Anda di halaman 1dari 41

MODUL PRAKTIKUM KULTUR IKAN HIAS

OLEH : MUHAMMAD HAMZAH

JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2013

LEMBAR PENGESAHAN Nama Mahasiswa Nomor Stambuk : :

Asisten Pembimbing : Komposisi Nilai : : : : : : : LULUS/TIDAK LULUS\

Nilai Responsi (20%) Nilai Tugas Pendahuluan Nilai laporan Praktikum Nilai ujian praktikum Nilai akhir Kualifikasi

MAKASSAR Kordinator Asisten Asisten Pembimbing

Kordinator Praktikum

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa modul praktikum kultur ikan hias telah selesai dibuat. modul praktikum ini diharapkan dapat membantu dalam pelaksanaan praktikum kultur ikan hias. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, untuk itu diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan modul ini kedepan.

Penyusun,

I.PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Lebih kurang tiga perempat bagian dari permukaan bumi di tutupi oleh air. dari segi ekosostem kita membedakannya atas ekosistem air tawar, laut dan payau. yang terbesar adalah air laut dan payau, sisanya adalah air tawar. Tidak bisa dipungkiri bahwa beranekaragam tumbuhan maupun hewan air yang tumbuh dan hidup disana. Salah satunya adalah tanaman dan ikan hias. Pengelolaan sumber daya ikan hias ini sangatlah diminati karena daya beli pasar terhadap ikan hias tidak pernah surut. Ketersediaan ikan hias di alam sudah tidak dapat memenuhi permintaan pasar. salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan membudidayakan (mengkultur) ikan hias tersebut.Pemeliharaan ikan hias baik itu di kolam maupun di akuarium sudah menjadi trend baru dimasyarakat. keindahan dari beraneka jenis ikan ini membuat orang tertarik untuk memeliharanya. I.2. Tujuan Tujuan dilakukannya praktikum ini agar mahasiswa memiliki keterampilan dalam membuat aquarium dan aquascape.

PEMBUATAN AKUARIUM

II. PEMBUATAN AQUARIUM 1. Tujuan : untuk mempelajari metode pembuatan akuarium 2. kegunaan : Diharapkan setelah praktikum ini mahasiswa dapat memiliki keterampilan dalam membuat akuarium. 3. Pengantar teori Akuarium adalah wadah untuk pemeliharaan ikan yang terbuat daribahan kaca dengan ukuran yang terbatas. Jenis ikan yang dipelihara di akuarium tidak hanya terbatas pada ikan hias saja yang dilengkapidengan tanaman air, dekorasi dan perlengkapan lainnya (aerator,tempat menyimpan pakan, lampu), tetapi sekarang ini akuariumberfungsi pula sebagai etalase untuk penjualan ikan konsumsi baik direstoran maupun di super market. II.1. SEJARAH AQUARIUM Dalam Kekaisaran Romawi, ikan pertama yang dibawa dalam ruangan adalah barbel laut, yang disimpan di bawah tempat tidur tamu dalam tangki kecil yang terbuat dari marmer. Pengenalan panel kaca sekitar tahun 50 SM memungkinkan Roma untuk mengganti salah satu dinding tangki marmer, meningkatkan pandangan mereka tentang ikan. Pada 1369, Kaisar Cina, Hngw, mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi porselen bak porselen besar untuk menjaga ikan mas,. Dari waktu ke waktu, orang menghasilkan bak yang mendekati bentuk mangkuk ikan yang modern Leonhard Baldner, yang menulis Vogel-, Fisch- und Tierbuch (Burung, Ikan, dan Buku Hewan) pada tahun 1666, dikelola loaches cuaca dan kadal air. Pada 1836, tak lama setelah penemuannya kasus Wardian, Dr Nathaniel Bagshaw Ward mengusulkan untuk menggunakan tank-tanknya untuk hewan tropis. Pada tahun 1841 ia melakukannya, meskipun hanya dengan tanaman air dan ikan mainan. Namun, ia segera ditempatkan hewan yang nyata. Pada tahun 1838, Flix Dujardin mencatat memiliki akuarium air asin, meskipun ia tidak menggunakan istilah itu.Pada tahun 1846, Anne Thynne dipertahankan karang batu dan rumput laut selama hampir tiga tahun, dan dikreditkan sebagai pencipta pertama akuarium laut yang seimbang London .Pada saat yang sama, Robert Warington bereksperimen dengan kontainer 13 galon, yang berisi ikan mas, eelgrass, dan siput, menciptakan salah satu akuarium stabil pertama.. Dia mempublikasikan hasil penemuannya pada tahun 1850 dalam jurnal Chemical Society. II.2. Fungsi akuarium 1. Estetis, akuarium bisa berfungsi sebagai tempat melihat keindahanalam melalui aneka warna ikan hias indah dan gerakannya yanglincah,

