Anda di halaman 1dari 14

Kinematika

1
Oleh : Abdurrouf
2
0.1 Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan peserta dapat memahami pengertian berbagai
gerak, yaitu gerak lurus, gerak parabola, dan gerak melingkar, serta mampu menerapkan
konsep gerak untuk memecahkan problem gerak pada kehidupan riil.
0.2 Ringkasan
Kinematika adalah cabang sika yang membahas gerak tanpa memperhatikan (gaya) penye-
babnya. Yang menjadi titik tekan pada kinematika adalah lintasan benda sebagai fungsi waktu.
Pada kinematika, didenisikan tiga besaran pokok, yaitu
Posisi, r = (x, y, z), yang melambangkan kedudukan suatu benda pada saat tertentu,
relatif terhadap titik acuan yang dipilih.
Kecepatan, v =
dr
dt
=
_
dx
dt
,
dy
dt
,
dz
dt
_
, adalah perubahan posisi terhadap waktu
Percepatan, a =
dv
dt
=
d
2
r
dt
2
=
_
d
2
x
dt
2
,
d
2
y
dt
2
,
d
2
y
dt
2
_
, adalah perubahan percepatan terhadap
waktu
Berdasarkan bentuk lintasannya, gerak dapat dibedakan atas
Gerak lurus: yaitu gerak dengan lintasan berupa garis lurus. Gerak lurus terbagi atas
gerak lurus beraturan (GLB): jika percepatannya nol
gerak lurus berubah beraturan (GLBB): jika percepatannya konstan
gerak lurus berubah tak beraturan (GLBTB): jika percepatannya tidak konstan
Gerak melingkar: yaitu gerak dengan lintasan berupa lingkaran. Gerak melingkar terbagi
atas
gerak melingkar beraturan (GMB): jika percepatan sudutnya nol
1
Disampaikan pada training of trainer (ToT) untuk guru-guru sika SMA se-Jawa Timur, di Hotel Orchid,
Batu, Malang, pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2010
2
Dr. rer. nat. Abdurrouf, S.Si., M.Si., adalah staf pengajar di Jurusan Fisika FMIPA UB. Saat ini juga tercatat
sebagai Pembina Olimpiade Bidang Studi Fisika Tingkat Propinsi Jawa Timur. Penulis juga aktif di kegiatan CIBI.
1
gerak melingkar berubah beraturan (GMBB): jika percepatan sudutnya konstan
gerak melingkar berubah tak beraturan (GMBTB): jika percepatan sudutnya tidak
konstan
Gerak parabola: yaitu gerak dengan lintasan berupa parabola. Gerak parabola merupakan
kombinasi GLB dalam arah horizontal (sumbu-x) dan GLBB dalam arah vertikal (sumbu-
y)
Berikut diuraikan secara singkat, beberapa persamaan tentang gerak di atas.
Gerak lurus beraturan (GLB)
Misalkan benda bergerak seoanjang sumbux, maka
a = 0 (ciri utama GLB)
v =
_
adt = konstan (tetapan gerak)
x =
_
vdt = x
0
+ v
0
t
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
Misalkan benda bergerak seoanjang sumbux, maka
a = konstan (tetapan gerak dan ciri utama GLBB)
v =
_
adt = v
0
+ at
x =
_
vdt = x
0
+ v
0
t +
1
2
at
2
v
2
= v
2
0
+ 2a (x x
0
)
Gerak lurus berubah tak beraturan (GLBTB)
Misalkan benda bergerak seoanjang sumbux, maka
a = f(t) (ciri utama GLBTB)
v =
_
adt =
_
f(t)dt
x =
_
vdt =
_ _
f(t) dt dt
Gerak melingkar beraturan (GMB)
Misalkan benda bergerak melingkar pada bidang xy dengan jari-jari r dan arah putaran
berlawanan dengan arah jarum jam. Besaran angulernya adalah
= 0 (ciri utama GMB)
2
=
_
dt = konstan (tetapan gerak)
=
_
dt =
0
+ t
Sedangkan besaran linier yang terkait adalah
r = r cos x + r sin y
v = r (kecepatan tegak lurus jari-jari)
a = ( r) =
2
rr =
v
2
r
r (percepatan menuju pusat lingkaran)
Gerak melingkar berubah beraturan (GMBB)
Misalkan benda bergerak melingkar pada bidang xy dengan jari-jari r dan arah putaran
berlawanan dengan arah jarum jam. Besaran angulernya adalah
= konstan (tetapan gerak dan ciri utama GMB)
=
_
dt =
0
+ t
=
_
dt =
0
+ t +
1
2
t
2

