Anda di halaman 1dari 140

PT. PP (Persero) dan PT.

WIKA (Persero) KSO


Proyek Divisi Kode Dokumen : : Tgl. Edisi Pertama Nomor Edisi Halaman : Nomor Kopi Tanggal Revisi :

Nama Dibuat

Jabatan

Tandatangan

Tanggal

Disetujui

RENCANA K3 KONTRAK PROYEK PEMBANGUNAN FLYOVER CENGKARENG

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN I 1 2 3 4 II III Pendahuluan Umum Tujuan Pembuatan Rencana K3 Kontrak Lingkup Penerapan Rencana K3 Kontrak Gambaran Umum Proyek Kebijakan K3 Perencanaan K3 VI. 1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Pengendaliannya. VI. 2 Pemenuhan Perundang-undangan dan Peraturan lainnya. VI. 3 Sasaran dan Program Penerapan dan Operasi IV.1 Sumber daya, Struktur Organisasi dan Pertanggung Jawaban. IV.2 Kompetensi, Pelatihan dan Kepedulian IV.3 Komunikasi , Partisipasi dan Konsultasi. IV.4 Dokumentasi IV.5 Pengendalian Dokumen IV.6 Penegendalian Operasional IV.7 Kesiagaan dan Tanggap Darurat. Pemeriksaan V.1 Pengukuran dan Pemantauan V.2 Evaluasi Kepatuhan V.3 Penyelidikan Insiden, Ketidak sesuaian, Tindakan Perbaikan V.4 dan Pencegahan. V.5 Pengendalian Rekaman. V.6 Audit Internal. Tinjauan Manajemen. VI.1 Tinjauan Manajemen. Lampiran-Lampiran :

IV

VI.

XI

BAB I PENDAHULUAN
I.1. UMUM.
Kegiatan konstruksi dan dalam hal ini adalah Pembangunan Flyover Cengkareng merupakan suatu kegiatan yang kompleks, yaitu perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan spesifikasi teknis bangunan yang didalamnya banyak terjadi interaksi antara alat-alat / bahan - bahan kerja dan sumber daya manusia. Interaksi antar alat-alat / bahan-bahan kerja dan sumberdaya menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akaibat kerja serta dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan akibat pembuangan limbah dari proses produksi dan ketidaksesuaian mutu produk dengan spesifikasi teknisnya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini sebagai langkah awal untuk meminimalisir resiko kerja tersebut dan meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas produk. Upaya preventif ini dimulai dengan membentuk suatu sistem K3 yang didasarkan pada Plan - Do - Check dan Action yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pelaksanaannya. Hal ini sebagaimana yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 09/PRT/M/2008. Tentang Pedoman Sistem Manajeman K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum Rencana K3 Kontrak Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng ini dibuat sebagai upaya preventif dalam meminimalisir resiko kerja pada pembanguna Flyover tersebut.

I.2. TUJUAN PEMBUATAN RENCANA K3 KONTRAK.


Tujuan dari pembuatan Rencana K3 Kontrak adalah untuk memastikan : a. Proyek telah menerapkan SMK3 yang terdapat dalam Kebijakan Perusahaan Penyedia Jasa Pelaksana Pembanguna Flyover Cengkareng sebagai perwujudan komitmen Perusahaan. b. SMK3 yang dibuat telah mampu memenuhi sasaran proyek yang ingin dicapai. c. Proyek telah memenuhi Perundang-undangan peraturan/persyaratan K3 d. Proyek telah melakukan upaya pencegahan awal untuk meminimalisir resiko yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja semaksimal mungkin. Sedangkan tujuan dan sasaran SMK3 adalah untuk menciptakan suatu sistem K3 di tempat kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintergrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

I.3 LINGKUP PENERAPAN RENCANA K3 KONTRAK. Lingkup :


Lingkup penerapan Rencana K3 Kontrak di Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng dimaksudkan .- Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja .- Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas konstruksi ....Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien Mengurangi buangan/ limbah yang timbul Menjamin proses produksi berjalan aman dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan Menjamin komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja & lingkungan serta pemeliharaannya.

Sedangkan Program K3 meliputi : .- Struktur Organisasi K3 .- Pokok - pokok perhatian K3 ,- Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko serta pengendaliannya. .- Identifikasi kondisi dan alat yang berpotensi menimbulkan bahaya. .- Jenis penyakit dan kecelakaan akibat kerja, .- Daftar Instasi terkait Struktur Organisasi K3 pada Proyek Flyover Cengkareng meliputi 1. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) 2. Tim Tanggap Darurat. Pokok-pokok Perhatian K3 : Kecelakan kerja akibat : .- Alat / Mesin .- Tahap/Metode Pelaksanaan kerja. .- Perilaku pekerja yang tidak sesuai standar/persyaratan. Penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan yang berasal dari: .- Suara dan asap penggunaan alat .- Debu hasil bobokan concrete .- Penggunaan bahan kimia berbahaya Minimalisasi dampak dari aktivitas konstruksi tarhadap : .- Kerugian materil maupun moril .- Kecelakaan dan Kesehatan Kerja Identifikasi Resiko K3 dan upaya pengendaliannya. Identifikasi bahaya dan pencegahannya : Jatuh dari ketinggian > 1,5 meter : Menggunakan safety harness Pemasangan safety net dan safety deck Scaffolding yang dipergunakan kuat, kokoh dan nyaman Pemasangan pagar pengaman dan railing Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko : Memakai helm Pemasangan safety net dan safety deck Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko Menutup lubang-lubang / void yang terdapat di area kerja

Kejatuhan benda

Tersengat listrik

Kebakaran

Tertabrak/menabrak Menghirup/menelan/menyerap zat berbahaya Kebisingan

Memasang proteksi pada dinding luar gedung : Penggunaan daya listrik sesuai kapasitas Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar Sambungan kabel harus di islasi dengan baik dan rapi Memakai sarung tangan & sepatu safety Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko : Penyediaan APAR di area kerja Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko Meminimalisir bahaya yang akan timbul dengan memberikan himbauan kepada pekerja untuk bekerja dengan hati-hati : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety & helm Pemasangan rambu K3LM sesuai dengan penilaian resiko : Memakai APD yang memadai seperti sepatu safety, sarung tangan, masker, kaca mata dan helm. Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko : Pemasangan rambu K3 sesuai dengan penilaian resiko Memakai APD yang memadai seperti ear plug

Pengendalian dan Penanggulangan Kecelakaan : .- Pemasangan poster/ himbauan tentang K3. .- Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm, kacamata, sarung tangan, sepatu, dll.). .- Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan .- Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga. .- Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat. .- Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai. .- Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya. .- Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya. .- Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising, asap dan residu lainnya. .- Penyediaan alat pemadam kebakaran .- Penempatan Satpam. .- Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Pemeliharaan Kesehatan : .- Pembuatan sarana MCK yang memadai .- Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi .- Penyediaan obat-obatan .- Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja : .- Depnakertrans .- Kepolisian .- Pemda .-Puskesmas / Dokter .-Astek Penanganan Khusus 1. Material Berbahaya (B3) 2. Peralatan Khusus (peralatan yang berpotensi menimbulkan dampak) 3. Tenaga kerja ahli 4. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya/ buangan. Material Berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan

Daftar material yang memerlukan penanganan khusus : 1. Semen, floor hardener 2. Solar, Olie, Bensin 3. Waterproofing, Bonding agen, minyak bekisting, Zincromate, cat Material yang termasuk dalam kategori berbahaya harus dilengkapi dengan cara penanggulangan bahaya yang terdapat pada Material Safety Data Sheet (MSDS). Peralatan Khusus Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus : 1. Crane 2. Generator set 3. Mesin Las 3. APAR 5. Concrete pump, concrete mixer Tenaga Kerja Ahli Tenaga kerja yang harus mempunyai setifikat keahlian : 1. Operator Crane pada pekerjaan Bor Pile, Pembuatan Box Girder dll 2. Operator alat berat pada pekerjaan - pekerjaan struktur dll. 3. Scafolder Pembuatan Box Girder dll Peralatan yang memiliki kategori khusus, operator yang mengoperasikan harus memiliki Surat Ijin Operasi (SIO) dari Depnaker. Pekerjaan Berbahaya Pekerjaan yang dianggap menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus menggunakan metode pengerjaan tertentu,menggunakan alat khusus, APD dan mengikuti IK yang ada, antara lain : 1. Pembobokan 2. Pengelasan 3. Pengoperasian Crane 4. Bekerja pada ketinggian ( pasang bata, bekisting, besi, n, dll ) 5. Penggunaan Bahan bakar 6. Penggunaan bahan kimia / berbahaya 7. Pembongkaran Bekisting 8.Waterproofing 9. Pengecatan Jalan 10. Pengoperasian stamper

I.4. GAMBARAN UMUM PROYEK :

Data Proyek :
Nama Proyek Jenis/ Type Proyek Lokasi Nilai Kontrak Pemberi Tugas Pengguna Anggaran Nama Pengguna Alamat Konsultan Pengawasa Penyedia Jasa Waktu Pelaksanaan Waktu Pemeliharaan : Proyek Pembangunan Jalan & Jembatan Metropolitan Jakarta : Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng : Cengkareng Jakarta Barat. : Rp. 119.779.000.000,- (Termasuk PPN) : Departemen Pekerjaan Umum. : SNVT Pembngunan Jalan dan Jembatan Metro Polita. : Ir. Harry Setiyona MM. : Jln. Jati Padang No. 39 Pasar Minggu Jakarta Selatan. : PT. Perencana Djaja JO. PT Jakarta Rencana Selaras. : PT. PP (Persero) JO, PT. WIKA (Persero) . : 507 Hari Kalender. : 365 Hari Kalender.

Jenis-Jenis Pekerjaan Dominan :


I II UMUM DRAINASE Mobilisasi Saluran Type DS 2 dan DS3 Pemasangan Batu dengan Mortar Galian Struktur kedalaman 0-4 M Timbunan Biasa Timbunan Pilihan Penyiapan Badan Jalan Lapis Pengikat Laston Lapis Aus(AC-WC) 5 Cm Beton (K500,K350,K250, (AC-WC) K175 Baja Tulangan U39 Ulir Tiang Bor Beton Dia. 1200 Mm. Perkerasan jalan Beton 27 Cm Wet Lean Concrete t 10 Cm 1 Ls 1,875 M1 3,992 m3 438 5,345 504 35,254 M3 M3 M3 M2

III

PEKERJAAN TANAH

IV

PEKERJAAN ASPAL

8,549 Lt. 17,091 M2 13,942 2,257,054 207 8,917 34,038 M3 Kg. Titik M3 M3

VII

PEKERJAAN STRUKTUR

Gambaran proyek :
Pekerjaan ini adalah pembangunan Jembatan (Flyover) mulai dari struktur dasar sampai finishing. Pembangunan Flyover Cengkareng berlokasi di Jalan Kramat Raya yang saat ini merupakan jalan alternatif menuju Bandara Sukarno-Hata, dari dan ke arah Kebon Jeruk. Pembangunan Flyover ini dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di persimpangan dengan Jalan Daan Mogot (Kali Deres - Grogol), serta lebih dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Paket pekerjaan Flyover Cengkareng terdiri dari 2 buah Flyover yakni FO1 dan FO2: - Panjang Jalan - Lebar Jalan - Rigid Pavement - Flexible Pavement - Pondasi : FO1 = 956 Meter dan FO2 = 942 Meter. : 9.00 Meter. : Wet Lean Concrete t = 10 Cm : Concrete Pavement t = 27 Cm. : Laston Lapis Aus (AC-WC) t = 5 Cm. : Tiang Bor Beton (Bor Pile) Diameter 120 Cm : Jumlah Bor Pile FO 1 =m 102102 TitikTitik. : Jumlah Bor Pile FO2 = 105 Titik

- Pier/Kolom dan Abutment : Jumlah Pier FO1 = 13 buah Jumlah Pier FO1 = 13 buah Jumlah Abutment FO1 dan FO2 masing2 2 buah - Panjang Oprit - Balok Jembatan : FO1 : Abutment 1 = 194 Meter & Abutment 2 = 173 Meter. : FO2 : Abutment 1 = 182 Meter & Abutment 2 = 150 Meter. : Box Girder Prestresed Concrete.

Kondisi Lingkungan
Proyek ini berada pada kondisi padat lalu lintas, yaitu di Jln. Kramat Raya yang memotong Jalan Daan Mogot yang menghubungkan Jakarta dan Tangerang. Sehingga kondisi yang mempunyai karakteristik tersendiri ini perlu dicermati , diatur kenyamanan dan keamanannya pada saat berlangsungnya pekerjaan konstruksi. Sasarannya adalah meminimalkan gangguan pelaksanaan dari lalu lintas dean hal-hal lain yang dapat berakibat pada kecelakaan kerja.. Sebelum pelaksanaan pekerjaan perlu survey untuk mencari data-data sbb : 1 Daerah yang kemungkinan terkena dampak pada saat pekerjaan berlangsung. 2 Kondisi Tanah / Lahan Kerja. 3 Kondisi Lingkungasn seperti sungai, pemukiman dan cuaca dll. 4 Kendaraan dengan beban, yang melewatinya. 5 Kerja sama dengan instansi terkait. 6 Alim Ulama dan Tokoh masyarakat .

BAB II KEBIJAKAN K3

SAFETY, HEALTH AND ENVIRONMENTAL POLICE :


O MENGURANG KEHILANGAN WAKTU KERJA (LOST TIME) & MENURUNKAN ANGKA KECELAKAAN DI PROYEK. O MELAKUKAN PERBAIKAN YANG BERKESINAMBUNGAN TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA O MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT DAN MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK LINGKUNGAN DALAM O PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 DENGAN SELALU MENGIKUTI PERATURAN-PERATURAN YANG BERLAKU.

BAB V

KEBIJAKAN K3

IV.2 KOMPETENSI\, PELATIHAN DAN KEPEDULIAN


SUMBER DAYA, PERAN, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3
Tanggung Jawab Ketua Organisasi P2K3 (Ir. Bandung S dan Ir. Ali Afandi) 1 Menetapkan Program Kerja K3 dikantor/Proyek 2 Memberikan Briefing dan pelatihan K3 di Proyek/Kantor 3 Memimpin rapat kordinasi setiap minggu 4 Melakukan Inspeksi dan Supervisi dilapangan 5 Membantu menjelaskan mengenai dampak terhadap kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan dari setiap kegiatan proyek dan upaya pencegahan/ minimalisasinya. 6 Melakukan investigasi bila terjadi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan serta pencegahan 7 Menerangkan Kebijakan K3 Perusahaan maupun proyek Sekertaris Organisasi P2K3 1 Menyelenggarakan administrasi K3 2 Menghimpun dan mengelola data tentang K3 3 Mensosialisasikan persyaratan SMK3 kepada seluruh tingkat dalam organisasi sehingga dalam bekerja mengutamakan K3 4 Memeriksa kelengkapan K3 5 Mengevaluasi penyebab timbulnya ketidaksesuaian 6 Melaporkan kepada Ketua P2K3 kinerja SMK3 7 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3 secara berkesinambungan di proyek Wewenang Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Ya Tidak Awareness SMK3 Accident Investigation OHSAS 18001 First Aid Training Training ERP x x x x x Keterangan

1 Mengesahkan Instruksi kerja k3 Proyek. 2 Melaksanakan Inspeksi K3 secara periodik

1 Mewakili ketua P2K3LM dlm berhubungan dengan pihak ekstern khususnya berkaitan dengan SMK3.

SUMBER DAYA, PERAN, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3
Tanggung Jawab Sekertaris Organisasi P2K3 : Zupriadi Wewenang Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Ya Tidak Awareness MK3L x Accident Investigation x OHSAS 18001 x First Aid Training x Training ERP x Keterangan

Security 1 Memberikan jaminan keamanan lingkungan proyek, baik ancaman dari luar maupun dlm yang lingkupnya ; a. Material b. Alat c. Pekerja 2 Pengendalian terhadap pekerja dan tamu 3 Pendokumentasian serah terima jaga, kejadian lapangan bila ada, keluar masuk material / alat dan data pengunjung 4 Memonitor pintu gerbang yang menjadi akses jalan Security : Teddy Tarmono

OHSAS 18001 Training ERP OHSAS 18001 Training ERP x

x x x 1 kali (7 Jan 2006)

Anggota P2K3
1 Membantu merumuskan HIRARC 2 Menentukan Sasaran & Program masing-masing bagian sesuai dengan HIRARC Anggota P2K3 sbb : 1. Sartono OHSAS 18001 x

