Anda di halaman 1dari 2

Perizinan Usaha

Untuk memperoleh izin usaha, kami mencoba untuk mendaftarkan produk kami untuk memperoleh PIRT, yang bisa didapatkan melalui Depkes. Prosedur standar untuk memperoleh Sertifikat PIRT adalah : 1. Pengajuan Permohonan (Mengisi Form yang disediakan oleh dinas kesehatan kabupaten setempat.) 2. Persyaratan (Pemilik atau penanggung jawab) dan memiliki sertifikat Penyuluhan Keamanan pangan dari dinkeskab/kota. Produsen produk itu datang Dinas Kesehatan (Dinkes) di masing masing wilayah (kabupaten atau kota). Persyaratan yang harus dibawa, antara lain: 1. Fotokopi KTP. 2. Pas foto 3x4 sebanyak dua lembar. 3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kecamatan. 4. Surat keterangan puskesmas atau dokter. 5. Denah lokasi dan denah bangunan. 6. Rincian modal usaha dari kelurahan setempat. 7. Surat keterangan usaha dari kelurahan setempat 8. Contoh draf label/kemasan. 9. Sampel pangan 10. Surat pernyataan kepemilikan jika berbentuk badan usaha berupa CV/PT. Isilah formulir pendaftaran, selanjutnya petugas Dinkes akan akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei, izin PIRT akan dikeluarkan dalam waktu sekitar dua pekan. Dinkes akan mengeluarkan dua sertifikat, yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT. Mula-mula kami akan menjual produk kami dengan cara menitipkan produk pada sekolah-sekolah SMP atau SMA, karena pemasaran produk di daerah sekolah pada umumnya tidak memerlukan perizinan usaha sehingga selain mampu menjual prduk kami juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan memperbaiki kualitas produk tersebut hingga kami memperoleh izin usaha. Setelah memperoleh izin usaha, kami akan mencoba memasarkan produk di pusat oleh-oleh. Evaluasi Usaha Setiap Bulan

Evaluasi usaha perlu dilakukan secara berkala. Evaluasi bertujuan untuk memeriksa produk secara keseluruhan. Bagaimana kualitas dan kuantitas produk yang diproduksi, keuntungan yang diperoleh, dan sebagainya. Evaluasi usaha perlu dilakukan untuk menilai kelayakan usaha Anda, seperti sejauh mana tingkat keberhasilan, apakah keberhasilan berjalan sesuasi rencana, dan apakah hasil keuntungan telah memenuhi target usaha. Untuk detail evaluasi usaha, ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan.

Pengecekan Keuangan Aspek ini berguna untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha. Caranya, dengan menghitung berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha), berapa jumlah hutang, berapa biaya pengeluaran rata-rata, berapa pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulan. Posisi Bisnis Setelah mengetahui detail rincian keuangan bisnis Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap kegiatan bisnis Anda. Evalusi itu untuk mengecek apakah ada kemajuan atau kemunduran pada bisnis Anda. Caranya, dengan membandingkan bisnis Anda saat pertama kali launching dengan setelah beberapa periode waktu (misal 1 minggu, 1 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun kemudian). Perbaikan dan Pengembangan Hasil evaluasi keuangan dan pemantauan posisi bisnis ini menjadi parameter untuk evaluasi selanjutnya, yaitu perbaikan dan pengembangan usaha. Jika ada penurunan omzet, segera cari tahu apa penyebabnya dan tetapkan strategi marketing berikutnya. Tetapi, bila keadaan keuangan dan posisi bisnis baik-baik saja, jangan cepat puas. Masih banyak yang perlu Anda lakukan untuk memperoleh pencapaian yang lebih sukses lagi.