Anda di halaman 1dari 16

Diagnosis

Pemeriksaan Fisik
Nodul diidentifikasi berdasarkan: konsistensinya keras atau lunak ukurannya terdapat tidaknya nyeri permukaan nodul rata atau berbenjol-benjol berjumlah tunggal atau ganda memiliki batas yang tegas atau tidak mobilitas nodul.

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang membedakan neoplasma jinak dan ganas tiroid belum ada yang khusus, kecuali karsinoma meduler, yaitu pemeriksaan kalsitonin (tumor marker) dalam serum. Pemeriksaan T3 dan T4 Pada karsinoma tiroid dapat terjadi tirotoksikosis walaupun jarang. HumanThyroglobulin (HTG) Tera Dapat dipergunakan sebagai tumor marker terutama pada karsinoma berdiferensiasi baik. Walaupun pemeriksaan ini tidak khas untuk karsinoma tiroid, namun peninggian HTG setelah tiroidektomi total merupakan indikator tumor residif.

Pemeriksaan Isotop scan dan Ultrasonographic


Metode Isotop scan (IS), ultrasonograhic (USG) dan sitologi saat ini digunakan untuk mengevaluasi nodulnodul pada tiroid.
IS memiliki spesifisitas tinggi dalam mendiagnosis neoplasma malignan apabila akumulasi ekstratiroid 99mTc pertechnetate atau I 3IJ pada nodul metastasis servikal atau demarcated nodul tiroid cold kabur dipertimbangkan positif. USG: Karsinoma tiroid terlihat sebagai nodul hipoechogenik.

Biopsi Aspirasi Jarum Halus


Biopsi aspirasi jarum halus: Mendeteksi neoplasma tiroid Membantu dalam penanganan reseksi pembedahan. Mengidentifikasi lesi-lesi non neoplastik yang dapat ditangani secara konservatif.

Klasifikasi Sitologi Biopsi Jarum Halus


Jinak Sel-sel epitel tersebar dan sebagian membentuk kelompokan atau mikrofolikular.

Inti sel bulat atau oval dengan kromatin yang padat dan homogen. Sitoplasma sedikit dan agak eosinofilik, tetapi terkadang ditemukan selsel onkositik. Sejumlah koloid dapat ditemukan.

Curiga Sel-sel epitel membentuk kelompokan atau susunan folikular. Inti sel membesar, bulat atau oval dengan kromatin yang bergranul dan anak inti yang menonjol. Sitoplasma eosinofilik, bergranul, dikarakteristikkan dengan perubahan sel-sel onkositik. Koloid sedikit atau tidak dijumpai.

Ganas Bentuk papiler : sel-sel epitel tersusun dalam gambaran papiler. Inti bulat atau oval dengan adanya pseudoinklusi nuklear, nuclear grooves dan/atau bentuk palisading. Bentuk meduler : sel-sel yang hiperselular. Bentuk bervariasi dengan inti bentuk bulat, oval atau lonjong. Inti terletak eksentrik dengan gambaran plasmasitoid. Struktur amiloid jarang terlihat. Bentuk anaplastik : terdiri dari sel-sel yang kecil, adanya multinucleated giant cell dan sel-sel bentuk lonjong. Inti besar, bizarre, satu atau banyak, dan kromatin kasar dan anak inti yang menonjol. Kadang dijumpai mitosis atipik.

Penatalaksanaan
PAPPILARY TYROID CANCER (PTC) Surgical Tirodectomy total/ Near total Tyroid lobectomy: untuk PTC yang kecil,solitary dan dengan factor resiko rendah tanpa invasi local,metastase kelenjar getah bening servikal dan metastase jauh. ipsilateral central neck dissection(level VI) dan kadangkadang posterior triangle (V) dissection. Ablasi radioiodine TSH Supressive therapy Terapi lain seperti external radiation dan kemoterapi.

FOLLICULAR THYROID CANCER (FTC) Total tiriodektomid diikuti dengan ablasi radioiodine disarankan kepada semua pasien FTC. Beberapa variabel termasuk umur, presentasi metasatse jauh, invasi extra tiroidal, matastase nodal, size tumor yang besar dan penyalit post operatif loco-regional telah diidentifikasikan sebagai faktor prognostik yang independen. Untuk pasien dengan FTC yand memerlukan total tiroidektomi tetapi telah melalui lobektomi inisial, penyelesaian total tiroidektomi dengan penyingkiran lobus kontralateral harus dilakukan 1 minggu setelah operasi yang inisial untuk membantu operasi dan membenarkan terapi radioiodine, deteksi metastase jauh, dan pengawasan tiroglobulin post operatif.

ANAPLASTIC THYROID CANCER (ATC) Pendekatan operatif yang terbaru didapatkan telah berkembang dari trakeostomi paliatif ke reseksi total untuk penyembuhan. Ablasi reseksional sering dilakukan pada beberapa pasien sebagai pengobatan dini untuk mengeluarkan untuk mengeluarkan kanker yang bersifat invasif dan obstruktif. Radical en-block resection adalah satu pendekatan paliatif untuk mengelakkan obstruksi jalan napas atas. Trakeostomi paliatif diindikasikan sepanjang penjalanan penyakit untuk mengelakkan terjadinya obstruki jalan napas. Kombinasi Radioterapi, tiroidektomi, dan kemoterapi memberi kontrol yang paling baik.

MEDULLARY THYROID CANCER (MTC) Pengangkatan seluruh kelenjar tiroid dianggap paling berhasil. Walaupun diseksi kelenjar limfe yang berorientasikan kompartemen dikatakan lebih efektif dari diseksi kelenjar limfe selektif (berry picking), pendekatan ini tidak pernah diverifikasi sebagai lebih superior. Transsternal mediastinal lymph node dissection mungkin deperlukan untuk meninggikan symptom yang timbul dari kompresi local atau untuk mengelakkan invasi dari sturtuk vital disekitarnya.

Komplikasi
Perdarahan Masalah terbukanya vena besar (vena tiroidea superior) dan menyebabkan embolisme udara. Trauma pada nervus laringeus rekurens. Ia menimbulkan paralisis sebagian atau total (jika bilateral) laring. Sepsis yang meluas ke mediastinum. Hipotiroidisme pasca bedah. Hipokalsemi. Metastasis kanker yang sudah mencapai organ-organ lain.

Komplikasi
Prognosis karsinoma papiler baik, 10-year survival lebih dari 90% dan untuk pasien muda lebih dari 98%. Pada tall-cell variant dan columnar cell variant prognostiknya sangat jelek oleh karena memiliki behavior yang sangat agresif. Karsinoma folikular lebih agresif daripada karsinoma papiler. Prognosis bergantung pada invasi jauh dan staging. Secara langsung berhubungan dengan ukuran tumor (<1,0cm mempunyai prognosis yang baik). Gambaran klinis umum berhubungan dengan prognosis bergantung pada usia, ukuran tumor, perluasan keluar dari tiroid, pembedahan yang komplet dan metastasis jauh.