Anda di halaman 1dari 21

BananaTalk - Lita Mariana’s Weblog

Health, parenting, love, and life. MOTHERLY.

• Home
• About
• Disclaimer!
• Adv Search

Categories
• aside (19)
• Blogging (33)
• General (35)
• Health (56)
• Ladies corner (9)
• Love (13)
• Parenting & nursery (43)
• Personal (44)
• Teaching (5)

« Pengingat: Daftar ke Merdeka Hari Ini!


Kesan Media Briefing Pesta Blogger 2007 »

Mitos Ion Negatif dan Pembalut Sehat


Published by Lita September 7th, 2007 in Health.

Email yang sama masuk ke milis Sehat dan milis ASI for baby, bertajuk 'Pemutih pada
Pembalut'. Berikut ini isinya:

Subject: PEMUTIH PADA PEMBALUT

Cek hiegienis produk Napkin yang anda pakai!! karena menurut WHO, Indonesia
merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim:
*** NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk
pembalut yang tidak berkualitas !!!!

• Di RSCM : 400 Pasien Kanker Leher Rahim baru setiap Tahun.


• Di RSCM kematian akibat Kanker Serviks sekitar 66%
• Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut
• Tingkat Kesadaran deteksi dini masih rendah.
Cara pengecekan:

• Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.


• Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
• Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air
tersebut. Aduk dengan sumpit.
• Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan
tetap jernih).
• Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp.
• Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang kurang
berkualitas, dan banyak mengandung pemutih ( byclin ).

Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian
intim wanita selalu mengalami banyak masalah:

• Keputihan,
• Gatal-gatal
• Iritasi
• dan lain-lain.

Bagian yang ganjil berurutan dari awal:

1. Penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas

Apa yang dimaksud dengan 'tidak berkualitas'? Kalau merujuk ke email ini, berkualitas
berarti higinis dan tidak mengandung pemutih. Err… memangnya kalau mengandung
pemutih lalu tidak higinis? Pemutih atau bleaching agent adalah oksidator kuat, yang
beberapa di antaranya populer sebagai disinfektan (pembunuh kuman), misalnya
peroksida dan hipoklorit.

Dengan demikian ada kejanggalan besar dalam pernyataan tersebut, karena seharusnya
yang mengandung bahan pemutih justru higinis, terlepas dari efek iritasi pada kulit yang
mungkin ditimbulkannya. Tapi itu masalah lain.

2. Mengecek tingkat higienisme adalah dengan menguji mikroorganisme


kontaminan yang ada, bukan dengan menguji adakah bahan pemutih atau tidak.

Penulis artikel tersebut kurang mengerti dunia mikrobiologi. Jika kita mensterilkan suatu
permukaan dengan disinfektan, katakanlah dengan formalin (larutan formaldehid 37%),
alkohol 70%, atau hidrogen peroksida, maka permukaan tersebut dapat dikatakan higinis.

Higinis memang tidak harus steril (setidaknya jumlah mikroorganisme kontaminan tidak
cukup untuk membuat kita sakit), tapi steril sudah pasti higinis. Mempertentangkan
'higinis' dengan 'pemutih' jelas tidak berguna dan sia-sia, karena hubungannya justru
saling menguatkan.
3. Artikel ini minim sekali informasi ilmiah, setidaknya rujukan: laporan WHO tahun
berapa, apa judul surveinya, bahkan kita tidak diberitahu persisnya dari mana informasi
ini berasal.

Tidak ada nama penulis, bahkan tidak ada SATUPUN nama yang tercantum, kecuali
Leonard. Itupun saya tidak menemukan Leonard mana yang dimaksud yang berhasil
mendokumentasikan teori tersebut. Keserba-miniman ini saja seharusnya sudah cukup
untuk membuat anda bertanya-tanya jika tidak langsung melupakannya sebagai hoax.

4. Rilis resmi RSCM dan WHO seharusnya terdokumentasi dengan baik. Memiliki
atribut wajib: nama orang yang bertanggungjawab, judul/abstraksi/tema/nomor dokumen,
dan tanggal diterbitkan. Tidak ada satupun yang disebut dalam artikel ini.

5. Ketidak-higinisan produk hubungannya adalah dengan infeksi, dan belum tentu


berujung pada kanker mulut rahim (cervix). Sedangkan pada artikel ini seolah-olah
SEMUA kasus kanker mulut rahim berpangkal pada pilihan pembalut yang salah. Jelas
ini NGACO. Anda tidak dapat menyalahkan seorang perempuan yang menderita kanker
mulut rahim tanpa riwayat infeksi dengan melabelnya sebagai 'salah pilih pembalut'.

6. Bagian inti pembalut tidak sama antara satu merek dengan merek lainnya. Ada
produk yang menggunakan jel sebagai bahan pengikat cairan, ada juga yang tidak. Kalau
satu pembalut isinya hanya kapas -yang jelas tidak akan hancur ketika dimasukkan ke
dalam air- apakah kemudian pembalut tersebut serta merta dinobatkan sebagai
'berkualitas'? Saya kehilangan 'sesuatu' di sini. Err.. hubungan sebab-akibat, mungkin?

7. Ada apa dengan sumpit? Kenapa sumpit? Kenapa tidak sendok atau spatula gelas? Ya
mungkin ini tidak penting. Tapi karena muncul di bawah bagian 'pengujian', semua jadi
tampak penting bagi saya.

