Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 MASALAH PERCOBAAN Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu , bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan , meskipun Kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu , kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan bewarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya , tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek , daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau , tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh. Misalnya saja pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis). Kacang panjang (Vigna sinensis) merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap (protein,lemak,karbohidrat,kalsium,fosfor,besi,vitamin B dan C). Kandungan protein nabati pada sayur kacang panjang (Vigna sinensis) berkisar 17-21%. Ada 2 varietas kacang panjang (Vigna sinensis) yang sudah banyak dibudidayakan dengan produksi cukup tinggi, yaitu Putih Super dan Super Sainan dengan potensi hasil 7 sampai 9 ton/hektar (pada musim kemarau) dan 6 sampai 7 ton/hektar (pada musim hujan). Namun dibalik segala kegunaannya pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis) yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis). Mengapa hal itu bisa terjadi?. Mungkin sebagian orang tidak mengetahui sebabnya. Oleh sebab itu , kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan makalah kami. Kami ingin membuktikan bahwa teori yang sudah ada itu benar. Selain itu makalah ini kami buat karena tugas dari guru kami yaitu Ibu Herradny Khitrasary S.pd yang tidak lain adalah guru biologi kami.

1|Page

1.2 RUMUSAN MASALAH Bagaimana pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis)? 1.3 HIPOTESA Hipotesa penelitian ini adalah 1.4 ALASAN PERCOBAAN 1 Untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis). 2 Untuk membuktikan bahwa kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap akan mengalami gejala etiolasi. 1.6 TUJUAN PERCOBAAN 1 Sebagai pemotivasi, khususnya bagi penulis untuk bisa menerapkan hasil penelitian ini dalam lingkungan sekitar. 2 Memberikan informasi dan inspirasi bagi pembaca untuk lebih tertarik pada bidang pertanian, salah satunya dalam hal ini adalah tanaman kacang panjang (Vigna sinensis). 3 Memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa cahaya matahari itu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 1.7 RUANG LINGKUP PERCOBAAN Percobaan dilakukan pada dua buah tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) yang diletakkan pada tempat yang kurang mendapat sinar matahari (gelap) dan juga tempat yang cukup mendapat sinar matahari (terang). 1.8 PROSES PERCOBAAN percobaan dilakukan di kediaman Novi Anita Dewi di jalan raya km.9 Perawang pada tanggal 21 Agustus 2013. Langkah-langkah percobaan yaitu: Melakukan perendaman terhadap biji kacang panjang (Vigna sinensis) yang akan ditanam. Setelah direndam selama sehari semalam biji ditanam pada dua tempat yang berbeda tetapi menggunakan tanah yang sama. Biji yang sudah ditanam diletakkan pada tempat yang berbeda. 1 tanaman diletakkan pada tempat yang terang dan tanaman yang lain diletakkan pada tempat yang gelap.

BAB II LANDASAN TEORI


2|Page

2.1 PENGERTIAN TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) Kacang panjang (Vigna sinensis) merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut. Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau. Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 1525 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994). Klasifikasi Kacang Panjang (Vigna sinensis) Kerajaan: Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Upafamili: Genus: Spesies: Upaspesies: Tumbuhan Magnoliophyta Magnoliopsida Fabales Fabaceae Faboideae Vigna V. unguiculata V. u. Sesquipedalis

Nama trinomial : Vigna unguiculata sesquipedalis

2.2 MANFAAT TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) Berbeda dengan kacang-kacangan umumnya, kacang panjang (Vigna sinensis) lebih sering dipanen polongnya secara keseluruhan sebagai sayur. Jarang sekali biji kacang panjang (Vigna sinensis) tua dimanfaatkan untuk masakan tertentu. Khasiat kacang panjang (Vigna sinensis) sangat banyak antara lain: antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri3|Page

beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar. 2.3 SYARAT PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl. 2.4 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN J Faktor Internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan : 1. Genetik (hereditas) Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan. 2. Enzim Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup(Biokatalisator). Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim.Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama. 3. Hormon (fitohormon) Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya. Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis. Terdapat 2 kelompok hormon yaitu : a. Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin) b. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin 1. Hormon Auksin Asal kata : Bahasa Latin Penemu : Fritz Went (peneliti asal belanda) Objek penelitian : Rumput (Avena sativa) Hasil penelitian : mengekstraks zat pengatur fototropisme pada tumbuhan rumput Kesimpulan : auksin banyak diproduksi di jaringan meristem. Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari, dan auksin mempengaruhi percepatan pembelahan sel pada daerah meristem apikal Struktur auksin yang paling dikenal adalah IAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. Aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari. Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji Fungsi hormon Auksin :
4|Page

Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh Merangsang pembentukkan akar Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi) Merangsang differensiasi jaringan pembuluh Merangsang absisi ( pengguguran pada daun) Berperan dalam dominansi apikal

