Anda di halaman 1dari 34

Pendahuluan

Kehamilan merupakan suatu keadaan hiperkinetik dan pada wanita tanpa kelainan jantung akan terdapat penyesuaian fisiologis.Tetapi pada kehamilan dengan penyakit jantung dapat menimbulkan perubahan yang mempunyai akibat yang nyata. Pada kehamilan akan terjadi perubahanperubahan kardiovaskuler.Perubahan ini akan lebih memberatkan faal jantung pada kelainan/penyakit jantung yang menyertai kehamilan.

Klasifikasi fungsional jantung menurut The Criteria Committee,Diseases of

The Heart and Blood Vessels New York Heart Association (NYHA),sebagai berikut: Kelas I : Penderita kelainan jantung tanpa pembatasan aktivitas fisik. Aktivitas sehari-hari tidak menyebabkan rasa capek, berdebar, sesak nafas atau nyeri dada (angina pectoris) Kelas II : Penderita dengan kelainan jantung yang mempunyai aktivitas fisik terbatas. Tidak ada keluhan pada waktu istirahat., tetapi aktivitas sehari- hari akan menyebabkan capek , berdebar,sesak nafas atau angina pectoris. Kelas III : Penderita dengan aktivitas fisik yang sangat terbatas. Pada keadaan istirahat tidak terdapat keluhan,tetapi aktivitas ringan saja akan menyebabkan capek,berdebar, sesak nafas atau angina pectoris.Tidak dianjurkan untuk hamil. Pada kehamilan dini sebaiknya terminasi,bila telah lanjutsebaiknya dilanjutkan dengan partus pervaginam dan kala II dipercepat.kehamilan selanjutnya dilarang. Kelas IV : Penderita yang tidak mampu lagi mengadakan aktivitas fisik tanpa rasa terganggu (discomfort). Tanda-tanda dekompensasi atau angina malahan telah terdapat pada keadaan isrirahat.Dan tiap kegiatan fisik akan disertai gangguan yang bertambah. Kriteria kehamilan sama dengan permulaan persalinan terdapat gagal jantung, maka besar kemungkinan akan terjadi lagi perburukan. kelas III.

Klasifikasi pengobatan sesuai dengan keadaan fungsional

penderita. Biasanya dinyatakan pula sesuai The Criteria Committee of The New York Association sebagai berikut : Tingkat I : Tidak memerlukan pengobatan Tingkat II : Kebanyakan penderita pada tingkat ini tidak memerlukan pengobatan tambahan, tetapi harus menghindari pekerjaan fisik berat., terutama antara minggu 28-32,dimana beban jantung paling maksimal. Bila terdapat tanda perburukan dari keadaan jantungnya, penderita perlu di rawat di rumah sakit. Tingkat III : Penderita pada tingkat ini seharusnya memang dirawat dan pasti mulai dari minggu ke 28,biasanya penderita sudah membutuhkan tambahan digitalis. Tingkat IV : Penderita pada tingkat ini ( sekitar 5%) berada dalam keadaan yang buruk dan memerlukan perawatan rumah sakit.

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis kelamin Status perkawinan Suku bangsa Agama Pendidikan Alamat
: Ny. Elin : 23 tahun : Perempuan : Menikah : Sunda : Islam : SMA : Sukawening

ANAMNESIS

Diambil dari : Autoanamnesis dan Alloanamnesa tgl 28 Mei 2007

Keluhan utama : Sesak nafas sejak 2 hari SMRS


Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke RS dengan keluhan sesak nafas yang disertai nyeri dada yang dirasakan 2 hari SMRS.(10 hari setelah melahirkan anak ke 1). Pasien merasa cepat lelah disertai sesak nafas jika berjalan. Sesak dirasakan berkurang jika beristirahat. Pada malam hari pasien merasa susah tidur dan jika tidur pasien lebih nyaman jika tidur disanggah dengan 3 bantal.Sesak tidak dipengaruhi cuaca dan tidak terdapat nafas berbunyi ketika sesak nafas.Pasien juga mengeluh batuk berdahak yang dirasakan 5hari sebelum masuk rumah sakit.

