Anda di halaman 1dari 2

Rahasia Berbuka Dengan Kurma

Senin, 11 Oktober 04

Kurma adalah buah yang berkah, Rasulullah SAW mewasiatkan kepada kita untuk memakannya ketika mulai
berbuka dari puasa Ramadhan. Úä ÚÇãÑ ÑÖí Çááå ÊÚÇáì Úäå¡ Ãä ÑÓæá Çááå  ÞÇá: (( ÅÐÇ ÃÝØÑ
ÃÍÏßã ÝáíÝØÑ ÈÇáÊãÑ ÝÅäå ÈÑßÉ¡ ÝÅä áã íÌÏ ÊãÑÇ ÝÇáãÇÁ ÝÅäå ØåæÑ )) ÑæÇå ÃÈæ ÏÇæÏ æÇáÊÑãÐí
Dari Salman ibn 'Aamir, Sesungguhnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Jika salahs eorang diantara
kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan
air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi) Úä ÃäÓ ÑÖí Çááå Úäå (( Ãä ÇáäÈí  ßÇä
íÝØÑ ÞÈá Ãä íÕáí Úáì ÑØÈÇÊ¡ ÝÅä áã Êßä ÑØÈÇÊ ÝÊãíÑÇÊ¡ ÝÅä áã Êßä ÊãíÑÇÊ ÍÓÇ ÍÓæÇÊ ãä ÇáãÇÁ ))
ÑæÇå ÃÈæ ÏÇæÏ æÇáÊÑãÐí

Dari Anas, sesungguhnya Nabi  berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru
dipetik dari pohonnya-pent) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka denganbeberapa kurma matang, kalau
tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Tidak diragukan lagi bahwa dibalik sunnah nabi ini ada petunjuk medis dan manfaat yang banyak bagi kesehatan,
dan hukum yang bagus. Rasulullah  telah memilih makanan ini dan tidak memilih yang lainnya karena
adanya manfaat yang sangat besar, tidak hanya karena buah itu banyak dijumpai di lingkungannya semata. Maka,
ketika seorang yang berpuasa mulai berbuka maka organ-organ tubuhnya akan bersiap; dan organ pencernaan mulai
berakivitas kembali, khususnya lambung yang butuh untuk diberikan sesuatu yang lembut, dan memulai
mengakifkan kerjanya kembali dengan halus. Dan orang yang sedang berpuasa, pada keadaan ini, sangat butuh akan
makanan yang mengandung gula yang mudah dicerna, yang bisa menghilangkan rasa lapar, persis seperti ia butuh
akan air.

Dan nutrisi makanan yang tercepat bisa dicerna dan sampai ke darah adalah zat gula, khususnya makanan yang
mengandung satu atau dua zat gula (glukosa atau sukrosa). Sebab tubuh mampu menyerap dengan mudah dan cepat
zat gula itu hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika lambung dan perut sedang kosong, seperti orang yang
berpuasa ini.

Andai anda mencari makanan yang bisa menyamai dua kandungan yang dituju ini secara bersama (menghilangkan
lapar dan dahaga secara bersamaan dengan satu makanan), maka anda tidak akan pernah menemukan makanan itu
lebih baik daripada apa yang disuguhkan oleh sunnah nabawiyah, dimana sunnah memotivasi orang yang berpuasa
untuk membuka puasanya dengan zat gula manis sekaligus kaya akan air (ruthab) atau pun tamar (kurma matang).

Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma yang kita makan sama dengan 86 - 87 %
beratnya; mengandung 20 - 24 % air; 70 - 75 % gula; 2 - 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali kandungan
lemah jenuh (lecithine).

Berdasarkan penelitian tersebut, juga ditemukan bahwa ruthab (kurma mengkel) mengandung 65 - 70 % air
berdasarkan berat bersihnya; 24 - 58 % zat gula; 1,2 - 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit sekali mengandung
lemak jenuh (lecithine).

Berdasarkan penelitian kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad Abdul Ra'ouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad
Syahhat, diperoleh data sebagai berikut:
•Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon) atau tamar (kurma matang kering
seperti yang tersebar di Indonesia -pent) setiap kali mengawali buka akan menambah terhadap badan persentase
yang besar akan kandungan zat gula, maka dengan ini akan hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga
tubuh lebih menjadi bergairah;
•Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan menyerap makanan kecil yang
mengandung gula ini secara cepat dan maksimal;
•Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk kimia sederhana menjadikan proses
mencerna dan menyerap di lambung sangat mudah, sebab 2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan dalam
bentuk zat kimia sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat;
•Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang mengandung air tinggi (65 - 70 %) akan
menambahkan terhadap tubuh persentase yang tidak membahayakan, maka dengan itu seorang yang berpuasa
tidak harus meminum air dalam jumlah banyak ketika berbuka. (Abm)
Dr. Hissaan Syamsi Basya