jalan hutan; Rencana trace jalan; Konstruksi jalan; Perhitungan galian dan urugan; Konstruksi macam-macam jembatan; Pemeliharaan jalan. Acuan: 1. Harisson, 1980: Forest Engineering: Roads and Bridge 2. Huggard, 1964: Foresters engineering hand book KTM 316 Hutan Kemasyarakatan, 2 (2,0) Latar belakang, konsep dan definisi Social Forestry (Kehutanan Sosial), Komponen Kehutanan Sosial (Hutan rakyat, Communing forestry), Faktor keberhasilan kehutanan sosial, sosial ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, Metodologi PRA/RRA, perencaanaan kehutanan sosial, ragam geografis: Jawa (PS dan MR) dan luar jawa. KTM 317 Analisis Ekonomi Proyek-proyek Kehutanan Pembangunan, 2(2,0) Peranan analisis finansial dan ekonomi dalam pengambilan keputusan; Tujuan proyek pembangunan; Interdependensi antara komponen dalam sistem proyek; Identifikasi input dan output pada analisis finansial dan ekonomi; Konsep nilai finansial dan nilai ekonomi bagi input dan output proyek; Teori bunga; Aplikasi kriteria profitabilitas finansial dan ekonomi; Daur optimal finansial; Contoh studi kasus. KTM 318 Perencanaan Hutan, 3 (2,1) Konsep dasar perencanaan elemen-elemen perencanaan, pengelolaan hutan lestari dan syarat-syaratnya, Timber Extraction, Timber Management, Forest Resource Management, Forest ecosystem management, Paradigma perencanaan sumber daya hutan, Faktor sosial, Kelembagaan dan sumber daya hutan. Acuan: 1. Hasanu Simon (1992), Hutan Jati dan Kemakmuran 2. Duerr (1979), Forest Resources Management Decision Making Principles and Cases KTM 320 Teknik Pencuplikan 3 (2,1) Konsep dasar pencuplikan: pencuplikan random sederhana, sistimatik, berstrata, berjenjang. Perancangan pencuplikan dalam penelitian kehutanan. Acuan: Elementary Forest sampling KTM 321 Pengaturan Hasil Hutan, 2 (2,0) Konsep kelestarian hutan, Konsep Hutan Nasional, Rotasi Dasar-dasar Pengusahaan Hutan, Klasifikasi sistem pengaturan hasil, Metode pengaturan hasil (berdasarkan luas, berdasarkan volume, berdasarkan luas dan volume, berdasarkan jumlah dan ukuran pohon

Acuan : Simon, Hasanu., 1994: Pengaturan Hasil Hutan KTM 322 Pembelanjaan Perusahaan Hutan, 2 (2,0) Pembelanjaan perusahaan; Usaha mendapatkan dana; Penggunaan dana yang efisien untuk mendapatkan keuntungan, Studi kasus untuk unit Perusahaan Hutan.. KTM 323 Program Linier, 2 (2,0) Operasi Riset sebagai perangkat pengambilan keputusan Manajemen, modelmodel optimasi, pemodelan pada program linier, aljabar simplex, sensitvitas dan dualitas, pengembangan model linear pada masalah transportasi, penugasan, model interger, dinamik dan tujuan ganda, optimasi pada pengelolaan sumberdaya hutan, praktek dengan komputer. Acuan: Taha, 1994. Operations research. An Introduction. Maxwell-Maxmilan KTM 326 Kartografi, 3 (2,1) Pengertian; Skala; Simbolisasi; Peta topografi; Peta Tematik; Peta Dasar; Generalisasi; Penggambaran; Penulisan dan penempatan nama; Keterangan tepi; Proyeksi peta; Reproduksi peta. KTM 417 Nilai Ekonomi Hutan dan Lingkungan, 2 (2,0) Kedudukan informasi nilai ekonomi hutan dan lingkungan dalam pengambilan keputusan kebijakan kehutanan dan lingkungan, teori umum nilai ekonomi barang dan jasa, teknik-teknik penilaian ekonomi hutan dan lingkungan, akunting SDH dan Lingkungan pada berbagai tingkatan (tingkat bisnis dan tingkat nasional). KTM 420 Pengantar Analisis Sistem, 2 (2,0) Pengertian sistem dan analisis sistem, pendekatan struktural untuk pengembangan sistem, pengenalan diagram dan matriks sebagai perangkat analisis, pendekatan sistem pada pengelolaan sumberdaya hutan. Acuan : Fitzgerald and Fitzgerald, 1987. Fundamentals of systems analyses. John Willey and Sons. KTM 421 Penginderaan Jauh, 3 (2,1) Dasar-dasar penginderaan jauh; Radiasi EM; Ciri-ciri spektral vegetasi, tanah dan air; Jenis-jenis citra PJ dan karakteristiknya; Unsur-unsur interpretasi visual; Analisis digital data PJ satelit; Pre-processing; Enhancement; Pengenalan pola spektral; Metode supervised dan unsupervised; PJ gelombang mikro; PJ sistem pasif; PJ sistem aktif; Ciri-ciri citra radar SLAR; Citra radar satelit; Aplikasi data PJ untuk kehutanan, manfaat dan keterbatasannya. Acuan : 1. Lillisand, T.M., and RW. Kiefer, 1987: Remote Sensing and Image Interpretation. John Willey and Sons, New York. 2. Jensen, J.R., 1986: Introduction of Digital Image Processing: A Remote Sensing Perspective. Prentice Hall.

