Anda di halaman 1dari 31

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

BAB I Pendahuluan 1. 1 Latar Belakang Keluarga sakinah adalah keluarga yang mempunyai komponen yang lengkap dan saling mendukung fungsi masing-masing, Komponen tersebut merupakan Ayah, Ibu dan Anak (Azhari,2007). Dari tahun ketahun pernikahan mengalami pergeseran makna, hanya menginginkan yang terbaik dalam hidupnya para pasangan tidak memikirkan kesakralan dari pernikahan tersebut dan mencari pasangan yang dianggapnya bisa menjadikan hidupnya menjadi lebih baik. Mereka mengambil keputusan bercerai tanpa membanyangkan semua efek yang akan terjadi. Kurangnya komunikasi antara pasangan, ketidak setiaan dan tidak puas dengan pasangan merupakan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya perceraian. Komunikasi yang kurang bisa mengakibatkan suatu hubungan suami istri yang menjadi renggang dan bisa menimbulkan perceraian. Untuk meningkatkan pertalian kasih sayang antara pasangan diperlukan waktu untuk berkomunikasi untuk saling berbagi, sehingga pasangan kita bisa mengetahui problem yang dialami pasangan. 800 kasus perceraian terjadi pada tahun 2008 karena tidak ada komunikasi yang baik dengan pasangan. Oleh karena itu komunikasi antara pasangan itu sangata penting. Pernikahan yang tidak dianugrahi dengan seorang anak juga bisa menyebabkan perceraian, hanya dengan alasan pribadi yang menginginkan untuk

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

mendapatkan

keturunan diri sendiri atau darah dagingnya. Keputusan sepihak

yang tidak memikirkan dampaknya. Banyak cara lain yang bisa dicapai dengan teknologi yang ada zaman sekarang. Jadi bersabarlah dan ambillah keputusan dengan menimbang dari kedua belah pihak. Hubungan yang awalnya yakin dianggap bisa langgeng ternyata bisa terjadi perceraian, ketika kesetiaan sedang diuji 99% para pasangan terpuruk dalam masalah ketertarikan dengan lawan jenis. Pasangan ini hanya memandang dari luar, Kebahagiaan dengan pasangan kedua belum tentu... karena tidak ada jaminan untuk itu. Apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu. Hubungan sebelum pernikahan yang sepertinya indah, belum tentu akan terealisasi. Dan sudah banyak kejadian seperti itu. Sementara luka hati istri pertama sudah pasti dan itu akan abadi (Nadia, 2007). Sebelum anda mengambil keputusan anda harus realistis dan mensyukuri apa yang telah ada.

1. 2

Perumusan Masalah Masalah yang dirumuskan dalam makalah ini adalah apakah faktor

penyebab terjadinya perceraian dalam keluarga?

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

1.3

Tujuan Tujuan yang akan dicapai oleh penulis adalah untuk menginformasikan

kepada pembaca mengenai faktor penyebab terjadinya perceraian dalam keluarga.

1.4

Manfaat Makalah ini ditulis agar bermanfaat bagi penulis, pembaca dan

masyarakat. Bagi penulis dapat menerapkan ilmu pengetahuan tentang penulisan makalah ketika belajar di politeknik negeri sriwijaya. Bagi pembaca dan masyarakat menambahkan informasi mengenai faktor penyebab terjadinya perceraian dan informasi mengenai keluarga sakinah.

1.5

Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode studi

pustaka. Metode studi pustaka digunakan penulis untuk menambah informasi menenai perceraian dengan cara merefrensi dari media cetak dan media elektronik. Dan semua hal yang mendukung terbenntuknya makalah ini.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

BAB II Landasan Teori 2.1 Perceraian

2.1.1 Definisi Perceraian perceraian ialah keadaan dimana putusnya hubungan suami isteri dan keadaan dimana berlaku kecederaan dari segi keselamatan dan perlindungan dalam sesebuah unit keluarga. Dalam hadis Nabi saw dinyatakan bahwa perceraian itu adalah suatu hal yang halal tetapi sangat dibenci oleh Allah. Nabi saw bersabda,

] .
Artinya: Suatu yang halal yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah talak [HR. Abu Dawud dan al-Baihaqi]. Perceraian dibagi dua yaitu, cerai gugat dan cerai talak. Cerai gugat adalah perceraian yang diajukan oleh pihak perempuan ke pengadilan, sedangkan cerai talak perceraian yang diajukan oleh pihak lakilaki dan mengucapkan talak di depan pengadilan agama. 2.1.2 Tahap-Tahap Perceraian

