Anda di halaman 1dari 6

PRE PLANING PENYAJIAN HASIL PENGKAJIAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RINDU A1 RSUP H ADAM MALIK MEDAN I.

Latar belakang RSUP H. Adam Malik Medan memiliki sistem manajemen keperawatan. Sistem manajemen memiliki beberapa elemen penting yaitu Man, Methode, Material, Money, Machine. Berdasarkan pengkajian sistem manajemen di Ruangan RA1 dilakukan dengan analisa situasi ruangan pada tanggal 30 Mei-3 Juni 2011 melalui metode awancara yang dilakukan dengan kepala ruangan, CI, dan beberapa perawat pelaksana observasi yang dilakukan pada shift pagi, mellaui observasi situasi dan kondisi ruangan, pelayanan asuhan keperawtan, penyediaan sarana dan prasarana, sistem kerja, dan komunikasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan,da penyebaran kuesioner dilakukan pada tanggal 1 Februari 2011 (Kelompok Manajemen USU 2011) kepada perawat Kuesioner yang dibagi yaitu kepuasan kerja perawat. Selain kuesioner untuk perawat, pasien juga diberi kuesioner yaitu tentang tingkat kepuasan pasien yang dibagkani kepada 26 orang responden, maka ditemukan beberapa masalah dalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1. II. Satuan Acara Penyuluhan ( SAP ) A. Tujuan Instruksional 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti sosialisasi hansil pengkajian pelayanan keperawatan di Ruang Rindu A1 RSUP H Adam Malik diharapkan praktikan dan perawat ruangan dapat bekerjasama dalam menyelesaikan masalah pelayanan keperawatan di Ruang Rindu A1 RSUP H Adam Malik Medan.

2.

Tujuan Khusus Setelah mengikuti sosialisai selama 20 menit, diharapkan peserta sosialisai

akan mampu : a. Mengetahui masalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1. b. Memberikan saran dalam membuat perencanaan penyelesaian masalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1. c. Bekerjasama dengan praktikan untuk menyelesaikan masalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1. B. Pokok Bahasan : 1. Hasil Pengkajian manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1 2. Perumusan masalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1 3. Rencana penyelesaian masalah manjemen pelayanan di Ruang Rindu A1 C. Sasaran Sasaran sosialisasi ini adalah kepala ruangan RA1, CI, dan perawat pelaksana di Ruang Rindu A1. D. Waktu dan tempat sosialisasi Hari / Tanggal Waktu Sosialisai Tempat Sosialisasi E. Metode Diskusi ( Tanya jawab ) F. Media Print out G. Pengorganisasian Kegiatan Anna Ria Silaban Agnes E T Malau : Sabtu / 11 Juni 2011 : 20 menit : Ruang Kepala Ruangan Rindu A1

H. Kegiatan Sosialisasi Tahap kegiatan Kegiatan Sisialisasi Pendahuluan Mengucapakan salam Menjelaskan sosialisasi Pelaksanaan Menjelaskan pengkajian pelayanan Rindu A1 Menjelaskan perumusan Diskusi masalah pelayanan Rindu A1 Menjelaskan penyelesaian rencana Diskusi masalah jawab dan tanya manajemen di Ruang jawab dan tanya Di tujuan Mendengarkan memperhatikan hasil Diskusi dan manajemen Ruang jawab dan tanya Print out 10 menit Kegiatan Peserta Menjawab salam Media Waktu 5 menit

manajemen pelayanan di Penutup Ruang Rindu A1 Membuat kesimpulan Memberi salam, menutup pertemuan. Mendengarkan memperhatikan dan 5 menit

I.

Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi Struktur Kesiapan peserta mengikuti sosialisai Media dan alat memadai Tempat sesuai dengan kegiatan

2. Evaluasi Proses Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan waktu yang

direncanakan Peserta sosialisasi mengikuti kegiatan dengan efektif dan kooperatif Peserta sosialisasi menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti 3. Evaluasi hasil Setelah mengikuti sosialisasi selama 20 menit diharapkan peserta sosialisasi dapat membuat perencanaan penyelesaian masalah manajemen pelayanan di Ruang Rindu A1. J. Materi Sosialisasi 1. Perumusan Masalah Hasil Pengkajian a. Man 1. Keterbatasan tenaga perawat di ruangan RA1, dimana jumlah tenaga perawat termasuk kepala ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana yang tersedia ada sebanyak 28 orang. Sedangkan dari hasil perhitungan jumlah tenaga perawat menurut Douglas adalah 39 orang dan menurut Gillis dan Depkes sebanyak 50 orang. Sehingga RA1 kekurangan 11-22 orang perawat. Sehingga penyusunan jadwal dinas pegawai tidak berdasarkan kriteria tertentu & tidak berdasarkan kepada tingkat ketergantungan pasien serta penempatan perawat di ruangan RA1 pun kriteria tertentu tetapi sesuai kebutuhan tenaga perawat di ruangan dan permintaan ruangan. Dan hal ini menyebabkan beban kerja di ruangan RA1 cukup tinggi. 2. Untuk penempatan pegawai baru di RA1 tidak melalui proses seleksi khusus melainkan hanya ujian penerimaaan pegawai dari Depkes pusat secara, sedangkan untuk pegawai honorer perekrutan dilakukan melalui ujian lansung dari RSUP Haji Adam Malik Medan. 3. Pasien yang dirawat di RA1 khususnya penyakit dalam tidak di tempatkan berdasarkan divisi penyakit yang diderita karena

keterbatasan ruangan dan jumlah penyakit tertentu melebihi kapasitas ruangan yang tersedia. 4. Berdasarkan hasil angket yang telah dibagikan kepada 26 pasien yang dirawat di ruangan RA1 mengenai tingkat kepuasan pasien yang menunjukkan kebanyakan kinerja perawat cukup optimal yaitu sebanyak 76,9 % merasa cukup puas atas pelayanan perawat, kurang puas 19,2 %, puas 3,9 % b. Material 1. Papan identitas pasien diruangan RA1 belum terdapat pada semua bed pasien dan papan identitas yang tersedia terbuat dari kertas sehingga mudah rusak. 2. Semua papan nama pintu ruangan RA1 belum ada. c. Metode 1. Pendidikan kesehatan belum terlaksana oleh perawat ruangan karena beban kerja yang cukup tinggi.

2. Rencana Penyelesaian Masalah RUMUSAN RENCANA TARGET INDIKATOR PENANGGUNG MASALAH PENYELESAIAN WAKTU KEBERHASILAN JAWAB Pendidikan kesehatan - Membuat leaflet mengenai Rabu, 15 Juni 2011 - Adanya leaflet yang - Agnes E T Malau, S.Kep belum terlaksana oleh Gagal Ginjal Kronik disediakan oleh - Anna Ria Silaban, S.Kep perawat ruangan karena mahasiswa PBLK beban kerja yang cukup sebanyak 50 lembar tinggi - Mengusulkan kepada KaRu Jumat, 17 Juni - Adanya kebijakan yang dan CI untuk membuat 2011 dibuat KaRu dalam kebijakan kepada bentuk tertulis mengenai: mahasiswa-mahasiswa yang pelaksanaan pendidikan dinas di ruangan RA1untuk kesehatan oleh melakukan pendidikan mahasiswa-mahasiswa kesehatan kepada pasien yang dinas di ruangan yang dirawat diruangan. RA1 Penempatan pasien belum sesuai dengan divisi penyakitnya karena keterbatasan ruangan Mengusulkan kepada KaRu Kamis, dan CI untuk 2011 mempertimbangkan penempatan pasien sesuai divisi penyakitnya untuk mengurangi penularan penyakit dari pasien satu dengan pasien yang lain. 16 Juni Penempatan pasien baru - Agnes E T Malau, S.Kep disesuaikan dengan divisi - Anna Ria Silaban, S.Kep penyakitnya. Jika tidak bisa semuanya sesuai divisi, minimal divisi penyakit sistem pernafasan tersendiri.