Anda di halaman 1dari 109

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KP 414 Tahun 2013 TANGGAL : 17 April 2013

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KP 414 Tahun 2013 TANGGAL : 17 April 2013

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENETAPAN RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONAL Nomor : KP 414 Tahun 2013 Tanggal : 17 April 2013

DAFTAR ISI
BAB 1: PENDAHULUAN .............................................................................................. 1 BAB 2: KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONAL ................................................................... 4 2.1 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.2.5 2.2.6 2.2.7 KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONAL ............................................................................ 5 STRATEGI IMPLEMENTASI ....................................................................................... 6 Pedoman Kebijakan Pelabuhan Nasional dan Strategi Bisnis yang Komprehensif ........ 6 Perencanaan Terpadu, Hierarki Pelabuhan dan Pemantauan Kinerja ........................... 6 Pengaturan Tarif ............................................................................................................ 6 Mendorong Persaingan di Sektor Pelabuhan ................................................................ 7 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Pelabuhan ................................. 7 Meningkatkan Keselamatan Kapal dan Keamanan Fasilitas Pelabuhan secara Efektif . 7 Meningkatkan Perlindungan Lingkungan Maritim secara Efektif .................................. 7

BAB 3: PROYEKSI LALU LINTAS MUATAN MELALUI PELABUHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBANGUNAN KEPELABUHANAN DI INDONESIA ..................................... 9 3.1 3.2 3.3 3.4 LATAR BELAKANG ............................................................................................... 9 PROYEKSI LALU LINTAS MUATAN MELALUI PELABUHAN BERDASARKAN SKENARIO DASAR (BASE CASE) ........................................................................................................... 10 PROYEKSI LALU LINTAS BERBASIS SKENARIO ALTERNATIF ................................................. 14 IMPLIKASI TERHADAP PEMBANGUNAN SEKTOR PELABUHAN .............................................. 16

BAB 4: HIERARKI, LOKASI DAN RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN.17 4.1 4.2 4.3 4.3.1 4.3.2 4.3.3 4.3.4
KRITERIA HIERARKI PELABUHAN .............................................................................. 17

KEBUTUHAN INVESTASI PELABUHAN ........................................................................ 19 PEMBIAYAAN PELABUHAN DAN KERANGKA DUKUNGAN DAN PENJAMINAN PEMERINTAH ......... 22 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan.................................................................................. 22 Potensi Sumber Pembiayaan Investasi Sektor Pemerintah ......................................... 22 Kerangka Dukungan dan Penjaminan Pemerintah ...................................................... 23 Strategi Pelaksanaan untuk Partisipasi Swasta dalam Investasi di Pelabuhan ............ 26

BAB 5: RENCANA AKSI DI BIDANG PENGATURAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN29 5.1 5.2 5.3 5.4 PERATURAN PELAKSANAAN YANG DIAMANATKAN UNDANG-UNDANG PELAYARAN .................... 29 PERATURAN PELAKSANAAN YANG DIAMANATKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KEPELABUHANAN (PP NO. 61/2009)...................................................................... 29 RENCANA AKSI PELAKSANAAN KEBIJAKAN.................................................................. 29 INISIATIF JANGKA PENDEK UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN KEBIJAKAN................................ 29

SUB LAMPIRAN A: LOKASI DAN RENCANA LOKASI PELABUHAN/TERMINAL ....................... 36 SUB LAMPIRAN B: ARUS PERDAGANGAN UTAMA PADA TAHUN 2009 ............................... 74

SUB LAMPIRAN C: PELABUHAN STRATEGIS DALAM KORIDOR EKONOMI ........................... 78 SUB LAMPIRAN D: PARAMETER PERENCANAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN BERDASARKAN KORIDOR EKONOMI .................................................... 81

SUB LAMPIRAN E: RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN ........................................... 88

ii

BAB 1: PENDAHULUAN
Sebagai negara kepulauan yang pertumbuhan ekonominya sangat tergantung kepada transportasi laut, beroperasinya pelabuhan secara efisien di Indonesia merupakan prioritas utama. Selain untukmemberdayakan industri angkutan laut nasional, UndangUndang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran lebih lanjut mengamanatkan prioritas dalam hal peningkatan efisiensi dan kesinambungan pembangunan pelabuhan, keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim. Arah kebijakan di bidang kepelabuhanan menekankan pada penataan penyelenggaraan pelabuhan, reformasi kelembagaan, peningkatan persaingan, penghapusan monopoli dalam penyelenggaraan pelabuhan, pemisahan antara fungsi regulator dan operator, pembagian peran pemerintah daerah dan swasta secara proporsional dalam penyelenggaraan dan perencanaan pengembangan pelabuhan, serta penyiapan sumber daya manusia yang profesional untuk memenuhi kebutuhan sektor pemerintah maupun swasta. Pendekatan multi-dimensi yang diamanatkan oleh Undang-Undang diharapkan dapat mendukung dan sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia, barang dan jasa, membantu terciptanya konektivitas dan pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Visi pembangunan di bidang kepelabuhanan ditetapkan sebagai berikut: Sistem kepelabuhanan yang efisien, kompetitif dan responsif yang mendukung perdagangan internasional dan domestik serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaranjuga mengamanatkan bahwa Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) disusun sebagai kerangka kebijakan untuk memfasilitasi tercapainya visi tersebut. RIPN akan menjadi acuan bagi pembangunan bidang kepelabuhanan di Indonesia. Di dalam RIPN juga terdapat prediksi lalu-lintas pelabuhan, kebutuhan pengembangan fisik pelabuhan, kebutuhan investasi dan strategi pendanaan, program modernisasi pelabuhan dan integrasinya dengan pembangunan ekonomi dalam kerangka sistem transportasi nasional. RIPN disusun dengan mengintegrasikan rencana lintas sektor, mencakup keterkaitan antara sistem transportasi nasional dan rencana pengembangan koridor ekonomi serta sistem logistik nasional, rencana investasi dan implementasi kebijakan, peran serta pemerintah dan swasta, serta pembagian wewenang pemerintah pusat dan daerah. Integrasi tersebut menjadi landasan utama untuk perencanaan dan investasi jangka panjang dimana bentuknya tidak hanya berupa pembangunan fisik namun juga menyangkut peningkatan efisiensi dan upaya memaksimalkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan yang ada serta berbagai langkah terkait dengan aspek pengaturan, kelembagaan, dan operasional pelabuhan.

Gambar 1-1 Kedudukan RIPN dalam Kerangka Kerja MP3EI

Gambar 1-2 Kerangka Kerja RIPN

BAB 2: KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONAL


Kebijakan pelabuhan nasional merupakan bagian dalam proses integrasi multimoda dan lintas sektoral. Peran pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasinasional dan strategi pembangunan ekonomi. Oleh karena itu kebijakan tersebut lebih menekankan pada perencanaan jangka panjang dalam kemitraan antar lembaga pemerintah dan antar sektor publik dan swasta. Munculnya rantai pasok global (supply chain management) sebagai model bisnis yang diunggulkan, merupakan faktor kunci dalam perubahan ekonomi global. Perkembangan teknologi informasi komunikasi dan transportasimempengaruhi strategi bisnis yangterintegrasi antara produksi, pemasaran, transportasi, distribusi dan klaster industri dalam koridor ekonomi. Kelancaran, keamanan dan ketepatan waktu, dalam sistem multi moda transportasi yang efisien merupakan kunci keberhasilan bisnis yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia.Oleh karena itu, diperlukan keterpaduan multimoda transportasi dan sistem logistik nasional dalam penetapan kebijakan dan pembangunan infrastruktur fisik. Infrastruktur transportasi merupakan faktor dominan yang berkaitan dengan kebijakan publik, peraturan, dan sistem operasi. Peran investasi swasta sangat penting, dimana komitmen kebijakan pemerintah perlu menciptakan iklim yang kondusif sekaligus melindungi kepentingan publik. Dalam sistem transportasi nasional yang efesien dan efektif, kebijakan maritim masa depan di Indonesia mempunyai potensi dan peluang yang besar. Dengan berbagai kebijakan akan diadakan perubahan secara berkesinambungan sesuai dengan prioritas dan perkembangan lingkungan strategis dan internasional (continuous improvement process). Untuk itu masukan dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan. Kebijakan pelabuhan nasional akan merefleksikan perkembangan sektor kepelabuhanan menjadi industri jasa kepelabuhanan kelas dunia yang kompetitif dan sistem operasi pelabuhan sesuai dengan standar internasional baik dalam bidang keselamatan pelayaran maupun perlindungan lingkungan maritim. Tujuannya adalah untuk memastikan sektor pelabuhan dapat meningkatkan daya saing, mendukung perdagangan,terintegrasi dengan sistem multi-moda transportasi dansistem logistik nasional.Kerangka hukum dan peraturan akan diarahkan dalam upaya menjamin kepastian usaha, mutu pelayanan yang lancar dan cepat, kapasitas mencukupi, tertib, selamat, aman, tepat waktu,tarif terjangkau, kompetitif, aksesibilitas tinggi dan tata kelolayang baik. Kebijakan tersebut akan terus dibangun dan dikembangkan berdasarkan konsensus dan komitmen dari para pemangku kepentingan.

2.1

KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONAL

Kebijakan pelabuhan nasional diarahkan dalam upaya: Mendorong Investasi Swasta Untuk mendukung rencana MP3EI, partisipasi sektor swasta merupakan kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan Indonesia, karena kemampuan finansial sektor publik terbatas. Mendorong Persaingan Mewujudkan iklim persaingan yang sehat dalam kegiatan usaha kepelabuhanan yang diharapkan dapat menghasilkan jasa kepelabuhanan yang efektif dan efisien. Pemberdayaan Peran Penyelenggara Pelabuhan Upaya perwujudan peran Penyelenggara Pelabuhan sebagai pemegang hak pengelolaan lahan daratan dan perairan (landlord port authority) dapat dilaksanakan secara bertahap. Upaya tersebut mencerminkan penyelenggara pelabuhan yang lebih fleksibel dan otonom. Terwujudnya Integrasi Perencanaan Perencanaan pelabuhan harus mampu mengantisipasi dinamika pertumbuhan kegiatan ekonomi dan terintegrasi kedalam penyusunan rencana induk pelabuhan khususnya dikaitkan dengan MP3EI/koridor ekonomi, sistem transportasi nasional, sistem logistik nasional, rencana tata ruang wilayah serta keterlibatan masyarakat setempat. Menciptakan kerangka kerja hukum dan peraturan yang tepat dan fleksibel Peraturan pelaksanaan yang menunjang implementasi yang lebih operasional akan dikeluarkan untuk meningkatkan keterpaduan perencanaan, mengatur prosedur penetapan tarif jasa kepelabuhanan yang lebih efisien, dan mengatasi kemungkinan kegagalan pasar. Mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman dan terjamin Sektor pelabuhan harus memiliki tingkat keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan yang baik serta mempunyai aset dan sumber daya manusia yang andal. Keandalan teknis minimal diperlukan untuk memenuhi standar keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan yang berlaku di seluruh pelabuhan. Secara bertahap diperlukan penambahan kapasitas untuk memenuhi standar yang sesuai dengan ketentuan internasional. Meningkatkan perlindungan lingkungan maritim Pengembangan pelabuhan akan memperluas penggunaan wilayah perairan yang akan meningkatkan dampak terhadap lingkungan maritim. Penyelenggara Pelabuhan harus lebih cermat dalam mitigasi lingkungan, guna memperkecil kemungkinan dampak pencemaran lingkungan maritim. Mekanisme pengawasan yang efektif akan diterapkan melalui kerja sama dengan instansi terkait, termasuk program tanggap darurat.

Mengembangkan sumber daya manusia Pengembangan sumber daya manusia diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dalam upaya meningkatkan produktivitas dan tingkat efisiensi, termasuk memperhatikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan. Lembaga pelatihan, kejuruan dan perguruan tinggi akan dilibatkan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja sektor pelabuhan, untuk memenuhi standar internasional.

2.2

STRATEGI IMPLEMENTASI

2.2.1 Pedoman Kebijakan Pelabuhan Nasional dan Strategi Bisnis yang Komprehensif Pelaksanaan Kebijakan Pelabuhan Nasional akan diawasi secara efektif dan dipublikasikan secara berkala kepada para pemangku kepentingan. 2.2.2 Perencanaan Terpadu, Hierarki Pelabuhan dan Pemantauan Kinerja Perencanaan pengembangan pelabuhan dalam kerangka sistem transportasi nasional akan dikoordinasikan dengan perencanaan sektoral masing-masingmoda transportasi, instansi terkait lainnya dan Penyelenggara Pelabuhan. Pedoman tentang perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan akan diterbitkan. Badan usaha pelabuhan diminta untuk memberikan informasi yang relevan kepada Penyelenggara Pelabuhan untuk disinkronisasikan dengan rencana induk masing-masing pelabuhan. Status pelabuhan akan di-review secara berkala untuk menentukan kemungkinan terjadinya perubahan hierarki pelabuhan dan implikasinya terhadap revisi Rencana Induk Pelabuhan Nasional dan rencana induk masing-masing pelabuhan. Sistem indikator kinerja akan diterapkan untuk tujuan perencanaan dan pemantauan serta hasil pencapaian kinerja pelabuhan akan dipublikasikan secara berkala.

2.2.3 Pengaturan Tarif Pengaturan penetapan tarif harus mudah diterapkan dalam arti setiap jasa kepelabuhanan dikenakan tarif sesuai dengan jasa yang disediakan. Tarif yang diusulkan Badan Usaha Pelabuhan dapat ditolak apabila tidak wajar dibandingkan dengan biaya penyediaan jasa atau infrastruktur.. Review tarif dilakukan tanpa mengurangi kebebasan badan usaha pelabuhan untuk menegosiasikan perjanjian kerjasama usaha dengan mitra bisnisnya. Pedoman tentang prosedur pemantauan dan review tarif akan dikeluarkan untuk mempermudah penerapan tarif agar tidak menimbulkan beban yang tidak wajar kepada Badan Usaha Pelabuhan, Penyelenggara Pelabuhan maupun para Pengguna Jasa. Pedoman tersebut juga akan memberikan penjelasan tentang penerapan tarif atau perjanjian jasa pelayanan pelabuhan yang dianggap anti-kompetitif.

2.2.4 Mendorong Persaingan di Sektor Pelabuhan Persaingan di sektor pelabuhan akan terus didorong, baik terhadap fasilitas yang sudah ada maupun melalui pengembangan pelabuhan baru atau perluasan pelabuhan yang sudah ada. Pedoman tentang prosedur penyampaian keberatan dan penyelesaian sengketa akan dikeluarkan untuk mengatasi perilaku anti-kompetitif.

2.2.5 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Pelabuhan Dalam upaya meningkatkan keterampilan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan pendidikan di sektor pelabuhan akan dilakukan bersama-sama dengan Badan Usaha Pelabuhan, Penyelenggara Pelabuhan, koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat dan pusat pelatihan yang ada. Kebutuhan dan strategi pengembangan pendidikan dan pelatihan akan direvisi secara berkala untuk disesuaikan dengan tuntutan permintaan. Nota kesepahaman akan dibuat dengan pusat pelatihan, lembaga kejuruan, dan perguruan tinggi untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor pelabuhan dan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja serta memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan. Peningkatan kesejahteraan dan insentif yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperbaiki praktek jam kerja efektif, jumlah tenaga kerja riil, memperluas program pelatihan dan mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan persaingan di pelabuhan. Keikutsertaan tenaga kerja di sektor pelabuhan akan didorong melalui program pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh lembaga pelatihan, sekolah kejuruan dan perguruan tinggi.