8. Lihat perubahan warna air. Bagaimana kalau jel yang digunakan ternyata berwarna?
(ngomong-ngomong saya belum pernah buka dan lihat warna dan tekstur jel di dalam
pembalut, ada yang sudah mencoba?) Higinis sekalipun, jika air berubah warna maka
pembalut ini dinyatakan tidak berkualitas?

9. Keputihan, gatal-gatal dan iritasi dapat timbul sekalipun tidak memakai


pembalut yang bermasalah. Sebagian perempuan dikaruniai keputihan yang muncul
apabila: menjelang haid, stres, atau memakai pakaian dalam dari bahan yang kurang
'ramah' (tidak menyerap keringat, misalnya).

Sebab lain keputihan adalah infeksi jamur. Dari pembalutkah? Belum tentu, karena
infeksi yang berhubungan dengan pembalut umumnya adalah infeksi oleh bakteri
Staphylococcus aureus. Sedangkan gatal dan iritasi saat memakai pembalut dapat
disebabkan oleh bahan permukaan pembalut yang langsung menyentuh kulit, BUKAN jel
yang letaknya di dalam dan terlindung oleh lapisan-lapisan luar.

Dari mana artikel ini berasal?


Dengan kata kunci yang tepat (maaf, saya bahkan lupa apa yang saya gunakan saat itu),
Google memandu saya ke satu situs produk yang dipasarkan lewat jalur multilevel
marketing (MLM). Dari situs itu saya diberitahu bahwa untuk memberikan solusi 'sehat
dan aman, bebas nyeri dan penyakit' ada satu produk dengan fitur ANION.

Keajaiban teknologi anion:

Setiap sentimenter kubik lapisan anion pada pembalut sehat ini dapet melepaskan lebih
dari 5.800 anion. Dahsyat!

Intensitas anion yang dilepaskan sangat efektif dalam membunuh dan menekan
pertumbuhan bakteri dan virus pada permukaan pembalut.

Lapisan anion tersebut dapat melepaskan oksigen, memiliki kadar pH yang


seimbang untuk:

• Meningkatkan metabolisme dan sirkulasi


• Memperkuat daya tahan tubuh
• Mengurangi stres
• Menghilangkan bakteri
• Mengobati radang
• Menghilangkan bau
• Menghilangkan kelelahan

Jujur, saya seperti melihat promosi dukun: segala bisa! Ah tapi ini tidak soal dukun atau
bukan, jadi lupakan saja perasaan saya.

Anion tidak statis, apalagi jumlahnya

Kondisi daerah vaginal dalam keadaan normal cenderung asam. Dengan diberi tambahan
oksigen, yang katanya dilepaskan oleh anion, maka keasaman meningkat. Jelas tidak
dapat dikatakan 'pH seimbang'. Karena lebih asam daripada yang dibutuhkan flora vagina
untuk bekerja optimal menjaga dan melindungi vagina dari infeksi mikroorganisme
patogen.

Meningkatkan metabolisme dan sirkulasi dengan cara memakai pembalut yang


melepaskan oksigen? Anda pasti bercanda, jika yang dimaksud adalah metabolisme
tubuh. Dan… err.. sirkulasi apa ya? Sirkulasi ion?

Sama tidak masuk akalnya dengan memperkuat daya tahan tubuh. Soal mengurangi stres
dan menghilangkan kelelahan, masih dapat saya terima, dalam hal: memakai pembalut
yang tepat (dan cocok) akan mengurangi kekhawatiran dan was-was selama pemakaian.
Capek kan mikirin 'tembus gak ya?', 'geser gak ya?' selama 24×5 jam? Gimana ngga stres
kalau kerjaan ngga selesai dan malah mikirin pembalut sepanjang waktu haid.
It should be stressed that ions are always created in pairs—a positive and a negative ion.
In unipolar field ionizers, one polarity is automatically held back, so it appears as if only
positive or negative ions are produced, but that is not so.

Ions do not live forever. They recombine with oppositely charged ions, they combine
with aerosol particles, and they plate out on surfaces. Therefore, the reason for a more or
less constant ion concentration of some hundred ions of each polarity per cubic
centimeter (at sea level) is the constant production of maybe 5–10 ion pairs per cubic
centimeter per second caused by natural radiation. So to keep a high ion concentration in
a given volume, ions have to be constantly produced.

Untuk mempertahankan keberadaan ion negatif, diperlukan 'usaha luar', sedangkan kita
tahu pemakaian pembalut tidak akan nyaman jika kita harus selalu menempel pada satu
mesin demi keberadaan ion negatif yang diklaim produk. Hadir secara alami? Radioaktif
dong, ya. Seram kali pakai pembalut yang mengandung bahan radioaktif.

Rasanya cukup sekian. Ada yang bersedia menambahkan? Tolong bantu koreksi saya.
Mohon dimaklum, menulisnya agak terburu-buru.