Lanjutan
Riwayat demam disangkal pasien..Pasien
juga mengeluh nyeri dada yang di rasakan oleh pasien di bagian tengah dada yang menjalar ke tangan kiri.Pasien mengatakan bahwa terdapat bengkak pada kaki pasien. Pasien juga mengeluh nyeri pada perut tengah atas disertai rasa mual yang membuat pasien malas makan. Nyeri perut bagian tengah atas sering muncul jika pasien telat makan.Riwayat BAK seperti teh dan BAB hitam disangkal pasien.

Riwayat penyakit dahulu :


Riwayat penyakit darah tinggi

disangkal pasien Riwayat penyakit jantung sebelumnya disangkal pasien Riwayat merokok disangkal pasien Riwayat penyakit jantung di keluarga setelah melahirkan disangkal pasien.

ANAMNESIS SISTEM

BERAT BADAN : 55 kg

Kulit : t.a.k Kepala : t. a. k Mata : t.a.k Telinga : t.a.k Hidung : t.a.k Mulut : t.a.k Tenggorokan : t.a.k Leher : t.a.k Dada (jantung/paru-paru) : Sesak dan nyeri dada. Abdomen (lambung/usus) : Mual. Saluran kemih / alat kelamin : t.a.k Saraf dan otot : t.a.k Ekstremitas : bengkak di kaki

Lanjutan
RIWAYAT HIDUP :
Tempat lahir : Di rumah Ditolong oleh : Paraji Riwayat imunisasi : Pasien tidak ingat

RIWAYAT MAKANAN : Frekuensi : 3 x/hari Variasi : kurang KESULITAN :


berkurang Keuangan : sulit

Jumlah : cukup Nafsu makan :


Pekerjaan : Ibu rumah

tangga Keluarga : Miskin

PEMERIKSAAN JASMANI
Pemeriksaan Umum :
TB : 160 cm BB : 50 kg TD : 110/90 mmHg Nadi : 140x/mnt Suhu : afebris Pernafasan : 30 x/mnt Gizi : BMI = 50/(1,6)2 =19,53 kg/mm2 normal Kesadaran : CM Sianosis : Habitus : atletikus Mobilitas : aktiv

Oedem : + Cara berjalan : normal

KULIT : Warna : Sawo matang Efloresensi : tidak ada Jaringan parut : tidak ada Pigmentasi : tidak ada Pertumbuhan rambut : normal Pemb.dara : tidak melebar Suhu raba : hangat Keringat umum : tidak ada Setempat : tidak ada Lapisan lemak : cukup Turgor : baik Ikterus : tidak ada Edema : -

Lanjutan
KEPALA Expressi wajah : wajar Rambut : tebal MATA Exopthalmus : (-) Kelopak : normal Konjungtiva : anemis Sclera : tidak ikterik Lapang Plihatan : baik Deviation konjugae : -

Simetri muka : (+) Pemb.Darah temporal :teraba Enopthalmus : (-) Lensa : (-) Visus : (-) Gerakan mata : baik Tekanan bola mata : normal Nystagmus : -

Lanjutan
TELINGA Tuli : (-) Lubang : (-) Serumen : (-) Cairan : (-)

Selaput pendengaran : baik Penyumbatan : (-) Perdarahan : (-)

MULUT Bibir : lembab Langit-langit : basah Gigi geligi : normal Faring : tidak hiperemis Lidah : tidak kotor, normal

Tonsil n : T1-T1 Bau pernafasan : Biasa Trismus : (-) Selaput lendir : (-)

Lanjutan
LEHER Tekanan Vena jugularis
: meningkat ( 5+4

Kelenjar lymfe DADA Bentuk Pembuluh darah Buah dada

cmH2O) Kelenjar Tyroid

: tidak ada pembesaran

: tidak ada pembesaran

: simetris kanan-kiri : tidak ada pelebaran : membesar

PARU-PARU
Inspeksi : simetris hemitoraks kanan dan kiri,

dinamis Palpasi : simetris hemitoraks kanan-kiri, depan-belakang, saat fremitus taktil dan vocal Perkusi : sonor pada hemitoraks kanan-kiri, depan-belakang Auskultasi : ronkhi basah halus di basal paru belakang depan-belakang statis dan

JANTUNG
Inspeksi
Palpasi
: ictus cordis tidak terlihat : ictus cordis tidak teraba