2.2.6 Meningkatkan Keselamatan Kapal dan Keamanan Fasilitas Pelabuhan secara Efektif Penerapan peraturan tentang keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan akan dilaksanakan secara konsekuen dalam rangka memberikan kewenangan yang lebih efektif kepada Syahbandar berdasarkan pedoman dan standar internasional (International Ship and Port facility Security Code). 2.2.7 Meningkatkan Perlindungan Lingkungan Maritim secara Efektif Dalam rangka menjamin perlindungan lingkungan maritim yang efektif di pelabuhan, pedoman tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim di pelabuhan akan lebih dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dan dilaksanakan oleh Penyelenggara Pelabuhan yang mengatur: o Pencegahan pencemaran lingkungan maritim di pelabuhan; o Kerangka kerja sistem manajemen lingkungan maritim; dan o Pengawasan internal dan audit independen yang dilakukan secara berkala.

Peran Syahbandar untuk mengelola dan melakukan penanggulangan pencemaran maritim di pelabuhan akan lebih ditingkatkan.

Sistem manajemen lingkungan maritim akan diterapkan melalui kemitraan dengan pemangku kepentingan di bidang pelayaran untuk memastikan sistem tanggap darurat berfungsi di sektor pelabuhan.

BAB 3: PROYEKSI LALU LINTAS MUATAN MELALUI PELABUHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBANGUNAN KEPELABUHANAN DI INDONESIA
3.1 LATAR BELAKANG Peran pelabuhan di Indonesia sebagai negara maritim sangat dominan dalam pembangunan nasional. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pelabuhan untuk menunjang perdagangan internasional dan domestik secara nasional pada skala sangat besar. Pada tahun 2009, pelabuhan Indonesia menangani 968,4 juta ton muatan yang terdiri atas 560,4 juta ton muatan curah kering (hampir tiga perempatnya adalah batubara), 176,1 juta ton muatan curah cair (86 persennya adalah minyak bumi atau produk minyak bumi dan minyak kelapa sawit), 143,7 juta ton general cargo dan 88,2 muatan peti kemas (terlihat pada Tabel 3-1, dan Gambar 3-1 dan 3-2). Perdagangan luar negeri tercatat sebesar 543,4 juta ton atau 56 % dari total volume muatan yang ditangani melalui pelabuhan Indonesia pada tahun 2009. Muatan ekspor sebesar 442,5 juta ton atau lebih dari 80 % perdagangan luar negeri, sementara impor sebanyak 101,0 juta ton atau 20 % perdagangan luar negeri. Muatan ekspor lebih tinggi karena angkutan batubara jumlahnya sangat besar yaitu 278,6 juta ton pada tahun 2009. Tabel 3-1 juga menunjukkan pertumbuhan lalu-lintas barang melalui pelabuhan Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1999 sampai dengan 2009 yang meningkat rata-rata 11,0 %. Namun demikian, penyebaran pertumbuhannya sangatlah beragam, sebagai contoh, lalu lintas curah kering meningkat lebih dari lima kali lipat dari 95,2 juta ton pada tahun 1999 menjadi 560,4 juta ton pada tahun 2009. Muatan peti kemas juga meningkat rata-rata 12,3 %, yaitu dari 27,7 juta ton pada tahun 1999 menjadi 88,2 juta ton pada tahun 2009 (lihat juga Gambar 3-3). General cargo meningkat rata-rata 7,3 %, sementara komoditas curah cair memiliki pertumbuhan yang lebih rendah, yaitu 1,7% selama perioda ini. Secara total, lalu-lintas barang melalui pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menurut kelompok jenis muatan utama diperlihatkan pada Tabel 3-2 serta secara grafis pada Gambar 3-1 sampai 3-3. Sedangkan lalu-lintas antar pelabuhan (arus perdagangan) menurut jenis komoditasnya ditunjukkan pada Sub LampiranB. Pertumbuhan perdagangan masa depan di Indonesia akan banyak dipengaruhi oleh tingkat implementasi kebijakan pemerintah untuk melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, yang tertuang dalam Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (MP3EI). Dengan pusat pertumbuhan dan koridor ekonomi yang telah ditetapkan (Gambar 3-4) beserta sistem transportasi nasional yang akan menjamin konektivitas, MP3EI mengarahkan untuk terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Melalui implementasi MP3EI, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara maju pada tahun 2025, yang berarti pertumbuhan ekonomi riil antara 6,4 7,5% diharapkan bisa tercapai pada

periode 2011 2014. Selain itu, tingkat inflasi juga diperkirakan turun dari 6,5% pada kurun waktu 2011 2014 menjadi 3,0% pada tahun 2025. Peranan Pelabuhan menjadi sangat penting bagi terwujudnya tujuan MP3EI. Disisi lain, bila MP3EI dapat diimplementasikan dengan baik, maka implikasinya adalah pertumbuhan lalu-lintas barang melalui pelabuhan menjadi lebih tinggi. Pelabuhan strategis di masing-masing koridor ekonomi disajikan dalam Sub Lampiran C.

3.2

PROYEKSI LALU LINTAS MUATAN MELALUI PELABUHAN BERDASARKAN SKENARIO DASAR (BASE CASE)

Tabel 3-3 menyajikan proyeksi total muatan yang akan ditangani pelabuhan di Indonesia berdasarkan jenis muatan dan komoditas dari tahun 2009 sampai dengan 2030. Total lalu-lintas muatan melalui pelabuhan diperkirakan meningkat dari 1,0 milyar ton pada tahun 2009 menjadi 1,3 milyar ton pada tahun 2015 dan menjadi 1,5 milyar ton pada tahun 2020. Angka pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 4,5 % dari tahun 2009 sampai dengan 2015 dan 3,7 % dari tahun 2015 sampai dengan 2020.

10

Tabel 3-1 Lalu Lintas Barang Melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangan dan Jenis Muatan, pada Tahun 1999 dan 2009 (dalam ribu ton)

Tabel 3-2 2 Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangan dan Jenis Muatan dan Komoditas Utama, pada Tahun 2009 (dalam ribu ton)

Gambar 3-1 1 Bongkar Muat Barang melalui Pelabuhan di Indonesia berdasarkan Arus Perdagangan Tahun 2009 (dalam ribu ton)

12

Gambar 3-2 2 Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Indonesia berdasarkan Jenis Muatan pada Tahun 2009 menurut Klaster Pelabuhan (dalam ribu ton)

Gambar 3-3 3 Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia, Periode Tahun 1990-2009 1990

Gambar 3-4 3 Koridor Ekonomi dalam MP3EI

Tabel 3-3 Prakiraan (Base Case) Arus Barang di Pelabuhan-Pelabuhan Pelabuhan Indonesia, Indonesia 2009-2030 (dalam ribu ton)

Jenis Muatan General Cargo Peti Kemas Curah Kering Semen Batubara Biji Besi Pupuk Biji-bijian Curah Kering Lain Curah Cair Minyak Bumi & Produk CPO Curah Cair Lain Total

Internasional

2009 Jenis Perdagangan Domestik 32,840 110,859 61,000 27,223 312,852 255,914 144 14,941 279,303 139,349 10,531 91 5,162 30,665 3,832 2,343 13,879 60,124 136,723 39,349 91,110 385 22,438 38,485 23,175 479 543,415 433,346 -

Total 143,699 88,222 568,766 15,085 418,652 10,623 35,828 6,175 74,003 176,072 91,495 60,923 23,654 976,761 -

Internasional

2015 Jenis Perdagangan Domestik 39,213 148,562 106,894 65,626 328,918 342,135 6,700 21,925 279,303 203,330 13,714 400 7,323 39,934 4,316 2,639 17,562 73,907 178,042 52,718 118,649 501 30,069 51,574 29,323 642 653,066 609,040 3.0 9.8 0.8 89.7 4.5 6.0 2.0 4.0 4.5 5.0 4.0 3.1 5.0 15.8 5.0 6.6 6.5 27.9 4.5 2.0 3.5 4.5 5.0 5.0 5.8

Total 187,775 172,519 671,053 28,625 482,633 14,114 47,257 6,954 91,469 230,759 119,151 81,643 29,965 1,262,106 4.6 11.8 2.8 11.3 2.4 4.9 4.7 2.0 3.6 4.5 5.0 4.0 4.4

Internasional

2020 Jenis Perdagangan Domestik 43,294 180,748 157,271 100,020 310,318 438,906 8,757 28,655 250,000 272,101 16,686 1,000 9,346 48,586 4,672 2,885 20,858 85,679 216,653 65,700 144,355 610 37,471 64,271 34,827 819 727,537 785,374 2.0 8.0 (1.2) 5.5 (2.2) 4.0 5.0 1.6 3.5 4.0 4.5 3.5 2.2 4.0 8.8 5.1 5.5 6.0 20.1 4.0 1.8 3.0 4.0 4.5 5.0 5.2

Total 224,043 257,291 749,224 37,411 522,101 17,686 57,932 7,557 106,537 282,353 144,965 101,742 35,646 1,512,911 3.6 8.3 2.2 5.5 1.6 4.6 4.2 1.7 3.1 4.0 4.5 3.5 3.7

Internasional

2030 Jenis Perdagangan Domestik 50,245 242,911 294,234 183,446 284,436 675,731 14,264 48,947 200,000 443,224 23,537 2,000 14,514 68,536 5,422 3,348 26,700 109,676 315,952 97,252 213,681 903 55,467 95,136 46,805 1,213 944,867 1,199,340 1.5 6.5 (0.9) 5.0 (2.2) 3.5 4.5 1.5 2.5 4.0 4.0 3.0 2.6 3.0 6.3 4.4 5.5 5.0 7.2 3.5 1.5 2.5 4.0 4.0 4.0 4.3

Total 293,155 477,680 960,167 63,210 643,224 25,537 83,050 8,770 136,376 413,204 214,584 150,603 48,017 2,144,207 2.7 6.4 2.5 5.4 2.1 3.7 3.7 1.5 2.5 4.0 4.0 3.0 3.5

Rata-rata Pertumbuhan Tahunan (%) General Cargo Container Dry Bulk Cement Coal Iron Ore Fertilizer Grain Other Dry Bulk Liquid Bulk Petroleum & Products CPO Other Liquid Bulk Total -

3.3

PROYEKSI LALU LINTAS BERBASIS SKENARIO ALTERNATIF

Sebagaimana terlihat pada Gambar 3-5, pada Skenario Pertumbuhan Tinggi, total lalu lintas peti kemas Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 57 juta TEUs,sementara TEU pada Skenario Pertumbuhan Dasar akan mencapai 48 juta TEUs,sedangkan sedangkan pada Skenario Pertumbuhan Rendah 42 juta TEUs. Gambar 3-6 menyajikan secara jelas proyeksi untuk total berdasarkan jenis muatan untuk ketiga skenario.

14

Gambar 3-5 Proyeksi Total Lalu Lintas Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia menurut Skenario Pertumbuhan Periode Tahun 2015-2030 (dalam ribu TEU) Pertumbuhan,

Gambar 3-6 Proyeksi Total Lalu Lintas Muatan di Pelabuhan Indonesia berdasarkan Jenis Muatan Menurut Skenario kenario Pertumbuhan, Pertumbuhan Periode Tahun 2015-2030 2030 (dalam ribu ton)

2015

2020

2030

Gambar 3-6 6 menyajikan proyeksi total lalu lintas muatan di Indonesia berdasarkan jenis muatan untuk ketiga skenario tersebut. Total lalu lintas muatan diprakirakan mencapai 2,7 milyar ton pada tahun 2030,mencapai 2030 2,1 milyar ton pada Skenario Pertumbuhan Dasar dan 1,8 milyar ton pada Skenario Pertumbuhan Rendah.

3.4

IMPLIKASI TERHADAP PEMBANGUNAN SEKTOR PELABUHAN

Hasil proyeksi lalu-lintas muatan melalui pelabuhan di Indonesia mempunyai implikasi yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan sistem pelabuhan nasional, yaitu diantaranya: Pada tahun 2020 lalu lintas peti kemas Indonesia akan meningkat lebih dari dua kali lipat volume tahun 2009 dan akan kembali meningkat dua kali lipat pada tahun 2030; Pengembangan terminal peti kemas sangat diperlukan di berbagai lokasi pelabuhan; Peningkatan volume peti kemas juga akan menimbulkan kebutuhan pengembangan pelabuhan peti kemas sebagai pelabuhan hub baru, baik di bagian barat maupun di timur Indonesia, seperti Kuala Tanjung dan Bitung sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Namun kajian yang lebih spesifik diperlukan untuk pengembangan pelabuhan hub tersebut. Pertumbuhan lalu lintas curah kering dan cair yang lebih rendah menunjukkan bahwa total tonase muatan hanya akan meningkat sampai dengan 50% pada tahun 2020 dan 50% lagi pada tahun 2030.

