Anda di halaman 1dari 140

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : Sistem Komputer : X/I : 2 (dua) pertemuan A.

Standar Kompetensi Menerapkan Teknik Elektronika Analog dan Digital B. Kompetensi Dasar Menerapkan konsep elektronika digital C. Indikator 1. Kognitif : a. Produk 1) Menjelaskan pengertian kode ASCII 2) Menerangkan fungsi flip-flop dan disebutkan jenis-jenisnya 3) Mengidentifikasi jenis gerbang logika dasar b. Proses 1) Membuat tabel kebenaran dari tiap gerbang logika 2. Psikomotor : a. Merangkai gerbang gerbang logika dasar b. Mengetahui prinsip kerja rangkaian FF dan IC yang ada 3. Afektif a. Mengembangkan Perilaku Berkarakter, meliputi : 1) Jujur 2) Disiplin 3) Kerja keras 4) Kreatif 5) Mandiri 6) Rasa ingin tahu 7) Tanggung jawab 8) Menghargai prestasi

b. Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : 1) Bertanya 2) Menyumbang Ide 3) Menjadi Pendengar yang Baik D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif : a. Produk 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan pengertian kode ASCII sesuai dengan kunci LP 1 Produk 2) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menerangkan fungsi flip-flop dan disebutkan jenis-jenisnya sesuai dengan kunci LP 1 Produk 3) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu mengidentifikasi jenis gerbang logika dasar sesuai dengan kunci LP 1 Produk b. Proses 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu membuat tabel kebenaran dari tiap gerbang logika sesuai dengan kunci LP 2 Proses 2. Psikomotor : a. Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu merangkai gerbang gerbang logika dasar sesuai dengan LP 3 Proses b. Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu mengetahui prinsip kerja rangkaian FF dan IC yang ada sesuai dengan LP 3 Proses 3. Afektif a. Karakter Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat Membuat Kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter. b. Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : 2

Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan ketrampilan sosial. E. MATERI AJAR : 1. Konversi Bilangan dan Kode ASCII 2. Gerbang Logika 3. Flip Flop 4. Counter 5. 7 Segment F. ALOKASI WAKTU 4 x 45 menit G. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Langsung 2. Metode Pembelajaran : Demonstrasi, pemberian tugas H. PROSES BELAJAR MENGAJAR
Kegiatan KEGIATAN AWAL 1. Guru mengajak siswa untuk berdoa 2. Guru melakukan presensi kehadiran siswa KEGIATAN INTI Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, dan mempersiapkan siswa untuk belajar dengan alat dan bahan yang telah tersedia. Guru juga memancing pemikiran siswa untuk belajar dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pendidik terkait dengan materi logika dasar dan tabel kebenaran. Fase 2: Presentasi dan Pelatihan 4. Guru mendemonstrasikan dan menyajikan informasi tentang cara membuktikan tabel kebenaran 5. Guru menjelaskan materi tentang logika dasar, logika kombinasi, dan logika sekuensial 6. Guru menjelaskan jenis-jenis dan kegunaan flip-flop serta memaparkan fungsi bus digital 7. Guru menjelaskan dan menunjukkan Rangkaian clock. 8. Guru menerangkan tentang Rangkaian Display seven segment. Fase 3: Membimbing Pelatihan 9. Guru membimbing pelatihan/praktikum siswa untuk menggambarkan kode ASCII, mengidentifikasi tiap tiap gerbang logika dasar, dan membuat tabel kebenaran dari tiap tiap gerbang logika 10. Siswa melaksanakan praktikum sesuai dengan jobsheet. Penilaian 23 1 4

Kegiatan Fase 4: Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik 11. Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik 12. Siswa menunjukkan hasil praktikumnya kepada guru 13. Guru memberikan umpan balik, dapat berupa tanggapan apakah pekerjaan siswa sudah benar atau aka kekurangan pada bagianbagian tertentu Fase 5: Memberikan kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan 14. Guru memberikan sejumlah masalah terkait manipulasi data menggunakan fungsi dan prosedur 15. Siswa menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru secara mandiri KEGIATAN AKHIR 16. Menyimpulkan hasil pembelajaran 17. Berdoa 1 Penilaian 23 4

I. Penilaian Hasil Belajar 1. LP 1 : Produk dan Proses 2. LP 2 : Psikomotor 3. LP 3 : Pengamatan Perilaku Berkarakter 4. LP 4 : Pengamatan Ketrampilan Sosial D. Alat / Sumber Belajar 1. Buku / Modul 2. LKS 3. Peralatan Daftar Pustaka 4

Nur, Mohamad. 2008. Model Pembelajaran Langsung. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Unesa.

MODUL TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) MENERAPKAN KONSEP ELEKTRONIKA DIGITAL A. Elektronika Dasar Elektronika digital adalah sistem elektronik yang menggunakan signal digital. Signal digital didasarkan pada signal yang bersifat terputus-putus. Biasanya dilambangkan dengan notasi aljabar 1 dan 0. Notasi 1 melambangkan terjadinya hubungan dan notasi 0 melambangkan tidak terjadinya hubungan. Contoh yang paling gampang untuk memahami pengertian ini adalah saklar lampu. Ketika kalian tekan ON berarti terjadi hubungan sehingga dinotasikan 1. Ketikakalian tekan OFF maka akan berlaku sebaliknya. Elektronik digital merupakan aplikasi dari aljabar boolean dan digunakan pada berbagai bidang seperti komputer, telpon selular dan berbagai perangkat lain. Hal ini karena elektronik digital mempunyai beberapa keuntungan, antara lain: sistem digital mempunyai antar muka yang mudah dikendalikan dengan komputer dan perangkat lunak, penyimpanan informasi jauh lebih mudah dilakukan dalam sistem digital dibandingkan dengan analog. Namun sistem digital juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: pada beberapa kasus sistem digital membutuhkan lebih banyak energi, lebih mahal dan rapuh. B. Kode ASCII 1. Pengertian Kode ASCII Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit. Namun, ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit 5

significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji prioritas. Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrumentinstrument digital. Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:

Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)

Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:{})

Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik. Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya. 2. Tabel Karakter ASCII Tabel berikut berisi karakter-karakter ASCII . Dalam sistem operasi Windows dan MS-DOS, pengguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapital.
Nilai Unicode Karakter (heksadesimal) Nilai ANSI ASCII (desimal) Keterangan

NUL SOH STX ETX EOT ENQ ACK BEL BS HT LF VT FF CR SO SI DLE DC1 DC2 DC3 DC4 NAK SYN ETB CAN 0000 0001 0002 0003 0004 0005 0006 0007 0008 0009 000A 000B 000C 000D 000E 000F 0010 0011 0012 0013 0014 0015 0016 0017 0018 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Null (tidak tampak) Start of heading (tidak tampak) Start of text (tidak tampak) End of text (tidak tampak) End of transmission (tidak tampak) Enquiry (tidak tampak) Acknowledge (tidak tampak) Bell (tidak tampak)

Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace) Horizontal tabulation Pergantian baris (Line feed) Tabulasi vertikal Pergantian baris (Form feed) Pergantian baris (carriage return) Shift out (tidak tampak) Shift in (tidak tampak) Data link escape (tidak tampak) Device control 1 (tidak tampak) Device control 2 (tidak tampak) Device control 3 (tidak tampak) Device control 4 (tidak tampak) Negative acknowledge (tidak tampak) Synchronous idle (tidak tampak) End of transmission block (tidak tampak) Cancel (tidak tampak)

EM SUB ESC FS GS RS US SP ! " # $ % & ( ) * + , . / 0 1 2 0019 001A 001B 001C 001D 001E 001F 0020 0021 0022 0023 0024 0025 0026 0027 0028 0029 002A 002B 002C 002D 002E 002F 0030 0031 0032 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 End of medium (tidak tampak) Substitute (tidak tampak) Escape (tidak tampak) File separator Group separator

Record separator Unit separator Spasi Tanda seru (exclamation) Tanda kutip dua Tanda pagar (kres) Tanda mata uang dolar Tanda persen Karakter ampersand (&) Karakter Apostrof Tanda kurung buka Tanda kurung tutup Karakter asterisk (bintang) Tanda tambah (plus) Karakter koma Karakter hyphen (strip) Tanda titik Garis miring (slash) Angka nol Angka satu Angka dua

3 4 5 6 7 8 9 : ; < = > ? @ A B C D E F G H I J K L 0033 0034 0035 0036 0037 0038 0039 003A 003B 003C 003D 003E 003F 0040 0041 0042 0043 0044 0045 0046 0047 0048 0049 004A 004B 004C 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Angka tiga Angka empat Angka lima Angka enam Angka tujuh

Angka delapan Angka sembilan Tanda titik dua Tanda titik koma Tanda lebih kecil Tanda sama dengan Tanda lebih besar Tanda tanya A keong (@) Huruf latin A kapital Huruf latin B kapital Huruf latin C kapital Huruf latin D kapital Huruf latin E kapital Huruf latin F kapital Huruf latin G kapital Huruf latin H kapital Huruf latin I kapital Huruf latin J kapital Huruf latin K kapital Huruf latin L kapital

M N O P Q R S T U V W X Y Z [ \ ] ^ _ ` a b c d e f 0065 0066 004D 004E 004F 0050 0051 0052 0053 0054 0055 0056 0057 0058 0059 005A 005B 005C 005D 005E 005F 0060 0061 0062 0063 0064 101 102 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Huruf latin M kapital Huruf latin N kapital Huruf latin O kapital Huruf latin P kapital Huruf latin Q kapital

Huruf latin R kapital Huruf latin S kapital Huruf latin T kapital Huruf latin U kapital Huruf latin V kapital Huruf latin W kapital Huruf latin X kapital Huruf latin Y kapital Huruf latin Z kapital Kurung siku kiri Garis miring terbalik (backslash) Kurung sikur kanan Tanda pangkat Garis bawah (underscore) Tanda petik satu Huruf latin a kecil Huruf latin b kecil Huruf latin c kecil Huruf latin d kecil Huruf latin e kecil Huruf latin f kecil

10

g h i J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z { } ~ DEL 0067 0068 0069 006A 006B 006C 006D 006E 006F 0070 0071 0072 0073 0074 0075 0076 0077 0078 0079 007A 007B 007C 007D 007E 007F 0080 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 Huruf latin g kecil Huruf latin h kecil Huruf latin i kecil Huruf latin j kecil Huruf latin k kecil Huruf latin l kecil

Huruf latin m kecil Huruf latin n kecil Huruf latin o kecil Huruf latin p kecil Huruf latin q kecil Huruf latin r kecil Huruf latin s kecil Huruf latin t kecil Huruf latin u kecil Huruf latin v kecil Huruf latin w kecil Huruf latin x kecil Huruf latin y kecil Huruf latin z kecil Kurung kurawal buka Garis vertikal (pipa) Kurung kurawal tutup Karakter gelombang (tilde) Delete Dicadangkan

11

0081 0082 0083 IND NEL SSA ESA 0084 0085 0086 0087 0088 0089 008A PLD PLU 008B 008C 008D SS2 SS3 DCS PU1 PU2 STS CCH MW 008E 008F 0090 0091 0092 0093 0094 0095 0096 0097 0098 0099 009A 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 Dicadangkan Dicadangkan Dicadangkan Index Next line Start of selected area End of selected area Character tabulation set Character tabulation with justification Line tabulation set Partial line down Partial line up Reverse line feed Single shift two Single shift three Device control string Private use one

Private use two Set transmit state Cancel character Message waiting Start of guarded area End of guarded area Start of string Dicadangkan Single character introducer

12

CSI ST OSC PM APC 009B 009C 009D 009E 009F 00A0 155 156 157 158 158 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 Control sequence introducer String terminator Operating system command Privacy message Application program command Spasi yang bukan pemisah kata Tanda seru terbalik Tanda sen (Cent) Tanda Poundsterling Tanda mata uang (Currency) Tanda Yen Garis tegak putus-putus (broken bar) Section sign Diaeresis Tanda hak cipta (Copyright) Feminine ordinal indicator Left-pointing double angle quotation mark Not sign Tanda strip (hyphen) Tanda merk terdaftar Macron Tanda derajat Tanda kurang lebih (plus-minus) Tanda kuadrat (pangkat dua) Tanda kubik (pangkat tiga) Acute accent 00A1 00A2 00A3 00A4 00A5 00A6 00A7 00A8