KTM 422 Tata Guna Lahan, 2 (2,0) Pengertian; Tujuan dan keluaran evaluasi lahan; Evaluasi kesesuaian lahan; Prinsip dan konsep dasar; Prosedur evaluasi; Tipe dan syarat penggunaan lahan; Unit pemetaan; Kualitas dan karakteristik lahan; Matching dan evaluasi; Evaluasi kemampuan lahan; Perencanaan tata guna lahan. KTM 423 Pengantar GIS, 3 (2,1) Dasar-dasar GIS; Jenis dan format data; Perolehan dan input data; Data Base Management System; Jenis-jenis struktur DBMS; Faktor-faktor yang berpengaruh pada input data; Karakteristik sistem vektor; Sistem raster; Software ARC/INFO dan aplikasinya; Software ILWIS dan aplikasinya; Organisasi data dan proses pengolahannya; Output data; Cara penyusunan model dan aplikasinya untuk kehutanan; Digital Elevation Model (DEM) dan aplikasinya. Acuan: 1. Stan Aronoff, 1989: Geographic Information Systems: A Management Perspective: WDL Publication, Canada. 2. Burrough, P.A, 1986: Principles of Geographical Information Systems for Land Resources Assessment. Oxford University Press, New York. KTM 424 Fotogrametri dan Pengukuran, 3 (2,1) Pendahuluan; Pusat foto udara; Distorsi dan pergeseran titik; Orientasi model stereo yang tepat; Skala; Pengukuran jarak; Sudut horizontal; Azas triangulasi garis radial; Teori triangulasi garis radial; Reseksi dan interseksi; Reseksi tiga titik; Kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan triangulasi garis radial; Pemindahan detil; Daerah efektif; Klasifikasi alat-alat pemetaan dengan foto udara. Acuan : 1. Spurr, S.H., 1960: Photogrammetry and Photo interpretation. The Ronald Press Company, New York. 2. Wolf, P.R., 1983: Elemen Fotogrametri: Terjemahan: Drs. Gunadi Dkk. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. KTM 425 Pemasaran Hasil Hutan, 2 (2,0) Pentingnya perilaku konsumen bagi manajer pemasaran; Proses pembelian; Perilaku konsumen dan implikasinya pada strategi pemasaran; Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan komoditi hasil hutan; Pemasaran komoditi hasil hutan; Permintaan komoditi hasil hutan; Penggunaan komoditi hasil hutan (non kayu); Komoditi jasa hasil hutan. KTM 426 Perencanaan Pemanenan Hasil Hutan, 2 (2,0) Klasifikasi biaya logging, konsep BEP (Break Event Point), aplikasi BEP, Biaya satuan dan biaya usaha mesin, pengumpulan data biaya, perencanaan jaringan jalan, pemilihan peralatan logging yang ekonomis. Acuan : Mattheus, D.M., 1942: Cost control in the logging Industry.

KTM 431 Metode Penelitian Sosial, 2 (2,0) Hakekat dan perkembangan penelitian sosial; Perbedaan penelitian ilmu-ilmu sosial dan ilmu alam; Langkah-langkah pokok penelitian sosial; Pengukuran data; Variabilitas dan validitas; Realibilitas dan sampling; Teknik pengumpulan data komunikasi dan observasi; Interview; Teknik angket; Penggunaan data historis; Penggunaan data kasus; Metode eksperimen; Sosiometri; Organisasi dan analisa data. KTM 432 Antropologi Sosial, 2 (2,0) Pengantar Antropologi; Ruang lingkup antropologi sosial; Bidang kajian antropologi sosial; Sistem-sistem mata pencaharian hidup; Sistem-sistem kekerabatan; Sistem kesatuan hidup. KTM 433 Sosiologi Kehutanan, 2 (2,0) Epistimiologi sosiologi kehutanan, peranan sosiologi kehutanan dalam pembangunan kehutanan, interaksi hutan-individu-masyarakat, perubahan sosial, politik ekonomi kehutanan, pengetahuan masyarakat lokal tentang hutan, tekaanan penduduk terhadap hutan dan lingkungan, kelembagaan lokal, pemberdayaan masyarakat, kemiskinan pedesaan sekitar hutan, konsep-konsep pembangunan hutan yang partisipatif. KTM 435 Hukum Perseroan Kehutanan Aspek hukum perseroan terbatas; Badan usaha milik negara; Perusahaan patungan, organisasi/manajemen, modal/saham, pembagian keuntungan. KTM 436 Pengantar Perpajakan Kehutanan Dasar-dasar penetapan pajak; Jenis pajak dan penetapannya dalam perusahaan hutan. KTM 437 Hukum Perburuhan/Ketenagakerjaan Kehutanan Undang-undang yang terkait dengan perburuhan/ketenaga kerjaan perusahaan hutan. KTM 449 Problema Khusus Independent study (studi independen), dilakukan dengan persetujuan Dosen mata kuliah yang bersangkutan. Mata kuliah ini dipilih berdasarkan arahan Dosen Pembimbing skripsi disesuaikan dengan bidang skripsi/ penelitian yang dilakukan.

B. Program Studi BUDIDAYA HUTAN KTB 201 Silvika, 3 (2,1) Dasar-dasar silvikultur tentang hutan dan pohon hutan, pertum buhan perkembang-biakan, penyebaran alami, serta reaksi pohon terhadap faktor lingkungan. Acuan: Daniel, T.W.; J.A. Helms & F.S. Baker. 1979. Principles of Silviculture. Mc Graw- Hill Book Co Inc. KTB 202 Pengantar Perlindungan Hutan, 3 (2,1) Prinsip-prinsip dan teori dasar perlindungan hutan, jenis dan perilaku penyebab kerusakan hutan dalam hubungannya dengan metoda pengendalian. Acuan : Hawley, R.C. & P.U. Stickel, 1948. Forest Protection. John illey&Son KTB 203 Ilmu Tanah Hutan, 3 (2,1) Faktor dan proses pembentukan tanah, sifat-sifat fisika, kimia, mikrobiologi, mineralogi tanah, ciri khusus tanah hutan, dinamika dan pengelolaan tanah hutan, dinamika dan pengelolaan tanah hutan. Acuan : Brady, N.C. 1985 The Nature and Properties of Soils. Mc. GrawHill Book Co. Inc. KTB 204 Dendrologi, 3 (2,1) Morfologi tumbuhan, baik bagian vegetatif maupun generatif (daun, bunga, buah, biji, bulu, akar, kulit, getah, tajuk, stipula, duri dan arsitektur); metode koleksi, metode identifikasi, metode deskripsi; Klasifikasi tumbuhan tinggi, tata nama. Acuan : Harlow, W.M. 1958. Textbook of Dendrology. KTB 211 Genetika Hutan, 2 (2,0) Mempelajari konsep genetika dasar. pewarisan sifat-sifat pohon yang penting, konsep dasar populasi genetika. Acuan : Ayala FJ & JA Kiger Jr . Modern genetics. The Bunyamin Cumming Pub.Co KTB 301 Silvikultur, 3 (2,1) Dasar dan penerapan sistem-sistem permudaan dan pemeliharaan hutan, sistemsistem silvi kultur dan problem silvikultur di Indonesia Acuan : Nyland, R.D.; 1996: Silviculture: Concepts and Applications. The McGraw Hill Co.Inc. KTB 311 Fisiologi Pohon, 3 (2,1) Proses-proses fisiologi dalam pohon utnuk pertumbuhan dan reproduksi dan hubungan proses-proses tersebut dengan lingkungan. Acuan : Kramer & Kozlowski. 1979. Physiology of Woody Plants. Academic Press.