Referensi:

• Ion on Wikipedia
• Are Ions Good for You? by Niels Jonassen,
• Bahasan tentang istilah alami di Menyoal kimia organik dan alami

Mail this post to friend :

RSS feed | Trackback URI

37 Comments
Comment by imcw
2007-09-07 11:01:13

daerah itu memang harus dijaga dengan baik ya mbak…:)

Reply to this comment

Comment by vivi
2007-09-07 13:27:28

*bengong*
Rumitnyaaa.. 20 tahunan berteman dengan pembalut, gak pernah mikir ada yang
berfantasi gara-gara salah pembalut kanker bisa menyerang…. Yang penting ga nembus
aja.. pasti kita setia make’ merk itu… )
Reply to this comment

Comment by Priyadi
2007-09-07 16:11:28

wakaakakaka. rule number 1: jangan pernah percaya klaim kesehatan dari produk MLM

Reply to this comment

Comment by mila
2007-09-07 16:45:31

Wuih.. akhirnya.. ada bahasannya juga. sejak baca imel ini aku dah langsung mbatin,
“coba diulas Mbak Lita….” hehehe. Thanx anyway, Mbak!

Reply to this comment

Comment by ira
2007-09-07 16:50:06

hahahahah… ternyata bener kan kecurigaanku, itu info jejadian dengan maksud
tertentu…

Reply to this comment

Comment by kirana
2007-09-07 18:12:13

menulis terburu-buru???
ahem…sambil apa ya kira-kira…hihihi

well, rada kecewa juga gak ada soal strip tes macam papsmear itu Lit…

Reply to this comment

Comment by widya
2007-09-07 18:50:08

mmmmmmmmm
kemarin2 bolak-balik kesini terus, seneng nemu ada yg baru
waktu dape N baca e-mail ini baru atasnya ajah udah ngerasa aneh, googling ajah, eh
mlm, yauda males baca, pas baca artikel lengkapnya disini jadi ngakak!!
saya sey ngga ngerti kimia, tapi udah ngerasa aneh, apalagi yang ahli yah kaya mbak
lita!!
boleh ya kasih komentar yah, seneng ney kasih komen di blog-nya seleb

mbak lita url blognya talk bagiin ke temen kantor ga papa yah!! (waktu itu baca ttg
sabun)
khan biar tambah jadi seleb

Reply to this comment

Comment by ariemega
2007-09-07 19:10:01

hihihihi…. langsung komen deh..


gw pas ada kata2…”satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak
berkualitas !!!!”
ketawa aja deeh.. pasti mau jualan!

Reply to this comment

Comment by Luthfi
2007-09-07 19:29:46

jangan lupakan satu hal:


sampaikan kepada 10 orang yang anda sayangi

Reply to this comment

Comment by Imponk
2007-09-07 19:46:42

hehehe.. Pak Priyadi: Rule number 1: jangan pernah percaya klaim kesehatan dari produk
MLM

Reply to this comment

Comment by rd Limosin
2007-09-08 11:16:03

waduh, gak pernah pake pembalut

Reply to this comment

Comment by kenji
2007-09-10 01:44:19

waduh… no comment dah, saya ga pernah pake pembalut neh )


saya coba nambah2n pendapat mba lita ahhhh ( nyampah yak ))

1. kualitas pembalut

62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak
berkualitas !!!!

sebenarnya permasalahan di sini adalah karakteristik yang dijadikan sebagai acuan


kualitas pembalut, contohnya: daya penyerapan. semakin kuat penyerapan, tidak berarti
semakin bagus, karena bisa menyebabkan kekeringan dan akhirnya iritasi dll (halah
kayak saya pernah make aja ) )
selain itu saya penasaran seh, sebenarnya itu survey sudah benar dilakukan belum?
karena yang saya ketahui pembalut2 wanita kita kan juga dari manufacturer luar negeri,
seharusnya seh sama aja ama yang dijual di luar… (lagi-lagi kayak saya pernah make aja
))

2. soal higienis

Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap
jernih)

bener lit… sing nulis ora waras… apa hubungan higienis dengan kekeruhan air =))
gampangnya mau tahu higienis atau kagak, jilat2n saja tuh produk, klo jadi sakit perut
diare atau iritasi bibir, nah itu mungkin ga higienis =))

3. byclin???

Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang kurang berkualitas,
dan banyak mengandung pemutih ( byclin ).

byclin itu merk pemutih bukan? kasihan banget seh ga salah apa2 disangkut pautkan ke
sini =))
anyway, itu memang prosedurnya pengujiannya memang ngawur. saya tidak tahu sangkut
pautnya antara kehancuran (kelarutan) dengan pemutih. Sebenarnya ada metode lain yang
lebih representatif, tapi itu urusan lain dah )

4. Anion???

Lapisan anion tersebut dapat melepaskan oksigen, memiliki kadar pH yang seimbang
untuk

buset dah… ini produk bahaya banget donk :-SS … tolong dibenarkan ya kalau saya
salah…
pertama, reaksi pembentukan O2 itu reaksi antara apa dengan apa? jangan2 reaksi Tuhan
lagi, membentuk materi oksigen dari sesuatu yang tidak ada =))… kalau ada pelepasan
oksigen, berarti ada perubahaan bentuk senyawa di sana, senyawa berubah berarti
kasiat/fungsionalnya berubah. klo senyawa tetap, berarti dia merubah senyawa / molekul
yang di kulit di sana. nah loh… udah begitu saya bingung apa urusan pH ama kasiat2 itu
)
kedua, kita bicara soal anion neh yang notabene adalah ion muatan negatif, dan kulit di
sana itu semestinya salah satu bagian yang sensitif. Menimbang hal ini justru saya
melihat produk ini malah sangat potensial menghasilkan kanker kulit di situ. bayangkan
saja (bayangin apa ya =)) ) kulit sensitif dikontakan dengan senyawa ga stabil
mengandung ion negatif tinggi (ion negatif ama anion sama aja kan ) ). memang seh
bisa saja membunuh kuman, bau dll… tapi kan bisa promote skin cancer juga kan :p

ps: beberapa macam anion di dalam tubuh kita disebut RADICAL BEBAS #-o ya? (pura2
begok ah ) )
lita, ini bukan MLM malaysh*t kan? klo dari sono, kita bakar aja dah )