00A9 00AA 00AB 00AC 00AD 00AE 00AF 00B0 00B1 Kodok 00B3 00B4

13

00B5 00B6 00B7 181 182 183 Micro sign Pilcrow sign Middle dot

C. Gerbang Logika Elektronik digital atau atau rangkaian digital apapun tersusun dari apa yang disebut sebagai gerbang logika. Gerbang logika melakukan operasi logika pada satu atau lebih input dan menghasilkan ouput yang tunggal. Output yang dihasilkan merupakan hasil dari serangkaian operasi logika berdasarkan prinsip prinsip aljabar boolean. Dalam pengertian elektronik, input dan output ini diwujudkan dan voltase atau arus (tergantung dari tipe elektronik yang digunakan). Setiap gerbang logika membutuhkan daya yang digunakan sebagai sumber dan tempat buangan dari arus untuk memperoleh voltase yang sesuai. Pada diagram rangkaian logika, biasanya daya tidak dicantumkan. Dalam aplikasinya, gerbang logika adalah blok-blok penyusun dari perangkat keras elektronik. Gerbang logika ini dibuat dengan menggunakan transistor. Seberapa banyak transistor yang dibutuhkan, tergantung dari bentuk gerbang logika. Dasar pembentukan gerbang logika adalah tabel kebenaran (truth table). Ada tiga bentuk dasar dari tabel kebenaran yaitu AND, OR, dan NOT. Berikut adalah tabel-tabel dan bentuk gerbang logikanya. 14

Penjelasan dari Gambar 1 di atas adalah sebagai berikut: Pada AND, bila ada dua buah input A dan B maka output atau signal hanya dihasilkan jika A = 1 dan B = 1. Pada OR, bila ada dua buah input A dan B maka output atau signal akan dihasilkan jika salah satu atau kedua input bernilai 1 Pada NOT, bila ada satu input mempunyai nilai tertentu maka operasi NOT akan menghasilkan output / signal yang merupakan kebalikan dari nilai inputnya. Selain bentuk dasar di atas, beberapa bentuk yang merupakan turunan dari bentuk dasar juga penting diketahui. Gambar 2. menampilkan bentuk tabel kebenaran dan gerbang logika NAND, NOR, dan XOR. NAND adalah hasil operasi NOT + AND, NOR adalah operasi NOT + OR sedangkan XOR adalah ekslusif OR. NAND dan NOR merupakan bentuk gerbang logika yang banyak sekali digunakan untuk membangun perangkat elektronik digital. 15

D. Flip Flop Flip flop mempunyai keluaran tegangan rendah (0 atau Q) atau tinggi (1 atau Q). Keluaran ini tetap rendah atau tinggi selama belum ada masukkan yang merubah keadaan tersebut. Rangkaian yang bersangkutan harus di-drive (dikendalikan) oleh satu masukkan yang disebut pemicu (trigger). Keadaan tersebut akan berubah kembali bila ada masukkan pemicu lagi. Flip flop merupakan rangkaian pembentuk counter, yaitu rangkaian logika yang dapat menghitung jumlah pulsa yang masuk kedalam bentuk bilangan biner. 16

Flip-flop terbagi dalam beberapa jenis, yaitu : 1. Flip-flop RS (Reset Set) Flip-flop RS disebut juga Penahan RS atau Transparan, karena keluaran flip-flop langsung menyebabkan terjadinya perubahan terhadap inputnya. Perubahan yang cepat disebabkan oleh tanggapan langsung terhadap sinyal masukan sehingga keluaran Q akan langsung berubah sejalan perubahan input. Flip-flop RS ini dapat terdiri dari gerbang NOR ataupun NAND. a).1 Penahan NOR Flip-flop ini dibangun berdasarkan gerbang NOR sehingga disebut penahan NOR. Rangkaian logikanya sebagai berikut : Dalam kondisi input R = 0 dan S =1 maka akan memberikan keadaan SET. Sedangkan bila pada kondisi input yang sebaliknya maka akan memberikan kondisi RESET. Dan jika kedua input sama sama 1 maka akan terjadi keadaan pacu (keadaan ini harus dihindari karena dapat menimbulkan operasi yang tidak dapat diramalkan, dimana kedua transitor menjadi jenuh). a). 2 Penahan NAND Merupakan flip-flop RS yang terdiri dari gerbang logika NAND. Penahan NAND prinsip kerjanya sama dengan penahan NOR, perbedaannya hanya pada tingkat logikanya. Dimana input SET dan RESET dari penahan NOR bekerja dari keadaan nol menjadi satu, sedangkan penahan NAND sebaliknya. 17

Dalam kondisi input R = 1 dan S = 0 maka akan memberikan keadaan SET. Sedangkan bila pada kondisi input yang sebaliknya maka akan memberikan kondisi RESET. Dan jika kedua input sama dengan 0 maka akan terjadi keadaan pacu. 2. Flip-Flop RS Terdetak / Terlonceng (Clocked) Flip-flop RS yang sebelumnya memiliki penerapan yang terbatas, karena hanya mempunyai dua input yang dikendalikan silih berganti. Tapi, flip-flop RS terdetak merupakan flip-flop RS yang ditambahkan input berupa sinyal pendetak. Flip-flop jenis ini menyesuaikan dengan sinyal pendetak, jika sinyal pendetak input pada logika 0, maka data yang masuk pada R dan S tidak ditanggapi, sehingga output Q tetap (tidak berubah) dan berlaku sebaliknya. Berikut adalah contoh gambar Flip-flop RS yang mempergunakan NAND: Apabila input SET diberi pulsa, maka pada bagian masukan akan terjadi perubahan dari 0 menjadi 1. Tetapi output Q tetap 0 karena belum ditanggapi flipflop. Tapi, ketika sinyal pendetak tiba, seketika itu flip-flop akan menanggapi dan keluaran Q menjadi 1. Untuk mengubah keluaran Q menjadi 0, tinggal 18

memasukkan sinyal pada RESET, sehingga ketika sinyal pendetak tiba, akan langsung ditanggapi dan keluaran menjadi 0. 3. T Flip-Flop (Toggle) Adalah salah satu jenis flip-flop yang mana pada suatu ketika outputnya akan selalu berubah pada saat inputnya dating. Biasanya, dibuat sedemikian rupa sehingga outputnya berubah pada saat input dibuat bergerak dari 1 ke 0. Berikut gambar dan tabel kebenaran T flip-flop: Tanda lingkaran kecil pada T input menunjukkan bahwa outputnya akan berubah terhadap input yang bergerak dari 1 ke 0. Jika tidak terdapat tanda tersebut, maka akan bereaksi terhadap input yang bergerak dari 0 ke 1. 4. Flip-Flop D (Data) Pada flip-flop RS ada nilai-nilai masukan yang terlarang. Untuk menghindari adanya nilai terlarang tersebut, disusun suatu jenis flip-flop lain yang dinamakan flip-flop Data. Rangkaian ini dapat diperoleh dengan menambahkan satu gerbang NOT pada masukan flip-flop Terdetak sebagai berikut: 19

Dari gambar diatas terlihat bahwa untuk sinyal clock yang rendah, keluaran Q akan tetap "terkunci" atau "tergerendel" pada nilai terakhirnya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pada saat kondisi clock rendah, sinyal masukan D tidak mempengaruhi keluaran Q. Sedangkan untuk sinyal clock yang tinggi, maka akan diperoleh keluaran sesuai dengan data D yang masuk saat itu. 5. Flip-Flop JK Flip-flop JK mempunyai masukan "J" dan "K". Flip-flop ini "dipicu" oleh suatu pinggiran pulsa clock positif atau negatif. Flip-flop JK merupakan rangkaian dasar untuk menyusun sebuah pencacah. Flip-flop JK dibangun dari rangkaian dasar flip-flop SR dengan menambahkan dua gerbang AND pada masukan R dan S serta dilengkapi dengan rangkaian diferensiator pembentuk denyut pulsa clock seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. Pada flip-flop JK ini, masukan J dan K disebut masukan pengendali karena kedua masukan ini yang menentukan keadaan yang harus dipilih oleh flipflop pada saat pulsa clock tiba (dapat pinggiran positif atau negatif, tergantung kepada jenis FFnya). flip-flop ini berbeda dengan flip-flop D karena pada flip-flop JK masukan clock adalah masukan yang dicacah, dan masukan J serta K adalah masukan yang mengendalikan flip-flop itu. Cara kerja dari flip-flop JK secara umumnya adalah sebagai berikut : 20

1. Pada saat J dan K keduanya rendah, gerbang AND tidak memberikan tanggapan sehingga keluaran Q tetap bertahan pada keadaan terakhirnya. 2. Pada saat J rendah dan K tinggi, maka flip-flop akan diresett hingga diperoleh keluaran Q = 0 (kecuali jika flip-flop memang sudah dalam keadaan reset atau Q memang sudah pada keadaan rendah). 3. Pada saat J tinggi dan K rendah, maka masukan ini akan mengeset flipflop hingga diperoleh keluaran Q = 1 (kecuali jika flip-flop memang sudah dalam keadaan set atau Q sudah dalam keadaan tinggi). 4. Pada saat J dak K kedua-duanya tinggi, maka flip-flop berada dalam keadaan "toggle", artinya keluaran Q akan berpindah pada keadaan lawan jika pinggiran pulsa clocknya tiba. Flip-flop JK dibagi menjadi dua jenis yaitu flip-flop JK Pemicuan Tepi dan flip-flop JK MS (Master Slave). e).1 Flip Flop JK Pemicuan Tepi Flip-flop ini terdiri dari rangkaian gerbang-gerbang logika seperti halnya flip-flop lain, tapi uniknya, pada keluaran Q dan Q terdapat dua jenis umpan balik dengan keluaran yang diumpan balikkan kembali. Yaitu, umpan balik flip-flop (berfungsi agar rangkaian gerbang logika dapat menahan sebuah data biner) dan umpan balik toggle (yang menyebabkan flip-flop JK mengalami toggle). e).2 Flip-Flop JK MS Flip-flop JK MS juga disebut flip-flop JK majikan budak. Flip-flop jenis ini merupakan jenis yang paling canggih dari semua jenis flip-flop, setidaknya untuk saat ini. Flip flop ini paling banyak digunakan dalam komputer digital, peralatan berbasis komputer, teknik digital. Flip-flop ini memiliki dua input sinyal kendali sinkron J dan K, serta memiliki dua input sinyal kendali asinkron R dan S. Disamping itu, juga memiliki tiga jenis umpan balik, yaitu, umpan balik bagian majikan (berfungsi agar gerbang logika bagian master dapat menahan data biner), umpan balik bagian budak 21