KTB 312 Bioteknologi Hutan, 2 (2,0) Teknik biologi molekuler dan rekayasa genetik serta ilmu-ilmu yang mendukungnya. Penerapan bioteknologi dalam bidang kehutanan. Acuan : Biotechnology Forestry and Agriculture KTB 313 Biokimia, 2 (2,0) Proses biokimia yang penting dalam pohon. Hubungan proses biokimia dan metabolisme pohon serta pengaruhnya terhadap lingkungan. Proses biokimia dalam pewarisan sifat pohon. Acuan : White A ; P. Handler dan EL Smith. Principles of Biochemistry. KTB 314 Mikrobiologi Hutan, 3 (2,1) Pengenalan dunia mikrobia, sejarah mikrobiologi, metode mikrobiologi, kelompok mikroorganisme dan aspek metabolismenya, pengenalan asosiasi mikroorganisme dan contoh aplikasi di bidang Kehutanan. Acuan : Atlas 1984. Micro biology , fundamental & applications. KTB 315 Ilmu Penyakit Hutan, 3 (2,1) Pengertian patologi hutan, identifikasi dan ekologi penyakit hutan. Beberapa penyakit hutan yang penting di Indonesia serta prinsip-prinsip pengendalian penyakit hutan. Acuan: Boyce,JS. 1961. Forest Pathology. Mc Graw-Hill Book Co Inc. KTB 316 Ilmu Hama Hutan, 3 (2,1) Pengertian dan lingkup Ilmu Hama Hutan ( Entomologi), Struktur tubuh serangga & fungsi taksonomi dan ekologi serangga. Beberapa hama hutan yang penting di Indonesia dan cara pengendaliannya. Acuan : Coulson , R.L. & J.H. Witter. 1984. Forest Entomology Ecology and Management. JW & Sons KTB 317 Kesuburan Tanah & Pemupukan, 3 (2,1) Kesuburan tanah secara fisik, kimiawi, biologi dan mineralogis; status unsur hara, daur hara, nutrisi hutan, siklus biogeokimia, pupuk dan pemupukan; permasalahan tanah kritis di Indonesia dan penanganannya. Acuan : Tisdale & Nelson. 1975. Soil Fertility & Fertilizer. KTB 318 Mikroklimatologi, 2 (2,0) Pengertian cuaca mikro, anasir-anasir cuaca, aplikasi cuaca mikro, cuaca mikro berbagai ekosystem. Acuan : Geigerh R, 1975: The Climate near the ground

KTB 319 Pemuliaan Pohon, 3 (2,1) Metode pemuliaan, teknik pembiakan vegetatif, teknik penyerbukan, kebun benih, uji provenans, uji keturunan, pembentukan dan pengamatan tanaman uji, spesies eksotik. Acuan : Zobel, B. 1984. Applied Tree Improvement. KTB 323 Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, 2 (2,0) Persfektif PHT , peningkatan produksi dan penggunaan pesticida serta dampaknya, perkembangan PHT , pengertian PHT , sebab-sebab terjadinya hama, tahapan-tahapan dalam menyusun PHT , taktik-taktik pengendalian serta keuntungan dan resikonya. Sekilas pengem bangan PHT di Indonesia. KTB 410 Teknologi Benih, 2 (2,0) Biologi biji dan bunga, terbentuknya biji dan perkembangan serta sifatsifatnya, produksi benih dan pengolahan, pengujian benih, sertifikasi dan distribusi benih. Acuan : Copeland,L.O. 1976. Principles of Seed Science & Technology. KTB 411 Agroforestry, 2 (2,0) Pengertian agroforestry, klasifikasi sistem, berbagai sumber daya antar komponen penyusun, peran dan pengembangan agroforestry. Acuan : Nair,PKR. Introduction to Agroforestry Systems KTB 412 Silvikultur Hutan Tanaman, 3 (2,1) Pengertian silvikultur hutan tanaman, peran hutan tanaman, penerapan prinsipprinsip silvikultur intensif dari jenis terpilih untuk pembuatan hutan. Acuan : Shepperd , K . Plantation Silviculture KTB 413 Silvikultur Hutan Alam, 3 (2,1) Pengertian dan karakteristik hutan alam, klasifikasi hutan alam, sistim silvikultur polisiklis dan pengembangannya di Indonesia. KTB 423 Teknik Persemaian, 2 (2,0) Perencanaan pembuatan persemaian, manipulasi faktor lingkungan, tata waktu, peralatan, organisasi pengawasan untuk menghasilkan semai berkualitas tinggi. Acuan : Duryea,ML & Landis TD (eds.) 1984. Forest Nursery Manual: Production of bare root Seedlings for Research laboratory Oregon State University, Corvallis, Martinus Nijhoff/Dr W Junk Publisher. KTB 432 Mikroorganisme berguna, 2(2,0) Pengenalan dan aplikasi mikroorganisme berguna bagi kehutanan

