Anda di halaman 1dari 1

ALIRAN BALIK VENA (VENOUS RETURN) Aliran balik vena (venous return) mengacu kepada volume darah yang

masuk ke dalam tiap-tiap atrium per menit dari vena. Adapun hal yang perlu diingat adalah besarnya laju aliran yang melalui suatu pembuluh berbanding lurus dengan gradien tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi pembuluh. Tekanan rata-rata darah saat memasuki sistem vena hanya sekitar 17 mmHg, tetapi karena tekanan atrium mendekati 0 mmHg, maka masih terdapat gaya dorong untuk mengalirkan darah melalui sistem vena. Apabila terdapat keadaan patologis yang mengakibatkan tekanan atrium meningkat, maka gradien tekanan dari vena-ke-atrium akan menurun, dan mengakibatkan aliran balik vena menurun dan terdapatnya bendungan darah di sistem vena. Terdapat lima faktor yang mempengaruhi aliran balik vena : Efek aktivitas simpatis pada aliran balik vena Otot polos vena banyak disarafi serat saraf simpatis. Stimulasi saraf simpatis akan menimbulkan vasokontriksi vena dan meningkatkan tekanan vena dan kemudian akan meningkatkan gradien tekanan yang akan mendorong lebih banyak darah dari vena ke atrium. Selain itu vasokontriksi dari vena akan meningkatkan aliran balik vena dengan mengurangi kapasitas vena. Efek aktivitas otot rangka pada aliran balik vena Vena besar yang terdapat pada ekstremitas terletak di antara otot-otot rangka. Otot rangka yang berkontraksi akan menekan vena. Penekanan vena eksternal ini akan menurunkan kapasitas vena dan meningkatkan tekanan vena, sehingga cairan vena akan terperas ke dalam jantung. Efek pemompaan ini yang dikenal dengan pompa otot rangka Efek katup vena pada aliran balik vena Pada vena-vena besar terdapat katup-katup satu arah yang terdapat dalam jarak 2 sampai 4 cm. Katup-katup ini memungkinkan darah bergerak ke depan ke arah jantung dan mencegah darah kembali ke jaringan. Katup vena ini juga melawan efek gravitasi dengan membantu mengecilkan aliran balik darah. Efek aktivitas pernapasan pada aliran balik vena Akibat aktivitas pernapasan, tekanan di dalam rongga dada akan menjadi rata-rata 5 mmHg dibawah tekanan atmosfer. Aliran darah balik vena dari ekstremitas akan terpajan perubahan ini. Perbedaan tekanan ini akan memeras darah dari vena-vena bagian bawah menuju ke vena dada dan meningkatkan aliran balik vena. Hal ini dikenal dengan sebagai pompa respirasi Efek penghisapan jantung pada aliran balik vena Selama kontraksi ventrikel, katup AV tertarik ke bawah mengakibatkan atrium semakin mengembang dan menurunkan tekanannya sehingga gradien tekanan vena-ke-atrium akan meningkat dan aliran balik vena juga meningkat. Ekspansi cepat rongga ventrikel selama relaksasi ventrikel akan menciptakan tekanan negatif yang akan meningkatkan gradien tekanan vena-ke-atrium-ke-ventrikel dan meningkatkan aliran balik vena Semua peningkatan aliran balik vena ini akan meningkatkan volume diastolik akhir jantung dan mengingkatkan volume sekuncup jantung dan pada akhirnya akan meningkatkan curah jantung.