Anda di halaman 1dari 95

Pengisian SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2011

Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun 2012

APA YANG DIMAKSUD SPT TAHUNAN PPh?

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) merupakan formulir yang digunakan Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran PPh, objek pajak PPh, bukan objek pajak PPh, harta dan kewajiban.

MENGAPA KITA WAJIB MENGISI DAN MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN PPh ?

Setiap WP yang telah memenuhi persyaratan SUBJEKTIF dan OBJEKTIF WAJIB :


Mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP dan Wajib MENGISI SPT dengan benar, lengkap, dan jelas, dan menandatangani serta

MENYAMPAIKANNYA ke kantor DJP tempat WP terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak
(Pasal 2 dan 3 UU No.6 Tahun 1984 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan stdd UU No.16 Tahun 2009 (UU KUP))

1
DOWNLOAD / UNDUH

3 AMBIL SENDIRI

www.pajak.go.id

AMBIL SENDIRI DI 2

KPP / KP2KP

Mobil Pajak Keliling / Pojok Pajak

BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN

April 2012

30

ATAU

4 BULAN SETELAH TAHUN BUKU BERAKHIR (BAGI WP YANG TAHUN BUKUNYA TIDAK SAMA DENGAN TAHUN TAKWIM)

(PASAL 3 AYAT (3) HURUF c, UU KUP)

SUBJEK PAJAK
ORANG PRIBADI (OP)

WARISAN YANG BELUM TERBAGI SEBAGAI SATU KESATUAN MENGGANTIKAN YANG BERHAK SUBJEK PAJAK

BADAN BENTUK USAHA TETAP (BUT) >>> PERLAKUAN PERPAJAKANNYA DIPERSAMAKAN DENGAN SUBJEK PAJAK BADAN
(Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU Pajak Penghasilan (PPh))

SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI


SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI

SUBJEK PAJAK SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI

(Pasal 2 ayat (3) UU PPh)

SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI


ORANG PRIBADI
OP yang bertempat tinggal di Indonesia, OP yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, atau OP yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia
Didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria:
pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan; pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI

BADAN

WARISAN YANG BELUM TERBAGI SEBAGAI SATU KESATUAN MENGGANTIKAN YANG BERHAK

penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah; dan

pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara

(Pasal 2 ayat (3) UU PPh)

SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI


OP yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, OP yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia

SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI

OP yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, OP yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia

BUT menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia yang dapat berupa: tempat kedudukan manajemen, cabang perusahaan, kantor perwakilan, gedung kantor, pabrik, bengkel, gudang, ruang untuk promosi dan penjualan, pertambangan dan penggalian sumber alam, wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan,atau kehutanan, proyek konstruksi, dll (Pasal 2 ayat (4) dan (5) UU PPh)

KEWAJIBAN PAJAK SUBJEKTIF


SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI
ORANG PRIBADI: - Dimulai pada saat OP tersebut dilahirkan, berada, atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan - Berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya

SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI


ORANG PRIBADI DAN BADAN: - Dimulai pada saat OP atau badan tersebut

menjalankan usaha atau melakukan kegiatan dan;


- Berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap

BADAN:
- Dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan - Berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia

ORANG PRIBADI DAN BADAN:


- Dimulai pada saat OP atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia dan; - Berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut

WARISAN YANG BELUM TERBAGI: - Dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut dan - Berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi Apabila kewajiban pajak sunjektif OP yang bertempat tinggal atau yang berada di Indonesia hanya meliputi sebagian dari tahun pajak, maka bagian tahun pajak tersebut menggantikan tahun pajak

(Pasal 2A UU PPh)

YANG TIDAK TERMASUK SUBJEK PAJAK


kantor perwakilan negara asing; pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersamasama mereka dengan syarat bukan warga negara Indonesia (WNI) dan di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik; organisasi-organisasi internasional dengan syarat: Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut; dan tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota; pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud di atas, dengan syarat bukan WNI dan tidak menjalankan usaha, kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia.
(Pasal 3 UU PPh)

Wajib Pajak Badan


Sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi : Perseroan Terbatas (PT), perseroan komanditer (CV), perseroan lainnya, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik dearah (BUMD), firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap (BUT).
(Penjelasan Pasal 2 ayat (1) huruf b UU PPh)
12

KLASIFIKASI PENGHASILAN

OBJEK PAJAK

NON OBJEK PAJAK (Pasal 4 ayat (3) UU PPh)

OBJEK PAJAK FINAL (Pasal 4 ayat (2) UU PPh)

OBJEK PAJAK NON FINAL (Pasal 4 ayat (1) UU PPh)

Objek Pajak (Penghasilan)


Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh WP, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan WP yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
(Pasal 4 ayat (1) UU PPh)

Penghasilan Yang Merupakan Objek Pajak


a. Penghasilan dari pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam undang-undang; b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan; c. laba usaha; d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta; e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak; f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang; (Pasal 4 ayat (1) UU PPh)
15

Penghasilan Yang Merupakan Objek Pajak (lanjutan)


g. dividen; h. royalti ; i. sewa & penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; j. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala; k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah; l. keuntungan selisih kurs mata uang asing; m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva; n. premi asuransi;
(Pasal 4 ayat (1) UU PPh)

Penghasilan Yang Merupakan Objek Pajak (lanjutan)


o. iuran yang diterima/diperoleh perkumpulan dari

anggotanya

yang

terdiri

dari

WP

yang

menjalankan usaha/pekerjaan bebas; p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak; q. penghasilan dari usaha berbasis syariah; r. imbalan bunga sesuai UU KUP; dan s. surplus Bank Indonesia
(Pasal 4 ayat (1) UU PPh)

Karakteristik PPh Final


PPh final (dibayar sendiri atau dipotong pihak lain) tidak dapat dikreditkan. Biaya-biaya yang digunakan untuk menghasilkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan yang dikenakan PPh final tidak dapat dikurangkan dalam memperhitungkan PPh terutang pada akhir tahun (dalam SPT Tahunan PPh). Penghasilan yang dikenakan PPh final tidak digabung dalam penghitungan pajak akhir tahun, tapi cukup dilaporkan saja.

Penghasilan yang dikenai PPh Final


a. penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi; penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura;

b. penghasilan berupa hadiah undian; c.

d. penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan; dan e. penghasilan tertentu lainnya.

(Pasal 4 ayat (2) UU PPh)


19

Penghasilan Yang Dikecualikan Dari Objek Pajak


a. 1. bantuan atau sumbangan, termasuk zakat dan sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang ditentukan pemerintah; 2. harta hibahan, sesuai dengan ketentuan undang-undang perpajakan b. warisan; c. harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal; d. natura dan/atau kenikmatan dari WP atau Pemerintah; e. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada OP yaitu: asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa; f. dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sebagai WP dalam negeri, koperasi, BUMN, atau BUMD, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat tertentu; g. iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;
(Pasal 4 ayat (3) UU PPh)
20

Penghasilan Yang Dikecualikan Dari Objek Pajak (lanjutan)


h. penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan; i. bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham,

persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi;


j. l. m. penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura; beasiswa; sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan dengan syarat tertentu; n. bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara

Jaminan Sosial kepada WP tertentu; (Pasal 4 ayat (3) UU PPh)

BIAYA-BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan termasuk:
Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha; Biaya penyusutan fiskal dan/atau amortisasi; Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan (untuk OP); Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta; Kerugian dari selisih kurs;

Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia;


(Pasal 6 UU PPh)
22

BIAYA-BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO (lanjutan)


Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan (Pasal 6 UU PPh); Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan memenuhi syarat tertentu (Pasal 6 UU PPh); Zakat dan sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib (PP Nomor 60 Tahun 2010); Pembentukan dan pemupukan cadangan piutang tak tertagih khusus untuk usaha bank, leasing, cadangan untuk usaha asuransi, Penjamin LPS, cad. Penanaman kembali hutan, cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan, dan cad. Biaya penutupan limbah (KMK Nomor : 204/KMK.04/2000);
23

BIAYA-BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO (lanjutan)

- Kompensasi kerugian tahun sebelumnya (maksimal 5 tahun sebelumnya) (Pasal 6 UU PPh)

- Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan yang terbatas berupa: (PMK Nomor 83/PMK.03/2009) Biaya makan dan minum untuk seluruh pegawai, atau
Natura dan kenikmatan di daerah terpencil, atau Natura berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan (baju seragam satpam)
24

BIAYA-BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO (lanjutan)

- Sumbangan Khusus untuk : (Pasal 6 UU PPh) Bencana Nasional, Penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia, Pembangunan infrastruktur sosial, Fasilitas pendidikan , dan Pembinaan olahraga - Untuk biaya kendaraan sedan, sejenis boleh dibebankan 50% (Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP - 220/PJ./2002) - Untuk biaya telepon seluler dapat dibebankan 50% (KEP220/PJ./2002)
25

BIAYA-BIAYA YANG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO

PEMBAGIAN LABA DENGAN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN

BIAYA YG DIBEBANKAN UTK KEPENTINGAN PRIBADI PEMEGANG SAHAM, SEKUTU, ATAU ANGGOTA PEMBENTUKAN DANA CADANGAN KECUALI CADANGAN UNTUK JENIS USAHA TERTENTU PREMI ASURANSI KESEHATAN, KECELAKAAN, JIWA, DWI GUNA, DAN ASURANSI BEA SISWA YANG DIBAYAR OLEH WP OP PENGGANTIAN/ IMBALAN PEKERJAAN/JASA YG DIBERIKAN DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN KECUALI - PENYEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN BAGI SELURUH PEGAWAI - DI DAERAH TERTENTU DAN YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN PEKERJAAN YANG DITETAPKAN KEPMENKEU (KMK No. 466/KMK.04/2000)

(Pasal 9 ayat (1) UU PPh)

BIAYA YANG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO (Lanjutan)

JUMLAH YANG MELEBIHI KEWAJARAN YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM ATAU PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA HARTA YANG DIHIBAHKAN, BANTUAN ATAU SUMBANGAN, DAN WARISAN KECUALI SUMBANGAN TERTENTU DAN ZAKAT/SUMBANGAN KEAGAMAAN (YANG SIFATNYA WAJIB) YANG DITERIMA OLEH BADAN AMIL ZAKAT/LEMBAGA AMIL ZAKAT/LEMBAGA KEAGAMAAN YANG DIBENTUK ATAU DISAHKAN PEMERINTAH

PAJAK PENGHASILAN
BIAYA YANG DIBEBANKAN/ DIKELUARKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI WP ATAU ORANG YANG MENJADI TANGGUNGAN

GAJI ANGGOTA PERSEKUTUAN, FIRMA, ATAU PERSEROAN KOMANDITER YANG MODALNYA TIDAK TERBAGI ATAS SAHAM
SANKSI ADMINISTRASI DAN PIDANA (DENDA) DI BIDANG PERPAJAKAN

(Pasal 9 ayat (1) UU PPh)

BIAYA YANG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO (Lanjutan)

- Biaya-biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang : 1. Dikenakan PPh bersifat final, atau 2. Bukan objek pajak, atau 3. Penghasilan netonya dihitung dengan norma penghitungan

(Pasal 9 ayat (1) UU PPh)

28

PENYUSUTAN
Penyusutan atas pengeluaran: untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud, kecuali tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun.
(Pasal 11 ayat (1) UU PPh )
29

PENYUSUTAN lanjutan.
dilakukan : 1. dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut (metode Garis Lurus) ayat (1) 2. dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat, yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa manfaat nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan secara taat asas (Metode Saldo Menurun) ayat (2)
(Pasal 9 ayat (1) dan (2) UU PPh )
30

PENYUSUTAN lanjutan.
Kelompok Harta Berwujud I. Bukan bangunan Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 II. Bangunan Permanen Tidak Permanen Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun 20 tahun 10 tahun Garis Lurus Saldo Menurun

25% 12,5% 6,25% 5% 5% 10%

50% 25% 12,5% 10%

Untuk perusahaan penanam modal mekanisme penyusutan mengacu pada PP 52 Tahun 2011