KTB 435 Klasifikasi Tanah, 3 (2,1) Pedogenesa, horison utama, horison penciri, sistem-sistem klasifikasi tanah, pencandraan tanah, survei tanah, ciri dan potensi berbagai jenis tanah di Indonesia. Acuan : Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. KTB 437 Fitogeografi, 2 (2,0) Fungsi fitogeografi dalam pemuliaan, metode menggambar peta distribusi, macam-macam formasi dan tipe vegetasi dunia, daerah-daerah flora dunia, eraera geo logi, teori landbridge & continent al drift, cara-cara penyebaran tumbuhan, kekayaan flora Indo nesia, teknik analisa vegetasi. Acuan : Nicholas Polunia.1990. The Geography of Flowering Plants. terjemahan. Gadjah Mada University Press KTB 438 Arsitektur Pohon, 2 (2,0) Unsur-unsur pembentuk arsitektur pohon, model-model arsitetur pohon, peranan arsitektur pohon dalam pemuliaan, identifikasi, ekologi dan silvikultur. Acuan : Halle,F.; RAA Oldeman, PB Tomlinson.1978. Tropical Trees and Forest. Springer Verlsaag. KTK 202 Klimatologi, 3 (2,1) Klimatologi umum, pengertian tentang atmosfer bumi, radiasi dan suhu bumi, air di atmosfer, tekanan udara dan angin. Pengertian umum iklim mikro, hubungan antara iklim dan hutan, dll. Acuan : Battan,LJ.1979. Fundam entals of Meteorology.Prentice Hall,Inc.Englewood Cliffs.NJ. KTF 201 Kuliah Lapangan, 1 (0,1) Mengenal tipe-tipe hutan dari pantai sampai pegunungan, mengenal secara garis besar kegiatan-kegiatan dalam bidang kehutanan dan problematikanya. KTF 401 Praktek Umum, 4 (0,4) Pengenalan, pemahaman, penghayatan, pelaksanaan pengusahaan hutan sebagai perwujudan utuh dari cabang-cabang ilmu pengeta huan yang diperoleh dari fakultas. Diharapkan mahasiswa dapat melihat pelaksanaan pengusahaan hutan dalam konteks konsepsi dan bukan kasus setempat C. Program Studi TEKNOLOGI HASIL HUTAN KTT 210 Struktur dan Sifat Kayu, 3 (2,1) Memberikan pengantar tentang peran struktur dan sifat kayu, klasifikasi tumbuhan penghasil kayu dan ciri-cirinya, pengenalan jenis kayu (identifikasi secara makro dan mikros kopis), ciri-ciri makro dan mikro sel-sel penyusun kayu dan fungsinya dalam kayu daun dan kayu jarum, ontogeni sel kayu,

komparativa sel kayu daun dan kayu jarum. Memperkenalkan sifat-sifat kayu secara umum dan kaitannya dengan struktur dan penggunaan kayu. Acuan : 1 Desch. H.E. 1956. Timber, Its Structure and Properties. Mc.Millan & Co. Ltd, London 2. Haygreen, J.G. dan J.L. Bowyer. 1989. Forest Products and Wood Science. Iowa State University Press. 3. Panshin, A.J. and C. deZeeuw. 1980. Textbook of Wood Technology. Mc Graw Hill Book Co. New York. KTT 220 Fisika Kayu, 3 (2,1) Kerapatan dan berat jenis kayu, kerapatan zat dinding sel, keragaman berat jenis kayu, hubungan kayu dengan air, air dalam kayu, cara penentuan kadar air, keragaman air dalam kayu, perubahan dimensi kayu dan produk kayu. Kerusakan kayu karena perubahan kadar air dalam kayu, Permeabilitas. Hubungan kayu dengan suara, sifat thermal dan sifat kelistrikan. Acuan : 1. Panshin, A.J. and C. deZeeuw. 1980. Textbook of Wood Technology. Mc Graw Hill Book Co. New York. 2. Haygreen, J.G. and J.L. Bowyer. 1989. Forest Products and Wood Science. IOWA State Univ.Press/Ames KTT 221 Mekanika Kayu , 3 (2,1) Gaya-gaya yang terjadi pada kayu, tegangan pada kayu, strain pada kayu, elastisitas kayu, diagram stress-strain, stress di luar batas proporsi. Keragaman sifat-sifat kekuatan kayu. Pengaruh berbagai karateristik kayu terhadap sifatsifat kekuatan kayu, manfaat sifat mekanika kayu, cara-cara pengujian mekanika kayu. Acuan : 1. Brown, H.P., Panshin A.J. dan C.C. Forsaith. 1952. Text book of Wood Technology. Mc.Graw Hill Book Co. 2. Panshin, A.J. and C. deZeeuw. 1980. Textbook of Wood Technology. Mc Graw Hill Book Co. New York. 3. Tsoumis G. 1987. Science and Technology of Wood. Structure, Properties, Utilization. Van Nostrand Reinhold. KTT 230 Kimia Kayu, 3 (2,1) Unsur-unsur dan senyawa-senyawa kimia penyusun kayu. Komponen -komponen primer penyusun kayu : selulosa, hemiselulosa dan lignin. Komponen sekonder : ekstraktif dan mineral. Degradasi selulosa dan derivatderivat selulosa. Manfaat komponen-komponen kimia dalam penggunaan kayu. Cara-cara analisis komponen kimia kayu. Acuan : 1. Fengel, D & G Wegener. 1989. Wood Chemistry, Ultrastructure, Reactions. Walter deGruyter and Co. Berlin. 2. Haygreen, J.G. and J.L. Bowyer. 1989. Forest Products and Wood Science. IOWA State Univ. Press/ Ames

KTT 240 Teknologi Hasil Hutan (diberikan untuk Jurusan/Bag. selain THH ), 2 (2,0) Memberikan gambaran umum lingkup THH, macam-macam hasil hutan (kayu dan non kayu), Struktur makroskopis dan Identifikasi kayu, pengantar sifat-sifat kayu, persyaratan macam-macam bahan baku industri kayu, macam-macam cara pengolahan produk kayu (penggergajian, kayu lapis, papan-papan komposit, pulp dan kertas), pengantar penyiapan bahan kayu (pengeringan dan pengawetan), pengantar Hasil Hutan Non Kayu, Faktor-faktor yang menentukan rendemen dan kualitas produk hasil hutan. Acuan : 1. Haygreen, J.G dan J.L. Bowyer., 1982. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Suatu Pengantar, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta 2. Kasmudjo, 1996. Teknologi Hasil Hutan. Program Diploma I, Dalam rangka kerjasama antara Fakultas Kehutanan UGM dengan Proyek Pendidikan, latihan dan Pengendalian Tenaga Kerja Pengusahaan Hutan KTT 310 Variasi Kayu, 3 (2,1) Memberikan gambaran detail komparativa kayu daun dan kayu jarum, variasi struktur dan sifat-sifat kayu berdasar faktor dalam (dalam batang pohon menurut perbedaan genetik/jenis, arah vertikal dan horisontal, kecepatan tumbuh) dan faktor luar (antar pohon menurut perbedaan asal, letak lokasi, bonita). Kayu reaksi (kayu tekan dan kayu tarik), kayu juvenil dan kayu dewasa. Hubungan struktur dengan sifat-sifat kayu, hubungan sifat-sifat kayu dan penggunaannya. KTT 320 Konstruksi Kayu, 3 (2,1) Memberi pengetahuan dasar-dasar pertimbangan kayu sebagai bahan konstruksi bangunan, kekuatan dan mutu kayu di Indonesia. Keteguhan kayu yang diperkenankan di dalam suatu konstruksi sesuai dengan kondisi dan sifat bangunan sambungan. Macam jembatan serta dasar-dasar perhitungan mekanika pada jembatan. KTT 321 Kayu Untuk Energi, 2 (2,0) Memberikan pengetahuan dasar-dasar pertimbangan kayu sebagai sumber energi. Pengubahan kayu menjadi arang dan cara-cara pembuatan arang. Pemanfaatan limbah sebagai arang briket. Dasar-dasar penentuan kualitas arang dan pengujian sifat-sifat fisik, mekanik, dan kimia arang. KTM 322 Pembelanjaan Perusahaan Hutan, 2 (2,0) Aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan hutan beserta usaha untuk menggunakan dan seefisien mungkin untuk mendapatkan keuntungan. KTM 325 Pemasaran Hasil Hutan, 2 (2,0) Konsep pemanfaatan sumber daya atas hutan prinsip-prinsip ekonomi. Hutan sebagai salah satu sumber daya dan peranannya sebagai suatu unit produksi. Konsep ekonomi produksi dalam pemanfaatan sumber daya sektor kehutanan.