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Menurut H.Norman Wright dalam "Konseling Krisis" membagi perceraian kedalam 6 tahap yang saling tumpang tindih bahkan tidak berurutan dan dengan tingkat intensitas yang tidak sama. 1. Perceraian Emosional. Perceraian ini mulai terjadi saat salah satu atau kedua pihak pasangan menyembunyikan emosi dalam hubungan mereka. Daya tarik dan rasa percaya terhadap pasangan menjadi luntur. 2. Perceraian Secara Hukum. Perceraian ini terjadi ketika salah satu atau keduanya mengajukan gugatan perceraian sesuai undang-undang yang berlaku. 3. Perceraian Ekonomi. Perceraian ini terjadi dimana kedua pihak mulai melakukan pambagian hak dan mungkin sang istri yang tadinya tidak bekerja, sekarang harus bekerja demi kebutuhan. 4. Perceraian Koparental (pasangan yang sudah resmi bercerai, tetapi tetap menjadi orang tua bersama). 5. Perceraian masyarakat. Perceraian ini terjadi ketika orang yang bercerai tersebut berada dalam suatu komunitas tertentu: klub sosial, pelayanan gerejani, dsb. Perceraian psikis. Pada tahap ini orang yang telah bercerai menjadi otonom ia mempunyai kekuasaan untuk menentukan arah dan tindakannya. Berdasarkan peraturan peradilan agama tahap-tahap perceraian adalah : 1. Prosedur Cerai Gugat

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Persyaratan Umum : Membayar panjar biaya perkara yang telah ditetapkan (sesuai dengan radius yang ada, yang dibayarkan oleh pihak ke Bank .. dengan membawa SKUM dari Petugas Meja I. Persyaratan khusus: 1). Surat gugatan cerai, dibuat rangkap 6. 2). Asli Akta Nikah/Duplikat Kutipan Akta Nikah. 3). Satu lembar foto copy Akta Nikah/Duplikat Kutipan Akta Nikah yang xxxdimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos. 4). Foto copy KTP 1 lembar folio 1 muka (tidak boleh dipotong) yang xxxdimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos. 5). Surat Keterangan Lurah/Desa. 6). Surat Ijin Atasan (bagi PNS/TNI/POLRI).

Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat (Isteri) atau Kuasanya: 1. a. Mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan kepada xxxxpengadilan agama/mahkamah syariah (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg xxxxjo Pasal 73 UU No. 7 Tahun 1989); xxb. Penggugat dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada xxxxpengadilan agama/mahkamah syariah tentang tata cara xxxxmembuat surat gugatan (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg xxxxjo.Pasal 58 UU No. 7 Tahun 1989); xxc. Surat gugatan dapat dirubah sepanjang tidak merubah

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

xxxxposita dan petitum. Jika Tergugat telah menjawab surat gugatan xxxxternyata ada perubahan, maka perubahan tersebut harus xxxxatas persetujuan Tergugat.

2. Gugatan tersebut diajukan kepada pengadilan xxagama/mahkamah syariah: xxa. Bila Penggugat meningggalkan tempat kediaman yang telah xxxxdisepakati bersama tanpa ijin Tergugat, maka gugatan diajukan xxxxkepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah yang daerah xxxxhukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat. xxxx(Ps. 73 (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 jo. Ps 32 (2) UU No.1 Tahun 1974) xxb. Bila Penggugat bertempat kediaman di luar negeri, maka gugatan xxxxdiajukan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah yang daerah xxxxhukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat. xxxx(Ps. 73 (2) UU No.7 Tahun 1989); xxd. Bila Penggugat dan Tergugat bertempat kediaman di luar negeri, xxxxmaka gugatan diajukan kepada pengadilan agama xxxx/mahkamah syariah yang daerah hukumnya meliputi xxxxtempat dilangsungkannya perkawinan atau kepada xxxxPengadilan Agama Jakarta Pusat (Pasal 73 ayat (3) xxxxUU No. 7 Tahun 1989).

3. Gugatan tersebut memuat :

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

a. Nama, umur, pekerjaan, agama dan tempat kediaman Penggugat dan Tergugat; b. Posita (fakta kejadian dan fakta hukum); c. Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita). 4. Gugatan soal penguasan anak, nafkah anak, nafkah istri dan harta bersama dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan cerai gugat atau sesudah putusan perceraian xxmemperoleh kekuatan hukum tetap. (Pasal 86 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1989).

5. Membayar biaya perkara (Pasal 121 ayat (4) HIR, 145 ayat (4) R.Bg. Jo Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989), bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara cuma-cuma (prodeo) (Pasal 237 HIR, 273 R.Bg).