2. Edukatif, adanya akuarium dan ikan hias di sekolah bisa berfungsidalam penerapan pelajaran biologi, 3. Rekreatif, kehadiran akuarium dimanapun tempatnya akan sangatmenarik perhatian orang. Melihat akuarium merupakan rekreasi yangmurah, 4. Psikis, akuarium dan ikan hias bisa dianggap menurunkan tekanandarah tinggi karena kehadirannya mampu memukau danmelepaskan penat bagi yang melihatnya. 5. Seni kreatif, dekorasi akuarium merupakan sesuatu yangmengandung unsur seni dan daya cipta 6. Ilmiah, akuarium sebagai wadah untuk penelitian dan pengamatanbiota perairan, 7. Pariwisata, akuarium dan ikan hias merupakan obyek wisata yangcukup potensial, 8. Lapangan pekerjaan, industri rumah tangga pembuatan akuarium dandekorasi pendukungnya menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. II.3. Bentuk-bentuk akuarium 1. Bulat, 2. Silinder, 3. Segiempat, 4. Segitiga 5. Segienam,

II.4. Konstruksi Akuarium II.4.1. Ukuran Ukuran akuarium tidak ada aturan yang baku, tetapi dipengaruhi

olehtujuanpenggunaannya, apakah untuk praktikum atau dekorasi. Untuk penempatan di rumah harus diperhatikan ukuran rumah dan ruangan. Akuarium air tawar biasanya lebi kecil daripada akuarium air laut,karena pada akuarium air laut akan menghadirkan ikan laut, karang, binatang karang dan perlengkapan yang cukup banyak.

II.4.2. Perlengkapan akuarium 1. Aerator atau pompa udara, berfungsi sebagai pemasok oksigen kekolom air di akuarium 2. Batu aerasi, untuk mengatur besarnya gelembung udara yangdiinginkan, 3. Filter, untuk menjaga kebersihan air dalam akuarium 4. Tempat makanan, terutama untuk menyimpan makanan hidupsehingga tidak berpindahpindah yang dapat menyebabkan airakuarium menjadi kotor,

5. Serokan, untuk menangkap ikan dan mengambl tanaman air yang mati, 6. Heater (pemanas) 7. Perlengkapan pengukur kualitas air, seperti : thermometer,salinometer, pHmeter, 8. Lampu penerang

METODE PRAKTIKUM Alat dan bahan 1. Alat a. Silet 2. Bahan a. Kaca yang sudah dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki b. Selotif (lakban), untuk membantu tegaknya kaca yang sudah diberi lem c. Lem kaca untuk perekat antar sisi kaca akuarium 3. Prosedur Kerja

Siapkan alat dan bahan Letakkan kaca sesuai dengan yang tertera pada gambar Berikan lem pada masing-masing sisi

Angkat kaca pada setiap sisi hingga tertempel Berikan slotif (lakban) pada masing-masing sudut yang sudah tertempel. Biarkan hingga kering. Bersihkan sisa lem yg menempel di aquarium dengan silet.

