Anda di halaman 1dari 9

Kereta api monorel Kereta api monorel (kereta api rel tunggal) adalah kereta api yang jalurnya

tidak seperti jalur kereta yang biasa dijumpai. Rel kereta ini hanya terdiri dari satu batang besi. Letak kereta api didesain menggantung pada rel atau di atas rel. Karena efisien, biasanya digunakan sebagai alat transportasi kota khususnya di kota-kota metropolitan dunia dan dirancang mirip seperti jalan layang.

LRT (light rapid transit): sama seperti MRT namun jenis kendaraannya lebih ringan. Misalnya saja seperti monorel atau trem. Pengembangannya dilakukan jika tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengurai masalah transportasi perkotaan kecuali dengan membangun angkutan jenis ini. Karena jika memang masih bisa diselesaikan oleh bus, maka tidak perlu menggunakan jenis armada lain mengingat biaya pembangunnannya sangat besar.

Kelebihan dan Kekurangan Setiap Jenis Angkutan JENIS ANGKUTAN UMUM Bus rapid transit / BRT

KELEBIHAN

KEKURANGAN

Daya angkut besar

Mass rapid transit /MRT Light rapid transit / LRT Paratransit (mikrolet, tuktuk, jeepney, dsb)

Memiliki daya angkut yang besar Daya angkut tidak sebesar MRT Daya jelajah dan daerah layanan lebih luas

Jumlah armada harus banyak dan biaya pembangunan relatif murah Biaya pembangunan mahal Biaya pembangunan mahal Sulit dikendalikan, penyebab kemacetan

Sistem Angkutan Umum (Massal) Angkutan umum seperti yang telah disebutkan sebelumnya merupakan amanah UU No 22/2009 Pasal 158 tentang Lalulinats dan Angkutan Jalan. 28

Sistem angkutan umum massal dikembangkan dalam rangka memassalkan perangkutan orang dan barang sehingga kendaraan pribadi dapat ditekan sedemikian rupa. Konsep sistem angkutan umum massal tersebut adalah (Kementerian Perhubungan, 2009): a. Pemerintah sebagai regulator, swasta sebagai operator b. Berlaku jenjang trayek (utama, feeder/pengumpan) c. Satu trayek satu perusahaan operator penyedia jasa d. Menerapkan sistem tiket terpadu (asal-tujuan) e. Ada standar pelayanan (aman, nyaman, cepat, ekonomis, lancar, mudah diakses/ketersediaan terjamin), dan utamanya di hal yang bersifat teknis seperti frekuensi angkutan umum, pelayanan di dalam kendaraan, rentang waktu pelayanan dan sebagainya merupakan standar yang perlu diterapkan karena mudah untuk mengukur berjalan atau tidaknya standar pelayanan minimun tersebut. f. Pemerintah dan swasta menerapkan sistem buy the service pemerintah membayar pelayanan yang diberikan operator ke penumpang sesuai dengan standar pelayanan (jarak tempuh, waktu, dll) 2.7.

Sistem Angkutan Umum (Massal) Angkutan umum seperti yang telah disebutkan sebelumnya merupakan amanah UU No 22/2009 Pasal 158 tentang Lalulinats dan Angkutan Jalan. 28

Sistem angkutan umum massal dikembangkan dalam rangka memassalkan perangkutan orang dan barang sehingga kendaraan pribadi dapat ditekan sedemikian rupa. Konsep sistem angkutan umum massal tersebut adalah (Kementerian Perhubungan, 2009): a. Pemerintah sebagai regulator, swasta sebagai operator b. Berlaku jenjang trayek (utama, feeder/pengumpan) c. Satu trayek satu perusahaan operator penyedia jasa d. Menerapkan sistem tiket terpadu (asal-tujuan) e. Ada standar pelayanan (aman, nyaman, cepat, ekonomis, lancar, mudah diakses/ketersediaan terjamin), dan utamanya di hal yang bersifat teknis seperti frekuensi angkutan umum, pelayanan di dalam kendaraan, rentang waktu pelayanan dan sebagainya merupakan standar yang perlu diterapkan karena mudah untuk mengukur berjalan atau tidaknya standar pelayanan minimun tersebut. f. Pemerintah dan swasta menerapkan sistem buy the service pemerintah membayar pelayanan yang diberikan operator ke penumpang sesuai dengan standar pelayanan (jarak tempuh, waktu, dll) 2.7.

Monorel merupakan suatu jawaban yang telah digunakan di berbagai negara maju bahkan negara tetangga kita, Malaysia. Penggunaan jenis transportasi ini akan dapat mengalihkan pengguna jalan raya tanpa juga menggangu lalu lintas jalan raya. Monorel hanya memanfaatkan lahan yang sedikit untuk penempatan tiang-tiang penopang. Selain itu, monorel juga tidak memberikan polusi langsung ke lingkungan kota. Sekalipun tetap menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi, tetapi proses pembangkitannya berada jauh dari kota dan efisiensinya pun lebih tinggi dari efisiensi mesin diesel atau otto yang biasa dipakai di transportasi darat. Apalagi jika pembangkit listrik untuk menyupali listrik ke motor listrik sebagai penggerak monorel menggunakan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, matahari, angin atau air dan menggunakan teknologi regenerative brake maka transporatsi ini akan menjawab juga masalah polusi udara yang ada di Kota Bandung. Monorel Teknologi Monorel Monorel memiliki lebar kenada Salah satu jenis dari berbagai macam jenis kereta adalah monorel. Namun, monorel sendiri bisa disebut juga sebagai jenis tersendiri dan terpisah dari golongan kereta. Hal tersebut karena monorel hanya memiliki satu rel lintasan dan lebar kendaraannya lebih besar dari jalur lintasannya. Biasanya monorel ditempatkan di atas jalan dengan lintasannya ditopang tiangtiang yang tidak menganggu badan jalan sehingga penggunaannya tidak mengganggu lalu lintas di jalan. 6