(berfungsi agar gerbang logika bagian slave dapat menahan data biner), umpan balik toggle ( yang menyebabkan terjadinya toggle). Gambarnya adalah sebagai berikut: Keadaan SET terjadi jika masukan SET diberi sinyal (dalam keadaan 1), ketika sinyal pendetak datang, Q akan berubah, yang juga dipicu oleh sinyal kendali J yang diberi masukan 1. Sewaktu J tidak aktif (0), K dalam keadaan aktif (1), begitu ada sinyal pendetak maka akan berada pada kondisi RESET. E. Counter Counter merupakan salah satu rangkaian elektronika digital yang menggunakan urutan logika digital dan dipicu oleh pulsa atau clock (rangkaian sekuensial). Counter biasanya mencacah atau menghitung dalam biner dan dapat dibuat untuk berhenti atau berulang ke hitungan awal setiap saat. Pada counter yang berulang, jumlah kondisi biner yang berbeda menunjukkan modulus (MOD) counter. Sebagai contoh, counter yang mencacah dari 0-1-2-3- 4-5-6-7 secara berulang disebut juga modulus 8 atau MOD-8. Rangkaian dasar counter adalah beberapa flip-flop yang jumlahnya bergantung pada modulus yang diperlukan. Secara umum, counter terbagi menjadi 2 jenis, yaitu asynchronous counter (ripple counter) dan synchronous counter. Asynchronous counter (ripple counter) merupakan counter yang masukan clock pemicunya tidak terhubung ke setiap flip-flop secara langsung. Clock pemicunya harus merambat melalui setiap flip-flop untuk mencapai masukan flipflop yang berikutnya. IC 74LS90 merupakan ripple counter 4-bit yang terdiri atas 22

bagian pembagi-2 dan bagian pembagi-5. Dua bagian ini dapat dikaskade untuk membentuk pembagi-10 (decade/BCD counter) dengan menghubungkan Q0 ke CLK1 secara eksternal. Counter ini mempunyai 2 masukan reset yaitu MR1 dan MR2 dan 2 masukan set yaitu MS1 dan MS2, serta 4 kaki luaran yaitu Q0, Q1, Q2, dan Q3. Kaki 10 dihubungkan ke GND dan kaki 5 dihubungkan ke +5V. Synchronous counter merupakan counter yang masukan clock pemicunya dihubungkan ke setiap flip-flop, sehingga setiap flip-flop akan beroperasi dengan masukan transisi clock yang sama. Pada synchronous counter harus dipastikan bahwa setiap flip-flop menahan transisi luarannya sampai tiba gilirannya. IC 74LS190 adalah synchronous BCD counter (0 sampai 9). IC ini mempunyai 4 masukan P0, P1, P2, dan P3 yang digunakan untuk mengeset mulainya hitungan dengan operasi Parallel Load ( PL ). Counter ini juga menghitung up/down dengan menentukanmasukan U / D. Kaki Count Enable (CE ) adalah masukan aktif-LOW yang digunakan untuk meng-enable/inhibit counter. Kaki luaran yang ada pada IC 74LS190 adalah Q0, Q1, Q2, dan Q3 serta TC (Terminal Count) dan RC (Ripple Clock). TC maupun RC dapat digunakan sebagai masukan clock untuk counter yang lebih tinggi. Kaki 8 dihubungkan ke GND dan kaki 16 dihubungkan ke +5V. F. 7 Segment a. Pengertian Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). b. Jenis- jenis Seven Segment 1. COMMON ANODA Disini, semua anoda dari diode disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan 23

pembatas arus keluar dari penggerak. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH. 2. COMMON KATODA Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW. c. Prinsip Kerja Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment. d. Penyusun dari COMMON 1. Decoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal. 2. Encoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan desimal menjadi biner. 3. Multiplexer adalah Suatu rangkaian kombinasi yang ouputnya mempunyai logika sama dengan jalur input yang ditunjuk pada selector. Multiplexer ini memiliki banyak input dan memiliki satu output. Prinsip kerjanya sama dengan saklar pemilih dai 2n buah inputdipilih melalui n buah jalur pemilih ( DATA SELECT ). 4. Demultiplexer adalah suatu rangkain kombinasi yang bersifat berkebalikan dari multiplexer. Rangkaian ini memiliki satu input dan memiliki banyak keluaran ( output ). Rangkaian ini akan menghasilkan output high ( 1 ) pada jalur yang sesuai dengan yang ditunjuk oleh selector. 7 Segment banyak digunakan sebahai penunjuk nilai atau status (dislpay) dalam rangkaian instrumentasi. Karena daya tahan yang cukup lama, murah, dan mudah dalam pemakaian 7 segment banyak dipilih dalam rangkaian.7 Segment sebenarnya terdiri dari 7 LED yang disusun menjadi angka 8 dan 1 let sebagai 24

titik. Gambar 7 segment ditunjukkan di bawah ini. 7 segment dibagi menjadi 2 konfigurasi , yaitu common anoda dan common catoda. Perbedaan pada kedua konfigurasi tersebut hanya pada pencatuan led, pada common anoda pin common dihubungkan ke kutup + / vcc dan untuk menyalakan leda, maka setiap pin lainnya dihubungkan ke pin / gnd. Konfigurasi 7segmen ditunjukkan pada gamabar di bawah ini 25

Untuk menyalakan angka , misal angka 1 pada Led commond anoda maka Pin VCC dihubungkan ke 5 V, dan pin B dan C dihubungkan ke GND, namun perlu ditambahi resistansi 330 Ohm untuk membatasi arus pada setiap pin. Contoh rangkaian 7 segemen dengan pengendali IC 74ls47 ditunjukkan pada gambar berikut. 26

Percobaan 1 Gerbang Gerbang Logika 1.1 Tujuan : Setelah mempraktekkan Topik ini, anda diharapkan dapat : 1. Mengetahui macam-macam Gerbang logika dasar dalam sistem digital. 2. Mengetahui tabel kebenaran masing-masing gerbang logika dasar. 3. Menguji piranti hardware gerbang logika 4. Merangkai gerbang-gerbang logika dasar. 1.2 Pendahuluan Gerbang-gerbang logika merupakan dasar untuk membangun rangkaian elektronika digital. Suatu gerbang logika mempunyai satu terminal keluaran dan satu atau lebih terminal masukan. Keluaran dan masukan gerbang logika ini dinyatakan dalam kondisi HIGH (1) atau LOW (0). Dalam suatu sistem TTL level HIGH diwakili dengan tegangan 5V, sedangkan level LOW diwakili dengan tegangan 0V. Melalui penggunaan gerbang-gerbang logika, maka kita dapat merancang suatu sistem digital yang akan mengevaluasi level masukan dan menghasilkan respon keluaran yang spesifik berdasar rancangan rangkaian logika. Ada tujuh gerbang logika yaitu AND, OR, INVERTER, NAND, NOR, exclusive-OR (XOR), dan exclusive-NOR (XNOR). B. 1.2.1 GERBANG AND Simbol dan Analogi : Gerbang AND 2 masukan dapat dianalogikan sebagai 2 saklar seri untuk menghidupkan lampu, sebagaimana Gambar 1.1.a, dimana lampu akan menyala bila saklar SA dan saklar SB samasama ditutup. 27

Secara skematik, gerbang AND diperlihatkan dalam gambar 2.1.b Tabel 1.1 kebenaran Gerbang AND 2 masukan : MasukanKeluaran ABYAND 000 010 100 111 Tipe-Tipe IC antara lain: Gerbang AND 2 masukan : IC 7408 Gerbang AND 3 masukan : IC 7411 Gerbang AND 4 masukan : IC 7421 28

Konfigurasi pin IC 7408


1.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang AND! 29

2.

Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! C. 1.2.2 GERBANG OR Simbol dan Analogi : Gerbang OR 2 masukan dapat dianalogikan sebagai 2 saklar paralel untuk menghidupkan lampu, sebagaimana Gambar 1.2.a, dimana lampu akan menyala bila salah satu saklar SA atau saklar SB ditutup. Secara skematik, gerbang OR diperlihatkan dalam gambar 1.2.b Gambar 1.2 Analogi dan simbol Gerbang OR Tabel kebenaran Gerbang OR: MasukanKeluaran ABYOR 000 011 101 111 Tipe-Tipe IC : Gerbang OR 2 masukan : IC 7432 30

Konfigurasi pin IC 7432 Masukan Keluaran Gerbang A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Y1 OR Y2 Y3 Y4 Keterangan : Logika 0 = dihubungkan dengan tegangan 0V (GND), Logika 1 = dihubungkan dengan tegangan 5V (VCC), Jika LED menyala = logika 1, jika LED padam = logika 0
1. 2.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang OR! Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! 31

Jawaban : D. 1.2.3 GERBANG INVERTER (NOT) Gerbang inverter (NOT) merupakan suatu rangkaian logika yang berfungsi sebagai "pembalik", jika masukan berlogika 1, maka keluaran akan berlogika 0, demikian sebaliknya. Simbol dan Analogi : Gerbang NOT dapat dianalogikan sebagai sebuah saklar yang dihubungkan dengan relay normaly closed (NC) untuk menghidupkan lampu, sebagaimana Gambar 1.3.a, dimana jika saklar S A terbuka (logika 0), maka relay (S) dalam kondisi tertutup sehingga lampu menyala (logika 1), sedangkan bila saklar terbuka (logika 0), maka relay dalam kondisi terbuka sehingga lampu padam (logika 0). Secara skematik, gerbang NOT diperlihatkan dalam gambar 1.3.b Gambar 1.3 Analogi dan simbol Gerbang NOT Tabel kebenaran Gerbang OR: Masukan Keluaran A A 32

0 1 1 0 Tipe-Tipe IC : Gerbang OR 2 masukan : IC 7404 Konfigurasi pin IC 7404 Rangkaian Percobaan dan hasil percobaan: 33

Keterangan : Logika 0 = dihubungkan dengan tegangan 0V (GND), Logika 1 = dihubungkan dengan tegangan 5V (VCC), Jika LED menyala = logika 1, jika LED padam = logika 0
1. 2.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang OR! Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! Jawaban : 34

1.2.4 GERBANG NAND Simbol : Tabel kebenaran Gerbang NAND: MasukanKeluaran ABYAND YNAND 0001 0101 1001 1110 Tipe-Tipe IC : Gerbang NAND 2 masukan : IC 7400 Gerbang NAND 3 masukan : IC 7410 Gerbang NAND 4 masukan : IC 7420 Gerbang NAND 8 masukan : IC 7430 35

Konfigurasi pin IC 7400 Keterangan : Logika 0 = dihubungkan dengan tegangan 0V (GND), Logika 1 = dihubungkan dengan tegangan 5V (VCC), Jika LED menyala = logika 1, jika LED padam = logika 0 36

1.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang NAND! Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! Jawaban :
2.

E. 1.2.5 GERBANG NOR Simbol : Tabel kebenaran Gerbang NOR: MasukanKeluaran ABYORYNOR 0001 0110 1010 1110 Tipe-Tipe IC : Gerbang NOR 2 masukan : IC 7402 Gerbang NOR 3 masukan : IC 7427 37

Konfigurasi pin IC 7402 Keterangan : Logika 0 = dihubungkan dengan tegangan 0V (GND), Logika 1 = dihubungkan dengan tegangan 5V (VCC), Jika LED menyala = logika 1, jika LED padam = logika 0 38

1. 2.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang NOR! Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! Jawaban : F. 1.2.6 GERBANG XOR Simbol : Tabel kebenaran Gerbang XOR: MasukanKeluaran ABYORYXOR 0000 0111 1011 1110 Tipe-Tipe IC : Gerbang XOR 2 masukan : IC 7486 Konfigurasi pin IC 7486 39

1. 2.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang XOR! Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! Jawaban : 40

G. 1.2.7 GERBANG XNOR Tabel kebenaran Gerbang XNOR: MasukanKeluaran ABYXOR YXNOR 0001 0110 1010 1101 Tipe-Tipe IC : Gerbang XNOR 2 masukan : IC 74266 Konfigurasi pin IC 74266 41

Keterangan : Logika 0 = dihubungkan dengan tegangan 0V (GND), Logika 1 = dihubungkan dengan tegangan 5V (VCC), Jika LED menyala = logika 1, jika LED padam = logika 0 42

1.

Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran gerbang XOR dan XNOR Tulis kesimpulan dari hasil percobaan diatas! Jawaban :
2.

Percobaan 5 FLIP-FLOP 5.1 Tujuan 1. Mengenal berbagai macam flip-flop beserta karakteristik masing-masing, antara lain FF-SR, FF-D, dan FF-JK. 2. Mengetahui prinsip kerja rangkaian FF dan IC yang ada 5.2 Teori Berbeda dengan percobaan sebelumnya, pada percobaan ini akan dikenalkan dasar dari rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu (Sequential Circuits). Output dari rangkaian sequential ditentukan oleh input yang terjadi sebelumnya. Dengan kata lain rangkaian mempunyai memory. Sebagai rangkaian memori flip-flop dapat menyimpan informasi dalam bentuk digit-digit bilangan biner ("0" dan "1"). Flip-flop yang banyak dikenal ada 3 macam, yaitu :
1. 2. 3.

Flip-flop Set-Reset (FF-SR) Flip-flop Delay atau Data latch (FF-D) Flip-Flop J-K (FF-JK) H. 5.2.1. Flip-Flop SR (FF-SR) S 0 0 R 0 1 Qn+1 Qn 0 Ketarangan Hold Reset 43

Dasar dari rangkaian sequential adalah Flip-flop S-R (FF-SR) yang mempunyai rangkaian sebagai berikut : 1 1 0 1 1 Don't C are Set Tidak boleh
S
U?A 2 1 3 74LS 02

Qn'
U?B 5 4

Qn R

6 74LS 02

Gambar 5.1 Rangkaian dasar Flip-Flop S-R Keterangan : Qn : kondisi awal sebelum FF diberi nilai tertentu Qn+1 : kondisi Q setelah S dan R diberi nilai S R : masukan set : masukan Reset Cara kerja FF-S-R
1.

perlu diingat, suatu gerbang NOR mempunyai tabel kebenaran sebagai berikut : A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 OR 0 1 1 1 NOR 1 0 0 0 Sehingga apabila salah satu atau kedua masukan gerbang NOR adalah 1, maka kelurannya adalah 0. 44

2.

