P. 1
ASKEP PIELONEFRITIS

ASKEP PIELONEFRITIS

|Views: 24|Likes:
KEPERAWATAN
KEPERAWATAN

More info:

Categories:Topics
Published by: Harevcuutyiezz Cndyiez Zzaenxzeunx on Oct 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PIELONEFRITIS

Disusun oleh : Arum tirta ratnasari Danan setiyanto Dani dewi ichtiarini Desi indah nur budi yati Devi agustina Dina nurrahmawati Dwi wijayanti 2C (2220111980) (2220111981) (2220111982) (2220111983) (2220111984) (2220111985) (2220111986)

PIELONEFRITIS
• Pielonefritis merupakan infeksi bakteri yang menyerang ginjal, yang sifatnya akut maupun kronis. • Pielonefritis merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tunulus, dan jaringan interstinal dari salah satu atau kedua gunjal (Brunner & Suddarth, 2002: 1436).

Pielonefritis dibagi menjadi dua macam yaitu : • Pielonefritis kronis • Pyelonefritis akut

ETIOLOGI
Penyebab dari pielonefritis, meliputi hal-hal berikut. • Uropatogen. Agen bakteri, meliputi Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, dan Staphylococcus aureus. • Infeksi saluran kemih. Terutama pada kondisi stasis kemih akibat batu saluran kemih, reflkus vesikoureter dan penurunan imunitas pada proses penuaan, serta peningkatan kadar glukosa dalam urine pada pasien diabetes melitus di mana akan menyebabkan pertumbuhan bakteri lebih besar.

TANDA DAN GEJALA

Pyelonefritis akut ditandai dengan :
– pembengkakan ginjal atau pelebaran penampang ginjal – Pada pengkajian didapatkan adanya demam yang tinggi, menggigil, nausea, – nyeri pada pinggang, sakit kepala, nyeri otot dan adanya kelemahan fisik. – Pada perkusi di daerah CVA ditandai adanya tenderness. – Klien biasanya disertai disuria, frequency, urgency dalam beberapa hari. – Pada pemeriksaan urin didapat urin berwarna keruh atau hematuria dengan bau yang tajam, selain itu juga adanya peningkatan sel darah putih.

Pielonefritis kronis
• Tanda dan gejala: – Adanya serangan pielonefritis akut yang berulangulang biasanya tidak mempunyai gejala yang spesifik. – Adanya keletihan. – Sakit kepala, nafsu makan rendah dan BB menurun. – Adanya poliuria, haus yang berlebihan, azotemia, anemia, asidosis, proteinuria, pyuria dan kepekatan urin menurun. – Kesehatan pasien semakin menurun, pada akhirnya pasien mengalami gagal ginjal. – Ketidaknormalan kalik dan adanya luka pada daerah korteks. – Ginjal mengecil dan kemampuan nefron menurun dikarenakan luka pada jaringan.

PATOFISIOLOGI

KOMPLIKASI
Ada tiga komplikasi penting dapat ditemukan pada pielonefritis akut (Patologi Umum & Sistematik J. C. E. Underwood, 2002: 669) • Nekrosis papila ginjal. Sebagai hasil dari proses radang, pasokan darah pada area medula akan terganggu dan akan diikuti nekrosis papila guinjal, terutama pada penderita diabetes melitus atau pada tempat terjadinya obstruksi. • Fionefrosis. Terjadi apabila ditemukan obstruksi total pada ureter yang dekat sekali dengan ginjal. Cairan yang terlindung dalam pelvis dan sistem kaliks mengalami supurasi, sehingga ginjal mengalami peregangan akibat adanya pus. • Abses perinefrik. Pada waktu infeksi mencapai kapsula ginjal, dan meluas ke dalam jaringan perirenal, terjadi abses perinefrik.

• Komplikasi pielonefritis kronis mencakup penyakit ginjal stadium akhir (mulai dari hilangnya progresifitas nefron akibat inflamasi kronik dan jaringan parut), hipertensi, dan pembentukan batu ginjal (akibat infeksi kronik disertai organisme pengurai urea, yang mangakibatkan terbentuknya batu) (Brunner&Suddarth, 2002: 1437).

ASUHAN KEPERAWATAN PIELONEFRITIS

Diagnosis keperawatan 1. Perubahan pemenuhan eliminasi urin b.d respons inflamasi saluran kemih, iritasi saluran kemih. 2. Nyeri b.d respons inflamasi akibat infeksi pada pielum dan parenkim ginjal 3. Hipertermi b.d respons sistemik sekunder dari infeksi pada pielum dan parenkim ginjal. 4. Risiko kekambuhan infeksi saluran kemih b.d tidak terpajannya pemenuhan informasi, misinterpretasi , kesalahan sumber informasi, rencana perawatan rumah. 5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake nutrisi yang tidak adekuat, efek sekunder dari anoreksia, mual, muntah. 6. Kecemasan b.d prognosis penyakit, ancaman, kondisi sakit, dan perubahan kesehatan.

DANKE

GRAZIE

MATUR NUWUN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->