Perkusi : batas jantung kanan ICS IV linea

parasternalis batas jantung kiri ICS VI linea axilaris anterior batas jantung atas ICS III linea parasternalis dextra

Auskultasi : BJ irrguler, Gallop (+), Murmur (-)

PEMBULUH DARAH

Arteri Temporalis : teraba Arteri Karotis : teraba Arteri Brakhialis : teraba Arteri Radialis : teraba Arteri Femoralis : teraba Arteri poplitea : teraba Arteri Tibialis Posterior : teraba

PERUT
Inspeksi
Palpasi Hati Limpa Ginjal
: cembung
: lembut, NT epigastrium + : tidak tereba membesar : tidak teraba membesar : tidak teraba membesar : Timpani : Bising usus (+), normal

Perkusi
Auskultasi

ANGGOTA GERAK Lengan kanan/kiri Tonus otot : +/+ Sendi : +/+ Kekuatan : 5/5

Massa : -/Gerakan : +/+ Edema : -/Varises Massa Gerakan Edema : -/: -/: +/+ : +/+

Tungkai dan Kaki kanan-kiri Luka : -/ Otot tonus : +/+ Sendi : +/+ Kekuatan : 4/4

LABORATORIUM

Hb Leukosit Trombosit Hematokrit SGOT SGPT Ureum Creatinin : 8,2 gr/dl : 9000 /mm3 : 250.000 /mm3 : 25,5% : 19 u/lt : 27 u/lt : 40 : 1,13

RINGKASAN

Seorang pasien wanita 23 tahun, P1A0 post partum 10 hari datang dengan keluhan dyspneu, terdapat dyspneu deffort (+).paroksismal nocturnal dyspneu (+), edema tungkai (+), chest pain (+) dan batuk dahak 5 hari. Selain itu pasien juga mengeluh nyeri epigastrium disertai mual yang hilang timbul, terutama timbul jika telat makan.

Pemeriksaan Fisik saat masuk RS bagian obgyn (24 mei 2007) :


TD : 140/100 mmHg Suhu : afebris Nadi : 140 x/mnt Pernafasan : 52x/mnt

Post partum 12 hari pasien sesak nafas, kemudian

pasien rawat alih dari bagian obgyn ke bagian interna. Pada pemeriksaan di bagian interna di dapatkan hasil: Tekanan Darah: 110/90mmHg Nadi : 110x/mnt Suhu : afebris Pernafasan : 30x/mnt Mata : konjungtiva anemis Leher : JVP meningkat

Jantung

Inspeksi : ictus cordis tidak teraba

Palpasi :pulsasi tidak teraba



Perkusi : batas jantung kanan ICS IV linea parasternalis dextra batas jantung kiri ICS VI linea axilaris anterior batas jantung atas ICS III linea parasternalis dextra Auskultasi : BJ I-II irregular, murmur (-), gallop (+)

Pulmo: ronkhi basah halus di basal paru


Abdomen Palpasi : NT epigastrium (+) Ekstremitas : Edema tungkai (+/+)

DIAGNOSIS KERJA :
Diagnosis Klinis : CHF Diagnosis Functional : functional III Diagnosis Etiology : Idiopatik Diagnosis Anatomis : Peripartal
Cardiomiopati

PENGKAJIAN
Berdasarkan (+) : Post partum 10 hari Dyspneu d effort Paroksismal Nocturnal Dyspneu JVP meningkat Kardiomegali Edema tungkai Gallop Berdasarkan (-) : Belum dilakukan EKG Belum dilakukan rontgent thoraks

MASALAH
CHF fc III ec PPCM Sesak nafas Edema tungkai Dyspepsia Batuk berdahak

RENCANA PENGELOLAAN
1. CHF fc III ec Peripartal Cardiomiopati Diagnostik : EKG, Foto thoraks Therapeutik : Digoksin 1x1tab Edukasi : Cukup istirahat Pembatasan aktivitas 2. Sesak nafas Diagnostik : EKG,Foto thoraks Therapetik : O2 lembab 2L/menit Edukasi : Pasien istirahat dalam posisi duduk dan sesuai yang nyaman bagi pasien.