(Pasal 9 ayat (6) UU PPh )

31

AMORTISASI
Amortisasi atas pengeluaran : untuk memperoleh harta tak berwujud (hak cipta, hak paten, dan lainnya) dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan muhibah (goodwill) yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun yang dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan
(Pasal 11A UU PPh )
32

AMORTISASI
dilakukan : dalam bagian-bagian yang sama besar (Garis Lurus) dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat, yang dihitung dengan cara menerapkan tarif amortisasi atas pengeluaran tersebut atau atas nilai sisa buku dan pada akhir masa manfaat diamortisasi sekaligus dengan syarat dilakukan secara taat asas. (Saldo Menurun)
(Pasal 11A ayat (1) UU PPh )
33

Pengelompokan dan tarif AMORTISASI


Tarif Amortisasi
Kelompok Harta Tak Berwujud Masa Manfaat Garis Lurus Saldo Menurun

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4

4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun

25% 12,5% 6,25% 5%

50% 25% 12,5% 10%

(Pasal 11A ayat (2) UU PPh )

34

TARIF PPh BADAN


Tarif sebelum tahun pajak 2009
Omzet di atas 50 M
(Pasal 17 ayat (1) huruf b & ayat (2a) UU PPh)

Tarif tahun pajak 2009 Tarif tahun pajak 2010 s.d. sekarang

TARIF PPh Badan

Omzet s.d. 50 M
(Pasal 31E UU PPh)

Perseroan terbuka (tbk)


(Pasal 17 ayat (2b) UU PPh)

TARIF WP BADAN Omzet di atas 50 M Ketentuan Lama :


Lapisan Penghasilan s.d Rp 50.000.000 Sebelum Tahun Pajak 2009 Tarif 10% 15% 30%

T A R I F

Di atas Rp50.000.000 s.d. Rp 100.000.000 Di atas Rp100.000.000


Pasal 17 ayat (1) huruf b & ayat (2a)

Ketentuan Baru (Mulai tahun 2009) khusus WP Badan dgn omzet di atas 50 M :
Tahun
Tahun 2009 Tahun 2010 - sekarang

Tarif Tunggal
28 % 25 %

(Pasal 17 ayat (1) huruf b & ayat (2a) UU PPh)

CONTOH PENERAPAN TARIF PPh BAGI WAJIB PAJAK BADAN dgn Omzet di atas 50 M
JUMLAH Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 190.000.000,PPh TERUTANG : 1. Jika tahun pajak 2008 10% X Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000 15% X Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000 30% X Rp 90.000.000 = Rp 27.000.000 Jumlah Rp 39.500.000,-

2. Jika tahun pajak 2009 : 28 % X 190.000.000 3. Jika tahun pajak 2010 : 25% X 190.000.000

= Rp 53.200.000,-

= Rp 47.500.000,-

TARIF WP BADAN Omzet sampai dengan 50 M


BAGI UMKM = WP Badan dengan Omzet s.d Rp 50 M mendapatkan fasilitas pengurangan tarif Fasiltas pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif pasal 17 untuk Omzet sampai dengan 4,8 M (pasal 31 E)

sisa omzet yang telah dikurangi bagian 4,8 M tetap menggunakan


tarif pasal 17

Bagian Omzet Bagian omzet s.d. 4,8 M Bagian omzet 4,8 s.d. 50 M

Tahun 2009 14 % 28 %

Tahun 2010 12.5% 25 %

(Pasal 31E UU PPh )

CONTOH PENGHITUNGAN FASILITAS UMKM


Contoh : PT X tahun 2009 Peredaran Usaha (Omzet) = Rp. 30.000.000.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp. 5.000.000.000

Uraian
Total Fasilitas Tarif biasa

Omzet
30 M s.d. 4,8 M 4,8 M s.d 30 M

PKP
5.000.000.000 800.000.000 4.200.000.000

Tarif
14% 28%

PPh
112.000.000 1.176.000.000 1.288.000.000

Jumlah PPh Terutang


(4,8M/Total Omzet) X PKP (4.800.000.000/30.000.000.000) X 5.000.000.000

TARIF WP BADAN Khusus Perseroan Terbuka

Untuk Perseroan Terbuka (minimal 40% saham dimiliki publik) mendapatkan pengurangan tarif 5% (pasal 17 (2b) Tarif pajak 2009 = 23% Tarif Pajak 2010 s.d. sekarang = 20%
(Pasal 17 ayat (2b) UU PPh)

Penghitungan Penghasilan Seluruh Wajib Pajak Badan (tidak memandang omzet)

WAJIB PEMBUKUAN

41

BAGAIMANA MENGHITUNG PAJAK?

JUMLAH SELURUH PENGHASILAN BRUTO BIAYA JUMLAH PENGHASILAN NETO KOMERSIAL KOREKSI FISKAL POSITIF NEGATIF PENGHASILAN NETO FISKAL KOMPENSASI KERUGIAN PENGHASILAN KENA PAJAK PPh TERUTANG KREDIT PAJAK DIPOTONG/DIPUNGUT PIHAK KETIGA TELAH DIBAYAR SENDIRI JUMLAH KREDIT PAJAK KURANG/LEBIH BAYAR XXXX XXXX XXXX

XXXX XXXX XXXX XXXX (XXX) XXXX XXXX XXXX

(-)

(+) (-)

XXXX

(+)
XXXX XXXX

(-)

MELAMPIRKAN LAPORAN KEUANGAN LENGKAP SEPERTI: NERACA, LAPORAN RUGI LABA, DAFTAR PENYUSUTAN, DAN LAIN-LAIN
YANG DIISI TERLEBIH DAHULU ADALAH FORMULIR LAMPIRAN, BUKAN INDUKNYA

DI SETIAP LEMBAR JANGAN LUPA MENGISI IDENTITAS SEPERTI NAMA, NPWP DAN TAHUN PAJAKNYA
JANGAN LUPA MEMBUBUHKAN TANDA TANGAN, KARENA JIKA TIDAK SPT YANG ANDA LAPORKAN DIANGGAP TIDAK SAH JIKA SPT MENUNJUKKAN KURANG BAYAR, KEKURANGAN TERSEBUT HARUS DIBAYAR PALING LAMBAT SEBELUM SPT DILAPORKAN PEMBAYARAN DAPAT DILAKUKAN DI KANTOR POS ATAU BANK

Lembar Informasi yang dilekatkan pada amplop SPT Tahunan

LEMBAR INFORMASI AMPLOP SPT TAHUNAN


NPWP :

Nama Wajib Pajak

Tahun Pajak

Status SPT *

Nihil

Kurang Bayar

Lebih Bayar

Jenis SPT*

SPT Tahunan

SPT Tahunan Pembetulan Ke- ...

Perubahan Data*

Ada

Tidak Ada

Jika ada perubahan data Wajib Pajak, maka tempelkan formulir perubahan data pada amplop SPT Tahunan

No. Telp/HP

Pernyataan

: Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa informasi pada amplop ini sesuai dengan SPT Tahunan yang terdapat dalam amplop ini.

Tanda Tangan

Contoh Kasus SPT 1771


1. Nama 2. Alamat 3. Tahun Buku 4. Metode Penyusutan 5. Jenis usaha 6. NPWP 7. KLU PT DPS Jalan Mega Megah No. 18 Pesanggrahan Jakarta 1270 1 Januari 2011 s.d. Desember 2011 Saldo Menurun (Komersial) Garis Lurus (Fiskal) Perdagangan Barang Elektronik 01.234.567.8-013.000 52332

ILUSTRASI
1. Di dalam penjualan selama tahun 2011, termasuk penjualan kepada PEMDA DKI JAKARTA senilai Rp5.000.000.000 2. Di dalam pembelian terdapat biaya yang tidak dapat dibuktikan (tidak ada daftar nominatif) sebesar Rp5.000.000 3. Biaya Gaji dan Tunjangan Rp1.200.000.000 4. Biaya sewa gedung untuk gudang Rp250.000.000 5. Dalam Biaya Perbaikan dan Pemeliharaan kantor Rp110.000.000 6. Dalam Biaya Promosi, dapat dirinci sebagai berikut: Presentasi (tidak terdapat bukti) Rp 50.000.000 Iklan Surat Kabar Rp 40.000.000 Rp 90.000.000 7. Biaya PKB, PBB, dan Bea Meterai terdapat pembayaran PBB untuk mess karyawan Rp3.000.000. 8. Biaya penyusutan fiskal sebesar Rp110.000.000 9. Dalam biaya sumbangan, bantuan, zakat dengan rincian sebagai berikut: Sumbangan kepada GN OTA Rp 5.000.000 Sumbangan HUT DKI Rp 15.000.000 Rp 20.000.000 9. Biaya Natura dan kenikmatan,Beras, Kecap, Gula, (jika dinilai Harga Pasar) Rp 25.000.000

ILUSTRASI
11. Biaya lain-lain dapat dirinci sbb: Biaya Jamuan Makan Relasi/Entertainment (Tidak Ada Daftar Nominatif) Biaya Keperluan Dapur Kantor (ada bukti)

Rp 50.000.000
Rp 5.000.000 Rp 55.000.000

12. Pajak-pajak: PPh Pasal 21 telah dipotong dari penghasilan karyawan Rp 50.904.000 PPh Pasal 22 PEMDA DKI (ket: 1) Rp 75.000.000 PPh Pasal 23 sewa kendaraan Rp 800.000 PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa gedung (final) Rp 20.000.000 PPh Pasal 25 yang telah dibayar (masa Jan-Des 2011) Rp8.625.000.000 STP PPh Pasal 25 Masa Februari Rp 159.000.000 (termasuk sanksi bunga Rp9.000.000)

PENGISIAN SPT TAHUNAN BADAN

Neraca Tahun 2011


PT DPS NERACA UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011

Aktiva Lancar Kas Piutang Usaha Rp Rp

Hutang Lancar 8.276.200.000 8.276.200.000

2.048.200.000 Hutang Usaha Rp 2.578.000.000 Jumlah Hutang Rp Lancar Persediaan Rp 4.000.000.000 Hutang Jangka Panjang Jumlah Aktiva Rp 8.626.200.000 Rp Lancar Aktiva Tetap Jumlah Hutang Jangka Panjang Rp Bangunan Rp 2.200.000.000 Akumulasi penyusutan -550.000.000 Modal Rp Jumlah Aktiva Tetap 1.650.000.000 Jumlah aktiva Rp 10.276.200.000 Jumlah Pasiva

0 0 2.000.000.000

Rp 10.276.200.000

Laporan Laba Rugi Tahun 2011


URAIAN Peredaran usaha Penjualan Lokal Harga Pokok Penjualan Pembelian Persediaan Awal Persediaan akhir Harga Pokok Penjualan Laba Bruto Biaya Operasi dan Umum 1 Gaji dan Tunjangan 2 Sewa 4 Perbaikan dan Pemeliharaan 5 Promosi KOMERSIAL Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 51,000 10,000 Rp 6,000 4,000 12,000 39,000 1,200 250 110 90 Rp 50 PT DPS LAPORAN LABA RUGI Dalam jutaan rupiah UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 SPT KOMERSIAL SPT REKONSILIASI KOREKSI (+) KOREKSI (-) FISKAL KETERANGAN 5 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 51,000 9,995 6,000 4,000 11,995 39,005 1,200 250 110 40
1771-II 2 1771-II 5 1771-II 11 1771-II 10 1771-I 1 a 1771-II 1 1771-II 12 1771-II 13 1771-I 1 b 1771 I 5L

Tanpa bukti

1771-I 5L

9 10 11 12 15

PKB, PBB dan Bea Meterai Telp/Fax Listrik/Air Pajak dan Perijinan Penyusutan

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

20 Rp 50 45 30 144.342 Rp 20 Rp 25 Rp 55 Rp 2,039 36,961

3 34.342 15 25 50 -

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

17 50 45 30 110 5 5 1,862 37,143

1771-II 11 1771-II 11 1771-II 11 1771-II 11 1771-II 4 1771-II 11 1771-II 11 1771-II 11

1771-I 5L

Tanpa bukti Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh jo Pasal 13 PP Nomor 94 Tahun 2010