Analisis suplai demand sumber daya hutan. Teori utilitas konsumen hasil hutan, peranan sumber daya hutan dalam pembangunan nasional atas dasar teori ekonomi, baik yang bersifat kwantitatif analisis dan kwalitatif. Terapan terori ekonomi sumber daya hutan dalam masalah-masalah di sektor kehutanan. KTT 340 Hasil Hutan Non Kayu, 3 (2,1) Memberikan pengertian, lingkup dan klasifikasi HHNK, cara-cara pemungutannya, potensi dan persyaratan bahan baku, teknologi pengolahan, rendemen, kualitas dan cara-cara pengujian produk HHNK seperti : minyak atsiri dan lemak, getah resin dan karet, produk penyamak dan pewarna, produk hasil budidaya, tumbuhan monokotil dan produk minor HHNK. Acuan : 1. Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri. Jilid I & IVB. Penerbit Universitas Indonesia Jakarta. 2. Kasmudjo. 1982. Dasar-dasar Pengolahan Gondorukem. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta KTT 341 Perekatan Kayu, 4 (3,1) Teori aperekatan kayu dan proses-proses perekatan kayu, faktor-faktor penentu kuatilas perekatan. Faktor-faktor dalam kayu, bentuk bahan yang direkat : kayu pejal, partikel dan venir. Keuntungan perekatan kayu, faktorfaktor perekat dan proses perekatan. Perekat alami, sintetik dan perekat mineral. Pelaburan perekat dan pengerasan perekat. Pengujian hasil perekatan dan standar uji perekatan. Acuan : 1. T.A. Prayitno. Perekatan Kayu, Yayasan Pembina Fak.Kehutanan UGM, Yogyakarta 2. T.A. Prayitno. Perekat Kayu KTT 342 Teknologi Penggergajian Kayu, 3 (2,1) Pengertian dan tujuan penggergajian, tipe-tipe penggergajian, teknologi gergaji pita dan piringan, teknik pemotongan kayu. Volume produksi, rendemen dan sortimen kayu gergajian. Acuan : 1. N.C. Brouwn. Lumber. John Willey & Sons, Inc, New York. 2. Ed.M. Wiliston. Saws, Design, Selection, Operation, Maintenance, Miller Freeman Publisher San Francisco. KTT 343 Mesin-Mesin Pengolahan Hasil Hutan, 3 (2,1) Dasar-dasar konstruksi mesin, kelistrikan dan medan magnet, motor penggerak transmisi dan dasar perhitungan puli mesin-mesin pengupas kulit. Mekanisme kerja mesin penyerpihan, penggergajian, mesin-mesin kayu lapis dan mesin-mesin pengolah kayu lainnya. KTT 344 Ketenagakerjaan, 2 (2,0) Pengertian-pengertian dasar. Ketentuan pokok ketenagakerjaan. Perluasan kesempatan kerja. pelaksanaan hubungan ketenaga-kerjaan. Pembinaan perlindungan ketenagakerjaan. Norma keselamatan kerja. Norma kesehatan kerja dan Hygiene Perusahaan.

KTT 345 Ergonomi, 2 (2,0) Pengertian-pengertian dasar, Sejarah dan Perkembangan Ergonomi, Ruang lingkup dan Manfaat Ergonomi. Kerja Fisik (otot kerja fisik, peredaran darah dan kelelahan) oleh perbaikan efisiensi kerja. Tenaga kerja dan mesin, Konsumsi Kalori. Kelelahan, macam penyebab, penyegaran dan penilaiannya. Pengorganisasian kerja. Penerangan dan Dekorasi. Alat-alat perlindungan perorangan. Pengembangan dan Penelitian Ergonomi. Acuan : 1. Sumamur, P.K.1989. Ergonomi untuk Produktifitas Kerja. CV. Haji Masagung Jakarta 2. Sumamur,P.K.1997. Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Pekerjaan Kehutanan dan Industri Perkayuan. Lembaga Nasional Hiperkes, Jakarta KTT 346 Kayu Lapis, 3 (2,1) Sejarah industri kayu lapis Indonesia, Keunggulan papantiruan terhadap kayu pejal, proses pembuatan kayu lapis, cara-cara pembuatan venir, pengeringan venir, pelaburan perekat, pengempaan dan pengendalian kualitas kayu lapis.Standar mutu dan cara-cara pengujian kayu lapis. Acuan : 1. T.A. Prayitno. Teknologi Kayu Lapis. Yayasan Pembina Fak.Kehutanan UGM, Yogyakarta 2. T.A.Prayitno. Cacat Perekatan. Yayasan Pembina Fak. Kehutanan UGM Yogyakarta KTT 347 Papan komposit, 3 (2,1) Definisi dan macam-macam papan tiruan seperti : papan partikel, papan mineral, papan serat dan lain sebagainya. Proses umum pembuatan papan tiruan dari limbah kayu. Faktor-faktor bahan lignoselulosa dan bahan non kayu. Cara penyiapan bahan baku. Masonit, Thermo chenus-mekanik. Faktor-faktor perekat, perekat sintetik, perekat mineral, proses perekatan dengan macam-macam perekat untuk papan tiruan. Proses pembuatan papan intrusi. Standar papan tiruan, SII, DIN, FAO. Cara-cara pengujian papan tiruan. Acuan : 1. T.A. Prayitno. Teknologi Papan Majemuk. Yayasan Pembina Fak.Kehutanan UGM, Yogyakarta 2. T.A.Prayitno. Teknologi Papan Mineral, Yayasan Pembina Fak. Kehutanan UGM Yogyakarta KTT 348 Pengerjaan Kayu, 3 (2,1) Memberikan pengertian tentang sifat-sifat kayu terhadap pengerjaan kayu. Cacat kayu sehubungan dengan pengerjaan kayu. Cara menggunakan gergaji tangan dan mesin, cara penggunaan ketam tangan dan mesin, macam-macam bor tangan dan fungsinya, macam-macam pahat dan fungsinya. Macam-macam kontak sambungan pada konstruksi mebel.

