Anda di halaman 1dari 1

PERBANDINGAN ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN BERATURAN DAN TIDAK BERATURAN AKIBAT BEBAN GEMPA FAJAR FAIZ AMAR (121080014 )

ABSTRAK

Menurut Standar Nasional Indonesia SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, struktur bangunan gedung dibedakan kedalam 2 (dua) kategori, yaitu : 1. Struktur Bangunan Gedung Beraturan dan 2. Struktur Bangunan Gedung tidak Beraturan Untuk bangunan tidak beraturan di modelkan dengan syarat yang berlaku menurut ketinggian yaitu bangunan dengan tinggi lebih dari 40 meter yang harus dianalisis dengan metode dinamik. Untuk mengetahui pengaruh analisis statik dan dinamik pada bangunan beraturan dan tidak beraturan akan dilakukan analisis terhadap bangunan dengan ketinggian 36, 40 dan 44 meter dengan metode tersebut. Penganalisaan metode statik dan dinamik menggunakan software SAP2000. Pada perencanaan perbandingan kedua analisis ini, ditinjau perbedaan meliputi base shear, simpangan dan berat tulangan kolom per m3 yang di pakai. Perencanaan gedung bertingkat menggunakan analisia struktur terhadap beban gravitasi dan lateral gempa statik ekuivalen dan dinamik respons spektrum yang dilakukan secara 3 ( tiga ) dimensi dengan bantuan program komputer yaitu SAP2000 yang digunakan untuk mendapatkan gaya-gaya lateral gempa dan gaya-gaya dalam yang nantinya akan dipakai untuk perhitungan tulangan struktur. Perencanaan dan metode penulangan mengkuti beberapa referensi : SKSNI T15-1991-03, PPPURG 1987, SNI-1726-2002, UBC 1997, SNI 03-2847-2002 dan buku-buku referensi lain. Dari hasil analisis perbandingan yang dilakukan pada tugas akhir ini didapat: a. Base Shear dari kedua analisis statik ekuivalen dan dinamik respons spektrum dengan perbedaan selisih rata-rata 20% lebih tinggi statik. b. Simpangan pada lantai atas pada kedua analisis statik ekuivalen dan dinamik respons spektrum dengan perbedaan selisih rata-rata 25% lebih tinggi statik. c. Beart tulangan pada kolom lantai bawah pada kedua analisis statik ekuivalen dan dinamik respons spektrum dengan perbedaan selisih rata-rata 6% lebih tinggi statik. Dari perencanaan perbandingan analisa ini diharapkan dapat menjadi pemilihan alternatif desain yang tepat sesuai dengan kebutuhan juga menghasilkan struktur gedung bertingkat yang efektif dan efisien serta memenuhi peraturan yang berlaku, selain itu agar dapat menghasilkan pekerjaan struktur yang aman. Secara keseluruhan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk menciptakan sarjana teknik sipil yang mampu merancang dan merencanakan suatu struktur bangunan sesuai dengan perkembangan ilmu teknik sipil.