2
=
2
0
+ 2(
0
)
Sedangkan besaran linier yang terkait adalah
r = r cos x + r sin y
v = r (kecepatan tegak lurus jari-jari)
a = ( r) + r =
2
rr + r

=
v
2
r
r + r

(
v
2
r
dikenal sebagai percepatan sentripetal dan menuju pusat lingkaran, sedang r
dikenal sebagai percepatan tangensial dan arahnya tegak lurus r, pada garis sing-
gung lingkaran)
Gerak parabola
Gerak parabola merupakan kombinasi antara GLB dalam arah mendatar (sumbu-x) dan
GLBB dalam arah vertikal (sumbu-y). Jika benda dilepaskan dengan kecepatan awal v
0
dengan sudut elevasi terhadap bidang horizontal, maka didapatkan:
v
x
= v
0.x
= v
0
cos
x =
_
v
x
dx = x
0
+ v
0
cos t
v
y
= v
0,y
gt = v
0
sin gt
y =
_
v
y
dt = y
0
+ v
0
sin t
1
2
gt
2
3
Jika benda dilepaskan dari titik pusat koordinat (x
0
= 0, y
0
= 0), maka didapatkan kon-
disi ekstrim, yaitu:
ketinggian maksimum diperoleh ketika v
y
= 0 atau t
maks
=
v
0
sin
g
ketinggian vertikal maksimum diperoleh ketika t = t
maks
sehingga y
maks
=
v
2
0
sin
2

2g
jarak horizontal maksimum diperoleh ketika t = 2t
maks
sehingga x
maks
=
v
2
0
sin 2
g
0.3 Contoh Soal dengan Penyelesaian
1. Soal OSK tahun 2006 : GLB
Seorang berjalan menuruni sebuah tangga eskalator yang sedang bergerak turun memer-
lukan waktu 1 menit. Jika kecepatan berjalannya diduakalikan maka memerlukan waktu
40 detik. Berapa waktu yang diperlukan jika orang tersebut relax (diam)?
Penyelesaian
Ketika orang tersebut bergerak dengan kecepatan v
o
maka persamaan geraknya adalah
s
1
= (v
e
+ v
o
) 60,
di mana v
e
adalah kecepatan eskalator. Ketika orang tersebut bergerak dengan kecepatan
2v
o
, maka persamaan geraknya adalah
s
2
= (v
e
+ 2v
o
) 40.
Karena s
1
= s
2
, maka
(v
e
+ v
o
) 60 = (v
e
+ 2v
o
) 40,
di mana didapatkan v
o
= v
e
. Jika orang tersebut diam, maka persamaan geraknya adalah
s
3
= v
e
t.
Karena s
3
= s
1
, maka dapat diperoleh
(v
e
+ v
o
) 60 = v
e
t.
Selanjutnya dengan memanfaatkan fakta bahwa v
o
= v
e
, maka didapatkan t = 120 s.
2. Soal OSK tahun 2006: GLBB - gerak jatuh bebas
Sebuah koin dijatuhkan ke dalam sebuah sumur. Jika waktu total dari koin mulai dijatuhk-
an sampai terdengar bunyi pantulan bahwa koin telah menyentuh permukaan air adalah
4
T, dan kecepatan gelombang suara v serta percepatan gravitasi g, nyatakan kedalaman
permukaan air sumur dalam T, v, dan g.
Penyelesaian
Waktu total T yang dicatat adalah jumlahan dari waktu jatuh (yaitu waktu yang dibutuhk-
an benda untuk jatuh bebas dari pengamat mencapai dasar sumur) dan waktu naik (yaitu
waktu yang dibutuhkan bunyi untuk bergerak lurus beraturan dari dasar sumur mencapai
pengamat). Dengan demikian
T = t
jatuhbenda
+ t
naik bunyi
=