KTT 349 Teknologi Pengolahan Monokotil, 2 (2,0) Memberikan pengertian jenis-jenis tumbuhan monokotil yang bermanfaat, potensi dan persyaratan bahan baku, teknologi pengolahan, kualitas dan cara pengujian beberapa produk monokotil seperti : bambu, rotan dan aneka produk palm. KTT 350 Pengeringan Kayu, 3 (2,1) Pengertian dan tujuan pengeringan kayu, proses pengeringan, kadar air dan penyusutan kayu, pengeringan alami dan dengan dapur pengering. Jadwal pengeringan, cacat-cacat pengeringan pada kayu, sifat-sifat pemesinan pengering, pemulihan tegangan kayu. Acuan : Raymond C.Rietz dan Rufus H.Page: Air Drying of Lumber; A guide to Industry Practices (Agriculture Handbook No. 402), Forest Service, US Department of Agriculture, Forest Products Lab.Madison, Wisconsin. KTT 351 Finising Produk Kayu, 3 (2,1) Pengertian Finising Kayu, teori finising kayu, Proses finising kayu dan Manfaatnya.Faktor-faktor penentu kualitas finising kayu. Faktor kayu untuk finising dan sifat permukaan bahan. Sifat-sifat dekoratif dan faktor-faktor bahan finising, tipe-tipe dan sifat bahan finising kayu. Faktor aplikasi finising. Standar uji finising kayu. Acuan : T.A. Prayitno. Teknologi Pengerjaan Akhir. Yayasan Pembina Fak.Kehutanan UGM, Yogyakarta KTT 352 Kemunduran Kualita Kayu, 2 (2,0) Pengertian dan batasan kemunduran kualitas kayu oleh mikro organisme, serangga penggerek, penggerek laut dan mikro organisme lain. Kerusakan dan kemunduran kayu oleh proses keharian, panas dan bahan kimiawi. Beberapa kerusakan kayu oleh mikrobiologik dan serangga perusak kayu dalam hubungannya dengan struktur dan sifat-sifat kayu. Perlakuan-perlakuan khusus dan hubungannya dengan perlindungan (proteksi) kayu dari serangga mikro organisme dan serangga perusak kayu. KTT 353 Psikologi Industri, 2 (2,0) Pengertian pentingnya Psikologi Industri dalam permasalahan kualitas sumber daya manusia. Beberapa penyimpangan tatanan kerja (kedisiplinan, moral, kerajinan dan kejujuran). Upaya peningkatan produktivitas kerja untuk mendapatkan keunggulan-keunggulan hasil kerja. Memberikan pengantar cara seleksi dan penempatan, promosi. Pembinaan kerja dan pengembangan organisasi. KTT 354 Teknologi Kerajinan Kayu, 2 (2,0) Mendapatkan gambaran jenis-jenis produk kerajinan dari kayu, jenis kayu yang sesuai, potensi dan persyaratan bahan baku, cara-cara penyimpanan dan

perlakuan awal, cara-cara pembuatan produk kerajinan kayu, teknik pengerjaan akhir, prospek dan perannya. KTT 355 Perencanaan Industri, 2 (2,0) Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan industri dan membuat rencana mulai dari bahan baku, alat-alat pada proses produksi serta kapasitas masing-masing alat sampai menentukan kapasitas suatu industri. KTT 356 Desain Produk Kayu, 2 (2,0) Mempelajari cara membuat dan mengembangkan desain atau model suatu produk dari industri perkayuan. KTT 440 Pengendalian Mutu Hasil Hutan, 3 (2,1) Spesifikasi produk hasil hutan, standar mutu, faktor-faktor yang menentukan kualitas produk, cara-cara peningkatan mutu dan efisiensi proses. Bagan pengendalian mutu dan kurva kerja. Keuntungan penerapan pengendalian mutu, hambatan-hambatan dalam pengendalian mutu. Acuan : 1. Duncan., Statistical Quality Control 2. T.A. Prayitno. Pengendalian Mutu Hasil Hutan, Yayasan Pembina Fak.Kehutanan UGM, Yogyakarta KTT 441 Teknologi Pulp dan Kertas, 3 (2,1) Pengertian kayu untuk pulp, penyiapan bahan baku, pulping mekanis semi kimia-sulfit dan alkali, sifat-sifat pulp, pemutihan dan proses pembuatan kertas. Pengujian sifat-sifat kertas dan pengenalan macam-macam produk kertas. Acuan : 1. Casey, J.P. (editor) 1980. Pulp and Paper. A Wiley Interscience Publication. John Willey & Sons. New York, Chichester, Brisbane, Toronto, Singapore 2. MacDonald, R.G. (editor) and J.N. Franklin 1969. The Pulping of Wood Mc GrawHill Book Co. New York St Lowis, San Francisco, London, Sydney, Toronto, Mexico, Panama KTT 442 Praktek Industri Hasil Hutan, 1 (1.0) Mempelajari dan menerapkan teori Manajemen industri, pengolahan hasil hutan dan penanganan limbah industri. Melaporkan yang diperoleh dalam praktek secara tertulis dan dipertanggung jawabkan melalui ujian. KTT 443 Teknologi Penanganan Limbah, 2 (2,0) Pengertian limbah industri (kayu), macam-macam limbah dan asalnya. Limbah industri kayu dan upaya pemanfaatan/penanganan. Cara-cara penanganan dan pengujian limbah. Standar limbah industri (kayu) yang diijinkan. KTT 444 Pemeliharaan Peralatan Industri Kayu, 3 (2,1) Memberikan pengertian tentang arti pentingnya pemeliharaan peralatan pada mesin-mesin yang terdapat pada industri perkayuan. Cara-cara perawatan