6. Penggugat dan Tergugat atau kuasanya menghadiri persidangan xxberdasarkan panggilan pengadilan agama/mahkamah syariah. xx(Ps. 121, 124, dan 125 HIR, 145 R.Bg.). Proses Penyelesaian Perkara : 1. Penggugat mendaftarkan gugatan cerai gugat ke pengadilan agama/mahkamah syariyah. 2. Penggugat dan Tergugat dipanggil oleh pengadilan agama/mahkamah syariah untuk menghadiri persidangan. 3. Tahapan persidangan :

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

a. Pada pemeriksaan sidang pertama, hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak, dan suami istri harus datang secara pribadi (Pasal 82 UU No. 7 Tahun 1989); b. Apabila tidak berhasil, maka hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh mediasi (Pasal 3 ayat (1) PERMA No. 2 Tahun 2003); c. Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan. Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Tergugat dapat mengajukan gugatan rekonvensi (gugat balik) (Pasal 132 a HIR, 158 R.Bg); Putusan pengadilan agama/mahkamah syariah atas permohonan cerai gugat sebagai berikut : a. Gugatan dikabulkan. Apabila Tergugat tidak puas dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama /mahkamah syariah tersebut; b. Gugatan ditolak. Penggugat dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama/mahkamah syariah tersebut; c. Gugatan tidak diterima. Penggugat dapat mengajukan permohonan baru.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

- Setelah putusan menperoleh kekuatan hukum tetap, maka Panitera pengadilan agama/mahkamah syariah memberikan Akta Cerai sebagai bukti cerai kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap.

2. Prosedur Cerai Talak Persyaratan Umum : Membayar panjar biaya perkara yang telah ditetapkan (sesuai dengan radius yang ada, yang dibayarkan oleh pihak ke Bank .. dengan membawa SKUM dari petugas Meja I.

Persyaratan khusus: 1). Surat permohonan cerai, dibuat rangkap 6. 2). Asli Akta Nikah/Duplikat Kutipan Akta Nikah. 3). Satu lembar foto copy Akta Nikah/Duplikat Kutipan Akta Nikah yang xxxdimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos. 4). Foto copy KTP 1 lembar folio 1 muka (tidak boleh dipotong) yang xxxdimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos. 5). Surat Keterangan Lurah/Desa. 6). Surat Ijin Atasan (bagi PNS/TNI/POLRI).

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (Suami) atau Kuasanya:

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

10

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

1. a. Mengajukan permohonan secara tertulis atau lisan kepada xxxxpengadilan agama/mahkamah syariyah (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg xxxxjo Pasal 66 UU No. 7 Tahun 1989); xxb. Pemohon dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada xxxxpengadilan agama/mahkamah syariah tentang tata cara xxxxmembuat surat permohonan (Pasal 119 HIR, 143 R.Bg xxxxjo.Pasal 58 UU No. 7 Tahun 1989); xxc. Surat permohonan dapat dirubah sepanjang tidak merubah xxxxposita dan petitum. Jika Termohon telah menjawab surat permohonan xxxxternyata ada perubahan, maka perubahan tersebut harus xxxxatas persetujuan Termohon. 2. Permohonan tersebut diajukan kepada pengadilan xxagama/mahkamah syariah: xxa. Yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Termohon xxxx(Pasal 66 ayat (2) UU No. 7 Tahun 1989); xxb. Bila Termohon meninggalkan tempat kediaman yang telah xxxxdisepakati bersama tanpa izin Pemohon, maka permohonan xxxxharus diajukan kepada pengadilan agama/mahkamah syariyah xxxxyang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Pemohon xxxx(Pasal 66 ayat (2) UU No. 7 Tahun 1989); xxc. Bila Termohon berkediaman di luar negeri, xxxxmaka permohonan diajukan kepada pengadilan agama/ xxxxmahkamah syariyah yang daerah hukumnya meliputi

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

11

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

xxxxtempat kediaman Pemohon (Pasal 66 ayat (3) UU No. 7 Tahun 1989); xxd. Bila Pemohon dan Termohon bertempat kediaman di luar negeri, xxxxmaka permohonan diajukan kepada pengadilan agama xxxx/mahkamah syariyah yang daerah hukumnya meliputi xxxxtempat dilangsungkannya perkawinan atau kepada xxxxPengadilan Agama Jakarta Pusat (Pasal 66 ayat (4) xxxxUU No. 7 Tahun 1989). 3. Permohonan tersebut memuat : a. Nama, umur, pekerjaan, agama dan tempat kediaman Pemohon dan Termohon; b. Posita (fakta kejadian dan fakta hukum); c. Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita). 4. Permohonan soal penguasan anak, nafkah anak, nafkah istri dan harta bersama dapat diajukan bersama-sama dengan permohonan cerai talak atau sesudah ikrar talak diucapkan (Pasal 66 ayat (5) UU No. 7 Tahun 1989). 5. Membayar biaya perkara (Pasal 121 ayat (4) HIR, 145 ayat (4) R.Bg. Jo Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989), bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara cuma-cuma (prodeo) (Pasal 237 HIR, 273 R.Bg).