Reply to this comment

Comment by Hiu
2007-09-11 16:56:19

Sepertinya bentuk-bentuk pembodohan yang lain… ::FIGHT:: !

Reply to this comment

Comment by vivi
2007-09-13 16:17:34

MBaaaaakkkk…
Mo nambaaahhhh…:-)) Ini pengalaman pribadi.. tapi bukan sama si pembalut.. tapi sama
ade’nya.. Panty liners…
(Katanya kita ga’ boleh sering-sering make’ ya… knapaaaa…???) Emang vivi pernah
alergi dengan salah satu merk panty liner.. Ganti merk lain, alerginya ilang.. knapa bisa
gituw ya mbak..? Alerginya macem seperti yang mbak tulis di atas :
menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:

* Keputihan,
* Gatal-gatal gituuuuuuuwwwwwwww…..

Reply to this comment

Comment by Farida
2007-09-14 16:00:55

Apa yang dimaksud dengan ‘tidak berkualitas’? Kalau merujuk ke email ini, berkualitas
berarti higinis dan tidak mengandung pemutih. Err… memangnya kalau mengandung
pemutih lalu tidak higinis? Pemutih atau bleaching agent adalah oksidator kuat, yang
beberapa di antaranya populer sebagai disinfektan (pembunuh kuman), misalnya
peroksida dan hipoklorit.

Mbak dari sependek yang diinformasika ke saya, yang dimaksud tidka berkualitas (atau
kurang berkualitas) dlaam halini karena pembalut2 yang ada saat ini adalah hasil
bleaching, alias sebelumnya merupakan kertas2 bekas yang didaur ulang dan diberi zat
kimia tertenu sehingga menjadi putih. Dari informasi orang dalam yang bekerja pada
salah satu perusahaan pembalut, ybs mengiyakan bahwa pembalut perusahaannya adlah
hasil sampah yang didaur ulang dengan menggunakan proses bleaching. Ini pun satu hal
mengerikan.

Reply to this comment


Comment by Lita
2007-09-14 17:30:14

Dear Farida, terimakasih.

Dari email yang beredar, kan tidak dikatakan jelas ya, parameter kualitasnya diukur dari
mana.
Karena itu saya bahas satu per satu, mencoba menemukan sebetulnya yang ingin
disampaikan itu apa.

Satu.
Kalau semata bicara higinis, katakan saja higinis/sanitasi.
Kalau bicara bahan, katakan saja bahan.
Tapi jangan paksakan menghubungkan antara bahan dan sanitasi.
Kualitas tinggi tidak mensyaratkan BARANG BARU alias bukan daur ulang.

Kualitas punya standar, dan standar sanitasi bukan dari kebaruan barang, tapi dari
kontaminasi mikroorganisme.
Barang baru kalau terkontaminasi mikroorganisme patogen dalam jumlah yang dapat
menyebabkan penyakit dikatakan tidak higinis.
Apakah semata karena baru, walau tidak higinis kita katakan berkualitas?

Dua.
Bleaching adalah pemutihan, BUKAN daur ulang. Jangan mencampuradukkan istilah,
please.
Barang baru dan diberi pemutih juga namanya tetap bleaching.
Kalau pakai pemutih lalu barang barunya dikatakan tidak berkualitas?
Jadi standar kualitasnya bukan higinis atau bahan tapi PEMUTIHnya?
Twisted ya standarnya. Tidak sesuai dengan di ’satu’ tadi.

Tiga.
Apakah jika barang bekas didaur ulang maka jadi tidak higinis? Tidak juga.
Air PAM adalah hasil daur ulang, air sumur juga sebagian besar adalah resapan air hujan
atau buangan domestik -yang bisa berarti daur ulang juga-, kertas, plastik, barang
rumahtangga, tisyu, banyak sekali barang di sekitar kita yang berasal dari proses daur
ulang.
Sepanjang dalam alur produksinya menjamin kebersihan dan produk sampai ke tangan
konsumen dalam keadaan baik, kita juga tidak perlu mempermasalahkan dan
membayangkan sampah yang ujungnya jadi pembalut.

Bagaimana dengan sayuran dan buah yang dipupuk dengan kotoran hewan?
Apakah dikatakan tidak berkualitas? Beda bahasan?
Kan bicara soal kotoran, bekas sesuatu, diproses, digunakan kembali untuk kemudian
dikonsumsi.
Tidak berbeda secara berarti.