dan penyimpanan peralatan gergaji, pisau pada rotary lathe, mesin ketam dan roll penggerak. KTT 447 Manajemen Industri Hasil Hutan, 2 (2,0) Manajemen operasional sehari-hari/tahunan yang dilakukan dalam suatu pabrik (industri perkayuan) mencakup : perencanaan (jenis pekerjaan, tata waktu dan biaya, organisasi dan tata laksana persinil, koordinasi dan pengendalian/pengawasan. KTT 448 Ekonomi Teknik Industri, 2 (2,0) Problema-problema dan proses industri dan pemecahannya dengan analisis ekonomi, konsep biaya dan ongkos-ongkos, analisis ekonomi dalam industri BEP, teori sensitivitas dan analisis resiko dalam industri, model-model kebijakan dalam industri untuk mencapai tujuan perusahaan yang optimal. KTT 450 Pengawetan Kayu, 3 (2,1) Pengertian dan tujuan pengawetan kayu, kerusakan kayu dan organisme perusaknya bahan-bahan pengawet kayu, persiapan dan proses-proses pengawetan kayu, faktor-faktor absorbsi, retensi dan penetrasi bahan pengawet kayu. Acuan : 1. George M. Hutn & George A. Garrantt: Pengawetan Kayu. Akademika Pressindo CV, Jakarta 2 Darrel D. Nicholas (Ed.) & Wilfred A. Cote (ed). Kemunduran (Detyeriorasi) Kayu dan pencegahannya dengan Perlakuan-perlakuan Pengawetan. Jilid I & II. Airlangga University Press, Surabaya.

D. Program Studi KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN KTK 211 Konservasi Tanah dan Air, 3 (2,1) Pengertian konservasi tanah dan air. Kerusakan tanah dan penyebabnya. Aliran permukaan dan erosi, .Kendala pelaksanaan konservasi tanah dan air. Acuan : 1. Lal, R. (1990). Soil Erosion in the Tropics : Principles and Management. United States : MC. Graw Hill, Inc. 2. Morgan, R.P.C. (1986). Soil Conservation, John Wiley and Sons, New York. KTK 213 Surveying, 3 (2,1) Mengenal berbagai macam peta, mempelajari beberapa teknik pemetaan, pengukuran lahan, dan mengenal berbagai alat survey. KTK 303 Ekologi Kawasan Konservasi, 2 (2,0) Pengertian kawasan konservasi, Landasan ekologis pembentukan kawasan konservas, Telaah kepentingan konservasi dari segi ekologis, Hidrologis,

Geologis, Biogeografis dan Klimatologis, Landasan ekologis pemanfaatan kawasan konservasi. Acuan : 1. J.P. Kimmin, 1987, Forest Ecology, 2. J. MacKinnon dkk., 1986. Pengelolaan kawasan yang dilindungi di daerah tropika KTK 311 Etika, Kebijaksanaan dan Perundangan Lingkungan, 3 (2,1) Peraturan perundang-undangan yang mendasari sumber daya alam dan lingkungan hidup, yang dapat mengubah perilaku manusia dan masyarakat, dari perusak alam menjadi pembina lingkungan alam. Acuan : 1. Anonim, 1990. Undang-Undang Tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. 2 Anonim, 1997. Undang-Undang Tentang Pengelolaan Lingkungan. KTK 312 Ekologi Perairan, 3 (2,1) Ekologi struktur dan fungsi, serta dasar-dasar ekologis pemanfaatan ekosistem laut, terumbu karang, ekosistem pantai, ekosistem perairan air tawar, Hutan Mangrove, Rawa dan Payau. acuan: 1. Lewis ( 1984 ). Mangrove Forest. CRC press, Inc, Florida. 2. Mann ( 1982 ). Ecology Of Coastal Waters. A Systems Approach. Boston. Melborne 3. Mc Connaughey. HB (1983). Introduction to Marine Biology the Mosby Company. Nybaken. J.W. (1982). Marine Ecology. KTK 313 Konservasi Flora dan Fauna Langka, 3 (2,1) Kriteria langka telaah penyebaran flora dan fauna langka, pengenalan jenisjenis flora dan fauna langka. Teknik-teknik pengembangbiakan satwa liar secara eks-situ maupun in-situ. Acuan : Jeffry McNelly (1978)The Dynamic of extinction in Southeast Asia KTK 314 Interpretasi Lingkungan dan Pendidikan Konservasi, 3 (2,1) Pengertian interpretasi lingkungan dan pendidikan Konservasi, Peranan Komunikasi dalam Interprretasi lingkungan dan pendidkan Konservasi, Pengenalan Program-program Interpolasi, dan pendidikan lingkungan, Analisis Visitor. Acuan : 1. A. Basic Assesment of Environmental Education ( Council For Nature Conservation Commision on Environmental 1985). 2. Guidelines and Techniques For Environmental Interpretion. ( Klaus Berkmuller & Tongchai Savasdisana 1989) KTK 315 Kepariwisataan Alam, 3 (2,1) Pengertian tentang rekreasi dan rekreasi alam. Elemen dinamis dan statis dan faktor yang mempengaruhi kegiatan rekreasi. Pola supplai dan demand dalam rekreasi alam. Perencanaan dan pembangunan area rekreasi. Dampak dari kegiatan rekreasi alam Pengelolaan kawasan rekreasi. Acuan : 1. Douglass, R.W., 1978. Forest Recreation. Second Edition.