2. Hormon Giberelin Asal kata : Bahasa Latin Penemu : Ewiti. Kurosawa Objek penelitian : Tanaman padi (Oryza sativa) yang terkena penyakit foolish seedling (tanaman pucat dan luar biasa panjang) dan jamur Gibberella fujikuroi Hasil penelitian : mengisolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi, yang diberi nama giberelin (GA/Giberelic acid) Kesimpulan : pemanfaatan giberelin secara umum menyebabkan pertumbuhan raksasa Fungsi Giberelin : Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel Merangsang perkecambahan biji Memecah dormansi biji Merangsang pembungaan dan pembuahan 3. Hormon Sitokinin Asal kata : Bahasa Latin Penemu : Van Overbeek Objek penelitian : pertumbuhan embrio dan air kelapa muda Hasil penelitian : mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel (sitokinesis) yang disebut kinetin Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin Kesimpulan : pemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun Fungsi Sitokinin : Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel Menghambat dominansi apikal oleh auksin Merangsang pertumbuhan kuncup lateral Merangsang pemanjangan titik tumbuh Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio Merangsang pembentukan akar cabang Menghambat pertumbuhan akar adventive

5|Page

Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun

4. Hormon Asam Absisat (ABA) Asal kata : Bahasa Latin Penemu : P.F. Wareing dan F.T. Addicott Objek penelitian : buah kapas Hasil penelitian : Mendorong terjadinya perontokkan (absisi) pada tumbuhan Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin Kesimpulan : hormon yang menyebabkan kerontokan ada saun dan buah Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA) : Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah 5. Hormon gas etilen Asal kata : Bahasa Latin Penemu : R. gene (1934) Objek penelitian : buah yang masak Hasil penelitian : Gas etilen mempercepat pemasakan buah Jenis : hormon tumbuhan yang berbentuk gas Kesimpulan : Pembentukkan gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2 Fungsi hormon gas etilen : Mempercepat pematangan buah Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal Merangsang proses absisi Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus 6. Hormon Luka/Kambium luka/Asam traumalin Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka. Vitamin B12 9riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1),
6|Page

asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan. Vitamin berperan sebagai kofaktor 7. Hormon Kalin Dihasilkan pada jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan Jenisnya adalah: a. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun b. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar d. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah. Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga J Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan : 1. Unsur hara Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan: Unsur makro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg. Unsur mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni. Unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2O. Oksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. H2O dan O2. Unsur C, H, dan O merupakan unsur utama penyusun Karbohidrat, lemak dan protein. Gejala Kekurangan unsur hara disebut defisiensi. 2. Suhu Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah sushu optimum Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysako tahun 1920 3. Kelembaban Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan 4. Cahaya Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis.
7|Page

Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung etiolasicepat, tetapi abnormal. Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya Efek fotoperiodisme, merupakan respon tumbuhan terhadap panjang pendek sinar matahari. Fotoperiodisme pada tumbuhan dikendalikan oleh fitokrom (sterling B. Hendrik) Berdasarkan respos tumbuhan terhadap panjang pendeknya waktu penyinaran, tumbuhan dibedakan atas: Tumbuhan hari pendek ( short day plant) Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari kurang dari 12 jam Tumbuhan hari panjang (long day plant) Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari lebih panjang dari 12 jam Tumbuhan hari netral (neutral day plant) Tumbuhan yang berbunga tidak dipengaruhi oleh panjang pendeknya penyinaran matahari 5. Air Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, dan memelihara temperatur tanah. Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari, karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari 6. pH pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Pada kondisi pH normal, kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca, Mg, P dan K cukup tersedia. pH asam memiliki kandungan unsur Al, Mo, Zn yang dapat meracuni tumbuhan.

8|Page

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA


Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode penelitian Eksperimen, yaitu mengamati/mengukur dampaknya (data yang akan datang). Penelitian dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum ada sehingga perlu dilakukan proses manipulasi melalui pemberian treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang kemudian. 3.1 Alat dan Bahan percobaan Alat: Polybag Penggaris Tempat gelap Tempat terang

Bahan: Kacang Panjang (Vigna sinensis) 2 Biji Tanah Air

3.2 Cara Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Merendam kacang panjang (Vigna sinensis) sampai biji mengalami imbibisi 3. Menanam biji tersebut kedalam Polybag yang telah diisikan tanah 4. Meletakkan masing-masing ditempat yang terang dan gelap 5. Mengamati pertumbuhan biji tersebut 6. Mencatat perubahan yang terjadi dalam table pengamatan 3.3 Rancangan Penelitian Perlakuan I : Kacang Panjang (Vigna sinensis) diletakkan di tempat yang gelap. Perlakuan II : Kacang Panjang (Vigna sinensis) diletakkan pada tempat yang terang.