16

BAB 4: HIERARKI, LOKASI DAN RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN


Penyusunan rencana kebutuhan pengembangan pelabuhan didasarkan pada pendekatan penilaian kapasitas pelabuhan dan memperhatikan skema pembangunan untuk masing-masing pelabuhan. Selain kebijakan pemerintah, juga telah diperhatikan program pembangunan pelabuhan strategis di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang menjadi dasar utama bagi pengembangan pelabuhan meliputi (a) prioritas pengembangan konektivitas dan prasarana pelabuhan untuk mendukung program koridor perekonomian Indonesia tahun 2025, (b) Cetak Biru Transportasi Multimoda/Antarmoda untuk mendukung Sistem Logistik Nasional, dan (c) Rencana Strategis Sektor Perhubungan. Sub Lampiran D memberikan rangkuman parameter perencanaan dan strategi pengembangan pelabuhan pada enam koridor pembangunan ekonomi sampai dengan 2030.Rangkuman tersebut memuat proyeksi lalu-lintas muatan melalui pelabuhan berdasarkan jenis kargo, disain kapal dan target produktivitas, strategi investasi, dan kegiatan bisnis utama pelabuhan. Sub Lampiran E memuat daftar rencana pengembangan pelabuhan (termasuk pengembangan kapasitas dan kebutuhan investasi) sampai dengan tahun 2030 berdasarkan wilayah, lokasi, dan fasilitas pelabuhan. 4.1 KRITERIA HIERARKI PELABUHAN

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, pelabuhan laut di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan hierarki yang terdiri atas: a. b. c. Pelabuhan Utama (yang berfungsi sebagai Pelabuhan Internasional dan Pelabuhan Hub Internasional); Pelabuhan Pengumpul; dan Pelabuhan Pengumpan, yang terdiri atas: 1) Pelabuhan Pengumpan Regional; 2) Pelabuhan Pengumpan Lokal. Hierarki pelabuhansebagaimana dimaksud ditetapkan dengan memperhatikan kriteria teknis sebagai berikut: 1. Pelabuhan Utama: a. kedekatan secara geografis dengan tujuan pasar internasional; b. berada dekat dengan jalur pelayaran internasional 500 mil dan jalur pelayaran nasional 50 mil;

c. memiliki jarak dengan pelabuhan utama lainnya minimal 200 mil; d. memiliki luas daratan dan perairan tertentu serta terlindung dari gelombang e. kedalaman kolam pelabuhan minimal 9 m-LWS; f. berperan sebagai tempat alih muat peti kemas/curah/general cargo/penumpang internasional; g. melayani Angkutan petikemas sekitar 300.000 TEUs/tahun atau angkutan lain yang setara; h. memiliki dermaga peti kemas/curah/general cargo minimal 1 (satu) tambatan, peralatan bongkar muat petikemas/curah/general cargo serta lapangan penumpukan/gudang penyimpanan yang memadai. i. berperan sebagai pusat distribusi peti kemas/curah/general cargo/penumpang di tingkat nasional dan pelayanan angkutan peti kemas internasional; 2. Pelabuhan Pengumpul: a. kebijakan Pemerintah yang meliputi pemerataan pembangunan nasional dan meningkatkan pertumbuhan wilayah; b. memiliki jarak dengan pelabuhan pengumpul lainnya setidaknya 50 mil; c. berada dekat dengan jalur pelayaran nasional 50 mil; d. memiliki luas daratan dan perairan tertentu serta terlindung dari gelombang; e. berdekatan dengan pusat pertumbuhan wilayah ibukota provinsi dan kawasan pertumbuhan nasional; f. kedalaman minimal pelabuhan 7 m-LWS; g. memiliki dermaga multipurpose minimal 1 tambatan dan peralatan bongkar muat; h. berperan sebagai pengumpul cargo/penumpang nasional; angkutan peti kemas/curah/general

i. berperan sebagai tempat alih muat penumpang dan barang umum nasional; 3. Pelabuhan Pengumpan Regional: a. berpedoman pada tata ruang wilayah provinsi dan pemerataan pembangunan antarprovinsi; b. berpedoman pada tata ruang wilayah kabupaten/kota serta pemerataan dan peningkatan pembangunan kabupaten/kota; c. berada di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi wilayah provinsi; d. berperan sebagai pengumpan terhadap Pelabuhan Pengumpul dan Pelabuhan Utama; e. berperan sebagai tempat alih muat penumpang dan barang dari/ke Pelabuhan Pengumpul dan/atau Pelabuhan Pengumpan lainnya; f. berperan melayani angkutan laut antar kabupaten/kota dalam propinsi;

18

g. memiliki luas daratan dan perairan tertentu serta terlindung dari gelombang; h. melayani penumpang dan barang antar kabupaten/kota dan/atau antar kecamatan dalam 1 (satu) provinsi; i. berada dekat dengan jalur pelayaran antar pulau 25 mil; j. kedalaman maksimal pelabuhan 7 m-LWS; k. memiliki dermaga dengan panjang maksimal 120 m; l. memiliki jarak dengan Pelabuhan Pengumpan Regional lainnya 20 50 mil. 4. Pelabuhan Pengumpan Lokal: a. Berpedoman pada tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pemerataanserta peningkatan pembangunan kabupaten/kota; b. Berada di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota; c. Memiliki luas daratan dan perairan tertentu dan terlindung dari gelombang; d. Melayani penumpang dan barang antar kabupaten/kota dan/atau antar kecamatan dalam 1 (satu) kabupaten/kota; e. berperan sebagai pengumpan terhadap Pelabuhan Pengumpul, dan/atau Pelabuhan Pengumpan Regional; Utama, Pelabuhan

f. berperan sebagai tempat pelayanan penumpang di daerah terpencil, terisolasi, perbatasan, daerah terbatas yang hanya didukung oleh moda transportasi laut; g. berperan sebagai tempat pelayanan moda transportasi laut untuk mendukung kehidupan masyarakat dan berfungsi sebagai tempat multifungsi selain sebagai terminal untuk penumpang juga untuk melayani bongkar muat kebutuhan hidup masyarakat disekitarnya; h. berada pada lokasi yang tidak dilalui jalur transportasi laut reguler kecuali keperintisan; i. kedalaman maksimal pelabuhan 4 m-LWS; m. memiliki fasilitas tambat atau dermaga dengan panjang maksimal 70 m; j. memiliki jarak dengan Pelabuhan Pengumpan Lokal lainnya 5 20 mil.

4.2

KEBUTUHAN INVESTASI PELABUHAN

Table 4-1 menunjukkan rincian dari total kebutuhan investasi pelabuhan di Indonesia sampai dengan 2030 berdasarkan koridor pembangunan ekonomi dan jenis fasilitas pelabuhan. Total investasi sebesar US$ 47,064 milyar terdiri dari US$ 12,212 milyar (tahun 2011-2015), US$ 12,389 milyar (tahun 2016-2020) dan US$ 22,464 milyar (tahun 2021-2030). Gambar 4-1 menunjukkan distribusi kebutuhan investasi sektor pelabuhan berdasarkan koridor ekonomi dan tahapan pengembangan, sedangkan Gambar 4-2 memperlihatkan distribusi kebutuhan investasi pelabuhan menurut koridor ekonomi dan jenis terminal/fasilitas pelabuhan.Sub Lampiran E memberikan rincian kebutuhan

investasi pelabuhan sampai dengan tahun 2030 berdasarkan koridor ekonomi dan jenis terminal/fasilitas pelabuhan. Secara ringkas, Tabel 4-2 menunjukkan indikasi kebutuhan jumlah pendanaan dari sektor pemerintah dan swasta selama periode tahun 2011-2030.

Tabel 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Jenis Terminal/Fasilitas Pelabuhan untuk Tahapan Tahun 2011-2030 and Total Tahun 2011-2030 (dalam juta US$, tahun 2011)
Perode dan Koridor Ekonomi 2011-2015 Sumatra Java Bali-Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Papua- Kepulauan Total 2016-2020 Sumatra Java Bali-Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Papua- Kepulauan Total 2021-2030 Sumatra Java Bali-Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Papua- Kepulauan Total 2011-2030 Sumatra Java Bali-Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Papua- Kepulauan Total Terminal Minyak Batu Bumi Bara 289 339 20 89 50 34 821 344 508 20 89 95 48 1,103 762 827 40 178 137 97 2,041 1,395 1,674 80 356 282 179 3,965 387 60 366 813 299 60 346 705 597 120 693 1,410 1,283 240 1,405 2,927 CDC /Multi Moda 25 130 75 230 250 250 340 340 25 720 75 820 Pesiar/ Lahan/ Pariwisa Infra. ta Dasar 17 100 47 20 21 205 20 110 439 30 40 639 30 130 390 29 60 639 67 340 876 79 121 1,482 613 2,342 190 30 94 258 3,528 222 150 61 61 121 364 980 150 121 121 243 729 1,365 835 2,642 373 213 459 1,351 5,872

Peti Kemas 455 2,095 7 186 121 183 3,046 2,192 2,297 30 120 141 123 4,902 4,329 4,164 60 338 216 245 9,352 6,975 8,556 97 644 477 550 17,299

CPO 388 138 9 535 467 138 9 614 903 8 275 25 10 1,221 1,758 8 550 43 10 2,369

Curah Terminal Lainnya lainnya 63 86 41 430 166 122 906 167 35 35 35 106 106 484 202 115 70 70 211 211 882 432 236 146 535 483 439 2,273 31 354 121 195 355 1,070 2,127 44 120 243 243 606 1,458 2,714 88 150 486 486 1,092 2,915 5,217 163 624 850 924 2,053 5,443 10,058

Total

2,267 5,506 426 1,454 870 1,688 12,212 3,755 3,530 828 1,061 1,077 2,138 12,390 6,911 6,005 1,168 2,190 1,923 4,267 22,465 12,934 15,041 2,422 4,705 3,871 8,093 47,066

Catatan: *) Terminal lainnya: Terminal konvensional (muatan umum), terminal mobil, terminal serbaguna dan terminal penumpang

20

Gambar 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Tahapan Pengembangan (dalam juta US$)

Gambar 4-2 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Jenis Terminal/Fasilitas Pelabuhan (dalam juta US$)

Tabel 4-2 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan oleh Pemerintah dan Pihak Swasta untuk Pengembangan Fasilitas Pelabuhan, 2011-2030

Catatan: 1. Pembiayaan dari sektor keuangan pemerintah/swasta untuk tanah, infrastruktur dasar dan non-komersial terminal, rehabilitasi/pengembangan pelabuhanpelabuhan kecil baru. Sedangkan pembiayaan sektor swasta murni adalah untuk pembangunan terminal di pelabuhan-pelabuhan komersial; 2. Diperkirakan bahwa untuk periode 2011-2015 dari total kebutuhan pembiayaan sebesar US$, 12.212 juta porsi BUMN mencapai US$3.521 juta. 4.3 PEMBIAYAAN PELABUHAN DAN KERANGKA DUKUNGAN DAN PENJAMINAN PEMERINTAH

4.3.1 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan Sampai dengan tahun 2030 Indonesia harus menyediakan anggaran sebesar US$ 45-50 milyar untuk pembiayaan pembangunan dan pengembangan kapasitas pelabuhan.Diperkirakan sekitar 68% dari seluruh total investasi pengembangan pelabuhan baru di Indonesia memerlukan pendanaan dari pihak swasta, terutama berdasarkan skema kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) melalui pemberian konsesi untuk jangka panjang, terutama untuk pelabuhan komersial seperti terminal peti kemas, terminal curah, dan fasilitas pelabuhan komersial lainnya. Sisanya sekitar 32% diperlukan untuk penyediaan lahan, prasarana umum pelabuhan seperti pendalaman alur pelayaran dan penahan gelombang (breakwater), penyediaan terminal pelabuhan non-komersial, rehabilitasi dan pengembangan pelabuhan kecil baru (feeder) yang harus disediakan oleh pemerintah. 4.3.2 Potensi Sumber Pembiayaan Investasi Sektor Pemerintah UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran mengamanatkan bahwa investasi infrastruktur dasar pelabuhan menjadi tanggung jawab Penyelenggara Pelabuhan. Penyelenggara Pelabuhan merupakan lembaga yang memiliki aset finansial dan

22

pengalaman yang terbatas dalam penyelenggaraan pelabuhan. Dalam masa transisi, lembaga tersebut hanya mempunyai anggaran yang terbatas dan pada dasarnya belum memiliki kapasitas untuk melakukan pinjaman di awal tahun operasionalnya. Satusatunya sumber utama pendanaan infrastruktur dalam jangka pendek adalah dari anggaran pemerintah. Apabila Penyelenggara Pelabuhan belum memiliki sumber pembiayaan yang mencukupi, maka potensi sumber pendanaan untuk investasi infrastruktur pelabuhan dapat berasal dari konsesi. Di masa mendatang, sumber pembiayaan infrastruktur dasar untuk Penyelenggara Pelabuhan akan berkembang sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan Penyelenggara Pelabuhan. Hal ini akan terjadi apabila Penyelenggara Pelabuhan dimungkinkan untuk mengelola pendapatannya, termasuk pendapatan dari penyelenggaraan kepelabuhanan (misalnya jasa labuh, sewa lahan, konsesi). Dengan demikian Penyelenggara Pelabuhan dapat meningkatkan pendapatannya.

4.3.3 Kerangka Dukungan dan Penjaminan Pemerintah Karena keterbatasan anggaran, interaksi antara pihak pemerintah dan swasta diatur dalam tiga jenis peraturan, yaitu peraturan mengenai Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), peraturan spesifik sektor, dan peraturan umum lainnya yang mengatur kegiatan usaha di Indonesia. Terdapat empat prinsip dasar kebijakan investasi dalam kategori KPS, yaitu: a. Kebijakan Pemerintah dalam Penyediaan Infrastruktur Pemerintah bermaksud untuk memusatkan kebijakannya dalam (i) pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur yang ada, (ii) fokus pada pengembangan infrastruktur yang secara ekonomi layak, namun secara finansial tidak layak, (iii) pemberian subsidi dan kompensasi pada PSO (Kewajiban Layanan Umum) dalam pelayanan infrastruktur, dan (iv) mengisi celah kebutuhan pembiayaan infrastruktur dengan cara menawarkan proyek KPS kepada pasar.

b. Peraturan dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Peraturan mengenai percepatan pembangunan infrastruktur ditunjukkan dalam Tabel 4.3 Peraturan KPS terutama mengacu pada Peraturan Presiden No. 67/2005 mengenai Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam Penyediaan Infrastruktur, yang telah dirubah dalam Peraturan Presiden No. 13/2010 dan No. 56/2011 yang memungkinkan pemberian dukungan dan penjaminan pemerintah. Sebagai tambahan, dua peraturan lainnya mengenai penjaminan pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden No. 78/2010 tentang Dana Penjaminan Infrastruktur melalui Pemberian Dana Penjaminan dan Peraturan Menteri Keuangan No. 260/2010 tentang

implementasi dari Penjaminan Infrastruktur melalui Pemberian Dana Penjaminan Infrastruktur. Berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Keuangan dapat menyediakan fasilitas (i) kebijakan dana talangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), (ii) penjaminan untuk resiko infrastruktur melalui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan (iii) layanan proyek pengembangan melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI).

Table 4-1Dasar Hukum Investasi Sektor Swasta No. Regulasi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) Penjelasan

Skema dan Pedoman KPS 1 Peraturan Presiden No.67 Tahun 2005 Peraturan Presiden No. 13 Tahun 2010 Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Perubahan atas Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Panduan Umum Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Panduan Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Transportasi

Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2011

Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas No. 3 Tahun 2012 Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 83 Tahun 2010

Manajemen Resiko , Dukungan Pemerintah dan Penjaminan Infrastruktur 6 Peraturan Menteri Keuangan No. 38/PMK.01/2006 Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2010 Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian dan Pengelolaan Risiko atas Penyediaan Infrastruktur Penjaminan Infrastruktur dalam Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha yang dilakukan melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha

Peraturan Menteri Keuangan No. 260/PMK.011/2010

Pedoman, Organisasi, dan Prosedur KPS

24

No. 9

Regulasi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas No. 3 Tahun 2009 Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2005

Penjelasan

Daftar Rencana Proyek Kerjasama

10

Komite Kebijakan Infrastruktur (KKPPI)

Percepatan

Penyediaan

11

Public Private Partnership Book, Sector of Transportation, 2010-2014, Ministry of Transportation (2010) Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2011 Perubahan atas Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2005 tentang Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI)

12

13

Peraturan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur No. PER01/M.EKON/05/2006 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur No. PER3/M.EKON/06/2006 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur No. PER4/M.EKON/06/2006

Organisasi dan Tata Kerja Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI)

14

Tata Cara dan Kriteria Penyusunan Daftar Prioritas Proyek Infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha

15

Tata Cara Evaluasi Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur yang Membutuhkan Dukungan Pemerintah

Kerjasama Daerah 16 Peraturan PemerintahNo. Tahun 2007 50 Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah

Pengadaan Tanah 17 Undang-undang No. 2 Tahun 2012 Peraturan Presiden Tahun 2012 No. 71 Pengadaan Tanah bagi Pengembangan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Pembangunan untuk Kepentingan Umum bagi

18

20

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun

Ketentuan Pelaksanaan Perpres No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan

No.