Karena rangkaian FF-SR dibangun dari gerbang NOR, maka jika salah satu masukan S atau R berlogika 1, maka keluarannya akan berlogika 0.
3.

Jika masukan S berlogika 1 dan masukan R berlogika 1, maka keluaran Q =Q= 0. Dalam FF kondisi ini tidak boleh terjadi, karena keluaran Q dan Q tidak boleh sama.
4.

Jika masukan S berlogika 1 dan masukan R berlogika 0, maka keluaran gerbang NOR ke-1
(Q)

akan berlogika 0, sehingga keluaran gerbang NOR ke-2 (Q) berlogika 1 atau dengan kata lain dalam kondisi Set.
5.

Jika masukan S berlogika 0 dan masukan R berlogika 1, maka keluaran gerbang NOR ke-2
(Q)

akan berlogika 0, sehingga keluaran gerbang NOR ke-1 (Q ) berlogika 1 atau dengan kata lain dalam kondisi Reset.
6.

Jika masukan S berlogika 0 dan masukan R berlogika 0 : sedangkan kondisi Q sebelumnya (Qn) adalah 1 dan Q sebelumnya (Q n) adalah 0, maka keluaran gerbang NOR ke-1 (Q ) berlogika 0, sehingga keluaran gerbang NOR ke-2 (Q) akan berlogika 1. (tetap/hold). Sedangkan jika jika Q sebelumnya (Qn) adalah 0 dan Q sebelumnya (Q n) adalah 1, maka keluaran gerbang NOR ke2 (Q) akan berlogika 0, sehingga keluaran gerbang .NOR ke-1 (Q ) berlogika 1. . (tetap/hold) . Jika diamati kondisi keluarannya sama dengan kondisi sebelumnya (hold) Biasanya input A dan B tidak boleh secara serentak menuju nol agar Qa dan Qb dapat dianggab selalu komplemen. 45

Percobaan FF-SR 4.2.1.1 Alat-alat : 1 buah protoboard 1 buah DC power suply 1 buah 2 buah 7402, 7408 led 2 buah R = 330 1 buah saklar tekan 1 buah kapasitor 47pF dan R = 10K jumper. 5.2.1.3 Langkah-langkah percobaan 1. Susun rangkaian sesuai gambar 5.2
2. 3. 4.

Beri masukan sebagaimana Tabel 5.1. Masukan clock = 1 jika saklar dilepas, clock = 0 jika ditekan Amati S, R, QA, dan QB catalah hasil pengamatan anda. Bagaimanakah hubungan QA, dan QB . 46

5.2.1.4 Data Hasil Percobaan Tabel 5.1 Data hasil Pengamatan Flip-Flop R-S Clock 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 A 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 B 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 S R QB QA Keterangan : LED menyala = Logika 1 LED padam= Logika 0 Clock 1 = saklar dilepas Clock 0= saklar ditekan QA = Q , Q B = Q
clock A B QB

Diagram Waktu FF-SR

Tabel 5.2 Data Penyederhanaan hasil Pengamatan Flip-Flop R-S S 0 R 0 Qn+1 47

1 0 1 0 1 1 Kesimpulan: I. 5.2.2. Flip-Flop D (FF-D) FF-D memiliki 1 input yang disebut D (Data) serta 2 output yang disebut Q dan Q . pada dasarnya FF-D diperoleh dari FF-SR yang salah satu inputnya didapat dengan mengkomplemenkan input yang lain.
U?A

D S

1 3 2 7408 A2 3 U?A 1

Qn'

7402

Clock
U?B A 1 7404 2 4 6 5 6 5 U?B 4

Qn R B

7408 7402

Gambar 5.3 Rangkaian dasar Flip-Flop S-R

Tabel pengoperasian Flip-Flop D Masukan ClockD 01 11 00 10 Kelu aran QnQn HoldHold 10 HoldHold 01 S 1 1 0 0 R 0 0 1 1 Sehingga jika disederhanakan, maka tabel kebenaran FF-D adalah : 48

Tabel kebenaran FF-D MasukanKeluaran ClockDQn+1(QB) = Q 10Hold 11Hold 000 011 Dimana keluaran FF-D akan sama dengan masukkannya, Jika D = 1, maka Q = 1, jika D = 0, maka Q = 0. Percobaan FF-D 5.2.2.1 Alat-alat : 1 buah protoboard 1 buah DC power suply 1 buah 7474 2 buah led 2 buah R = 220 1 buah R = 10 K 1 buah C = 47pF 1 buah saklar tekan jumper. 5.2.2.2 Diagram Percobaan
+5 4 10K 2 3 D CLK SD Q 5 330 6 330 1 7474 CD Q 47pF

Gambar 5.4 Rangkaian Percobaan Flip-Flop D

5.2.2.3 Langkah-langkah percobaan


1.

Susun rangkaian sesuai gambar 5.4. Pada SD = 1 dan CD = 1. 49

2.

Berikan input clock dan D sebagaimana Tabel 5.2. Dimana untuk Clock 1 = saklar dilepas, sedangkan Clock 0 = saklar ditekan. 5.2.3.4 Data Hasil Percobaan Tabel 5.3 Data hasil Pengamatan Flip-Flop D D 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 Clock 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 Qn+1
Clock D Q n+1

Diagram waktu FF-D

Kesimpulan : 50

J. 5.2.3. Flip-Flop JK (FF-JK) FF-JK dibangun dari 2 buah FF-SR yang dihubungkan menjadi satu, yaitu keluaran FF - SR pertama menjadi masukan FF-SR kedua dan keluaran FF-SR kedua menjadi masukan FFSR pertama. FF-SR pertama disebut "master", FF-SR kedua disebut "slave". Gambar 5.5. Hubungan kedua FF-SR tersebut ditunjukkan dalam Tabel kebenaran FF-JK JKQ 00Qn 101 010 11Qn' Keterangan Hold = kondisi sebelumnya Set Reset Toggle = kebalikan kondisi sebelumnya Percobaan FF-JK 5.2.3.1 Alat-alat : 1 buah protoboard 1 buah DC power suply 1 buah 7476 2 buah led 2 buah R = 220 , 1 buah R = 10K 51

1 buah saklar tekan jumper. 5.2.3.2 Diagram Percobaan


+5 2 10K 4 1 47pF CAP 16 J SD Q Clock CLK 7476 K 3 CD Q 15 220 14 220

Gambar 5.6 rangkaian Percobaan FF-JK

5.2.3.3 Langkah-langkah percobaan


1. 2.

Susun rangkaian sesuai gambar 5.5. Beri SD = H dan CD = H Berikan input clock dan J-K sebagaimana Tabel 5.3. Perhatikanlah keluaran Q, amati apa yang terjadi. 5.2.2.4 Data Hasil Percobaan Tabel 5.3 Data hasil Pengamatan Flip-Flop J-K J 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 K 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 Clock 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1

1 0 Qn+1 52

1 1 0 0 0 0 0 1 1 clock J K Q Diagram waktu Flip-Flop J-K 53

Nama : No. Absen : Tanggal : LP 1 : Produk 1. 2. 3. 4. Jelaskan pengertian kode ASCII!(Nilai : 30) Sebutkan macam macam Flip Flop! (Nilai : 40) Jelaksan pengertian 7 Segment!(Nilai : 30) Identifikasi gambar dibawah ini, termasuk jenis manakah gerbang tersebut? Jelaskan! (Nilai : 50) 5. Identifikasi gambar dibawah ini, termasuk jenis manakah rangkaian Flip Flip tersebut? Jelaskan! (Nilai : 50) 54

KUNCI LP 1 PRODUK : 1. Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal 2. a. Flip Flop RS (Reset Set) b. Flip Flop Terdetak (Clocked) c. T Flip Flop d. Flip Flop D e. Flip Flop 3. Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). 4. Flip-flop ini dibangun berdasarkan gerbang NOR sehingga disebut penahan NOR. Rangkaian logikanya sebagai berikut : Dalam kondisi input R = 0 dan S =1 maka akan memberikan keadaan SET. Sedangkan bila pada kondisi input yang sebaliknya maka akan memberikan kondisi RESET. Dan jika kedua input sama sama 1 maka akan terjadi keadaan pacu (keadaan ini harus dihindari karena dapat menimbulkan operasi yang tidak dapat diramalkan, dimana kedua transitor menjadi jenuh). 5. Flip-flop JK MS juga disebut flip-flop JK majikan budak. Flip-flop jenis ini merupakan jenis yang paling canggih dari semua jenis flip-flop, setidaknya untuk saat ini. Flip flop ini paling banyak digunakan dalam komputer digital, peralatan berbasis komputer, teknik digital. Flip-flop ini 55

memiliki dua input sinyal kendali sinkron J dan K, serta memiliki dua input sinyal kendali asinkron R dan S. Disamping itu, juga memiliki tiga jenis umpan balik, yaitu, umpan balik bagian majikan (berfungsi agar gerbang logika bagian master dapat menahan data biner), umpan balik bagian budak (berfungsi agar gerbang logika bagian slave dapat menahan data biner), umpan balik toggle ( yang menyebabkan terjadinya toggle). Keadaan SET terjadi jika masukan SET diberi sinyal (dalam keadaan 1), ketika sinyal pendetak datang, Q akan berubah, yang juga dipicu oleh sinyal kendali J yang diberi masukan 1. Sewaktu J tidak aktif (0), K dalam keadaan aktif (1), begitu ada sinyal pendetak maka akan berada pada kondisi RESET. 56

Rubrik Asesmen Produk

No. Rincian Produk Rubrik 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 10 : Hanya menjawab kepanjangan ASCII 20 : Tidak ada pembanding dengan kode Hex dan Unicode 30 : Menjawab Lengkap 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 10 : Satu jenis FF 20 : Dua jenis FF 30 : Tiga jenis FF 35 : Empat Jenis FF 40 : Lima jenis FF 0 : tidak menjawab 10 : Menjawab tapi jawaban salah 20 : Tidak menjelaskan istilah DOT MATRIKS 30 : Menjawab lengkap 0 : tidak menjawab 10 : Hanya menyebut jenis gerbang. 35 : Tidak terdapat tabel kebenaran 50 : Menjawab lengkap beserta tabel kebenaran Mengidentifikasi : 0 : tidak menjawab 10 : Hanya menyebut jenis gerbang. 35 : Tidak terdapat tabel kebenaran 50 : Menjawab lengkap beserta tabel kebenaran 1. Menjelaskan pengertian kode ASCII 2. Menyebutkan 5 jenis Flip Flop 3. Menjelaskan pengertian Seven Segment Mengidentifikasi : 4 5

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 57

LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : Membuat rangkaian dari setiap gerbang logika 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
Rincian Tugas Kinerja yang diamati No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 Menggambar Gerbang And Menggambar Gerbang Or Menggambar Gerbang Not Menggambar Gerbang NAND Menggambar Gerbang NOR Menggambar Gerbang XOR Menggambar salah satu Rangkaian Flip Flop Jumlah Skor Skor Maksimum 10 10 10 10 10 10 40 100 Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru

Surabaya, Siswa Guru 2013 ( ) ( ) 58

Kunci LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : Membuat rangkaian dari setiap gerbang logika 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Gerbang And : Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru 10 2. Gerbang Or : 10 3. Gerbang Not : 10 4. Gerbang NAND : 10

59

No Rincian Tugas Kinerja yang diamati Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru 5. Gerbang NOR : 10 6. Menggambar Gerbang XOR 10 7 Menggambar salah satu Rangkaian Flip Flop : 40

60

No Rincian Tugas Kinerja yang diamati Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru Jumlah Skor 100