1771-I 5I 1771-I 5E 1771-I 5C 1771-I 5L

Pasal 11 UU PPh Pasal 9 ayat (1) huruf g UU PPh Pasal 9 ayat (1) huruf e UU PPh SE-27/PJ.22/1986

17 Sumbangan dan Bantuan 18 Natura 19 Lain-lain Total Biaya Operasi dan Umum Laba usaha Pendapatan dan Beban Lain-lain Dividen dari PT KITA (Saham 2 26%) 3 Pendapatan Sewa Mobil 4 Keuntungan Penjualan Tanah

Rp Rp Rp

30 40 25 95 37,055.658

182.34

Rp Rp

30 25 55.00

Rp Rp Rp Rp Rp

40 40 37,183

1771-IV B 3 1771-IV A 6 (PH BRUTO) 1771-I 1 e

1771-I 4

Pasal 4 ayat (3) huruf f UU PPh, Bukan Objek Pasal 4 ayat (2) UU PPh, Objek Final

1771-I 4

Rp Total Pendapatan dan Beban Lain-lain Rp Laba neto sebelum pajak

PENYUSUTAN
PT DPS PENYUSUTAN BANGUNAN TAHUN 2011

Tahun Tarif Penyusutan Nilai Sisa Buku Harga Perolehan


2007 2008 2009 2010 2011 5% 5% 5% 5% 5% 110.000.000 110.000.000 110.000.000 110.000.000 110.000.000 2.090.000.000 1.980.000.000 1.870.000.000 1.760.000.000 1.650.000.000 2.200.000.000

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN W AJIB PAJAK BADAN


h DA FTA R PENYERTA A N MODA L PA DA PERUSA HA A N A FILIA SI

TAHUN PAJAK

FORMULIR

1771 - VI
KEMENTERIAN KEUANGAN RI

LA MPIRA N - VI

FTA R PINJA MA N (UTA NG) DA RI PEMEGA NG SA HA M DA N/A TA U PERUSA HA A N A FILIA SI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK h DA h DA FTA R PINJA MA N (PIUTA NG) KEPA DA PEMEGA NG SA HA M DA N/A TA U PERUSA HA A N A FILIA SI

IDENTITAS

N P W P NAMA WAJIB PAJAK PERIODE PEMBUKUAN

: : :
s.d.

BA GIA N A : NO
(1)

DA FTA R PENYERTA A N MODA L PA DA PERUSA HA A N A FILIA SI NAMA


(2)

ALAMAT
(3)

N P W P
(4)

JUMLAH PENY ERTAAN MODAL (Rupiah)


(5)

%
(6)

1.

JUMLA H

JBA

2.

3.

4. 5. dst

BUNGA/TH % (6)

BA GIA N B NO
(1)

: DA FTA R UTA NG DA RI PEMEGA NG SA HA M DA N/A TA U PERUSA HA A N A FILIA SI NAMA DAN ALAMAT


(2)

N P W P
(3)

JUMLAH PINJAMAN (Rupiah)


(4)

TAHUN
(5)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 dst BA GIA N C NO


(1)

DA FTA R PIUTA NG KEPA DA PEMEGA NG SA HA M DA N/A TA U PERUSA HA A N A FILIA SI NAMA DAN ALAMAT
(2)

N P W P
(3)

JUMLAH PINJAMAN (Rupiah)


(4)

TAHUN
(5)

BUNGA/TH % (6)

1. 2. 3. 4.

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran VI Bagian A
FORMULIR

DIISI DENGAN TAHUN PAJAK BERSANGKUTAN


TAHUN PAJAK

1771 - VI
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

LAMPIRAN - VI
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
DAFTAR PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN AFILIASI DAFTAR UTANG DARI PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU PERUSAHAAN AFILIASI DAFTAR PIUTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU PERUSAHAAN AFILIASI

IDENTITAS

NPWP NAMA WAJIB PAJAK

: :

PT DPS 0 1 1 1 s.d. 1 2 1 1

DIISI DENGAN IDENTTITAS LENGKAP WP BERSANGKUTAN

PERIODE PEMBUKUAN :
BAGIAN A NO (1) 1. :

DAFTAR PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN AFILIASI NAMA (2) ALAMAT (3) NPW P (4) JUMLAH PENYERTAAN MODAL (Rupiah) (5) % (6)

2.

3.

4.

5.

JUMLAH BAGIAN A

JBA

SPT Tahunan PPh Badan Lampiran VI Bagian B


BAGIAN B : NO (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. DAFTAR UTANG DARI PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU PERUSAHAAN AFILIASI NAMA (2) NPW P (3) JUMLAH PINJAMAN (Rupiah) (4) TAHUN (5) BUNGA/TH % (6)

SPT Tahunan PPh Badan Lampiran VI Bagian C


BAGIAN C : NO (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. DAFTAR PIUTANG KEPADA PEMEGANG SAHAM DAN/ATAU PERUSAHAAN AFILIASI NAMA (2) NPW P (3) JUMLAH PINJAMAN (Rupiah) (4) TAHUN (5) BUNGA/TH % (6)

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI

Halaman ke-

dari

halaman Lampiran-VI

D.1.1.32.36

FORMULIR

1771 - V
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN W AJIB PAJAK BADAN


h DA FTA R PEMEGA NG SA HA M/PEMILIK MODA L DA N JUMLA H DIVIDEN YA NG DIBA GIKA N h DA FTA R SUSUNA N PENGURUS DA N KOMISA RIS

TAHUN PAJAK

LA MPIRA N - V

IDENTITAS

NPW P NA MA WA JIB P A JA K P E RIODE P E MBUKUA N

: : : s.d.

BA GIA N A : NO
(1)

DA FTA R PEMEGA NG SA HA M / PEMILIK MODA L DA N JUMLA H DIVIDEN YA NG DIBA GIKA N NAMA


(2)

ALAMAT
(3)

N P W P
(4)

JUMLAH MODAL DISETOR (Rupiah)


(5)

%
(6)

DIVIDEN (Rupiah)
(7)

1.

2.

3.

4.

5. 6.

JUMLA H JBA

7.

8.

9.

10. dst

BA GIA N B NO
(1)

DA FTA R SUSUNA N PENGURUS DA N KOMISA RIS NAMA DAN ALAMAT


(2)

ALAMAT
(3)

N P W P
(4)

J A B A T A N
(5)

1.

2.

3.

4.

5.

DIISI DENGAN NAMA DAN ALAMAT PEMEGANG SAHAM PERUSAHAAN


FORMULIR

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran V Bagian A
DIISI DENGAN TAHUN PAJAK BERSANGKUTAN

1771 - V
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


DAFTAR PEMEGANG SAHAM/PEMILIK MODAL DAN JUMLAH DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN KOMISARIS
: : :

TAHUN PAJAK

LAMPIRAN - V

IDENTITAS

NPWP NAMA WAJIB PAJAK PERIODE PEMBUKUAN

1DIISI 3 DENGAN 0 0

PT DPS 0 1 1 1 s.d. 1 2 1 1

IDENTTITAS LENGKAP WP BERSANGKUTAN

DIISI DENGAN JUMLAH MODALMODAL YANG DISETOR DAN PRESENTASENYA

BAGIAN A NO (1) 1.

DAFTAR PEMEGANG SAHAM / PEMILIK MODAL DAN JUMLAH DIVIDEN YANG DIBAGIKAN NAMA (2) ALAMAT (3) NPWP (4) JUMLAH MODAL DISETOR (Rupiah) (5) % (6) DIVIDEN (Rupiah) (7)

PT ISE SARANA INSANI

Jalan Tanjung No.45, Jakarta Jl. Mangga Besar 13 Tegal Jl. Jeruk Nipis 23 Cibinong Jalan Siliwangi No 89, Sukabumi

01.567.891.1-016.000 07.987.654.3-501.000 06.678.345.2-403.000 08.321.233.3-405.000

1,550,000,000 200,000,000 150,000,000 100,000,000

77.5% 10.0% 7.5% 5.0% -

155,000,000 20,000,000 15,000,000 10,000,000

2.

Mus tafid

3.

Sapto W

4.

Sobirin

5.

6.

DIISI DENGAN JUMLAH DIVIDEN

7.

8.

9.

10. JUMLAH BAGIAN A JBA

2,000,000,000

100%

200,000,000

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran V Bagian B
BAGIAN B : DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN KOMISARIS NO (1) 1. NAMA (2) Mustafid ALAMAT (3) NPWP (4) J AB AT AN (5)

Jl. Mangga Besar 13 Tegal Jl. Jeruk Nipis 23 Cibinong

07.987.654.3-501.000 06.678.345.2-403.000

Komisaris Direktur

2.

Sapto W

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI

Halaman ke-

1 dari

1 halaman Lampiran-V

D.1.1.32.35

FORMULIR

1771 - IV
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

TAHUN PAJAK

LA MPIRA N - IV
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN W AJIB PAJAK BADAN
PPh FINAL DAN PE NGHASILAN YANG TIDAK TE RM ASUK OBJE K PAJAK

IDENTITAS

NPW P NA MA WA JIB P A JA K P E RIODE P E MBUKUA N

: : : s.d.

1
TARIF (%)
(4)

BA GIA N A : NO
(1)

PPh FINA L JENIS PENGHASILAN


(2)

DASAR PENGENAAN PAJAK (Rupiah)


(3)

PPh TERUTANG (Rupiah)


(5)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

BUNGA DEPOSITO / TABUNGAN, DAN DISKONTO SBI / SBN BUNGA / DISKONTO OBLIGASI PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM Y ANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM MILIK PERUSAHAAN MODAL VENTURA PENGHASILAN USAHA PENY ALUR / DEALER / AGEN PRODUK BBM PENGHASILAN PENGALIHAN HAK ATAS TANAH / BANGUNAN PENGHASILAN PERSEWAAN ATAS TANAH / BANGUNAN IMBALAN JASA KONSTRUKSI : a. b. c. PELAKSANA KONSTRUKSI PERENCANA KONSTRUKSI PENGAWAS KONSTRUKSI

9.

PERWAKILAN DAGANG ASING

10. 11. 12. 13. 14. dst

PELAY ARAN / PENERBANGAN ASING PELAY ARAN DALAM NEGERI PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP TRANSAKSI DERIVATIF Y ANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA

JUMLA H BA GIA N

JBA

Pindahk an k e Formulir 1771 huruf F ang k a 15 butir a

BA GIA N B NO
(1)

PENGHA SILA N YA NG TIDA K TERMA SUK OBJEK PA JA K JENIS PENGHASILAN


(2)

PENGHASILAN BRUTO (Rupiah)


(3)

1. 2. 3. 4.

BANTUAN / SUMBANGAN HIBAH DIVIDEN / BAGIAN LABA DARI PENY ERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA DI INDONESIA (Pasal 4 Ay at (3) Huruf f UU PPh) IURAN DAN PENGHASILAN TERTENTU Y ANG DITERIMA DANA PENSIUN

5.

BAGIAN LABA Y ANG DITERIMA PERUSAHAAN MODAL VENTURA

1771 - IV
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

DIISI DENGAN SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN TAHUN PAJAK PPh FINAL DAN PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK BERSANGKUTAN
:

TAHUN PAJAK

FORMULIR

LAMPIRAN - IV

IDENTITAS

NPWP NAMA WAJIB PAJAK PERIODE PEMBUKUAN

PT DPS 0 1 1 1 s.d. 1 2 1 1

DIISI DENGAN IDENTTITAS LENGKAP WP BERSANGKUTAN

BAGIAN A
NO. (1) 1. 2. 3. 4.