2h
g
+
h
v
.
Persamaan di atas dapat ditulis sebagai persamaan kuadrat dalam variabel h sebagai ber-
ikut
gh
2

_
2Tvg 2v
2
_
h + T
2
v
2
g = 0.
Solusi dari persamaan tersebut adalah
h
1,2
= Tv +
v
2
g
_
_
1

1 +
2gT
v
_
_
.
Perhatikan bahwa masing suku pada sisi kanan memiliki dimensi panjang (hal ini me-
rupakan salah satu cara untuk mengecek kebenaran solusi yang didapatkan). Solusi di
atas memiliki 2 nilai yang mungkin, dan dua-duanya benar secara matematis. Sekalipun
demikian, secara sis hanya ada satu solusi yang benar. Untuk itu kita perhatikan suku
kanan. Jika benda jatuh dengan laju konstan sama dengan kecepatan bunyi v, maka jarak
sumur kedalaman sumur seharusnya Tv. Karena benda bergerak lebih pelan dari bunyi,
maka kedalaman sumur harus lebih besar dari Tv. Itu berarti suku
v
2
g
_
1
_
1 +
2gT
v
_
harus bernilai positif. Selanjutnya, karena
_
1 +
2gT
v
1, maka solusi yang benar secara
sis adalah
h = Tv +
v
2
g
_
_
1 +

1 +
2gT
v
_
_
.
3. Soal OSK tahun 2009: GLBB - gerak jatuh bebas
(12 poin) Sebuah keran yang bocor mempunyai air yang menetes turun secara teratur
(tetes air jatuh tiap suatu selang waktu yang sama, T) dalam sebuah medan gravitasi
konstan. Pada suatu saat, sebuah tetes air (namakan tetes 1) sudah berada pada jarak 16a
dari keran (dengan a sebuah konstanta). Di atasnya ada 3 tetes air (namakan tetes 2, tetes
3 dan tetes 4) yang jatuh terturut-turut setelah tetes 1 dan ada satu tetes (namakan tetes
5
5) yang baru persis akan terlepas dari keran. Tentukan posisi tetes air 2, 3, dan 4 saat itu
(dihitung relatif terhadap keran). Nyatakan jawaban anda hanya dalam konstanta a.
Penyelesaian
Karena tetes ke-5 tepat akan jatuh, berarti tetes ke-1 sudah jatuh selama t
1
= (5 1)T =
4T, sehinggapersamaan geraknya adalah
16a =
1
2
g(4T)
2
= 8gT
2
,
sehingga didapatkan
T
2
=
2a
g
.
Berikutnya dapat dihitung posisi dari tetes ke-2, 3, 4, dan 5, sebagai berikut
Tetes ke-2: y
2
=
1
2
g(3T)
2
=
9
2
gT
2
= 9a
Tetes ke-3: y
3
=
1
2
g(2T)
2
= 2gT
2
= 4a
Tetes ke-4: y
2
=
1
2
g(T)
2
=
1
2
gT
2
= a
Tetes ke-4: y
2
=
1
2
g(0.T)
2
= 0
4. Gerak parabola
Seorang pemanah melepaskan panah dengan kecepatan 45 m/s pada sudut 50
0
diatas ho-
rizontal. Temannya berdiri dengan jarak 150 m melempar apel ke atas dengan kecepatan
awal tertentu. Bila panah tersebut bisa mengenai apel pada saat apel berada di puncak,
tentukan.
a. kecepatan awal apel
b. waktu apel sampai terkena panah
Penyelesaian
Waktu yang dibutuhakan anak panah untuk mencapai apel adalah
t =
d
v
0
cos
=
150
45 cos 50
0
= 5, 19 s.
Pada selang tersebut, apel mencapai ketinggian
y = y
maks
= v
0
sin 50
0
5, 19
1
2
10 5, 19
2
s.
Untuk menempuh jarak tersebut, apel membutuhkan kecepatan awal
v
2
f
v
2
i
= 2gy
maks
,
6
di mana untuk v
f
= 0, diperoleh v
i
= 30, 3 m/s. Untuk menempuh jarak tersebut, apel
membutuhkan waktu
t =
v
i
g
= 3.03 s.
5. Soal OSK tahun 2006: Gerak parabola
Seorang pemain ski melompat dengan sudut 37
0
dan laju v
0
= 10 m/s, kemudian Ia
mendarat dan menempuh jarak sejauh l pada bidang miring (lihat gambar). Jika sudut
kemiringan bidang 45
0
; tentukan jarak l yang ditempuh. (asumsikan g = 10 m/s
2
dan
sin 37
0
= 0, 6)
Penyelesaian
Sudut elevasi adalah = 37
0
dengan kemiringan bidang = 45
0
. Kita pakai koordinat
baru, di mana sumbu-x adalah arah permukaan bidang l, sedang sumbu-y tegak lurus per-
mukaan bidang. Dalam koordinat tersebut, benda akan mengalami percepatan gravitasi
di kedua sumbu, sbb
g
x
= g sin (1)
g
y
= g cos . (2)
Dalam koordinat baru, sudut elevasi diukur terhadap bidang miring dan besarnya adalah
= + . (3)
Sekarang kita tinjau titik dengan ketinggian maksimum y
maks
, di mana
v
y
= v
0
sin g
y
t
maks
= 0,
yang memberikan kita
t
maks
=
v
0
sin
g
y
.
7
Untuk mencapai jarak horizontal maksimum l, diperlukan waktu tempuh 2t
maks
sehingga
l = v
0
cos
_
2
v
0
sin
g
y
_
+
1
2
g
x
_
2
v
0
sin
g
y
_
2
=
v
2
0
sin 2
g
y
+
2g
x
v
2
0
sin
2