Surabaya, Siswa ( ) ( Guru 2013 ) 61

Rubrik Asesmen Proses Petunjuk: 1. Untuk memberikan skor penilaian pada LP 2 Proses : Membuat rangkaian dari setiap gerbang logika mengacu pada format penskoran di bawah ini.
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Menggambar Gerbang And Rubrik 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 10 : tepat 3 : Menggambar tapi tidak tepat 0 : Tidak menggambar 40 : tepat 20 : Tidak tepat tapi masih dalam lingkup Flip Flop 5 : Gambar Salah 0 : Tidak menggambar 2. Menggambar Gerbang Or 3. Menggambar Gerbang Not 4. Menggambar Gerbang NAND 5. Menggambar Gerbang NOR 6. Menggambar Gerbang XOR Menggambar salah satu Rangkaian Flip Flop 7

62

LP 3 : Psikomotor Prosedur: 1. Siapkan alat dan bahan serta modul praktikum. 2. Tugasi siswa: Membuat rangkaian dari setiap gerbang logika 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Psikomotor
Skor Maksimum 10 10 10 20 20 20 20 30 30 30 200 Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 9 10 Rincian Tugas Kinerja yang diamati Merangkai gerbang logika AND Merangkai gerbang logika OR Merangkai gerbang logika NOT Merangkai gerbang logika NOR Merangkai gerbang logika XOR Merangkai gerbang logika NAND Merangkai gerbang logika XNOR Merangkai Flip Flop SR Merangkai Flip Flop D Merangkai Flip Flop JK Jumlah Skor

Surabaya, 2013 Siswa Guru ( ) ( ) 63

Rubrik Asesmen Kinerja Psikomotor


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Merangkai gerbang logika AND 2. Merangkai gerbang logika OR 3. Merangkai gerbang logika NOT 4. Merangkai gerbang logika NOR 5. Merangkai gerbang logika XOR 6. Merangkai gerbang logika NAND 7 Merangkai gerbang logika XNOR Merangkai Flip Flop SR Merangkai Flip Flop D Merangkai Flip Flop JK 8 9 10 Rubrik 10 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 10 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 10 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 20 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 20 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 20 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 20 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 30 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 30 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai 30 : Rangkaian tepat 5 : Rangkaian tidak tepat 0 : Tidak merangkai

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 64

LP 4 : Pengamatan Perilaku Berkarakter Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
No Rincian Tugas Kinerja (RTK) A B C D 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jujur Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Tanggung jawab

Surabaya, 2013 Pengamat, ( ) 65

Rubrik Pengamatan Perilaku Berkarakter


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Jujur Rubrik A: sangat jujur B: jujur C: cukup jujur D: kurang jujur A: sangat disiplin B: disiplin C: cukup disiplin D: kurang disiplin A: sangat kerja keras B: kerja keras C: cukup kerja keras D: kurang kerja keras A: sangat kreatif B: kreatif C: cukup kreatif D: kurang kreatif A: sangat mandiri B: mandiri C: cukup mandiri D: kurang mandiri A: sangat ingin tahu B: ingin tahu C: cukup ingin tahu D: kurang ingin tahu A: sangat tanggung jawab B: tanggung jawab C: cukup tanggung jawab D: kurang tanggung jawab 2. Disiplin 3. Kerja keras 4. Kreatif 5. Mandiri 6. Rasa ingin tahu 7. Tanggung jawab

66

LP 5 : Pengamatan Keterampilan Sosial Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Keterampilan Sosial
No 1 2 3 4 5 Rincian Tugas Kinerja (RTK) Bertanya Menyumbang ide atau pendapat Menjadi pendengar yang baik Kerja sama Menghargai prestasi A B C D

Surabaya, 2013 Pengamat, ( ) 67

Rubrik Pengamatan Keterampilan Sosial


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Bertanya Rubrik A: selalu bertanya B: sering bertanya C: jarang bertanya D: tidak pernah bertanya A: selalu berpendapat B: sering berpendapat C: jarang berpendapat D: tidak pernah berpendapat A: sangat antusias mendengarkan B: antusias mendengarkan C: cukup antusias mendengarkan D: kurang antusias mendengarkan A: sangat antusias berkerjasama B: antusias berkerjasama C: cukup antusias berkerjasama D: kurang antusias berkerjasama A: sangat antusias menghargai prestasi B: antusias menghargai prestasi C: cukup antusias menghargai prestasi D: kurang antusias menghargai prestasi 2. Menyumbang ide atau pendapat 3. Menjadi pendengar yang baik 4. Kerja sama 5. Menghargai prestasi

68

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi : Sistem Komputer : X/I : 1 (satu) pertemuan Menerapkan Teknik Elektronika Analog dan Digital B. Kompetensi Dasar Menerapkan sistem bilangan digital C. Indikator 1. Kognitif : a. Produk 1) Menjelaskan pengertian seven segment 2) Menyebutkan jenis jenis seven segment 3) Menerangkan prinsip kerja sevent segment 4) Menjelaskan pengertian BCD 5) Menyebutkan penyusun penyusun COMMON 6) Menjelaskan fungsi decoder encoder b. Proses 1) Mengkonversikan bilangan biner ke desimal maupun sebaliknya 2) Merancang seven segment display decoder 2. Psikomotor : a. Mengaplikasikan decoder encoder dalam elektronika digital 3. Afektif 1) Mengembangkan Perilaku Berkarakter, meliputi : 1) Jujur 2) Disiplin 3) Kerja keras 4) Kreatif 69

5) Mandiri 6) Rasa ingin tahu 7) Tanggung jawab 8) Menghargai prestasi 2) Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : 1) Bertanya 2) Menyumbang Ide 3) Menjadi Pendengar yang Baik D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif : a. Produk 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan pengertian seven segment sesuai dengan kunci LP 1 Produk 2) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menyebutkan jenis jenis seven segment sesuai dengan kunci LP 1 Produk 3) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menerangkan prinsip kerja sevent segment sesuai dengan kunci LP 1 Produk 4) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan pengertian BCD sesuai dengan kunci LP 1 Produk 5) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menyebutkan penyusun penyusun COMMON sesuai dengan kunci LP 1 Produk 6) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan fungsi decoder encoder sesuai dengan kunci LP 1 Produk b. Proses 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu membuat tabel kebenaran dari tiap gerbang logika sesuai dengan kunci LP 2 Proses 2) Diberikan modul, siswa secara biner ke mandiri desimal mampu maupun : mengkonversikan bilangan sebaliknya sesuai dengan kunci LP 2 Proses 70

3) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu merancang seven segment display decoder sesuai dengan kunci LP 2 Proses 2. Psikomotor : a. Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu mengaplikasikan decoder encoder dalam elektronika digital sesuai dengan LP 3 Proses 3. Afektif a. Karakter Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat Membuat Kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter. b. Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan ketrampilan sosial. E. MATERI AJAR : 1. Konversi Bilangan dan Kode ASCII 2. Gerbang Logika 3. Encoder - Decoder 4. 7 Segment F. ALOKASI WAKTU
3

x 45 menit G. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab 71

H. PROSES BELAJAR MENGAJAR

Kegiatan KEGIATAN AWAL (10 Menit) 1. Guru mengajak siswa untuk berdoa 2. Guru melakukan presensi kehadiran siswa KEGIATAN INTI (160 Menit) Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, dan mempersiapkan siswa untuk belajar dengan alat dan bahan yang telah tersedia. Guru juga memancing pemikiran siswa untuk belajar dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pendidik terkait dengan materi penerapan sistem bilangan digital Fase 2: Diskusi Kelompok 4. Sebelum masuk ke ajang diskusi, terlebih dahulu guru menjelaskan tentang pengertian seven segment, jenis jenisnya, beserta cara kerjanya secara singkat. Serta memaparkan pengertian Binary Code Decimal (BCD) 5. Setelah guru menjelaskan tentang penerapan sistem bilangan digital, guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok (disesuaikan dengan jumlah siswa) 6. Guru meminta setiap kelompok mendiskusikan tentang pengkonversian bilangan dari decimal menuju biner maupun sebaliknya 7. Dan untuk diskusi terakhir, guru memberikan modul praktikum terkait penerapan seven segment dalam rangkaian elektronika Fase 3: Presentasi Hasil Diskusi 8. Setelah diskusi selesai, guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikannya, sedangkan kelompok lain bisa memberikan pertanyaan / tanggapan / sanggahan Fase 4: Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik 9. Setelah presentasi usai guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik 10. Guru memberikan umpan balik, dapat berupa tanggapan apakah pekerjaan siswa sudah benar atau ada kekurangan pada bagianbagian tertentu Fase 5: Memberikan kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan 11. Kemudian guru memberikan kesempatan bagi setiap kelompok menyusun sebuah program yang didalamnya berisikan penerapan sistem bilangan digital KEGIATAN AKHIR (10 Menit) 12. Menyimpulkan hasil pembelajaran 13. Berdoa Penilaian 23 1 4

72

I. Penilaian Hasil Belajar 1. LP 1 : Produk dan Proses 2. LP 2 : Psikomotor 3. LP 3 : Pengamatan Perilaku Berkarakter 4. LP 4 : Pengamatan Ketrampilan Sosial J. Alat / Sumber Belajar 1. Buku / Modul 2. LKS 3. Peralatan Daftar Pustaka
73

Nur, Mohamad. 2008. Model Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Unesa.

MODUL PENERAPAN SISTEM BILANGAN DIGITAL 1. Indikator a. Menjelaskan pengertian seven segment b. Menyebutkan jenis jenis seven segment c. Menerangkan prinsip kerja sevent segment d. Menyebutkan penyusun penyusun COMMON e. Merancang seven segment display decoder 2. Materi a. Pengertian Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). b. Jenis- jenis Seven Segment 1. COMMON ANODA Disini, semua anoda dari diode disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH. 2. COMMON KATODA Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW. c. Prinsip Kerja Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder 74

mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment. d. Penyusun dari COMMON 1. Decoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal. 2. Encoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan desimal menjadi biner. 3. Multiplexer adalah Suatu rangkaian kombinasi yang ouputnya mempunyai logika sama dengan jalur input yang ditunjuk pada selector. Multiplexer ini memiliki banyak input dan memiliki satu output. Prinsip kerjanya sama dengan saklar pemilih dai 2n buah inputdipilih melalui n buah jalur pemilih ( DATA SELECT ). 4. Demultiplexer adalah suatu rangkain kombinasi yang bersifat berkebalikan dari multiplexer. Rangkaian ini memiliki satu input dan memiliki banyak keluaran ( output ). Rangkaian ini akan menghasilkan output high ( 1 ) pada jalur yang sesuai dengan yang ditunjuk oleh selector. 7 Segment banyak digunakan sebahai penunjuk nilai atau status (dislpay) dalam rangkaian instrumentasi. Karena daya tahan yang cukup lama, murah, dan mudah dalam pemakaian 7 segment banyak dipilih dalam rangkaian.7 Segment sebenarnya terdiri dari 7 LED yang disusun menjadi angka 8 dan 1 let sebagai titik. Gambar 7 segment ditunjukkan di bawah ini : 75

7 segment dibagi menjadi 2 konfigurasi , yaitu common anoda dan common catoda. Perbedaan pada kedua konfigurasi tersebut hanya pada pencatuan led, pada common anoda pin common dihubungkan ke kutup + / vcc dan untuk menyalakan leda, maka setiap pin lainnya dihubungkan ke pin / gnd. Konfigurasi 7segmen ditunjukkan pada gamabar di bawah ini 76