Proses Penyelesaian Perkara : 1. Pemohon mendaftarkan permohonan cerai talak ke pengadilan agama/mahkamah syariyah.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

12

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

2. Pemohon dan Termohon dipanggil oleh pengadilan agama/mahkamah syariah untuk menghadiri persidangan. 3. Tahapan persidangan : a. Pada pemeriksaan sidang pertama, hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak, dan suami istri harus datang secara pribadi (Pasal 82 UU No. 7 Tahun 1989). b. Apabila tidak berhasil, maka hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh mediasi (Pasal 3 ayat (1) PERMA No. 2 Tahun 2003); c. Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat permohonan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan. Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Termohon dapat mengajukan gugatan rekonvensi (gugat balik) (Pasal 132 a HIR, 158 R.Bg);

Putusan pengadilan agama/mahkamah syariyah atas permohonan cerai talak sebagai berikut : a. Permohonan dikabulkan. Apabila Termohon tidak puas dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama /mahkamah syariyah tersebut; b. Permohonan ditolak. Pemohon dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama/mahkamah syariyah tersebut;

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

13

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

c. Permohonan tidak diterima. Pemohon dapat mengajukan permohonan baru.

Apabila permohonan dikabulkan dan putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka : a. Pengadilan agama/mahkamah syariah menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak; b. Pengadilan agama/mahkamah syariah memanggil Pemohon dan Termohon untuk melaksanakan ikrar talak; c. Jika dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkan sidang penyaksian ikrar talak, suami atau kuasanya tidak melaksanakan ikrar talak didepan sidang, maka gugurlah kekuatan hukum penetapan tersebut dan perceraian tidak dapat diajukan lagi berdasarkan alasan hukum yang sama (Pasal 70 ayat (6) UU No. 7 Tahun 1989).

Setelah ikrar talak diucapkan panitera berkewajiban memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah penetapan ikrar talak (Pasal 84 ayat (4) UU No. 7 Tahun 1989); 2.1.3 Undang-Undang Tentang Perceraian 1. UU No. 1 Tahun 1974, Undang-undang Perkawinan

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

14

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Mengatur tentang perceraian secara garis besar (kurang detail krn tidak membedakan cara perceraian agama Islam dan yg non-Islam)

Bagi yg non-Islam maka peraturan tata cerai-nya berpedoman pada UU No.1 Th 74 ini

2. Kompilasi Hukum Islam


o

Bagi pasangan nikah yg beragama Islam, maka dlm proses cerai peraturan yg digunakan adalah Kompilasi Hukum Islam)

3. PP No. 9 Tahun 1975, Tentang Pelaksanaan UU No. 1 Th. 74


o

Mengatur

detail

tentang

pengadilan

mana

yg

berwenang

memproses perkara cerai


o

Mengatur detail tentang tatacara perceraian secara praktik

4. UU No. 23 Tahun 1974, Penghapusan Kekerasan Dalam RumahTangga (KDRT)


o

Bagi seseorang yg mengalami kekerasan/penganiyaan dalam rumah tangganya maka kuasailah UU ini

Pasal- Pasal : Pasal 831. Seorang suami atau isteri yang ingin mengajukan tuntutan perceraian, memuat kejadian-kejadian dan kesimpulan-kesimpulannya dengan disertai surat

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

15

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

berkewajiban untuk mengajukan surat permohonan kepada raad van justitie yang surat bukti. Pasal 832. Bila penggugat tetap pada gugatannya, ketua raad van justitie memerintahkan pada bagian bawah atau pinggir surat permohonan, agar suami dan isteri menghadap kepadanya pada hari dan jam yang ditentukan. (Rv. 831.) Pasal 833. Suami dan isteri diharuskan menghadap secara pribadi tanpa didampingi oleh keluarga terdekat atau penasihat. (Rv. 234.) Pasal 834. Pada hari yang ditentukan ketua raad van justitie memberikan nasihat-nasihat yang ia pandang perlu kepada suami dan isteri atau kepada penggugat, jika hanya dia yang datang menghadap, agar tercapai suatu perdamaian. Jika penggugat tidak datang menghadap tanpa alasan yang sah, permohonan untuk perceraian menjadi gugur. Pasal 835. (s.d.u. dg. S. 1927-31jis. 390, 421.) Ketua raad vanjustitie (R.v.J,) dapat memberikan kuasa kepada isteri yang bersangkutan dalam berita acara yang sama itu juga, dalam hal tidak tercapainya kesatuan pendapat untuk perdamaian, untuk