g
2
y
= v
2
0
_
sin 2
g
y
+
2g
x
sin
2

g
2
y
_
Dengan memasukkan persamaan (1-3), diperoleh
l =
v
2
0
g
_
sin 2( + )
cos
+
2 sin
2
( + )
cos cot
_
.
Kita masukkan nilai numerik = 37
0
, = 45
0
, v
0
= 10 ms
1
, serta g = 10 ms
2
,
didapatkan l 31, 5845 m.
Catatan: Nilai sin
2
( + ) dan sin 2( + ) dapat dihitung sebagai berikut
sin( + ) = sin cos + sin cos
cos( + ) = cos cos sin sin
sin 2( + ) = 2 sin( + ) cos( + ).
0.4 Soal Latihan
1. Soal OSK tahun 2008: GLBB - elevator
Sebuah elevator naik ke atas dengan percepatan a. Saat ketinggian elevator terhadap tanah
adalah h dan kecepatannya adalah v (anggap t = 0), sebuah bola dilempar vertikal ke atas
dengan laju v
b
relatif terhadap elevator. Percepatan gravitasi adalah g.
(a) Hitung waktu yang diperlukan bola (t
1
) untuk mencapai ketinggian maksimum re-
latif terhadap bumi! (1 poin)
(b) Hitung ketinggian maksimum bola relatif terhadap tanah! (2 poin)
(c) Hitung percepatan bola relatif terhadap kerangka elevator! (1 poin)
(d) Hitung waktu yang diperlukan bola (t
2
) untuk mencapai ketinggian maksimum re-
latif terhadap elevator! (2 poin)
(e) Hitung ketinggian maksimum bola relatif terhadap elevator! (1 poin)
(f) Kapan bola kembali menyentuh elevator? (2 poin)
8
2. Soal OSP tahun 2004: GLBB
Accelerometer sederhana (alat untuk mengukur percepatan) dapat dibuat dengan cara
mengisi sebuah bejana bengkok dengan cairan (lihat gambar). Selama bergerak ke kiri
dengan percepatan tetap a, ketinggian permukaan cairan pada lengan kiri h
1
dan keting-
gian permukaan pada lengan kanan h
2
. Tentukan percepatan a pada kondisi seperti ini.
Asumsikan diameter bejana jauh lebih kecil dari h
1
maupun h
2
.
3. Gerak Parabola
Carilah sudut lemparan sedemikian sehingga ketinggian maksimum sebuah proyektil sa-
ma dengan jangkauan horizontalnya! (Jawab: = tan
1
4 = 76
0
)
4. Gerak Parabola
Seseorang menendang bola dari tepi atap rumah dengan arah sejajar horizontal. Bola
tersebut nyemplung ke kolam renang dan terdengar suara kecemplung setelah 3.0 s ke-
mudian. Bila ketinggian rumah 40 m, berapa kecepatan awal bola (Anggap kecepatan
suara adalah 343 m/s)
5. Gerak Parabola
Sebuah kaleng bekas dilemparkan keluar jendela gedung. Kaleng tersebut mempunyai
kecepatan awal 8.0 m/s dan membentuk sudut 200 di bawah horizontal. Kaleng tersebut
menyentuh tanah dalam waktu 3.0 s.
(a) Berapa jarak horizontal dari gedung sampai tempat dimana kaleng tersebut menyen-
tuh tanah?