Regulasi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) 2007

Penjelasan Pembangunan untuk Kepentingan Umum (sebagaimana telah diubah dengan Perpres No. 65 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Perpres No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum)

c. Peran Indonesia Infrastructure Fund (IIF) dalam Pembiayaan Infrastruktur Indonesia Infrastructure Fund (IIF) dibentuk untuk (i) memenuhi pembiayaan jangka panjang, terutama dalam mata uang lokal dan untuk pembiayaan infrastruktur serta (ii) menyediakan pembiayaan mata uang local dengan jangka waktu (tenor), persyaratan, dan ketentuan pinjaman yang sesuai untuk kredit proyek infrastrukturmelalui: Penggunaan peringkat kredit pinjaman dari bank dan lembaga investasi domestik untuk tenor jangka panjang dengan resiko marjin yang lebih tinggi dari penawaran pemerintah dan perusahaan skala besar; Penyediaan produk keuangan yang memenuhi kriteria KPS infrastruktur dan proyek yang dibiayai sepenuhnya oleh swasta.

d. Peran PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam Penyediaan Penjaminan untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia PT PII dibentuk untuk memenuhi tujuan berikut: Menyediakan penjaminan resiko politik untuk proyek KPS infrastruktur; Meningkatkan kelayakan kredit dan kualitas proyek KPS infrastruktur dengan memberikan penjaminan resiko politik yang kredibel; Meningkatkan tata kelola dan transparansi pemberian penjaminan; Melindungi pemerintah dari kewajiban yang bersifat kontingensi (termasuk proteksi terhadap tekanan APBN).

4.3.4 Strategi Pelaksanaan untuk Partisipasi Swasta dalam Investasi di Pelabuhan Hambatan yang terjadi dalam pengembangan pasar untuk mengikutsertakan pihak swasta adalah persepsi terhadap resiko proyek, resiko investasi dan keterbatasan akses untuk pasar modal serta pembiayaan proyek. Strategi utama (key success factor) untuk mengikutsertakan pihak swasta berinvestasi di pelabuhan adalah:

26

Kebijakan investasi sektor swasta yang kondusif Kebijakan investasi yang kondusif akan meningkatkan minat investor yang potensial dan juga mempengaruhi persepsi investor terhadap resiko secara positif.

Implementasi regulasi secara komprehensif Regulasi merupakan wadah yang penting untuk mewujudkan komitmen pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Persiapan proyek yang matang Persiapan proyek yang matang merupakan daya tarik pihak swasta untuk berinvestasi. Apabila dilelang, proyek tersebut akan menarik minat investor dengan kualitas teknik dan keuangan yang memadai.

Prosedur pelelangan yang kompetitif Pelelangan pelabuhan/terminal umum harus dilaksanakan secara kompetitif agar pemerintah memperoleh manfaat maksimal dari persaingan harga, tingkat pelayanan jasa kepelabuhanan dan kualitas investor.

Penanggung jawab proyek yang jelas dan tidak ada intervensi kontrak Hal ini penting untuk memastikan efisiensi biaya (value for money) bagi pemerintah.

Kerangka pemantauan kinerja Kerangka pemantauan kinerja pelaksanaan kontrak. diperlukan untuk pemantauan kepatuhan

Kepastian bagi swasta untuk memperoleh pendapatan sesuai tarif yang berlaku Hal ini penting untuk memberikan kepastian bagi investor dalam memperoleh pendapatan dari pengoperasian proyek.

Kepastian bagi swasta untuk dapat menyesuaikan tarif Selama periode pengoperasian proyek, pihak swasta dapat melakukan penyesuaian tarif secara berkala.

Kerangka pengaturan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim yang komprehensif Pihak swasta harus menerapkan standar keamanandan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim secara komprehensif.

Kepastian bagi swasta untuk memperoleh hak perlindungan secara efektif Pihak swasta akan memperoleh perlindungan terhadap intervensi pemerintah yang dapat mempengaruhi pendapatan, membatasi akses pembiayaan atau merugikan investasinya dan kebebasan untuk menyelesaikan sengketa.

Kapasitas kelembagaan Proyek akan dikelola oleh tenaga profesional dari pemerintah agar memberikan kepastian bagi investor.

Pengaturan yang independen Pihak swasta akan diberikan kepastian bahwa keputusan regulator tidak dipengaruhi oleh intervensi politik atau tekanan pihak tertentu.

28

BAB 5: RENCANA AKSI DI BIDANG PENGATURAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN


Dalam rangka proses perumusan Rencana Induk Pelabuhan Nasional telah digambarkan perlunya penjabaran lebih lanjut dibidang pengaturan dan kebijakan untuk mendorong Indonesia kearah yang lebih maju dengan terwujudnya sistem kepelabuhanan yang lebih berdaya saing. Dalam hubungan ini diperlukan rencana aksi yang meliputi: Peraturan pelaksanaan yang diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran; Peraturan Pelaksanaan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan; Rencana aksi lebih lanjut untuk menunjang pelaksanaan kebijakan.

5.1

PERATURAN PELAYARAN

PELAKSANAAN

YANG

DIAMANATKAN

UNDANG-UNDANG

Undang-undang Pelayaran telah mengamanatkan perlunya perumusan peraturan pelaksanaan kebijakan, program dan tindakan administratif.Beberapa hal telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, namun masih diperlukan peraturan lebih lanjut sebagaimana terlihat pada Tabel 5.1.

5.2

PERATURAN PELAKSANAAN YANG DIAMANATKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KEPELABUHANAN (PP NO. 61/2009)

PP No. 61/2009 mencakup secara luas ketentuan pelaksanaan dari Undang-undang Pelayaran dan telah mengamanatkan perlunya perumusan ketentuan lebih lanjut dalam bentuk peraturan Menteri Perhubungan (Tabel 5.2.)

5.3

RENCANA AKSI PELAKSANAAN KEBIJAKAN

Untuk melaksanakan kebijakan pelabuhan nasional secara efektif, diperlukan beberapa rencana aksi lebih lanjut (Tabel 5.3) secara terintegrasi. Dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan akan dilakukan untuk membahas isu kebijakan, perencanaan dan regulasi di bidang kepelabuhanan. 5.4 INISIATIF JANGKA PENDEK UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN KEBIJAKAN

Selain rencana aksi kebijakan tersebut, terdapat beberapa inisiatif jangka pendek untuk mengimplementasikan kebijakan yang fokus pada kinerja pelabuhan, termasuk

manajemen pelabuhan, tenaga kerja bongkar muat dan pembangunan fasilitas pelabuhan (Tabel 5.4).
Tabel 5-1 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Undang-Undang No. 17/2008 tentang Pelayaran No. 1. Materi Peraturan Menteri Perhubungan Tarif dan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan Keterangan Pasal 110 UU Pelayaran 2. Rancangan dan pelaksanaan pengerukan dan reklamasi, Sertifikat Pemberi Jasa Pengerukan Penetapan Daerah Wajib Pandu, Pelatihan dan ujian Pandu dan Penyelenggaraan Pemanduan Pelaksanaan Keamanan dan Ketertiban Permintaan Bantuan di Pelabuhan serta Pasal 197 UU Pelayaran Pasal 201 UU Pelayaran Pasal 212 UU Pelayaran Pasal 216 UU Pelayaran Pasal 238 UU Pelayaran Pasal 272 UU Pelayaran

3.

4.

5.

Kegiatan Kapal di Pelabuhan (Perbaikan kapal, Perpindahan muatan, gandeng kapal, Penanganan barang-barang berbahaya) Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran di Pelabuhan Sistem Informasi Pelayaran

6.

7.

Tabel 5-2 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Tercakup dalam PP No. 61/2009 No. 1. Materi Peraturan Menteri Perhubungan Prosedur Penetapan Lokasi Pelabuhan Keterangan Pasal 19 PP 61/2009 2. Prosedur Formulasi dan Evaluasi Rencana Induk Pelabuhan (masing-masing Pelabuhan) Prosedur Formulasi dan Evaluasi Penetapan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Prosedur Penyediaan, Pemeliharaan, Standar, Spesifikasi untuk Penahan Gelombang, Kolam Pelabuhan, Alur Pelayaran ke/dari Pelabuhan, Jaringan Pasal 29 PP 61/2009 Pasal 36 PP 61/2009 Pasal 67

3.

4.

30

No.

Materi Peraturan Menteri Perhubungan Jalan dan Keamanan dan Ketertiban di Pelabuhan

Keterangan PP 61/2009 Pasal 78 PP 61/2009 Pasal 86 PP 61/2009

5.

Persyaratan dan Prosedur Pemberian dan Pencabutan Konsesi Pemberian ijin Pembangunan Pelabuhan

6.

7.

Pemberian Ijin Pengembangan Pelabuhan

Pasal 93 PP 61/2009

8.

Persyaratan dan Prosedur Pemberian Ijin Pengoperasian Pelabuhan, Perbaikan dan Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Prosedur Pemberian Ijin Lokasi Pelabuhan, Konstruksi dan pengoperasian Pelabuhan untuk pelabuhan Daratan (Dry Port) Persyaratan dan Prosedur Penetapan Terminal Khusus (Persetujuan Lokasi, Konstruksi dan Operasi, Penggunaan oleh Pihak Ketiga, Peningkatan Operasi, Perubahan Status Pelabuhan, Pencabutan Ijin, Pengalihan Wewenang kepada Pemerintah) Prosedur untuk persetujuan pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Jenis, struktur dan klasifikasi tarif badan usaha pelabuhan untuk jasa pelabuhan , mekanisme untuk menentukan tarif untuk menggunakan lahan pelabuhan dan air Prosedur untuk menentukan status dari pelabuhan dan terminal khusus yang terbuka bagi perdagangan luar negeri Prosedur untuk pengolahan data dan pelaporan dan penyusunan sistem informasi pelabuhan

Pasal 104 PP 61/2009 Pasal 109 PP 61/2009 Pasal 134 PP 61/2009

9.

10

11

Pasal 144 PP 61/2009 Pasal 148 PP 61/2009

12

13

Pasal 153 PP 61/2009 Pasal 161 PP 61/2009

14

Tabel 5-3 Rencana Aksi Implementasi Kebijakan No. 1 Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Membentuk kelompok unit pelayanan (customer focus group) di pelabuhan strategis sebagai forum konsultasi dengan para pemangku kepentingan dalam formulasi, review dan implementasi kebijakan Keterangan untuk formulasi, implementasi dan review kebijakan

No. 2

Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Pedoman rencana induk masing-masing pelabuhan memperhatikan perencanaan yang terintegrasi Kementerian Perhubungan bersama Instansi pemerintahan terkait serta pengguna jasa pelabuhan secara periodik melakukan review atas kinerja pelabuhan dalam rangka meningkatkan kinerja pelabuhan yang lebih baik. Merumuskan indikator kinerja pelabuhan untuk keperluan perencanaan dan monitoring serta dipublikasikan. Merumuskan kebijakan Tarif yang wajar Menyusun prosedur penyampaian usulan/ permohonan penetapan tariff oleh otoritas pelabuhan Mengembangkan proses peninjauan tarif dan persetujuan pelayanan jasa pelabuhan dalam rangka untuk mengevaluasi adanya dampak monopoli Mempertimbangkan kemungkinan adanya MoU dalam rangka untuk memonitor dan mendorong persaingan usaha dibidang kepelabuhanan. Memasukkan dampak persaingan usaha dalam rumusan rencana induk pelabuhan Menyusun prosedur tuntutan dan penyelesaian perselisihan mengenai masalah tarif dan perilaku monopolistis. Menilai kebutuhan pelatihan untuk Ditjen Hubla, dan BUP dan mengembangkan cara-cara untuk memenuhi kebutuhan pelatihan. Mengadakan MoU dengan pusat pelatihan dan pendidikan dan Lembaga Perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi dan pengembangan kurikulum Mengadakan koordinasi dengan pemangku kepentingan guna peningkatan produktivitas kerja

Keterangan untuk integrasi perencanaan dan pemantauan kinerja untuk integrasi perencanaan dan pemantauan kinerja

untuk integrasi perencanaan dan monitoring untuk mendorong persaingan usaha yang sehat untuk mendorong persaingan usaha yang sehat untuk mendorong persaingan usaha yang sehat

5 6

untuk mendorong persaingan usaha yang sehat untuk mendorong persaingan usaha yang sehat untuk mendorong persaingan usaha yang sehat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pelabuhan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pelabuhan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pelabuhan

9 10

11

12

13

14

Mengembangkan dan mengimplementasikan untuk meningkatkan kompetensi

32

No.

Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut

Keterangan

strategi untuk rekruitmen tenaga kerja dibidang tenaga kerja di sektor pelabuhan kepelabuhanan

15

Mengeluarkan peraturan yang memberikan kewenangan yang penuh kepada Syahbandar hal memelihara keselamatan dan keamanan di pelabuhan Mengeluarkan peraturan tugas dan kewenangan Syahbandar sesuai dengan peraturan keselamatan pelayaran yang ada Mengeluarkan peraturan tugas dan kewenangan Syahbandar sesuai dengan peraturan perlindungan lingkungan maritim Membuat peraturan yang memberikan wewenang kepada Syahbandar untuk mengelola dan mengawasi terjadinya pencemaran di pelabuhan Melakukan kerjasama dengan lembaga terkait untuk menjamin penanganan tanggap darurat di pelabuhan.

untuk memelihara kepatuhan peraturan keselamatan pelayaran

16

untuk memelihara kepatuhan peraturan keselamatan pelayaran untuk memelihara kepatuhan peraturan perlindungan lingkungan maritim untuk memelihara kebersihan perairan pelabuhan

17

18

19

untuk mengatasi terjadinya keadaan darurat dengan cepat.

Tabel 5-4 Inisiatif untuk Pelaksanaan Kebijakan No 1. Materi Persiapan penyusunan pedoman teknis (toolkit) untuk penyelenggaraan kegiatan di pelabuhan bagi Penyelenggara Pelabuhan yang meliputi: Model pemberian konsesi dan bentuk kerjasama lainnya; Model pemberian ijin (lisensi); Model analisa tarif dan keuangan pelabuhan; Sistem indikator kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan 2. Pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM di pelabuhan melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi dan pusat pelatihan lainnya Reformasi dan pelatihan tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan (TKBM) Penelahaan pendayagunaan aset dan kapasitas pelabuhan pengumpan Penyederhanaan proses pemberian perijinan dan deregulasi pengaturan melalui konsultasi dengan Penyelenggara Pelabuhan serta Pemerintah Daerah Penelahaan pengalihan hak pengelolaan lahan daratan dan perairan pelabuhan kepada Penyelenggara Pelabuhan Penelahaan/kajian secara komprehensif atas rencana pembangunan International Hub Port (termasuk Kuala Tanjung dan Bitung) Mengembangkan sistem informasi dan komunikasi kepelabuhanan untuk peningkatan kemampuan SDM, termasuk Penyelenggara Pelabuhan Keterangan untuk pemberdayaan Penyelenggara Pelabuhan

3.

untuk peningkatan kompetensi TKBM

4.

untuk peningkatan pengelolaan pelabuhan oleh pemerintah daerah untuk kepastian hukum dalam penetapan kewenangan dan tanggung jawab yang jelas antara instansi pemerintah

5.