Mengerikan? Tidak, wajar saja. Ini salah satu solusi untuk mengurangi sampah dunia dan
pemakaian konsumtif yang boros.
Jika semua hanya ingin yang baru, tidakkah polusi menjadi semakin tinggi?
Bukankah yang penting adalah standar kesehatan dipenuhi?
Serat pakaian dari bahan daur ulang, kertas daur ulang, plastik daur ulang, polimer daur
ulang, bahan-bahan daur ulang bisa bernilai lebih tinggi dengan kinerja, tampilan, dan
sanitasi yang lebih baik daripada barang baru, jika produsen barang baru memiliki
standar yang lebih rendah.
Bukan soal barunya, tapi standar penilaian yang dipakai.

Selain itu, tidakkah yang dimaksud dengan memakai pemutih adalah INTI pembalut?
Inti pembalut kan terlindung dari kulit, terhalang lapis-lapis bahan penyerap.
Mengapa jadi dipersoalkan apakah si inti ini diberi pemutih atau tidak? Toh kita bahkan
tidak menyentuh dan melihatnya.
Mengapa tidak persoalkan bahan yang langsung kontak dengan kulit?

Jika ingin memberi solusi, mengapa tidak memberikan bukti ilmiah bahwa lapisan anion
itu benar-benar berguna dan berakibat baik?
Bagaimana dengan bahan inti yang dipakai? Di mana bedanya?
Bukankah itu lebih baik daripada menyebarkan ketakutan bahaya kanker yang tidak jelas
seperti ini?

Dengan harga mahal (berlipat 3-4 kali dari pembalut biasa), apakah sepadan dengan
manfaat dan KLAIM yang diberikan?
Dan sebagai informasi, produk ini sudah mengklaim manfaat penyembuhan yang
sebetulnya ILEGAL.
Tapi nampaknya pihak pemasar dan pengiklan serta penjual bahkan tidak menyadari ini,
ya?
Tidakkah ini mengerikan? Bahwa kita diberi iming-iming atas sesuatu yang tidak jelas
manfaat dan kerugiannya?

Reply to this comment


Comment by ira
2007-09-15 10:51:30

Lita…good, klo dipikirin mah bingung…secara perempuan ya “itu” sudah merupakan


kebutuhan formil, trs mau balik pake haduk bekas…bleber doong:( jaman sekarang,
jualan biar gampang ya…ko ya dengan cara bikin issue..kaya gini, untung ada orang
pinter kaya jenk Lita…hihi

Reply to this comment

Comment by kiky
2007-09-16 11:18:10

lit…ini kan promosi softex MLM itu bukan…:P


gue lagi dipromosiin jeck…*mahaltapieuy* hehehehhe

Reply to this comment

Comment by kiky
2007-09-16 11:18:35

eh, kok softex siy…pembalut….*mahapsebutmerek*

Reply to this comment

Comment by mariskova
2007-09-16 21:57:12

Jeng, ganti layout nih?

Sekedar mau kasih info pada mbak Vivi diatas, saya pernah menanyakan hal yang sama
kpd dokter kandungan saya (dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.O.G (K) dari Dept Obstetri dan
Ginekologi FKUI).
Jawaban beliau:
Panty liner sesungguhnya berguna dari segi efisiensi. Bila sudah kotor, kita bisa langsung
ganti (kalo gak pake PL ini kan otomatis gak bisa ganti cd kalo kita pas diluar rumah).
Karena kita rutin mengganti PL, otomatis bagian kewanitaan kita jadi lebih terjaga
kebersihannya.
Beliau juga bilang sampai saat ini sih belum ada efek negatif dari PL. Paling2 ada bbrp
orang yg sensitif dng merek tertentu krn bahannya (ada renda2, pake parfum, dsb).

Semoga membantu…

Reply to this comment

Comment by D's
2007-09-17 11:40:22

Yap, saya setuju dengan komplain mba Lita tentang janji dari produk ini TANPA disertai
dengan studi klinis ataupun penjelasan mendetail mengenai cara kerja bahan
anion,efektifitasnya dan keunggulan bahan penyerap yang digunakan.

Sebenarnya anion (ion negative) sendiri telah banyak digunakan di berbagai produk
rumah tangga. Namun memang masih ada beberapa kontroversi mengenai apakah anion
benar memberikan efek yang sering disebut atau tidak. Karena mba lita udah ngasih
artikel yang kontra, saya coba kasih yang pro

http://www.envirohealthtech.com/researchions.htm

Ini memang website komersial,tapi setidaknya mencantumkan darimana cuplikan


penelitian diambil. Saya sudah crosschek penelitian dari USDA dan ternyata benar ada di
website USDA tapi saya lupa save addressnya

Oh ya mba Lita, saya belum pernah pake pembalut, tapi kalo dibayangin lapisan tengah
(penyerap) dari pembalut yang katanya pake bleaching (atau kimia lain)itu bukannya
akan kena juga ke daerah V? Karena kalo pas udah penuh kan, maaf ya, “katanya becek”,
ini katanya lho ya, saya belum ngerasain:) nah pas becek itu kan kalo duduk cairan nya
keteken naik tuh, kan harusnya kena lagi ke daerah V ya?makanya rasanya becek.Apa
bahan kimia akan berpengaruh atau tidak disini mba?