PPh FINAL
JENIS PENGHASILAN (2) DASAR PENGENAAN PAJAK (Rupiah) (3) TARIF (%) (4) PPh TERUTANG (Rupiah) (5)

BUNGA DEPOSITO / TABUNGAN, DAN DISKONTO SBI / SBN BUNGA / DISKONTO OBLIGASI PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM MILIK PERUSAHAAN MODAL VENTURA PENGHASILAN USAHA PENYALUR / DEALER / AGEN PRODUK BBM PENGHASILAN PENGALIHAN HAK ATAS TANAH / BANGUNAN PENGHASILAN PERSEWAAN ATAS TANAH / BANGUNAN IMBALAN JASA KONSTRUKSI : a. PELAKSANA KONSTRUKSI PERENCANA KONSTRUKSI PENGAWAS KONSTRUKSI

DIISI DENGAN PPh FINAL ATAS PENGALIHAN HAK ATAS TANAH

5 6. 7.

25,000,000

5%

1,250,000

8.

b. c.

9. 10. 11. 12. 13. 14

PERWAKILAN DAGANG ASING PELAYARAN / PENERBANGAN ASING PELAYARAN DALAM NEGERI PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP TRANSAKSI DERIVATIF YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA JUMLAH BAGIAN A 25,000,000 JBA

DIISI DENGAN TOTAL PPh FINAL

1,250,000
P inda hk a n k e F o rm ulir 17 7 1 huruf F a ngk a 15 but ir a

SPT Tahunan PPh Badan Lampiran IV Bagian B


BAGIAN B : PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK NO (1) 1. 2. 3. BANTUAN / SUMBANGAN HIBAH DIVIDEN / BAGIAN LABA DARI PENYERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA DI INDONESIA (Pasal 4 Ayat (3) Huruf f UU PPh) 4. 5. IURAN DAN PENGHASILAN TERTENTU YANG DITERIMA DANA PENSIUN BAGIAN LABA YANG DITERIMA PERUSAHAAN MODAL VENTURA DARI BADAN PASANGAN USAHA SISA LEBIH YANG DITERIMA ATAU DIPEROLEH BADAN ATAU LEMBAGA NIRLABA YANG BERGERAK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN/ATAU BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANG YANG TELAH TERDAFTAR PADA INSTANSI YANG MEMBIDANGINYA, YANG DITANAMKAN KEMBALI DALAM BENTUK SARANA DAN PRASARANA KEGIATAN PENDIDIKAN DAN / ATAU PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (Pasal 4 Ayat (3) Huruf m UU PPh ) JENIS PENGHASILAN (2) PENGHASILAN BRUTO (Rupiah) (3)

30.000.000

6.

7. . JUMLAH BAGIAN B JBB


Pindahkan ke Formulir 1771 huruf F angka 15 butir b JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke-

30.000.000
1
dari

halaman Lampiran-IV

D.1.1.32.34

FORMULIR

1771 - III
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


KREDIT PAJAK DALAM NEGERI
NAMA WAJIB PAJAK s.d. OBJEK PEMOTONG / PEMUNGUTAN NPWP
(3)

TAHUN PAJAK

LAMPIRAN - III

2 0 1 1

IDENTITAS

NPW P PERIODE PEMBUKUAN

: :

PEMOTONG / PEMUNGUT PAJAK NAMA


(1) (2)

NO

JENIS PENGHASILAN / TRANSAKSI


(4)

(Rupiah)
(5)

PAJAK PENGHASILAN YANG DIPOTONG / DIPUNGUT (Rupiah)


(6)

BUKTI PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN / SSP / SSPCP NOMOR


(7)

TANGGAL
(8)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10.

11.

12.

13.

14. dst JUMLAH


Catatan : h Diisi dengan rincian per Bukti Pemotongan / Pemungutan Pajak h Pindahkan hasil penjumlahan PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 Kolom (6) ke Formulir 1771 Huruf C Angka 8.a. JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI D.1.1.32.32

JML

Halaman kedari halaman Lampiran III

FORMULIR

1771 - III
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

LAMPIRAN - III
KREDIT PAJAK DALAM NEGERI
: 0 0 1 1 1 2 1 3 4 1 5 2 6 1 7 1
OBJEK PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN JENIS PENGHASILAN / (Rupiah) TRANSAKSI (4) (5) Penjualan kepada pemungut

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJ

IDENTITAS

NPW P

NAMA WAJIB PAJAK :

PERIODE PEMBUKUAN :

s.d.

NO. (1) 1.

PEMOTONG / PEMUNGUT PAJAK NAMA NPWP (2) PEMDA DKI (3) 00.123.123.4-069.000

PAJ YANG D

5.000.000.000 40.000.000

2.

PT WANTUTRIP

01,987,654,3-013,000

Jasa Sewa

3.

4. 5. 6.

7. 8. 9.

10.

11.

12.

13.

JUMLAH

JML

5.040.000.000

TAHUN PAJAK

LAMPIRAN - III
KREDIT PAJAK DALAM NEGERI
3 0 0 0 NAMA WAJIB PAJAK : PT DPS

N PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

EK PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN HASILAN / (Rupiah) KSI (5)

PAJAK PENGHASILAN YANG DIPOTONG / DIPUNGUT (Rupiah) (6)

BUKTI PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN/ SSP/SSPCP NOMOR (7) 24 TANGGAL (8) 05-Feb-11

a pemungut

5.000.000.000 40.000.000

75.000.000 800.000

ewa

56

08-Agust-11

JML

5.040.000.000

75.800.000

FORMULIR

1771 - II
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NPW P PERIODE PEMBUKUAN

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


PERINCIAN HARGA POKOK PENJUALAN, BIAYA USAHA LAINNYA DAN BIAYA DARI LUAR USAHA SECARA KOMERSIAL
NAMA WAJIB PAJAK s.d. HARGA POKOK PENJUALAN (Rupiah)
(3)

TAHUN PAJAK

LAMPIRAN - II

2 0 1 1

IDENTITAS

: :

NO
(1)

PERINCIAN
(2)

BIAYA USAHA LAINNYA (Rupiah)


(4)

BIAYA DARI LUAR USAHA (Rupiah)


(5)

JUMLAH (Rupiah)
(6) = (3) + (4) + (5)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

PEMBELIAN BAHAN/BARANG DAGANGAN GAJI, UPAH, BONUS, GRATIFIKASI, HONORARIUM, THR, DSB BIAYA TRANSPORTASI BIAYA PENYUSUTAN DAN AMORTISASI BIAYA SEWA BIAYA BUNGA PINJAMAN BIAYA SEHUBUNGAN DENGAN JASA BIAYA PIUTANG TAK TERTAGIH BIAYA ROYALTI BIAYA PEMASARAN/PROMOSI BIAYA LAINNYA PERSEDIAAN AWAL PERSEDIAAN AKHIR (-/-) JUMLAH 1 S.D. 12 DIKURANGI 13 Catatan : h Nomor 1 untuk Perusahaan Dagang diisi pembelian barang dagangan, untuk perusahaan industri diisi pembelian bahan baku, bahan penolong dan barang jadi. h Nomor 7 termasuk management fee, technical assistance fee, dan jasa lainnya. h Nomor 11 diisi dengan total biaya yang tidak tertampung dalam perincian 1 s.d. 10. h Nomor 12 dan 13 untuk perusahaan dagang diisi total persediaan awal dan akhir barang dagangan, untuk perusahaan industri diisi total persediaan awal/akhir bahan baku/bahan penolong ditambah barang setengah jadi ditambah barang jadi.

D.1.1.32.54

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran II kolom 1-4
FORMULIR

DIISI SESUAI DENGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN TAHUN BERSANGKUTAN

1771 - II
KE ME NTE RIAN KE UANGAN RI DIRE KTORAT JE NDE RAL P AJAK

LAMPIRAN - II

SPT T AHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB P

PERINCIA N HA RGA POKOK PENJUA LA N, BIA YA USA HA LA INNYA DA N BIA YA DA R 0 0 1 1 1 2 1 3 4 1 5 2 6 1 7 1


BIAYA USAHA LAINNYA (Rupiah)
(4)

IDENTITAS

N P W P PERIODE PEMBUKUAN
PERINCIAN
(2)

: :

NAMA WAJIB PAJ

s.d.

NO.
(1)

HARGA POKOK PENJUALAN (Rupiah)


(3)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

PEMBELIAN BAHAN/BARANG DAGANGAN GAJI, UPAH, BONUS, GRATIFIKASI, HONORARIUM, THR, DSB BIAYA TRANSPORTASI BIAYA PENYUSUTAN DAN AMORTISASI BIAYA SEWA BIAYA BUNGA PINJAMAN BIAYA SEHUBUNGAN DENGAN JASA BIAYA PIUTANG TAK TERTAGIH BIAYA ROYALTI

10.000.000.000

1.200.000

130.000

250.000

10. BIAYA PEMASARAN/PROMOSI 11. BIAYA LAINNYA 12. PERSEDIAAN AWAL 13. PERSEDIAAN AKHIR (-/-) 14 JUMLAH 1 S.D. 12 DIKURANGI 13

90.000

355.000 6.000.000.000 4.000.000.000

12.000.000.000

2.025.000.

Catatan : Nomor 1 untuk Perusahaan Dagang diisi pembelian barang dagangan, untuk perusahaan industri diisi pembelian bahan baku, bahan penolo Nomor 7 termasuk management fee, technical assistance fee, dan jasa lainnya Nomor 11 diisi dengan total biaya yang tidak tertampung dalam perincian 1 s.d. 10. Nomor 12 dan 13 untuk perusahaan dagang diisi total persediaan awal dan akhir barang dagangan, untuk perusahaan industri diisi total per awal/akhir bahan baku/bahan penolong ditambah barang setengah jadi ditambah barang jadi. D.1.1.32.54

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran II kolom 1-4
TAHUN PAJAK

DIISI SESUAI DENGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN TAHUN BERSANGKUTAN

LAMPIRAN - II

AN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

A LA N, BIA YA USA HA LA INNYA DA N BIA YA DA RI LUA R USA HA SECA RA KOMERSIA L 0 1 3 0 0 0 PT DPS

NAMA WAJIB PAJAK :

BIAYA USAHA LAINNYA (Rupiah)


(4)

BIAYA DARI LUAR USAHA (Rupiah)


(5)

JUMLAH (Rupiah)
(6) = (3) + (4) + (5)

00.000.000 1.200.000.000

10.000.000.000 1.200.000.000 144.342.000 250.000.000 144.342.000 250.000.000 90.000.000 355.000.000 90.000.000 355.000.000 6.000.000.000 4.000.000.000

00.000.000

00.000.000

0.000.000

2.039.342.000

14.039.342.000

haan industri diisi pembelian bahan baku, bahan penolong dan barang jadi.

ang dagangan, untuk perusahaan industri diisi total persediaan ang jadi.

FORMULIR

1771 - I
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK N P W P NAMA W AJIB PAJAK PERIODE PEMBUKUAN

TAHUN PAJAK

LAMPIRAN - I
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO FISKAL

: : :
URAIAN
(2)

IDENTITAS

s.d.

NO
(1)

RUPIAH
(3)

1.

PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI : a. b. c. d. e. f. g. h. PEREDARAN USAHA . . HARGA POKOK PENJUALAN . BIAYA USAHA LAINNYA . .. PENGHASILAN NETO DARI USAHA (1a - 1b - 1c) . .. PENGHASILAN DARI LUAR USAHA . BIAYA DARI LUAR USAHA . . PENGHASILAN NETO DARI LUAR USAHA JUMLAH (1e - 1f) .
1h 1g 1f 1e 1d 1c 1b 1a

(1d + 1g) . ..

2.

PENGHASILAN NETO KOMERSIAL LUAR NEGERI 2 (Diisi dari Lampiran Khusus 7A Kolom 5) .
3 JUMLAH PENGHASILAN NETO KOMERSIAL (1h + 2) .

3. 4.

PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL 4 DAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK . PENYESUAIAN FISKAL POSITIF : a. BIAYA YANG DIBEBANKAN / DIKELUARKAN UNTUK KEPENTINGAN 5a PEMEGANG SAHAM, SEKUTU, ATAU ANGGOTA... . .. PEMBENTUKAN ATAU PEMUPUKAN DANA CADANGAN .. . PENGGANTIAN ATAU IMBALAN PEKERJAAN ATAU 5c JASA DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN . JUMLAH YANG MELEBIHI KEW AJARAN YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM / PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEW A 5d SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN .. . HARTA YANG DIHIBAHKAN, BANTUAN, ATAU SUMBANGAN . PAJAK PENGHASILAN . GAJI YANG DIBAYARKAN KEPADA ANGGOTA PERSEKUTUAN, FIRMA 5g ATAU CV YANG MODALNYA TIDAK TERBAGI ATAS SAHAM . .. SANKSI ADMINISTRASI . . SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI ATAS PENYUSUTAN FISKAL . .. SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI ATAS AMORTISASI FISKAL . .. BIAYA YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA . .. PENYESUAIAN FISKAL POSITIF LAINNYA . .. JUMLAH 5a s.d. 5l .
5m 5l 5k 5j 5i 5h 5f 5e 5b

5.

b. c. d.

e. f. g.

h. i. j. k. l. m. 6.

PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF : a. b. c. d. e. SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI BAW AH PENYUSUTAN FISKAL . . SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI BAW AH AMORTISASI FISKAL . .. PENGHASILAN YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA . .. PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF LAINNYA . .. JUMLAH 6a s.d. 6d .
6e 6d 6c 6b 6a

7.

FASILITAS PENANAMAN MODAL BERUPA PENGURANGAN PENGHASILAN NETO : TAHUN KE7a

(Diisi dari Lampiran Khusus 4A Angka 5b) . ..

7b

8.

PENGHASILAN NETO FISKAL

8 (3 - 4 + 5m - 6e - 7b) . .

CATATAN :
D.1.1.32.31

Pindahkan jumlah Angka 8 ke Formulir 1771 Huruf A Angka 1.

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran I Nomor 1 - 4
LAMPIRAN - I
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO FISKAL
: : :

DIISI DENGAN TAHUN PAJAK BERSANGKUTAN


TAHUN PAJAK

FORMULIR

1771 - I
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

2 0 1 1
DIISI DENGAN IDENTTITAS LENGKAP WP BERSANGKUTAN

IDENTITAS

NPWP NAMA WAJIB PAJAK PERIODE PEMBUKUAN

2 3

6 7

PT DPS 0 1 1
(2)

s.d.

1 1
DIISI DENGAN RUPIAH PEREDARAN (3) USAHA
1a 1b

NO
(1)

URAIAN
PENGHASILAN NETO KOMERSIAL DALAM NEGERI : a. b. c. d. e. f. g.

1.

PEREDARAN USAHA ..................... HARGA POKOK PENJUALAN ............................ BIAYA USAHA LAINNYA ................................ PENGHASILAN NETO DARI USAHA ( 1a - 1b - 1c ) ..............................
1d 1e 1f 1c DIISI DENGAN BIAYA USAHA LAINNYA

51.000.000.000 12.000.000.000 2.039.342.000 36.960.658.000 95.000.000 95.000.000 37.055.658.000 37.055.658.000

DIISI DENGAN PENGHASILAN DARI LUAR USAHA .......................... HARGA POKOK


BIAYA DARI LUAR USAHA ................................ PENJUALAN PENGHASILAN NETO DARI LUAR USAHA ( 1e - 1f ).............................
1h 1g

2.

h. JUMLAH ( 1d + 1g ) : ................................. PENGHASILAN NETO KOMERSIAL LUAR NEGERI 2 (Diisi dari Lampiran Khusus 7A Kolom 5) ..........................

DIISI DENGAN PENGHASILAN NETO

3. 4.

DIISI JUMLAH PENGHASILAN NETO KOMERSIAL (1h + 2) ............. DENGAN PPH FINAL DAN TIDAK
PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL TERMASUK OBJEK 4 DAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK .............................. PAJAK

55.000.000

SPT Tahunan PPh Badan


Lampiran I Nomor 5 - 8
5. PENYESUAIAN FISKAL POSITIF : a. BIAYA YANG DIBEBANKAN / DIKELUARKAN UNTUK KEPENTINGAN 5a PEMEGANG SAHAM, SEKUTU, ATAU ANGGOTA. ..................... b. c. d. PEMBENTUKAN ATAU PEMUPUKAN DANA CADANGAN ....................... PENGGANTIAN ATAU IMBALAN PEKERJAAN ATAU 5c JASA DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN .......................... JUMLAH YANG MELEBIHI KEWAJARAN YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM / PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA 5d SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN ...............................
HARTA YANG DIHIBAHKAN, BANTUAN ATAU SUMBANGAN ....................... PAJAK PENGHASILAN ....................................... PENYESUAIAN FISKAL GAJI YANG DIBAYARKAN KEPADA ANGGOTA PERSEKUTUAN, FIRMA 5g ATAU CV YANG MODALNYA TIDAK TERBAGI ATAS SAHAM ..................... POSITIF SANKSI ADMINISTRASI ...................................... SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI ATAS PENYUSUTAN FISKAL .................. SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI ATAS AMORTISASI FISKAL ....................... BIAYA YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA ............................ 5k 5j 5i 5h 5f 5e 5b

25.000.000

e. f. g.

15.000.000

DIISI DENGAN TOTAL

h. i. j. k. l. m. 6.

34.342.000

DIISI DENGAN 5l PENYESUAIAN FISKAL POSITIF LAINNYA ............................. PENGHASILAN 5m NETO FISKAL JUMLAH 5a s .d. 5l : .......................................

108.000.000 182.342.000

PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF : 6a a. SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI BAWAH PENYUSUTAN FISKAL ................. b. c. d. e.
SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI BAWAH AMORTISASI FISKAL ................... PENGHASILAN YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA ..................... PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF LAINNYA .............................. JUMLAH 6a s .d. 6d ....................................... 6e 6d 6c 6b

7.

FASILITAS PENANAMAN MODAL BERUPA PENGURANGAN PENGHASILAN NETO: 7b TAHUN KE 7a (Diis i dari Lam piran Khus us 4A Angka 5b) ..................... PENGHASILAN NETO FISKAL (3 - 4 + 5m - 6e - 7b) ..........
8

8.

37.183.000.000

CATATAN : Pindahkan jum lah Angka 8 ke Form ulir 1771 Huruf A Angka 1. D.1.1.32.31

FORMULIR

1771
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

SPT TAHUNAN
PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
PERHATIAN h SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN h ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM h BERI TANDA "X" PADA (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

TAHUN PAJAK

SPT PEMBETULAN KE- 1

N P W P

: : : : : NO. FAKS : KLU :

IDENTITAS

NAMA W AJIB PAJAK JENIS USAHA NO. TELEPON PERIODE PEMBUKUAN

s.d.

NEGARA DOMISILI KANTOR PUSAT PEMBUKUAN / LAPORAN KEUANGAN NAMA KANTOR AKUNTAN PUBLIK N P W P KANTOR AKUNTAN PUBLIK

(khusus BUT) : : : : : : :

:
OPINI AKUNTAN

DIAUDIT

TIDAK DIAUDIT

NAMA AKUNTAN PUBLIK N P W P AKUNTAN PUBLIK

NAMA KANTOR KONSULTAN PAJAK N P W P KANTOR KONSULTAN PAJAK

NAMA KONSULTAN PAJAK N P W P KONSULTAN PAJAK

: :
RUPIAH *)
(3) (2)

*) Pengisian kolom-kolom yang berisi nilai rupiah harus tanpa nilai desimal (contoh penulisan lihat buku petunjuk hal. 4)

(1)

A. PENGHASILAN KENA PAJAK

1. 2.

PENGHASILAN NETO FISKAL 1 (Diisi dari Formulir 1771-I Nomor 8 Kolom 3) .. KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL (Diisi dari Lampiran Khusus 2A Jumlah Kolom 8)
2

3. 4.

3 PENGHASILAN KENA PAJAK (1 - 2)

PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria W ajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) a. b. c.

B. PPh TERUTANG

Tarif PPh Ps 17 ayat (1) Huruf b X Angka 3 Tarif PPh Ps 17 ayat (2b) X Angka 3 Tarif PPh Ps 31E ayat (1)
4

5.

PENGEMBALIAN / PENGURANGAN KREDIT PAJAK LUAR NEBERI 5 (PPh Ps. 24) YANG TELAH DIPERHITUNGKAN TAHUN LALU JUMLAH PPh TERUTANG
6 (4 + 5)

6. 7. 8.

7 PPh DITANGGUNG PEMERINTAH (Proyek Bantuan Luar Negeri)

a. b.

KREDIT PAJAK DALAM NEGERI (Diisi dari Formulir 1771-III Jumlah Kolom 6) .. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI (Diisi dari Lampiran Khusus 7A Jumlah Kolom 8) JUMLAH

8a 8b

C. KREDIT PAJAK

c. 9. a. b. 10.

8c . (8a + 8b)

PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI PPh YANG LEBIH DIPOTONG / DIPUNGUT

(6 - 7 - 8c)

PPh YANG DIBAYAR SENDIRI 10a a. PPh Ps. 25 BULANAN b. c.


10b STP PPh Ps. 25 (Hanya Pokok Pajak)

JUMLAH

(10a + 10b) ..

10c

D. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

11.

a. b.

PPh YANG KURANG DIBAYAR (PPh Ps. 29) PPh YANG LEBIH DIBAYAR (PPh Ps. 28A)

(9 - 10c)

11

12. 13.

PPh YANG KURANG DIBAYAR PADA ANGKA 11.a DISETOR TANGGAL


TGL BLN THN

PPh YANG LEBIH DIBAYAR PADA ANGKA 11.b MOHON : a. DIRESTITUSIKAN b. DIPERHITUNGKAN DENGAN UTANG PAJAK Pengembalian Pendahuluan (Pasal 17C atau Pasal 17D UU KUP)

Khusus Restitusi untuk W ajib Pajak dengan Kriteria Tertentu :

F.1.1.32.14

SPT Tahunan PPh Badan


Induk A - B
FORMULIR

DIISI DENGAN TAHUN PAJAK BERSANGKUTAN

1771
KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

SPT TAHUNAN
PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
PERHATIAN SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM BERI TANDA "X" PADA (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

TAHUN PAJAK

0
KE

SPT PEMBETULAN

NPWP

: : : : :

4 S G 7
s .d.
:

IDENTITAS

NAMA WAJIB PAJAK JENIS USAHA NO. TELEPON PERIODE PEMBUKUAN

P T

D P

D A G A N 0 0 1 2 1 1 1 -

E L 3 5 1 0 2

E K T 0 1 0 1 0

R O N I 0

K 0 2 1 -

KLU :

NO. FAKS :

DIISI DENGAN IDENTTITAS LENGKAP WP 5 2 3 3 2 BERSANGKUTAN


0 0 0 0 1

NEGARA DOMISILI KANTOR PUSAT (khus us BUT) PEMBUKUAN / LAPORAN KEUANGAN NAMA KANTOR AKUNTAN PUBLIK NPWP KANTOR AKUNTAN PUBLIK
: : : : : : : : : DIAUDIT

OPINI AKUNTAN

TIDAK DIAUDIT

NAMA AKUNTAN PUBLIK NPWP AKUNTAN PUBLIK

DIISI DENGAN IDENTTITAS LENGKAP AUDITOR BERSANGKUTAN DIISI DENGAN PENGHASILAN NETO FISKAL
RUPIAH *)
(3)

NAMA KANTOR KONSULTAN PAJAK NPWP KANTOR KONSULTAN PAJAK

NAMA KONSULTAN PAJAK NPWP KONSULTAN PAJAK

*) Pengisian kolom-kolom yang berisi nilai rupiah harus t anpa nilai desimal (cont oh penulisan lihat buku pet unjuk hal. 3)

(1)

(2)

A. PENGHASILAN KENA PAJAK

1. 2.

PENGHASILAN NETO FISKAL 1 (Diis i dari Form ulir 1771-I Nom or 8 Kolom 3) . DIISI DENGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL (Diis i dari Lam piran Khus us 2A Jum lah Kolom 8)
2 3

37,183,000,000 37,183,000,000

PENGHASILAN KENA PAJAK

3. 4.

PENGHASILAN KENA PAJAK (1-2) ........


PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT)

B. PPh TERUTANG

a b c 5.