SUMBER DAYA, PERAN, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3
Tanggung Jawab Wewenang Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Keterangan Ya Tidak Training ERP x 1 kali (7 Jan 2006) Awareness MK3L x OHSAS 18001 x Training ERP 3. Parulian Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L 4, Aghata OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP 7. Warsito Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP 10. Iswanto Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan 2006) x x x 1 kali (7 Jan ) x x x 1 kali (7 Jan 2006) 1 kali (7 Jan )

2. Muklas

5. Wahyu Adi

6. Surono

8. Raharjo

9. Sugeng

SUMBER DAYA, PERAN, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN GAP ANALISIS ORGANISASI TANGGAP P2K3
Tanggung Jawab 11. Pepeng Wewenang Gap Analisis Kompetensi Kesesuaian Keterangan Ya Tidak OHSAS 18001 x Training ERP x Awareness MK3L x OHSAS 18001 x Training ERP x Awareness MK3L x OHSAS 18001 x Training ERP x 1 kali (7 Jan 2006) Awareness MK3L x OHSAS 18001 Training ERP 15. Pujo Awareness MK3L OHSAS 18001 Training ERP Awareness MK3L Mengetahui, x x x x x x 1 kali (7 Jan 2006)

12.Andi

13. Kamto

14. Buyung

(.) Kepala Proyek

JABATAN : SAFETY OFFICER TANGGUNG JAWAB 1 Menjamin, dilaksanakan dan dipeliharanya 1 proses yang dibutuhkan dari SMK3 di proyek. 2 Melaksanakan sosialisasi terhadap perpersyaratan-persyaratan syaratan-persyaratan SMK3 SMK3LM kepada kepada seluruh seluruh tingkat tingkat dalam organisasi dalam proyek organisasi tercapainya proyek kesadaran sehingga dalam bekerja selamatan tercapainya dan kesadaran kesehatan dalam kerja. bekerja senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Melaporkan kepada Ketua Unit K3 atas 3M e kinerja SMK3 WEWENANG KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN Mewakili Ketua Unit A. LEVEL PENDIDIKAN K3LM dalam Minimal D3 berhubungan dengan Diutamakan dari jurusan teknik pihak ekstern khususnya yang B. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna, cacat fisik, jantung dll) C. KETRAMPILAN, PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA Menguasai SMM ISO 9001:2000 Menguasai SML ISO 14001:2004 Menguasai SMK3LM Waskita 4 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3 secara berkesinambungan di proyek 5 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3 secara berkesinambungan di proyek Menguasai OHSAS 18001 Menguasai AMDAL Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet, tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan

D. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000, OHSAS 18001 & ISO 14001 : 2004 Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran

JABATAN : SAFETY OFFICER TANGGUNG JAWAB 1 Menjamin, dilaksanakan dan dipeliharanya 1 proses yang dibutuhkan dari SMK3 di proyek. 2 Melaksanakan sosialisasi terhadap perpersyaratan-persyaratan syaratan-persyaratan SMK3 SMK3LM kepada kepada seluruh seluruh tingkat tingkat dalam organisasi dalam proyek organisasi tercapainya proyek kesadaran sehingga dalam bekerja selamatan tercapainya dan kesadaran kesehatan dalam kerja. bekerja senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Melaporkan kepada Ketua Unit K3 atas 3M e kinerja SMK3 WEWENANG KOMPETENSI YANG DIPERLUKAN Mewakili Ketua Unit A. LEVEL PENDIDIKAN K3LM dalam Minimal D3 berhubungan dengan Diutamakan dari jurusan teknik pihak ekstern khususnya yang B. FISIK & KESEHATAN Laki-laki atau perempuan Syarat kesehatan (buta warna, cacat fisik, jantung dll) C. KETRAMPILAN, PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA Menguasai SMM ISO 9001:2000 Menguasai SML ISO 14001:2004 Menguasai SMK3LM Waskita 4 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3 secara berkesinambungan di proyek 5 Menjamin terlaksananya peningkatan atas penerapan K3 secara berkesinambungan di proyek Menguasai OHSAS 18001 Menguasai AMDAL Mempunyai Sertifikat First Aid Training Memahami Teknik-Teknik Observasi K3LM Memahami HIRACH Memahami Instruksi Kerja K3LM Menguasai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Menguasai Program Komputer MS Office & MS Project Mempunyai jiwa ulet, tidak mudah putus asa Mempunyai kemauan / semangat belajar tinggi Mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan

D. PELATIHAN (supaya syarat C bisa terpenuhi dan atau meningkatkan kompetensi yang sudah ada) Pernah mengikuti Diklat / Sosialisasi SMM ISO 9001 : 2000, OHSAS 18001 & ISO 14001 : 2004 Pernah mengikuti Diklat Safety Awarenesss dan Dokumentation K3LM Pernah mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran

BAB IV PENERAPAN DAN OPERASIONAL


IV.1. SUMBER DAYA, STRUKTUR ORGANISASI DAN PERTANGGUNG JAWABAN :

ULASAN ORGANISASI:
Dalam rangka pelaksanaan SMK3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng, manajemen PT. PP (Persero) dan PT. WIKA (Persero) KSO, telah menetapkan Penanggung jawab KSO (Kepala Cabang) , suatu wewenang serta keterkaitandan fungsi-fungsi yang terlibat dalam pengelolaan, pelaksanaan maupun verifikasi terhadap aktoifitas-aktifitas yang berpengaruh kepada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3)sebagai struktur organisasi K3 Cabang dibawah ini. Sedangkan di tingkat Proyek dibentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sesuai dengan Peraturan Menaker No. 04/Men/1987 pasal 3 dan 4 junto Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2008 pasal 11 butir 1. Panitia ini bertugas memberikan saran maupun pertimbangan kepada manajemen yang pada dasarnya bertujuan untuk mencapai NIHIL Kecelakaan dan hasil kerja yang bermutu baik.

Struktur Organisasi P2K3 Proyek Flyover Cengkareng :


KETUA PM / DPM
(Bandung S/ Ali Afandi)

SEKRETARIS (SHO) (Zupriadi)

ANGGOTA
SEM Sartono SAM Muklas GSP Parulian SS (Aghata) SP (Wahyu Adi) SP Surono) SECURITY Teddy Tarmono

ANGGOTA
Warsito (Md. Saluran) Raharjo (Mdr. Bobok) Sugeng (Mdr. Kolom) Iswanto (Mdr. Besi) Pepeng (M. Footing) Andi (Mdr, COR) Kamto (PT. Pakubumi)i) Buyung (Saluran) Pujo (Mdr, Saluran)

Tugas dan Tanggung Jawab P2K3 adalah sebagai berikut :


A. Ketua / Penanggung Jawab :: .Bertanggung Jawab atas terselenggaranya K3 secara menyeluruh Melaporkan secara tertulis pada kesempatan pertama kepada Penaggung Jawa .KSO (Kepala Cabang) bile terjadi kecelakaan kerja. .Menagani dan mengevaluasi terhadap Pelaksanaan K3 di Lapangan.

B. Wakil Ketua. .Memimpin Rapat Unit K3 bila Ketua berhalangan .Merencanakan dan Mengendalikan pelaksanaan K3 Lapangan .Melaksankan pemantauan terhadap pelaksanaan dan melaksankan tindakan koreksi dan alternatif. .Melaporkan kepada manajemen apabila terjadi kecelakaan kerja .Memimpin Inspeksin K3 di Lapangan. C. Sekretaris Menyelenggarakan administrasi K3, Higiene Perusahaan intern & extern. Melakukan pelaporan ke Depnaker mengenai : o Mulainya pekerjaan Konstruksi. o Penyimpangan jam Kerja & istirahat, berkaitan dg.tenaga kerja o Memperbaharui data tenaga kerja(penambahan/pengurangan) Mengajukan usulan / permohonan : o Perjinan berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing. o Asuransi Tenaga Kerja (penambahan/pengurangan). Melakukan koordinasi dengan : o Penguasa setempat (Kepolisian, Camat, Lurah dll) o Rumah sakit terdekat/Klinik/Puskesmas. D. Anggota Khusus (Logistik/Peralatan): .Melakukan pengurusan ke Departemen Tenaga Kerja berkenaan dengan : .-- Ijin layak pakai alat berat, sesuai dengan yang disyaratkan. .-- Surat Ijin Operasi Alat Berat. .Melakukan pengechekan terus menerus terhadap peralatan yang digunaka (Excavator, Crane, buldozer dll) .Memeriksa kelayakan pakai dari scafolding, platform dll. E, Anggota Lainnya mempunyai tugas : Melaksanakan dan ikut mengendalikan K3 di lapangan. Memberikan penyuluhan K3 secara terus menerus baik secara langsung . maupun tidak langsung. Seperti : Melaksanakan hasil K3 secara konsekwen Mengadakan pengawasan thd daerah Rawan Kecelakaan Melarang secara tegas dan simpatik pekerja yang bekerja tanpamengindahkan peraturan keselamatan kerja. Pelaksanaan program K3.

Struktur Organisasi Tanggap Darurat :


Dalam rangka kesiagaan atas keadaan Gawat Darurat dibentuk Struktur Tanggap Darurat sebagai berikut :

Bandung. S/Ali Afandi KETUA TIM 0815190001

Muklas (SAM) Koor. Evakuasi Kantor

Sartono (SEM) Koor. Evakuasi Lapangan

Roni (Bag. Umum) .08158224280 Zupriadi (SHE) .081584159201 Teddy (Security) .081381400220

Ngalimun (Bg. Peralatan) .08128353172 Parulian (GSP) .081310438556 Zupriadi (SHE) .081584159201 Tarmono (Security) .081585064623

Tugas dan Tanggung Jawab Tim Tanggap Darurat :


Ketua Tim:: .Bertanggung Jawab atas keadaan darurat dalam pelaksanaan Proyek. .Melaporkan pada kesempatan pertama kepada Penaggung Jawa KSO (Kepala Cabang) bile terjadi keadaan yang dikategorikan sebagai keadaan Darurat. .Menagani dan mengevakusi terhadap keadaan Darurat Koordinator Evakuasi Kantor : .Memimpin Evakuasi keadaan darurat di areal kantor proyek. .Merencanakan dan Mengendalikan keadaan Darurat .Melaksankan pemantauan terhadap pelaksanaan dan melaksankan tindakan koreksi dan alternatif. .Melaporkan kepada manajemen apabila terjadi kecelakaan kerja Koordinator Evakuasi Lapangan .Memimpin Evakuasi keadaan darurat di Lapangan. .Merencanakan dan Mengendalikan keadaan Darurat .Melaksankan pemantauan terhadap pelaksanaan dan melaksankan tindakan koreksi dan alternatif. .Melaporkan kepada manajemen apabila terjadi kecelakaan kerja Anggota Tim Evakuasi Tanggap Darurat : .Membantu Koordinator dalam Evakuasi keadaan darurat di Lapangan. .Membantu Koordinator dalam Merencanakan dan Mengendalikan keadaan Darurat. .Ikut membantu Melaksankan pemantauan terhadap pelaksanaan dan melaksanakan tiondakan koreksi dan alternatif. .Melaporkan kepada manajemen apabila terjadi kecelakaan kerja

BAB III PERENCANAAN K3


Perencanaan disini dimaksudkan bahwa program K3 yang ada di proyek Flyover Cengkareng direncanakan sesuai dengan kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek, dimana perencanaan meliputi : 1. Identifikasi Bahaya, Penilaiana Resiko dan Pengendaliannya 2. Pemenuhan Perundang-undangan dan Peraturan lainnya. 3. Sasaran dan Program Kerja 1. Manajemen Resiko Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya terindentifikasi, dinilai resikonya dan dilakukan pengendaliannya agar tidak membahayakan bagi para pekerja sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. a. Identifikasi Bahaya. Merupakan suatu proses untuk memperkirakan potensi bahaya yang timbul dari aktivitas kegiatan konstruksi . b. Penilaian Resiko Proses pembobotan yang dilakukan untuk mengklasifikasikan potensi potensi bahaya ke dalam kategori tinggi, sedang atau rendah dengan menggunakan sistem score. c. Pengendalian Resiko Suatu upaya untuk meminimalkan atau menghilangkan celaka / sakit sehingga terwujud " zero accident " 2. Pemenuhan Perundang-undangan.dan Peraturan lainnya. Legislasi dipergunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan Peraturan dan Undang undang yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3. Sasaran SASARAN dan DAN Program PROGRAM Kerja Dalam melaksanakan program K3 dalam proyek dibuat sasaran dan program kerja yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas K3 , diantaranya Incident Rate = 0 , meningkatkan kesesuaian legal dan kesehatan karyawan

PEMENUHAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PERATURAN LAINNYA.


NO. UNDANG-UNDANG / PERATURAN
UNDANG-UNDANG RI UU No. 1 tahun 1970 UU No. 3 tahun 1992 UU No. 14 tahun 1992 UU No. 23 tahun 1992 PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN Peraturan Pemerintah No.: 14 tahun 1993 KEPUTUSAN MENTERI 6 7 8 9 10 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.03/MEN/1999 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang

PERIHAL

1 2 3 4

Keselamatan Kerja Jaminan Sosial Tenaga Kerja Lalu Lintas Jalan Kesehatan

Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-187/MEN/1999Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-51/MEN/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-186/MEN/1999Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. Kep.75/MEN/2002 Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di

11

tempat kerja. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2008 Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. Ins. 11/M/BW/1997 PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No.7 tahun 1964 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.04/MEN/1980 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1981 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.03/MEN/1982 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.05/MEN/1985 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.02/MEN/1989 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.05/MEN/1996 SURAT EDARAN Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran

11

12 13 14 15 16 17 18 19 20

Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja Pesawat Angkat Dan Angkut Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat Pengawasan instalasi penyalur petir Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja

21

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.SE. Pengadaan Kantin dan Ruang Makan 01/Men/1979

Proyek Shangri-La Hotel Condominium Revisi 3

EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI Yaag Berkaitan Dengan Kesehatan Keselamtan Kerja


No. Legislasi No. Legislasi UNDANG-UNDANG RI UU No. 1 tahun 1970 Deskripsi Legislasi Keselamatan Kerja BAB III Syarat-Syarat Keselamatan Kerja Pasal 3 Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamata kerja untuk ; a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan f. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarl uasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran. h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan. i. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai j. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang cukup k. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban m. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya. n. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang. o. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. p. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang HIRARC dan OTP Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut)

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi q. Mnecegah terkena aliran listrik yang berbahaya r. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. 2. Dengan peraturan perundangan dapat di ubah perincian tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru dikemudian hari. Pasal 4 1. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan pengankutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. 2. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan , perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesahan, pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis, atau aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. 3. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (1) dan (2) , dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan menaati syarat-syarat keselamatan tersebut. Pasal 8 1. Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang akan diberikan padanya. 2. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya, secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. 3. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. Bab V. Pembinaan Pasal 9 1. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Penyediaan APD MSDS Kompartemen / gudang penyimpanan bahan/ material

Pemeriksaan dari Jamsostek

Induksi, Briefing pagi/safety morning

No.

Legislasi No. Legislasi kerja baru tentang : a. kondisi - kondisi dan bahaya - bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. b. Semua pengamanan dan alat - alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. c. Alat - alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. d. Cara - cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan. 2. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat - syarat tsb di atas. 3. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam pencegahan kebakaran dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. 4. Pengurus diwajibkan memenuhi dan menaati semua syarat -syarat dan ketentuan - ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. BAB VII Kecelakaan Pasal 11 1. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri tenaga Kerja. 2. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) di atur dengan peraturan perundangan. BAB VIII Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk : a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawasan atau ahli keselamatan kerja. b. Memakai alat - alat pelindung diri yang diwajibkan. c. Memenuhi dan menaati semua syarat - syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. d. Meminta para pengurus agar dilaksanakan semua syarat - syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan Deskripsi Legislasi

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Induksi, Briefing Keterangan pagi/safety morning (Tindak Lanjut)

Penyediaan APD bagi pekerja

Pengadaan P3K dan klinik

Pemenuhan legislasi

Laporan tahap awal

Pengadaan APD bagi pekerja

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi dan kesehatan kerja serta alat - alat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas -batas yang masih dapat dipertanggung-jawabkan. BAB IX Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. BAB X Kewajiban Pengurus Pasal 14 Pengurus diwajibkan ; a. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, sehelai Undang -undang ini dan semua peraturan pelaksanaanya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat - tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja. b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempattempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. c. Menyediakan secara cuma-cuma, semua alat perlindungan diri yang di wajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Induksi & Inspeksi oleh security

Papan informasi & Rambu-rambu K3LM

Pengadaan APD

2.

UU No. 3 tahun 1992

Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2 setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja Pasal 4 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. Pasal 8

Pendaftaran Jamsostek No Pendaftaran

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi point 1 tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja Pasal 10 point 1 pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh, cacad atau meninggal dunia. point 3 pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya. Pasal 16 tenaga kerja, suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan Pasal 17 pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja Pasal 18 pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya, daftar upah beserta perubahan-perubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Laporan awal kecelakaan

3. 4.