2. Pergamon Press Inc. New York- Toronto Oxford. 3. Woll,G. 1989. Out door Recreation In Canada, John Wiley & Sons Toronto. KTK 316 Pencemaran Lingkungan, 3 (2,1) Krisis lingkungan hidup di dunia. Peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup di Indonesia. Pengertian pembangunan dan perencanaan embangunan berwawasan lingkungan. Dampak kegiatan operasional kehutanan dan pengolahan hasil hutan dan kontrolnya. Acuan : 1. Ticoalu, GA. (1981), Water Pollution and Disposal of Waste Water. Mc.Graw-Hill Pub. Company Ltd. New Delhi. 2. Andrews, WA. (1972) Environmental Polution. London : Prentice Hall. Inc. 3. Hardjasoemantri, K., 1989. Hukum Tata Lingkungan. Gama Press, Yogyakarta. 4. Fandeli, C., 1992. Dasar-Dasar Amdal dan Penanganannya Dalam Pembangunan. Liberty. Yogyakarta. KTK 317 Hidrologi Hutan, 2 (2,0) Konsep dasar hidrologi hutan, siklus hidrologi, presipitasi, intersepsi, temflow, evapotranspirasi, infiltrasi, debit, muatan sedimen, discharge rating curve, suspended rating curve, koefisien run-off. Acuan : 1. Richard Lee (1980). Forest Hydrolog 2. Linsley, Jr. Ray K., May A. Kohler, Joseph L.H. Paulus, 1982. Hidrology for Engineers. Third Edition. Mc. Graw-Hill Boch Company, Inc. New York - Toronto - London. KTK 318 Ekologi Hutan II, 3 (2,1) Batasan dan pengertian ekologi, species dan komunitas sebagai unit ekologis, metode analisis vegetasi. Telaah produktivitas berbagai macam ekosistem. KTK 319 Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 2 (2,0) Konsep dasar pengelolaan DAS, definisi dan prinsip PDA, tujuan problematikanya, Organisasi PDA. Tata ruang DAS, Pola Rehabilitas dan Konservasi Tanah, evaluasi PDA dari segi teknis maupun ekonomis . Acuan : Anonimus (1977). Guidelines for Watershed Management. FAO. KTK 321 Perilaku Satwa, 2 ( 2,0 ) Pengertian dasar tentang perilaku satwa. Penggunaan pengetahuan tentang perilaku satwa untuk kepentingan pelestarian misalnya di kebun-binatang atau taman safari. Perilaku sebagai salah satu sarana untuk kelangsung-hidupan (survivorship) species. Acuan : J.R . KREBS & DN. DAVIES. 1991, Introductuon to Behaviour Ecology

KTK 322 Pengelolaan Suaka Margasatwa, 2 (2,0) Prinsip-prinsip pengelolaan satwaliar, mengetahui unsur-pengelolaan kawasan suaka margasatwa. Acuan : Principle of Wildlife Management, tahun 1984. KTK 323 Pengelolaan Lanskap, 3 (2,1) Pengertian lanskap sebagai suatu sistem dan metodologi, landscape assessement. Lanskap sebagai suatu sistem, komponen-komponennya, dan klasifikasi lanskap. Metodologi dan model-model landscape assessement Acuan : Zoneveld, I.S., 1979, Land Evaluation and Landscape Science, ITC, Enschede. KTK 324 Penyuluhan Sumberdaya Hutan, 2 (2,0) Pengertian penyuluhan SDH, Peranan Penyuluhan dalam dalam kehutanan,Dasar-dasar penyuluhan, Materi dan alat bantu dalam penyuluhan, Metode Penyuluhan, Komunikasi, Adobsi dan Difusi dalam penyuluhan, Program penyuluhan, Evaluasi penyuluhan. Acuan : 1. Suhardiyono, L . 19.., Penyuluhan. 2. Prodjosuharjo, 1979, Penyuluhan Pertanian. 3. FAO, 1986. Forestry Extension Organization. KTK 411 Pengelolaan Kawasan Konservasi, 3 ( 2,1 ) Landasan ekologis pembentukan kawasan konservasi. Telaah kepentingan konservasi dari segi ekologis, hidrologis, geologis, bio geografis dan Klimatologis. Landasan ekologis pemanfaatan kawasan konservasi. Acuan : Graig L. Shafir. 1990. Nature reserves : Island Theory and Conservation Practice. Smithsorian Inst. Press. London. KTK 310 Keanekaragaman Hayati, 3 ( 2, 1 ) Konsep keanekaragaman hayati, penyebaran dan keadaan keaneka-ragaman hayati, problem dan usaha konservasi keanekaragaman hayati di daerah tropika. Acuan : Phylogeny, Ecology and Behaviour. (1991) KTK 422 Ekologi Populasi Hutan, 3 (2,1) Distribusi, interaksi fisik dan biologi, dan berbagai macam model pertumbuhan populasi komponen penyusun hutan. Acuan : 1. Begon, M & Minortimer 1981. Population Ecology : A Unified Stuidy of Animals and Plants. Blackwell Scientific Publication London. 2. Burgman MA., S Ferson and H.R. Akqakaya 1993. Risk Assessment For Conservation Biology. Chapman and Hall, London. KTK 423 Teknik Pengelolaan Satwaliar, 3 (2,1) Berbagai teknik untuk mengelola satwaliar, aplikasi populasi, habitat dan masyarakat. Teknik pengelolaan

Acuan : Wildlife Management Techniques,1981 KTK 424 Pengantar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, 3 (2,1) Krisis lingkungan hidup di dunia, peraturan perundang-undangan tentang Lingkungan Hidup di Indonesia. Pengertian pembangunan, Berwawasan. Lingkungan dan Pembangunan Berlanjut.Amdal, Semdal, dan produk pelaksanaan. Acuan : 1. Munn, R. E., 1979. Environmental Impact Assessment. Principles and Procedures Second Edition, John Willey And Sons. Chichester; 2. Soemarwoto, G., 1989. Analisis Dampak Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 3. Fandeli, C. 1992. Amdal dan Prinsip dasar Pembangunan Liberty Yogyakarta. KTK 425 Ekologi Satwa Liar, 2 (2,0) Hubungan antara satwaliar dengan lingkungan, dengan penekanan pada faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi sebaran dan kelimpahan di daerah ekosistem tropis. Acuan : Moen, A.N. 1973. Wildlife Ecology. KTK 410 Perhutanan Kota, 2 (2,0) Pengertian dasar tentang ekosistem kota, perkembangan, permasalahan dan berbagai konsep pemecahannya. Hutan Kota, Perhutanan Kota, dan sejarah terbentuknya. Komponen-komponen penyusun hutan kota dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Nilai hutan kota. Pengelolaan hutan kota dan pengembangannya. Acuan : Grey, G.W. , Deuche,F.J. 1986 Urban Forestry. Second Edition. John Willey & Sons New York