Tarif PPh Ps . 17 ayat (1) Huruf b X Angka 3. Tarif PPh Ps . 17 ayat (2b) Huruf b X Angka 3. Tarif PPh Ps . 31E ayat (1)
(Lihat Buku Petunjuk ) 4

9,295,750,000

PENGEMBALIAN / PENGURANGAN KREDIT PAJAK LUAR NEGERI

(PPh Ps . 24) YANG TELAH DIPERHITUNGKAN TAHUN LALU . 6. JUMLAH PPh TERUTANG (4 + 5) .....
6

DIISI DENGAN PPH TERUTANG

9,295,750,000

SPT Tahunan PPh Badan


Induk C-D
7. 8.
7

DIISI DENGAN TOTAL KREDIT PAJAK

PPh DITANGGUNG PEMERINTAH (Proyek Bantuan Luar Negeri) ...... a. b. KREDIT PAJAK DALAM NEGERI 8a (Diisi dari Formulir 1771-III Jumlah Kolom 6) ............. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI DIISI DENGAN 8b (Diisi dari Lampiran Khusus 7A Jumlah Kolom 8) ......... JUMLAH PPH
8c

75.800.000 75.800.000 9.219.950.000 8.625.000.000 150.000.000

C. KREDIT PAJAK

yang HARUS

DIBAYAR c. JUMLAH ( 8a + 8b ) ........

9.

a. b.

PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI PPh YANG LEBIH DIPOTONG / DIPUNGUT

(6 7 8c)

10. PPh YANG DIBAYAR SENDIRI 10a a. PPh Ps. 25 BULANAN ......... b. STP PPh Ps. 25 (Hanya Pokok Pajak) .....
10b DIISI DENGAN JUMLAH PPH PSL 25

c.
D. PPh KURANG/ LEBIH BAYAR

JUMLAH (10a + 10b ) .... X PPh YANG KURANG DIBAYAR (PPh Ps. 29) PPh YANG LEBIH DIBAYAR (PPh Ps. 28A) (9 10e)

10c

11. a. b.

11

DIISI DENGAN JUMLAH PPH KURANG DIBAYAR

8.775.000.000

444.950.000
2 0 1 2

12. PPh YANG KURANG DIBAYAR PADA ANGKA 11.a DISETOR TANGGAL 13. PPh YANG LEBIH DIBAYAR PADA ANGKA 11.b MOHON : a DIRESTITUSIKAN
Khusus Restitusi untuk Wajib Pajak dengan Kriteria Tertentu

TGL

BLN

THN

b.

DIPERHITUNGKAN DENGAN UTANG PAJAK


Pengembalian Pendahuluan (Pasal 17C atau Pasal 17D UU KUP)

F.1.1.32.14

FORMULIR 1771
RUPIAH
(1) (2) (3)

Halaman 2

E. ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN BERJALAN

14.

a. b.

PENGHASILAN YANG MENJADI DASAR 14a PENGHITUNGAN ANGSURAN .. KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL 14b (Diisi dari Lampiran Khusus 2A Jumlah Kolom 9) .. PENGHASILAN KENA PAJAK (14a - 14b) PPh YANG TERUTANG 14d (Tarif PPh dari Bagian B Nomor 4 X 14c) .. KREDIT PAJAK TAHUN PAJAK YANG LALU ATAS PENGHASILAN YANG TERMASUK DALAM ANGKA 14a 14e YANG DIPOTONG / DIPUNGUT OLEH PIHAK LAIN . PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI (14d - 14e) . PPh PASAL 25 : (1/12 x 14f) . PPh FINAL :
14g 14f 14c

c. d. e.

f. g. 15. a.

G. PERNYATAAN F. PPh FINAL DAN TRANSAKSI DALAM PENGHASILAN BUKAN HUBUNGAN ISTIMEWA OBJEK PAJAK

(Diisi dari Formulir 1771-IV Jumlah Bagian A Kolom 5) b. PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK : PENGHASILAN BRUTO 15b (Diisi dari Formulir 1771-IV Jumlah Bagian B Kolom 3) .

15a

16.

a.

Ada Transaksi Dalam Hubungan Istimewa dan/atau Transaksi dengan Pihak yang Merupakan Penduduk Negara Tax Haven Country (W ajib melampirkan Lampiran Khusus 3A, 3A-1, dan 3A-2 Buku Petunjuk Pengisian SPT)* TidakAda Transaksi Dalam Hubungan Istimewa dan/atau Transaksi dengan Pihak yang Merupakan Penduduk Negara Tax Haven Country

b.

17.

SELAIN LAMPIRAN-LAMPIRAN 1771-I, 1771-II, 1771-III, 1771-IV, 1771-V, DAN 1771-VI BERSAMA INI DILAMPIRKAN PULA : a. b. c. d. e. SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE-3 PPh PASAL 29 LAPORAN KEUANGAN
TRANSKRIP KUTIPAN ELEMEN-ELEMEN DARI LAPORAN KEUANGAN (Lampiran Khusus 8A-1 / 8A-2 / 8A-3 / 8A-4 / 8A-5 / 8A-6 / 8A-7 / 8A-8)

DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL ( Lampiran Khusus 1A pada Buku Petunjuk Pengisian SPT)* PERHITUNGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL (Lampiran Khusus 2A Buku Petunjuk Pengisian SPT)* DAFTAR FASILITAS PENANAMAN MODAL (Lampiran Khusus 4A Buku Petunjuk Pengisian SPT)* DAFTAR CABANG UTAMA PERUSAHAAN (Lampiran Khusus 5A Buku Petunjuk Pengisian SPT)* SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE-3 PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khusus bagi BUT) PERHITUNGAN PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khusus BUT) (Lampiran Khusus 6A Buku Petunjuk Pengisian SPT)* KREDIT PAJAK LUAR NEGERI (Lampiran Khusus 7A Buku Petunjuk Pengisian SPT)* SURAT KUASA KHUSUS (Bila dikuasakan)

H. LAMPIRAN

f. g. h. i. j. k. l. m. n.

.. PERNYATAAN

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. d.
(tempat) tgl bln thn

a.

W AJIB PAJAK

b.

KUASA

c.

TANDA TANGAN DAN CAP PERUSAHAAN :

NAMA LENGKAP PENGURUS / KUASA N P W P


F.1.1.32.14

: :

e. f.

SPT Tahunan PPh Badan


Induk Nomor 1 E-G
Formulir 1771
RUPIAH
(1) (2) (3)

Halaman 2

E. ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN BERJALAN

14. a. b.

PENGHASILAN YANG MENJADI DASAR 14a PENGHITUNGAN ANGSURAN ...... KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL: (Diisi dari Lampiran Khusus 2A Jumlah Kolom 9) ....
14b

37.183.000.000 37.183.000.000

c. d. e.

PENGHASILAN KENA PAJAK (14a 14b) ....... PPh YANG TERUTANG (Tarif PPh dari Bagian B Nomor 4 X 14c)
14d

14c

9.295.750.000

KREDIT PAJAK TAHUN PAJAK YANG LALU ATAS PENGHASILAN YANG TERMASUK DALAM ANGKA 14a 14e YANG DIPOTONG / DIPUNGUT OLEH PIHAK LAIN ............. PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI (14d 14e) .... PPh PASAL 25 : (1/12 X 14f) ......
14g 14f

75.800.000 9.219.950.000 768.329.167

f. g.

F. PPH FINAL DAN PENGHASILAN BUKAN OBJEK PAJAK

15

a.

PPh FINAL : 15a (Diisi dari Formulir 1771-IV Jumlah Bagian A Kolom 5) ............. PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK : PENGHASILAN BRUTO 15b (Diisi dari Formulir 1771-IV Jumlah Bagian B Kolom 3) .............

25.000.000

b.

30.000.000

G. PERNYATAAN TRANSAKSI DALAM UBUNGAN ISTIMEWA

16

a.

Ada Transaksi Dalam Hubungan Istimewa dan/atau Transaksi dengan Pihak yang Merupakan Penduduk Negara Tax Haven Country. (Wajib melampirkan Lampiran Khusus 3A, 3A-1, dan 3A-2 Buku Petunjuk Pengisian SPT)* Tidak Ada Transaksi Dalam Hubungan Istimewa dan/atau Transaksi dengan Pihak yang Merupakan Penduduk Negara Tax Haven Country.

b.

SPT Tahunan PPh Badan


Induk H
17 SELAIN LAMPIRAN-LAMPIRAN 1771-I, 1771-II, 1771-III, 1771-IV, 1771-V, DAN 1771-VI BERSAMA INI DILAMPIRKAN PULA : a. X SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE-3 PPh PASAL 29 b. c. d. e. X X X LAPORAN KEUANGAN TRANSKRIP KUTIPAN ELEMEN-ELEMEN DARI LAPORAN KEUANGAN (Lam piran Khus us 8A-1/8A-2/8A-3/8A-4/8A-5/8A-6/8A-7/8A-8)* DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL (Lam piran Khus us 1A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)* PERHITUNGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL (Lam piran Khus us 2A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)* DAFTAR FASILITAS PENANAMAN MODAL DAFTAR CABANG UTAMA PERUSAHAAN (Lam piran Khus us 4A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)* (Lam piran Khus us 5A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)*

H. LAMPIRAN

f. g. h. i. j. k. l. m. n.

SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE-3 PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khus us BUT) PERHITUNGAN PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khus us BUT) (Lam piran Khus us 6A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)* KREDIT PAJAK LUAR NEGERI (Lam piran Khus us 7A Buku Petunjuk Pengis ian SPT)* SURAT KUASA KHUSUS (Bila dikuas akan)

* Wajib Pajak dapat langsung mengunduh dari situs Direktorat Jenderal Pajak dengan alamat http://w w w .pajak.go.id atau mengambil di KPP/KP2KP terdekat PERNYATAAN

Dengan m enyadari s epenuhnya akan s egala akibatnya term as uk s anks i - s anks i s es uai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, s aya m enyatakan bahwa apa yang telah s aya beritahukan di atas bes erta lam piran-lam pirannya adalah benar, lengkap dan jelas .

a.

WAJIB PAJAK

b.

KUASA

c.

JAKARTA
(Tem pat)

d.

2
tgl

0
thn

b ln

TANDA TANGAN DAN CAP PERUSAHAAN :

Tanda tangan Pengurus/Kuasa dan Cap Perusahaan


6 6 7 8 3 4 5 2 0 1

Sa pto
3 0 0 0

NAMA LENGKAP PENGURUS / KUASA NPWP


: :

e. SAPTO WIDYAN f.

LAMPIRAN-LAMPIRAN TERKAIT

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN

1A

NPWP

KELOMPOK / JENIS HARTA

Bulan dan tahun diperolehnya aset (Januari 2007)


: 0 1 2 3 4 5 6

l
7 8 0 1 3

Metode yang diperbolehkan digunakan DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL oleh perusahaan UU Pajak
2 0 1 1
0 0 0 NAMA WAJIB PAJAK : PT DPS NILAI SISA BUKU FISKAL AWAL TAHUN (RUPIAH) METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI KOMERSIAL FISKAL (RUPIAH)

TAHUN PAJAK

Penyusutan fiskal sesuai perhitungan di awal (110juta)


CATATAN

BULAN / TAHUN

HARGA PEROLEHAN (RUPIAH)

PENYUSUTAN / AMORTISASI FISKAL TAHUN INI

PEROLEHAN

HARTA BERWUJUD Kelompok 1 : . Kelompok 2 : . Kelompok 3 : . Kelompok 4 : . KELOMPOK BANGUNAN Permanen SALDO MENURUN Bangunan operasional Jan-07 2.200.000.000 1.760.000.000 GARIS LURUS 110.000.000 Tidak Permanen : . 110.000.000 JUMLAH PENYUSUTAN FISKAL ...................... .... .. 144.342.000 JUMLAH PENYUSUTAN KOMERSIAL .................... .. .. 34.342.000 SELISIH PENYUSUTAN ( PINDAHKAN KE FORMULIR 1771-I ANGKA 5 HURUF i ATAU ANGKA 6 HURUF a) ......... .. .. HARTA TAK BERWUJUD Kelompok 1 : . Kelompok 2 : . Kelompok 3 : . Kelompok 4 : . Kelompok Lain-lain . JUMLAH AMORTISASI FISKAL ......................... .. JUMLAH AMORTISASI KOMERSIAL ...................... .... SELISIH AMORTISASI ( PINDAHKAN KE FORMULIR 1771-I ANGKA 5 HURUF J ATAU ANGKA 4 HURUF b) ........... .