UU No. 14 tahun 1992 UU No. 23 tahun 1992

Lalu Lintas Jalan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Pasal 22 1. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. 2. Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja, angkutan umum dan lingkungan lainnya. 3. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian faktor

Pengukuran parameter pencemar

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya. 4. Setiap tempat atau sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan. Kesehatan Kerja Pasal 23 1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas yang optimal 2. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja. 3. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja. PERATURAN PEMERINTAH & KEPUTUSAN PRESIDEN

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Pengadaa Klinik & Prasarana olah raga bagi karyawan

5.

Peraturan Pemerintah No.: 14 tahun 1993

Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja pasal 2 point 1 Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini, terdiri: a. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua b. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan. Pasal 2 point 3 Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih, atau membayar upah minimal Rp. 1.000.000 sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. pasal 5 point 1 Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara. pasal 18 point 1 Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. point 2 Laporan awal P3K Kerjasama dengan Jamsostek

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi Pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kecelakaan tahap I, dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kecelakaan. pasal 19 Pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja, dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

KEPUTUSAN MENTERI 6 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.03/MEN/1999 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk pengangkutan orang dan barang BAB II Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift BAGIAN 1 UMUM Pasal 3 (1) Kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (kg). (2) Kapasitas angkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan kapasitas angkut yang dinyatakan dalam ijin pemakaian lift. (3) Penetapan jumlah orang yang dapat diangkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang berlaku. BAGIAN 2 BAGIAN-BAGIAN LIFT DAN PEMASANGANNYA Pasal 4 (1) Bagian-bagian lift harus kuat, tidak cacat, aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja. PARAGRAF 1 MESIN DAN KAMAR MESIN Pasal 5 (1) Mesin dan konstruksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia yang berlaku (2) Apabila lift akan bergerak, rem membuka dengan tenaga magnet listrik dan harus dapat memberhentikan mesin secara otomatis dan pada saat arus listrik putus. (3) Mesin harus dilengkapi dengan rem yang bekerja dengan tenaga pegas. 7 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-187/MEN/1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya Pasal 4 MSDS

Pemasangan rambu

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang: a. identitas bahan dan perusahaan; b. komposisi bahan; c. identifikasi bahaya; d. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K); e. tindakan penanggulangan kebakaran; f. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan; g. penyimpanan dan penanganan bahan; h. pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri; i. sifat fisik dan kimia; j. stabilitas dan reaktivitas bahan; k. informasi toksikologi; l. informasi ekologi; m. pembuangan limbah; n. pengangkutan bahan; o. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku; p. informasi lain yang diperlukan. Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. nama produk; b. identifikasi bahaya; c. tanda bahaya dan artinya; d. uraian resiko dan penanggulangannya; e. tindakan pencegahan; f. instruksi dalam hal terkena atau terpapar; g. instruksi kebakaran; h. instruksi tumpahan atau bocoran; i. instruksi pengisian dan penyimpanan; j. referensi; k. nama, alamat dan nomor telepon pabrik pembuat atau distributor. Pasal 6 Lembar data keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan di tempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) terdiri dari: a. bahan beracun;

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Papan informasi

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi b. bahan sangat beracun; c. cairan mudah terbakar; d. cairan sangat mudah terbakar; e. gas mudah terbakar; f. bahan mudah meledak; g. bahan reaktif; h. bahan oksidator.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-51/MEN/1999

Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja Pasal 3 (1) NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desi Bell A (dBA). (2) Kebisingan yang melampaui NAB, waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran II. Pasal 4 (1) NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2) (2) Getaran yang melampaui NAB, waktu pemajanan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-186/MEN/1999

Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja Pasal 2 (1) Pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja (2) Kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. pengendalian setiap bentuk energi; b. penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi; c. pengendalian penyebaran asap, panas dan gas; d. pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja; e. penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala f. memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat. Training ERP

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi (3) Pengendalian setiap bentuk energi, penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi serta pengendalian penyebaran asap, panas dan gas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, huruf b dan huruf c dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. (4) Buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f, memuat antara lain: a. informasi tentang sumber potensi bahaya kebakaran dan cara pencegahannya; b. jenis, cara pemeliharaan dan penggunaan sarana proteksi kebakaran di tempat kerja; c. prosedur pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pencegahan bahaya kebakaran; d. prosedur dalam menghadapi keadaan darurat bahaya kebakaran.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

10.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi RI No. Kep.75/MEN/2002

Pemberlakuan standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja Pasal 2 (1) Perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di tempat kerja harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. (2) Pengurus bertanggungjawab terhadap ditaatinya dan wajib melaksanakan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. (3) Instalasi Listrik yang telah terpasang sebelum diberlakukannya Keputusan ini, wajib disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja. Pasal 3 Pengawasan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-02252000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas atau Ahli Keselamatan Kerja Spesialis Bidang Listrik

11

INSTRUKSI MENTERI Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. Ins. 11/M/BW/1997

Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran Pemeriksaan dan Pengujian: 1. Klasifikasi Umum

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi Klasifikasi jenis hunian akan menentukan persyaratan standar teknik sistem proteksi kebakaran yang harus diterapkan 2. Sumber ignition Perhatikan potensi apa saja yang dapat menjadi sumber pemicu kebakaran dan perhatikan apakah alat pengaman yang diperlukan telah sesuai. Kapan diadakan pemeriksaan terakhir dan apakah syarat-syarat yang diberikan telah dilaksanakan. 3. Bahan-bahan yang mudah terbakar /meledak Perhatikan jenis-jenis bahan yang diolah, dikerjakan atau disimpan. Kenali sifat fisik dan sifat-sifat kimianya apakah mengandung potensi mudah terbakar atau meledak. Apakah ada prosedur keselamatan kerja dan dilaksanakan dengan benar. 4. Kompartemen Amati keadaan lingkungan tempat kerja terhadap masalah penyebaran api, panas, asap apakah telah ada upaya untuk mengendalikannya. 5. Pintu darurat Amati jalur evakuasi, pintu keluar atau tangga darurat. Apakah ada rintangan yang dapat mengganggu, apakah ada petunjuk arah, apakah ada penerangan darurat, panjang jarak tempuh mencapai pintu ke luar tidak melebihi 36 meter untuk resiko ringan, 30 meter untuk resiko sedang dan 24 meter untuk resiko berat. 6. Alat pemadam api ringan Apakah alat pemadam api ringan telah sesuai jenis dan cukup jumlahnya. Apakah penempatannya mudah dilihat dan mudah dijangkau serta mudah untuk diambil. Periksa pula masa efektif bahan pemadamnya serta masa uji tabungnya. 7. Instalasi Alarm Lakukan tes fungsi perlengkapan pada panel. Apakah semua perlengkapan dan indikator bekerja dengan baik. Apakah telah dipasang penandaan zone alarm. 8. Instalasi Hydran dan Springkler 9. Instalasi Khusus PERATURAN MENTERI Peraturan Menteri Perburuhan No.7 tahun 1964

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

12

Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dlm Tempat Kerja 1. Halaman harus bersih, teratur, rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan 2. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi 4. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. 6. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. 7. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 6 kakus dan selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur, kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar, menyisihkan barang besar, gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu, seperti pemasangan yang kasar, kamar mesin, alat pengangkut orang dan barang, ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal, tempat penyimpanan barang sedang dan kecil, kakus.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

diangkut setiap hari Diberi tutup

Belum mencukupi karena keterbatasan lahan

13

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1980

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. Ijin ke Depnaker, Jamsostek dan Koordinasi keamanan

No.

No. Legislasi

Legislasi Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yangLegislasi akan dilakukan wajib dilaporkan kepada Deskripsi direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 3 point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kerja meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja, pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman point 2 semua tempat kerja, tangga-tangga, lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui, harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan, bahan-bahan bangunan, peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah, alat-alat kerja, bahan-bahan dan benda-benda tidak dilemparkan, diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka, lubang-lubang dilantai yang terbuka, atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki, sisi-sisi tangga yang terbuka, semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengamannya. pasal 9

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Ijin ke Depnaker, Jamsostek dan Koordinasi keamanan

Mengevaluasi HIRARC

Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam struktur organisasi HIRARC Jamsostek, Depnaker, Kantor Pusat Pembuatan akses jalan

Pembersihan oleh mandor Safety deck, safety net, surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. railing

Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku pasal 10 orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen, kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman pasal 13 point 1 perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja, peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan, dipasang, dilayani dan dipelihara sedemikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. pasal 67 point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran kebisingan dan getaran secara periodik

Rambu, Papan Pengumuman

rambu, police line

pemotongan stek yang tidak terpakai safety harness

No.

No. Legislasi

Legislasi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat Deskripsi Legislasi pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

14

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.04/MEN/1980

Syarat Syarat Pemasangan & Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai, kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dari permukaan lantai. pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas. pasal 14 petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas. Instruksi Kerja Pemasangan rambu APAR

15

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1981

Kewajban Melapor Penyakit Akibat Kerja

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja, pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melaporkan secara tertulis kepada kantor Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat. pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

16

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.03/MEN/1982

Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi Bekerjasama dgn RSAL Mintohardjo

17

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.05/MEN/1985

Pesawat Angkat Dan Angkut pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat, tidak cacat dan memenuhi syarat. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif.

No.

No. Legislasi

Legislasi baut pengikat yang dipergunakanDeskripsi peralatanLegislasi angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dikonstruksikan dari baja b. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya - 8 untuk baja tuang - 5 untuk baja konstruksi atau baja tempa - dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan, jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. pasal 101 semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

Pemakaian Helm dan Sepatu Check list

18

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.01/MEN/1989

Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat - alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

19

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.02/MEN/1989

Pengawasan instalasi penyalur petir BAB II RUANG LINGKUP Pasal 9 (1) Tempat kerja sebagaimana dimaksud pasal 8 yang perlu dipasang instalasi penyalur petir antara lain:

Pemasangan instalasi penangkal petir di TC

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi a. bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya seperti: menara-menara, cerobong, silo, antena pemancar, monumen dan lain-lain; b. Bangunan dimana disimpan, diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar seperti pabrik-pabrik amunisi, gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain c. bangunan untuk kepentingan umum seperi: tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung pertunjukan, hotel, pasar, stasiun, dan lain-lain; d. Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti seperti:musemum, perpustakaan, tempat penyimpanan arsip dan lain-lain; e. Daerah-daerah terbuka seperti: daerah perkebunan, Padang Golf, Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

20

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.: Per.05/MEN/1996

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan kerja pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan SMK3. pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3, perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. c. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. d. mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC

No.

No. Legislasi

Legislasi e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 Deskripsi Legislasi secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

21

SURAT EDARAN Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.SE. Pengadaan Kantin dan Ruang Makan 01/Men/1979 Sebagaimana pelaksanaan kebijakan Pembangunan, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan sebagaimana yang diarahkan oleh Garis Besar Haluan Negara, mutukehidupan tenaga kerja yang erat bertalian dengan tingkat produktivitas kerjanya perlu secara terus menerus ditingkatkan. Salah satu usaha guna meningkatkan mutu kehidupan tenaga kerja tersebut adalah penyerasian setiap tenaga kerja dalam pekerjaannya sebagai suatu aspek terpadu dalam ruang lingkup hygiene perusahaan dan kesehatan kerja. Gizi kerja sebagaimana hygiene perusahaan dan kesehatan pada umumnya bertujuan meningkatkan produktifitas dan daya kerja tenaga kerja.

Pengadaan Kantin di bedeng pekerja

Usaha pengembangan hygiene perusahaan dan kesehatan kerja termasuk gizi kerja sejalan dengan tugas pemerintah untuk membina perlindungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. Disadari sepenuhnya, bahwa untuk bekera gizi kerja memegang peranan penting untuk efisiensi dan produktifitas kerja yang memadai. Dalam rangka mencapai tujuan ini, apresiasi terhadap gizi kerja oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat industri/perusahaan pada khususnya merupakan sandaran utama bagi kemantapan upaya dalam memperbaiki kondisi tenaga kerja, melalui perbaikan gizi untuk mendukung perbaikan produktifitas kerja. Atas dasar kemanfaatan gizi kerja bagi pembangunan, maka diharapkan agar perusahaan-perusahaan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan penerapan gizi kerja yang antara lain pengadaan kanatin dan ruang tempat makan di perusahaan-perusahaan atau tempat kerja. Lebih lanjut, pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengambil kebijaksanaan untuk menganjurkan kepada: 1. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 0 sampai 200 orang supaya menyediakan ruang tempat makan di perusahaan yang bersangkutan.

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi 2. Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh lebih dari 200 orang supaya menyediakan kantin di perusahaan yang bersangkutan Apabila suatu perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya kurang dari ketentuan dalam anjuran seperti tersebut di atas, tetapi juga mengadakan ruang/tempat makan atau kantin, maka perhatian dan kesadaran perusahaan tersebut sangat dihargai, sebab dengan begitu perusahaan-perusahaan tersebut lebih membantu pengembangan gizi kerja yang manfaatnya akan lebih dirasakan lagi bagi pembangunan secara keseluruhan. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan kedua anjuran tersebut diatas, perusahaanperusahaan yang bersangkutan hendaknya memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai dimaksud dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan tempat kerja, khususnya ketentuanketentuan yang termaktub dalam pasal 8 yang isinya dimuat dalam Lampiran Surat Edaran ini. Dalam hal perusahaan tersebut menyediakan kantin, hendaknya harga makanan dan minuman diusahakan secara layak sesuai dengan kemampuan perusahaan dan daya beli dari buruh yang bersangkutan serta selalu diusahakan agar nilai gizi makanan tetap mendapat perhatian yang utama. Aparatur Hygiene Perusahaan dan Kesehatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membantu pengusaha dalam pengembangan gizi kerja pada umumnya dan pembinaan kantin-kantin dan ruang makan pada khususnya, agar benar-benar memberikan manfaat dalam mencapai tujuannya.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

22

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja no.SE.01/ MEN/1997

Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja Telah diketahui dan dimaklumi bahwa bahan-bahan dan peralatan kerja disatu pihak mutlak diperlukan bagi pembangunan demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa, namun di pihak lain dapat memberikan akibat-akibat negatif seperti gangguan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan kerja serta gangguan pencemaran lingkungan Guna mengantisipasi dampak negatif yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerja perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan guna meningkatkan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.

Pengukuran Udara

No.