PEMBAHASAN

HASIL DAN KESIMPULAN

III. AQUASCAPE 1. Tujuan : untuk mempelajari metode pembuatan akuascape 2. kegunaan : Diharapkan setelah praktikum ini mahasiswa dapat memiliki keterampilan dalam membuat akuascape. 3. Pengantar teori Aquascape atau yang lebih sering disebut nature aquarium, merupakan tanaman alami yang dibuat didalam aquarium.Membuat aquascape tidak hanya perihal kualitas air aquarium, tetapi juga menyangkut kmponen lain yang keberadaannya saling dibutuhkan. Misalnya kebutuhan suhu, cahaya, media, dan suber makanan bagi makhuk hidup di dalamnya. Aquascape dipopulerkan di Indonesia sekitar tahun 1993 oleh bapak benny pemilik akuarium terkemuka di Jakarta. Awalnya, beliau merupakan pecinta keindahan tanaman air, tetapi sering gagal ketika ingin merawatnya di rumah. Hingga akhirya beliau bertekad untuk belajar mengenai cara merawat taaman air didalam aquarium dan berguru langsung dengan sang maestro aquascape, Takashi Amano. Selain itu, ada juga bapak Laurance, seseorang pakar aquascape yang kesehariannya menjalankan bisnis perawatan dan pengadaan aquascape dengan teknologi dari jerman, danau marhumo kietanujaya seorang seniman aquascape yang terkenal dengan konsep pasirmancur (dancing stones). Berkat kreatifitas merekalah, aquascape kini dikenal dan disukai banyak orang. III.1. Membuat Aquascape Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan aquascape antara lain : 1. Ukuran aquarium Ukuran akuarium yang ingin dibuat harus disesuaikan dengan luas ruangan dan dana yang tersedia. Ukuran aquarium sebenarnya tidak baku sehingga bias disesuaikan dengan selera. Hal yang perlu diperhatikan adalah perbandingan panjang tinggi dan kedalaman aquascape. Berikut ukuran akuarium yang ideal. Kecil Ukuran : 31 x 18 x 25 cm Kapasitas air : 12 liter Ketebalan kaca : 5 mm Ukuran : 45 x 30 x 30 cm

Kapasitas air : 35 liter Ketebalankaca : 5 mm Ukuran : 60 x 30 x 36 cm Kapasitas air : 56 liter Ketebalan kaca : 6 mm Sedang Ukuran : 90 x 40 x 50 cm Kapasitas air : 180 liter Ketebalan kaca : 8 mm besar Ukuran : 150 x 50 x 60 cm Kapasitas air : 12 liter Ketebalan kaca : 5 mm 2. Cahaya syarat lain yang harus dipenuhi dalam membuat aquascape adalah kebutuhan cahaya di dalam aquarium. Pada dasarnya, tanaman membutuhkan cahaya sebagai pengganti sinar matahari yang menunjang pertumbuhannya. Cahaya yang digunakan dihasilkan dari lampu yang kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan tingkat kedalaman aquarium. Berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan terkait dengan pencahayaan dalam aquascape. Jenis dan warna cahaya Kebutuhan cahaya untuk tanaman air dibedakan berdasarkan ukuran warna sinar atau disebut Kelvin (K). semakin tinggi kode warna tentu suhu yang dihasilkan lebih tinggi, begitu pula sebaliknya. Sumber cahaya Sumber cahaya untuk aquascape sepenuhnya mengandalkan sinar dari lampu. Sinar matahari langsung tidak cocok untuk aquascape karena kandungan sinar infra merah dalam spectrum warnanya terlalu tinggi. Penggunaan sinar matahari akan mengakibatkan akuarium mudah berlumut. Jenis lampu yang

biasa digunakan yaitu lampu ulir hemat energy, metal halide, lampu LED atau lampu neon. Durasi peyinaran dan kadar sinar Kesuburan tanaman juga ditentukan oleh durasi penyinaran dan kadar sinar yang diukur dalam skala watt. Agar penampilannya optimal, tanaman harus disinari dengan cahaya maksimum 12 jam perhari dan minimum 5 jam perhari. Tanaman yang kekurangan cahaya akan tampak kerdil dan tidak sehat. Sebaliknya, jika kadar sinar terlalu tinggi dan durasinya terlalu lama, tanaman akan berlumut sehingga menyebabkan daun tidak mengkilap. Rumus penghitungan kebutuhan cahaya pada aquascape Kadar cahaya rendah (low light) Watt = panjang x lebar x tinggi 5000 Contoh : Jika aquarium berukuran 60 x 30 x 40 cm, besar cahaya yang dibutuhkan adalah : 60 x 30 x 40 = 14,4 watt 5000 Untuk kebutuhan cahaya 14,4 watt bisa menggunakan 1 buah lampu neon berdaya 20 watt. Kadar cahaya sedang (medium light) Watt = panjang x lebar x tinggi 2.500 Contoh : Jika aquarium berukuran 60 x 30 x 40 cm, besarcahaya yang