Dengan nominal harga perolehan aset (2,2M)

Nilai sisa buku dapat diperoleh dari daftar penyusutuan yang telah di buat di awal (1,76M)

Diisi dengan penyusutan fiskal (110 juta), penyusutan komersial (144,34 juta), dan selisih keduanya (34,34 juta)
JAKARTA, 2 5 0 4 1 2 WAJIB PAJAK / KUASA

Apabila memiliki harta tak berwujud, maka masukkan juga nilai amortisasinya

Sapto
( SAPTO WIDYAN )

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK 2 0 1 1

2A

PERHITUNGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL


UNTUK TAHUN PAJAK DAN TAHUN PAJAK BERJALAN

NPWP

0 1

2 3 4

5 6 7

0 1 3

0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK

PT DPS

KERUGIAN DAN PENGHASILAN NETO FISKAL

KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL TH (RUPIAH) TH (RUPIAH) (5) TH (RUPIAH) (6) TH (RUPIAH) (7) TH
(TAHUN PAJAK INI RUPIAH *)

NO TAHUN RUPIAH

TH
(TAHUN PAJAK INI RUPIAH *)

(1) 1

(2)

(3)

(4)

(8)

(9)

dst

JUMLAH CATATAN :

JML JAKARTA

2 5

0 4

1 2

*) PINDAHKAN JUMLAH KOLOM INI KE FORMULIR 1771 HURUF A ANGKA 2 **) PINDAHKAN JUMLAH KOLOM INI KE FORMULIR 1771 HURUF E ANGKA 14 BUTIR b

WAJIB PAJAK

Sapto
( SAPTO WIDYAN)

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK
2 0 1 1

3A

PERYANTAAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA


NPWP: NAMA : 0 1 P T 2 3 4 D P S 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0

DAFTAR PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA NO


1 1 1 1

Nama

Alamat

NPWP/Tax Identification Number

Kegiatan Usaha

Bentuk Hubungan dengan Wajib Pajak

II

RINCIAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Nama Mitra Transaksi
1 2 3 4 5

Jenis Transaksi
a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f g g g g g

NPWP/Tax Identification Number

Kegiatan Usaha

Alasan Penggunaan Metode

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI

JAKARTA

2 5

0 4

1 2

WAJIB PAJAK/KUASA

Sapto
( SAPTO WIDYAN)

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN


TAHUN PAJAK 2 0 1 1
PERNYATAAN TRANSAKSI DALAM HUBUNGAN ISTIMEWA
N P W P :

3A-1

0 P

1 T

2 D

3 P

4 S

NAMA WAJIB PAJAK / BUT :


I

DOKUMENTASI PENETAPAN HARGA W AJAR TRANSAKSI

Berikut catatan-catatan khusus yang kami buat untuk mendukung bahwa transaksi yang dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan Istimewa telah sesuai dengan prinsip kewajaran (arm's length principle) dan kelaziman
1 Mengenai Gambaran Perusahaan Secara Rinci Bahwasannya kami telah membuat catatan tentang : Ya Tidak Struktur Kepemilikan yang menunjukkan keterkaitan antara semua perusahaan dalam satu kelompok perusahaan multinasional. Struktur organisasi perusahaan W ajib Pajak. Aspek-aspek operasional kegiatan usaha Wajib Pajak termasuk rincian fungsi-fungsi yang diselenggarakan oleh unit-unityang berada dalam organisasi perusahaan Wajib Pajak. Gambaran Lingkungan Ucaha Secara Rinci. 2 Mengenai Transaksi Bahwasannya kami telah membuat catatan tentang : Ya Tidak Transaksi W ajib Pajak dengan perusahaan yang mempunyai hubungan Istimewa Transaksi W ajib Pajak dengan perusahaan yang tidak dipengaruhi oleh hubungan Istemewa atau informasi mengenai transaksi pembanding Dalam hal W ajib Pajak bertindak sebagai pihak yang menjual , menyerahkan atau meminjamkan dlam transaksi-transaksi sebagaimana disebutkan diatas ,kami telah menyelenggarakan catatan sebagai berikut : - Kebijakan penentuan harga dan daftar harga selama 5 (lima) tahun terakhir - Rincian biaya pabrikasi atau harga perolehan atau biaya penyiapan jasa. 3 Mengenai Catatan Hasil Analisis Kesebandingan Bahwasannya kami telah membuat catatan tentang : Ya Tidak Karakteristik dari produk (barang,jasa,pinjaman,instrumen keuangan,dan lain-lain) yang ditransaksikan. Analisis Fungsional yang menjadi pertimbangan dilakukannya transaksi antara W ajib Pajak dengan perusahaan yang mempunyai hubungan Istemewa semua risiko-risiko diasumsikan dan aktiva-aktiva digunakan dalam transaksi tersebut Kondisi-kondisi ekonomi pada saat terjadinya transaksi Syarat-syarat transaksi-transaksi (term of transaction),termasuk juga perjanjian sesuai kontrak antara Wajib Pajak dengan pihak-pihak yang masih mempunyai hubungan Istimewa di luar negeri. Strategi bisnis Wajib Pajak pada saat melakukan transaksi afiliasi 4 Mengenai Catatan Mengenai Penentuan Harga Wajar

Bahwasannya kami telah membuat catatan tentang :


Ya Tidak Metodologi penentuan harga yang diterrapkan olrh W ajib Pajak,yang menunjukkan bagaimana harga yang menunjukkan bagaimana harga yang wajar diperoleh, dan alasan metode tersebut dipilih dibandingkan dengan metode -metode lainnya. Data pembanding yang digunakan W ajib Pajak untuk menentukan harga transfer Aplikasi metodologi penentuan harga transfer dan penggunaan data pembanding dalam harga transfer.

JAKARTA, 25 APRIL2012 Wajib Pajak / kuasa

Sa p to
SAPTO WIDYAN

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK 2 0 1 1

3A-2

PERYANTAAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MERUPAKAN PENDUDUK NEGARA TAX HEAVEN COUNTRY
NPWP: NAMA : 0 1 P T 2 3 4 D P S 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0

I DALAM HAL WAJIB PAJAK DALAM TAHUN PAJAK INI MELAKUKAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK YANG MERUPAKAN PENDUDUDK NEGARA TAX HEAVEN COUNTRY No 1 2 3 4 5

Nama Mitra Transaksi


a a a a a b b b b b

Jenis Transaksi
c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f g g g g g

Negara

Nilai Transaksi

II PENETAPAN NILAI TRANSAKSI DI ATAS,DITETAPKAN DENAN MEN GGUNAKAN PRISIP KEWAJARAN DAN KELAZIMAN USAHA

Ya

Tidak

JAKARTA,25 APRIL 2012

WAJIB PAJAK/KUASA

Sapto
( SAPTO WIDYAN)

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK

4A

DAFTAR FASILITAS PENANAMAN MODAL


NPWP : P 0 1 T 2 D P 3 S 4 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK:


1.

DALAM HAL PERUSAHAAN MENDAPAT FASILITAS PERPAJAKAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL, JELASKAN : a. SURAT PERSETUJUAN KETUA BKPM NOMOR TANGGAL : : .. .. : 1 DALAM VALAS 2 EQUIVALEN Rp. 3 DALAM Rp. 4 JUMLAH Rp. b. c. d. PENANAMAN MODAL DI BIDANG FASILITAS YANG DIBERIKAN : : : 1 BARU 2 PERLUASAN b. SURAT KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR TANGGAL : : : : : : 2a1 2a2 2a3 2a4 *)

2.

a.

JUMLAH PENANAMAN MODAL YANG DISETUJUI

. 1 2 3 5 PENGURANGAN PENGHASILAN NETO PENYUSUTAN / AMORTISASI DIPERCEPAT KOMPENSASI KERUGIAN 4 TAHUN

PENGURANGAN 50 % TARIF PPh ATAS DIVIDEN YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM LUAR NEGERI

3.

REALISASI PENANAMAN MODAL a. b. TAHUN INI S.D TAHUN INI : : Rp. Rp. a b : a b Rp. **)

4. 5.

SAAT MULAI BERPRODUKSI KOMERSIAL SMBK) TANGGAL FASILITAS PENGURANGAN PENGHASILAN NETO : TAHUN KE

(5% X REALISASI PENANAMAN MODAL S.D. SMBK)

CATATAN : *) **) DENGAN KURS YANG SEBENARNYA BERLAKU PADA SAAT TRANSFER DANA KE REKENING PERUSAHAAN PINDAHKAN JUMLAH ANGKA 5 b KE FORMULIR 1771-1 ANGKA 7 KOLOM (3) W AJIB PAJAK / KUASA JAKARTA 2 5 0 4 1 2

Sa pto
( SAPTO W IDYAN )

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK

5A

DAFTAR CABANG UTAMA PERUSAHAAN


N PW P NAMA WAJIB PAJAK : : P 0 1 T 2 D P 3 S JUMLAH NO (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 dst CATATAN : APABILA TIDAK MENCUKUPI DAPAT DIGANDAKAN WAJIB PAJAK / KUASA JAKARTA 2 5 0 4 1 2 ALAMAT CABANG UTAMA (2) NPWP LOKASI (3) CABANG PEMBANTU (4) 4 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0

Sa pto
( SAPTO WIDYAN )

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK
l
NPW P NAMA WAJIB PAJAK / BUT : :

PERHITUNGAN PPh PASAL 26 AYAT (4)


0 1 T 2 D 3 P 4 S RUPIAH PENUH 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0

1. 2.

PENGHASILAN NETO KOMERSIAL : (BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN) PENYESUAIAN FISKAL a. b. c. POSITIF NEGATIF JUMLAH (a b) : : : : Rp. Rp. ..

3. 4. 5. 6. a b

PENGHASILAN NETO FISKAL : (1 +/- 2c) PAJAK PENGHASILAN BADAN TERUTANG : . DASAR PENGENAAN PPh PASAL 26 AYAT (4) : (3 - 4) . PPh PASAL 26 AYAT (4) : TERUTANG : *) % X JUMLAH ANGKA 5 . TIDAK TERUTANG, KARENA : c d KETENTUAN P3B INDONESIA - DITANAMKAN KEMBALI SELURUHNYA DI INDONESIA PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) BARU : **) NPWP ALAMAT : : e f g KOTA : KODE POS h

CATATAN : *) **) TARIF 20% ATAU TARIF P3B LAMPIRAN BUKTI REALISASI PENANAMAN KEMBALI

JAKARTA

1 2

WAJIB PAJAK / KUASA

Sa pto
( SAPTO WIDYAN )

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN


TAHUN PAJAK
2 0 1 1

7A

KREDIT PAJAK LUAR NEGERI


NPWP NO. NAMA (1) (2) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0 NAMA WAJIB PAJAK JUMLAH NETO (RUPIAH) (4) : P T D P S KREDIT PAJAK YANG DAPAT DIPERHITUNGKAN (RUPIAH) (7)

PEMOTONG PAJAK ALAMAT JENIS PENGHASILAN

PAJAK YANG TERUTANG / DIBAYAR DI LUAR NEGERI RUPIAH VALAS (5) (6)

JUMLAH :

JAKARTA

2 5

0 4

1 2

WAJIB PAJAK /KUASA

Sapto
( SAPTO WIDYAN )

8A-2

PERUSAHAAN DAGANG

LAMPIRAN KHUSUS
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN TAHUN PAJAK