Untuk menyalakan angka , misal angka 1 pada Led commond anoda maka Pin VCC dihubungkan ke 5 V, dan pin B dan C dihubungkan ke GND, namun perlu ditambahi resistansi 330 Ohm untuk membatasi arus pada setiap pin. Contoh rangkaian 7 segemen dengan pengendali IC 74ls47 ditunjukkan pada gambar berikut. e. Merancang seven segment display decoder Seven segment display adalah sebuah rangkaian yang dapat menampilkan angka-angka desimal maupun heksadesimal. Seven segment display biasa tersusun atas 7 bagian yang setiap bagiannya merupakan LED (Light Emitting Diode) yang dapat menyala. Jika 7 bagian diode ini dinyalakan dengan aturan yang sedemikian rupa, maka ketujuh bagian tersebut dapat menampilkan sebuah angka heksadesimal. Seven-segment display membutuhkan 7 sinyal input untuk mengendalikan setiap diode di dalamnya. Setiap diode dapat membutuhkan input HIGH atau LOW untuk mengaktifkannya, tergantung dari jenis seven-segmen display tersebut. Jika Seven-segment bertipe common-cathode, maka dibutuhkan sinyal HIGH untuk mengaktifkan setiap diodenya. Sebaliknya, untuk yang bertipe common-annide, dibutuhkan input LOW untuk mengaktifkan setiap diodenya. Salah satu cara untuk menghasilkan sinyal-sinyal pengendali dari suatu seven segment display yaitu dengan menggunakan sebuah sevent-segment decoder. Seven-segment decoder membutuhkan 4 input sebagai angka berbasis heksadesimal yang dinyatakan dalam bahasa mesin (bilangan berbasis biner) kemudian sinyal-sinyal masukan tersebut akan diterjemahkan decoder ke dalam 77

sinyal-sinyal pengendali seven-segment display. Sinyal-sinyal pengendali berisi 7 sinyal yang setiap sinyalnya mengatur aktif-tidaknya setiap LED. Selanjutnya kita akan mencoba merancang sebuah hex to seven-segment decoder untuk seven-segment berjenis common-cathode, yakni seven-segment yang setiap LED nya aktif jika diberi sinyal HIGH atau 1. Gambar ilustrasi dan tabel kebenaran dari dekoder tersebut adalah sebagai berikut. Dekoder tersebut memiliki 7 keluaran yang masing-masing keluarannya memiliki fungsi tertentu. Kita dapat mendapatkan 7 buah fungsi Boolean a, b, c, d, e, f, dan g dengan membuat peta Karnaugh nya sebagai berikut. 78

a = ABD + ABC + BD + AC + BC + AD b = ACD + ACD + ACD + BC + BD c = BC + BD + CD + AB + AB d = BCD + BD + BC + CD + AD + AB e = BD + CD + AB + AC f = ABC + ACD + ABD + CD + BD 79

g = ABD + BC D + BC + AC + AB Dengan demikian, kita dapat memperoleh fungsi-fungsi Booleannya : Jika pengimplementasian semua fungsi tersebut dalam dekoder dengan penggunaan gerbang yang terpisah (setiap gerbang hanya dipakai untuk 1 fungsi) maka akan membutuhkan 34 gerbang AND dan 7 gerbang OR, seperti gambar berikut. 80

81

Implementasi gerbang di atas masih dapat disederhanakan dengan menggabungkan beberapa term yang sama setiap fungsi a, b, c, d, e, f, dan g. Sehingga akan terdapat gerbang yang dipakai bersama oleh beberapa fungsi, seperti gambar berikut. 82

83

MODUL BINARY CODED DECIMAL Seperti telah kita ketahui, dalam peralatan elektronik yang menggunakan Digital sistem operasinya berdasarkan cara kerja saklar yang diwujudkan dalam bentuk bilangan Biner yang menggunakan logika 1 dan 0, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari kita berkomunikasi dengan menggunakan sistem informasi yang berdasarkan angka-angka dan huruf-huruf (alfanumeric). Angka-angka tersebut berupa kombinasi dari angka Desimal 0 sampai 9 dan huruf-huruf A sampai Z (26 huruf). Maka dari itu untuk dapat menghubungkan antara perhitungan yang dilakukan oleh manusia dengan perhitungan yang dilakukan oleh sistem Digital perlu adanya suatu sistem yang dapat melakukan perubahan (Konversi) dari bentuk Desimal ke dalam bentuk Biner. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan SISTEM SANDI atau KODE. Salah satu sistem sandi yang dipergunakan untuk mengadakan perubahan (menyandi) dari bilangan Desimal menjadi bilangan Biner disebut Sandi BCD atau Binary Coded Decimal. Sehingga dirasakan sangat penting untuk mengerti bagaimana caranya mengkonversikan bilangan Desimal ke bilangan Biner. Hal ini agar kita dapat memahami dari rangkaian elektronik yang akan kita bangun. I. TUJUAN 1. Mengenal dan mempelajari Binary Coded Decimal 2. Dapat mengkonversikan bilangan Desimal ke bilangan Biner, maupun sebaliknya. II. MATERI Untuk menghubungkan antara perhitungan yang dilakukan oleh manusia dengan perhitungan yang dilakukan oleh sistem Digital perlu adanya suatu sistem yang dapat melakukan perubahan (Konversi) dari bentuk Desimal ke dalam 84

bentuk Biner. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan SISTEM SANDI atau KODE. Salah satu sistem sandi yang dipergunakan untuk mengadakan perubahan (menyandi) dari bilangan Desimal menjadi bilangan Biner disebut Sandi BCD atau Binary Coded Decimal. Untuk menyandi bilangan-bilangan Desimal dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan angka Biner 4 Bit (Binary Digit) sehingga akan diperoleh 16 kemungkinan kombinasi 4 Bit bilangan Biner. Table Konversi Binary, Decimal, dan Hexadecimal Binary 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 Hexadecimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D Decimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 X1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

13 X16 0 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 85

1110 1111 E F 14 15 14 15 224 240 Penyandian yang sering digunakan dikenal sebagai sandi 8421BCD dan 2421BCD. SANDI BCD 8421 Pada umumnya untuk merubah bilangan Biner yang terdiri dari banyak Digit ke dalam bilangan Desimal akan menyulitkan dan memakan waktu lama. Sebagai contoh misalnya bilangan Biner (110101110011)2, kalau kita hitung dengan menggunakan harga jelas ini akan memakan waktu yang cukup lama. Dengan bantuan SANDI BCD semuanya akan menjadi mudah. Pengertian dari sandi BCD ini adalah mngelompokkan bilangan Biner yang tiap kelompoknya terdiri dari 4 Bit bilangan Biner yang dapat menggantikan setiap Digit dari bilangan Desimal dengan urutan yang berdasarkan Harga tempat seperti 8, 4, 2, 1. Dengan demikian sandi tersebut dinamakan Sandi BCD 8421. Urutan dari bilangan sandi BCD 8421 dapat bertambahan dan berkembang terus, misalnya bilangan Desimal puluhan dapat bertambah dengan kelipatan 10 1 (80, 40, 20, 10), bilangan Desimal ratusan dengan kelipatan 102 (800, 400, 200, 100) dan begitulah seterusnya. Sebagai contoh misalnya: a) Buatlah sandi BCD 8421 dari bilangan Desimal 1995 Penyelesaian: 1995 = 0001 1001 1001 0101 1 9 9 5 Jadi (1995)10 = (0001011001100101)BCD 8421 atau = (11001110010101)BCD 8421 b) Rubahlah sandi BCD 8421 (110010100010) menjadi bilangan Desimal 86

Penyelesaian: 110010100010 = 0001 1001 0100 0101 1 9 4 5 Jadi sandi BCD 8421 (110010100010) = (1945)10 SANDI BCD 2421 Sepertinya halnya pada sandi BCD 8421, maka pada sandi BCD 2421 bilangan 2421 menunjukkan urutan bobot bilangan atau Harga tempat dari Digit bilangan Biner. Dalam membuat sandi BCD 2421 kita dapat membuat beberapa kemungkinan penulisan 4 Bit bilangan Biner. Sebagai contoh: Misalnya angka Desimal 2 dapat ditulis 0010 atau 1000 angka Desimal 4 dapat ditulis 0100 atau 1010 Dari uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan 4 Bit bilangan Biner yang dipakai sebagai pengganti bilangan Desimal, maka akan dihasilkan banyak sekali sandi BCD. Hal ini disebabkan karena tiap-tiap Bit dapat diubah sandi berdasarkan bobot tertentu. Sebagai contoh misalnya: BCD 8421, BCD 2421 dan lain-lain. Contoh membuat sandi 2421 Buatlah sandi 2421 dari bilangan Desimal 1945 Penyelesaian: (1945)10 = 0001 1111 0100 0101 1 9 4 5 = (1111101001010)BCD 2421 Atau = 0001 1111 1010 1011 1 9 4 5 87

Percobaan 3 DEKODER-ENKODER 3.1 Tujuan : 1. Mengetahui fungsi dan penggunaan dekoder dan enkoder. 2. Dapat menerapkan dekoder dan enkoder dalam rangkaian elektronika digital 3.2 Pendahuluan A. 3.2.1 Teori : Proses-proses (data dan perintah) baik berupa angka, karakter, dan huruf dalam rangkaian digital hanya dapat diproses dalam bentuk biner. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkodean pada data input agar data dapat diproses. Pengkodean ini dapat dilakukan dengan menggunakan rangkaian logika kombinasi. Suatu sandi biner dengan n bit dapat mewakili m 2n unsur informasi. Proses pengkodean sata input dilakukan oleh enkoder dan proses pendekodean data input dilakukan oleh dekoder. Pada Percobaan ini anda akan diminta membuat rangkaian decoder bilangan binner menjadi bilangan BCD (Binnary Coded Decimal) pada percobaan pertama dan diminta membuat rangkaian encoder pada percobaan keduaSetelah mempraktekkan. 3.3 DEKODER B. 3.3.1 ALAT-ALAT 1. Catu daya 2. 1 IC dekoder 7447, 74148 3. 1 buah 7-segmen tipe common anoda, 4. 8 buah LED multimeter Logic Probe jumper protoboard data sheet 7447, 74148 88

Gambar 3.1 Konfigurasi 7447 C. 3.3.2 LANGKAH-LANGKAH 1. Ambil sebuah 7-segmen common anoda, test sebuah 7-segmen, amati konfigurasi pin 7segmen, tulis pada gambar 3.2 Gambar 3.2 Konfigurasi 7-segmen 89

2. Siapkan protoboard , susun IC, atur catu sebesar 5 V, baca data sheet 7447 3. Beri logika .. pada pin 3 ( LT ) dan beri logi ka .pada pin 5 (RBI ),
4. Hubungkan

output a sampai g masing-masing dengan resistor 330 ohm dan segmen yang sesuai. pin seven 5. Lengkapi tabel 3.1, kemudian sketsakan bentuk sinyal keluaran terhadap sinyal masukan. 6. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran yang ada. Buatlah kesimpulan. 90

D. 3.3.3 LEMBAR KERJA Tabel 3.1 Tabel hasil percobaan E. 3.3.4 KESIMPULAN 91

3.4 ENKODER A. 3.4.4 ALAT-ALAT 1. Catu daya 2. 1 IC dekoder 74148, 3. Multimeter 4. Jumper 5. Protoboard B. 3.4.5 DIAGRAM PERCOBAAN Gambar 3.2 Konfigurasi 74148 C. 3.4.6 LANGKAH-LANGKAH 1. Baca data 2. Siapkan sheet 74148, protoboard , susun IC seperti pada rangkaian, atur catu sebesar 5 V. 92

3. Dengan

nilai-nilai input seperti tabel 3.2, amati perubahan yang terjadi. Catat pengamatan tabel 3.2, kemudian sketsakan bentuk sinyal keluaran terhadap sinyal hasil 4. Lengkapi masukan. 5. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran yang ada. Buatlah kesimpulan. D. 3.4.7 LEMBAR KERJA Tabel 3.2 Data Percobaan Enkoder EI 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 X X X X X X X 1 1 1 0 X X X X X X 2 1 1 1 0 X X X X X INPUT 34 1 1 1 1 0 X X X X 1 1 1 1 1 0 X

X X 5 1 1 1 1 1 1 0 X X 6 1 1 1 1 1 1 1 0 X 7 1 1 1 1 1 1 1 1 0 GS 1 0 0 0 0 0 0 0 0 OUTPUT EO A2A1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 A0 93

E. 3.4.8 KESIMPULAN 3.5 DEKODER DAN ENKODER A. 3.5.1 ALAT-ALAT 1. Catu daya 2. 1 IC dekoder 74148, 2 IC 7404, 1 IC7447 3. 1 buah 7-segment common anoda 4. Multimeter 5. Logic Probe 6. Jumper 7. Protoboard B. 3.5.2 LANGKAH-LANGKAH 1. Baca data 2. Siapkan 3. Dengan sheet 74148, 7404,7447 protoboard , susun IC seperti pada rangkaian, atur catu sebesar 5 V. nilai-nilai input seperti tabel 3.3, amati perubahan yang terjadi. Catat hasil pengamatan tabel 3.3, kemudian sketsakan bentuk sinyal keluaran terhadap sinyal 4. Lengkapi masukan. 5. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan tabel kebenaran yang ada. Buatlah kesimpulan. 94