dibutuhkanadalah : 60 x 30 x 40 = 28,8 watt 2.500 Untuk kebutuhan cahaya 28,8 watt bias menggunakan 2 buah lampu neon ulir berdaya 13 watt.

Kadar cahaya tinggi (high light) Watt = panjang x lebar x tinggi 1.250 Contoh : Jika aquarium berukuran 60 x 30 x 40 cm, besar cahaya yang dibutuhkan adalah : 60 x 30 x 40 = 57 watt 1.250 Untuk kebutuhan cahaya57 watt bias menggunakan 2 buah lampu neon ulir berdaya 32 watt. 3. Parameter Air suhu tanaman air biasanya tidak bisa tumbuh subur jika suhu lingkungannya kurang dari 25C atau lebih dari 27C. tingkat keasaman air (pH). pH yang ideal untuk aquascape adalah 6,8. jika pH air akuarium melebihi 6,8, maka penambhn CO2 dapat digunakan untuk menurunkan kembali pH. kesadahan air (KH dan GH) general hardnes (GH) berfungsi menghitung kadar kalsium, magnesium dan mineral lainnya yang terlarut dalam air. sementara itu karbonate hardness (KH) berfungsi untuk memonitor kadar kalsium dan magnesium didalam air. alat yang digunakan untuk mengukur kesadahan dapat berupa larutan kimia pengukur KH dan GH atau menggunakan TDS meter. Fosfat Akuarium yang berlumut menandakan air dalam akuarium mengandung fosfat
tinggi, melebihi 15 mg/liter. fosfat dapat diukur dengan fosfat reagent. semakin sedikit fosfat diakuarium maka semakin sedikit pula resiko akuarium terserang lumut.

METODE PRAKTIKUM Alat dan bahan 1. Alat 1. Pinset 2. Gunting 3. Aquarium 4. Lampu 5. Tabung co2 6. Termometer 7. filter 2. Bahan 1. pasir / soil 2. tanaman 3. pupuk cair 4. pupuk dasar 5. batu 6. kayu 7. ikan 8. air 3. Prosedur Kerja 1. Cuci bersih pasir yang telah disiapkan. 2. Masukkan pupuk. 3. Masukkan pasir sebagai media tanam 4. Masukkan desain dengan batu dan kayu 5. Atur tanaman yang sudah disiapkan kedalam aquarium 6. Masukkan air secara perlahan 7. Pasang lampu, filter dan termometer

HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KUNJUNGAN LAPANGAN 1. Aquarium Bentuk

Sistem filterisasi yang digunakan

2.

3. Jenis-Jenis Ikan Hias NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 NAMA IKAN AIR TAWAR AIR LAUT SUMBER JENIS PAKAN YANG DIBERIKAN

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

4.

5. Tanaman Air dan karang NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 NAMA TANAMAN AIR KARANG SUMBER

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

6.

7. Pakan ikan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 JENIS PAKAN AIR TAWAR AIR LAUT SUMBER

36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

8.

9. Metode Penanganan Ikan Penanganan pada saat pertama kali ikan tiba dilokasi pemeliharaan

Penanganan ikan pada proses pemeliharaan

10.

11. Metode penanganan tanaman air dan koral/karang Penanganan pada saat pertama kali tanaman air dan karang tiba dilokasi pemeliharaan

Penanganan tanaman air dan karang selama proses pemeliharaan

12.

13. Pengelolaan kualitas air Treatment awal

Pengelolaan kualitas air selama pemeliharaan

14.

15. Pengendalian Hama dan Penyakit pada ikan Ikan Air Laut

Ikan Air Tawar

16.

17. Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Air dan karang Tanaman Air

Karang