Anda di halaman 1dari 3

---------- Forwarded message ----------

Date: Tue, 10 Apr 2001 13:25:13 +0700 (JAVT)


From: Diah Priharsari <m199042@students.if.itb.ac.id>
Subject: Siapa bilang perempuan itu lbh rendah dari laki2 !!

> Bidadari Itu Perempuan Saleh


>
> oleh : Jalaluddin Rakhmat
>
> "Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu
perempuan ?" tanya seorang murid kepada Imam Ja'far. Fakih besar abad kedua
hijrah itu tersenyum. "Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur'an -Sesungguhnya
Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya ; Kami jadikan mereka gadis-gadis
perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37) -. Ayat ini
berkenaandengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang
saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin." Secara
tidak langsung, Imam Ja'far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa
kebanyakan penghuni surga justru perempuan.
>
> Hadis yang 'mendiskreditkan' perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad
kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya.
Dari Imam Ja'far inilah berkembang mazhab Ja'fari, yang menetapkan bahwa
akikah harus sama baik buat laki-laki maupun perempuan. Pada mazhab-mazhab
yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak
perempuan seekor saja. Mengingat sejarahnya, mazhab Ja'fari lebih tua,
karena itu lebih dekat dengan masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi,
hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian : sebagai
produk budaya yang sangat maskulin ?
>
> Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para sahabat
memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah,
wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai
bebas berbicara dengan istri mereka (Bukhari). Umar, ayah Abdullah,
menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada
zaman Nabi. Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan
perkataan yang keras istrinya berkata : Kenapa kamu terkejut karena aku
membantahmu ? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian malah
membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu mengejutkan Umar
: Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah
seorang istri Nabi : Betulkah sebagian di antara kalian membuat Nabi marah
sampai malam hari ? Betul, jawab Hafsah (Bukhari).
>
> Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya
memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, mencuci,
mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. Anehnya,
sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika
umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka.
Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka para mubalig
juga mubalighat ) bercerita tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi
(atau menderita) untuk suaminya :
> Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan
istri untuk sujud kepada suaminya (hadis 1). Bila seorang perempuan
menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan
amalnya sampai dia membuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar
menanggung penderitaan karena perbuatan suaminya yang jelek, ia diberi
pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hadis 3).
>
> Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita
dramatis. Konon, Fathimah mendengar Rasul menyebut seorang perempuan yang
pertama kali masuk surga. Ia ingin tahu apa yang membuatnya semulia itu.
Ternyata, ia sangat menaati suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan
cambuk setiap kali ia berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk
dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik.
>
> Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi
hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Hadis 1
diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi
kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai berikut :
Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata:
"Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki
sandal, dan memerah susu." Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para
mubalig. Karena bertentangan dengan 'kepentingan laki-laki' ?
>
> Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan
laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,"Begitu pula laki-laki menanggung
dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada
istrinya." Dan sebelum hadis 3, Nabi berkat, "Barang siapa yang bersabar
(menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan
memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang
diberikan kepada Nabi Ayyub." Tetapi, begitulah, kelengkapan hadis ini
jarang keluar dari khotbah mubalig ( yang umumnya laki-laki ).
>
> Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki,
sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih yang
semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi kedua.
Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang
'memanjakan' laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih
yang mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme
Barat, budak kaum kuffar. Mereka dianggap merusak sunnah Nabi.
>
> Nabi saw berkata, "Samakanlah ketiak kamu memberi anak-anakmu. Bila ada
kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan." Ketika ada sahabat
yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, "Jika ada yang
mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan
sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi pengahalang baginya dari api
neraka (Muslim).
>
> Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan
laki-laki, teriak kita sekarang.
>
>
> Disalin tanpa ijin dari buku:
>
> Catatan Kang Jalal, Visi Meida, Politik Dan Pendidikan
> Editor : Miftah F. Rakhmat
> Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
> Cetakan Kedua April 1998
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri , keluarga , maupun masyarakat
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@egroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@egroups.com
> Milis Keluarga Islami mailto:keluarga-islami@egroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@egroups.com
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>

Milis Wanita Muslimah


Membangun citra wanita muslimah dalam diri , keluarga , maupun masyarakat
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@egroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@egroups.com
Milis Keluarga Islami mailto:keluarga-islami@egroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@egroups.com

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/