3.5.3 LEMBAR KERJA Tabel 3.3 Data Percobaan Dekoder dan Enkoder
INPUTAN 0 0 X X X X X X X 1 X 0 X X X X X X 2 X X 0 X X X X X 3 X X X 0 X X X X 4 X X X X 0 X X X 5 X X X X X 0 X X 6 X X X X X X 0 X 7 X X X X X X X 0 OUTPUT TAMPILAN ANGKA

C. 3.5.4 KESIMPULAN 95

Nama : No. Absen : Tanggal : LP 1 : Produk 1. Jelaskan pengertian dari seven segment! 2. Sebutkan macam macam jenis seven segment! 3. Jelaksan Prinsip kerja seven segment! 4. Sebutkan 4 penyusun COMMON! (Nilai : 25) (Nilai : 25) (Nilai : 25) (Nilai : 25) 96

KUNCI LP 1 PRODUK : 1. Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). 2. A. COMMON ANODA Disini, semua anoda dari diode disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH. B. COMMON KATODA Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW. 3. Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment. 4. Jenis jenis penyusun COMMON yaitu : a Decoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal. b Encoder yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input bilangan desimal menjadi biner. c Multiplexer adalah Suatu rangkaian kombinasi yang ouputnya mempunyai logika sama dengan jalur input yang ditunjuk pada selector. Multiplexer ini memiliki banyak input dan memiliki satu output. Prinsip kerjanya sama dengan saklar pemilih dai 2n buah inputdipilih melalui n buah jalur pemilih ( DATA SELECT ). d Demultiplexer adalah suatu rangkain kombinasi yang bersifat berkebalikan dari multiplexer. Rangkaian ini memiliki satu input dan memiliki banyak keluaran ( output ). Rangkaian ini akan 97

menghasilkan output high ( 1 ) pada jalur yang sesuai dengan yang ditunjuk oleh selector. 98

Rubrik Asesmen Produk


No. 1. Rincian Produk Jelaskan pengertian dari seven segment! Sebutkan macam macam jenis seven segment! Rubrik 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 25 : Menjawab Lengkap 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 15 : Satu jenis seven segment 25 : Dua jenis seven segment 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 25 : Menjawab lengkap 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 10 : Menjawab satu jawaban benar 15 : Menjawab dua jawaban benar 20 : Menjawab tigas jawaban benar 25 : Menjawab empat jawaban benar 2. 3. Jelaksan Prinsip kerja seven segment! Sebutkan 4 penyusun COMMON! 4

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 99

LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : Mengkonversi bilangan dari biner ke desimal maupun sebaliknya 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat sandi BCD 8421 dari bilangan Desimal 1723! Membuat sandi BCD 8421 dari bilangan Desimal 1884! Membuatbilangandesimaldari (1010101001010)BCD 2421 Membuatbilangandesimaldari (1010100001110)BCD 2421 Jumlah Skor Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru 25 25 25 25 100 2. 3 4

Surabaya, Siswa Guru 2013 ( ) ( ) 100

Kunci LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : Mengkonversi bilangan dari biner ke desimal maupun sebaliknya 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Penyelesaian: 1723 = 0001 0101 1001 1001 1723 Jadi (1723)10 = (0001010110011001)BCD 8421 atau = (11001110010101)BCD 8421 Penyelesaian: 1883 = 0001 0100 1000 0010 1884 Jadi (1884)10 = (0001010010000010)BCD 8421 atau = (10001010001101)BCD 8421 Penyelesaian: 1010101001010 = 1010 1001 0110 0101 2956 Jadi sandi BCD 8421 (1010101001010) = (2956) 10 Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru 25 2. 25 3. 25 4. Penyelesaian: 1010100001110 = 1010 1000 0000 1101 2908 Jadi sandi BCD 8421 (1010100001110) = (2908) 10 Jumlah Skor 25 100

Surabaya, Siswa ( ) ( Guru 2013 ) 101

Rubrik Asesmen Proses Petunjuk: 1. Untuk memberikan skor penilaian pada LP 2 Proses : Membuat rangkaian dari setiap gerbang logika mengacu pada format penskoran di bawah ini.
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat sandi BCD 8421 dari bilangan Desimal 1723! Membuat sandi BCD 8421 dari bilangan Desimal 1723! Membuatbilangan (1010101001010)BCD 2421 Membuatbilangan (1010100001110)BCD 2421 desimal dari Rubrik 25 : Tepat 5 : Jawaban tidak tepat 0 : Tidak menggambar 25 : Tepat 5 : Jawaban tidak tepat 0 : Tidak menggambar 25 : Tepat 5 : Jawaban tidak tepat 0 : Tidak menggambar 25 : Tepat 5 : Jawaban tidak tepat 0 : Tidak menggambar 2. 3 4 desimal dari

102

LP 3 : Psikomotor Prosedur: 1. Siapkan alat dan bahan serta modul praktikum. 2. Tugasi siswa: Membuat rangkaian eletronika dengan mengaplikasikan decoder - encoder 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Psikomotor
Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat rangkaian menggunakan IC decoder 7447 dan tampilan ke 7-segmen menunjukkan angka 5. Membuat rangkaian menggunakan IC decoder 7447 dan tampilan ke 7- segmen menunjukkan 73. Merancang suatu sistem aplikasi menggunakan IC Dekoder (7447) dan Enkoder (74148). Jumlah Skor 30 2 30 3 40 100

Surabaya, 2013 Siswa Guru ( ) ( ) 103

Rubrik Asesmen Kinerja Psikomotor


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat rangkaian menggunakan IC decoder 7447 dan tampilan ke 7-segmen menunjukkan angka 5. 2 Membuat rangkaian menggunakan IC decoder 7447 dan tampilan ke 7- segmen menunjukkan 73. 3 Merancang suatu sistem aplikasi menggunakan IC Dekoder (7447) dan Enkoder (74148). Rubrik 30 : Rangkaian tepat dan rapi 25 : Rangkaian tepat dan tidak rapi 20 : Rangkaian kurang tepat 10 : Rangkaian tidak tepat (total) 0 : Tidak merangkai 30 : Rangkaian tepat dan rapi 25 : Rangkaian tepat dan tidak rapi 20 : Rangkaian kurang tepat 10 : Rangkaian tidak tepat (total) 0 : Tidak merangkai 40 : Rangkaian tepat dan rapi 30 : Rangkaian tepat dan tidak rapi 20 : Rangkaian kurang tepat 10 : Rangkaian tidak tepat (total) 0 : Tidak merangkai

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 104

LP 4 : Pengamatan Perilaku Berkarakter Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
No Rincian Tugas Kinerja (RTK) A B C D 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jujur Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Tanggung jawab

Surabaya, 2013 Pengamat, ( ) 105

Rubrik Pengamatan Perilaku Berkarakter


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Jujur Rubrik A: sangat jujur B: jujur C: cukup jujur D: kurang jujur A: sangat disiplin B: disiplin C: cukup disiplin D: kurang disiplin A: sangat kerja keras B: kerja keras C: cukup kerja keras D: kurang kerja keras A: sangat kreatif B: kreatif C: cukup kreatif D: kurang kreatif A: sangat mandiri B: mandiri C: cukup mandiri D: kurang mandiri A: sangat ingin tahu B: ingin tahu C: cukup ingin tahu D: kurang ingin tahu A: sangat tanggung jawab B: tanggung jawab C: cukup tanggung jawab D: kurang tanggung jawab 2. Disiplin 3. Kerja keras 4. Kreatif 5. Mandiri 6. Rasa ingin tahu 7. Tanggung jawab

106

LP 5 : Pengamatan Keterampilan Sosial Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Keterampilan Sosial
No 1 2 3 4 5 Rincian Tugas Kinerja (RTK) Bertanya Menyumbang ide atau pendapat Menjadi pendengar yang baik Kerja sama Menghargai prestasi A B C D

Surabaya, 2013 Pengamat, ( ) 107

Rubrik Pengamatan Keterampilan Sosial


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Bertanya Rubrik A: selalu bertanya B: sering bertanya C: jarang bertanya D: tidak pernah bertanya A: selalu berpendapat B: sering berpendapat C: jarang berpendapat D: tidak pernah berpendapat A: sangat antusias mendengarkan B: antusias mendengarkan C: cukup antusias mendengarkan D: kurang antusias mendengarkan A: sangat antusias berkerjasama B: antusias berkerjasama C: cukup antusias berkerjasama D: kurang antusias berkerjasama A: sangat antusias menghargai prestasi B: antusias menghargai prestasi C: cukup antusias menghargai prestasi D: kurang antusias menghargai prestasi 2. Menyumbang ide atau pendapat 3. Menjadi pendengar yang baik 4. Kerja sama 5. Menghargai prestasi

108

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : Sistem Komputer : X/I : 1 (satu) pertemuan A. Standar Kompetensi Menerapkan Teknik Elektronika Analog dan Digital B. Kompetensi Dasar Menerapkan elektronika digital untuk komputer C. Indikator 1. Kognitif : a. Produk 1) Menjelaskan fungsi clock dalam komputer 2) Menjelaskan kegunaan rangkaian clock b. Proses 1) Menggambarkan rangkaian clock 2. Psikomotor : a. Membuat rangkaian Clock dengan menggunakan rangkaian IC 555 3. Afektif a. Mengembangkan Perilaku Berkarakter, meliputi : 1) Jujur 2) Disiplin 3) Kerja keras 4) Kreatif 5) Mandiri 6) Rasa ingin tahu 7) Tanggung jawab 8) Menghargai prestasi b. Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : 1) Bertanya 109

2) Menyumbang Ide 3) Menjadi Pendengar yang Baik D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif : a. Produk 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan fungsi clock dalam computer sesuai dengan kunci LP 1 Produk 2) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu menjelaskan kegunaan rangkaian clock sesuai dengan kunci LP 1 Produk c. Proses 1) Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu m : Menggambarkan rangkaian clock sesuai dengan kunci LP 2 Proses 2. Psikomotor : a. Diberikan modul, siswa secara mandiri mampu membuat rangkaian Clock dengan menggunakan rangkaian IC 555 sesuai dengan LP 3 Proses 3. Afektif a. Karakter Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat Membuat Kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter. b. Mengembangkan Pengembangan Sosial, meliputi : Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan ketrampilan sosial. E. MATERI AJAR : 1. Konversi Bilangan dan Kode ASCII 2. Rangkaian Clock 110

F. ALOKASI WAKTU 4 x 45 menit G. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Kooperatif Diskusi, tanya jawab 2. Metode Pembelajaran : H. PROSES BELAJAR MENGAJAR

Kegiatan 1 Penilaian 23 4 KEGIATAN AWAL (10 Menit) 14. Guru mengajak siswa untuk berdoa 15. Guru melakukan presensi kehadiran siswa KEGIATAN INTI (160 Menit) Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 16. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, dan mempersiapkan siswa untuk belajar dengan alat dan bahan yang telah tersedia. Guru juga memancing pemikiran siswa untuk belajar dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pendidik terkait dengan materi rangkaian clock Fase 2: Diskusi Kelompok 17. Sebelum masuk ke ajang diskusi, terlebih dahulu guru menjelaskan tentang rangkaian clock, baik itu pengertian maupun fungsi dan kegunaannya dalam sistem komputer 18. Setelah guru menjelaskan rangkaian clock, guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok (disesuaikan dengan jumlah siswa) 19. Guru memberikan modul praktikum terkait penerapan rangkaian clock dalam sistem komputer dengan menggunakan IC 555 Fase 3: Presentasi Hasil Diskusi 20. Setelah diskusi selesai, guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikannya, sedangkan kelompok lain bisa memberikan pertanyaan / tanggapan / sanggahan Fase 4: Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik 21. Setelah presentasi usai guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik 22. Guru memberikan umpan balik, dapat berupa tanggapan apakah pekerjaan siswa sudah benar atau ada kekurangan pada bagianbagian tertentu Fase 5: Memberikan kesempatan untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan 23. Kemudian guru memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk menyempurnakan hasil diskusi mereka sesuai dengan saran / masukan yang didapatkan pada sesi presentasi tiap tiap kelompok maupun dari perbaikan yang disampaikan oleh guru KEGIATAN AKHIR (10 Menit) 24. Menyimpulkan hasil pembelajaran 25. Berdoa

111

I. Penilaian Hasil Belajar 1. LP 1 : Produk dan Proses 2. LP 2 : Psikomotor 3. LP 3 : Pengamatan Perilaku Berkarakter 4. LP 4 : Pengamatan Ketrampilan Sosial J. Alat / Sumber Belajar 1. Buku / Modul 2. LKS 3. Peralatan Daftar Pustaka 112

Nur, Mohamad. 2008. Model Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Unesa.