6.

untuk pemberdayaan Penyelenggara Pelabuhan

7.

untuk pembangunan pelabuhan hub internasional di masa depan

8.

untuk pengembangan data base pelabuhan termasuk statistik, fasilitas fisik, akses, dan jasa pelayanan pelabuhan

34

No 9.

Materi Menyiapkan Proyek Percontohan KPS Pelabuhan (termasuk kemungkinan penyusunan rencana induk pelabuhan; studi kelayakan, termasuk strategi investasi dan kemungkinan diperlukannya bantuan dan jaminan infrastruktur; penyiapan dokumen lelang dan proses pelelangan) Optimalisasi sistem operasi dalam rangka mengantisipasi kapadatan lalu lintas muatan di pelabuhan strategis (termasuk Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan)

Keterangan untuk daya tarik dalam pengembangan model proyek pelabuhan melalui partisipasi pihak swasta

10

untuk kelancaran operasional pelabuhan strategis

SUB LAMPIRAN A: LOKASI DAN RENCANA LOKASI PELABUHAN/TERMINAL


Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 Provinsi : Aceh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 2 3 4 5 6 7 Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Selatan Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Singkil Aceh Singkil Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Bireun Langsa Langsa Pidie Pidie Sabang Banda Aceh Simeulue Simeulue Asahan Batubara Batubara Batubara Batubara Batubara Medan Meulaboh Susoh Lhok Pawoh Malahayati Meulingge Calang Lhok Kruet Tapaktuan Sibadeh Meukek P. Banyak P. Sarok Singkil Gosong telaga Seruway Idi Lhokseumawe/Krueng Geukeh Kuala Raja Kuala Langsa Pusong Sigli Laweung Sabang Ulee Lheue Sibigo Sinabang Tanjung Balai Asahan Kuala Tanjung Pangkalan Dodek Perupuk Tanjung Tiram Teluk Nibung Belawan PP PR PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PP PL PL PL PU PP PL PP PP PP PR PL PR PR PU PP PR PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PP PL PL PL PU PP PL PP PP PU PR PL PR PR PU PP PR PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PP PL PL PL PU PP PL PP PP PU PR PL PR PR PU PP PR PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PP PL PL PL PU PP PL PP PP PU PR PL PR PR PU * * * * * / ** * * * * * * * * * * * 2015 2020 2030

Kabupaten/Kota

Pelabuhan/Terminal

KET.

Provinsi : Sumatera Utara

36

Kabupaten/Kota 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Deli Serdang Deli Serdang Deli Serdang Deli Serdang Gunung Sitoli Labuhan Batu Labuhan Batu Labuhan Batu Labuhan Batu Langkat Langkat Langkat Langkat Langkat Langkat Mandailing Natal Mandailing Natal Nias Nias Nias Selatan Nias Selatan Nias Selatan Serdang Bedagai Serdang Bedagai Tapanuli Tengah Tapanuli Tengah Tapanuli Tengah Sibolga Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai Kep. Mentawai

Pelabuhan/Terminal Pantai Labu Percut Rantau Panjang Tanjung Beringin Gunung Sitoli Labuhan Bilik Sei Barombong Teluk Leidong Tg. Sarang Elang Pangkalan Susu Pulau Kampai Tanjung Pura Tapak Kuda Kuala Sarapu Pangkalan Brandan Natal/Sikara-kara Batahan Lahewa Sirombu Pulau Tanah Masa Pulau Tello Teluk Dalam Sialang Buah Pantai Cermin Barus Manduamas Oswald Siahaan/ Labuhan Angin Sibolga Muara Siberut/Pokai Muara Sikabaluan/Simailepet Sikakap Siuban Tua Pejat Subelen Labuhan Bajau Sinakak Pasapuat PL PL PR PR PR PL PR PP PP PP PL PR PL PL PP PP PL PR PR PL PP PR PL PR PL PL PR PP PR PL PP PR PR PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PR PR PR PL PR PP PP PP PL PR PL PL PP PP PL PR PR PL PP PR PL PR PL PL PR PP PR PL PP PR PR PL PR PL PL 2020 PL PL PR PR PR PL PR PP PP PP PL PR PL PL PP PP PR PR PR PL PP PR PL PR PL PL PR PP PR PL PP PR PR PL PR PL PL 2030 PL PL PR PR PR PL PR PP PP PP PL PR PL PL PP PP PR PR PR PL PP PR PL PR PL PL PP PP PR PL PP PR PR PL PR PL PL

KET.

* * * * * * * *

* * * * * * *

* * * *

Provinsi : Sumatera Barat

Kabupaten/Kota 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 10 11 12 13 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Padang Padang Pasaman Barat Pasaman Barat Pasaman Barat Pesisir Selatan Pesisir Selatan Pesisir Selatan Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan

Pelabuhan/Terminal Muara Padang Teluk Bayur Air Bangis Sasak Teluk Tapang Muara Haji Carocok Painan Surantih Batam/Batu Ampar Batam/Sekupang Kabil Nongsa Pulau Bulan Pulau Sambu Batam Center Batu Besar Belakang Padang Harbour Bay Sagulung Sijantung Tanjung Riau Telaga Punggur Teluk Senimba Barek Motor Batu Batulicin Busung Galang Batang Gentong Pasir Batu Jembatan Kawal Keke Baru Lagoi Lobam Malang Rapat P. Buton P. Gobin P. Hantu PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PU PR PR PR PR PR PL PU PU PU PR PR PP PP PR PL PP PL PR PR PR PR PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL 2020 PP PU PR PR PP PR PP PR PU PU PU PR PR PP PP PR PL PP PL PR PR PR PP PL PL PL PL PL PL PL PL PP PU PL PL PL PL 2030 PP PU PR PR PP PR PP PR PU PU PU PR PR PP PP PR PL PP PL PR PR PR PP PL PL PL PL PL PL PL PL PP PU PL PL PL PL

KET.

PU PR PR PR PR PR PL PU PU PU PR PR PP PP PR PL PP PL PR PR PR PR PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL

Provinsi : Kepulauan Riau *

38

Kabupaten/Kota 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Bintan Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Karimun Kep. Anambas Kep. Anambas Kep.Anambas Kep.Anambas

Pelabuhan/Terminal P. Kellong P. Kelong P. Koyan P. Mantang P. Mapur P. Numbing P. Pagkil Besar P. Pangkil P. Pangkil Kecil P. Poto P. Pulau P. Sirai P. Telang Pelantar Korindo Sei Kolak Kijang Semen Tokojo Sungai Enam Sungai Kecil Tambelan Tanjung Berakit Tanjung Uban Trikora Malarko Moro Pasir Panjang Tanjung Batu Urung/Tg. Berlian Bom Panjang/KPK Buru Durai Kota Parit Rempak Selat Beliah Tanjung Tiram Tg. Balai Karimun Letung Tarempa Kuala Maras Matak PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PP PL PP PP PR PP PL PL PL PL PL PL PR PP PL PP PR PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PP PL PP PP PR PP PL PL PL PL PR PL PP PP PL PP PR PL 2020 PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PP PL PP PP PR PP PL PL PL PL PP PL PP PU PL PP PR PL 2030 PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PP PL PP PP PR PP PL PL PL PL PP PL PP PU PL PP PR PL

KET.

* *

Kabupaten/Kota 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Lingga Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Natuna Tanjung Pinang Benan

Pelabuhan/Terminal PR PR PR PR PL PR PR PR PL PR PR PL PR PL PR PL PR PR PR PL PR PR PL PR PR PR PR PR PL PL PL PR PL PR PR PL PR PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PR PR PR PL PP PP PP PL PP PP PL PP PL PP PL PP PP PP PL PR PR PL PR PR PR PR PR PL PL PL PR PL PR PR PL PR PR 2020 PR PR PR PR PL PP PP PP PL PP PP PL PP PL PP PL PP PP PP PL PR PR PL PR PR PR PR PR PL PL PL PR PL PR PR PL PP PR 2030 PR PR PR PR PL PP PP PP PL PP PP PL PP PL PP PL PP PP PP PL PR PR PL PR PR PR PR PR PL PL PL PR PL PR PR PL PP PR

KET.

Berhala Cempa Dabo Singkep Daik Lingga Jagoh Marok Tua Medang P. Mas Pancur Pekajang Penuba Rejai Sei Buluh Sei Tenam Senayang Tajur Biru Tanjung Buton Tanjung Kelit Binjai Kelarik Maro Sulit Midai Penagi Pulau Laut Pulau Seluan Pulau Tiga Ranai Sabang Mawang Sedanau Sededap Selat Lampa Semedang Serasan Subi Tanjung Kumbik Teluk Buton Batu Anam

40

Kabupaten/Kota 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Tanjung Pinang Bengkalis Bengkalis Bengkalis Bengkalis Bengkalis Bengkalis Dumai Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir

Pelabuhan/Terminal Tanjung Pinang Tg. Moco Balai Adat Indra Sakti Daeng Celak Daeng Marewa Dompak Dompak Sebrang Kampung Bugis Kampung Lama Dompak Kelam Pagi Madong P. Penyengat Pelantar Asam Pelantar I Pelantar II Sei Jang Sei Ladi Sekatap Darat Senggarang Tanjung Ayun Tanjung Duku Tanjung Geliga Tanjung Lanjut Tanjung Sebauk Tanjung Siambang Tanjung Unggat Wisata Penyengat Bandul Melibur Batu Panjang Bengkalis Sungai Pakning Tanjung Medang Dumai Kuala Enok Kuala Gaung Kuala Mandah PP PR PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PL PL PL PP PP PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PL PL PL PP PP PP PU PU PR PL 2020 PP PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PL PL PL PP PP PP PU PU PR PL 2030 PP PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PL PL PL PP PP PP PU PU PR PL

KET. *

Provinsi : Riau

* * * * * * *

PU PP PR PL

Kabupaten/Kota 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hulu Kep.Meranti Kep.Meranti Kep.Meranti Palalawan Pekanbaru Rokan Hilir Rokan Hilir Rokan Hilir Siak Siak Siak Siak Siak Bengkulu Utara Kaur Kota Bengkulu Muko - Muko Muaro Jambi Tg. Jabung Barat Tg. Jabung Barat Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur

Pelabuhan/Terminal Kuala Raya Concong Luar Bekawan Luar Sungai Buluh Perigi Raja Pulau Kijang Sapat Tembilahan Sungai Guntung Rengat Selat Panjang Tanjung Samak Tanjung Kedadu Penyalai Pekanbaru Bagan Siapi-api Panipahan Sinaboi Buatan Kurau/Si Lalang Sel Apit Sungai Siak Tanjung Buton Malakoni/P. Enggano Bintuhan/Linau Pulau Baai Muko-Muko Talang Duku Kuala Tungkal Muara Delli Pangkal Duri Sungai Jambat Air Hitam Laut Kuala Mendahara Lambur Luar Muara Sabak PL PL PL PL PL PL PL PP PP PP PR PL PL PR PP PP PP PL PL PL PL PP PP PR PR PP PL PP PP PR PR PL PL PR PL PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PL PP PP PP PP PL PL PR PP PP PP PL PL PL PL PP PP PR PR PU PL PP PP PR PR PL PL PR PL PP 2020 PL PL PL PL PL PL PL PP PP PP PP PL PL PR PP PP PP PL PL PL PL PP PP PR PP PU PR PP PP PR PR PL PL PR PL PP 2030 PL PL PL PL PL PL PL PP PP PP PP PL PL PR PP PP PP PL PL PL PL PP PP PR PP PU PR PP PP PR PR PL PL PR PL PP

KET.

* * * *

* * * *

Provinsi : Bengkulu * * *

Provinsi : Jambi * *

* *

42

Kabupaten/Kota 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Tg. Jabung Timur Banyuasin Banyuasin Banyuasin Banyuasin Banyuasin Banyuasin Banyuasin Musi Banyu Asin Musi Banyu Asin OKI OKI OKI Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Bangka Bangka Bangka Bangka Barat Bangka Barat Bangka Selatan Bangka Selatan Bangka Tengah Bangka Tengah Belitung Belitung Belitung Timur Belitung Timur Belitung Timur

Pelabuhan/Terminal Nipah Panjang Pamusiran Simbur Naik Sungai Lokan Ujung Jabung Tanjung Api-Api Sungsang Tanjung Lago Gasing Karang Agung Penuguan Sungai Sembilang Bayung Leucir Sungai Lilin Sungai Lumpur Mesuji Sugihan Gandus Jakabaring Kertapati Sungai Lais Boom Baru/ Palembang Sungai Liat Jeletik Belinyu Tanjung Kalian Muntok Tanjung Sadai Toboali Tanjung Berikat Sungai Selan Tanjung Pandan Tanjung Batu Manggar Dendang Pulau Buku Limau PR PL PL PL PP PR PP PL PL PR PL PR PR PR PR PR PR PL PR PR PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PL PL PL PP PP PP PR PR PP PL PR PR PR PP PR PR PR PP PP PP PU PR PL PP PR PP PP PR PR PR PP PP PP PL PL 2020 PR PL PL PL PU PU PP PR PR PP PL PR PR PR PP PR PR PR PP PP PP PU PR PR PP PR PP PP PR PP PR PP PP PP PR PL 2030 PR PL PL PL PU PU PP PR PR PP PL PR PR PR PP PR PR PR PP PP PP PU PR PR PP PR PP PP PR PP PR PP PP PP PR PL

KET. *

Provinsi : Sumatera Selatan

PU PR PL PP PR PP PP PR PR PR PP PP PP PL PL

Provinsi : Bangka Belitung

* *

* * *

Kabupaten/Kota 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 15 16 17 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Belitung Timur Belitung Timur Belitung Timur Belitung Timur Pangkal Pinang Bandar Lampung Bandar Lampung Kota Agung Lampung Barat Lampung Selatan Lampung Selatan Lampung Selatan Lampung Selatan Lampung Selatan Lampung Tengah Lampung Timur Lampung Timur Lampung Timur Lampung Timur Mesuji Tanggamus Tanggamus Tanggamus Tulang Bawang Tulang Bawang Tulang Bawang Tulang Bawang Cilegon Cilegon Lebak Pandeglang Serang Serang Serang Tangerang Tangerang

Pelabuhan/Terminal Pulau Long Pulau Sekunyit Pulau Ketapang Pulau Batu Pangkal Balam Teluk Betung Panjang Batu Balai Krui Kalianda Lagundi P. Sebesi Sebalang Bakauheni Way Seputih Kuala Penat Labuhan Maringgai Way Penat Way Sekampung Mesuji Kota Agung P. Tabuan Kelumbayan Teladas Manggala/Menggala Sungai Burung Tulang Bawang Banten Cigading M. Binuangeun Labuhan Anyer Lor Karangantu Bojonegara Kresek/Kronjo Muara Dadap PL PL PL PL PP PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PP PP PU PP PL PL PR PR PP PP PL PR PR PL PR PR PP PR PR PR PR PL PP PU PP PL PR PR PP PP PL PL 2020 PL PL PL PL PP PP PU PP PL PL PR PR PP PP PL PR PR PL PR PR PP PR PR PR PR PL PP PU PP PL PR PR PP PP PL PL 2030 PL PL PL PL PP PP PU PP PL PL PR PR PP PP PL PR PR PL PR PR PP PR PR PR PR PL PP PU PP PL PR PR PP PP PL PL

KET.