Legislasi No. Legislasi Deskripsi Legislasi Mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 belum lengkap peraturan pelaksanaannya serta menimbang bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Kimia yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinilai telah tidak sesuai lagi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini, maka dipandang perlu untuk melakukan kemajuan kembali dan penyempurnaan NAB Faktor Kimia dalam SE-02/Men/1978 tersebut. Untuk maksud tersebut di atas, maka para pengusahaagar selalu mengendalikan lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bhan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) seperti yagn tercantum pada lampiran Surat Edaran ini. Dengan berlakunya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja ini, maka Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koperasi Nomor SE-02/Men/1978 dinyatakan tidak berlaku lagi.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

(73x100%) + (9x 50%) + (4x0%) 86

90.12 %

Jakarta, April 2007 Mengetahui Dibuat oleh,

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

(Wiyono) Safety Officer

DAFTAR INSTRUKSI KERJA


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Kode IK.P6-K3LM-04-01 IK.P6-K3LM-04-02 IK.P6-K3LM-04-03 IK.P6-K3LM-04-04 IK.P6-K3LM-04-05 IK.P6-K3LM-08-01 IK.P6-K3LM-08-02 IK.P6-K3LM-08-03 IK.P6-K3LM-08-04 IK.P6-K3LM-08-05 IK.P6-K3LM-08-06 IK.P6-K3LM-08-07 IK.P6-K3LM-08-08 IK.P6-K3LM-08-09 IK.P6-K3LM-08-10 IK.P6-K3LM-08-11 IK.P6-K3LM-08-12 IK.P6-K3LM-08-13 IK.P6-WK-K3LM-12-01 IK.P6-WK-K3LM-12-02 IK.P6-WK-K3LM-12-03 IK.P6-WK-K3LM-12-04 IK.P6-WK-K3LM-12-05 IK.P6-K3LM-13-01 IK.P6-K3LM-13-02 IK.P6-K3LM-13-03 IK.P6-K3LM-13-04 IK.P6-K3LM-13-05 IK.P6-K3LM-13-06 IK.P6-K3LM-13-07 IK.P6-K3LM-13-08 IK.P6-K3LM-13-09 IK.P6-K3LM-13-10 IK.P6-K3LM-13-11 IK.P6-K3LM-13-12 IK.P6-K3LM-13-13 IK.P6-K3LM-13-15 IK.P6-K3LM-13-16 IK.P6-K3LM-13-17 IK.P6-K3LM-13-18 IK.P6-K3LM-13-19 IK.P6-K3LM-13-20 IK.P6-K3LM-14-01 IK.P6-K3LM-14-02 IK.P6-K3LM-14-03 IK.P6-WK-K3LM-15-01 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-WK-K3LM-15-04 IK.P6-WK-K3LM-15-05 IK.P6-WK-K3LM-15-06 IK.P6-WK-K3LM-15-02 IK.P6-WK-K3LM-15-03 IK.P6-WK-K3LM-15-04 Uraian Dokumentasi Distribusi & Penerapan Instruksi Kerja Pemberian Nomor Kopi Dokumen Pembuatan & Distribusi IK Spesifik Pendistribusian IK Perkakas Tangan Akses Kerja Perancah ( Scafolding ) House Keeping Catering Tangga Pengoperasian Kendaraan Bermotor Hoist Gondola Fasilitas Umum Tangga Kerja Ergonomi APD Penimpanan Material Berbahaya Penanganan Bahan Yang Mudah Meledak Tangki Bahan Bakar Penanganan Material Berbahaya Isolasi Energi(Lockout/Tagout) Ijin Kerja Pek. Yang Berhubungan Dengan Instalasi Listrik Bekerja Berhubungan Dengan Gas Beracun Bekerja Diruang Terbatas Bekerja Di Daerah Padat Lalu Lintas Bekerja Di Ketinggian Pengangkutan Beban Secara Manual Penggalian Pembongkaran Bangunan Pengelasan Pengoperasian TC Pengoperasian Crane Pengoperasian Peralatan Berat Mekanis Pekerjaan Atap Pemotongan Penggerindaan Bekerja Di Air Plant dan Camp Area Pengendalian Kebisingan Di Tempat Kerja Penggunaan APAR P3K Pencegahan Bahaya Kebakaran Verifikasi Sertifikat Kalibrasi Alat Ukur Waterpass Verifikasi Keandalan Kalibrasi Timbangan AMP Penyimpanan dan Perawatan Alat Ukur Optik Verifikasi Kelaikan Alat Ukur Total Station Verifikasi Kelaikan Alat Ukur EDM Koreksi Alat Ukur Theodolite Pengukuran Pencahayaan dg Alat Ukur Light Meter Pengukuran Kebisingan Pengukuran Kelembaban & Temperature

PT. Waskita Karya (Persero) Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta DAFTAR LEGISLASI Yang Berkaitan Dengan Lingkungan

No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 UU No.23/1997 UU No.14/1992 PP No.85/1999 PP No.41/1999 PP No.82/2001 PP No.27/1999 PP No. 74/2001

Legislasi
Pengelolaan Lingkungan Hidup Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengendalian Pencemaran Udara

Tema

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bahan Berbahaya dan Beracun Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Baku Tingkat Kebisingan Baku Tingkat Getaran Baku Tingkat Kebauan Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3 Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3 Pengendalian Pencemaran Udara ANDAL, RKL & RPL Prosedur Penanganan, Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen

Kepmen LH No.112/2003 Kepmen LH No.13/1995 Kepmen LH No.48/1996 Kepmen LH No.49/1996 KepMen. LH No.50/11/1996 Kepmen. LH No.056/1994 Kepmen.LH No.115/2003 Kepmen.LH No.45/1997 Kep.Pres No.23/1992 Kep.Gub.DKI No.1041/2000 Kep.Gub.DKI No.551/2001 Kep.Gub.DKI No.299/1996 Kep.Gub.DKI No.582/1995 Kep.Gub.DKI No.115/2001 Kep.Kadal No.107/1997 Kep.Kadal No.01/1995 Kep.Kadal No.02/1995 Kep.Kadal No.05/1995 Perda Provinsi DKI No.2/2005 Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium MSDS

95

31

PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

Revisi:

EVALUASI PENERAPAN LEGISLASI


No. No. Legislasi Legislasi Deskripsi Legislasi Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian Keterangan (Tindak Lanjut)

UU No.23/1997

Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pasal 14 1. Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup, setiap usaha dan / atau kegiatan dilarang melanggar mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup 2.Ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup, pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP 3. Ketentuan mengenai kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, pencegahan dan penanggulangan kerusakan serta pemulihan daya dukungnya diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 15 1. Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup. 2. Ketentuan tentang rencana usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), serta tata cara penyusunan dan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Pasal 16 1. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/ atau kegiatan. 2. Penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada pihak lain. Pasal 17 1. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. 2. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun meliputi : menghasilkan, mengangkut, mengedarkan, menyimpan, menggunakan dan/ atau membuang. Pasal 20 Manajemen Pengelolaan B3,Pengadaan MSDS di Gudang Bahan Kimia,Pengaturan Denah Membuat TPS B3 sebagai tempat penyimpanan sementara. Metode Pengelolaan Limbah, Pengadaan TPS & IPAL Pembuangan Sampah oleh Pihak Ke3 AMDAL Proyek Shangri-La HC AMDAL Proyek Shangri-La HC Melakukan uji kualitas air, udara ambient, udara emisi Membuat metode penanganan buangan padat, cair, gas; rencana pantau Status mutu air,status nutu udara

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi Point (1) Tanpa suatu keputusan, setiap orang dilarang melakukan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup Point (2) Pembuangan limbah kemedia lingkungan hidup hanya dapat dilakukan kelokasi pembuangan yang ditetapkan oleh Menteri Pasal 20 Dalam rangka peningkatam kinerja usaha dan/atau kegiatan , pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup Pasal 28 Dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/ atau kegiatan, pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Melakukan pembuangan secara berkala,menyediakan TPS TPS proyek, record pembuangan limbah Audit Internal

Audit Internal

2 3

UU No.14/1992 PP No.85/1999

Lalulintas Jalan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun


Pasal 3 Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkannya itu secara langsung kedalam media lingkungan hidup, tanpa pengolahan lebih dahulu Pasal 4 Setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3 dilarang melakukan pengenceran untuk maksud menurunkan konsentrasi zat racun dan bahaya limbah B3 Pasal 10 Point (1) 1. Penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkan paling lama 90 hari (sembilan puluh hari) sebelum menyerahkan kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Pasal 11 Point (1) Penghasil limbah B3 wajib membuat dan menyimpan catatan tentang : a. Jenis, Karakteristik, jumlah dan waktu penyerahan limbah B3 b. Nama pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3 Point (2)

Pengaturan oleh Security Membuat Washing Bay,IPAL dan TPS di area proyek, sebagai sarana pendukung.

Mendesign TPS B3 & Membuat Bak B3 tertutup

Maksimal penyimpanan limbah diproyek 90 hari

Pemasangan Label & Simbol B3

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi Penghasil limbah B3 wajib menyampaikan catatan sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada instansi yang bertanggung jawab Pasal 28 Setiap kemasan limbah B3 wajib diberi simbol dan label yang menunjukkan karakteristik dan jenis limbah Pasal 29 Penyimpanan limbah B3 dilakukan ditempat penyimpanan yang sesuai dengan persyaratan Pasal 40 1. Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan : a. penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan limbah B3 wajib memiliki ijin operasi dari Kepala Instansi yang bertanggung jawab. b.Pengangkut limbah B3 wajib memiliki ijin pengangkutan dari Menteri Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. c. Pemanfaat limbah B3 sebagai kegiatan utama wajib memiliki ijin pemanfaatan dari instansi yang berweang memberikan ijin pemanfaatan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Instansi yang bertanggungjawab. Pasal 52 Point (1) Untuk menjaga kesehatan pekerja dan pengawas yang bekerja dibidang pengelolaan limbah B3 dilakukan uji kesehatan secara berkala Pasal 58 Point(2) Penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah, dan penimbun limbah B3 wajib memiliki sistem tanggap darurat

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Berita Acara, Laporan Bulanan

Karakteristik tdp di Label & Simbol

Design TPS B3

Surat Divisi -

PP No.41/1999

Pengendalian Pencemaran Udara


Pasal 2 Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/ atau kegiatan sumber bergerak, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak, dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pngendaian sumber emisi dan/ atau sumber gan Pasal 21 Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien wajib ;

Membuat Tanggap darurat terjadinya tumpahan,kebakaran,gempa bumi & kebanjiran

Melakukan Uji emisi dan Uji udara ambient

No. No. Legislasi

Status Kesesuaian Deskripsi Legislasi Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian a. Menaati baku mutu udara ambien, baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. b. Melakukan pencegahan dan atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. c. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. Pasal 22 1. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. 2. Izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 23 Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Pasal 25 1. Setiap orang dan/ atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan dan pemulihannya. 2. Kepala instansi yang bertanggungjawab menetapkan pedoman teknis penanggulangan dan pemulihan pencemaran udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal 30 1. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien, baku mutu emisi, dan baku tingkat gangguan. 2. Setiap penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2). Pasal 54 1. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran udara serta biaya pemulihannya.

Legislasi

Keterangan (Tindak Lanjut) Uji emisi,status mutu udara ambient uji emisi,CAR Satus Mutu Udara Ambient

Uji Emisi, Tindakan Perbaikan dan pencegahan

Uji emisi, Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Rencana pemantauan, tindakan perbaikan dan pencegahan Sasaran Program

Uji emisi

Status mutu udara ambient

No. No. Legislasi

1. Setiap orang atau penanggung Legislasi jawab usaha dan/ atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran Deskripsi Legislasi udara serta biaya pemulihannya. 2. Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain, akibat terjadinya pencemaran udara wajib membayar ganti rugi terhadp pihak yang dirugikan.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) -

PP No.82/2001

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air


Pasal 2 Point (1) Gubernur menunjuk laboratorium lingkungan yang telah diakreditasi untuk melakukan analisis mutu air dan mutu air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran Pasal 25 Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib membuat rencana penanggulangan pencemaran air pada keadaan darurat dan atau keadaan yang tidak terduga lainnya Pasal 34 Point (2) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan wajib menyampaikan laporan tentang penaatan persyaratan izin pembuangan air limbah ke air atau sumber air Pasal 37 Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air Pasal 38 Point (1) Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib Mentaati persyaratan yang ditetapkan dalam izin Pasal 40 Point (1) Setiap usaha atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari bupati/walikota Pengukuran kualitas air dilakukan oleh PUSARPEDAL KLH

Sasaran Program, Rencana Pemantauan, RKL, RPL

Tes air limbah tidak melebihi Baku Mutu, IPAL, Pemantauan Kondisi IPAL

Uji kualitas air, Tindakan perbaikan dan pencegahan

PP No.27/1999

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup


Pasal 3 1. Usaha dan/ atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi : a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui.

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakanlingkungan hidup serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya. d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempegaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan serta lingkungan sosial dan budaya. e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestaria kawasan konservasi sumber daya dan/ atau perlindungan cagar budaya. f. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan dan jenis jasad renik. g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati. h. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. i. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan atau mempengaruhi pertahanan negara. 2. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup ditetapkan oleh Menteri setelah mndengar dan memperhatikan saran dan pendapat Menteri lain dan/ atau Pimpinan Lembaga Pemeri 3. Jenis usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun. 4. bagi rencana usaha dan/ atau kegiatan di luar usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup yang pembinaannya berada pada instansi yang membidangi us Pasal 4 1. Usaha dan/ atau kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuatkan analisis mengenai dampak lingkungan tidak diwajibkan membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup lagi. 2. Usaha dan/ atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwajibkan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fiungsi lingkungan hidup sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pengelolaan lingkungan Pasal 5 1. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain : a. jumlah manusia yang akan terkena dampak b. luas wilayah persebaran dampak

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Hemat energi

AMDAL Pemakaian Kayu

AMDAL Owner Rencana pemantauan, sasaran program

AMDAL Owner

RPL, RKL

Matrik Dampak Penting

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi c. intensitas dan lamanya dampak berlangsung d. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak e. sifatnya kumulatif dampak f. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak 2. Pedoman mengenai penentuan dampak besar dan penting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instasi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

PP No. 74/2001

Bahan Berbahaya dan Beracun


Pasal 4 Setiap orang yang melakukan kegiatan pengelolaan B3 wajib mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup Pasal 15 Point (1) Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) Pasal 18 Point (1) Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan Label Pasal 23 Point (1) Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan pengawas B3 wajib dilakukan uji keselamatan secara berkala Penempatan disetiap lokasi Papan MSDS dan Label B3 Metode Penanganan Tumpahan, Penyimpanan & Penggunaan Sesuai MSDS

Kepmen LH No.112/2003

Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Domestik


Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama. Pasal 8 Setiap penanggung jawab usaha dan kegiatan pemukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan dan apartemen wajib : a. Melakukan pengolahan air limbah dimestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. Bak Penyaring, Rencana Pemantauan Air limbah berasal dari Warung, Keet Waskita & Direksi, Pengecoran

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi b. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan. c. membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Saluran air hujan tertutup, sebagian saluran limbah domestik masuk ke drainage Sampel diambil pada saluran terluar sebelum terjadi pencampuran dengan riol kota.

Kepmen LH No.13/1995

Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak


Pasal 7 Setiap penanggung jawab jenis kegiatan wajib memenuhi ketentuan sbb : a. membuat cerobong emisi yang dilengkapi dengan sarana pendukung dan alat pengaman b.. melakukan pencatatan harian hasil emisi yang dikeluarkan dari setiap cerobong emisi c. menyampaikan hasil pemeriksaan kepada gubernur dengan tembusan kepala badan sekurang-kurangnya dalam 3 bulan d. melaporkan kepada Gubernur serta Kepala Badan apabila ada kejadian tidak normal dan atau dalam keadaan darurat yang mengakibatkan baku mutu emisi dilampaui Genset tdk dipergunakan, Concrete Pump terdapat kontrak untuk buangan udara. Emisi kendaraan dilakukan oleh setiap pemakai kendaraan bermotor. -

10

Kepmen LH No.48/1996

Baku Tingkat Kebisingan


Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib ; a. mentaati baku tingkat kebisingan yang telah dipersyaratkan b. memasang alat pencegahan terjadinya kebisingan c. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat kebisingan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur, Menteri, instansi yang bertanggungjawab dibidang pengendalian dampak lingkunga dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lainnya yang dipandang perlu. Pengukuran & Pemantauan Pemakaian Ear Plug Laporan ke Owner

11

Kepmen LH No.49/1996

Baku Tingkat Getaran


Pasal 6 Setiap penanggung jawab usaha atau kegiatan wajib a mentaati baku tingkat getaran yang telah dipersyaratkan, b. memasang alat pencegahan terjadinya getaran Pengukuran & Pemantauan

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi c. menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat geteran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan kepada Gubernur, Menteri, instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan s

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut)

KepMen. 12 LH No.Kep-50/MENLH/11/1996

Baku Tingkat Kebauan


Pasal 5 1. Setiap penanggungjawab usaha atau kegiatan wajib :

a. Menaati baku tingkat kebauan yang telah dipersyaratkan. b. Mengendalikan sumber penyebab bau yang dapat mengganggu kesehatan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. c. Menyampaikan laporan hasil pemantauan tingkat getaran sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali kepada Gubernur, Menteri, Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan instansi teknis yang membidangi kegiatan yang bersangkutan serta instansi lain yang dipandang perlu. 13 15 Kepmen. LH No.056/1994 Kepmen.LH No.115/2003 Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting Pedoman Penentuan Status Mutu Air

Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran air limbah Penentuan status mutu udara untuk menentukan tingkat ketercemaran udara ambient Rencana penggantian alat/mesin yang merusak lapisan ozon Uji Emisi Uji Ambient

16

Kepmen.LH No.45/1997

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)

17 18 19

Kep.Pres No.23/1992 Kep.Gub.DKI No.1041/2000 Kep.Gub.DKI No.551/2001

Pengesahan Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon

Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan Bermotor di Propinsi DKI Jakarta LAMPIRAN (Baku mutu)

Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Propinsi DKI Jakarta
LAMPIRAN (Baku mutu)

20

Kep.Gub.DKI No.299/1996

Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Limbah Cair di Wilayah DKI Jakarta
LAMPIRAN