Kalau ada klarifikasi dari orang berkompeten di pihak pembalut yang sedang dibicarakan
mungkin akan lebih baik lagi untuk menjadi pertimbangan kita semua sehingga kita
punya data lengkap sebelum memutuskan suatu produk bagus/tidak.

Reply to this comment

Comment by Nuriyah
2007-09-17 18:37:43

Saya sempet hampir yakin dan beli produk anion pertimbangan saya adalah kesehatan.
Setelah saya mencari informasi ternyata saya malah menjadi bingung dengan kondisi ini,
yang saya dan yang lain bingung kenapa bukannya Depkes yang mengeluarkan larangan2
tapi malah salah satu produk yang mungkin saja ingin mengeruk keuntungan.
Dan tentang bahaya pemakaian pembalut yang terbuat dari sampah daur ulang kita belum
begitu faham karena proses pembuatan dan bukti2 itu semua tidak dikeluarkan dari
DEPKES.
tolong para pemimpin di bantu kami yang bingung ini….
jangan menerima saja produk2 yang asal jual atau malah menakut-nakuti dengan
rangkaian bahaya akhirnya kita membeli produknya.

Reply to this comment


Comment by lidya
2007-09-18 09:47:31

saya pake pembalut anion itu .. dan memang saya engga keputihan lagi.. pembantu saya
yang biasa mens nya sakit engga kesakitan lagi… tante saya sudah menopouse dini… eh
.. dapet mens lagi … jadi terlepas dari analisa teman2 .. saya enjoy bangeut pake
pembalut anion..

Reply to this comment

Comment by nesha
2007-09-18 10:02:28

saya rasa tidak fair juga buat kita menghakimi produk dan bisnis orang lain. Apakah
diantara teman teman ada yang sudah pakai ? Saya sempet beli produknya dan ternyata
hasilnya sangat memuaskan. Saya biasanya kalo lagi haid suka gatal2. Puji Tuhan
sekarang sudah tidak lagi. jadi saya malah sekarang berpikir untuk mengikuti teman saya
menjadi pebisnis pembalut. Betul ini MLM. Dan setahu saya malah produk2 MLM itu
bagus bagus. memang ada MLM yang kurang bertanggung jawab tapi saya juga
pengguna banyak produk MLM yang lain dan saya puas. Jika ada yang berpikir produk
MLM itu jelek menurut saya mereka adalah “korban” penipuan perusahaan berkedok
MLM. Jadi MLM… Why Not ?

Reply to this comment

Comment by Lita
2007-09-18 10:52:11

Dear Nesha,
Satu.
Mohon dibaca baik-baik dari awal sampai akhir. Saya tidak mencela ‘produk MLM’.
Kebetulan saja ini memang dipasarkan via MLM, sekadar jika ada teman yang bertanya
produknya yang mana dan kenapa tidak ada di pasar bebas.

Mau MLM atau bukan, saya tidak peduli. Kecenderungan anda pada MLM juga bukan
concern saya. Semua punya pertimbangan masing-masing. Dan maaf, klaim produk ini
tidak masuk akal bagi saya.

Dua.
Sains tidak mengenal pertanyaan ‘apakah anda sudah mencobanya?’. Yang ada adalah
bukti ilmiah. Testimoni BUKAN sandaran ilmiah. Sebaliknya, saya sudah beberapa kali
menerima pertanyaan seperti ini dari mereka (pelaku MLM) atau yang merasa ‘diserang’
oleh saya.
Ada hubungannya kah? Entah. You tell me.
Tiga.
Kalau anda bermaksud menujukan komentar kepada orang tertentu, katakan saja. Dengan
tidak spesifik, saya beranggapan anda bicara pada saya. Dus tanggapan di ’satu’.

Apakah anda dan Lidya orang yang sama? I can see your IP address. Tidak perlu
spamming.

Reply to this comment

Comment by Farida
2007-09-18 15:50:02

Terima kasih mbak atas penjelasannya.


Mbak, bagaimana dengan kelembaban/becek yang dialami bila kita menggunakan
pembalut lain. Dimana dengan menggunakan pembalut anion maka akan terasa kering.
Dari demonstrasi yang ditunjukkan memang betul lapisan anion sangat2 kering, jauh
dibandingkan dengan produk lain yang lembab. Bakteri senang hidup di daerah lembab.

Terima kasih,
Ida

Reply to this comment

Comment by D's
2007-09-18 16:35:12

Halo lagi guys..

Sori kalau boleh saya tambahkan lagi sharing sebelumnya.

Mungkin yang menjadi kontroversi disini adalah :


1. klaim yang diajukan perusahaan pembalut baru ini sangat bagus namun belum
didukung oleh data klinis ataupun ilmiah (yang jelas sumber datanya) sehingga nampak
hanya sebuah janji manis belaka. Sejauh yang sering saya ketemu di internet adalah efek
positif anion memang sudah banyak diakui seperti saya ketemu di artikel indonesia satu
ini:
http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=31
tapi mengenai cara kerja anion pada pembalut ini yang mungkin masih bisa
dipertanyakan.