* * *

Provinsi : Lampung PU PR PL PL PR PR PR PP PL PR PR PL PR PR PP PR PR PR PR PL PP PU PP PL PR PR PP PP PL PL

* *

Provinsi : Banten *

* * * *

44

Kabupaten/Kota Provinsi : Jawa Barat 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 Bekasi Ciamis Cianjur Cirebon Cirebon Garut Indramayu Indramayu Karawang Subang Sukabumi Tasikmalaya Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Kep. Seribu Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Batang Brebes Cilacap

Pelabuhan/Terminal

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 2020 2030

KET.

Muara Gembong Pangandaran Sindang Barang Cirebon Muara Gebang Pakenjeng Eretan Indramayu Cilamaya Pamanukan Pelabuhan Ratu Cipatujah Kalibaru Muara Baru Sunda Kelapa Tg. Priok Marunda Muara Angke P. Kelapa P. Harapan P. Sebira P. Untung jawa P. Pari P. Lancang P. Pramuka P. Panggang P. Tidung P. Payung Pantai Mutiara Marina Ancol Pangkalan Pasir Kalibaru Cakung Drain Cilincing Batang Brebes Tanjung Intan

PR PR PL PP PR PL PL PR PU PR PR PL PP PP PP PU PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PR PU

PR PR PL PP PR PL PL PR PU PR PR PL PP PP PP PU PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PR PR PR PR PU

PR PR PR PP PR PR PL PR PU PR PR PR PP PP PP PU PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PR PR PP PR PU

PR PR PR PP PR PR PL PR PU PR PR PR PP PP PP PU PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PR PR PP PR PU * * * * * * * * * * * * * * *

Provinsi : DKI Jakarta

Provinsi : Jawa Tengah

Kabupaten/Kota 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jepara Jepara Kendal Pati Pekalongan Pemalang Rembang Rembang Semarang Tegal Bangkalan Bangkalan Bangkalan Bangkalan Bangkalan Banyu Wangi Banyu Wangi Banyu Wangi Gresik Gresik Gresik Lamongan Lamongan Lamongan Malang Pacitan Pamekasan Pamekasan Pasuruan Probolinggo Probolinggo Sampang Sampang Sampang Situbondo Situbondo Situbondo Jepara

Pelabuhan/Terminal PR PR PP PR PL PL PR PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PR PP PR PL PL PR PR PU PP PR PL PR PU PU PR PU PP PP PP PU PR PR PR PL PP PR PL PP PU PP PL PR PL PR PL PL 2020 PR PR PP PP PL PL PR PP PU PP PR PL PR PU PU PR PU PP PP PP PU PR PP PR PP PP PR PL PP PU PP PL PR PL PR PL PL 2030 PR PR PP PP PL PL PR PP PU PP PR PL PR PU PU PR PU PP PP PP PU PR PP PR PP PP PR PL PP PU PP PL PR PL PR PL PL

KET. * * * * * * *

Karimun Jawa Kendal Juwana Wiradesa Pemalang Rembang Sluke Tanjung Emas Tegal Kamal Sapulu Telaga Biru Tanjung Bulu Pandan Socah Banyu Wangi/Boom Tanjung Wangi Ketapang Bawean Gresik Teluk Lamong Brondong LIS Paciran Sendang Biru Pacitan Branta Pasean Pasuruan Probolinggo/ Tg.Tembaga Paiton Glimandangin Sampang/Taddan Tanlok Panarukan Besuki Jangkar

PU PP PR PL PR PU PU PR PP PP PP PP PU PR PR PR PL PR PR PL PP PP PP PL PL PL PR PL PL

Provinsi : Jawa Timur

* * * * *

* * *

46

Kabupaten/Kota 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 6 Situbondo Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Sumenep Surabaya Tuban Tuban Buleleng Buleleng Buleleng Buleleng Buleleng Denpasar Denpasar Jembrana Karangasem Karangasem Karangasem Klungkung Klungkung Klungkung Klungkung Bima Bima Bima Dompu Dompu Dompu Kalbut Gayam

Pelabuhan/Terminal PR PL PR PP PL PP PP PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PL PR PP PL PP PP PL PR PL PL PR PU PR PR PR PP PP PP PL PU PL PP PP PU PL PL PP PL PL PP PR PR PL PL PL 2020 PR PL PR PP PL PP PP PL PP PL PL PP PU PR PR PP PP PP PP PL PU PL PP PP PU PL PL PP PL PL PP PR PR PL PL PL 2030 PR PL PR PP PL PP PP PL PP PL PL PP PU PR PR PP PP PP PP PL PU PL PP PP PU PL PL PP PL PL PP PR PR PL PL PL

KET. * *

Kalianget Kangean P. Raas Sapudi Sapeken Keramaian Masalembo Giliraja Dungkek Pagerungan Tanjung Perak Tuban Tg. Awar-awar Buleleng (Sangsit) Celukan Bawang Pegametan Penuktukan Labuhan Lalang Benoa Sanur Gilimanuk Padang Bai Labuan Amuk/Tanahampo Labuhan Amed Nusa Lembongan Nusa Penida (Mentigi) Buyuk Kusamba Bima Sape Waworada Cempi Calabahi Kempo

* * *

PU PR PR PR PP PR PR PL PU PL PP PP PU PL PL PR PL PL PP PR PR PL PL PL

Provinsi : Bali * *

* * *

Provinsi : Nusa Tenggara Barat * *

Kabupaten/Kota 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Lombok Barat Lombok Barat Lombok Barat Lombok Timur Lombok Timur Lombok Timur Lombok Timur Lombok Utara Lombok Utara Sumbawa Sumbawa Sumbawa Barat Sumbawa Barat Alor Alor Alor Alor Alor Alor Alor Belu Ende Ende Ende Ende Flores Timur Flores Timur Flores Timur Flores Timur Flores Timur Flores Timur Flores Timur Flores Timur Kota Kupang Kota Kupang Kupang Kupang

Pelabuhan/Terminal Lembar Senggigi Bangko-Bangko Telong Elong Labuhan Haji Labuhan Lombok Tanjung Luar Pemenang/Tanjung Carik Badas Alas Lalar Benete Baranusa Dulionong Kabir Kalabahi Kolana Maritaing Moru Atapupu Ende Ippi Maurole Pulau Ende Lamakera Larantuka Menanga Paitoko Terong Waiwadan Waiwerang Tabilota Pelra Nunbaun Sabu (Namosain) Tenau/Kupang Batubao Naikliu PP PL PL PR PR PP PL PR PR PP PL PL PP PR PL PL PR PL PP PL PR PR PP PL PL PL PP PL PR PL PP PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PL PL PR PR PP PL PR PR PP PL PL PP PR PL PL PR PL PP PL PR PP PP PL PL PL PP PL PR PL PP PL PL PL PU PL PL 2020 PP PL PL PR PR PP PL PR PR PP PL PL PP PR PL PL PR PL PP PL PR PP PP PL PL PL PP PL PR PR PP PL PL PL PU PL PL 2030 PP PL PL PR PR PP PL PR PR PP PL PL PP PR PL PL PR PL PP PL PR PP PP PL PL PL PP PL PR PR PP PL PL PL PU PL PL

KET. *

* * *

* *

Provinsi : Nusa Tengara Timur

* *

PU PL PL

48

Kabupaten/Kota 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Lembata Lembata Lembata Lembata Manggarai Manggarai Manggarai Manggarai Manggarai Barat Manggarai Barat Manggarai Barat Manggarai Barat Manggarai Timur Manggarai Timur Manggarai Timur Manggarai Timur Nagekeo Ngada Ngada Ngada Ngada Rote Ndao Rote Ndao Rote Ndao Rote Ndao Rote Ndao Sabu Raijua Sabu Raijua Sabu Raijua Sikka Sikka Sikka Sikka Sikka Sikka Sikka Sikka

Pelabuhan/Terminal Balauring Lembata Lewoleba Wulandoni Iteng P. Mules Reo Robek Bari Komodo Labuan Bajo Rinca Mborong Nanga Baras Waiwole Pota Marapokot Riung Aimere Maumbawa Waebela Baa Batutua Ndao Oelaba Papela Biu Raijua Seba Hepang Laurens Say Maumere Paga Palue Pemana Sukun Wuring PP PR PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PP PL PL PL PL PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PR PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PP PL PL PL PL PR 2020 PP PR PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PP PP PL PL PL PL PR 2030 PP PR PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PP PP PL PL PL PL PR

KET.

Kabupaten/Kota 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 6 Sumba Barat Sumba Barat Sumba Barat Daya Sumba Barat Daya Sumba Tengah Sumba Timur Sumba Timur Sumba Timur Sumba Timur Sumba Timur Timor Selatan Timor Selatan Tengah Boking Tengah

Pelabuhan/Terminal Binanatu Rua Pero Waikelo Mamboro Baing Gonggi Pelra Waingapu Pulau Salura Waingapu PL PL PL PR PR PL PL PL PL PP PL PL PP PR PL PL PP PP PP PR PP PP PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PR PR PL PL PL PL PP PL PR PP PR PL PL PP PP PP PP PP PP PP PU PR PR PP PP PR PR PP PL PP PR 2020 PL PL PL PR PR PL PL PL PL PP PL PR PP PR PL PL PP PP PP PP PP PP PP PU PR PR PP PP PR PR PP PL PP PR 2030 PL PL PL PR PR PL PL PL PL PP PL PR PP PR PL PL PP PP PP PP PP PP PP PU PR PR PP PP PR PR PP PL PP PR

KET.

Kolbano Wini Karimata Tg. Satai Sukadana Air Hitam Kendawangan Ketapang Teluk Melano/Teluk Batang Paloh/Sakura Singkawang Teluk Air Pontianak Mempawah Jaruju Sambas Sintete Kelanis Rangga Ilung Batanjung Behaur Kuala Kapuas Pegatan Mendawai

Timor Tengah Utara Kayong Utara Kayong Utara Kayong Utara Ketapang Ketapang Ketapang Ketapang Kubu Raya Kubu Utara Kubu Utara Pontianak Pontianak Sambas Sambas Sambas Barito Selatan Barito Selatan Kapuas Kapuas Kapuas Katingan

Provinsi : Kalimantan Barat

* * * * * *

PU PR PR PP PP PR PR PP PL PP PR

Provinsi : Kalimantan Tengah

50

Kabupaten/Kota 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 Kota Waringin Barat Kota Waringin Barat Kota Timur Kota Timur Kota Timur Waringin Sampit Waringin Kumai

Pelabuhan/Terminal PP PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PP PU PL PR PR PR PR PP PR PP PL PP PU PL PP PP PP PP PR PL PP PR PR PP PP PR PU PP PL PP PP PP 2020 PP PP PU PL PR PR PR PR PP PR PP PL PP PU PL PP PP PP PU PR PL PP PR PR PP PP PR PU PP PL PP PP PP 2030 PP PP PU PL PR PR PR PR PP PR PP PL PP PU PL PP PP PP PU PR PL PP PR PR PP PP PP PU PP PL PP PP PP

KET. * * * *

Pangkalan Bun

PU PL PR PR PR PR PP PR PR PL PP PU PL PP PP PP PP PR PL PP PR PR PP PP PR PU PP PL PP PP PP

Samuda Waringin Bagendang Kereng Bengkirai Teluk Sebangau Bukit Pinang Pulang Pisau Kuala Pembuang Teluk Sigintung/Seruyan Kuala Jelay Sukamara Banjarmasin Gunung Batu Besar Stagen Kota Baru Sebuku Mekar Putih Serongga/Tanjung Batu Satui/Sel Danau Simp. Empat Batu Licin Pegatan Sungai Loban Kintap Pelaihari/Swarangan Tanjung Dewa Balikpapan Kampung Baru Talisayan Tanjung Redep Lhok Tuan Tanjung Laut

Palangkaraya Palangkaraya Palangkaraya Pulang Pisau Seruyan Seruyan Sukamara Sukamara Banjarmasin Kotabaru Kotabaru Kotabaru Kotabaru Kotabaru Kotabaru Tanah Bumbu Tanah Bumbu Tanah Bumbu Tanah Bumbu Tanah Laut Tanah Laut Tanah Laut Balikpapan Balikpapan Berau Berau Bontang Bontang

* *

* *

Provinsi : Kalimantan Selatan

* * * *

Provinsi : Kalimantan Timur *

* * *

Kabupaten/Kota 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Bulungan Kutai Kertanegara Kutai Kertanegara Kutai Kertanegara Kutai Timur Kutai Timur Kutai Timur Nunukan Nunukan Paser Paser Penajam Utara Samarinda Tana Tidung Tana Tidung Tarakan B. Mangodow B. Selatan B. Selatan Mangodow Paser

Pelabuhan/Terminal Tanjung Selor Tanjung Santan Kuala Semboja Sebulu Sangatta Maloy Sangkulirang Nunukan Sungai Nyamuk Tanah Grogot Teluk Adang Penajam Paser Samarinda Pulau Bunyu Sesayap Tarakan Labuhan Uki Molibagu PR PP PP PR PP PP PR PP PP PP PP PP PP PP PL PP PP PL PR PL PL PL PR PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PP PP PR PP PP PR PP PP PP PP PP PP PP PL PP PP PL PR PL PL PL PR PR PU PL PL PL PL PL PR PL PR PL 2020 PR PP PP PR PP PP PR PP PP PP PP PP PP PP PL PP PP PL PR PL PL PL PR PR PU PL PL PL PL PL PR PL PR PR 2030 PR PP PP PR PP PP PR PP PP PP PP PP PP PP PL PP PP PL PR PL PL PL PR PR PU PL PL PL PL PL PR PL PR PR

KET. * * * * * * * *

* * * *

Provinsi : Sulawesi Utara

Mangodow Torosik Kotabunan Tutuyan - Jikoblanga Boroko Tg. Sidupa Air Tembaga Bitung Bentung Bukide Kahakitang Kalama Kawaluso Kawio Lipang Makalehi Marore *

B. Mangodow Timur B. Mangodow Timur B. Mangodow Utara B. Mangodow Utara Bitung Bitung Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe

PU PL PL PL PL PL PR PL PR PL

* / **

52

Kabupaten/Kota 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sangihe Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Sitaro Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep. Talaud Kep.Talaud Kep.Talaud Kep.Talaud Manado Manado Minahasa Minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara

Pelabuhan/Terminal Matutuang Ngalipaeng P. Beng Darat P. Beng Laut P. Mahangetang P. Tinakareng Pananaru Para Petta Tahuna Tamako Biaro Buhias P. Ruang Pehe Sawang Tagulandang Ulu Siau Beo Damao Dapalan Essang Karatung Lirung Mangarang Marampit Melangoane Miangas Rainis Gemeh Intata Kakorotan Manado P. Manado Tua Kora-Kora Tanawangko Amurang Belang PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PP PL PL PL PR PP PL PL PL PL PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PR PR PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PP PL PL PL PR PP PL PL PL PL PR 2020 PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PR PR PR PL PL PL PL PL PP PR PL PR PR PP PL PL PL PR PP PL PL PL PR PR 2030 PL PL PL PL PL PL PL PL PP PU PL PL PL PL PR PR PR PL PL PL PL PL PP PR PL PR PR PP PL PL PL PR PP PL PL PL PR PR

KET.