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

16

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

memasuki rumah yang telah disetujui oleh kedua belah pihak atau ketua itu dalam hal ini karena jabatannya menunjuk rumah tersebut untuk dimasuki dan sekaligus memberikan perintah agar barang-barang guna kepentingan kehidupan seharihaanya menjadi haknya untuk dipakai. Oleh ketua itu sekaligus dapat diberikan ketetapan yang dapat dijalankan terlebih dahulu untuk menyertakan anak-anaknya bertempat tinggal di rumah tersebut; bila dalam hal ini belum ada ketentuan di bawah penguasaan siapa di antara suami isteri anak-anak itu berada, maka ketua dalam ketetapannya memerintahkan kepada siapa (suami atau isteri)

diikutsertakan untuk diurus. Untuk kepentingan ini berlaku ketentuan dalam alinea kedua, ketiga, keempat, dan kelima, dari pasal 319h KUHPerd. Ketua raad van justitie juga harus mendapatkan dasar/alasan yang kuat untuk menentukan sejumlah uang yang sesuai dengan martabat dan kekayaan si suami, yang akan diberikan kepada si isteri untuk menghidupi dan mengurusi anakanaknya bila diikutsertakan kepada si istri. (KUHPerd. 21, 106, 212 dst., 226; Rv. 836.) (s.d.t. dg. S. 1908-522, S. 1927-31, 390,421.) Ketetapan-ketetapan ini tetap berlaku selama proses perkara berjalan sampai hakim mengadakan putusan yang lain mengenai hal itu. Bila ketua raad van justitie tidak menggunakan wewenangnya berdasarkan pasal 214 KUHPerd., maka ketetapan mengenai anakanak ini berlaku sampai adanya keputusan pengadilan mengenai penolakan perceraian ini yang telah mempunyai kekuatan hukum yang pasti atau dalam hal keputusan perceraian itu dikabulkan setelah lewat waktu satu bulan terhitung dari

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

17

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

tanggal surat ketetapan mengenai pengampuan anak-anak itu mempunyai kekuatan hukum yang pasti.

Pasal 836. (s.d.u. dg. S. 1923-287, 441; S. 1926-235jo. 284.) Bila antara para pihak tidak dicapai penyelesaian secara damai, maka ketua memberikan izin kepada pemohon (penggugat) untuk mengajukan persoalannya secara gugatan perdata biasa dan menetapkan jangka waktu untuk mengajukan gugatan itu. Bila penggugat (pemohon) tidak mengetahui alamat rumah/tempat tinggal pihak lawannya (tergugat) dan tergugat ini tidak hadir dalam sidang, maka pemberian izin seperti tersebut di atas oleh ketua raad van justitie dilakukan bila kepada ketua telah diberitahukan dengan jelas -- hal ini sangat tergantung dari pendapat ketua itu sendiri -- bahwa pemohon telah berusaha sungguh-sungguh untuk mencari alamat rumah/tempat tinggal pihak lawannya akan tetapi tidak berhasil dalam usahanya. Bila jangka waktu seperti yang dimaksudkan dalam alinea kesatu tidak dipenuhi oleh pemohon, maka gugurlah izin yang telah diberikan oleh ketua. (Rv.1 dst., 8, 15.)

Pasal 837.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

18

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Gugatan selanjutnya dilakukan dengan cara dan ketentuan-ketentuan seperti pada gugatan perkara perdata biasa lainnya, akan tetapi sidang perkara dilakukan secara tertutup untuk umum, sedangkan keputusannya diucapkan secara terbuka di muka umum. (RO. 29; KUHPerd. 207 dst-, 221; Rv. 22, 78, 118 dot., 843.)

Pasal 838. Bila memang beralasan untuk memberikan izin mengadakan pembuktian dengan saksi-saksi, pemeriksaan saksi-saksi ini dilakukan dalam sidang tertutup untuk umum. (KUHPerd. 1895; Rv. 171 dst., 842.)

Pasal 839. (,q.d.u. dg, S. 1908-522.) Gugatan insidental yang dilakukan berdasarkan pasal 213 dan 214 KUHPerd. dan yang dimaksudkan untuk mengubah atau mencabut penetapan-penetapan ketua raad van justitie menurut pasal 835 dilakukan dengan memberi kesimpulan yang disertai alasan-alasannya. (KUHPerd. 212; Rv.241 dst.)

Pasal 840.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

19

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

(s.d.u. dg. S. 1908-522.) Tindakan-tindakan yang boleh dilakukan oleh si isteri berdasarkan pasal 215 KUHPerd. untuk membela haknya adalah sama dengan haknya dalam hal permohonan pemisahan harta benda yang diatur dalam pasal 823. Tetapi ia hanya dapat memperoleh izin untuk sita jaminan jika ada kekhawatiran yang beralasan tentang terjadinya penggelapan. (Rv. 720, 823a, 823j, 841.) Pasal 841. Syarat-syarat untuk perceraian berlaku pula untuk gugatan pisah meja dan ranjang, karena alasan-alasan tertentu. (KUHPerd. 209 dst., 212 dst., 233 dst., 236 dst., 246.)

