Anda di halaman 1dari 21

GUGUS FUNGSIONAL

Pendahuluan Jenis-jenis gugus fungsional Sifat-sifat gugus fungsional Tatanama gugus fungsional

Gugus Fungsional
Gugus fungsional adalah struktur bangun dari atom karbon yang terikat pada heteroatom dan terikat ganda pada atom karbon lain dan merupakan tempat terjadinya sebagian besar reaksi kimia. Komponen-komponen dengan gugus fungsional yang sama cenderung mempunyai reaksi kimia yang sejenis.

Beberapa contoh gugus fungsional sederhana :


Gugus hidroksil Gugus alkil Gugus karbonil Gugus karboksil : OH :R :C=O : C =O O H

Klasifikasi senyawa karbon berdasarkan gugus Fungsional


HIDROKARBON : Alkana : R H : CnH2n+2 Alkena : C C : CnH2n Alkuna : C C : CnH2n-2 Sikloalkana : (CH2)n

Hidrokarbon
adalah senyawa yang terusun dari atom carbon dan hidrogen. Umumnya terbagi menjadi: 1. Hidrocarbon alifatik (HC rantai terbuka) 2. Hidrokarbon asiklik Terdiri atas atom karbon yang tersusun dalam satu lingkar atau lebih. 3. Hidrokarbon aromatik

Alkana : CnH2n+2
HC alifatik yang masing-masing atom karbonnya terikat pada empat atom lain. Tatanama : CH4 : Metana, C2H6 : Etana C3H8 : Propana, C4H10 : Butana, dst. Gugus CH3 yang terangkai pada rantai induk disebut metil, CH2CH3 disebut etil, dst.

Sifat-sifat alkana
Pada suhu kamar :C1 s/d C4 berbentuk gas, C5 sd C7 berbentuk cair, C18 ke atas berbtk padat. Pada ukuran molekul yang sama, titik didih alkana lebih rendah dari molekul organik lain Titik didih dan titik lebur alkana makin tinggi jika BM makin besar. Alkana tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non polar seperti CCl4. Berat jenis alkana llbh rendah daripada air.

Tempat terangkainya gugus rantai samping ditunjukkan dengan memberi nama rantai induknya dari ujung sehingga atom yang terhubungkan dengan substituen tersebut diberi angka terendah.
CH3 CH3 CHCH2CH2CH2CH3
1 2 3 4 5 6
1

CH3
2 3

CH3
4 5 6 7

CH3CHCH2CHCH2CH2CH3

2-metil heksana

2,4-dimetilheptana
(bukan 4,6 dimetilheptana)

Alkena
Alkena dan sikloalkena merupakan hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua karbon-karbon. Disebut senyawa tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah maksimum atom yang sebenarya dapat ditampung oleh setiap karbon. Alkena sering disebut juga olefin.

Sifat-sifat Alkena :
Titik didih dan kelarutan alkena hampir sama dengan alkana. Meskipun alkena juga mempunyai sifat non polar, alkena sedikit lebih larut dalam air dibandingkan alkana. Alkena mudah larut dalam lemak dan minyak.

Tatanama Alkena: Dasar nama bagi alkena adalah urutan atom bersinambungan terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
Kedudukan ikatan rangkap dua ditunjukkan dengan memberi nomor pada rantai induknya dimulai dari ujung yang akan memberikan rantai terpendek yang mungkin pada ikatan rangkap.

Alkuna
Hidrokarbon tak jenuh yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap 3 karbon-karbon. Tatanama : Rantai karbon bersinambung terpanjang yang mengandung ikatan rangkap 3 merupakan dasar bagi nama induk alkuna.

ALKOHOL dan turunannya: Alkohol : R OH : CnH2n+1OH


(Alkohol primer RCH2OH, sekunder RRCHOH, tersier RRR COH)

Alkil halida : R X

: CnH2n+1X

Eter : ROR : CnH2n+1OCnH2n+1 Amina


: R NH2 : CnH2n+1NH2

Alkohol
Bagian yang berperanan dalam alkohol adalah gugus hidroksil yang dirangkaikan pada gugus alkil. Alkohol dapat dianggap sebagai turunan air, yang satu atom H-nya diganti oleh atom karbon suatu molekul organik.

Sifat-sifat Alkohol
Pada umumnya mempunyai TD yang lbh tinggi dibandingkan dgn alkil halida maupun eter dgn BM yang sama. Polyhidroksi alkohol mempunyai TD yang lebih tinggi dibandingkan dengan monohidroksi alkohol. Alkohol dengan BM yang rendah (mis: metanol, etanol, propanol bersifat larut dalam air.

Tatanama : Alkohol ditunjukkan dengan akhiran ol. Nama dasar induknya ditunjukkan dengan dengan rantai bersinambung terpanjang yang terangkai gugus hidroksil di dalamnya. Penomoran dimulai pada satu ujung rantai induk karbonnya sedemikian sehingga gugus hidroksil diberi angka terendah mungkin. Senyawa yang mengandung 2, 3 atau lbh gugus hidroksil disebut poliol; -diol, -triol, dst

CH3OH
Metanol (Metil alkohol)

CH3CH2OH
Etanol (Etil alkohol)
OH CH3CHCH2CH2CH3

CH3CH2CH2CH2OH
1-Butanol

OH

2-Pentanol
OH CH3 C CH3

CH3CH2CH2OH
1-Propanol

CH3CHCH3

2-propanol (Isopropil alkohol)

CH3

2 metil 2 propanol

Alkil Halida (Organohalogen)


Senyawa yang mempunyai satu atau lebih atom halogen yang terikat pada karbon. Umumnya senyawa ini dibuat dalam industri kimia. Sebagian besar merupakan zat cair yang tidak larut dalam air. Titik didihnya kurang lebih sama dengan titik didih hidrokarbon dengan BM sebanding dengan senyawa organohalogen.

CH3Cl
Klorometana (Metil klorida)
Cl Cl

CH3CH2F
Fluoroetana

Br

Bromobenzena

CH3CHCH2CHCH(CH3)2

2,4 dikloro-5-metilheksena (bukan 3,5 dikloro-2-metilheksena) Br : 4-Bromo-2-pentena CHCH CH3CHCH 3

Eter
Eter merupakan senyawa dengan 2 atom karbon yang dirangkaikan dengan oksigen tunggal. Sebagian eter sederhana dinamai dialkil atau alkill alkil eter. CH3CH2OCH2CH3 Dietil eter CH3CH2OCH3 Etil metil eter

KOMPONEN KARBONIL: Aldehida : RCH = O : CnH2n+1CHO Keton : RR = O : CnH2n+1COCnH2n+1 O Metil ester :


RC OCH3

KOMPONEN HIBRID-KARBONIL: Asam Karboksilat : O


RC OH

Anda mungkin juga menyukai