Anda di halaman 1dari 13

KONSEP DASAR PATOFISIOLOGI

PATOFISIOLOGI
Ilmu yg mempelajari tentang penyimpangan atau kelainan bentuk & fungsi, yg menimbulkan sign & symptom dari berbagai penyakit dan sindrom Merupakan ilmu yg bersifat integratif, yg menggabungkan konsep dari berbagai ilmu klinis dan ilmu dasar (anatomi, fisiologi, biokimia, biologi sel & molekuler, genetika, farmakologi dan patologi)

Keadaan Normal
Sulit dijelaskan secara absolut karena keadaan normal pd setiap individu berbeda mengingat setiap individu adalah unik Perbedaan atau variasi keadaan normal pd setiap individu disebabkan setiap individu mempunyai : susunan genetik yg berbeda pengalaman yg berbeda dlm berinteraksi dg lingkungan parameter fisiologis yg berbeda

Keadaan normal dapat dijelaskan sebagai rentang nilai rata-rata dari berbagai variasi pengukuran Misalnya : kadar normal glukosa darah 70 - 140 mg/dl jumlah leukosit normal 5.000 - 10.000/mm3

Penyakit
Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan di luar batas-batas normal (abnormal) dan menyebabkan gangguan dlm pemenuhan kebutuhan dasar Tolak ukur dari batas-batas normal ini berkaitan dg kemampuan individu dlm memenuhi berbagai tuntutan terhadap perubahan lingkungan eksterna, sebagai upaya utk mempertahankan lingkungan interna yg stabil (homeostasis)

Jadi menjaga keadaan lingkungan interna yg stabil merupakan suatu ciri penting dari tubuh yg normal

Homeostasis dapat tercapai bila terdapat keseimbangan secara fisiologis dan psikologis
Keseimbangan fisiologis tercapai pada saat seluruh sistem tubuh bekerja secara sinergis dlm memenuhi berbagai kebutuhan fisiologis (kebutuhan oksigen, cairan, elektrolit & nutrisi)

Aspek fisiologis dan psikologis saling mempengaruhi dlm mempertahankan keadaan homeostasis Pemenuhan kebutuhan fisiologsi yg sempurna mensyaratkan fungsi psikologis yg normal Misal : seseorang yg stres (psikologis) dpt kehilangan nafsu makan sehingga tdk dpt memenuhi kebutuhan nutrisinya

KARAKTERISTIK PENYAKIT
Umumnya setiap penyakit mempunyai seperangkat gambaran yg khas, yg memungkinkan utk dpt lebih diketahui, dikelompokkan & didiagnosis Karakteristik penyakit meliputi: Etiologi Patogenesis Manifestasi klinis Komplikasi kecacatan prognosis

Etiologi
Etiologi suatu penyakit adalah penyebab penyakit tsb inisiator serangkaian peristiwa yg menyebabkan penyakit Penyebab penyakit dapat dikelompokkan : a. Faktor genetik b. Faktor lingkungan (agen biologi,bahan kimia,jejas fisik) c. Multifaktorial (gabungan faktor genetik & lingkungan) Terkadang etiologi penyakit tidak diketahui maka etiologinya disebut idiopatik, esensial atau spontan Misalnya : hipertensi esensial pneumotorak spontan

Terkadang etiologi penyakit tidak jelas, tetapi penyakit tsb sering ditemukan pd orang yg mempunyai bentuk tubuh,pekerjaan, kebiasaan, tempat tinggal, jenis kelamin tertentu. Hal ini dikenal sebagai faktor resiko suatu penyakit Beberapa penyakit dpt menjadi faktor yang mempermudah (predisposisi) timbulnya penyakit lain, misalnya : colitis ulserativa, predisposisi terjadinya kanker kolon sirosis hepatis, predisposisi terjadinya kanker hati (hepatoma) Beberapa penyakit dpt menjadi predisposisi utk penyakit lain, karena membuat faktor lingkungan yg biasanya tidak menyebabkan penyakit, tapi pada kondisi tertentu dpt menyebabkan penyakit. Misalnya orang dengan sistem pertahanan tubuh yg menurun (karena leukemia, AIDS dll) dpt menderita infeksi oportunistik (pneumonia, gastroenteritis, mikosis, dll)

Patogenesis
Suatu mekanisme terjadinya penyakit, dimana melalui penyebab penyakit bekerja, yg kemudian akan mengakibatkan timbulnya manifestasi (tanda dan gejala klinis) Jenis pathogenesis penyakit antara lain : Kelainan genetik : tidak normal komposisi genetik pd masa konsepsi Kelainan kongenital : kesalahan metabolisme pd masa kehamilan Infeksi : respon terhadap agen yg menyebabkan kerusakan jaringan Reaksi imunologi : efek/reaksi imun tubuh yg tidak diinginkan Trauma : kerusakan mekanik/fisik dan kimia pd jaringan Gangguan vaskuler : gangguan aliran dari, di & ke dlm jaringan Degenetatif : kemunduran sel/jaringan Keganasan / karsinogenesis : mekanisme agen karsinogen

Manifestasi Klinis
Bahan/agen etiologi (penyebab) bekerja melalui jalan patogenesis (mekanisme kelainan bentuk, fungsi atau keduanya) yang mengakibatkan suatu manifestasi klinis (tanda dan gejala klinis) Untuk mendeteksi manifestasi klinis diperlukan anammesis dan berbagai pemeriksaan Tidak hanya pemeriksaan fisik tetapi juga pemeriksaan laboratorium, krn kelainan biokimia dlm suatu jaringan atau dlm darah sudah terjadi sebelum munculnya kelainan yg ditemukan pada pemeriksaan fisik

Kelainan bentuk yang memunculkan manifestasi klinis : Masa yang mengisi suatu ruang (misalnya : tumor) yg dpt menghancurkan, memindahkan atau menekan jaringan disekitarnya Penimbunan materi yg berlebihan atau materi abnormal dlm suatu organ (misalnya : hemosiderosis) Letak jaringan normal dari permukaan suatu organ (misalnya : ulserasi) atau hilangnya jaringan dari dlm suatu organ (misalnya : infark) Obstruksi aliran normal dlm suatu saluran (misalnya : asma, oklusi vaskuler) Ruptur dari suatu ruang viskus (misalnya : perforasi usus)

Kelainan fungsi yang memunculkan manifestasi klinis : Sekresi berlebihan dari produksi suatu sel (misalnya : mucus hidung pada influenza, kadar hormone yang abnormal) Sekresi yang kurang atau tidak ada dari produksi suatu sel (misalnya : tidak ada / kurangnya hormon insulin pada diabetes mellitus) Gangguan konduksi saraf Gangguan kontraktilitas struktur otot

Manfaat Bagi Perawat


Peran & fungsi perawat adalah membantu klien dlm memenuhi kebutuhan dasar yg terganggu akibat ketidakmampuan, ketidakmauan atau ketidaktahuan Misalnya seorang klien yg mengalami fraktur cruris, tdk mampu memenuhi kebutuhan mobilisasi Perawat profesional dpt menganalisa dampak fraktur cruris thdp pemenuhan kebutuhan dasar klien, sehingga dpt memberikan intervensi keperawatan sesuai dg masalah klien Analisis dampak penyakit terhadap pemenuhan kebutuhan dasar yg dipelajari pd patofisiologi keperawatan, menjadi sangat penting dlm menganalisa masalah keperawatan akibat penyakit dan mengidentifikasi penyebabnya sehingga dpt memberikan intervensi keperawatan yg tepat