Pasal 842. (s.d.u. dg. S. 1925 -525.) Peraturan pasal 1910 no. 10 dan no. 20 KUH.Perd berlaku juga baik dalam gugatan pisah meja dan ranjang karena alasan-alasan tertentu dan dalam gugatan perceraian; tetapi dengan ketentuan-ketentuan untuk kedua perkara, bahwa orang tua dan anak-anak suami-isteri dapat membebaskan diri untuk memberi kesaksian. (KUHPerd. 207dst, 233 dst.; Rv. 831 dst.; Sv. 145 dst.; IR 145, 274.)

Pasal 843.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

20

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Putusan-putusan hakim mengenai perceraian dan pisah meja dan ranjang diumumkan dengan cara yang ditentukan dalam Pasal 826. (KUHPerd. 221, 245, 248 dst.; BS. 64; R,. 329, 334; RBg. 322-210.)

2.2

Keluarga

2.2.1 Definisi Keluarga Sakinah Hukum keluarga dalam masyarakat muslim kontemporer, baik di Negaranegara muslim maupun negeri-negeri yang penduduknya beragama Islam, sangat menarik untuk dikaji --- sebab, di dalam hukum keluarga Islam terdapat jiwa wahyu Ilahi dan sunnah Rasulullah atau dalam qanun (perundang-undangan)-nya senantiasa dilandaskan pada firman Allah SWT. (Al-Quran) dan sabda Rasulullah (Hadits). Keluarga sakinah merupakan dambaan sekaligus harapan bahkan tujuan insan, baik yang akan ataupun yang tengah membangun rumah tangga. Sehingga tidaklah mengherankan, jika di kota-kota besar pada sekarang ini membincangkan konsep keluarga sakinah merupakan kajian yang menarik dan banyak diminati oleh masyarakat. Sehingga penyajiannya pun beragam bentuk; mulai dari sebuah diskusi kecil, seminar, lokakarya hingga privat --- dan mungkin dalam bentuk kursus seperti yang sedang kita jalani sekarang ini.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

21

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Terlepas apakah masalah keluarga sakinah ini menarik atau tidak menarik untuk dikaji, namun yang pasti membentuk keluarga sakinah sangat penting dan bahkan merupakan tujuan yang dicapai bagi setiap orang yang akan membina rumah tangga.

2.2.2 Syarat-Syarat Keluarga Sakinah Sebuah bangunan terdiri dari bata-bata, jika satu batu bata hilang, maka bangunan itu tak hanya keindahannya saja yang hilang tapi juga kekuatannya. Masyarakat dalah cermin dari keadaan keluarga. Jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia, keluarga juga bahagia. Setidaknya, ada 5 faktor untuk membentuk keluarga sakinah diantaranya sebagai berikut: 1. Dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah. mawaddah adlaah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu. Kalau dalam bahasa Jawa disebut nggemesi. Kira-kira begitulah. Sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan melindungi yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga. Sebaliknya, rahmah, tidak cukup memberikan garansi. 2. Hubungan suami dan istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan. Seperti pakaian dan yang memakainya hunna libasun lakum wa antum

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

22

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

libasun lahunna (QS Al Baqarah : 187). Kalau kita kaji lebih dalam, fungsi pakaian setidaknya ada tiga; menutup aurat, melindungi diri dari panas dan dingin, serta sebagai perhiasan. Suami terhadap istri, juga harus memiliki fungsi yang sama. Jika istri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceritakan pada orang lain. Begitu juga sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter. Begitu juga sebaliknya. Istri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan istri. Jangan terbalik, di luaran tampil menarik perhatian orang banyak. Tapi ketika di rumah, tampil tidak sedap dipandang mata. 3. Suami istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal secara sosial dianggap patut (maruf), tidak asal benar dan hak waa syiruhunna bil maruf (QS An Nissa : 19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai maruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami istri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya. 4. Menurut hadits Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat. Syarat pertama, memiliki kecenderungan kepada agama. Kedua, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Ketiga, sederhana dalam belanja. Kempat, santun dalam bergaul dan selalu melakukan introspeksi. 5. Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga. Suami dan istri yang setia, shalih dan shalihah, anakanak yang berbakti pada orang tuanya, lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

23

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

BAB III Pembahasan

3.1

Urutan Perceraian Perceraian mengalami tahap- tahap karena tidak ada seseorangpun yang

tidak mau keluarganya sakinah. Karena itu pengadilan agama tidak bisa dengan mudah meresmikan suatu perceraian sehingga timbul istilah-istilah talak pertama, talak kedua dan talak ketiga. Perceraian difaktori oleh faktor internal dan faktor eksternal. Indonesia berada diperingkat tertinggi memiliki angka perceraian paling banyak dalam setiap tahunnya, dibandingkan negara Islam di dunia lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar. Setiap tahun ada 2 juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