Monorel ini menggunakan motor listrik yang mendapatkan aliran listrik dari rel ketiga (third rail), dengan penyuplai daya yang diletakan setiap beberapa kilometer. Ilustrasi dari cara transfer energi listrik ke kereta diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Gambar potongan dari komponen-komponen pada monorel[2] Konduktor untuk mentransfer energi listrik pada gambar diatas diperlihatkan oleh komponen dengan nomor 6. Komponen nomor 4 adalah tempat saklar atau stabilisator tegangan listrik. Tegangan yang digunakan pada umumnya adalah tegangan bolak-balik, sehingga diperlukan konduktor (pada Gambar 2 diperlihatkan oleh tiga titik di tengah). Gambar 2 adalah contoh konfigurasi lain dari monorel. Pada gambar tersebut yang merupakan konduktor adalah tiga garis pada bagian bawah. Gambar 3. Ilustrasi tiga dimensi komponen-komponen penggerak pada monorel[3] 7

Keunggulan-keunggulan monorel: bahkan Malaysia sebagai transportasi perkotaan yang sangat efektif. arena kecelakaan yang melibatkan kendaraan di jalan raya hampir tidak mungkin. sekalipun, monorel tetap memiliki kategori kendaraan ramah lingkungan karena tidak ada polusi langsung ke daerah kota dan efisiensi pembangkit listrik memang lebih besar daripada mesin otto atau diesel yang biasa dipakai oleh kendaraan darat lainnya. secara biaya operasional sudah terbukti lebih murah. Di banyak negara maju yang telah menerapkan transportasi monorel, perusahaan pengoperasinya selalu mendapatkan untung tiap tahunnya tidak lama setelah operasi di mulai. a karena memiiliki jalur sendiri yang tidak bersinggungan dengan jalan raya. Regenarative Brake pada Monorel Regenerative brake adalah mekanisme untuk memperoleh energi dengan mengubah energi kinetik kendaraan saat melakukan pengereman menjadi bentuk energi lain. Hal ini dilakukan karena pada rem konvensional, energi kinetik kendaraan terbuang begitu saja (menjadi energi panas, dan lain-lain) saat kendaraan melakukan pengereman. Pada saat pengereman, motor listrik dijalankan pada arah yang berlawanan, sehingga motor listrik tersebut bekerja sebagai generator listrik, yang mengubah energi kinetik dari kereta menjadi energi listrik, yang akan dikembalikan ke suplai. Ilustrasi sederhana saat kereta melakukan pengereman dan akselerasi diperlihatkan pada Gambar 4. Gambar 4. Ilustrasi akselerasi dan pengereman[4] 8

Skema sederhana dari regenerative brake untuk kereta diperlihatkan pada Gambar 5. Gambar 5. Skema sederhana sistem regenerative brake.[5] Dengan teknologi regenerative brake ini tentunya dapat menghemat energi yang diperlukan untuk mengoperasikan monorel. Kereta Pendolino yang beroperasi di jalur utama West Coast diklaim dapat menghemat penggunaan energi listrik sebesar 17 % karena menggunakan regenerative brake.[6] Selain itu, keuntungan dari teknologi regenerative brake ini yaitu dapat mengurangi keausan pada kampas rem. Contoh ekstrimnya adalah pada kereta Class 323 yang beroperasi pada jalur Birmingham dan Manchester, saat menggunakan regenerative brake umur kampas rem yang digunakan sekitar 18 bulan, namun saat regenerative brake tidak digunakan, umur kampas rem turun drastis menjadi hanya 18 hari.[6]

PERTIMBANGAN PEMILIHAN MODA MONOREL


Relatif TIDAK memerlukan pembebasan tanah (struktur layang, beam dan kolom ramping) Kapasitas yang relatif besar (bisa sampai 30.000 passenger per hour per direction) Nilai investasi yang masih terjangkau Waktu tempuh yang terjamin Tidak ada perlintasan sebidang Mengurangi polusi udara dan suara (tenaga listrik dan roda karet), sinar matahari tidak terhalang.
hama untuk mengatasi masalah kemacetan kota Bandung yang memiliki pertumbuhan penduduk yang cepat dibutuhkan armada transportasi masal yang tentunya tidak mengganggu lalu lintas yang telah ada sebelumnya. "Perancangan yang kami buat terdiri dari monorail dan LRT dimana monorail tidak akan

mengganggu jalur yang telah ada karena hanya perlu membangun tiang-tiang untuk jalurnya." tambah Catra

saat ditemui Kantor Berita pada Kamis (30/06/11) di tengah kesibukannya.


Jalur dan Jenis Kereta yang Dipakai Mengenai jalur yang dilalui oleh kereta tersebut, terdapat dua macam jalur yakni jalur lama dan jalur baru. Untuk jalur lama akan menggunakan jalur kereta Padalarang-Cicalengka sedangkan untuk jalur baru akan ada di dalam kota Bandung sendiri. Untuk pemilihan kereta digunakan railbus untuk jalur lama karena desainnya kompak dan dapat menarik minat pengguna. Sedangkan untuk kereta dalam kota akan digunakan monorail dan LRT. Monorail digunakan agar tidak mengganggu jalur

transportasi lain dan LRT digunakan untuk pinggiran kota.

Anda mungkin juga menyukai