8A-2

TRANSKRIP KUTIPAN ELEMEN-ELEMEN DARI LAPORAN KEUANGAN


NPW P NAMA W AJIB PAJAK

2
0 0

0 P

1 T

2 D

3 P

4 S

I NO

ELEMEN DARI NERACA URAIAN NILAI RUPIAH


Rp2.048.200.000

NO

1 KAS DAN SETARA KAS 2 INVESTASI SEMENTARA 3 PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA 4
PIUTANG USAHA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

URAIAN 1 HUTANG USAHA PIHAK KETIGA


HUTANG USAHA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

NILAI RUPIAH
Rp8.276.200.000

2
Rp2.578.000.000

3 HUTANG BUNGA 4 HUTANG PAJAK 5 HUTANG DIVIDEN 6 BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 7 HUTANG BANK

5 PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA 6 PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK YANG MEMPUNYAI


HUBUNGAN ISTIMEWA

7 PENYISIHAN PIUTANG RAGU-RAGU 8 PERSEDIAAN 9 BEBAN DIBAYAR DI MUKA 10 UANG MUKA PEMBELIAN 11 AKTIVA LANCAR LAINNYA 12 PIUTANG JANGKA PANJANG 13 TANAH DAN BANGUNAN 14 AKTIVA TETAP LAINNYA 15 DIKURANGI: AKUMULASI PENYUSUTAN 16 INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI 17 INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA 18 HARTA TIDAK BERWUJUD 19 AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 20 AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA JUMLAH AKTIVA II NO 1 PENJUALAN BERSIH 2 PEMBELIAN 3 SALDO BARANG DAGANGAN - AWAL 4 SALDO BARANG DAGANGAN - AKHIR 5 HARGA POKOK PENJUALAN (2 + 3 - 4) 6 LABA KOTOR (1 - 5) 7 BEBAN PENJUALAN 8 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 9 LABA USAHA (6 - 7 - 8) 10 PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN 11 BAGIAN LABA (RUGI) PERUSAHAAN ASOSIASI 12 LABA/RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (9 + 10 + 11) 13 BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN 14 LABA (RUGI) DARI AKTIVITAS NORMAL (12 - 13) 15 POS LUAR BIASA 16 LABA/RUGI SEBELUM HAK MINORITAS (14 + 15) 17 HAK MINORITAS ATAS LABA (RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN 18 LABA BERSIH (16 - 17) III NO ELEMEN DARI LAPORAN LABA/RUGI URAIAN
Rp550.000.000 Rp2.200.000.000 Rp4.000.000.000

BAGIAN HUTANG JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO DALAM TAHUN BERJALAN

9 UANG MUKA PELANGGAN 10 KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA 11 HUTANG BANK JANGKA PANJANG 12 HUTANG USAHA JANGKA PANJANG PIHAK LAIN 13
HUTANG USAHA JANGKA PANJANG PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

14 KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN 15 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAINNYA 16 MODAL SAHAM 17 AGIO SAHAM (TAMBAHAN MODAL DISETOR) 18 LABA DITAHAN TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA 19 LABA DITAHAN TAHUN INI 20 EKUITAS LAIN-LAIN JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Rp2.000.000.000

Rp10.276.200.000

Rp10.276.200.000

NILAI RUPIAH
Rp51.000.000.000 Rp9.995.000.000 Rp6.000.000.000 Rp4.000.000.000 Rp11.995.000.000 Rp39.005.000.000 Rp0 Rp1.862.000.000 Rp37.143.000.000 Rp40.000.000 Rp0 Rp37.183.000.000 Rp444.950.000 Rp36.738.050.000 Rp0 Rp36.738.050.000 Rp0 Rp36.738.050.000

ELEMEN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA SESUAI DENGAN PSAK NOMOR 7 PIHAK-PIHAK JENIS TRANSAKSI NILAI TRANSAKSI (RUPIAH)

PERNYATAAN
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar, lengkap dan jelas. a.JAKARTA, b. x W AJIB PAJAK KUASA (tempat) 2 5 0 4 2 0 1 2

c. NAMA LENGKAP PENGURUS/KUASA S A P T O W I D Y A N

Sa p to
( di Tanda Tangan & Cap Perusahaan )

8A-2

PERUSAHAAN DAGANG

LAMPIRAN KHUSUS
SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN TAHUN PAJAK

8A-2

TRANSKRIP KUTIPAN ELEMEN-ELEMEN DARI LAPORAN KEUANGAN


NPWP NAMA WAJIB PAJAK

0 1 P T

2 3 4 D P S

5 6 7

0 1 3

0 0 0

I NO

ELEMEN DARI NERACA URAIAN NILAI RUPIAH


Rp2.048.200.000

NO

1 KAS DAN SETARA KAS 2 INVESTASI SEMENTARA 3 PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA 4 PIUTANG USAHA PIHAK YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN ISTIMEWA

URAIAN 1 HUTANG USAHA PIHAK KETIGA


HUTANG USAHA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN

NILAI RUPIAH
Rp8.276.200.000

2 ISTIMEWA
Rp2.578.000.000

3 HUTANG BUNGA 4 HUTANG PAJAK 5 HUTANG DIVIDEN 6 BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 7 HUTANG BANK

5 PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA 6 PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK YANG MEMPUNYAI


HUBUNGAN ISTIMEWA

7 PENYISIHAN PIUTANG RAGU-RAGU 8 PERSEDIAAN 9 BEBAN DIBAYAR DI MUKA 10 UANG MUKA PEMBELIAN 11 AKTIVA LANCAR LAINNYA 12 PIUTANG JANGKA PANJANG 13 TANAH DAN BANGUNAN 14 AKTIVA TETAP LAINNYA 15 DIKURANGI: AKUMULASI PENYUSUTAN 16 INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI 17 INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA 18 HARTA TIDAK BERWUJUD 19 AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 20 AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA JUMLAH AKTIVA
Rp550.000.000 Rp2.200.000.000 Rp4.000.000.000

8 DALAM TAHUN BERJALAN

BAGIAN HUTANG JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO

9 UANG MUKA PELANGGAN 10 KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA 11 HUTANG BANK JANGKA PANJANG 12 HUTANG USAHA JANGKA PANJANG PIHAK LAIN 13 HUBUNGAN ISTIMEWA
HUTANG USAHA JANGKA PANJANG PIHAK YANG MEMPUNYAI

14 KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN 15 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAINNYA 16 MODAL SAHAM 17 AGIO SAHAM (TAMBAHAN MODAL DISETOR) 18 LABA DITAHAN TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA 19 LABA DITAHAN TAHUN INI 20 EKUITAS LAIN-LAIN JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Rp2.000.000.000

Rp10.276.200.000

Rp10.276.200.000

II NO

ELEMEN DARI LAPORAN LABA/RUGI URAIAN NILAI RUPIAH


Rp51.000.000.000 Rp9.995.000.000 Rp6.000.000.000 Rp4.000.000.000 Rp11.995.000.000 Rp39.005.000.000 Rp0 Rp1.862.000.000

1 PENJUALAN BERSIH 2 PEMBELIAN 3 SALDO BARANG DAGANGAN - AWAL 4 SALDO BARANG DAGANGAN - AKHIR 5 HARGA POKOK PENJUALAN (2 + 3 - 4) 6 LABA KOTOR (1 - 5) 7 BEBAN PENJUALAN 8 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 9 LABA USAHA (6 - 7 - 8) 10 PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN

11 BAGIAN LABA (RUGI) PERUSAHAAN ASOSIASI 13 BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN 15 POS LUAR BIASA

12 LABA/RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (9 + 10 + 11) 14 LABA (RUGI) DARI AKTIVITAS NORMAL (12 - 13)

Angka diperoleh dari laporan keuangan fiskal

Rp37.143.000.000 Rp40.000.000 Rp0 Rp37.183.000.000 Rp444.950.000 Rp36.738.050.000 Rp0 Rp36.738.050.000 Rp0 Rp36.738.050.000

16 LABA/RUGI SEBELUM HAK MINORITAS (14 + 15) 17 HAK MINORITAS ATAS LABA (RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN 18 LABA BERSIH (16 - 17) III NO ELEMEN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA SESUAI DENGAN PSAK NOMOR 7 PIHAK-PIHAK JENIS TRANSAKSI

NILAI TRANSAKSI (RUPIAH)

PERNYATAAN
Dengan meny adari sepenuhny a akan segala akibatny a termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan y ang berlaku, say a meny atakan bahwa apa y ang telah say a beritahukan di atas adalah benar, lengkap dan jelas. a.JAKARTA, b. x WAJIB PAJAK KUASA (tempat) 2 5 0 4 2 0 1 2

c. NAMA LENGKAP PENGURUS/KUASA S A P T O W I D Y A N

Sa pto
( di Tanda Tangan & Cap Perusahaan )

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN Nomor Tentang

: :

02/PMK.03/2010 Biaya Promosi Yang Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto

DAFTAR NOMINATIF BIAYA PROMOSI


Nama Wajib Pajak : PT DPS NPWP Alamat Tahun Pajak : 0 1 2 3 4 5 6 7 8 0 1 3 0 0 0 : Jalan Mega Megah No. 18, Pesanggrahan, Jakarta 1270 : 2 0 1 1 Data Penerima No Nama NPWP Alamat Tanggal 28/01/2011 Bentuk dan Jenis Biaya Biaya iklan media cetak Jumlah (Rp) 40.000.000 Keterangan Pemotongan PPh Jumlah PPh Nomor Bukti Potong

1 PT ECOSPEAK

01.546.457.5-013.000 Jalan Merpati 2 Pesanggrahan

800.000 DPS/I/23//2011

Jumlah

40.000.000 JAKARTA, 25 APRIL 2012

800.000

Sapto
SAPTO WIDYAN

SURAT SETORAN PAJAK


DEPARTEMEN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

(SSP)
4 5 6 7 8 0 1 3

LEMBAR Untuk Dilaporkan oleh Wajib Pajak ke KPP


0 0 0

NPWP NAMA WP ALAMAT WP NOP ALAMAT OP

Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki

: :

DIAN WIDYANTO JL. SAKTI NO.18

Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak

...... ......

Kode Akun Pajak

Kode Jenis Setoran

Uraian Pembayaran : PPh PASAL 29 ...... ..... ..... Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak
2 0 1 1

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Masa Pajak Jun Jul

Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan

Diisi Tahun terutangnya Pajak

Nomor Ketetapan

Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT

Jumlah Pembayaran : Rp 444,950,000 Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : EMPAT RATUS EMPAT PULUH EMPAT JUTA SEMBILAN RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran


Tanggal
Cap dan tanda tangan

Wajib Pajak/Penyetor
JAKARTA , Tanggal ##
Cap dan tanda tangan

Nama Jelas :

Nama Jelas :

SAPTO WIDYAN

" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

KB
Laporan Keuangan

Bayar

Hitung

LB

N
KPP/KP2KP

Isi SPT

Lapor
E-Filing

DROP BOX POS/Kurir Bukti Pelaporan


92

SELESAI

SANKSI TERKAIT PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN


SANKSI ADMINISTRASI
Pasal 7 UU KUP

SANKSI PIDANA KARENA ALPA


Pasal 38 UU KUP

SANKSI PIDANA KARENA SENGAJA


Pasal 39 UU KUP

Denda Rp1.000.000 dan bunga 2% dari Kurang Bayar

TIDAK MENYAMPAIKAN SPT atau


MENYAMPAIKAN SPT: - ISINYA TIDAK BENAR - TIDAK LENGKAP - MELAMPIRKAN KETERANGAN YANG ISINYA TIDAK BENAR

KURUNGAN PALING SINGKAT 3 BLN ATAU PALING LAMA 1 TAHUN DAN DENDA PALING SEDIKIT 1 KALI DARI PAJAK yang TERHUTANG ATAU 2 KALI DARI PAJAK 93 TERUTANG

PENJARA PALING SINGKAT 6 BULAN DAN PALING LAMA 6 TAHUN DAN DENDA PALING SEDIKIT 2 X DARI JUMLAH PAJAK TERUTANG DAN PALING BANYAK 4 KALI DARI JUMLAH PAJAK TERUTANG

Isilah SPT Tahunan Anda dengan BENAR, LENGKAP, dan JELAS

(Pasal 3 ayat (1) UU KUP)