24

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga. Mengenai kasus cerai talak dan gugat cerai, berdasarkan penelitian Dirjen Bimas Islam itu tercatat di Jakarta sebanyak 5.193 kasus terdiri 1.463 talak cerai dan 3.106 cerai gugat sedangkan di Surabaya, 48.374 kasus diantaranya terdiri dari 17.728 cerai talak dan 27.805 cerai gugat. Kota besar lainnya seperti Bandung terjadi 30.900 kasus perceraian, 13.415 di antaranya cerai talak dan 15.139 cerai gugat. Medan 3.244 kasus, 811 cerai talak dan 1.967 cerai gugat. Makassar 4.723 kasus, 1.093 cerai talak dan 3.081 cerai gugat. Semarang terdapat 39.083 kasus, terdiri dari 12.694 cerai talak dan 23.653 cerai gugat. Walaupun perceraian perbuatan yang dibenci Allah, kasus ini terus terjadi di masyarakat. Peningkatan kasus cerai di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarkan studi Bimas Islam pada tahun 2007, penyebab meningkatnya kasus cerai antara lain: tak ada keharmonisan (54.138 kasus),. tak bertanggung jawab (46.723), ekonomi (24.2551), gangguan pihak keluarga (9.071), perbedaan karakter (4.916), cemburu (4.708), kawin paksa, penganiayaan (916), poligami (876), cacat biologis (581), kawin bawah umur (284), perbedaan politik (157), dan dihukum/penjara (153). Tidak hanya itu, penyebab peningkatan kasus cerai juga disebabkan oleh tindak kekerasan. Di Brebes, berdasarkan data kasus perceraian pada 2006, jumlah kasus cerai mencapai 2.400 kasus yang 80 persennya akibat kekerasan dalam rumah tangga terhadap kaum perempuan. Berdasarkan data di atas, ketidakharmonisan dalam keluarga menempati posisi teratas dan kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi salah satu penyebab

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

25

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

perceraian. Sungguh memprihatinkan mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama islam.

3.1.1

Faktor Internal

3.1.1.1 Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga Sebuah penelitian di Indonesia menemukan bahwa 58 % dari perceraian diakibatkan oleh komunikasi diantara pasangan yang sangat buruk. Penelitian ini tidak terlalu mencengangkan mengingat komunikasi merupakan dasar di dalam berjalannya sebuah hubungan. Cukup dengan berkomunikasi dalam waktu lima menit saja dan dilakukan setiap hari, maka itu akan mendatangkan hal yang positif bagi hubungan yang sedang

dijalankan, (Putranto,2008:3)

Setiap manusia memiliki kebutuhan bertingkat, yaitu, kebutuhan fisik, rasa aman, kebutuhan sosial, self esteem dan aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan ini dapat tercapai salah satunya melalui hubungan berpasangan. Oleh karena itu, hubungan berpasangan yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap manusia dan hal ini dapat tercapai bila setiap pasangan memiliki komunikasi yang efektif (Maslow, 2008: 1).

Oleh karena itu komynikasi yang baik dalam hubungan sangat penting. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam membina komunikasi yang baik :

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

26

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Komunikasi intesif dengan anggota keluarga. Jangan hanya antara suami istri saja, komunikasi yang erat dan intim juga diperlukan untuk semua anggota keluarga bahkan anggota keluarga dari kedua belah pihak.

Jujur

dan

Terbuka

dalam

berkomunikasi.

Kejujuran

terkadang

menyakitkan namun dengan jujur apapun itu masalahnya dapat didiskusikan untk mencari jalan keluar terbaik.

Hilangkan prasangka buruk dalam berkomunikasi. Dalam otak bawah sadar manusia seringkali dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain. Prasangka buruk yang menguat akan menjadi keyakinan dan sangat buruk dampaknya terdapat hubungan terhadap suami-istri dalam keluarga. Sebaliknya ketika seseorang berprasangka baik yang terbentuk adalah kekuatan dasyat untuk menguatkan hubungan harmonis dalam keluarga.

Buatlah komitmen jangka panjang. Dengan berkomitmen maka tujuan awal dapat tercapai dengan kekuatan baik dari istri maupun suami.

Saling memberi hadiah pada pasangan dengan kalmat pujian. Anda pasti merasa bahagia apabila pasangan memberikan sanjungan, dan tanpa disadari komunikasi yang kita jalin akan harmonis.