21

Kep.Gub.DKI No.582/1995

Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah DKI Jakarta Pasal 12

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi 1. Setiap orang/ Badan di wilayah DKI Jakarta wajib melakukan perlindungan mutu air sungai/ badan air sebagaimana ditetapkan dalam pasal 8. 2. Setiap orang/ Badan yang membuang limbah cair di wilayah DKI Jakarta wajib menaati baku mutu limbah cair sebagaimana ditentukan dalam pasal 10. Pasal 15 1. setiap penanggung jawab kegiatan wajib : a. Membuat saluran pembuangan limbah cair yang memudahkan pengambilan contoh dan pengukuran debit. b. Mengizinkan petugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 untuk memasuki lingkungan kerjanya dan membantu terlaksananya tugas petugas tersebut. c. memeriksa limbah cair secara berkala ke labratorium lingkungan KPPL d. Melaksanakan swa-pantau selama pembuangan limbah berlangsung. e. Apabila penanggungjawab kegiatan tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksudkan pada huruf c, dan d di atas, maka KKPL akan melakukan peninjauan dan mengambil contoh ke lapangan. f. melaporkan swa-pantau sebagaimana dimaksud dalam huruf d beserta hasil analisisnya kepada Gubernur cq KKPL secara berkala minimal 1 (satu) kali dalam 3(tiga) bulan.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran & pemantauan, IPAL Penmantauan & Pengukuran, IPAL

Sampel diambil pada titik ujung riol proyek Job Description untuk operator IPAL Uji kualitas air ke PUSARPEDAL Swa-pantau untuk parameter kejernihan dan kekeruhan -

22 23

Kep.Gub.DKI No.115/2001 Kep.Kadal No.107/1997

Pembuatan Sumur Resapan di Propinsi DKI Jakarta Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi ISPU

Metode Indeks Kualitas air untuk menentukan tingkat ketercemaran Udara Ambient Simbol & Label B3, Bak sampah B3 dari drum & tertutup, saluran untuk pengumpul lindi Jumlah dan pengumpulan B3 Terpasang di gudang bahan kimia, limbah B3

24

Kep.Kadal No.01/1995

Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3

25 26 27

Kep.Kadal No.02/1995 Kep.Kadal No.05/1995

Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label B3

Perda Provinsi DKI No.2/2005

Pengendalian Pencemaran Udara


Pasal 12 1. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan ke udara ambien dan dalam ruangan wajib :

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi a. Menaati baku mutu udara ambien, baku mutu emisi dan baku tingkat gangguan yang ditetapkan untuk usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. b. Melakukan pencegahan dan/ atau penanggulangan pencemaran udara yang diakibatkan oleh usaha dan/ atau kegiatan yang dilakukannya. c. Memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat dalam rangka upaya pengendalian pencemaran udara dalam lingkup usaha dan/ atau kegiatannya. 2. Setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi dan/ atau gangguan wajib memenuhi persyaratan mutu emisi dan/ atau gangguan yang ditetapkan dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. 3. Setiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan hidup dilarang membuang mutu emisi melampaui ketentuan yang telah ditetapkan baginya dalam izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. 4. Setiap orang atau Badan yang melakukan usaha atau kegiatan yang menghasilkan dan/ atau memasarkan produk yang berpotensi menimbulkan emisi dan gangguan udara ambien wajib menaati standar dan/ atau spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan. Pasal 13 1. Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. 2. Pemimpin atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok. Pasal 14 Setiap orang atau Badan dilarang membakar sampah di ruang terbuka yang mengakibatkan pencemaran udara. Pasal 15 1. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan upaya penanggulangan pencemaran udara. 2. Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Gubernur. Pasal 16

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Pengukuran dan pemantauan, tindakan perbaikan dan pencegahan tindakan perbaikan dan pencegahan

uji emisi untuk kendaraan yang masuk area proyek

uji emisi tidak melebihi NAB

Uji emisi dan tindakan perbaikan

menyediakan tempat merokok, rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan menyediakan tempat merokok, rambu dilarang merokok diarea kerja dan ruangan

Rambu dilarang membakar sampah diarea proyek

Analisa kondisi udara ambient dan jumlah kendaraan yang lolos uji emisi Memperbaiki kendaraan yang emisinya melebihi baku mutu

No. No. Legislasi

Legislasi Deskripsi Legislasi Penanggulangan pencemaran udara sumber tidak bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan baku mutu emisi yang telah ditetapkan, pemantauan emisi yang keluar dari kegiatan dan mutuu udara ambien di sekitar lokasi kegiatan, dan pmeriksaan penaatan terhad Pasal 17 1. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan baku mutu udara ambien, baku mutu emisi, dan baku tingkat gangguan. 2. Setiap penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan dari sumber tidak bergerak yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis. Pasal 19 1. Kendaraan brmotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. 2. Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjalani uji emisi sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan. 3. Bagi kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberi tanda lulus uji emisi. 4. Uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan dan/ atau pihak swasta yang memiliki bengkel umum yang telah memenuhi syarat. 5. hasil uji emisi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Pendataan kendaraan yang telah lolos uji emisi sehingga apat diketahui tingkat ketaatan terhadap legal

Uji getaran, kebisingan,udara ambient.

Pengukuran dan pemantauan emisi kendaraan. Batas berlaku uji emisi pada bukti uji emisi Bukti uji emisi Dilakukan oleh bengkel yang ditunjuk. -

Pasal 25
1. Setiap orang atau penanggungjawab usaha dan/ atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan/ atau gangguan wajib melakukan pemulihan mutu udara. 2. Pemulihan mutu udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. -

No. 28 No. Legislasi Dokumen AMDAL Proyek Shangri-La Hotel Condominium

Legislasi Deskripsi Legislasi ANDAL, RKL & RPL

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan (Tindak Lanjut) Identifikasi dampak penting Pengukuran dan pemantauan parameter yang terdapat dalam rencana pantau dan kelola MSDS terdapat pada gudang bahan kimia dan lokasi yang merupakan penyimpanan bahan B3

29

MSDS

Prosedur Penanganan, Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 dari Produsen

Evaluasi Pemenuhan Legislasi = = =

(Ya x 100%) + (Tidak x 0 %) + (Sebagian x 50%) Total pasal / ayat dalam PP Lingkungan terkait (94x100%) + (31X0%) + (0x50%) (94+31)

x 100% x 100% 75.20 %

Ya 95

Tidak 31

75.2 Jakarta, April 2007 Dibuat oleh,

Mengetahui

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

(Wiyono) Safety Officer

Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta MATRIKS PENILAIAN DAMPAK PENTING Revisi-01 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung

Luas wilayah sebaran dampak

Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak

Jumlah manusia yang terkena dampak

Sifat kumulatif dampak

Score

Penilaian

Pencemaran tanah Pencemaran air Pencemaran udara Vektor penyakit Kenyamanan Kebisingan Getaran Kemacetan lalulintas Kepadatan Area Kerusakan bangunan Pemborosan Pemborosan Bau Ledakan/Kebakaran Estetika Keamanan Longsor Teguran dari Banjir/Genangan air Penurunan muka air Toksik

0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1

1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0

1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0

1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0

1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0

5 6 5 3 4 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 1 3 3 4 2

Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Kurang Penting Negatif Penting Negatif Kurang Penting Negatif Kurang Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Kurang Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Penting Negatif Kurang Penting

Keterangan : Penilaian Score >3 = Penting <3 = Kurang Penting

Penilaian Dampak Positif = Dampak Positif Negatif = Dampak Negatif

Mengetahui,

Jakarta, 6 Mei 2006 Dibuat oleh,

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

(Devy Friska, ST) Safety Officer

Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

FormK3LMM-03-01 Edisi : 1 Revisi : 0

PEMANTAUAN SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM


Revisi-02
No. Sasaran Rencana Tindakan Mulai 1 Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan Menyediakan tempat sampah baik B3 maupun non-B3 (organic & an organic) Sosialisasi IK dan peraturan yang terkait pada personil proyek 2 Tidak terjadi pencemaran tanah dan buangan melebihi baku mutu terkait Identifikasi karakteristik limbah padat dan cair Mapping sumber limbah Pembuatan instalasi pengolah air buangan (pengendapan dan filtrasi) Memberi alas besi, dan membuat saluran pada tempat penampungan sampah & bahan B3 Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output(sisa sekecil mungkin) Menggunakan kembali material dan bahan yang masih bisa digunakan (Reuse dan Recycling) Minggu ke-2 Jan 06 Minggu ke-2 Feb 06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Rencana Selesai 1 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu terakhir Feb 06 Feb-06 Feb-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4 Kaloglat Pelaksana Keterangan Status Pelaksanaan Close Tindak Lanjut

Kalap

Continue

K3L K3L/Loglat/P elaksana Teknik/Pelaks ana K3l/Loglat Kalap/Teknik /Pelaksana/K 3L/Loglat/adk ont/PK/Surve y Kalap/Teknik /Pelaksana/K 3L/Loglat/adk ont/PK/Surve y K3L K3L/Pelaksan a K3L K3L K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L

Close Close Close Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention

Feb-06

Apr-06

Continue

Membuat bak sampah dengan volume dan ukuran bak sesuai timbulan sampah Membuat TPA proyek sesuai dengan timbulan sampah dengan umur pakai 2 hari. Penempatan bak sampah di sumber timbulan dari setiap lokasi dan aktivitas kerja. Pemisahan sampah organik dan anorganik Material dan Water balance Memonitor, mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan

Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Feb-06 Feb-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06

Close Close Close Continue Close Continue

Mencegah pencemaran Identifikasi karakteristik dan kualitas limbah cair air tanah & badan air, serta memastikan air buangan memenuhi baku mutu yang diijinkan sesuai peraturan terkait

Feb-06

Mar-06

Close

No. 3 1

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Rencana Selesai 1 Mar-06 Mar-06 Feb-06 Apr-06 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

Mencegah pencemaran air tanah & badan air, serta air Tidak memastikan ada limbah B3 Mapping sumber limbah cair buangan memenuhi maupun non B3 yangbaku mutu yang diijinkan mencemari lingkungan Mapping saluran air buangan sesuai peraturan terkait Himbauan penghematan pemakaian air Mendesign IPAL untuk penanganan buangan sisa cor (semen) Memonitor dan mengontrol saluran air maupun kondisi IPAL (pengendapan dan filtrasi)

K3L/Loglat/P elaksana K3L/Loglat/P elaksana K3L Teknik/Pelaks ana/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L/Loglat K3L/Loglat

Close Close Close Close Continue

Water dan material balance Menyediakan alas dan bak penampung tumpahan pada pekerjaan yang memakai bahan kimia serta lokasi penyimpanan (bahan kimia dan bahan B3) Pembuatan bak sampah dan TPA proyek dengan sistem tertutup agar tidak menimbulkan vektor penyakit. Menerapkan teknologi bersih dengan meminimalkan buangan dan bekerja sesuai metode kerja sehingga antara input dan output sama (sisa sekecil mungkin) Efisiensi pemakaian air

Feb-06 Feb-06

Mar-06 Apr-06

Close Close

Feb-06

Mar-06

Teknik/Pelaks ana/K3L Kalap/Teknik /Pelaksana/K 3L/Loglat/adk ont/PK/Surve y UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L K3L K3L K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium

Close

Feb-06

Apr-06

Open

Sosialisasi tentang pollution prevention

Feb-06

Apr-06

Continue

Memonitor, mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan cair

Feb-06

Apr-06

Continue

Mencegah penularan dan Mengumpulkan secara kolektif dan membuang penyebaran penyakit sampah domestik dengan rutin Menutup bak sampah. Membersihkan area kerja Menguras dan menghilangkan genangan air. Menjaga kebersihan WC dan sarana prasarana lingkungan. Memonitor, mengontrol dan mengevaluasi penanganan buangan

Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06

Continue Close Continue Continue Continue Continue

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Apr-06 Apr-06 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

1 5

limbah B3 Tidak ada keluhan dari maupun nonsekitar B3 yang masyarakat dan mencemari lingkungan pekerja.

Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Pembersihan jalan kendaraan secara rutin. Menyusun dan meletakkan material sesuai dengan jenis, sifat dan frekuensi pemakaian sehingga tidak mengganggu akses jalan. Membersihkan area kerja dari sampah. Kuesioner kepada pekerja dan masyarakat sekitar

Feb-06 Feb-06 Feb-06

Security K3L Loglat/K3L/P elaksana K3L K3L K3L Teknik/Pelaks ana/Loglat Teknik/Pelaks ana/K3L/Logl at UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L

Continue Continue Continue

Okt-05 Mar-06 Feb-06 Feb-06

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Apr-06

Continue Continue Close Open Sosialisasi tentang pollution prevention Sosialisasi tentang pollution prevention

Tingkat kebisingan diarea proyek sesuai dengan baku mutu

Mengukur tingkat kebisingan untuk sumber bergerak dan sumber titik. Mengganti alat kerja dengan alat kerja lain yang tingkat kebisingannya memenuhi baku mutu Mengevaluasi proses kerja (metode kerja) sehingga kebisingan bisa ditekan Monitoring dan kontrol kebisingan

Feb-06

Apr-06

Open

Feb-06

Apr-06

Close

Tingkat getaran diarea proyek memenuhi baku mutu. Tidak terjadi kemacetan lalulintas disekitar proyek Shangri-La Hotel Condominium

Melakukan pengukuran pada alat, area kerja dan manusia dengan metode purposif sampling Monitoring dan kontrol getaran Mengatur lalulintas kendaraan keluar masuk area proyek. Memasang rambu lalulintas Koordinasi dengan pihak-pihak terkait

Feb-06

Apr-06

Close

Okt-05 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Apr-06 Apr-06 Apr-06 Mar-06

K3L Security K3L Kalap/Teknik /Pelaksana/K 3L/Loglat/adk ont/PK/Surve y

Continue Continue Close Open

Koordinasi dengan polsek atau masyarakat sekitar jika terjadi kemacetan yang diakibatkan kendaraan proyek

Tidak terjadi kerusakan struktur maupun kerusakan bangunan pendukung lainnya

Mengatur parkir kendaraan. Membuat jalan atau akses kerja yang aman, tahan getaran, mampu menahan beban puncak pengangkutan, tahan lama dan mudah dalam pemeliharaan. Konsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Okt-05 Feb-06

Apr-06 Mar-06

Security Teknik/Pelaks ana/Loglat/K 3L

Continue Close

Feb-06

Apr-06

Kalap

Close

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan

Monitoring, kontrol dan evaluasi

Feb-06

UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK

Continue

10

Penghematan pemakaian Sosialisasi dan himbauan terhadap pemakaian air dan minimisasi air. buangan cair.

Feb-06

Apr-06

Continue

Mematikan keran jika air tidak dipakai.

Feb-06

Apr-06

Continue

Kontrol, monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian air.

Feb-06

Apr-06

Continue

Mencatat pemakaian air pada setiap proses kerja. Water balance. Penghematan pemakaian Mematikan alat listrik jika sudah tidak terpakai listrik. dan mematikan lampu jika sudah siang (untuk lokasi yang terkena sinar matahari)

Feb-06

Apr-06

Continue

Estimasi pemakaian air diperinci/perjelas

11

Feb-06 Feb-06

Apr-06 Apr-06

K3L/Loglat UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium Loglat/PK

Close Continue

Sosialisasi dan himbauan pemakaian listrik

Feb-06

Mar-06

Continue

Kontrol, monitoring dan evaluasi terhadap pemakaian listrik.

Feb-06

Apr-06

Continue

Merecord setiap pemakaian listrik sehingga terjadi material balance untuk energi recovery. Mendata semua peralatan listrik yang dipakai selama satu hari dan berakumulasi sampai 1 bulan.

Feb-06

Apr-06

Continue

Feb-06

Apr-06

Loglat

Close

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan

Menggunakan alat listrik hemat energi.

Feb-06

UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L Teknik/Pelaks ana/K3L/Logl at K3L PK/K3L UnitK3LM Proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L K3L/Loglat Loglat K3L/Loglat/P elaksana Loglat/Pelaks ana/K3L Personel proyek Shangri-La Hotel Condominium K3L Security K3L

Continue

12

Memenuhi baku mutu untuk parameter bau.

Menutup bak tampungan air kotor Menutup bak sampah atau melokalisir bak sampah sehingga bau tidak mengganggu. Menggunakan saluran tertutup untuk penyaluran air buangan. Mengeluarkan sampah domestik secara berkala (maksimal 2 hari sekali) Meletakkan pengharum ruangan WC Monitoring, kontrol dan evaluasi.

Feb-06 Feb-06 Feb-06

Mar-06 Mar-06 Mar-06

Close Close Continue

Feb-06 Feb-06 Feb-06

Apr-06 Mar-06 Apr-06

Continue Continue Continue

13

Tidak terjadi Kebakaran Memasang APAR disetiap Pos Security, bedeng diarea proyek dan kantor. Menempatkan APAR di gudang bahan dan gudang bahan bakar. Menyimpan bahan B3 sesuai MSDS Memisahkan antara bahan sisa dan bahan terpakai.

Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Apr-06

Close Close Continue Continue Continue

14

Lingkungan kerja yang nyaman dan tidak mengganggu pemandangan.

Mengatur peletakan material menurut jenis, sifat dan fungsinya sehingga mudah dipergunakan. Membersihkan area kerja masing-masing pada saat bekerja dan akhir pekerjaan.