(b) Berapa ketinggian awal bola ketika dilemparkan?
6. Paduan gerak
Suatu kelereng dijatuhkan bebas mulai dilepas di A dari tabung AB yang condong
0
terhadap mendatar. Supaya kelereng dapat jatuh keluar dari lubang bawah B dan tanpa
menyentuh pipa, carilah percepatan mendatar tabung yang harus diberikan! (Jawab: a =
g
tan
)
9
7. Paduan gerak
Dua titik zat A dan B masing-masing berjarak L m. Titik zat A bergerak menuju ke
B dengan kecepatan awal v m/s dan dipercepat a m/s
2
. Setelah 2 sekon kemudian, B
bergerak menuju A dengan kecepatan awal 3v m/s dan diperlambat beraturan a m/s
2
.
Kapan dan di mana mereka saling bertemu? (Jawab: Keduanya bertemu setelah titik
A bergerak sejauh s
A
=
6Lv
2
+16avL+24v
3
+76av
2
+32a
2
v+aL
2
+4a
2
L+4a
3
32v
2
+32av+8a
2
dengan waktu tempuh
t
A
=
L+6v+2a
4v+2a
)
8. Paduan gerak
Bola A dijatuhkan dari puncak sebuah bangunan. Pada saat yang sama bola B dilem-
parkan vertikal ke atas dari tanah. Ketika bola bertumbukan, keduanya sedang bergerak
dalam arah berlawanan, dengan laju bola A dua kali laju bola B. Pada berapa bagian dari
bangunan tumbukan itu terjadi? (Jawab: Keduanya bertemu pada saat bola B mencapai
2
3
tinggi gedung, atau h
B
=
2
3
h)
10
9. Paduan gerak
Ketika sebuah mobil bergerak dengan laju v
1
membelok dari sebuah pojok, pengemudi
melihat mobil lain pada jarak d di depan, yang bergerak pada arah yang sama dengan
laju lebih rendah v
2
. Jika percepatan maksimum yang dapat ditimbulkan rem pengemudi
adalah a, tunjukkan bahwa jarak d harus lebih besar dari
(v
1
v
2
)
2
2a
supaya tumbukan dapat
dihindari.
10. Paduan gerak
Mesin sebuah mobil disein sehingga bisa menghasilkan percepatan maksimum a, dan
perlambatan maksimum 2a. Mobil harus menempuh jarak yang pendek L, dengan sya-
rat mobil berawal dari keadaan diam di awal lintasan dan diam di akhir lintasan. Supaya
maktu tempuh yang dibutuhkan T bernilai minimum, maka mobil harus bergerak diperce-
pat di awal lintasan, dan dilanjutkan dengan perlambatan di akhir lintasan. Setelah berapa
bagian dari L, pengendara harus memindahkan kakinya dari pedal gas ke rem, dan berapa
bagian dari waktu untuk perjalanan itu telah berlalu di titik tersebut? (Jawab: mobil harus
diperlambat setelah menempuh 2/3 jarak total dengan waktu tempuh 2/3 waktu tempuh
total, atau S
1
=
2
3
L dan t
1
=
2
3
T)
11
11. Paduan gerak
Sebuah peluru A ditembakkan dengan sudut elevasi
1
. Setelah waktu T, peluru B di-