3.1.1.2 Tidak Adanya Keturunan dalam Keluarga Pernikahan yang tidak dianugrahi dengan seorang anak juga bisa menyebabkan perceraian, hanya dengan alasan pribadi yang menginginkan untuk

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

27

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

mendapatkan

keturunan diri sendiri atau darah dagingnya. Keputusan sepihak

yang tidak memikirkan dampaknya. Mulai tidak puas secara emosional dan mulai mencari jawaban dari luar dan meningkatnya keinginan berpoligami dapat menimbulkan terjadinya perceraian. Tidak ada yang mau dipoligami ( Nadia, 2007: 30). Maka perceraian pun terjadi hanya untuk memenuhi kepentingan priibadi semata.

3.1.2

Faktor Eksternal

3.1.2.1 Adanya orang K-3 Perceraian terjadi bisa dipengaruhi keadaan emosional pasngan yang tidak dapat dipenuhi pasanganya.

Dalam beberapa kasus perselingkuhan sex mungkin tidak dilibatkan, hubungan yang terjadi bisa jadi hanyalah berupa hubungan emosional. Perselingkuhan yang melibatkan hati dan perasaan biasanya lebih berbahaya dibanding perselingkuhan yang bersifat fisik. Wanita, khususnya cenderung untuk meninggalkan suaminya ketika mereka merasa terikat akan perasaan emosional yang kuat pada laki-laki lain ( Anderson, 2002). Menurut Wayne Jakson Adultery is mercly the act of repudiating ones merriage vows, rather than unauthorized sexual conduct involving one who is married(Jakson, 2002). Secara umum dapat diterjemahkan bahwa perselingkuhan adalah hubungan seksual sukarela oleh seorang yang terikat perkawinan dengan orang yang bukan suami/istrinya.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

28

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Dr Williard Harley menguraikan daftar lima kebutuhan utama pria dan wanita dalam bukunya His Needs, Her Needs : Building an affair Proof Marriage. Ia percaya bahwa kebutuhan yang tidak diperoleh dari pasangannya merupakan penyebab utama seseorang berselingkuh. Kekurangan pemenuhan salah satu kebutuhan emosional dasar menyebabkan adanya daerah kosong dalam kehidupan seseorang dan mereka mencari pemenuhannya di luar perkawinan, walau bagaimanapun kuatnya moral atau agama yang dipegangnya. The infidelity is not in sex, necessarily, but in the secrecy. It isnt whom you lie with. Its whom you lie to (Pittman, 2008). Hal ini berarti walaupun perselingkuhan ini tidak terungkap, semuanya bisa terlihat dari perubahan emosional yang dilakukan pasangannya.Sebagai contoh, seorang yang berselingkuh akan kehilangan keintiman dalam perkawinan. Mereka memperdaya pasangan resminya dan menjadi tidak tulus mengenai perasaan dan tingkah lakunya. Dalam kasus ini setiap pasangan harus lebih realistis dan tidak terbawah pengaruh emosionalnya. Kebahagiaan dengan pasangan kedua belum tentu... karena tidak ada jaminan untuk itu. Apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu. Hubungan sebelum pernikahan yang sepertinya indah, belum tentu akan terealisasi. Dan sudah banyak kejadian seperti itu, Sementara luka hati istri pertama sudah pasti dan itu akan abadi (Nadia, 2007: 35).

3.1.2.2 Padatnya Aktivitas di luar Semua manusia melakukan banyak aktivitas diluar untuk memenuhi kebutuhannya seperti bekerja. Kurangnya waktu bersama membuath hubungan kita dengan pasangan menjadi monoton,sehingga hubungan tidak harmonis dan mengakibatkan broken home. Manusia tidak mudah puas dengan apa yang telah dimilikinya,sehingga mengabaikan apa yang telah ada (Asmadewi, 2006:27).

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

29

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

BAB IV Penutup

4.1

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan makalah tentang analisis faktor penyebab

terjadinya perceraian dalam keluarga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadinya perceraian adalah kurangnya komunikasi dalam keluarga dan tidak adanya keturunan dalam keluarga. Faktor eksternal terjadinya perceraian adalah adanya orang ke-3 dan padatnya aktivitas kerja. 4.2 Saran

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

30

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian dalam Keluarga

Bagi pembaca dan masyarakat yang telah dan akan nantinya membentuk suatu keluarga pasti tidak mau terjadinya perceraian dalam keluarga yang dibina atau akan dibinanya. Agar tidak terjadinya perceraian dalam hubungan keluarga lakukanlah peningkatan komunikasi yang yang intensif dalam keluarga dengan sedikitnya meluangkan waktunya sedikitnya lima menit untuk saling terbuka mengenai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, serta membahasa kendala dan tujuan yang sedang dihadapi oleh bahtera rumah tangganya. Demi menghindari faktor eksternal yang dapat merusak hubungan keluarga dan memecahkan permasaahan dengan cara demokrasi.

Nama : W. Rudiny / Kelas : 1 EG

31