Kabupaten/Kota 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Minahasa Tenggara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Minahasa Utara Boalemo Boalemo Gorontalo Gorontalo Utara Gorontalo Utara Gorontalo Utara Gorontalo Utara Pohuwato Pohuwato Pohuwato Pohuwato Majene Majene Majene Majene Majene Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Mamuju Utara

Pelabuhan/Terminal Tumbak Bangka Gangga Kema Likupang Montehage Munte/Likupang Barat Nain Talise Wori Tilamuta Wongosari Gorontalo Anggrek Gentuma Kwandang Tolinggula Bumbulan Lemito Marisa Popayato Majene Malunda Palipi Pamboang Sendana Ambo Belang-Belang Budong-Budong Kaluku Mamuju Poongpongan Salisingan Sampaga Tappalang Bambaloka PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PP PP PL PP PL PR PL PL PL PR PL PL PL PL PL PP PL PL PP PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PR PL PP PP PL PP PL PR PL PL PL PR PL PR PL PL PL PU PL PL PP PL PL PL PL PL 2020 PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PP PL PP PU PL PP PR PP PL PL PL PP PL PR PL PL PL PU PL PL PP PL PL PL PL PL 2030 PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PP PL PP PU PL PP PR PP PL PL PL PP PL PR PL PL PL PU PL PL PP PL PL PL PL PL

KET.

Provinsi : Gorontalo * * * *

Provinsi : Sulawesi Barat *

54

Kabupaten/Kota 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 16 17 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Mamuju Utara Polewali Mandar Polewali Mandar Polewali Mandar Banggai Banggai Banggai Banggai Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan

Pelabuhan/Terminal Pasang Kayu Campalaglang Tanjung Silopo/Polewali Tinambung Bunta Luwuk Pagimana Tangkiang Alasan Bakalan Banggai Batangono Boloan Boyomoute Bulagi Bulungkobit Bungin (I,II) Bungin (III,IV) Dodung Gasuang Gonggong Kalumbatan Kalupapi Kapela Kasuari Kaukes Kindandal Kokondang (I,II) Komba-Komba Lalengan Lalong Lampio (I,II,III) Lantibun Liana Banggai Liang Lipulalongo Lokotoy PL PL PR PL PR PP PP PP PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PL PR PL PR PP PP PP PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL 2020 PR PL PP PL PR PP PP PP PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL 2030 PR PL PP PL PR PP PP PP PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL

KET.

Provinsi : Sulawesi Tengah * * *

Kabupaten/Kota 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Banggai Kepulauan Buol Buol

Pelabuhan/Terminal Lolantang Lumbilumbia Lupamenteng Mansalean Matanga Mbeleang Mbuang-Mbuang Ndindibung Oluno Padingtian Paisubebe Paisulamo Palapat Panapat Panapat/Dendek Panapat/Konalu Panapat/Mandel Ponding - Ponding Popisi Posisi/Banggai Sabang/P. Peleng Salakan Salakan (I,II) Sasabobok Sonit (I,II) Tabulan Tadono Talas Tataba Tebing Timpaus Tinakin Laut Tinangkung Togong Sagu Tolulos Toropot Kumaligon Leok PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR 2020 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP 2030 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP

KET.

56

Kabupaten/Kota 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Buol Buol Donggala Donggala Donggala Donggala Morowali Morowali Morowali Morowali Morowali Morowali Palu Parigi Moutong Parigi Moutong Poso Tojo Una-Una Tojo Una-Una Tojo Una-Una Tojo Una-Una Toli-Toli Toli-Toli Bau-Bau Bombana Bombana Bombana Bombana Bombana Buton Buton Buton Buton Buton Buton Utara Buton Utara Buton Utara Kendari

Pelabuhan/Terminal Lokodidi Palele Donggala Ogoamas Sabang Wani Baturube Bungku Kolonedale Menuai Sambalagi Wosu Pantoloan Moutong Parigi Poso Mantangisi Popolii Ampana Wakai Ogotua Toli-toli Bau-Bau/Marhum Boepinang Dongkala Kasipute Sikeli Wamengkoli Banabungi Lasalimu Lawele Siompu Talaga Raya Buranga Ereke Labuhan Belanda Kendari PR PL PP PR PR PP PL PP PP PL PR PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PR PL PP PR PR PP PL PP PP PL PR PP PU PL PR PP PL PL PP PL PL PP PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PL PP 2020 PP PL PP PP PP PP PL PP PP PL PR PP PU PL PR PP PL PL PP PL PL PP PP PL PL PL PR PL PR PL PL PL PL PL PR PL PP 2030 PP PL PP PP PP PP PL PP PP PL PR PP PU PL PR PP PL PL PP PL PL PP PP PL PL PL PR PL PR PL PL PL PL PL PR PL PP

KET.

* *

PU PL PR PP PL PL PP PL PL PP PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PL PP

* * *

* *

Provinsi : Sulawesi Tenggara

Kabupaten/Kota 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kendari Konawe Konawe Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Kolaka Utara Kolaka Utara Kolaka Utara Konawe Selatan Konawe Selatan Konawe Utara Konawe Utara Konawe Utara Muna Muna Muna Wakatobi Wakatobi Wakatobi Wakatobi Bantaeng Barru Barru Barru Barru Bone Bone Bone Bone Bone Bone

Pelabuhan/Terminal Bungkutoko Langara Munse Dawi-dawi Kolaka Wollo Pomalaa Rante Angin Tangke Tada Toari Malombo Lasusua Olo-oloho Watunohu Torobulu Lapuko Matarape Lameluru Molawe Malingano Raha Tampo Kaledupa Papalia Waha/Usuku Wanci Bantaeng/Bonthain Awarange/Barru Labuange Pancana Garongkong Bajoe Barebbo/Kading Lapangkong/Salameko Pattirobajo Tuju-Tuju Uloe PP PL PL PL PP PL PR PR PL PL PL PL PR PP PL PR PL PL PL PL PP PL PR PL PL PP PL PP PL PL PP PP PL PL PR PR PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PL PL PL PP PL PR PR PL PL PL PL PR PP PL PR PL PL PL PL PP PL PR PL PL PP PL PP PL PL PP PP PL PL PR PR PL 2020 PP PL PL PL PP PL PP PR PL PL PL PL PR PP PL PR PL PL PL PL PP PL PR PL PL PP PL PP PL PL PP PP PL PL PR PR PL 2030 PP PL PL PL PP PL PP PR PL PL PL PL PR PP PL PR PL PL PL PL PP PL PR PL PL PP PL PP PL PL PP PP PL PL PR PR PL

KET.

* *

Provinsi : Sulawesi Selatan *

58

Kabupaten/Kota 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bone Bone Bulukumba Bulukumba Bulukumba Jeneponto Luwu Luwu Luwu Timur Luwu Timur Luwu Timur Luwu Utara Luwu Utara Makasar Makasar Palopo Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pangkajene Kepulauan Pare-pare Pare-pare Pinrang Pinrang Pinrang Selayar WaItuo

Pelabuhan/Terminal PL PL PL PP PL PR PL PL PR PP PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PP PL PR PL PL PR PP PL PL PL PU PP PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PR PL PL 2020 PL PL PL PP PL PR PL PL PR PP PL PL PL PU PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PR PL PL 2030 PL PL PL PP PL PR PL PL PR PP PL PL PL PU PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PR PL PL

KET.

Cenrana Bira/Tanah Beru Bulukumba/Lappe'e Kajang Jeneponto/Bunging Larompong Ulo-Ulo/Belopa Lampia Malili Wotu Cappasalo Munte Makassar Paotere Palopo/Tg. Ringgit Biringkasi Maccini Baji P. Balang Lompo P. Balo Babang P. Kalukalukuang P. Pangkajene P. Sabutung P. Sailus P. Sapuka Capa Ujung Pare-Pare/Nusantara Langnga Marabombang Ujung Lero Appatana

* *

PU PP PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PL PR PL PL

* * *

Kabupaten/Kota 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Selayar Sinjai Sinjai Sinjai Takalar Takalar Wajo Wajo Wajo Wajo Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Barat Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan

Pelabuhan/Terminal P. Batang Mata P. Biropa P. Bone Lohe P. Bonerate P. Jampea P. Jinato P. Kalatoa P. Kayuadi P. Padang P. Rajuni Pamatata Selayar/Benteng/Rauf Rahman P. Burung Leo P. Kambuno Sinjai/Larea-rea Galesong/Takalar P. Tanakeke Danggae Doping Jalang/Cendrane Siwa/Bangsalae Bataka Bobane Igo Ibu Jailolo Kedi/Loloda Matui Sidangoli Susupu Babang/Labuha Bajo Belang-Belang Bibinoy Bisui Busua Dolik Doro PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PP PL PL PP PR PL PL PL PR PR PL PL PL PR PL PR PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PP PL PL PP PR PL PL PL PR PR PL PL PL PR PL PR PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL 2020 PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PP PP PL PL PP PR PL PL PL PR PR PL PL PL PR PL PR PL PL PU PL PL PL PL PL PL PL 2030 PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PP PP PL PL PP PR PL PL PL PR PR PL PL PL PR PL PR PL PL PU PL PL PL PL PL PL PL

KET.

Provinsi : Maluku Utara

60

Kabupaten/Kota 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan

Pelabuhan/Terminal Dowora Fulai Gane Dalam Geti Lama Guruaping Kayoa Indari Indong Kawasi Kelo Kotiti Kukupang Kupal Labuha Laiwui Laluin Lata-lata Lelei Loleo Jaya Loleo Obi Mafa Makian Mandopolo/Jojame Manu/Gamumu Nang Kokotu Nusa Ra Obilatu Palamea Pasipalele Pelita Pigaraja Posi-Posi Gane Pulau Kayoa Pulau Tapa Pulau Widi Saketa Samo Sum Tagono PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL 2020 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL 2030 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL

KET.

Kabupaten/Kota 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Tengah Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Timur Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Taneti Tawa

Pelabuhan/Terminal PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PR PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PR PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL 2020 PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PR PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL 2030 PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PR PR PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL

KET.

Wayaloar Wayauwa Wosi Yaba Banemo Gemia Mesa P. Gebe Paniti Patani Tapaleo Weda Sepo Bicoli Buli Dorosagu Lolasita Maba Pura Manitingting Patilean/Miyaf Akelamo Subaim/Wasile Asmiro Bataka Bobane Igo Cera Dama Daru Dedeta Dorume Galela Gisi Gonga Gurua Kakara Kao

62

Kabupaten/Kota 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Halmahera Utara Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Kepulauan Sula Pulau Morotai Pulau Morotai Pulau Morotai Pulau Morotai Pulau Morotai Ternate Ternate Ternate Ternate

Pelabuhan/Terminal Kupa-Kupa Ngajam Pacao Salimuli Sopu Tobelo Tolonuo Tupu-tupu Tutumaleo Bapenu Baruakol Bobong Dofa Falabisahaya Fuata Gela Jorjoga Kabau Lede Loseng Maitina Malbufa Nggele Pas Ipa Penu Samuya Sanana Tikong Tolonuo Bere - Bere Daruba Posi-Posi Sopi Wayabula Armada Semut Mangga Dua Bastiong Dufa-Dufa Hiri PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PR PL PR PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PR PL PL PP PL PR PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PR PL PR PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PR PL PL PP PL PR PL PL 2020 PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PL PR PL PP PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PR PL PL PP PL PR PL PL 2030 PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PL PR PL PP PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PR PR PL PL PR PL PL PP PL PR PL PL

KET.

Kabupaten/Kota 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Ternate Ternate Ternate Ternate Ternate Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Tidore Kepulauan Ambon Buru Buru Buru Buru Buru Selatan Buru Selatan Buru Selatan Buru Selatan Buru Selatan Buru Selatan Buru Selatan Kepulauan Aru Kepulauan Aru Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Mayau Moti

Pelabuhan/Terminal PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PU PL PL PR PR PL PL PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PU PL PL PP PL PL PL PR PR PR PL PL PP PP PL PL 2020 PL PL PL PU PL PL PR PR PL PL PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PL PU PL PL PP PL PL PL PR PR PR PL PL PP PP PL PL 2030 PL PL PL PU PL PL PR PR PL PL PL PL PL PL PP PL PL PR PP PL PL PU PL PL PP PL PL PL PR PR PR PL PL PP PP PL PL

KET.

Sulamadaha Ternate/A.Yani Tifure Galala Oba Gita/Payahe Guruaping Oba Leoleo Oba Lola Lola Oba Loleo Maidi/Lifofa Maitara Mangole Mare Rum Soasio/Goto Sofifi Somahode Galala Ambon Bilorro Ilath Namlea Waplau Air Buaya Ambalau Fogi Leksula Namrole Tifu Wamsisi Batu Goyang/Kalar-Kalar Dobo Lirang Dawera/Dawelor

PU PL PL PR PR PL PL PL PL PL PL PR PL PL PR PP PL PL PU PL PL PP PL PL PL PR PR PR PL PL PP PP PL PL

Provinsi : Maluku *

64

Kabupaten/Kota 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Barat Daya Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tengah Maluku Tenggara Maluku Tenggara Maluku Tenggara Maluku Barat Maluku Barat Maluku Barat Maluku Barat Maluku Barat Maluku Barat Tenggara Adault Tenggara Larat Tenggara

Pelabuhan/Terminal Hila/Romang Ilwaki Kaiwatu/Moa Marsela Serwaru Tepa Wonreli Wulur Amahai Banda Naira Hitu Kesui Kobisonta Saparua/Haria Tulehu Wahai Kabisadar Wolu Elat Kur Tehoru PL PR PL PL PL PR PR PL PP PP PL PL PL PL PP PR PR PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PP PL PR PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PR PL PL PL PR PR PL PP PP PL PL PL PL PP PR PR PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PP PL PR PL PL 2020 PL PR PL PL PL PR PR PL PP PP PL PL PL PL PP PR PR PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PP PL PP PL PL 2030 PL PR PL PL PL PR PR PL PP PP PL PL PL PL PP PR PR PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PP PL PP PL PL

KET.

* * *

* *

Mahaleta Tenggara Saumlaki Tenggara Seira Tenggara Sera Bemo Bula Geser Hatu Piru Kairatu Kataloka/Ondor

Seram Bagian Timur Seram Bagian Timur Seram Bagian Timur Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat

Kabupaten/Kota 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Seram Bagian Barat Tual Fak-fak Fak-fak Fak-fak Fak-fak Fak-fak Fak-fak Fak-fak Kaimana Kaimana Kaimana Kaimana Kaimana Kaimana Kaimana Kaimana Manokwari Manokwari Manokwari Raja Ampat Raja Ampat Raja Ampat Raja Ampat Raja Ampat Raja Ampat Lakor Larokis Lokki Manipa

Pelabuhan/Terminal PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PP PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PP PL PL PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL 2020 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PR PL 2030 PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PP PL PR PL PL PL PL PP PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PR PL

KET.