tembakkan dari tempat yang sama dengan sudut elevasi
2
. Jika kecepatan awal kedua
peluru sama yaitu v
o
, hitung waktu sela antara kedua tembakan T agar kedua peluru ber-
tumbukan di udara! (Jawab: T =
2v
o
(cos
1
cos
2
)
cos
1
+cos
2
)
12. Paduan gerak
Suatu mobil bergerak dari keadaan diam dan dipercepat dengan percepatan . Setelah
selang waktu tertentu, mobil kemudian diperlambat dengan perlambatan hingga ber-
henti. Jika waktu total adalah t, hitung kecepatan maksimum yang dapat dicapai oleh
mobil tersebut. Hitung juga jarak total yang ditempuh oleh mobil. (Jawab: v
maks
=
t
+
dan s =
t
2
2(+)
=
1
2
v
maks
t)
13. Soal OSN tahun 2000: Paduan gerak
Sebuah mobil bergerak dari keadaan diam dengan percepatan selama waktu t. Mobil
kemudian bergerak dengan kecepatan konstan. Setelah itu mobil diperlambat dengan
percepatan selama waktu
1
2
t. Jika kecepatan rata-rata mobil itu v, hitung berapa lama
mobil bergerak dengan kecepatan tetap? .
12
14. Soal OSN tahun 2000: Paduan gerak
Pada gerak peluru, berapa percepatan di titik tertinggi (abaikan gesekan udara dan angin)?
(a) Nol
(b) g
(c) tidak dapat ditentukan
15. Soal OSN tahun 2000: Paduan GLB + GMB
Seorang berada di ujung meja berputar. Kemudian ia menjatuhkan sebuah paku. Gam-
barkan lintasan paku dari saat mulai dijatuhkan hingga mengenai tanah.
16. Soal OSN tahun 2000: Paduangerak
Sebuah kotak dengan tutup terbuka bergerak dengan kecepatan konstan. Kemudian huj-
an turun vertikal sehingga kotak terisi air. Selama air mengisi kotak apa yang terjadi
(bertambah, berkurang atau tetap) dengan:
(a) laju kotak dan isinya
(b) momentum kotak dan isinya
(c) energi kinetik kotak dan isinya
17. Soal OSN tahun 2000: Paduan gerak
Pada soal di atas, setelah kotak terisi penuh air, hujan berhenti. Bagian bawah kotak
dilubangi sehingga air mengalir keluar kotak. Apa yang terjadi (bertambah, berkurang
atau tetap) dengan:
(a) laju kotak dan isinya
(b) momentum kotak dan isinya
(c) energi kinetik kotak dan isinya
18. Soal OSN tahun 2000: Paduan gerak
Sebuah tank bergerak horizontal dengan V
1
relatif terhadap pengamat yang diam, kemu-
dian tank tersebut menembakkan peluru dengan kecepatan V
2
relatif terhadap tank dengan
sudut terhadap V
1
(V
2
=

2V
1
). Pada saat tank menembakkan peluru, sebuah target
13
yang terletak pada jarak mendatar X di depannya jatuh bebas dari ketinggian H diukur
dari posisi mula-mula peluru jika peluru mengenai target. Hitung
H
X
(nyatakan dalam ).
14