MODUL PEMBELAJARAN RANGKAIAN CLOCK a. Tujuan Pembelajaran 1. Merangkai rangkaian clock dengan benar. 2. Menjelaskan prinsip kerja dan fungsi rangkaian clock dengan benar. b. Uraian Materi Rangkaian clock berfungsi untuk pembentuk/membangkitkan pulsa/gelombang kotak secara terus-menerus dan rangkaian ini tidak mempunyai kondisi stabil/setimbang. Rangkaian clock termasuk golongan Astabil Multivibrator dengan IC 555. Output rangkaian clock digunakan untuk input rangkaian-rangkaian logika yang sekuensial (berhubungan dengan waktu). Yang termasuk rangkaian logika sekuensial contohnya: Flip-Flop, Shift Register, dan Counter. Adapun fungsi rangkaian clock yaitu, untuk mengatur jalannya data dalam penggeseran ke kanan atau ke kiri, maupun dalam perhitungan/pencacahan bilangan biner. Yang dimaksud rangkaian Astabil Multivribator adalah multivribator yang tidak stabil tegangan output-nya (tegangan pengeluarannya berubah-ubah) tanpa adanya sinyal masukan yang diberikan. Rangkaian clock dengan IC 555 besrta pulsa-pulsa pada pin 3 dan pin 6 ditunjukkan pada gambar ini 113

Cara kerja rangkaian diatas Pada saat C diisi tegangan ambang naik melebihi + (2/3) Vcc. Kini Kapasitor C dikosongkan melalui Rb oleh karena itu tetapan waktu pengosongan dapat ditentukan dengan rumus T = Rb x C. Bila tegangan C sudah turun sedikit sebesar + (Vcc/3) maka keluaran menjadi tinggi. Pewaktu IC 555 mempunyai tegangan yang naik dan turun secara exponensial. Keluarannya berbentuk gelombang segi empat. Karena tetapan waktu pengisian lebih lama daripada tetapan waktu pengosonngan, maka keluarannya tidak simetri. Keadaan keluaran yang tinggi lebih lama dari keadaan keluaran yang rendah. Untuk dapat menentukan ketidak simetrian ssuatu pulsa keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator jenis astabil ini dipergunakan suatu siklus kerja yang dirumuskan sebagai berikut: W = 0.693 (RA + Rb ).C t = 0.693 . Rb. C t = 0.693 . Rb. C T=W+t Dimana : W = lebar pulsa ; T = waktu periode Besarnya frekuensi ditentukan oleh 114

Astabil Multivibrator atau pembentuk pulsa atau generator pulsa merupakan rangkaian yang membangkitkan sinyal secara terus-menerus pada keluarannya tanpa adanya sinyal masukan dari rangkaian. Rangkaian ini juga sering dinamakan dengan rangkaian cloc. Frekuensi pulsa yang dihasilhan tergantung oleh besarnya C, Resistor RA, Rb. Untuk menentukan periode T ditentukan oleh lebar pulsa W dan t. 115

LEMBAR KERJA Judul: Rangkaian Clock (Astabil Multivibrator) Langkah kerja 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Susunlah rangkaian seperti gambar berikut: 3. Hubungkan catu daya 5 volt DC, kemudian amatilah apa yang terjadi pada LED (pin 3 sebagai output). 116

4. Amatilah dengan CRO untuk bentuk gelombang pada pin 3

dan pin 6 5. Gambarlah bentuk gelombang tersebut dan catat harga W dan T dalam satuan detik, serta harga amplitudo dalam satuan Vpp. 6. Ulangilah percobaan ini dengan menggantikan kondensator C yang lain, kemudian melaksanakan langkah 4 dan 5. 7. Kembalikanlah peralatan dan bahan ke tempat semula. 8. Buatkan laporan lengkap dengan kesimpulannya, berdasaarkan hasil praktek. 117

Nama : No. Absen : Tanggal : LP 1 : Produk 1. Definisikan rangkaian clock? (Nilai : 25) 2. Sebutkan fungsi rangkaian clock? (Nilai : 25) 3. Jika periode waktu T = 0.1 milidetik, Hitung besanya frekuensi? (Nilai : 25) 4. Periode T ditentukan oleh komponen apa saja? sebutkan! (Nilai : 25) 118

KUNCI LP 1 PRODUK : 1. Rangkaian clock termasuk golongan Astabil Multivibrator dengan IC 555. Yang dimaksud rangkaian Astabil Multivribator adalah multivribator yang tidak stabil tegangan output-nya (tegangan pengeluarannya berubah-ubah) tanpa adanya sinyal masukan yang diberikan. Output rangkaian clock digunakan untuk input rangkaian-rangkaian logika yang sekuensial (berhubungan dengan waktu). Yang termasuk rangkaian logika sekuensial contohnya: Flip-Flop, Shift Register, dan Counter. 2. Rangkaian clock berfungsi untuk pembentuk/membangkitkan pulsa/gelombang kotak secara terus-menerus dan rangkaian ini tidak mempunyai kondisi stabil/setimbang. Selain itu, fungsi rangkaian clock untuk mengatur jalannya data dalam penggeseran ke kanan atau ke kiri, maupun dalam perhitungan/pencacahan bilangan biner. 3. Sesuai dengan rumus : Maka bila T = 0.1 milidetik = 0,0001 detik, jadi 1 / 0,0001 = 10.000 Hertz = 10 Mhz 4. Untuk menentukan periode T ditentukan oleh lebar pulsa W dan t. 119

Rubrik Asesmen Produk

No. 1. Sebutkan fungsi rangkaian clock 2. Menghitung frekuensi 3. Rincian Produk Mendefinisikan rangkaian clock Rubrik 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 15 : Tidak menjelaskan fungsi output clock 25 : Menjawab Lengkap 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 25 : Menjawab benar 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 10 : Rumus benar namun jawaban salah 20 : Rumus dan angka benar namun satuan salah 25 : Menjawab lengkap 0 : tidak menjawab 5 : Menjawab tapi jawaban salah 15 : Menjawab satu jawaban benar 25 : Menjawab dua jawaban benar 4 Menentukan komponen yang mempengaruhi periode T

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 120

LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : merancang rangkaian clock 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
Rincian Tugas Kinerja yang diamati No 1. Gambar dan terangkan prinsip kerja rangkaian clock dengan rangkaian IC 555? Jumlah Skor Skor Maksimum 100 100 Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru

Surabaya, Siswa Guru 2013 ( ) ( ) 121

Kunci LP 2 : Proses Prosedur : 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Tugasi siswa secara bebas : merancang rangkaian clock 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Proses
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Skor Maksimum 100 Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru Prinsip kerja: Pada waktu pin 2 dan pin 6 berada dibawah VLT = 1/3 Vcc,sehingga kaki 3 (keluaran) menjadi tinggi. Kapasitor C mengisi, melalui Ra dan Rb. Sampai Vc mencapai harga VUT, yaitu sebesar 2/3 Vcc, maka keluaran kaki 3 menjadi rendah. Kapasitor C mengosongkan muatannya melalui Rb ke kaki 6. Sampai harga Vc menjadi tinggi. Sehingga kejadian seperti di atas akan terulang kembali. Kejadian akan berulang terus, dengan frekuensi ditentukan sebagai berikut: f=1

T
f

1,4

(Ra 2Rb).C

122

No Rincian Tugas Kinerja yang diamati Jumlah Skor Skor Maksimum 100 Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru

Surabaya, Siswa Guru 2013 ( ) ( ) 123

Rubrik Asesmen Proses Petunjuk: 1. Untuk memberikan skor penilaian pada LP 2 Proses : merancang rangkaian clock sesuai dengan kriteria dibawah ini :
No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Menggambar dan menerangkan prinsip kerja rangkaian clock dengan rangkaian IC 555 Rubrik 100 : Tepat 85 : Tanpa Rumus dengan gambar (Jawaban tepat) 80 : Tanpa Gambar dengan rumus (Jawaban Tepat) 75 : Gambar salah dan tanpa rumus (Jawaban tepat) 75 : Rumus salah dan gambar benar (Jawaban tepat) 65 : Tanpa gambar dan tanpa rumus (Jawaban Tepat) 55 : Tanpa Rumus dengan gambar (Jawaban salah) 50 : Tanpa Gambar dengan rumus (Jawaban salah) 10 : Tanpa gambar dan tanpa rumus (Jawaban salah) 0 : Tidak Menjawab

124

LP 3 : Psikomotor Prosedur: 1. Siapkan alat dan bahan serta modul praktikum. 2. Tugasi siswa: Membuat rangkaian clock (dengan IC 555) beserta laporan praktikum 3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini. 4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan. 5. Siswa diizinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini. Format Asesmen Kinerja Psikomotor
Skor Maksimum Skor Asesmen Oleh Oleh siswa Guru No 1. 2 Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat rangkaian clock dengan IC 555 Menyusun Laporan Praktikum Jumlah Skor 70 30 100

Surabaya, 2013 Siswa Guru ( ) ( ) 125

Rubrik Asesmen Kinerja Psikomotor


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang diamati Membuat Rangkaian clock dengan IC 555 2 Menyusun Laporan Praktikum Rubrik 70 : Rangkaian tepat dan rapi 60 : Rangkaian tepat dan tidak rapi 45 : Rangkaian kurang tepat 10 : Rangkaian tidak tepat (total) 0 : Tidak merangkai 30 : Laporan tepat dan sistematis 20 : Laporan tepat namun kurang sistematis 15 : Laporan kurang tepat 10 : Laporan tidak tepat (total) 0 : Tidak menyusun laporan

Nilai Akhir dihitung dengan rumus berikut: 126

LP 4 : Pengamatan Perilaku Berkarakter Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rincian Tugas Kinerja (RTK) Jujur Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Tanggung jawab A B C D

Surabaya, Pengamat, 2013 ( ) 127

Rubrik Pengamatan Perilaku Berkarakter


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Jujur Rubrik A: sangat jujur B: jujur C: cukup jujur D: kurang jujur A: sangat disiplin B: disiplin C: cukup disiplin D: kurang disiplin A: sangat kerja keras B: kerja keras C: cukup kerja keras D: kurang kerja keras A: sangat kreatif B: kreatif C: cukup kreatif D: kurang kreatif A: sangat mandiri B: mandiri C: cukup mandiri D: kurang mandiri A: sangat ingin tahu B: ingin tahu C: cukup ingin tahu D: kurang ingin tahu A: sangat tanggung jawab B: tanggung jawab C: cukup tanggung jawab D: kurang tanggung jawab 2. Disiplin 3. Kerja keras 4. Kreatif 5. Mandiri 6. Rasa ingin tahu 7. Tanggung jawab

128

LP 5 : Pengamatan Keterampilan Sosial Nama : No. Absen : Tanggal : Petunjuk: Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu menggunakan skala berikut ini: Format Pengamatan Keterampilan Sosial
No 1 2 3 4 5 Rincian Tugas Kinerja (RTK) Bertanya Menyumbang ide atau pendapat Menjadi pendengar yang baik Kerja sama Menghargai prestasi A B C D

Surabaya, Pengamat, 2013 ( ) 129

Rubrik Pengamatan Keterampilan Sosial


No 1. Rincian Tugas Kinerja yang Diamati Bertanya Rubrik A: selalu bertanya B: sering bertanya C: jarang bertanya D: tidak pernah bertanya A: selalu berpendapat B: sering berpendapat C: jarang berpendapat D: tidak pernah berpendapat A: sangat antusias mendengarkan B: antusias mendengarkan C: cukup antusias mendengarkan D: kurang antusias mendengarkan A: sangat antusias berkerjasama B: antusias berkerjasama C: cukup antusias berkerjasama D: kurang antusias berkerjasama A: sangat antusias menghargai prestasi B: antusias menghargai prestasi C: cukup antusias menghargai prestasi D: kurang antusias menghargai prestasi 2. Menyumbang ide atau pendapat 3. Menjadi pendengar yang baik 4. Kerja sama 5. Menghargai prestasi

130