Pelita Jaya Taniwel Toyando Wailey Waimeteng Piru Waisala Waisarisa Upisera Tual Bomberai Fak-fak Karas Kokas Sagan Selasi Weti Adijaya Etna Kaimana Kanoka Lobo P. Adi Senini Susunu Manokwari Oransbari Ransiki Fatanlap Kabare Kalobo Sailolof Saonek Pam

* *

Provinsi : Papua Barat * *

* *

66

Kabupaten/Kota 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Raja Ampat Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Sorong Selatan Sorong Selatan Sorong Selatan Tambrauw Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Bintuni Teluk Bintuni Teluk Wondana Teluk Wondana Asmat Asmat Asmat Asmat Asmat Asmat Asmat Asmat Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor

Pelabuhan/Terminal Waigama Makbon Mega Muarana Kasim Kiamano Salawati Seget Sele Sorong Arar Inawatan Konda Taminabuan Saukorem Sausapor Arandai Babo Bintuni Wasior Windesi Agats Atsy Jipawer Kamur Pirimapun Sawaerma Yamas Yaosakor Biak Bosnik Insobabi Korem M. Mapia Manggari Masram Padaido PP PL PL PL PL PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PP PL PL PL PL PL PL PL PL PU PP PP PL PP PL PL PP PP PP PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL 2020 PP PL PL PL PL PL PL PL PL PU PP PP PL PP PL PL PP PP PP PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PL PL PL 2030 PP PL PL PL PL PL PL PL PL PU PP PP PL PP PL PL PP PP PP PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PL PL PL

KET.

PU PP PP PL PP PL PL PP PP PP PP PP PP PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL

* *

Provinsi : Papua *

Kabupaten/Kota 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Biak Numfor Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Boven Digul Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Mamberamo Raya Mappi Mappi Mappi Mappi Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Merauke Mimika Mimika Saribi Sowek Wardo Warsa Asiki

Pelabuhan/Terminal PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PU PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PP PL 2020 PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PP PU PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PP PL 2030 PL PL PL PL PL PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PU PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PP PL

KET.

Prabu Alaska Anggamburan Cabang Tiga Eci Gantenteri Kaptel Mindiptanah Tanah Merah Tanah Miring Betaf Demta Depapre Jayapura Metabore P. Yamna Teba Bade Bayun Kepi Moor Arambu Bian Bulaka Bupul Kimaam Kumbe Merauke Muting Okaba Semanggi Senggo Amamapare Hiripau

PU PL PL PL PP PL PL PL PL PL PL PL PL PL PU PL PL PL PL PP PL

68

Kabupaten/Kota 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Mimika Mimika Mimika Nabire Nabire Nabire Nabire Nabire Nabire Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Sarmi Supiori Supiori Supiori Supiori Supiori Supiori Waropen Waropen Waropen Waropen Waropen Yapen Yapen Yapen Yapen Yapen Yapen Yapen Yapen Yapen

Pelabuhan/Terminal Kokonao Pomako I & II Uta Kuatisora Nabire/Teluk Kimi Napan Nusa Wanggur Wapoga Apauwer Armopa Bagusa Kasonaweja P. Liki Sarmi Takar Trimuris Wakde Janggerbun Kameri Korido Marsram Miosbipondi Numfor Barapasi Kaipuri Koweda P. Nauw Waren Ambai Ampimoi Angkaisera Ansus Dawai Koweda Kurudu Owe Papuma PL PP PL PL PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PP PL PL PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL 2020 PL PU PL PL PP PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PL PL PL PL 2030 PL PU PL PL PU PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PL PP PR PL PL PL PL PL PL PP PL PL PL PL PP PL PL PL PL

KET.

Kabupaten/Kota 1237 1238 1239 1240 93 94 95 96 Yapen Yapen Yapen Yapen Poom

Pelabuhan/Terminal PL PL PP PL

Hierarki Pelabuhan/Terminal 2011 2015 PL PL PP PL 2020 PL PL PP PL 2030 PL PL PP PL

KET.

Samberbaba Serui Wainapi

REKAPITULASI JUMLAH PELABUHAN / TERMINAL Pelabuhan Utama (PU) Pelabuhan Pengumpul (PP) Pelabuhan Pengumpan Regional (PR) Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL) Jumlah Pelabuhan

2011 33 217 249 741 1240

2015 39** 240 235 726 1240

2020 49** 262 225 704 1240

2030 51** 262 223 704 1240

Keterangan :

*)Terdapat Kantor UPT Ditjen Hubla sesuai : 1) Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan; 2) Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelabuhan Batam; 3) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan Utama; 4) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan;

**) termasuk 2 (dua) Pelabuhan Utama yang berfungsi sebagai Hub Internasional (Bitung dan Kuala Tanjung)

70

HIERARKI PELABUHAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 PROVINSI PU ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT KEPULAUAN RIAU RIAU BENGKULU JAMBI SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG LAMPUNG BANTEN JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA TENGAH
1 1 1 3 1 0 0 1 0 1 1 1 1 2

PP
8 9 2 15 12 1 4 2 7 3 3 1 4 2

2011 PR PL
3 13 8 42 3 2 4 10 5 13 2 6 2 7 14 12 6 72 17 1 6 4 7 5 3 4 13 2

Jumlah
26 35 17 132 33 4 14 17 19 22 9 12 20 13

PU
1 2 1 3 2 1 0 1 0 1 1 1 1 2

PP
8 8 2 27 12 0 4 7 7 6 3 1 4 2

2015 PR PL
3 13 9 31 2 2 4 8 5 10 2 6 5 7 14 12 5 71 17 1 6 1 7 5 3 4 10 2

Jumlah
26 35 17 132 33 4 14 17 19 22 9 12 20 13

PU
1 2 1 5 2 1 1 2 0 1 1 1 1 2

PP
8 8 4 28 12 1 3 6 8 6 3 1 4 5

2020 PR PL
3 14 8 28 2 2 4 8 6 10 2 9 5 4 14 11 4 71 17 0 6 1 5 5 3 1 10 2

Jumlah
26 35 17 132 33 4 14 17 19 22 9 12 20 13

PU
1 2 1 5 2 1 1 2 0 1 1 1 1 2

PP
8 9 4 28 12 1 3 6 8 6 3 1 4 5

2030 PR PL
3 13 8 28 2 2 4 8 6 10 2 9 5 4 14 11 4 71 17 0 6 1 5 5 3 1 10 2

Jumlah
26 35 17 132 33 4 14 17 19 22 9 12 20 13

71

HIERARKI PELABUHAN NO 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 PROVINSI PU JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA
4 2 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0

PP
10 3 5 9 8 6 7 16 6 3 2 12 7

2011 PR PL
13 4 6 14 4 9 4 3 11 2 2 8 7 15 6 8 50 2 3 2 2 48 6 15 72 27

Jumlah
42 15 19 74 15 19 14 22 66 11 19 93 41

PU
6 2 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0

PP
9 6 5 10 9 7 7 16 6 3 1 12 7

2015 PR PL
15 1 6 14 3 8 4 3 11 2 4 8 7 12 6 8 49 2 3 2 2 48 6 13 72 27

Jumlah
42 15 19 74 15 19 14 22 66 11 19 93 41

PU
6 2 0 1 1 1 2 1 1 1 1 1 0

PP
13 7 5 11 9 7 6 16 6 4 3 16 8

2020 PR PL
12 0 6 14 3 8 4 3 16 1 2 4 7 11 6 8 48 2 3 2 2 43 5 13 72 26

Jumlah
42 15 19 74 15 19 14 22 66 11 19 93 41

PU
6 2 0 1 1 1 2 1 2 1 1 1 0

PP
13 7 5 11 9 7 7 16 5 4 3 16 8

2030 PR PL
12 0 6 14 3 8 3 3 16 1 2 4 7 11 6 8 48 2 3 2 2 43 5 13 72 26

Jumlah
42 15 19 74 15 19 14 22 66 11 19 93 41

72

HIERARKI PELABUHAN NO 28 29 30 31 32 PROVINSI PU SULAWESI SELATAN MALUKU UTARA MALUKU PAPUA BARAT PAPUA JUMLAH
1 1 1 1 2 33

PP
11 4 9 13 13 217

2011 PR PL
11 20 9 0 2 249 40 126 43 31 79 741

Jumlah
63 151 62 45 96 1240

PU
1 1 1 1 2 39

PP
11 5 9 13 13 240

2015 PR PL
11 20 9 0 2 235 40 125 43 31 79 726

Jumlah
63 151 62 45 96 1240

PU
1 3 1 1 4 49

PP
13 6 10 13 12 262

2020 PR PL
9 18 8 3 2 225 40 124 43 28 78 704

Jumlah
63 151 62 45 96 1240

PU
1 3 1 1 5 51

PP
13 6 10 13 11 262

2030 PR PL
9 18 8 3 2 223 40 124 43 28 78 704

Jumlah
63 151 62 45 96 1240

73

SUB LAMPIRAN B: : ARUS PERDAGANGAN UTAMA UTAMA PADA TAHUN 2009


Sub LampiranB-1 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Lalu-Lintas Lalu Lintas Peti Kemas Indonesia Tahun 2009

Sub LampiranB-2 2 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Lalu Lintas Peti Kemas Indonesia Tahun 2009

74

Sub LampiranB-3 3 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk untu Lalu-Lintas Lintas Kargo Umum (General Cargo) Indonesia Tahun 2009

Sub Lampiran B-4Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Lalu Lintas Kargo Umum (General Cargo) Indonesia Tahun 2009

Sub LampiranB -5 5 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun 2009

Sub LampiranB-6 6 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun 2009

76

Sub LampiranB-7 7 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Cair Indonesia Indonesi Tahun 2009

Sub LampiranB-8 8 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Cair Indonesia Tahun 2009

SUB LAMPIRAN C: : PELABUHAN STRATEGIS STRATEGIS DALAM KORIDOR EKONOMI EKON


Sub LampiranC-1 1 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Sumatera

Sub LampiranC-2 Lampiran 2 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Jawa

78

Sub LampiranC-3 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Kalimantan

Sub LampiranC-4 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Sulawesi

79

Sub LampiranC-5 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara

Sub LampiranC-6 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Papua Kepulauan Maluku

80

SUB LAMPIRAN D:

PARAMETER PERENCANAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN BERDASARKAN KORIDOR EKONOMI

Sub LampiranD-1 Koridor Ekonomi Sumatera Sub LampiranD-2 Koridor Ekonomi Jawa Sub LampiranD-3 Koridor Ekonomi Kalimantan Sub LampiranD-4 Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Sub LampiranD-5 Koridor Ekonomi Sulawesi Sub LampiranD-6 Koridor Ekonomi Papua Kepulauan Maluku

81

Sub LampiranD-1 Koridor Ekonomi Sumatera

82

Sub Lampiran D-2 Koridor Ekonomi Jawa

83

Sub Lampiran D-3 Koridor Ekonomi Kalimantan

84

Sub Lampiran D-4 Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara

85

Sub Lampiran D-5 Koridor Ekonomi Sulawesi

86

Sub Lampiran D- 6 Koridor Ekonomi Kepulauan Maluku - Papua


Koridor Ekonomi Maluku-Papua
2009
Total 24.93 juta ton/thn Total 40.94 juta ton/thn

2020 Kebutuhan Pergerakan Total Pelabuhan


Total 58.99 juta ton/thn

2030

0.20 juta TEU/thn

0.57 juta TEU/thn

1.06 juta TEU/thn Lalu lintas peti kemas semakin berkembang di terminal-terminal utama seperti di Ambon dan Sorong yang lebih jauh akan menarik lalu lintas internasional (Asia).

Gambaran Umum
Wilayah Maluku dan Papua memiliki kepadatan penduduk yang rendah, dengan arus barang yang juga relatif rendah, dilayani oleh pelayaran yang sederhana. Barang kebanyakan berasal dan menuju Pelabuhan Makasar, Bitung dan Tanjung Perak. Arus peti kemas juga sangat rendah. Pelabuhan Sorong berfungsi sebagai pelabuhan yang melayani pergerakan komoditas yg berkaitan dengan energi (seperti Balikpapan) Lalu lintas peti kemas sudah mulai tumbuh secara signifikan di Maluku (termasuk Maluku Utara). Ambon dan Sorong semestinya telah terbangun pusat pendukung logistik untuk konsolidasi dan distribusi barang dengan peti kemas. Didukung juga dengan perkembangan pelayaran pengumpan ke Makasar, Surabaya/Jakarta atau bahkan ke luar negeri (Asia). Sorong sebagai pelabuhan energi akan semakin berperan untuk pelabuhan ekspor dari wilayah Indonesia Timur.

Target Produktivitas dan Ukuran Kapal


Peti Kemas Tanker Curah Kering Ukuran Kapal 500TEU 30.000 DWT Bongkar/Muat 18 TEU/jam/crane N/A Utilisasi Intensitas Lahan 80% 20kTEU/Ha 20% N/A Peti Kemas Tanker Curah Kering Ukuran Kapal 2.000TEU 120.000 TEU Bongkar/Muat 25 TEU/jam/crane 4.000 t/jam Utilisasi Intensitas Lahan 40% 30kTEU/Ha 20% 2 m /m
3 2

Peti Kemas Tanker Curah Kering

Ukuran Kapal 4.000TEU 120.000 DWT

Bongkar/Muat 38 TEU/jam/crane 4.000 t/jam

Utilisasi

Intensitas Lahan 50% 40kTEU/Ha 20% 2 m /m


3 2

Hanya terminal khusus

Hanya terminal khusus

Hany a terminal khusus

Investasi Strategis
Untuk terminal peti kemas, pengembangan dilakukan di Sorong untuk dapat melayani kapal pengumpan. Pengembangan juga dilakukan untuk terminal minyak bumi kecil Terminal khusus peti kemas di Ambon yang mampu melayani kapal peti kemas pengumpan. Dermaga sepanjang 400 m yang didukung dengan craine peti kemas dan RTG di Sorong. Pengembangan pelabuhan hub untuk produk minyak bumi Pengembangan terminal khusus bijih nikel Pengembangan dermaga peti kemas sepanjang 2 km, 25 craine peti kemas dan RTG di dua pelabuhan. Pengembangan pelabuhan hub untuk produk minyak bumi Pengembangan terminal khusus bijih nike

Kegiatan Bisnis Utama Pelabuhan


Peti Kemas Curah Cair : Operator monopoli menjalankan dermaga Ambon, namun disewakan kepada liner peti kemas untuk jangka waktu singkat : Terminal distribusi kecil dijalankan secara monopoly oleh Pertamina cenderung menggunakan drum dibanding secara curah Peti Kemas Curah Cair Lain-lain : Beberapa operator mulai menjalankan terminal di Ambon dan Sorong : Terminal utama yang dijalankan oleh operator umum dan beberapa terminal khusus skala kecil : Operator kapal tunda/pelayanan laut dapat beroperasi di lebih dari satu pelabuhan dengan aturan yang diperketat Peti Kemas Curah Cair Lain-lain : Beberapa operator mulai menjalankan terminal di Ambon dan Sorong : Terminal utama yang dijalankan oleh operator umum dan beberapa terminal khusus skala kecil : Operator kapal tunda/pelayanan laut dapat beroperasi di lebih dari satu pelabuhan dengan aturan yang diperketat

87

SUB LAMPIRAN E: RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN


Sub Lampiran E-1 Rencana Pengembangan Fisik Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Fasilitas Pelabuhan, Tahun 2011-2030

88

89

90

91

92

93

94

Sub Lampiran E-2 2 Rencana Investasi Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Fasilitas Pelabuhan, Tahun 2011-2030 2011 (dalam juta US$)

95

96

97

98

99

100

101

MENTERI PERHUBUNGAN Ttd Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Hukum dan KSLN E.E. MANGINDAAN

UMAR ARIS, SH, MM. MH Pembina Tk. I (IV/b) NIP. 19630220 1989031 1 001

102