2. Pernyataan dari produsen mengenai bahaya “pembalut biasa” yang menggunakan


bahan daur ulang pada bahan penyerapnya sangat mengerikan namun juga belum
didukung oleh uji klinis atau data ilmiah. Nah ini yang mungkin lebih jadi kontroversi
karena menyerang seluruh gerombolan pembalut yang sudah ada di pasaran dan dipakai
oleh seluruh wanita indonesia raya
Sampai seluruhnya diklarifikasi oleh pihak yang berwenang saya rasa yang bisa kita
lakukan adalah dengan berpikir secara logis dan jernih. Pilihan ada ditangan kita. Bisa
jadi klaim perusahaan pembalut baru ini hanya sekedar “marketing tools” atau hal itu
merupakan sesuatu yang benar…..Keep your mind open cause we don’t know what we
don’t know…

heheheh..sok arif bijaksana lagi rajin menabung banget ya gue…

Reply to this comment

Comment by Farida
2007-09-19 09:12:07

Mungkin sumber datanya sudah ada, tapi tidak dipublikasikan secara luas karena
sependek pengetahuan saya yang namanya hasil uji klinis sifatnya pun confidential, yang
akan di publish ke masyarakat akan berupa intisari dan referensinya saja. Terima kasih
D’s atas pencerahannya. Saya setuju agar tidak menghujat produk anion ini terlalu tajam,
bagaimanapun kita juga harus mendukung dan memberikan semangat serta kepercayaan
kepada pemerintah agar lebih arif dalam menerima produk dari luar (yang mana
inddonesia belum mampu memproduksinya), di sisi lain kita juga harus arif bijaksana
menyikapi produk luar yang masuk. Memang diperlukan ilmu untuk bisa mengkritisi
sesuatu.

Reply to this comment

Comment by henry
2007-09-19 09:44:21

Wach seru juga nich, tapi yang aku tahu sich anion itu berguna buat tubuh, kita harus
sama-sama rendah hati, buka diri, cari tahu,jgn saling menyalahkan. saya cuma mau
tanya satu hal, kalau kita beli sesuatu barang yang murah dan yang mahal kualitasnya
bagusan mana gitu aja terima kasih. Jujur saya sudah cek k luar negeri sama-sama merek
kok harganya lain yach. Nach itu harus balik ke diri kalian sendiri, coba tanya sekitar atau
tanya dokter apa informasi yang diberikan benar, kalau tidak benar yach jgn percaya, gitu
aja commentnya

Reply to this comment

Comment by henry
2007-09-19 12:08:31

Buat Ibu Lita dan semua orang yang memakai pembalut.


Berikut beberapa tips memilih pembalut yang tepat :
1. Berdaya serap tinggi.
Pembalut berdaya serap tinggi akan membantu pada saat haid keluar lebih banyak. Hal
ini juga mencegah pembalut menjadi bocor dan menodai pakaian.
2. Nyaman dipakai.
Pilih pembalut yang nyaman dipakai sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Tidak berbau.
Ada baiknya memilih pembalut atau panty liner yang tidak mempunyai aroma tertentu.
Wangi-wangian pada pembalut atau panty liner justru mengandung bahan kimia tertentu.
Bagi yang berkulit sensitif, hal ini justru akan membuat vagina menjadi gatal dan iritasi.
4. Pilih pembalut yang berkualitas.
Pembalut yang terbuat dari bahan berkualitas akan lebih terasa lembut dilkulit. Ini akan
mengurangi faktor iritasi jpada daerah kulit vagina. Untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan organ intim.

Apapun mereknya asal memenuhi 4 syarat diatas pasti adalah pembalut yang berkualitas.
seharusnya kita semua jangan pernah menjelek-jelekan pembalut merek apapun karena
ada banyak nasib orang yang bergantung diatas pembuatan sebuah pembalut, tapi kita
cari informasi yang sebenar-benarnya, jangan berdebat jika bukan ahlinya karena akan
menyakitkan hati satu sama lain Makasih atas sharingnya, buat Ibu Lita mariana terima
kasih atas web blognya. Terima kasih buat sharingnya

Reply to this comment

Comment by vivi
2007-09-19 13:10:43

He..he.. jadi rame yak..? Tapi seneng dapet tambah ilmu.. Mbak Mariskova, thanks ya
buat infonya.. Buat mbak Lita lagi *senyum* pa *manyun* nih..? Met puasa ya.. sing
sabar…

Reply to this comment

Comment by Farida
2007-09-19 13:46:01

Terimakasih atas pencerahan dari banyak reader ttg hal ini, isnay Allah dari jawaban2
diatas saya bisa ambil kesmpulan bahwa ion negatif bukanlah sebuah mitos.

Reply to this comment

Comment by Lita
2007-09-19 14:58:28

Dear Vivi,
Aku lagi sibuk
Nanti deh aku bahas lagi, ya. Daripada menanggapi komentar dengan gaya tidak waras
dan tidak obyektif.
As to other, TERSERAH ANDA. Saya tidak pernah melarang anda untuk beli produk ini.
Masalah klaim, harusnya anda minta pada produk yang bersangkutan untuk membuktikan
dan memberitahukan dasar ilmiahnya, BUKAN meminta pihak yang berseberangan
(saya? baiklah) untuk memberi bukti berlawanan (bahwa klaim tersebut salah).

Henry, tidak perlu memberi komentar berkali-kali di sesi yang sama.


Please behave people, you’re in my PERSONAL-though-public area.