Feb-06

Apr-06

Continue

Memasang peringatan tentang pembuangan sampah. 15 Tidak terjadi gangguan Menempatkan POS Security disetiap pintu masuk. kemanan dan kerusuhan Setiap pekerja harus mempunyai identitas jelas (KTP, SIM atau Surat Keterangan Kelurahan) Mengontrol dan memonitor pekerja yang keluar masuk.

Feb-06 Feb-06 Feb-06

Mar-06 Mar-06 Mar-06

Close Close Close

Feb-06

Apr-06

Security

Open

Peningkatan kedisiplinan dan pemasangan pos security dipintu masuk area kerja

15

Tidak terjadi gangguan kemanan dan kerusuhan

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Apr-06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

Tidak ada limbah B3 maupun non B3 yang mencemari lingkungan

Menciptakan lingkungan kerja yang bersahabat dengan safety morning bersama setiap hari Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (Kepolisian)

Feb-06

K3L/Security

Continue

Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06

Mar-06 Apr-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06

Kalap K3L Kalap Security Pelaksana/Lo glat Pelaksana/Te knik/ Loglat/Pelaks ana/K3L Loglat Pelaksana Pelaksana/K3 L Teknik/Pelaks ana Loglat Safety Officer Safety Officer Pelaksana Safety Officer

Close Continue Close Continue Continue

16

Tidak ada komplain dari Kebersihan area proyek dan lingkungan luar masyarakat sekitar proyek. Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (masyarakat sekitar)

17

Menjaga keamanan Tidak terjadi penurunan Monitoring terhadap alat pompa yang dipakai muka air tanah. sehingga memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan sumber daya air. Melakukan pekerjaan sesuai metode kerja

Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Feb-06 Minggu ke 1 Jan 06 Minggu ke-4 Jan 06 Minggu ke-3 Feb 06 Minggu ke-4 Jan 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06

Apr-06 Mar-06 Mar-06 Mar-06 Apr-06 Mar-06 Mar-06 Minggu ke-2 Jan 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-1 Mar 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-1 Mar 06 Minggu ke-1 Mar 06

Continue Close Close Close Close Close Close Close Close Continue Close

18

Tidak terjadi Membuat saluran air hujan kelongsoran tanah akibat kerja dan akibat air Menyediakan pompa untuk menguras air hujan (erosi) Memadatkan tanah atau memasang pancang pada jalur jalan yang dilalui kendaraan berat Melakukan penggalian sesuai dengan metode kerja.

19

Mencegah Banjir

Membuat saluran air hujan (drainase) Menyediakan pompa sesuai debit limpasan Identifikasi sumber-sumber emisi (alat berat/kendaraan/genset) Melakukan pengukuran emisi Melakukan tindakan terhadap hasil pengukuran. Melakukan pemeriksaan berkala (6 bulan) dan evaluasi terhadap sumber emisi (bergerak & tidak bergerak) Meminta bukti uji emisi kendaraan pihak ketiga. Memasang label bagi kendaraan yang telah lolos uji emisi

20

Emisi yang dihasilkan memenuhi baku mutu yang ditetapkan

Kaloglat Kaloglat

Close Open dilakukan oleh pihak uji emisi untuk pemasangan label

Pemasangan safety net keliling bangunan

Minggu terakhir Jan 06 Minggu ke-2 Feb 06

Minggu ke-1 Feb 06 Minggu terakhir Feb 06

Safety Officer

Continue

Sosialisasi/training IK kepada pihak terkait.

Kalap

Continue

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Minggu ke-1 Feb 06 ( 1 bulan sekali ) Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-4 Feb 06 Minggu terakhir Feb 06 Minggu ke-4 Feb 06 Periodik setiap 1 bln sekali Minggu ke-2 Jan 06 Minggu ke-4 Feb 06 Minggu ke-4 Feb 06 Minggu terakhir Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu terakhir Feb 06 Minggu terakhir Feb 06 Minggu ke-1 Mar 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

1 21

Tidak ada limbah B3 Penyimpanan sementara Menentukan lokasi penyimpanan sementara maupun non B3 yang dan pembuangan limbah limbah B3 mencemari lingkungan B3 sesuai peraturan sampai dengan Januari 2007 Menyediakan wadah penyimpanan sementara limbah B3 Menyiapkan simbol & label yang mencantumkan tanggal produksi limbah B3 Melakukan pembuangan limbah B3 secara berkala ke gudang limbah B3 kantor pusat Sosialisasi IK kepada pihak terkait

Minggu terakhir Jan 06

Kalap

Close

Minggu ke-2 Jan 06 Minggu ke-2 Jan 06 Minggu ke-3 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-3 Feb 06

Kalap Kaloglat Kaloglat Kalap

Close Close Close Koordinasi Continue

Melakukan pemeriksaan berkala terhadap pelaksanaan pembuangan limbah di tempat yang disediakan

Pelaksana

Continue

22

Semua ceceran bahan kimia/B3 dan limbah B3, tidak ada yang mencemari lingkungan

Identifikasi area/tempat yang berpotensi menimbulkan ceceran/tumpahan Menyediakan peralatan penanganan tumpahan (spillage kit) di area yang berpotensi terjadinya tumpahan Pembuatan bak penampung tumpahan B3 dan limbah B3 (oil trap) di area yang diperlukan Sosialisasi/training IK ke pihak terkait

Minggu ke 1 Jan 06 Minggu ke-3 Feb 06 Minggu ke-3 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu terakhir Jan 06 Minggu terakhir Jan 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu terakhir Jan 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06

Safety Officer Kaloglat

Close Close

Kaloglat Kalap

Close Continue

23

Tidak adanya kotoran Membuatkan washing bay pada area proyek bekas beton atau tanah pada jalan raya (fasilitas umum) Pembuatan rambu-rambu peringatan atau informasi Semua karyawan menerapkan SML secara konsisten Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada karyawan Melakukan konsultasi dan komunikasi SML kepada rekanan

Kalap

Close

Kalap

Close

24

Kalap

Continue

UnitK3LM Kantor Pusat Kaloglat

Continue

25

Secara bertahap tidak ada lagi penggunaan peralatan/fasilitas yang mengandung BPO

Identifikasi penggunaan BPO (AC/Kulkas/Alat, dll) Identifikasi bahan penggantinya Membuat jadwal pergantian bertahap

Close

Ka P/K Ka. P/K

Close Close

No.

Sasaran

Rencana Tindakan Mulai

Rencana Selesai 1 Minggu ke-2 Feb 06 Minggu ke-4 Feb 06 Minggu ke-1 Mar 06 Minggu ke-4 Mar 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Minggu Ke-3 Feb 06 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4

Raalisasi Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 4

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Tindak Lanjut

261

Tidak ada limbah B3 Semua aspek lingkungan Identifikasi item pemantauan dan pengukuran maupun dipantau non B3 yang penting dan yang harus dilakukan mencemari lingkungan diukur Membuat jadwal pemantauan pengukuran Mengidentifikasi dan menetapkan eksternal laboratorium untuk pelaksanaan pemantauan pengukuran Melakukan pemantauan pengukuran sesuai jadwal

Minggu terakhir Jan 06 Minggu ke-3 Jan 06 Minggu ke-3 Feb 06 Minggu ke-1 Mar 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06 Minggu ke-1 Feb 06

Safety Officer

Close

Safety Officer Ka P/K

Close Close

Safety Officer Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K Ka P/K

Continue Close Close Continue Continue Continue Continue Continue

27

Pelaksanaan peraturan daerah terkait

Menghubungi pihak terkait atau instansi setempat Mendata Peraturan daerah terkait Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan terkait

28

RK3LM proyek dapat digunakan untuk panduan pelaksanaan proyek

Mereview data yang telah ada Menggabungkan data-data yang telah tersedia Mendokumentasikan secara berkesinambungan Sosialisasi dengan pihak-pihak terkait

Close Dalam proses Belum terlaksana Disetujui oleh, Jakarta, September 2006 Dibuat oleh,

(Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

Devy Friska, ST (Safety Officer)

Persero PT. Waskita Karya Proyek Shangrila Hotel Condominium, Jakarta

EVALUASI PENERAPAN REGULASI


No. No. Regulasi UNDANG-UNDANG RI Regulasi

1 UU No 14 Tahun 1969

2 UU No 1 Tahun 1970

3 UU No 3 Tahun 1992

4 UU RI No 23 Tahun 1992

5 UU No 18 Tahun 1999

6 UU No 13 Tahun 2003

Peraturan Pemerintah & Keputusan Presiden

7 PP No 14 Tahun 1993

10 Kepres RI No 22 Tahun 1993

11 PP RI No 29 Tahun 2000

PerMen / KepMen 12 PerMen Perburuhan No 07 Tahun 1964

13 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER 01/MEN/1979

14 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1980

15 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1980

16 PerMen Tenaga Kerja No 02/MEN/1980

17 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1981

18 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1982

19 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1982

20 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1982

23 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1985

24 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1985

25 PerMen Tenaga Kerja No 04/Men/1987

27 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1989

28 PerMen Tenaga Kerja No 02/Men/1992

29 PerMen Tenaga Kerja No 05/Men/1996

30 PerMen Tenaga Kerja No 01/Men/1998

31 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1998

32 PerMen Tenaga Kerja No 03/Men/1999

33 Keputusan Menkes No 1405 Tahun 2002 , Lampiran 1

Mengetahui,

Ir. Ghozy Perdana Kepala Proyek

angrila Hotel Condominium, Jakarta

EVALUASI PENERAPAN REGULASI


Regulasi Deskripsi Regulasi

Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja Pasal 9


Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat dan moral agama

Keselamatan Kerja
Pasal 9 Point 1 Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : - kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya - semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya - alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan - cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Pasal 11 Point 1 Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh menteri tenaga kerja Pasal 12 Dengan peraturan perundangaan diatur kewajiban dan hak tenaga kerja untuk : a. memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas keselamtan kerja b. memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan c. mematuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. d. meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. e. menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatalat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang dapat dipenuhi.

Pasal 13 Barang siapa akan memasuki susuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindungan diri yang diwajibkan

Barang siapa akan memasuki susuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindungan diri yang diwajibkan

Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 3 point 2


setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja

pasal 4 point 1
program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan undangundang ini.

pasal 8 point 1
tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja

pasal 10 point 1
pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja kepada kantor departemen tenaga kerja dan Badan Penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam point 2 pengusaha wajib melaporkan kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggara dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh, cacad atau meninggal dunia.

point 3
pengusaha wajib mengurus tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya.

pasal 16
tenaga kerja, suami atau istri dan anak berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan

pasal 17
pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial tenga kerja

pasal 18
pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya, daftar upah beserta perubahanperubahan dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau bagian perusahaan yang berdiri sendiri.

pasal 22
pengusaha wajib membayar iuran dan melakukan pemungutan iuran yang menjadi kewajiban tenaga kerja melalui pemotongan upah tenaga kerja serta membayarkan kepada Badan Penyelenggara dalam waktu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah

Kesehatan pasal 23 point 3


setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja

Jasa Konstruksi pasal 23 point 2


Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga keraj, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.

Ketenagakerjaan
Pasal 6 Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tampa diskriminasi dari pengusaha Pasal 11 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau mengembangkan komptensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja Pasal 68 Pengusaha dilarang memperkerjakan anak Pasal 86 Point 1 setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama Pasal 87 Point 1 Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

Penyelenggaraan Program Kerja Jaminan Sosial Tenaga


pasal 2 point 1 program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini, terdiri: a. jaminan berupa uang yang meliputi : jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua b. jaminan berupa pelayanan yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan. Pasal 2 point 3 pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih, atau membayar upah minimal Rp. 1.000.000 sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja. pasal 5 point 1 pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara.

pengusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 wajib mendaftarkan perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja pada badan penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh badan penyelenggara. pasal 18 point 1 pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan bagi tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan. point 2 pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kepada kantor departemen tenaga kerja dan badan penyelenggaraan setempat/terdekat sebagai laporan kcelakaan tahap I, dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam terhitung terjadinya kc

pasal 19 pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja, dalam waktu tidak lebih 2 x 24 jam setelah ada hasil diagnosis dari dokter periksa.

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja


Pasal 2 Setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir

Penyelenggaraan Jasa Konstruksi pasal 30 point 1


untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaankonstruksi , penyelenggara pekerja konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang : b. keamanan, keselamatan dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku c. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku d. tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dalam tempat kerja


pasal 3 1. Halaman harus bersih, teratur, rata dan tidak becek dan cukup luas untuk kemungkinan perluasan 2. jalanan dihalaman tidak boleh berdebu 3. untuk keperluan air (riolering) harus cukup saluran yang kuat dan bersih 4. saluran air yang melintasi halaman harus tertutup 5. sampah dan terbuang lainnya harus terkumpul pada suatu tempat yang rapi dan tertutup. 6. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman.

6. pada waktunya sampah itu harus dibuang ketempat pembuangan sampah atau dibakar pada tempat yang aman. 7. tempat pengumpulan sampah tidak boleh menjadi sarang lalat atau binatang serangga yang lain. pasal 6 point 1 kakus-kakus yang terbuat dari bahan yang kuat harus disediakan untuk kaum buruh. point 6 jumlah kakus sebagai berikut 1-15 buruh =1 kakus 16-30 buruh = 2 kakus 31-45 buruh = 3 kakus 46-60 buruh = 4 kakus 61-80 buruh = 5 kakus 81-100 buruh = 5 kakus san selanjutnya untuk tiap 100 orang 6 kakus pasal 8 dapur, kamar makan dan alat keperluan makan harus selalu bersih dan rapi. Pasal 14 Point 4 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kasar seperti mengerjakan bahan-bahan kasar, menyisihkan barang besar, gudang untuk menyimpan barang besar dan kasar paling sedikit memiliki kekuatan 50 Lux Point 5 Penerangan yang cukup untuk membedakan barang-barang kecil secara sepintas lalu, seperti pemasangan yang kasar, kamar mesin, alat pengangkut orang dan barang, ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal, tempat penyimpanan barang sedang dan kecil, kakus,

Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan.

Pasal 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga paramedis diwajibkan untuk mengirimkan setiap tenaga tersebut untuk mendapatkan latihan dalam bidang Hygiene Perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan


pasal 2 Setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang akan dilakukan wajib dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 3

point 1 pada pekerjaan konstruksi bangunan harus diusahakan pencegahan dan dikurangi terjadinya kecelakaan atau sakit akibat kerja terhadap tenaga kerjanya. point 2 sewaktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit keselamatan dan kesehatan kerja hal tersebut harus diberitahukan kepada setiap tenaga kerja point 3 unit keselamatan kejera meliputi usaha-usaha pencegahan terhadap : kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja, pertolongan pertama pada kecelakaan dan usaha-usaha penyelamatan pasal 4 setiap kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya harus dilaporkan kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk. pasal 5 point 1 disetiap tempat kerja harus dilengkapi dengan sarana untuk keperluan keluar masuk dengan aman

point 2 semua tempat kerja, tangga-tangga, lorong-lorong atau gang-gang tempat orang bekerja atau sering dilalui, harus dilengkapi dengan penerangan yang cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pasal 6 kebersihan dan kerapihan ditempat kerja harus dijaga sehingga bahan-bahan yang berserakan, bahan-bahan bangunan, peralatan dan alat-alat kerja tidak merintangi atau menimbulkan kecelakaan. pasal 7 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa peralatan perancah, alat-alat kerja, bahanbahan dan benda-benda tidak dilemparkan, diluncurkan atau dijatuhkan kebawah dari tempat yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. pasal 8 semua peralatan sisi-sisi lantai yang terbuka, lubang-lubang dilantai yang terbuka, atap-atap atau panggung yang dapat dimasuki, sisi-sisi tangga yang terbuka, semua galian-galian dan lubang-lubang yang berbahaya harus diberi pagar atau tutup pengaman yan pasal 9 kebisingan dan getaran ditempat kerja tidak boleh melebihi ketentuan nilai ambang batas yang berlaku pasal 10 orang tidak berkepentingan dilarang masuk pasal 12 perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seseoarang yang berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen, kecuali apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman dengan memper pasal 13 point 1

perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja, peralatan dan bahan yang dipergunakan pasal 25 point 1 tangga harus terdiri dari 2 kaki tangga dan sejumlah anak tangga yang dipasang pada kedua kaki tangga dengan kuat. pasal 28 alat-alat angkat harus direncanakan, dipasang, dilayani dan dipelihara sedimikian rupa sehingga terjamin keselamatan pemakainya. pasal 31 tindakan pencegahan harus dilakukan untuk melarang orang memasuki daerah lintas keran jalan untuk menghindarkan kecelakaan karena terhimpit. pasal 44 operator mesin harus terlatih untuk pekerjaannya dan harus mengetahui peraturan keselamatan kerja pada mesin tersebut. pasal 67 point 2 pinggir-pinggir dan dinding-dinding pekerjaan galian harus diberi pengaman dan penunjang yang kuat untuk menjamin keselamatan orang yang bekerja dalam lubang / parit. pasal 74 setiap ujung-ujung mencuat yang membahayakan harus dilengkungkan atau dilindungi. pasal 86 tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diatap harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai untuk menjamin agar mereka tidak jatuh dari atap atau bagian-bagian atap yang rapuh. pasal 99 point 1 alat-alat pelindung diri yang jenisnya disesuaikan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja harus disediakan dalam jumlah yang cukup.

Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR


pasal 3 tabung alat pemadam api ringan harus diisi sesuai dengan jenis dan konstruksinya pasal 4 point 1 setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan pasal 5 dilarang memasang atau menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacad karena karat. pasal 8 pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai, kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak an

pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai, kecuali jenis C02 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak an

pasal 9 alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49 C turun sampai minus 44 o C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu dluar batas tersebut diatas.

pasal 14 petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca dengan jelas.

Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja


Pasal 2 semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 2 UU No 1 tahun 1970 harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jendral Pembinanaan Hubungan Perburuhan dan Per

Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja


pasal 2 point 1 apabila dalam pemeriksaan kesehatan bekerja dan pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No Per 02/MEN 1980 ditemukan penyakit kerja yang diderita oleh tenaga kerja, pengurus dan badan yang ditunjuk wajib melapor secara tertulis kepada Kantor Direktorat Jendral Pembinan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat pasal 3 point 1 laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayaaat 1 dilakukan dalam waktu paling lama 2X24 jam setelah penyakit tersebut didiagnosa. Bejana Bertekanan Pasal 5 Bahan dan konstruksi bejana tekanan harus cukup kuat dan memenuhi syarat pasal 7 Setiap botol harus dilengkapi dengan penutup katup yang baik kecuali botol-botol yang dirangkaikan satu sama lain diperbolehkan memakai satu katup penutup bersama, jika dari sudut keselamatan bisa dipertanggungjawabkan pasal 16 point 1 setiap bahan dari bagian konstruksi bejana tekanan harus memiliki surat tanda hasil pengujian atau sertifikat bahan yang diakui. pasal 22

setiap bejana diberikan tanda-tanda pengenal sebagai berikut: a. nama pemilik b. nama dan nomor urut pabrik pembuatnya c. nama gas yang diisikan (bukan simbol kimia) d. berat dari botol baja dalam keadaan kosong tampa keran dan tutup. e. tekanan pengisian yang diijinkan kg/cm2 (Po) pasal 35 point 2 ruangan penyimpanan khusus untuk gas beracun menggigit, atau mudah terbakar dan ruangan penyimpanan botol-botol baja dan bejana transport yang kosong harus memiliki ventilasi yang cukup dan memiliki pintupintu keluar dan penyelamat. point 4 dilarang menaruh atau menyimpan bejana tekanan dan botol baja dekat tangga, gang, dimuka pemasukan angin, alat pengangkat dan benda-benda bergerak yang dapat menyentuh atau menimpa.

Kwalifikasi Juru Las


pasal 3 point 1 juru las dianggap terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai sertifikat juru las

Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kerja


pasal 3 point 1 setiap tenaga kerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja point 2 pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi

Pesawat tenaga dan produksi pasal 3 point 2 setiap bahan dari bagian konstruksi pesawat tenaga dan produksi yang utama harus memiliki tanda hasil pengujian atau sertifikasi bahan yang diakui. pasal 4 semua bagian yang bergerak dan berbahaya dari pesawat tenaga dan produksi harus dipasang alat perlindungan yang efektif kecuali ditempatkan sedemikan rupa sehingga tidak ada orang atau benda yang menyinggungnya. pasal 6 pada pesawat tenaga atau produksi yang sedang diperbaiki tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus dikunci serta diberi suatu tanda larangan untuk menjalankan pada tempat yang mudah dibaca sampai pesawat yang tenaga dan produksi atau alat

pada pesawat tenaga atau produksi yang sedang diperbaiki tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus dikunci serta diberi suatu tanda larangan untuk menjalankan pada tempat yang mudah dibaca sampai pesawat yang tenaga dan produksi atau alat pasal 7 jarak antara peawat-pesawat atau mesin-mesin harus cukup lebar dan bebas dari segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi lalu lintas. pasal 9 point 1 pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk, serpih, debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengamanan dan perlindungan. pasal 29 operator pesawat tenaga dan produksi harus memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja

Pesawat angkat dan angkut. pasal 2 bahan konstruksi serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut harus cukup kuat, tidak cacat dan memenuhi syarat. pasal 3 point 1 beban maksimum yang diijinkan dari pesawat angkat dan angkut ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. pasal 4 setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang pesawat angkat dan angkut. pasal 7 baut pengikat yang dipergunakan peralatan angkat harus memiliki kelebihan ulir sekrup pada suatu jarak yang cukup untuk pengencang, jika perlu harus dilengkapi dengan mur penjamin atau gelang pegas yang efektif. pasal 33 peralatan angkat listrik harus a. dikonstruksikan dari baja b. dibuat dengan angka keamanan sekurang-kurangnya - 8 untuk baja tuang - 5 untuk baja konstruksi atau baja tempa - dilengkapi dengan rem otomatis yang mampu menahan muatan, jika muatan dihentikan pasal 42 point 2 operator dan tenaga kerja harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan bahaya yang dihadapi. pasal 101

semua perlengkapan pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan sebelum digunakan harus diperikasa terlebih dahulu oleh operator.

P2K3 Serta tata cara penunjukan ahli keselamatan kerja


pasal 2 point 1 setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu, pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3

point 2 a. tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih pasal 3 Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. pasal 4 P2K3 mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Kualifikasi dan syarat-syarat operator keran angkat


pasal 10 point 1 operator dilarang meninggalkan tempat pelayanan selama keran angkat dioperasikan point 2 melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi atau kemampuan kerja serta merawat keran angkat, alat alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya yang terkait dengan bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

Tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang ahli keselamatan kerja


pasal 3 untuk dapat ditunjuk sebagai ahli keselamatan dan kesehatan kerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun pasal 9 point 1 ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban untuk membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya.

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja


pasal 3 point 1 Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,

pasal 4 point 1 dalam penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 3, perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan sistem manajemen K3 b. merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. c. menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja. d. mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. e. meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. pasal 5 point 1 untuk membuktikan penerapan sistem manajemen K3 sebagaimana dimaksud pasal 4, perusahaan dapat melakukan audit melalui badan audit yang ditunjuk oleh menteri.

Penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dengan manfaat lebih baik daripada paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
pasal 1 perusahaan yang menyelenggarakan sendiri pemeliharaan kesehatan dapat dengan cara a. menyediakan sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (PPK)

Tatacara pelaporan dan pemeriksaan kesehatan


pasal 2 point 1 pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang dipimpinnya. pasal 3 kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan belum mengikutsertakan pekerjaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan UU No 3 tahun 1992

kewajiban melaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan belum mengikutsertakan pekerjaannya dalam program jaminan sosial tenaga kerja berdasarkan UU No 3 tahun 1992

pasal 4 point 1 pengurus atau pengusaha sebagaimana dimaksud pasal 3 wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan kepada Kepala Kantor Departemen tenaga kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2x24 jam (dua kali duapuluh empat ) jam terhitung sejak terjadinya kecelaka

Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang
pasal 3 point 1 kapasitas angkut lift harus dicantumkan dan dipasang dalam kereta serta dinyatakan dalam jumlah orang dan atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam kilogram (Kg) pasal 4 point 1 bagian-bagian lift harus kuat, tidak cacat, aman dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pasal 6 point 6 setiap kamar mesin dilengkapi dengan alat pemadam api ringan jenis kering dengan kapasitas sekurangkurangnya 5 (lima) kg pasal 7 point 1 tali baja penarik bobot imbang dan governor harus kuat, luwes, tidak boleh terdapat sambungan dan semua utas tali seragam dari satu sumber yang sama. Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Air Bersih Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika,kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku Udara Ruangan Suhu : 18 - 28 C Kelembaban : 40 - 60 % Limbah - setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya dan dilengkapi penutup

- sampah kering dan basah di tampung dalam tempat yang terpisah - tersedianya tempat penampungan sementara yang memenuhi syarat. Pencahayaan. Intenstitas minimal untuk ruang kantor 100 lux

Kebisingan Tingkat kebisingan maksimal ditempat kerja maksimal 85 dBA

Toilet Karyawan 1-25 : 1 karyawan 25-50 : 2 Karyawan 51 - 100 : 3

100% x 59 + 90% x 9 + 85% x 2 + 80% x 34 + 75% x 2 + 70% x 13 + 60% x 7 + 50 % x 2 +0% x9 137.00 =81,6 %

Form.P6.K3LM-02-01 E Edisi : 1 Revisi : 1

Status Kesesuaian Ya (100%) Tidak (0%) Sebagian

Keterangan

Kebijakan K3LM PT. Waskita Karya

80% 80% 80% 80%

Induksi K3LM, Safety Morning, Papan Informasi

Laporan awal kecelakaan (Laporan Tahap I)

70% 70% 70% 60% 60%

80%

Papan Informasi, Induksi K3LM

Papan Informasi, Induksi K3LM

Pendaftaran Jamsostek

No Pendaftaran SW 0684092005 / 16 September 2005

Laporan awal kecelakaan Surat Keterangan Dokter

Bekerjasama dgn RS Atmajaya

Bekerjasama dgn RS Atmajaya

80%

Dibentuknya Unit K3LM

80% Gab analisis

Surat Perjanjian Tidak akan mempekerjakan anak dibawah umur. 80% Kebijakan K3LM

SMK3LM

80% Pembuatan P3K

80% 80% 80%

HIRARC Upah sesuai UMR IAL(Identifikasi Aspek Lingkungan)

80% 80% 80% 80% 80% diangkut setiap hari

Diberi tutup

60%

60%

70%

70%

Ijin ke Depnaker, Jamsostek dan Koordinasi keamanan

80%

Mengevaluasi HIRARC

Membentuk unit K3LM dan dicantumkan dalam 80% HIRARC

Jamsostek, Depnaker, Kantor Pusat

90%

Pembuatan akses jalan

70%

Pembersihan oleh mandor Safety deck, safety net, surat edaran dilarang menjatuhkan benda ke bawah. railing

90%

90%

90%

Pengukuran kebisingan dan getaran secara Rambu, Papan Pengumuman

70%

80%

bordes

80%

bordes

80%

80%

75%

rambu, police line

80%

railing

90%

pemotongan stek yang tidak terpakai

70%

safety harness

80%

80%

Instruksi Kerja

pemeriksaan dari jamsostek februari 2006, dari proyek Desember 2005

Bekerjasama dgn RS Atmajaya

80%

85%

60%

60%

80%

80%

70%

Pemakaian Helm dan Sepatu

Check list

90%

CAR, Risalah Rapat

90%

80%

80%

75%

Kebijakan K3LM PT.Waskita Karya HIRARC

80% 70%

Bekerjasama dengan RS.Atmajaya

Laporan Awal Kecelakaan

Pencantuman Beban Maksimum dalam hoist

90%

air minum aqua, air pakai dari perusahaan penyedia air bersih Pengukuran secara berkala

80%

90%

70%

Tempat sampah organik, non organik dan B3

70%

Pengukuran secara berkala

85%

Pengukuran secara berkala

50%

Jakarta, Juni 2006 Dibuat Oleh,

Devy F Unit K3LM

SASARAN DAN PROGRAM K3LM


Proyek : Pembangunan Flyover Cengkareng. No.
1

Sasaran K3
Incidence Rate = 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Program K3
Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek Melakukuan sosialisasi / induksi K3 bagi seluruh personil, tamu maupun Subkontraktor Memeriksa kelengkapan K3 Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3 Menyediakan rambu-rambu K3 sesuai dengan Kebutuhan Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3 kepada seluruh karyawan dan pekerja, antara lain ke Subkontraktor Melaksanakan Inspeksi harian K3 Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor, lapangan dan Mess Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang Mendistribusikan IK Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR, Kotak P3K,KM. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck, safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. Melengkapi kebutuhan karyawan, seperti;meja, kursi, komputer, printer dll.

Penanggung Jawab
Kaloglat,Ka.Adkon,Kalap, Ka. P/K & Katek, Safety Officer Kaloglat,Ka.Adkon,Kalap, Ka. P/K & Katek, Safety Officer dan Security Ka Adkon Ka. Loglat, Safety Officer Kalap, Safety Officer Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Kapro & Safety Officer Kapro,Kalap,Safety Officer Kaloglat,Ka.Adkon,Kalap, Ka. P/K & Katek, Safety Officer Ka. P/ K Ka P/ K Ka. P/K Kaloglat Katek Kaloglat Kaloglat Kaloglat & SO Safety Officer Kaloglat Kaloglat Kalap & Safety Officer Kaloglat Safety Officer Safety Officer Ka. P/K Kapro Ka. P/K

Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai


Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Mei Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei

Status Pelaksanaan
Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed Continue Continue Closed Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue

27

No.

Sasaran K3
28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Melengkapi kebutuhan karyawan, seperti;meja, kursi, komputer, printer dll. Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out - tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi

Program K3

Penanggung Jawab
Ka. P/K Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Kaloglat Katek Kalap Kalap & SO Kalap Kalap Kalap Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Kalap & SO Safety Officer Safety Officer

Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai


Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei

Status Pelaksanaan
Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Closed Closed Continue Continue

Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari

Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Januari Januari Mei Mei

Meningkatkan kesesuaian legal

2 3 4 5 6 7

Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan Meminta MSDS untuk setiap material khusus Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya
Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik

Ka. Loglat

Closed

Ka. P/K Loglat Safety Officer Ka. Loglat Kaloglat,Ka.Adkon,Kalap, Ka. P/K & Katek, Safety Officer Ka. Loglat

Januari Januari Januari

Mei Mei Mei

Continue Continue Continue Closed Continue Closed

Januari Januari

Mei Januari

No.

Sasaran K3
8

Program K3
Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat

Penanggung Jawab
Ka. Loglat

Waktu Pelaksanaan Mulai Selesai


Januari Januari

Status Pelaksanaan
Closed

Meningkatkan kesehatan karyawan

1 2 3

4 5 6 7 8 9 10

Kaloglat,Ka.Adkon,Kalap, Ka. P/K & Katek, Merapihkan Lay out ruang kerja Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja Ka. P/K & Safety Officer yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Mintohardjo atau Ka. P/K & Safety Officer klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek Menyediakan Klinik kesehatan, paramedis, obat-obatan dan Ka. P/K & Safety Officer kelengkapannya. Ka. Loglat Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya Ka. Loglat Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek Melakukan fogging. Kalap Kalap & Safety Officer Kalap & Safety Officer Safety Officer

Januari

Mei

Continue Closed Continue

Januari

Mei

Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari

Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei

Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue

Jakarta, Januari 2007 Dibuat oleh,

Kepala Proyek

MATRIKS RENCANA PEMANTAUAN & PENGUKURAN KINERJA K3LM


NO AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN PARAMETER PANTAU / UKUR LOKASI FREKUENSI PENANGGUNG JAWAB PROSEDUR/ IK BUKTI KERJA

NO

AKTIFITAS/KONDISI PERALATAN

PARAMETER PANTAU / UKUR

LOKASI

FREKUENSI

PENANGGUNG JAWAB

PROSEDUR/ IK

BUKTI KERJA

Persero

Form.P6.K3LM-15-13 Edisi : 1 Revisi : 0

PT. Waskita Karya PEMANTAUAN & PENGUKURAN SASARAN & PROGRAM K3LM BULAN APRIL
Proyek : Shangri-La Hotel Condominium Periode : Januari s/d Mei 2007 Revisi Ke : 3 No.
1

Sasaran K3LM
Incidence Rate = 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Program K3LM
Merevisi HIRARC untuk semua kegiatan proyek

Rencana Mulai Selesai


Januari Januari Mei Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei

Realisasi Mulai Selesai


Januari Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari Januari April Januari April April April April April April April

Status Pencap. Sasaran


Closed Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Standby Continue Close Close Continue Continue Close Continue Continue

Tindak Lanjut

Melakukuan sosialisasi / induksi K3LM bagi seluruh personil, tamu Awal proyek maupun Subkontraktor Awal proyek Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dgn ceklist kelengkapan K3LM Menyediakan rambu-rambu K3LM sesuai dengan Kebutuhan Melaksanakan pengendalian sesuai rencana pengendalian terhadap potensi bahaya dan resiko. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan dan pekerja, antara lain ke Subkontraktor Melaksanakan Inspeksi harian K3LM Melaksanakan Weekly dan Monthy Safety meeting secara rutin Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau incident Membersihkan dan merapikan Lingkungan kantor, lapangan dan Mess Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan K3LM Mengusulkan 2 orang karyawan ke divisi untuk pelatihan P3K Melakukan services berkala pada kendaraan milik proyek Memberikan identitas pada setiap barang yang ada di gudang Mendistribusikan IK Memberikan penerangan yang cukup pada tempat kerja Menyusun kabel dengan rapi di area kantor & proyek Awal proyek Awal proyek Awal proyek Januari Januari Januari Januari

Januari Januari Januari Januari Januari

Mei Mei Januari Mei Mei

Januari Januari Januari Januari Januari

April April Januari April April

No.