3. Edema tungkai Diagnostik : (-) Therapetik ; Farsix IxII amp KSR 2xI tab Edukasi : Diet rendah garam 4. Dyspepsia Diagnostik : (-) Therapetik : Ranitidin 2x1 amp Edukasi : Makan teratur, jangan telat makan. Hindari makan asam dan pedas 5 Batuk berdahak Diagnostik : (-) Therapeutik : Amboksol 3xC Edukasi : (-)

FOLLOW UP
Tanggal 26 Mei 2007 S : Sesak nafas, batuk berdahak. O : TD : 110/80 mmHg N : 100x/m R : 30x/m S : Afebris Konjungtiva subanemis Sclera tidak ikteri

Pulmo : VBS kiri=kanan, ronkhi basah halus basal paru belakang +/Cor : BJ irregular, Gallop (+) Abd : NT epigastrium (+) Ekstremitas : edema tungkai+/+ A : CHF fc IV ec PPCM P : Cedocard 5mg dlm 100cc D5% (mikrodrip 20 gtt/mnt) Farsix 1xII amp KSR 2x1tab Captopril 2x6,25mg Digoxin 1x1 Advise dr.Ridwan Sp.JP

Cedocard 5mg dlm 100cc D5% (mikrodrip 20gtt/mnt) Farsix 1xII amp KSR 2x1 tab Captopril 2X6,25mg Digoxin 1x1

Tanggal 27 mei 2007

S O A P

: Sesak nafas, batuk berdahak. : TD : 110/80 mmHg N : 95x/m R : 30x/m S : Afebris Konjungtiva subanemis Sclera tidak ikteri Pulmo : VBS kiri=kanan, ronkhi basah halus basal paru belakang +/Cor : BJ irregular, Gallop (+) Abd : NT epigastrium (+) Ekstremitas : edema tungkai+/+ : CHF fc IV ec PPCM : Cedocard 5mg dlm 100cc D5% (mikrodrip 20 gtt/mnt)

Farsix 1xII amp KSR 2x1tab Captopril 2x6,25mg Digoxin 1x1

Tanggal 28 Mei 2007 S : Sesak nafas berkurang, batuk berdahak, mual O : TD : 110/70 mmHg N : 95x/m R : 26x/m S : Afebris Konjungtiva subanemis Sclera tidak ikteri

Pulmo : VBS kiri=kanan, ronkhi basah halus basal paru belakang +/Cor : BJ irregular, Gallop (+) Abd : NT epigastrium (+) Ekstremitas : edema tungkai+/+ A : CHF fc II-III ec PPCM P : Farsix 1xII amp KSR 2x1tab Captopril 2x6,25mg Digoxin 1x1 Ranitidin 2x1 amp Advise dr.Ridwan Sp.JP CAptopril 2x6,25 mg Maintate 1x 1,25 mg Furosemid 1-0-0 Ranitidin 2x1amp KSR 1x1 tab Captopril 2X6,25mg Digoxin 1x1

Lanjutan
Tanggal 29 Mei 2007 S : Sesak nafas berkurang, batuk berdahak, mual berkurang O : TD : 120/70 mmHg N : 88x/m R : 22x/m S : Afebris Konjungtiva subanemis Sclera tidak ikteri

A P

Pulmo : VBS kiri=kanan, ronkhi basah halus basal paru belakang +/Cor : BJ irregular, Gallop (+) Abd : NT epigastrium (+) Ekstremitas : edema tungkai+/+ : CHF fc II-III ec PPCM : CAptopril 2x6,25 mg Maintate 1x 1,25 mg Furosemid 1-0-0 Ranitidin 2x1 tab KSR 1x1 tab Captopril 2X6,25mg Digoxin 1x1

Pasien minta pulang

PEMBAHASAN
Kardiomiopati peripartal adalah

kelainan pada miokard dimana gagal jantung mulai muncul pada bulan terakhir kehamilan atau selama 5 bulan setelah persalinan, tanpa adanya penyebab gagal jantung dan tanpa adanya kelainan jantung pada bulan terakhir kehamilan.

Secara klinis,kardiomiopati peripartal mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:

Gagal jantung kiri Edema perifer Irama gallop ventricular Bendungan hati Foto thorax : pembesaran jantung kiri dan kongesti pulmoner EKG : hipertropi ventrikel kiri Kelainan segmen ST dan gelombng T yang non spesifik