Anda di halaman 1dari 1

III.

EPIDEMIOLOGI BPH hanya terjadi pada laki-laki (hal ini karena pada wanita tidak terdapat kelenjar prostat). Penyakit ini sering didapatkan pada usia 40 tahun ke atas. Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas. Pada selang waktu tersebut terjadi peningkatan cepat dalam ukuran yang berkelanjutan sampai usia dekade 30 dan mencapai ukuran dewasa. Tetapi, ketika laki-laki berusia 40-45 tahun, mulailah terjadi hiperplasia prostat jinak. Hal ini berlangsung lambat secara terusmenerus. Pada pria usia 50 tahun, angka kejadiannya sekitar 50% dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Sekitar 50% dari angka tersebut di atas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik. Prevalensi BPH meningkat dengan usia. Histologis BPH hadir dalam sekitar 8% dari pria berusia 31-40, 50% dari pria berusia 51 sampai 60, 70% pria berusia 61-70, dan 90% pria berusia 81-90. Sejalan dengan itu, gejala (klinis) BPH hadir dalam sekitar 26% laki-laki dalam dekade kelima dari kehidupan, 33% laki-laki dalam dekade keenam, 41% laki-laki dalam dekade ketujuh, dan 46% laki-laki dalam dekade kedelapan hidup dan seterusnya Prevalensi gejala saluran kemih bawah sekunder untuk BPH pada penduduk AS adalah 41% pada laki-laki hitam dan 34% pada pria kulit putih Insiden BPH adalah 34,4 per 1.000 orang per tahun di Amerika Serikat pada pria di atas usia 55. Di negara maju, prevalensi komplikasi BPH serius, termasuk urosepsis, gagal ginjal, retensi urin akut, infeksi saluran kemih berulang (ISK), dan divertikula kandung kemih yang besar, kurang dari 10% Yang kurang , angka kejadian D Indonesia berapa %? Dan peringkat berapa Indonesia dari berapa negara