9|Page

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil dan Analisis Data Data hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan kacang panjang (Vigna sinensis) pada perlakuan yang berbeda di dapat hasil sebagai berikut : Tabel Hasil Pengamatan a. Pengamatan kualitatif (pertumbuhan batang) Hari Ke 1 2 3 4 5 6 7

Dengan Cahaya Belum tumbuh Tunas mulai muncul 1,5 cm 3 cm 4,5 cm 6 cm 8 cm

Tanpa Cahaya Belum tumbuh Tunas mulai muncul 2,5 cm 6 cm 10 cm 16 cm 23 cm

b. Pengamatan kuantitatif (perkembangan tumbuhan) Hari ke1 2 3 4 5 Dengan cahaya Tunas belum muncul Tunas mulai muncul Batang bertambah tinggi Daun mulai muncul Daun melebar dan berwarna hijau pekat. Daun siap melakukan fotosintesis Batang semakin tinggi, daun semakin lebar dan berwarna semakin pekat Batang semakin tinggi dan mulai tumbuh daun baru Tanpa cahaya Tunas belum muncul Tunas mulai muncul Batangbertambah tinggi Daun mulai muncul Daun kecil dan berwarna hijau pekat. Daun belum siap melakukan fotosintesis Batang semakin tinggi, daun masih sama seperti sebelumnya Batang semakin tinggi tetapi daun mulai layu dan menguning
10 | P a g e

Tabel perbandingan antara tumbuhan terkena cahaya matahari dan tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari: Tinggi Kacang panjang Pertambahan Tinggi Pengukuran Hari (Vigna sinensis) (cm) Dengan Tanpa Dengan Tanpa KeCahaya Cahaya Cahaya Cahaya 1 0 0 0 0 2 0 0 3 1,5 2,5 1,5 3,5 4 3 6 5 6 7 4,5 6 8 10 16 23 1,5 2 6 7

Grafik perbandingan pada proses perkecambahan kacang panjang (Vigna sinensis) dengan sinar matahari dan tanpa sinar matahari:

25 20 15 10 5 0 0

Pertum buhanTing g iK acangpanjang(Vig na sinensis) (cm )


23 16 10 6 0 2,5 1,5 3 4,5 6

Terkenacahaya Tidak terkena cahaya

Hke-1 Hke-2 Hke-3 Hke-4 Hke-5 Hke-6 Hke-7

11 | P a g e

4.2 Pembahasan Cahaya matahari berpengaruh terhadap proses perkecambahan pada kacang panjang (Vigna sinensis). Hal itu dibuktikan dengan adanya perbedaan yang ditunjukkan antara gelas netral yang diletakkan pada tempat yang terang, dan gelas netral yang diletakkan pada tempat yang gelap. Kacang panjang (Vigna sinensis) pada gelas netral yang diletakkan pada tempat yang terang memiliki proses perkecambahan yang lebih lambat daripada kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap. Hal itu disebabkan karena hormon auksin pada kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap bekerja lebih aktif daripada kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat terang. Sehingga kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap memiliki batang yang tinggi tetapi lemah. Selain itu, terdapat juga perbedaan bentuk daun antara kedua tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) ini. Kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat yang terang mempunyai ukuran daun yang normal dan berwarna hijau pekat. Sementara kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap mempunyai ukuran daun yang lebih kecil dan berwarna hijau pucat. Bahkan lama-kelamaan warna tersebut berubah menjadi warna kuning dan layu. Hal itu disebabkan karena kurangnya cahaya matahari yang didapatkan oleh kacang panjang (Vigna sinensis) pada tempat gelap sehingga jumlah klorofil daun sangat sedikit dan tidak bisa melakukan proses fotosintesis.

12 | P a g e

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan Semua tumbuhan pasti membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis, tetapi tiap-tiap tumbuhan memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda-beda. Dari penelitian tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) yang kami lakukan, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis yang kami ambil atau yang telah kami rumuskan benar Tumbuhan yang diletakkan pada tempat yang gelap akan lebih cepat tumbuh tetapi menghasilkan batang yang tidak tegak karena kadar air yang terlalu banyak dan tanaman pucat. Tumbuhan yang diletakkan pada tempat yang terang pertambahan panjangnya lambat tetapi menghasilkan tanaman dengan batang yang kokoh. Intinya cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. 5.2 Saran Dari penelitian yang telah kami lakukan, kami memberi saran terhadap para pembaca. Saran yang pertama diperuntukkan bagi orang yang juga ingin melakukan penelitian tentang materi ini, sebaiknya lakukan penilitian dengan benar dan tidak ceroboh. Perhatikan kadar air dan cahaya agar memperoleh hasil yang maksimal. Saran yang kedua diperuntukkan bagi para pembaca, menurut kami ada baiknya bahwa penempatan tumbuhan harus diperhatikan. Maksud kami ketahui kebutuhan cahaya tumbuhan yang anda miliki. Karena setiap tumbuhan memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda-beda.

13 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA http://ripky-kopi.blogspot.com/search/label/Biologi http://blog.unand.ac.id/gens/makalah-pengaruh-cahaya-matahari-terhadap-pertumbuhantanaman-pada-perkecambahan/ http://www.scribd.com/doc/7259343/LAPORAN-BIOLOGI http://imaairana.wordpress.com/pengaruh-intensitas-cahaya-terhadap-pertumbuhankacang-hijau/ http://webcache.googleusercontent.com/search? q=cache:1RV9KFVvr64J:andaiakubukananakdesa.blogspot.com/2009/08/contoh-karyailmiah-pengaruhmedia.html+cahaya+matahari+terhadap+pertumbuhan+kacang+panjang&cd=7&hl=id&ct=cl nk&gl=id&client=firefox-a&source=www.google.co.id http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101005232328AAtLHN9

14 | P a g e