Reply to this comment

Comment by henry
2007-09-19 16:37:01

Buat Bu Lita & semua perempuan di Indonesia mari kita dukung duta kampanye kanker
servik di Indonesia alamatnya ada disini http://www.cegahkankerserviks.org/ yang duta
kampanyenya saat ini Ibu Ira Wibowo dan Ibu Anissa Pohan (Menantu Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono). Krn jelas kanker serviks menjadi masalah yang perlu diketahui
dan diperhatikan bagi kita semua. Terima kasih

Reply to this comment

Comment by apeep
2007-09-19 17:03:38

mba lita, salam kenal…


link hoax-nya berguna sekali menangkis berbagai berita bohong yg beredar di milis2…

jazakillah….

Reply to this comment

Comment by Asri
2007-09-19 19:09:27

Weleh, kok sekarang ada ilmu baru, penyebab kanker serviks adalah pembalut??
Faktor Resiko utama pemicu kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV), yang
ditularkan melalui hubungan seksual. Untuk mencegah terkena, caranya ya dengan
berhubungan seksual secara sehat, rajin pap smear, dan vaksinasi (sekarang sudah ada,
tapi harganya masih mahal sekali). Maaf mba Lita, bukannya jualan vaksin loh.
Cuma gerah aja dengan claim si pembalut anion ini.

Oh iya, kalo di blog mba Lita ada hukum tak tertulis untuk kasih referensi ya kalo
berpendapat, hehe:
http://www.cancer.gov/cancertopics/factsheet/Risk/HPV

Reply to this comment


Comment by Yahya
2007-09-19 23:33:37

Karena sepertinya komentar2 yg terakhir2 ini leading to flaming (ditengarai bbrp komen
adalah kopi paste dari situs promosi, jd saya anggap ini flooding), jadi tidak lagi menjadi
diskusi yang sehat. Oleh karena itu sementara komen saya tutup.

PS.
Plz di catat bahwa bananaTALK tidak terkait dengan lembaga/pihak manapun, apa yg
tertulis adalah murni opini dari kami sendiri, yang tentu saja berdasarkan referensi-2 yang
bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Untuk menjaga obyektifitas kami dalam
menulis dan beropini tentang suatu masalah kami selalu menggunakan rujukan2 ilmiah
dan sebisa mungkin berdiskusi dengan sehat (dan dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah), testimoni tentu saja tidak bisa dijadikan landasan sebagai bukti ilmiah,
dikarenakan tidak signifikan secara statistik dan bukan termasuk dalam metodologi
ilmiah, hence testimoni is not accepted as a refference here.
Btw people, you might want to re-read the article, bahwa artikel diatas bukanlah sebuah
ajakan untuk menolak atau menghujat produk tertentu, tapi lebih fokus ke bagaimana
konten “iklan” dari produk tersebut.
And i hope orang2 yg selalu teriak2 meminta orang lain untuk open mind tidak malah
shutting down mind nya sendiri dengan tidak mau menerima penjelasan dari sisi lain yg
mungkin lebih baik atau lebih bisa dipertanggung jawabkan… well who knows

Peace & Have a Good Live


bananaTALK Admin
:)

Reply to this comment

Sorry, the comment form is closed at this time.

! Disclaimer
bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for,


medical advice, diagnosis or treatment.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported
License.
»
» Dapetin Uang Saku Tambahan Dari Blogging

aSide Notes

Nah, hari ini blogwalking sebentar *setelah berapa lama absen, ya?* Eh nemu blog yang
segolongan dengan Nguping Jakarta. Mungkin buat blogger yang lain udah basi, yak.
Gak papa, deh.

Saya senang hari ini ketawa-ketawa ngakak membaca Serasa Sekali. Terimakasih SS
untuk menjadi selingan di antara pekerjaan saya di siang ini Monggo mampir, temans.

(0)

Last Discussion

• Ajakan Menolak Imunisasi 97


ummu salamah, ummu Mesia, allysa, Lita, tyas, DR. Ahmad Gazasky, Lita, Khurie, Khurie, suci
[...]
• Bunda Sudah Ganteng 17
mrpall, Palembang, Nayantaka, erna, rifa, mardela salim, Domba Garut!, Nike, Aji, Imansyah™
[...]
• ASI vs. Susu Formula yang 'Tidak Etis' 81
Lita, ana, rita, ciwir, Dua Tahun Nadira « All That I Can’t Leave Behind, Footprints » Blog
Archive » Katakan Tidak pada Promosi Susu Formula, Ibunya Naomi, bundanyareza, netci, thie-
thie [...]
• Katakan Tidak Pada Promosi Susu Formula 82
Lita, tedy amron, erna, Lita, vivi, Lita, dina, toph, Lita, PUTRA [...]
• Suamiku ngga romantis 38
aleq, ipin, Leni, Satrio, erly, Ifa, bond, ari, Jim, chiw [...]
• Hello world! 1
Luthfi

sponsor
bananatalk's hosting and bandwith is generously sponsored by digitalmarkreader (DMR)

Subscribe
• Entries RSS
• Comments RSS

bananaTALK <3 codename bananaheart's 1st Proxy := the 1st Layer of Collective Virtual Cognizance ::
is just a shameless Fork&Cook from TripleK2 theme by JohnTP
RSS Entries and RSS Comments

Powered by FireStats