Sasaran K3LM
18 19 20 21 22 23 24 25 26

Program K3LM
Menyediakan & memasang APAR Membuat cheklist untuk APAR, Kotak P3K,KM. Mengalokasikan barang sesuai jenisnya Penyediaan APD Memasang & marawat railing pada tepi bangunan & area rawan Penguncian panel Memasang safety deck, safety net dan proteksi Mendistribusikan ijin kerja pada area berbahaya. Melakukan training ERP Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. Melengkapi kebutuhan karyawan, seperti;meja, kursi, komputer, printer dll. Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek Pemberian status alat Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala Maintenance Alat berat dan ringan Menata dan Merapihkan gudang Alat dan kabel Membuat lock out - tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. Sosialisasi metode kerja yang aman kepada Mandor Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk area berbahaya Membantu dalam penyediaan jalan kerja yang aman Membantu dalam Pemeliharaan petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek Memelihara pagar pengaman disekeliling lubang Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. Menyediakan tempat istirahat pekerja/bedeng yang memadai Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai

Rencana Mulai Selesai


Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei Mei

Realisasi Mulai Selesai


Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari Januari April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April

Status Pencap. Sasaran


Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Close Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue

Tindak Lanjut

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

No.

Sasaran K3LM
45 46

Program K3LM
Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya Melaksanakan Investigasi Kecelakaan accident/ incident dan mengurusnya setiap habis terjadi

Rencana Mulai Selesai


Januari Januari Mei Mei

Realisasi Mulai Selesai


Januari Januari April April

Status Pencap. Sasaran


Continue Continue

Tindak Lanjut

Meningkatkan kesesuaian legal

2 3 4 5 6 7 8

Melaksanakan pengurusan perijinan /pengesahan penggunaan Alat Berat / peralatan yang belum memiliki atau surat ijin pengesahan yang sudah tidak berlaku lagi ke pihak yang berwenang Mendata & mengadakan pelatihan yang diperlukan Meminta MSDS untuk setiap material khusus Melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan Meminta SIO untuk setiap pekerja yang memerlukan keahlian khusus Mempelajari peraturan dan menyesuaikan penerapannya
Mempelajari Peraturan tentang Instalasi Listrik Mempelajari Peraturan tentang peralatan safety untuk operator Alat berat

Close

Awal proyek Januari Januari

Mei Mei Mei

Awal proyek Januari Januari

April April April

Continue Continue Continue Close Continue Close Close

Januari Januari Januari

Mei Januari Januari

Januari Januari Januari

April Januari Januari

Meningkatkan kesehatan karyawan

1 2 3

4 5 6 7

Merapihkan Lay out ruang kerja Melaksanakan Pemeriksaan kesehatan bagi karyawan & pekerja yang belum pernah diperiksa melalui kerjasama dgn Jamsostek Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Mintohardjo atau klinik Al-Afiat untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja dan bekerjasama dengan Jamsostek Menyediakan Klinik kesehatan, paramedis, obat-obatan dan kelengkapannya. Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan

Januari

Mei

Januari

April

Continue Close Continue

Januari

Mei

Januari

April

Januari Januari Januari Januari

Mei Mei Mei Mei

Januari Januari Januari Januari

April April April April

Continue Continue Continue Continue

No.

Sasaran K3LM
8 9 10

Program K3LM
Menentukan dan menyediakan tempat buang air kecil yang terjangkau pekerja Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek Melakukan fogging.

Rencana Mulai Selesai


Januari Januari Januari Mei Mei Mei

Realisasi Mulai Selesai


Januari Januari Januari April April April

Status Pencap. Sasaran


Continue Continue Continue

Tindak Lanjut

Status Pelaksanaan
Closed Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Open Open Continue Continue Closed Continue Continue

Status Pelaksanaan
Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Closed Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue

Status Pelaksanaan
Continue Continue

Closed

Continue Continue Continue Closed Continue Closed Closed

Continue Closed Continue

Continue Continue Continue Continue

Status Pelaksanaan
Continue Continue Continue

Revisi : 3

RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng
Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Kalap : Ir. Winursito Adi : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Inspeksi K3LM harian Januari I II III IV R R R R WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R Mei II III IV R R R Pelaksana Kalap Keterangan Status Pelaksanaan Continue

I R

2. Sosialisasi metode kerja yang aman R kepada Mandor 3. Sosialiasi dan mengawasi penggunaan APD yang memadai dan sesuai pekerjaan 4. Membantu memelihara railing-railing yang terdapat pada area proyek. R

Kalap

Close

Kalap

Continue

Kalap

Continue

5. Ikut memelihara rambu-rambu petunjuk R area berbahaya 6. Membantu dalam kerja yang aman penyediaan jalan R

Kalap

Continue

Kalap

Close

1.

Incidence Rate = 0

7. Membantu dalam Pemeliharaan R petunjuk jalan masuk dan keluar dan ke master area 8. Menginformasikan kepada pelaksana K3LM tentang area berbahaya dalam proyek 9. Memelihara pagar disekeliling lubang pengaman R

Kalap

Continue

Kalap

Close

Kalap

Continue

1.

Incidence Rate = 0

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN Januari Memelihara pagar pengaman I II III IV disekeliling lubang 10. Membantu dalam pengecekan scafollding dan cat walk 11. Ikut memelihara kebersihan proyek yang ada di area kerja ataupun proyek. R R R R

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV

Mei II III IV

Pelaksana

Keterangan Status Pelaksanaan

Kalap

Continue

Kalap

Continue

12. Menyediakan tempat istirahat R pekerja/bedeng yang memadai 13. Ikut memelihara pagar sementara pada tepi construction joint lantai 1. Sosialisasi mengenai perundang-undangan K3 R

Kalap

Close

Kalap

Close

2.

Meningkatkan kesesuaian Legal

peraturan R S

Kalap

Close

1. Membantu dalam pengawasan pada pekerja agar tidak buang air kecil sembarangan 3. Meningkatkan kesehatan karyawan

Kalap

Continue

2. Menentukan tempat buang air kecil R yang terjangkau pekerja S 3. Mengawasi pekerja dalam membuang sampah di area proyek R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R

Kalap

Close

Kalap

Continue

KETERANGAN

R S

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana

Jakarta, September 2009

Persero PT.WASKITA KARYA Proyek Shangri-La Hotel Condominium, Jakarta

Form.P6. K3LM-03-03 Edisi : 1 Revisi : 0 Revisi : 3

RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3LM P.T. WASKITA KARYA (Persero)
Bagian Penanggungjawab Tahun No SASARAN : Safety Officer : Wiyono : 2007 RENCANA TINDAKAN 1. Merevisi Rencana K3LM Januari I II III IV R S 2. Membantu dlm penyedian APD untuk pekerja & memantau pemakaiannya R S 3. Melaksanakan sosialisasi & pengarahan K3LM kepada seluruh karyawan & pekerja antara lain Program safety morning, induksi dll 4. Melaksanakan Inspeksi K3LM & merangkum hasil inspeksi yang dilakukan personil lain. R S 5. Melaksanakan Investigasi Kecelakaan setiap habis terjadi accident/ incident R dan mengurusnya S 6. Melaksanakan pengendalian sesuai R rencana pengendalian thdp potensi bahaya dan risiko (Safety deck, Safety S net, Proteksi, APD dll) R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Continue R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Continue R S R S Safety Officer Close R R R R R R R R R R R R R R R R Safety Officer Continue WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV Mei II III IV Pelaksana Safety Officer Keterangan Status Pelaksanaan Close

1.

Incidence Rate = 0

1.

Incidence Rate = 0

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN

Januari I II III IV R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV R R R R R R R R R R R R

I R

Mei II III IV R R R

Pelaksana Safety Officer

7. Meeting mingguan /Rapat Koordinasi R K3LM rutin S 8. Memelihara & merapikan lingkungan kantor, lapangan, mess & bedeng R pekerja S 9. Memasang & merawat rambu-rambu K3LM di area proyek R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Mempelajari peraturan & penyesuaian penerapannya R S 1. Menyediakan perlengkapan P3K R S 2. Menyediakan tempat kencing sementara 3. Meningkatkan kesehatan karyawan 3. Melakukan fogging di area proyek

Keterangan Status Pelaksanaan Continue

Safety Officer

Continue

Safety Officer

Continue

2.

Safety Officer

Continue

Safety Officer

Continue

Safety Officer

Close

R S

R S

Safety Officer

Continue

KETERANGAN

R S T P

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan Jakarta, Januari 2007 Dibuat oleh, Disetujui oleh :

No

SASARAN

RENCANA TINDAKAN

Januari I II III IV

WAKTU PELAKSANAAN Februari Maret April I II III IV I II III IV I II III IV (Wiyono) Safety Officer

Pelaksana Mei II III IV (Ir. Ghozy Perdana) Kepala Proyek

Keterangan Status Pelaksanaan

PT.PP (Persero) dan PT WASKITA (Persero) KSO RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng
No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1 1. Merevisi Rencana K3LM R S 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3LM kepada seluruh staf teknik. 3. Melengkapi APD yang sesuai untuk staf teknik yang ke lapangan. R S R S 4. Menyusun dan menempatkan Sampel Material ke almari yang representatif. R S 5. Menginformasikan Jadwal kerja pada petugas K3LM R S Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya dan R S 1. Memelihara kebersihan pada area kerja. 3. Meningkatkan kesehatan karyawan R S R S Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R Katek Continue R R R R R R R R R R R R R Katek Continue Katek Close Katek Close 2 3 4 5 6 7 WAKTU PELAKSANAAN bulan ke : 8 9 10 Pelaksana 11 12 13 14 15 16 17 Katek Keterangan Status Pelaksanaan Close

1.

Incidence Rate = 0

2.

KETERANGAN

PT.PP (Persero) dan PT WASKITA (Persero) KSO RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng
No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1 1. Memeriksa kelengkapan K3LM Subkontraktor sesuai dengan Cek list kelengkapan K3LM di Kantor Sub Kont. 2. Merevisi Rencana K3LM R S R S sosialisasi dan 3. Melaksanakan pengarahan K3 kepada seluruh staf adkon. 4. Melakukan sosialisasi K3 kepada Subkontraktor proyek peraturan 1. Mempelajari menyesuaikan penerapannya 1. Memelihara kebersihan pada area kerja. dan R S R S 2. Meningkatkan kesesuaian Legal Meningkatkan kesehatan karyawan R S R S R S Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana R S R S R S R S R S R S R R R R R R R R R R R R R SEKRETARIS SEKRETARIS Continue R R R R R R R R R R R R R SEKRETARIS Continue SEKRETARIS Close SEKRETARIS Close 2 R S 3 R S 4 R S SEKRETARIS Close 5 6 WAKTU PELAKSANAAN BULAN KE : 7 8 9 10 11 Pelaksana 12 13 14 15 16 17 SEKRETARIS Keterangan Status Pelaksanaan Continue

1.

Incidence Rate = 0

3.

KETERANGAN

PT.PP (Persero) dan PT WASKITA (Persero) KSO RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng
No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1 1. Pemberian status alat R 2 R 3 R 4 R 5 R 6 R WAKTU PELAKSANAAN BULAN KE : 7 8 9 10 11 R R R R R Pelaksana 12 R 13 R 14 R 15 R 16 R 17 R Kaloglat Keterangan Status Pelaksanaan Continue

2. Pemeriksaan Peralatan sebelum beroperasi dan secara berkala 3. Maintenance Alat berat dan ringan

Kaloglat

Continue

Kaloglat

Continue

4. Menata dan Merapihkan gudang Alat 1. Incidence Rate = 0

Kaloglat

Continue

5. Menata dan merapihkan Panel dan kabel listrik Sementara 6. Menata dan merapihkan gudang kabel

Kaloglat

Continue

Kaloglat

Continue

7. Menyediakan APD yang sesuai dengan Kebutuhannya 8. Membuat lock out - tag out untuk setiap peralatan dan perlengkapan di lingkungan proyek 1. Mempelajari Peraturan tentang Pemakaian alat Angkut dan angkat Meningkatkan kesesuaian Legal 2. Mempelajari Peraturan tentang Instalasi
Listrik

Kaloglat

Continue

Kaloglat

Continue

Kaloglat

Close

2.

Kaloglat

Close

3. Mempelajari Peraturan tentang peralatan


safety untuk operator Alat berat

Kaloglat

Close

1. Membersihkan Gudang Alat dan Lingkungannya 3. Meningkatkan kesehatan karyawan 2. Memasang informasi tentang kebersihan dan kesehatan di Gudang Alat dan Lingkungannya R S Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana

Kaloglat

Continue

Kaloglat

Close

KETERANGAN

PT.PP (Persero) dan PT WASKITA (Persero) KSO RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM MANAJEMEN K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng
No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1 1. Merevisi Rencana K3 R S 2. Melaksanakan sosialisasi dan pengarahan K3 kepada seluruh staf P/K. 3. Membersihkan dan Lingkungan kerjanya. merapikan R S R S 4. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan K3 1. Incidence Rate = 0 5. Mengusulkan 2 orang karyawan ke Divisi untuk diikutkan kedalam pelatihan P3K 6. Penyediaan Obat-obatan dan peralatan P3K untuk lingkungan proyek. 8. Melengkapi kebutuhan karyawan, seperti;meja, kursi, komputer, printer dll. 9. Melengkapi kebutuhan rumah tangga proyek dan merawat kendaraan operasional Meningkatkan kesesuaian Legal 1. Mempelajari peraturan & menyesuaikan penerapannya 1. Mengadakan kerjasama dengan pihak RS. Mintoharjo untuk program pemeriksaan dan pengobatan serta penanganan kecelakaan bagi karyawan & pekerja. 2. Menyediakan Klinik kesehatan , paramedis dan kelengkapannya dilapangan . KETERANGAN R S Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana DPM Continue R S R S R S R R R R R R R R R R R R R DPM Continue DPM Close 2 3 4 5 6 7 WAKTU PELAKSANAAN BULAN KE : 8 9 10 Pelaksana 11 12 13 14 15 16 17 DPM Keterangan Status Pelaksanaan Close

R S R S R S R S R S R S

R S R S R S R S R S R S

R S R S R S R S R S R S

R S R S R S R S R S R S

DPM

Continue

DPM

Continue

DPM

Continue

2.

DPM

Continue

3.

Meningkatkan kesehatan karyawan

R dpm

DPM

Continue

PT.PP (Persero) dan PT WASKITA (Persero) KSO RENCANA DETAIL SASARAN & PROGRAM K3 Proyek Pembangunan Flyover Cengkareng.
No SASARAN RENCANA TINDAKAN 1 1. Melakukan sosialisasi K3 kepada seluruh
pegawai proyek saat weekly meeting

2 R

WAKTU PELAKSANAAN BULAN KE : 6 7 8 9 10 11

Pelaksana 12 13 14 15 16 17 PM

Keterangan Status Pelaksanaan Continue

2. Melakukan inspeksi K3 Mingguan dan Bulanan. 3. Melakukan sosialisasi K3 kepada Sub Kontraktor dan Supplier proyek 1. Incidence Rate = 0 4. Melaksanakan Weekly dan Monthly Safety Meeting secara rutin. 5. Segera melaksanakan Safety Meeting setelah terjadi accident atau insident 6. Monitoring dan supporting sehingga seluruh program K3 berjalan dengan baik. Meningkatkan kesesuaian Legal Meningkatkan kesehatan karyawan 1. Mempelajari peraturan menyesuaikan penerapannya 1. Merapihkan Lay out ruang kerja dan

R S

R S R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

R S

PM

Continue

PM

Close

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

R S R

PM

Continue

PM

Standby

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

R S R S R S

PM

Continue

PM

Continue

2.

PM

Continue

3.

KETERANGAN

R S T P

Rencana program Pelaksanaan sesuai dengan rencana Belum ada pelaksanaan Masih dalam pelaksanaan

Dibuat oleh,